Dapatkan Artikel menarik dan mendalam langsung lewat SAYANGIANAK EXTRA di emailmu...

* indicates required
Kesehatan

Memangnya Bisa Tahu Jenis Kelamin Janin Tanpa USG?

belly-clothes-female-41286

Saat dinyatakan hamil, Bunda pasti bahagia bukan main, kan? Seiring berjalannya waktu dan usia kandungan kian bertambah, Bunda dan ayah tentu semakin penasaran untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang ada dalam kandungan. Satu-satunya jalan guna mengetahui jenis kelamin janin dalam perut memang melalui USG. Tapi seringkali waktu untuk ke dokternya yang agak susah. Kira-kira bisa tidak ya, mengetahui jenis kelamin janin tanpa USG?

Tenang Bun, ternyata masih ada lho cara melakukan pengecekan jenis kelamin bayi di rumah tanpa bantuan dokter. Berikut ini tujuh cara yang dapat Bunda lakukan guna mengetahui jenis kelamin bayi.

Manfaatkan Rumus Matematika

Cara pertama yang dapat Bunda lakukan adalah dengan menghitung formula berdasarkan usia kehamilan Bunda ditambah dengan bulan kelahiran lalu ditambah dengan bulan konsepsi. Bunda dapat melakukan hal ini mulai dari 14 hari setelah hari pertama menstruasi. Berdasarkan teori ini, kalau bilangan yang dihasilkan genap, maka si kecil yang ada di dalam perut adalah bayi perempuan. Tapi kalau jumlahnya ganjil, maka akan menjadi bayi laki-laki, Bun.

Kenali Cara Bunda saat Berjalan

Cara selanjutnya yang dapat Bunda lakukan adalah memperhatikan bagaimana cara Bunda berjalan saat hamil. Jika saat hamil Bunda terbiasa berjalan menggunakan kaki kanan terlebih dahulu, maka Bunda akan memiliki bayi laki-laki. Sebaliknya, jika pada masa kehamilan Bunda terbiasa berjalan menggunakan kaki kiri terlebih dahulu, maka calon bayi Bunda adalah seorang perempuan.

Suasana Hati Bunda pun Bisa Jadi Pertanda Loh

Berdasarkan penelitian, saat Bunda mengandung anak perempuan, maka suasana hati Bunda akan mudah berubah bahkan cenderung lebih emosional. Sebaliknya, ketika Bunda mengandung anak laki-laki maka suasana hati Bunda akan lebih stabil dan tidak sering mengalami morning sickness. Namun Bunda perlu tahu, hal tersebut sejatinya juga dipengaruhi oleh hormon yang diproduksi tubuh Bunda saat sedang mengandung si kecil.

Cobalah Menghitung Detak Jantung si Kecil

Saat Bunda sedang melakukan kontrol ke dokter kandungan, cobalah untuk mengecek detak jantung bayi yang ada dalam kandungan. Karena detak jantung pun juga menjadi pertanda mengenai jenis kelamin bayi lho Bun. Jika detak jantung Bunda berada di atas 140 denyut per menit, maka calon bayi Bunda kemungkinan besar adalah laki-laki. Namun, jika detak jantung Bunda berada di bawah 140 denyut per menit, kemungkinan calon bayi Bunda adalah perempuan.

Atau Adakah Peningkatan Berat Badan pada Ayah?

Bila ayah ikut menggemuk selama kehamilan Bunda, maka bisa jadi Bunda sedang mengandung anak perempuan. Hal ini berdasarkan penelitan yang dilakukan para peneliti Denmark yang melakukan penelitan terhadap 100 calon papa dan menemukan bahwa memang mereka yang memiliki bayi perempuan, maka berat badannya akan membesar dibandingkan dengan mereka yang memiliki bayi laki-laki.

Apakah Bunda Penyuka Rasa Asin atau Manis?

Saat hamil, hormon yang muncul mempengaruhi banyak hal pada tubuh ibu. Bahkan mendorong munculnya ‘ngidam’ makanan yang mungkin tak disukai Bunda sebelumnya. Nah, jenis kelamin calon bayi Bunda juga dapat diketahui dari jenis makanan yang Bunda idamkan.

Begini, bila Bunda mengidam makanan asin atau asam dan senang melahap protein seperti daging selama masa kehamilan, maka calon bayi Bunda kemungkinan adalah laki-laki. Namun jika Bunda lebih menyukai makanan manis dan buah-buahan saat hamil, itu tandanya jenis kelamin si Kecil adalah perempuan.

Danyang Terakhir, Coba Cek Bentuk Payudara Bunda

Dalam kondisi normal, bentuk payudara memang tak selalu sama besar. Namun jika payudara kiri Bunda lebih besar daripada yang kanan, maka bersiaplah untuk memiliki bayi perempuan. Selain itu, perhatikan pula areola atau lingkaran hitam pada payudara. Jika warnanya lebih menghitam daripada sebelumnya, maka bisa jadi bayi dalam kandungan Bunda akan berjenis kelamin laki-laki.

Dari ketujuh tanda tersebut jika Bunda tetap ragu, maka lebih baik Bunda melakukan pengecekan langsung melalui proses USG di dokter kandungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Amankah Mengajak Bayi Bermain Air? Berenang Mempunyai Banyak Manfaat untuk si Kecil

berenangpadaanak

Bunda mungkin mengalami kegalauan ketika ingin mengajak si kecil untuk bermain di air. Apalagi sekarang baby spa sudah menjamur di berbagai kota. Namun apakah berendam atau berenang aman untuk bayi?

Sejatinya bayi sudah berenang-renang sejak di kandungan, di dalam air ketuban. Tidak ada batasan usia untuk mengajak bayi bermain air.

Bahkan, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa berenang mempunyai banyak manfaat untuk si kecil. Namun, bunda perlu memperhatikan tempat si kecil berenang. Sebaiknya bunda tidak mengajak bayi berenang di kolam renang umum. Ada beberapa hal yang perlu bunda perhatikan ketika mengajak si kecil berenang.

Pilih kolam yang aman untuk bayi

Jika bunda ingin mengajak si kecil yang masih bayi untuk berenang, maka bunda harus memilih kolam yang aman untuk si kecil. Jangan membawa si kecil ke kolam renang umum karena biasanya mengandung klorin dan suhunya terlalu dingin untuk bayi.

Selain itu, banyak orang yang memakai kolam renang umum sehingga kebersihannya tidak terjamin. Bunda boleh mempertimbangkan untuk mengajak si kecil ke kolam renang umum ketika usianya sudah lebih dari 6 bulan.

Bunda bisa mengajak si kecil ke baby spa atau menggunakan kolam plastik sendiri di rumah. Pastikan airnya bersih dan hangat. Bunda bisa menggunakan pelampung yang nyaman untuk si kecil.

Jangan terlalu lama membiarkan si kecil di dalam air, cukup 10-15 menit. Durasinya bisa ditambah jika si kecil sudah mulai terbiasa. Pastikan bunda selalu berada di dekat si kecil dan mengawasinya selama berenang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Manfaat berenang untuk bayi

Selain mengasyikkan untuk bayi, berenang ternyata juga memiliki banyak manfaat lho bun. Beberapa penelitian sudah membuktikannya. Berikut beberapa manfaat berenang untuk bayi:

Meningkatkan fungsi kognitif

Saat berenang bayi akan menggerakkan tangan dan kakinya akan menendang-nendang di air. Hal itu dapat menstimulasi otaknya. Penelitian yang dilakukan di Griffith University di Australia menunjukkan hasil bahwa anak yang rutin berenang sejak kecil mempunyai kondisi fisik dan mental yang lebih baik daripada yang tidak berenang.

Meningkatkan rasa percaya diri

Suatu penelitian pada tahun 2010 menunjukkan bahwa pada anak berusia 4 tahun yang sudah mulai berenang dari usia 2 bulan sampai 4 tahun lebih mudah beradaptasi pada lingkungan yang baru dan lebih percaya diri. Anak menjadi lebih percaya diri karena mereka sudah dilatih keberaniannya terhadap air sejak kecil.

Melatih otot, koordinasi dan keseimbangan tubuh

Berenang dapat melatih otot-oto tubuh. Saat berenang si kecil menggunakan otot untuk menegakkan kepala dan otot-otot yang menggerakkan tangan dan kaki. Selain itu, berenang juga melatih koordinasi tubuh dan melatih keseimbangan di dalam air. Hal itu akan memperkuat otot tubuh bayi. Tidak hanya itu, berenang juga baik untuk kesehatan sistem kardiovaskular sehingga menyehatkan jantung.

Wah, ternyata banyak manfaat dari berenang untuk bayi ya. Oleh karena itu bunda tidak perlu ragu lagi untuk mengajak si kecil berenang. Namun bunda tetap harus mengawasi si kecil saat berenang ya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Kira-kira Usia Kehamilan Berapa Minggu Bisa Terdeteksi Test Pack?

adult-belly-body-54289

Setelah penantian sekian lama, pasutri tentu senang bukan main bila akhirnya istri dikabarkan tengah mengandung. Bagaimanapun, memiliki keturunan tentu menjadi salah satu tujuan dalam proses pernikahan. Saat wanita dinyatakan hamil, akan ada harapan dan cita-cita baru dalam hidupnya.

Di lain sisi, cara mengetahui hamil atau tidaknya Bunda, ada banyak cara yang dapat dilakukan. Salah satunya dengan menggunakan test pack. Alat uji yang satu ini relatif sederhana namun dapat memunculkan hasil yang akurat.

Salah satu hasil yang perlu diperhatikan adalah waktu penggunaan test pack. Alih-alih membawa hasil yang sesuai ekspetasi, biasanya ada tipe test pack yang memberikan hasil ketika memang benar-benar memasuki tahap tertentu dari kehamilan. Nah Bun, berikut ini ada hal-hal yang perlu Bunda perhatikan sebelum menggunakan test pack.

Proses Terjadinya Kehamilan

Bun, proses terjadinya kehamilan sebenarnya dimulai dari awal masa haid atau hari pertama haid. Oleh karena hal tersebutlah cara menghitung usia kehamilan secara umum ditentukan berdasarkan hari pertama haid terakhir yang terjadi pada seorang wanita. Setelah masa haid tersebut, maka indung telur biasanya akan mengeluarkan sel telur yang disebut sebagai proses ovulasi.

Keluarnya ovum atau sel telur tersebut selama masa ovulasi akan menjadi titik awal bahwa sistem reproduksi wanita siap untuk dibuahi oleh sel telur. Pembuahan memiliki potensi yang besar dalam mendapatkan kehamilan ketika hubungan intim dan sel sperma yang masuk ke dalam rahim terjadi pada saat wanita dalam masa suburnya. 1- 3 hari pertama sebanyak 300 juta sel sperma akan masuk ke dalam rahim.

Selama perjalanan menuju sel telur, maka ada jutaan sel sperma yang akan mati. Bahkan umumnya hanya sebanyak 200 sel sperma saja yang dapat sampai pada sel telur. Pembuahan dapat terjadi ketika sel sperma tersebut masuk ke dalam sel telur dan menjadi suatu proses awal kehamilan.

Sel telur yang telah dibuahi akan berubah menjadi zigot dan berkembang menjadi banyak sel setiap jamnya. Zigot tersebut akan melakukan perjalanan menuju rahim untuk menempel pada rahim yang disebut sebagai implantasi. Proses implantasi inilah yang akan menimbulkan beberapa gejala hamil muda pada awal kehamilan.

Untuk mendeteksi kehamilan seseorang, salah satu cara yang banyak dilakukan adalah dengan mendeteksinya menggunakan alat test pack. Test pack tersebut berkerja dengan cara mendeteksi peningkatan hormon HCG yang memang akan meningkat pada awal awal kehamilan. Penggunaan test pack haruslah dilakukan dengan benar agar hasil akurasi yang di dapatkan juga benar adanya. Untuk meningkatkan akurasi tersebut maka Test Pack harus digunakan dengan waktu yang tepat.

Lantas Kapan waktu yang dianjurkan untuk memakai test pack?

Usia kehamilan yang dapat dideteksi oleh alat test pack setidaknya pada usia 1 bulan pertama karena memang pada saat usia tersebut peningkatan hormon HCG sebagai hal yang dideteksi oleh test pack baru terjadi. Usia kehamilan 1 bulan tersebut dihitung berdasarkan penetapan dokter kandungan yang berdasar pada perhitungan dari hari pertama haid terakhir. Sangat disarankan pemeriksaan test pack baru dilakukan ketika memang sudah ada beberapa tanda kehamilan yang muncul.

Cara memilih test pack yang paling sensitif

Mengutip HelloSehat, tingkat sensitivitas alat tes kehamilan ini dapat Bunda lihat pada kemasan, dengan satuan ukuran mIU/ml (mili-International Unit per mililiter). Pada umumnya, sensitivitas alat tes kehamilan berkisar antara 10 mIU/ml sampai 40 mIU/ml. Semakin rendah angkanya, maka semakin sensitif alat tes kehamilan tersebut, sehingga semakin dini kehamilan dapat terdeteksi.

Apa saja faktor yang mempengaruhi hasil tes?

Kapan sel telur menempel pada dinding rahim.

Ketika sel telur yang dibuahi sperma menempel pada dinding rahim, hormon HCG akan mulai dilepaskan dan jumlahnya terus bertambah, Bun. Dalam kondisi inilah, Bunda dapat melakukan tes kehamilan dan mendapatkan hasil positif.

Di lain sisi, tes kehamilan yang terlalu dini dapat menghasilkan tes negatif lantaran membutuhkan waktu sekitar satu minggu bagi sel telur untuk menempel pada dinding rahim dan melepaskan hormon HCG.

Berapa banyak air yang Bunda minum dalam sehari

Kadar hormon HCG dalam urin tergantung dari seberapa banyak Bunda. Jika Bunda terlalu banyak minum, bukan tidak mungkin kadar hormon HCG dalam urin tentu sedikit lantaran urin terlalu encer sehingga menunjukkan hasil tes negatif. Urin yang lebih pekat biasanya menunjukkan hasil tes yang positif.

Kadar hormon HCG dalam darah

Kadar hormon HCG dalam darah juga memiliki tingkat yang bervariasi antara setiap individu, Bun. Hal inilah yang mempengaruhi keakuratan hasil tes kehamilan. Hasil tes yang positif mungkin memerlukan waktu yang lebih lama jika Bunda memiliki kadar hormon HCG yang rendah dalam darah.

Sensitivitas tes urin

Alat tes kehamilan yang menggunakan urin memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda-beda yang menunjukkan seberapa cepat alat tes tersebut dapat mendeteksi keberadaan hormon HCG dalam urin. Sebaiknya Bunda membaca tingkat sensitivitas dan petunjuk dalam kemasan sebelum melakukan tes agar Anda tidak salah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Ciri-ciri Hamil Muda Sebelum Telat Haid nih Bun

ciri ciri hamil muda

Banyak perubahan yang terjadi pada fisik ibu yang sedang hamil. Bicara kehamilan, tanda-tanda awal yang muncul biasanya Bunda akan mengalami telat haid. Selain itu, fisik pun terasa lelah dan rentan mengantuk. Bahkan payudara mengalami perubahan ukuran.

Sebagai seorang wanita, Bunda berhak tahu tanda-tanda hamil muda dengan jelas. Tidak hanya menilainya dengan haid yang tiba-tiba berhenti. Mengutip dari The Asian Parent, dr.Bobtriyan Tanamas menjelaskan bagaimana cara mendeteksi kehamilan dini dan apa saja yang perlu dilakukan.

Ia pun menjelaskan apa yang dimaksud dengan kehamilan dini. “Sebenarnya setiap orang memang memiliki persepsi yang berbeda terkait dengan kehamilan dini.”

Ia pun melanjutkan untuk mengetahui ciri ciri hamil muda sebelum telat haid bisa dilihat dari beberapa kondisi. Misalnya Bunda akan mengalami sakit kepala, mual, atau muntah. Sementara jika dilihat dari segi klinis, wanita yang sedang hamil muda diketahui sering buang air kecil atau bahkan merasa sembelit. Mengutip dari Net Doctor, berikut ini ciri kehamilan yang perlu Bunda ketahui. 

Perubahan Bentuk Payudara

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, salah satu tanda awal kehamilan adalah terjadinya perubahan payudara dimana ukurannya jadi lebih besar bahkan terasa lembut. Selain itu, di area sekitar puting atau areolae biasanya juga kian menggelap.

Kenapa hal ini terjadi? Hal ini disebabkan kadar hormon perempuan yang berubah dengan cepat setelah pembuahan, menyebabkan kelenjar di dalam payudara tumbuh dan bersiap untuk produksi ASI dan menyusui setelah bayi lahir.

Fisik Sering Terasa Lelah

Ciri lainnya adalah, kondisi yang mudah merasa sangat lelah luar biasa. Kondisi ini pun ternyata terkait dengan perubahan hormonal, terutama peningkatan hormon progesteron, meskipun faktor lain seperti tekanan darah rendah dan penurunan kadar gula dalam darah juga bisa menjadi hal yang memengaruhi.

Karenanya, di awal kehamilan memang Bunda disarankan untuk beristirahat, termasuk tidur siang. Jangan lupa, asupan makanan pun juga perlu dijaga. Konsumsilah makanan yang kaya akan zat besi dan protein.

Sakit Kepala

Di awal kehamilan, ternyata banyak ibu hamil yang mengatakan bahwa sering kali merasa sakit kepala ringan. Ini bisa disebabkan oleh sejumlah faktor termasuk morning sickness, kelelahan, kelaparan, perubahan hormon, tekanan darah rendah dan bahkan suasana hati rendah atau depresi.

Cobalah untuk makan secara teratur dalam jumlah kecil, istirahat dan tidur sebanyak yang dibutuhkan dan minum cukup cairan sehingga dapat mencegah terjadinya dehidrasi.

Flek dan Kram

Saat awal kehamilan, seorang ibu bisa saja merasakan perasaan aneh, merasakan kram layaknya saat awal menstruasi. Ini bisa menjadi salah satu salah satu tanda awal kehamilan. Dikenal sebagai pendarahan implantasi yang terjadi di mana saja dari 6 hingga 12 hari setelah sel telur dibuahi.

Biasanya kondisi flek dan kram yang akan dirasakan masih bisa ditoleransi karena sifatnya tidak ‘berat’. Jika kondisinya terasa lebih berat khususnya di awal kehamilan, tak ada salahnya untuk memeriksakan pada dokter kandungan.

Mengalami Mood Swing

Ya, kondisi suasana hati yang mudah berubah memang menjadi salah satu ciri yang sangat umum. Dalam waktu yang relatif singkat, ibu hamil bisa merasakan perubahan hati dari senang menjadi sedih dan mudah menangis.

Kondisi ini sering terjadi sejak awal kehamilan, ini terkait dengan perubahan hormon yang sangat cepat dan biasanya menetap saat kehamilan berlangsung. Karenanya, pastikan pasangan menyadari kondisi ini ya Bun. Perubahan suasana hati yang begitu cepat karena perubahan hormon pun tak bisa disalahkan. Memang ada fasenya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top