Dapatkan Artikel menarik dan mendalam langsung lewat SAYANGIANAK EXTRA di emailmu...

* indicates required
Mom Life

Media Sosial Jadi Pemicu Nomor Dua Perceraian di Indonesia

abandoned-argue-argument-50592 (1)

Tahukah Bunda, angka perceraian di Indonesia ternyata mengalami peningkatan. Ironisnya, salah satu penyebab angka perceraian begitu tinggi lantaran media sosial. Kenapa ya Bun? Tren perceraian tahun ini semakin meningkat; angkanya sekitar 15-20%. Alasan utamanya yakni ketidakharmonisan dalam hubungan rumah tangga dan kedua adalah sosial media, disusul karena alasan faktor ekonomi dan orang ke-3.

Bahkan penyebab perceraian juga dipicu pergeseran pola pikir yang merasa ketika pernikahan tak ubahnya pacaran. Dimana bila merasa tak cocok, maka langsung berpisah. Selain itu, saat ini banyak pasangan millenial memiliki cara pandang bahwa yang paling terpenting adalah bagaimana mereka bisa merasa bahagia. Saat pernikahan sudah dirasa tidak bahagia, dengan mudahnya dapat memutuskan untuk bercerai. Padahal semestinya memang tidak seperti itu.

Pasti Bunda Bertanya-tanya, Lantas Bagaimana Kaitan Masalah Media Sosial dengan Penyebab Perceraian?

Ini karena media sosial dapat mengganggu quality time pasangan suami dan istri. Bun, tantangan pasangan suami istri saat ini kian meningkat. Bahkan untuk quality time saja banyak pasangan yang mengeluhkan bahwa sukar sekali mencari waktu untuk hal ini.

Kalaupun bertemu atau berada di tempat yang sama, mereka justru lebih asik dan sibuk bermain sosial media. Bahkan saat di area intim seperti tempat tidur. Padahal membangun relasi yang nyata seharusnya dengan mengenyampingkan dulu urusan di dunia maya. Kalau kondisi ini dibiarkan terus menerus, lantas kapan Bunda akan memiliki waktu bersama ayah?

Media Sosial Dapat Mengubah Ekspetasi Pernikahan

Pernahkah Bunda membatin, “Wah, pasangan ini kok, mesra sekali, ya, sering kali liburan bersama keluarga. Suaminya juga sangat perhatian dengan istrinya karena sering memberikan hadiah kejutan untuk istrinya. Sementara kenapa hubungan pernikahan saya biasa-biasa saja dan terasa begitu datar?”

Perasaan semacam ini memang sangat wajar dan alami, Bun. Bunda perlu ingat, bahwa pada dasarnya rumput tetangga memang akan terasa lebih hijau. Kenyataannya toh tak selamanya seperti itu. Terlebih lagi jika selama hanya melihat dari akun sosial media. Tenang Bun, kurangilah berpikir bahwa pernikahan Bunda tak seindah pernikahan teman-teman Bunda. Apa yang ditampilkan memang biasanya yang paling indah atau dianggap terbaik kan Bun? Tak heran akhirnya muncul ekspektasi berlebihan.

Padahal sebelum melihat media sosial, sebenarnya pernikahan terasa baik-baik saja. Namun begitu dibandingkan justru dapat memunculkan ekspetasi berlebih. Jika terus dibiarkan tentu saja akan memengaruhi kualitas pernikahan Bunda dan pasangan.

Guna Menghindari Perceraian, Pahamilah Bahasa Cinta Pasangan Bunda

Yang pasti, pasangan suami istri lebih banyak memiliki waktu untuk saling berbicara khususnya bicara masalah soal rasa. Jangan sampai terjebak dengan rutinitas sehari-hari saja. Selain itu, pasangan suami istri bisa belajar memahami bahasa cinta yang dibutuhkan oleh pasangannya ya Bun.

Misalnya begini, ada orang yang mementingkan afirmasi atau perilaku positif. Ada pasangan yang sudah senang sekali kalau saat dia bercerita, pasangannya bisa mendengarkan dengan baik. Dengan begitu ia merasa didengarkan dan diperhatikan. Tapi ada juga pasangan yang mementingkan kebersamaan atau waktu berkualitas.

Atau bahasa cinta lainnya dapat Bunda ungkapkan dalam bentuk hadiah. Namun ada juga yang lebih senang bila pasangannya meladeni dan membantu, atau menyukai sentuhan dan belaian.

Bun, tiap orang memiliki bahasa cinta yang berbeda. Tugas kitalah untuk mencari tahu, mana bahasa cinta pasangan. Maunya seperti apa. Setidaknya kita juga perlu ingat kalau keharmonisan hubungan suami istri adalah tanggung jawab kedua pihak..

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tips Mengajarkan Pendidikan Seksual Untuk Anak

sexedukasi

Selama ini pendidikan seksual untuk anak dianggap tabu sehingga orangtua tidak mengenalkan edukasi seksual sejak dini. Padahal pendidikan seksual untuk anak adalah hal yang penting.

Dengan edukasi seksual sejak dini, anak mampu mengenal identitas gendernya dan mencegah terjadinya kejahatan seksual pada anak. Mengajarkan pendidikan seksual pada anak tentu saja harus sesuai dengan usia anak, agar anak mudah mengerti.

Orangtua sudah bisa mengenalkan pendidikan seksual sejak anak usia balita, yaitu usia 2-3 tahun ketika anak sudah bisa mengenali dirinya.

Nah, agar ayah dan bunda tidak bingung dalam memulai pendidikan seksual pada anak, berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

1. Ajarkan nama-nama organ seksual dengan nama yang sebenarnya

Ketika mengenalkan organ reproduksi pada anak, sebutkan nama yang sebenarnya. Misalnya alat kelamin pria disebut penis dan pada wanita disebut vagina.

Jangan menggunakan julukan karena bisa membuat anak bingung, apalagi jika setiap orang mempunyai julukan yang berbeda-beda. Ayah dan bunda bisa mengenalkan organ reproduksi dengan menggunakan buku, video edukasi, atau dengan permainan, sesuaikan dengan usia anak.

2. Beri tahu bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh orang lain

Untuk menjaga anak dari kejahatan seksual, maka jelaskan pada anak bagian tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh orang lain, yaitu bagian kelamin, payudara, pantat dan bagian tubuh lain yang tertutup baju.

Agar anak mudah paham dan cara belajarnya menyenangkan, ayah dan bunda bisa mengajarkan dengan lagu, misalnya lagu sentuhan boleh dan sentuhan tidak boleh yang bisa diakses di youTube.

3. Saat anak memasuki usia pubertas jelaskan tentang menstruasi dan mimpi basah

Ketika anak memasuki usia puber, jelaskan tentang menstruasi pada perempuan dan mimpi basah pada laki-laki. Beri tahu anak, bahwa hal itu adalah normal dan tanda kedewasaan. Jelaskan bahwa ketika anak perempuan sudah mengalami menstruasi berarti dia sudah bisa hamil dan ketika anak laki-laki sudah mimpi basah berarti bisa membuahi. 

4. Ajarkan tentang hubungan seks agar anak dapat menjaga diri

Ketika anak sudah berusia sekitar 10 tahun atau sudah mengalami menstruasi dan mimpi basah, orangtua perlu menjelaskan tentang hubungan seksual dan kehamilan. Orangtua perlu menjelaskan dengan benar bagaimana seorang perempuan bisa hamil. Ayah dan bunda bisa menyelipkan pesan agar anak mampu menjaga diri dari seks bebas dan terhindar dari penyakit menular seksual.

Pendidikan seksual bukanlah hal yang tabu, justru orangtua perlu mengajarkan sejak dini kepada anak. Semoga tips di atas bermanfaat untuk ayah bunda dalam mengajarkan pendidikan seksual bagi anak.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Ibu Juga Manusia, Tak Perlu Berpura-pura Kuat, Tunjukkan Perasaan Ibu yang Sebenarnya

Ibupura-purakuat

Menjadi ibu mempunyai tanggung jawab yang tidak mudah. Apalagi dengan pandangan masyarakat yang menganggap ibu harus bisa segala hal. Mengurus anak, suami dan rumah masih banyak disematkan sebagai tanggung jawab ibu sehingga ibu tidak boleh mengeluh.

Padahal seorang ibu juga bisa merasa lelah, ibu juga bisa melakukan kesalahan, ibu bukanlah makhluk yang tahu semua hal, ibu juga butuh istirahat, ibu juga bisa merasa sedih dan marah karena ibu adalah manusia biasa, bukan superhero dengan kekuatan super.

Tuntutan dan pandangan masyarakat menyangkut citra seorang ibu sering membuat ibu menyembunyikan perasaannya yang sesungguhnya. Tak jarang ibu berpura-pura kuat padahal badan serasa remuk, tak jarang ibu menunjukkan senyum dan tawa di depan orang-orang padahal hatinya menangis. Hal tersebut dapat membuat ibu menjadi tertekan.

Ibu tak perlu berpura-pura kuat, tunjukkan saja perasaan ibu yang sebenarnya

Demi menjaga “kewarasan” ibu tak perlu menyembunyikan bagaimana perasaan ibu yang sesungguhnya. Ibu juga perlu minta dukungan dan pengertian orang-orang di sekitar ibu. Ibu harus terbuka tentang hal-hal di bawah karena ibu juga manusia biasa.

1.Ibu bukan robot sehingga juga butuh istirahat dan waktu untuk me time

Sejak menjadi ibu, aktivitas sehari-hari bertambah banyak. Mengurus anak, suami dan rumah seakan menjadi tanggung jawab ibu sendiri. Tak heran banyak ibu yang sibuk dari pagi hingga malam karena tugas dan pekerjaan tak kunjung habis.

Namun, ibu tidak perlu memaksakan untuk sempurna menyelesaikan semua pekerjaan. Ibu juga membutuhkan waktu istirahat dan waktu untuk diri sendiri.

Tidak ada salahnya jika ibu bergantian meminta suami untuk menjaga anak lalu ibu pergi me time, sesekali menitipkan anak ke nenek atau daycare sehingga ibu bisa istirahat. Mempunyai waktu istirahat dan waktu untuk diri sendiri akan mengembalikan energi ibu, sehingga bisa kembali mengerjakan rutinitas dengan bahagia.

2. Ibu bukanlah malaikat, ibu juga bisa merasa marah dan kesal

Menjalani rutinitas dan pekerjaan yang tidak ada habisnya terkadang membuat ibu kelelahan dan bosan. Hal itu bisa membuat ibu lebih sensitif dan mudah marah.

Hal tersebut wajar terjadi, tetapi jangan sampai melampiaskan kemarahan dengan negatif misalnya dengan melampiaskan kepada anak. Oleh karena itu, jika ibu sudah merasakan tanda-tanda perubahan emosi, segera ambil jeda.

Berhentilah melakukan pekerjaan dan nikmati waktu sendiri. Ibu bisa mengkomunikasikannya dengan suami. Dengan mengambil jeda sebentar, ibu bisa meredam emosi dan amarah sehingga ibu tidak memendam emosi yang bisa menjadi penyakit.

3. Ibu juga bisa sakit

Ketika anak atau suami sakit, ibulah yang selalu siap siaga merawat mereka. Namun, bagaimana ketika ibu sakit?

Tak jarang ibu menahannya dan tetap mengerjakan semua pekerjaan rumah. Padahal sakit merupakan tanda dari tubuh saat ada yang tidak normal terjadi. Tetap memaksakan diri saat sakit justru akan membuat sakit semakin parah.

Oleh karena itu, tidak perlu menahan ketika ibu sudah merasa tidak enak badan. Istirahat dan minta suami mengantar ke dokter adalah pilihan yang tepat.

Sudah saatnya pandangan bahwa ibu seolah adalah superhero untuk mulai dihilangkan, ibu bukanlah manusia yang sempurna. Hal tersebut akan membuat ibu tidak jujur dengan kondisinya sendiri dan membuatnya rentan stres hingga depresi. Jadi, ibu tetap harus memikirkan kesehatan dan kebahagiaan ibu sendiri ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Ini Cara Mengembangkan Potensi Anak Sesuai Dengan Kepribadiannya, Setiap Orang Tua Perlu Tahu

megembangkanpotensianak

Setiap anak terlahir unik dan memiliki karakter yang berbeda-beda. Bahkan antar saudara kandung pun bisa memiliki karakter yang berbeda.

Bisa saja sang kakak yang pendiam dan pemalu mempunyai adik yang lebih berani dan selalu ingin tampil. Selain itu, setiap anak juga memiliki minat dan bakatnya masing-masing.

Oleh karena itu, bunda perlu mengenali masing-masing kepribadian anak saat akan mengembangkan potensinya.

Orangtua bertugas mengembangkan potensi anak dengan memberikan stimulasi yang tepat. Namun, mungkin bunda sering kebingungan, stimulasi apa lagi yang harus diberikan agar potensi anak berkembang?

Nah, agar bunda tidak kebingungan maka bunda perlu mengetahui kepribadian serta minat dan bakat anak.

Mengetahui Kepribadian Anak Adalah Langkah Awal Dalam Mengembangkan Potensi

Sebelum mencoba untuk mengembangkan potensi anak, bunda perlu mengetahui tipe kepribadian anak. Apakah anak bunda cenderung pendiam dan pemalu, aktif, supel, atau mudah bergaul.

Bunda juga bisa mempelajari tipe kepribadian melankolis, sanguinis, koleris, dan plegmatis. Amati perilaku anak sehari-hari agar bunda mengenali kepribadian anak.

Amati pula setiap kegiatan anak, lihat hal-hal yang membuat anak berbinar-bianr saat mengerjakannya. Dengan begitu bunda bisa mengetahui kepribadian dan hal yang disukai anak.

Ketahui Kepribadian pada Manusia yang harus kita ketahui:

Berikut penjelasan keempat kepribadian tersebut yang dirangkum dari Psichologia:

1. Sanguinis

Orang dengan tipe kepribadian sanguinis cenderung hidup, optimis, ringan, dan riang. Tipe ini juga menyukai petualangan dan memiliki toleransi tinggi akan risiko.

Selain itu, tipe sanguin biasanya lemah dalam menoleransi kebosanan, serta akan mencari variasi dan hiburan. Secara alami, sifat ini kadang-kadang negatif dalam memengaruhi hubungan percintaan dan lainnya.

Karena kepribadian ini berperilaku mencari kesenangan, banyak orang dengan kepribadian sanguinis cenderung berjuang dengan kecanduan (ingin suatu hal dengan terus-menerus).
2. Plegmatis

Seseorang dengan kepribadian plegmatis biasanya adalah orang-orang yang cinta damai. Tipe ini biasanya mencari keharmonisan antar-pribadi dan hubungan dekat yang membuat orang-orang plegmatis menjadi pasangan yang setia dan orang tua yang penuh kasih.

Orang-orang plegmatis suka menjaga hubungan dengan teman-teman lama, anggota keluarga yang jauh, dan tetangga. Dalam hal kepribadian, tipe plegmatis cenderung menghindari konflik dan selalu berusaha menengahi orang lain untuk memulihkan perdamaian dan harmoni.

3. Koleris

Seseorang dengan kepribadian koleris biasanya orang yang sangat berorientasi pada tujuan. Orang yang koleris terkenal sangat cerdas, analitis, dan logis, sangat praktis dan langsung, tetapi tipe ini tidak harus menjadi teman baik atau orang yang ramah.

Seorang koleris tidak menyukai pembicaraan singkat dan menikmati percakapan yang mendalam dan bermakna. Mereka lebih suka sendirian daripada di perusahaan dengan orang berkepribadian lemah.

4. Melankolis

Orang-orang dengan kepribadian melankolis menyukai tradisi. Misalnya wanita memasak untuk laki-laki, laki-laki membuka pintu bagi wanita.

Tipe melankolis rata-rata mencintai keluarga dan teman-temannya, tidak seperti orang-orang sanguinis. Melankolis tidak suka mencari hal-hal baru dan petualangan dan bahkan cenderung akan sangat menghindarinya.

Orang yang melankolis juga dikenal sangat sosial dan berupaya berkontribusi pada komunitas, sangat teliti dan akurat. Tipe ini adalah manajer yang fantastis dengan kepribadian yang baik.

Tips yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi anak dari kecil.

Setelah bunda mengetahui kepribadian, minat dan bakat anak, maka selanjutnya bunda perlu mengembangkan Potensinya. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi anak dari kecil.
~ Kenali Anak Sebagai Teman

Sepertinya terlalu klise, tapi memang benar. Dengan mengenali anak sebagai teman, anak akan lebih mudah untuk diajak berkompromi, anak lebih mudah diarahkan misalnya untuk mencoba hal-hal baru yang bertujuan untuk membuatnya pintar dan mengembangkan potensinya.

~ Bebaskan anak menjadi diri sendiri

Karakter yang baik dapat dibangun dan diajarkan pada anak tanpa menghilangkan karakteristik pribadinya. Bebaskan anak untuk menjadi diri sendiri namun tetap arahkan kearah kebaikan.

~ Berikan Stimulasi yang Tepat Sesuai Usianya

Setiap orangtua pasti ingin anaknya pintar, ingin anaknya bisa melakukan ini dan itu. Tapi jangan lupa, bahwa si Kecil juga punya bakat dan minat yang berbeda, dan kemampuan dasar yang berbeda sesuai dengan usianya. Jadi berikanlah stimulasi yang tepat sesuai dengan usianya.

Stimulasi yang tepat dan dilakukan secara konsisten, akan dapat merangsang kekuatan hubungan antar sel otak, yang akan membuat anak lebih pintar dalam berbagai hal.

~ Pendidikan agama sejak dini

Apabila sejak kecil ia sudah diajarkan ilmu dan norma-norma agama, maka hal tersebut akan melekat dalam perilaku sehari-hari. Dengan mengenal Tuhan maka anak akan mencerminkan perilaku yang baik dan menghindari perbuatan yang tidak terpuji.

~ Mengenalkan Nilai-nilai Positif Sejak Dini

Penting sekali mengenalkan hal-hal kecil tapi positif kepada anak sejak dini, sejak usia berapapun, baik dia sudah mengerti ataupun belum. Karena nilai-nilai itulah yang akan tertanam di dalam alam bawah sadarnya hingga anak dewasa nanti, dan mempengaruhi perkembangan potensi dalam dirinya.

~ Buat Daftar Permainan Edukatif

Di era di mana informasi digital semakin pesat, tidak susah untuk mencari informasi atau ide-ide mengenai berbagai permainan edukatif yang bisa dikenalkan pada si Kecil. Agar tidak lupa dan tidak bingung saat tiba-tiba harus bermain bersama si Kecil, bisa membuat daftarnya, lalu menyimpannya di handphone agar dapat diakses sewaktu-waktu, dan juga bisa menambahkan daftarnya jika terpikir ide permainan edukatif yang lain.

~ Menjadi contoh bagi si Kecil
Tidak hanya anak, orang dewasa termasuk Bunda pun memiliki tipe karakter sendiri. Bunda dapat mengidentifikasi mana karakter dasar Mama.

Untuk mengajarkan dan membangun sifat positif dalam diri si Kecil tentunya harus dibarengi oleh contoh nyata. Mama harus dapat menjadi contoh yang baik bagi anak sebagai standar acuannya dalam bersikap dan merespon segala hal dalam kehidupannya.

~ Memahami perasaan anak

Sebagai orangtua, sudah seharusnya memiliki kedekatan batin dengan buah hati. Bunda harus dapat menyentuh dan memahami perasaan anak.Dengan kasih sayang tulus dan keinginan untuk memahami apa yang anak rasakan maka akan lebih mudah dalam mendidik dan mengarahkan si Kecil.

Jika anak terlihat sedih sepulang bermain dengan temannya, tanyakan apa yang membuatnya demikian. Apabila ada permasalahan antara anak dan temannya, berilah nasehat apa yang harus dilakukan untuk berdamai dan saling memaafkan. Dengan begitu anak akan merasa bahwa Mama perhatian dengannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top