Lifestyle

Lagu “Telur Dadar” Milik Saga Anaknya Anji, Jadi Lagu Anak-anak Baru yang Si Kecil Bisa Nikmati

Hari ini ada hal baru yang bunda harus tahu. Yap, bertepatan dengan hari ini 12 April 2018. Salah satu anak cerdas yang juga adalah anak dari Anji Manji, merilis lagu pertamanya yang sesuai dengan perkembangannya. Diberi judul “Telur Dadar”, konon lagu ini diciptakan sendiri oleh Saga.

Dan memang jika bunda coba berselancar pada akun instagram milik Saga yang dikelola oleh Manji dan Mindanya. Saga adalah salah satu anak yang terbilang cukup cerdas, aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi. Bahkan sejak berita project lagu ini diposting di sosial media, baik pada akun Anji atau Saga. Beberapa masyarakat cukup antusias untuk bisa mendengar secara keseluruhan secepatnya.

Sumber : https://www.instagram.com/sagaomarnagata/

Sumber : https://www.instagram.com/sagaomarnagata/

Cerita dari lagunya pun cukup sederhana, sebab ini juga jadi sesuatu yang mungkin dialami oleh anak-anak dirumah. Ya, Saga mencari telur dadar karena memang ingin makan dengan telur dadar. Sederhana memang, tapi lagu ini cukup bisa dinikmati oleh si kecil, sebab selain lirik yang memang mudah dipahami.

Kuraangnya lagu anak-anak diera sekarang jelas jadi kegelisahan banyakn orang. Dan al itu lah yang juga dissadari oleh Anji sebagai ayah dari Saga. Yang kemudian berbuah sebuah karya yang diciptakan dan dinyanyikan oleh anaknya sendiri, Saga. Dia melantunkan nyanyian yang liriknya begitu jujur dan menggambarkan kesukaannya pada TELUR DADAR.

Dan lagu anak semacam ini akan jauh lebih baik untuk si kecil daripada ia harus mendengarkan beberapa lagu lain yang mungkin terlalu bernada dewasa.

Tapi ternyata, Dan tak hanya itu saja, pada salah satu wawancaranya dengan media, Anji juga menyebut masih ada beberapa lagu yang juga sudah diciptakan oleh Saga sendiri. Mulai dari Susu Mantap, Kenapa Harus Mandi, dan Jangan Makan Binatang”

Sebab Lagu Bernada Dewasa, Berpengaruh Tak Baik Untuk Anak Kita

Sumber : https://www.instagram.com/sagaomarnagata/

Sumber : https://www.instagram.com/sagaomarnagata/

Dalam salah satu hasil penelitian yang diterbitkan dalam “Springer’s Journal Sexuality and Culture”, disebutkan bahwa lagu dewasa yang berisi tema seksual akan memengaruhi perkembangan dan pertumbuhannya. Padahal usia anak-anak atau balita merupakan usia terbaik untuk menyerap informasi.

Dan jika mereka harus terpapar oleh kata-kata kasar atau tidak senonoh, maka itu akan melekat dalam benaknya. Lebih parah lagi, bukan tak mungkin anak akan menganggap kata dan lirik tersebut sebagai pengetahuan.

Dan sebagai orang tua, kita jelas jadi pihak yang paling berperan untuk mencengahnya. Cobalah untuk mengarahkan mereka pada lagu-lagu lain yang sesuai denga usia. Bukan dengan lagu-lagu yang bernada dewasa, atau lagu anak kecil yang memiliki lirik tak sesuai usia.

Dan Memang Akan Lebih Baik, Jika Si Kecil Mendengar Lagu Sesuai dengan Usianya Sekarang

Nah, karya Saga yang satu ini jelas sangat membantu kita. Terlebih bunda yang mungkin kerap bingung ingin memperdengarkan lagu apa untuk si kecil di rumah. Sebab akan jauh lebih baik jika seorang anak tumbuh dengan musik dan lirik lagu yang sesuai usianya. Dan lagu “Telur Dadar” bisa kita jadi salah satu referensi kita.

Lirik yang sederhana, jadi hal lain yang mungkin akan memudahkan si kecil untuk bisa menerima. Sebab bukan tak mungkin juga kalau si kecil pasti suka telur dadar sama dengan Saga.

Dan yang terakhir kira-kira bunda sudah dengar belum lagu Saga ini? Kalau sudah bagaimana pendapatnya?

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Mencari Tahu Apa Saja Penyebab Masalah Perkembangan Bayi dan Cara Mengatasinya

Mempunyai bayi dengan perkembangan yang optimal pasti impian setiap orang tua. Namun, terkadang bisa saja masalah perkembangan bayi terjadi dan membuat orang tua khawatir. Sebenarnya setiap adanya permasalahan pasti ada penyebabnya, sehingga harus bisa mengetahuinya. Tak terkecuali permasalahan yang dialami bayi. Karena tumbuh kembang tiap anak berbeda, maka orangtua juga perlu memahami apa saja permasalahan yang mungkin sedang dialami anaknya.

Berikut ini beberapa gangguan perkembangan bayi yang mungkin terjadi beserta dan bagaimana cara menanganinya. 

1. Ketika Bayi Terlambat Berjalan

Pada umumnya bayi berusia 8 bulan sudah mulai belajar berjalan. Jadi, jika di usia tersebut atau lebih belum bisa berjalan, mungkin terjadi masalah pada perkembangannya. Apalagi jika seiring bertambahnya usia dan tetap tidak menunjukkan kemampuan berjalan, wajib diwaspadai.

Namun, jika menjumpai bayi dengan masalah seperti ini, tidak perlu khawatir berlebihan karena ada beberapa cara untuk menanganinya. beberapa cara yang bisa dilakukan seperti memberikan stimulasi otot daging yang, mengajak anak sering bergerak dan membawanya ke tempat terapi. 

2. Saat si Kecil Terlambat Berbicara

Masalah perkembangan yang umum terjadi pada bayi yaitu terlambat berbicara. Masalah seperti ini bisa disebabkan karena beberapa faktor seperti orang tua yang tidak memberikan dorongan maupun stimulasi dan minimnya komunikasi dengan orang-orang disekitarnya.

Cara menangani masalah perkembangan yang seperti ini bisa dilakukan dengan melakukan stimulasi anak secara terus-menerus. Selain itu, bisa juga melakukan rangsangan dengan cara mengajaknya berbicara. Jika memungkinkan, mengajaknya ke tempat terapi.

3. Cerebral Palsy

Perlu diketahui jika cerebral palsy merupakan masalah perkembangan yang sudah terjadi saat bayi berada di dalam kandungan. Masalah ini ini dapat menyebabkan bayi lahir dalam keadaan cacat, pertumbuhan semakin melambat dan sistem motorik yang tidak normal.

Cara menangani masalah yang seperti ini bisa dilakukan dengan agar anak bisa tumbuh Mandiri dengan cara memperkenalkannya dengan berbagai kegiatan. Selain itu, bisa juga melatih dengan menggunakan alat agar kemampuan fisik anak dapat berkembang. 

4. Jika Anak Mengalami Autisme

Autisme merupakan masalah tumbuh kembang anak yang bisa terjadi karena beberapa faktor. Pada umumnya masalah perkembangan ini bisa ditandai dengan sulitnya kemampuan berinteraksi maupun berbicara, emosional yang berlebihan dan tidak dapat memahami situasi. 

Mempunyai bayi dengan masalah perkembangan seperti ini bisa diatasi dengan membawanya ke dokter khusus. Nantinya dokter akan memberikan penanganan yang tepat agar masalah tersebut bisa berkurang dan kemampuan berkomunikasi maupun berbicara bisa berkembang..

5. Sindrom Down

Sindrom Down merupakan masalah perkembangan bayi yang menunjukkan adanya keterlambatan tumbuh kembang. Perlu diketahui jika masalah seperti ini terjadi saat bayi di kandungan. Bahkan, masalah ini juga bisa menyebabkan bayi lahir dalam keadaan cacat fisik.

Sebenarnya masalah ini tidak ada upaya yang bisa dilakukan untuk menanganinya. Namun, sebagai orang tua bisa membawanya ke tempat terapi agar anak mempunyai keterampilan khusus. Selain itu, penting juga untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dengan tujuan kesehatan tetap terjaga.

6. Gangguan Perawakan Pendek

Masalah lain dalam perkembangan bayi yaitu gangguan perawakan pendek. Sesuai dengan namanya, gangguan ini ditunjukkan dengan bayi yang mempunyai tubuh lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Penyebabnya bisa karena keturunan maupun kekurangan gizi.

Sebenarnya tidak ada cara khusus untuk menangani gangguan masalah yang satu ini. Namun, sebagai orang tua tetap harus memberikan terapi sejak dini. Selain itu, penting juga untuk memastikan agar kebutuhan gizi bayi tetap tercukupi.

Lalu Apa Saja Penyebab Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Setelah mengetahui apa saja permasalahan pada perkembangan bayi, penting juga untuk mengetahui apa penyebabnya. Selengkapnya berikut ini penjelasan mengenai penyebab terjadinya masalah pada perkembangan bayi.

Dipengaruhi Oleh Faktor Keturunan

Bukan menjadi hal yang asing lagi jika faktor keturunan menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan tumbuh kembang anak. Misalnya saja jika bayi yang mempunyai tubuh yang pendek, mungkin saja ada salah satu anggota keluarga yang memang sama seperti itu. 

Lebih tepatnya berapa kan tubuh pendek disebabkan karena pertumbuhan tulang yang cenderung lambat dan bisa dikatakan tidak normal. Namun, orang tua tetap bisa mengupayakan berbagai cara seperti melakukan terapi. 

Kebutuhan Nutrisi yang Dibutuhkan Tidak Tercukupi

Kebutuhan nutrisi yang tidak tercukupi juga menjadi salah satu penyebab munculnya masalah perkembangan bayi. Inilah Kenapa saat anak sudah memasuki usia mendapatkan makanan, pasti kan memberikan makan yang bergizi.

Semakin tercukupi nutrisi yang dibutuhkan bayi, tentu akan berpengaruh penting terhadap tumbuh kembangnya. Selain itu, gizi yang tercukupi juga bisa menjamin kesehatan anak seiring bertambahnya usia. 

Mengalami Pertumbuhan Konstitusional

Masalah perkembangan bayi yang selanjutnya bisa disebabkan karena terjadinya pertumbuhan konstitusional atau pubertas tertunda. Meskipun sebenarnya anak dengan pertumbuhan yang seperti ini lahir dalam keadaan normal, tapi saat usia 1 tahun pertumbuhannya akan lambat.

Tentu saja dengan permasalahan yang seperti ini dapat menyebabkan pertumbuhan tulang bayi semakin lambat Begitu juga dengan tinggi badannya. Bahkan, permasalahan seperti ini juga bisa menyebabkan keterlambatan lainnya.

Gangguan Sistem Hormon

Masalah perkembangan bayi juga bisa disebabkan karena terjadinya gangguan sistem hormon. Kondisi seperti ini bisa terjadi saat bayi masih dalam kandungan, sehingga dapat mempengaruhi masalah pada tumbuh kembangnya.

Salah satu contoh gangguan sistem hormon seperti hipotiroidisme. Gangguan tersebut jika tidak segera diatasi atau mendapatkan penanganan yang tepat dapat menyebabkan sistem pertumbuhan anak bisa terhambat. 

Itulah penjelasan mengenai beberapa masalah yang terjadi pada perkembangan bayi. Terlepas dari permasalahan tersebut, banyak juga cara yang bisa dilakukan untuk menanganinya. Selain itu, ketahui juga apa saja penyebabnya untuk memudahkan penanganan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Jangan Jadi Orangtua yang Sekedar Status Saja, Inilah Peran Kita Bagi Pertumbuhan Anak

Setiap anak pasti mempunyai tahapan pertumbuhan yang tentunya harus dipantau oleh orangtuanya. Dengan kata lain, peran orang tua bagi pertumbuhan anak sangatlah penting untuk mendeteksi gangguan sejak dini. Begitu juga penting untuk melakukan penanganan dengan cepat. Karena kelalaian kita dalam menyikapi tumbuh kembang anak, bisa jadi berakibat fatal bagi mereka. Nah, sebelum membahas lebih lanjut, yuk pahami dulu apa itu perkembangan anak.

Sekilas Pemahaman Tentang Apa yang Dimaksud dengan Pertumbuhan Anak

Orangtua perlu mengetahu terlebih dahulu, apa itu pertumbuhan anak. Secara singkatnya pertumbuhan merupakan proses perubahan yang terjadi pada anak dan ditandai dengan bentuk tubuh dan ukuran Fisik yang bertambah.

Selain itu, pertumbuhan juga bisa diartikan sebagai perubahan yang terjadi pada anak dalam aspek fisik maupun jasmaniah dan bersifat terbatas serta kuantitatif. Proses pertumbuhan ini merupakan proses pematangan setiap individu. 

Dengan kata lain, untuk mengetahui pertumbuhan anak bisa dilakukan dengan boleh bang berat badan maupun mengukur tinggi badan. Sedangkan untuk mengetahui pengukuran bisa dikatakan Normal atau tidak dapat disesuaikan dengan standar yang tersedia.

Orangtua Berperan Memastikan Kebutuhan Nutrisi yang Dibutuhkan Oleh Anak

Orangtua mempunyai peranan yang cukup penting terhadap pertumbuhan anak, Salah satunya yaitu menjamin kebutuhan nutrisi tercukupi. Dengan kata lain, nutrisi yang tercukupi pada tubuh anak sangat berperan penting pada pertumbuhannya. Lebih jelasnya berikut ini beberapa asupan nutrisi yang harus didapatkan anak dalam memastikan pertumbuhannya lebih optimal, seperti:

  • Menyediakan makanan yang kaya akan nutrisi seperti vitamin, karbohidrat, mineral, protein dan lemak baik. Beberapa nutrisi tersebut berperan penting agar proses pertumbuhan anak bisa lebih optimal.
  • Beberapa nutrisi tersebut, anak juga membutuhkan kandungan omega 3 dan omega 6. Nutrisi tersebut bisa didapatkan pada produk susu atau makanan tertentu. Mengingat kandungan tersebut merupakan lemak baik yang berperan penting untuk pertumbuhan anak. 
  • Orang tua juga harus memastikan kebutuhan nutrisi penting lain seperti DHA, EPA dan ALA. Kandungan tersebut bisa didapatkan pada beberapa jenis makanan seperti ikan salmon maupun sarden.

Orangtua Berperan Memastikan Kebiasaan Makan yang Baik

Peran penting orang tua bagi pertumbuhan anak tidak hanya terfokus pada kebutuhan nutrisi. Namun, coba berperan penting untuk memastikan agar anak mempunyai kebiasaan makan yang baik. Selengkapnya berikut adalah beberapa kebiasaan makan yang baik dan harus diterapkan pada tumbuh kembang anak.

1. Tidak Melewatkan Sarapan Bersama

Cara pertama agar menciptakan kebiasaan makan yang baik yaitu dengan tidak melewatkan sarapan bersama. Setidaknya pada saat sarapan akan terjadi obrolan yang bisa memacu semangat untuk melakukan aktivitas. 

Selain itu, sarapan juga menjadi waktu yang paling tepat untuk menyetok sumber tenaga tubuh dan terutama otak dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan, dasarkan penelitian yang telah dilakukan jika sarapan dapat meminimalisir terjadinya resiko obesitas. 

2. Menyediakan Cemilan Berupa Buah-buahan

Selain membiasakan sarapan bersama, kebiasaan baik yang yang selanjutnya yaitu menyediakan buah-buahan sebagai camilan. Seperti yang diketahui jika buah-buahan mempunyai peranan yang sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan anak.

Salah satu cara untuk meningkatkan minat anak mengkonsumsi buah-buahan yaitu menyediakannya sebagai camilan dan setiap harinya berbeda jenis. Tentu camilan buah-buahan ini lebih sehat dibandingkan dengan camilan kemasan yang kaya akan MSG. 

3. Membiasakan Makan Bersama Anak

Salah satu cara untuk memastikan kebiasaan makan yang baik agar pertumbuhan lebih maksimal yaitu membiasakan makan bersama. Terutama saat di malam hari, pastikan meluangkan waktu untuk makan bersama bersama anak dan anggota keluarga lainnya.

Selain membiasakan makan yang lebih sehat, makan bersama juga bisa meningkatkan hubungan yang baik antara anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya. Bahkan, bisa menciptakan keluarga yang lebih hangat. 

Untuk Itu, Ada Beberapa Cara Mengoptimalkan Tahapan Pertumbuhan Anak yang Juga Perlu Diketahui Orangtua

Mengetahui peran penting orang tua bagi pertumbuhan anak rasanya kurang lengkap jika tidak mengetahui cara mengoptimalkannya. Dengan kata lain cara pengoptimalan ini diperlukan agar pertumbuhan anak bisa lebih optimal yang bisa berpengaruh terhadap perkembangannya.

1. Membiasakan Anak Makan Makanan Sehat

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan tahapan pertumbuhan anak yaitu membiasakannya mengkonsumsi makanan sehat. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya ada banyak makanan sehat yang dapat dipilih dan dikonsumsi anak. 

Beberapa makanan sehat yang dimaksudkan seperti sayuran, buah-buahan, daging, kacang-kacangan dan lainnya. Intinya pastikan makanan tersebut kaya lemak baik, protein dan nutrisi lainnya. 

2. Terapkan Pola Hidup Sehat

Selain memastikan anak biasa mengkonsumsi makanan sehat, cara selanjutnya yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan yaitu Menerapkan pola hidup yang sehat, seperti halnya menjaga kebersihan. Upaya ini dilakukan dengan tujuan agar anak terbebas dari penyakit infeksi atau bakteri lain yang dapat membahayakan kesehatannya. Tentunya jika kesehatan terjaga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak dan begitu juga dengan perkembangannya.

3. Membiasakan Tidur Cukup

Cara selanjutnya yang bisa diterapkan untuk mengoptimalkan tahapan pertumbuhan anak yaitu membiasakan tidur cukup. Pada umumnya waktu tidur yang ideal bagi balita, setiap harinya sekitar 11 sampai 14 jam.

Sedangkan untuk anak yang berusia antara 3 sampai 5 tahun, waktu ideal tidur setiap harinya sekitar 10 sampai 13 jam. Baik itu waktu tidur di siang hari maupun malam hari, pastikan dilakukan secara rutin setiap harinya. Anak yang mendapatkan Tidur yang cukup, pertumbuhannya bisa lebih optimal.

Demikian penjelasan mengenai peran penting orang tua bagi pertumbuhan anak. Tentu dengan mengetahui peran ini, diharapkan pertumbuhan anak bisa lebih optimal. Mengingat pertumbuhan anak juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak hingga dewasa. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Peran Orang Tua dalam Proses Belajar Mengajar Anak Setelah Masuk PAUD

Orang tua mempunyai peranan yang sangat penting terhadap proses belajar. Bahkan, peran orang tua dalam proses belajar mengajar di PAUD sudah bisa dimulai. Dengan kata lain, keberhasilan proses belajar mengajar juga tergantung dari peran orang tua. Kalau menstimulasi anak saat ia masih PAUD akan lebih mudah dilakukan. Selain mendukung tumbuh kembang pola pikir dan kemampuannya, segala pelajaran yang kita berikan padanya. Akan jadi fondasi yang kuat baginya ketika kelak akan melangkah ke tingkat pendidikan selanjutnya.

Setikdanya, Ada 5 Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Seperti yang telah disimpan sebelumnya jika orang tua mempunyai peranan yang cukup penting dalam lingkungan keluarga dan juga pendidikannya. Lebih jelasnya berikut ini 5 peran penting orang tua terhadap proses belajar mengajar di PAUD.

1. Pola Asuh yang Diterapkan untuk Mendidik Anak

Orang tua mempunyai peranan yang cukup penting dalam memberikan pola asuh kepada anak. Dengan kata lain, pola asuh ini bisa berdampak penting terhadap kebiasaan anak yang akan diterapkannya saat di lingkungan sekolah.

Mengingat orang tua, terutama anak menjadi sekolah pertama anak, sehingga perannya cukup penting. Jika penerapan pola asuh yang tidak tepat, anak-anak juga akan menunjukkannya di lingkungan sekolah terhadap teman-temannya. 

2. Aturan Perilaku Apa Saja yang Bunda Terapkan untuk Dipatuhi Anak

Meskipun orang tua mempunyai hak untuk memberikan aturan tersendiri kepada anaknya. Namun, sebaiknya tidak memberikan peraturan yang terlalu banyak, karena justru hanya akan membuat anak-anak merasa tertekan dan pertumbuhannya bisa terlambat.

Justru sebagai orang tua hanya perlu memberikan contoh atau teladan terhadap anak mengenai perilaku yang baik dan begitu juga sebaliknya. Dengan memberikan contoh, anak akan merasa terdorong untuk melakukannya. Tentu ini juga penting agar proses belajar di PAUD lebih mudah. 

3. Sikap yang Humoris Agar Anak Tidak Memiliki Pandangan Jika Orang Tuanya adalah Seseorang yang Selalu Tegang

Orang tua terhadap anak-anaknya yang masih di PAUD, penting untuk tetap bersikap humoris. Maksudnya, sikap ini diperlukan agar anak tidak merasa bosan atau terlalu tertekan dengan berbagai peraturan.

Namun, meskipun bersikap humoris, tetap saja harus menyelipkan nilai-nilai tertentu. Tujuannya agar anak bisa merasa lebih nyaman dengan orang tuanya. Begitu juga hal tersebut dapat membantu pertumbuhannya bisa lebih optimal. 

4. Penguatan Pada Usia Dini yang Perlu Kita Ajarkan Pelan-pelan Pada Anak

Peran orang tua dalam proses belajar mengajar PAUD yang selanjutnya yaitu memberikan pengakuan dan penguatan. Maksudnya, orang tua mempunyai peranan yang cukup penting agar di usia ini anak mendapatkan arahan yang tepat.

Mengingat di usia tersebut anak belum bisa sepenuhnya untuk menyelesaikan masalah sendiri, mengontrol emosi dan lain sebagainya. Setidaknya dengan dorongan kuat bisa memberikan kekuatan kepada anak terhadap apapun yang terjadi dalam hidup. 

5. Penerapan Gaya Hidup yang Dimiliki Keluarga

Peran orang tua yang penting dalam proses belajar mengajar PAUD yaitu penerapan gaya hidup. Maksudnya, jika orang tua menerapkan gaya hidup yang tidak baik, tentu anak juga akan mengikutinya dan sebaliknya.

Dengan kata lain, anak mempunyai minat yang sama dengan orang tuanya. Mengingat anak adalah peniru terbaik orang tuanya. Misalnya saja jika gaya hidup terlalu mewah dan sombong, anak juga akan menerapkannya di sekolah. 

Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Kreativitas Anak

Selain mempunyai 5 peranan penting tersebut, orang tua juga mempunyai peran dalam mengembangkan potensi dan kreativitas anak. Apalagi saat anak masih dalam usia 0-5 tahun, biasanya anak di usia tersebut akan lebih cepat untuk belajar.

Tentu sebagai orang tua penting untuk membantu dalam mengembangkan kreativitas anak dan potensi yang dimilikinya. Lebih tepatnya orang Tuhan diharuskan untuk memberikan sumbangan terbesar berupa meyakinkan dan menjamin jika anak bisa mendapatkan kesempatan terbaik.

Orangtua juga harus menyadari Jika setiap anak mempunyai kecerdasan dan kemampuan yang berbeda-beda. Tentu sebagai orang tua harus mengetahui apa yang menjadi bakat dari anak. Selanjutnya orang tua hanya perlu memberikan dukungan agar anak bisa mengembangkannya. 

Peran Orang Tua dalam Kemajuan Pendidikan

Orang tua Pada pertumbuhan anak terutama di jenjang pendidikan mempunyai peranan yang cukup penting. Dengan kata lain sebagai salah satu upaya untuk kemajuan pendidikan anak, maka selama di rumah orang tua mempunyai beberapa peran seperti berikut ini. 

Menjadi Fasilitator

Peran orang tua dalam kemajuan pendidikan yang bisa dilakukan dari rumah yaitu menjadi fasilitator. Dengan kata lain, orang tua diharuskan terlibat dalam membantu anak dalam belajar di rumah. Bahkan, orang tua juga mempunyai tanggung jawab dalam menyediakan sarana belajar.

Sebagai orangtua tentunya juga harus memahami apa yang sedang dipelajari anak selama di sekolah. Mulai dari buku-buku, alat tulis dan sarana lainnya. Intinya jika orang tua berhasil menjadi fasilitator terbaik, maka pertumbuhan anak juga akan lebih maksimal. 

Menjadi Motivator

Orang tua dalam kemajuan pendidikan anak juga mempunyai peranan penting menjadi motivator. Dengan kata lain, sini orang tua mempunyai kewajiban untuk memberikan motivasi kepada anak-anaknya agar bisa menyelesaikan tanggung jawabnya seperti mengerjakan PR. 

Selain itu, orang tua juga harus bisa berupaya dalam mengendalikan emosi anak. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar anak bisa tetap aktif, baik itu saat anak berada di rumah maupun di sekolah. 

Pembimbing

Peran orang tua dalam proses belajar mengajar di PAUD yang selanjutnya yaitu pembimbing. Peranan ini bisa diterapkan selama anak berada di sekolah. Misalnya saja memberikan arahan atau penjelasan kepada anak mengenai pelajaran yang tidak dipahami.

Selain itu, petunjuk untuk memberikan penjelasan kepada anak mengenai cara mengatur waktu belajar dan berbagai permasalahan dalam belajar. Di samping itu, penunjukan untuk memberikan bimbingan mengenai tingkah laku anak yang tidak baik ataupun baik. 

Kurang lebih itulah penjelasan mengenai Apa saja peran orang tua dalam proses belajar mengajar di PAUD. Tentu dengan mengetahui apa saja perannya, pertumbuhan anak bisa lebih terjamin dan terarah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top