Lifestyle

Lagu “Telur Dadar” Milik Saga Anaknya Anji, Jadi Lagu Anak-anak Baru yang Si Kecil Bisa Nikmati

Hari ini ada hal baru yang bunda harus tahu. Yap, bertepatan dengan hari ini 12 April 2018. Salah satu anak cerdas yang juga adalah anak dari Anji Manji, merilis lagu pertamanya yang sesuai dengan perkembangannya. Diberi judul “Telur Dadar”, konon lagu ini diciptakan sendiri oleh Saga.

Dan memang jika bunda coba berselancar pada akun instagram milik Saga yang dikelola oleh Manji dan Mindanya. Saga adalah salah satu anak yang terbilang cukup cerdas, aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi. Bahkan sejak berita project lagu ini diposting di sosial media, baik pada akun Anji atau Saga. Beberapa masyarakat cukup antusias untuk bisa mendengar secara keseluruhan secepatnya.

Sumber : https://www.instagram.com/sagaomarnagata/

Sumber : https://www.instagram.com/sagaomarnagata/

Cerita dari lagunya pun cukup sederhana, sebab ini juga jadi sesuatu yang mungkin dialami oleh anak-anak dirumah. Ya, Saga mencari telur dadar karena memang ingin makan dengan telur dadar. Sederhana memang, tapi lagu ini cukup bisa dinikmati oleh si kecil, sebab selain lirik yang memang mudah dipahami.

Kuraangnya lagu anak-anak diera sekarang jelas jadi kegelisahan banyakn orang. Dan al itu lah yang juga dissadari oleh Anji sebagai ayah dari Saga. Yang kemudian berbuah sebuah karya yang diciptakan dan dinyanyikan oleh anaknya sendiri, Saga. Dia melantunkan nyanyian yang liriknya begitu jujur dan menggambarkan kesukaannya pada TELUR DADAR.

Dan lagu anak semacam ini akan jauh lebih baik untuk si kecil daripada ia harus mendengarkan beberapa lagu lain yang mungkin terlalu bernada dewasa.

Tapi ternyata, Dan tak hanya itu saja, pada salah satu wawancaranya dengan media, Anji juga menyebut masih ada beberapa lagu yang juga sudah diciptakan oleh Saga sendiri. Mulai dari Susu Mantap, Kenapa Harus Mandi, dan Jangan Makan Binatang”

Sebab Lagu Bernada Dewasa, Berpengaruh Tak Baik Untuk Anak Kita

Sumber : https://www.instagram.com/sagaomarnagata/

Sumber : https://www.instagram.com/sagaomarnagata/

Dalam salah satu hasil penelitian yang diterbitkan dalam “Springer’s Journal Sexuality and Culture”, disebutkan bahwa lagu dewasa yang berisi tema seksual akan memengaruhi perkembangan dan pertumbuhannya. Padahal usia anak-anak atau balita merupakan usia terbaik untuk menyerap informasi.

Dan jika mereka harus terpapar oleh kata-kata kasar atau tidak senonoh, maka itu akan melekat dalam benaknya. Lebih parah lagi, bukan tak mungkin anak akan menganggap kata dan lirik tersebut sebagai pengetahuan.

Dan sebagai orang tua, kita jelas jadi pihak yang paling berperan untuk mencengahnya. Cobalah untuk mengarahkan mereka pada lagu-lagu lain yang sesuai denga usia. Bukan dengan lagu-lagu yang bernada dewasa, atau lagu anak kecil yang memiliki lirik tak sesuai usia.

Dan Memang Akan Lebih Baik, Jika Si Kecil Mendengar Lagu Sesuai dengan Usianya Sekarang

Nah, karya Saga yang satu ini jelas sangat membantu kita. Terlebih bunda yang mungkin kerap bingung ingin memperdengarkan lagu apa untuk si kecil di rumah. Sebab akan jauh lebih baik jika seorang anak tumbuh dengan musik dan lirik lagu yang sesuai usianya. Dan lagu “Telur Dadar” bisa kita jadi salah satu referensi kita.

Lirik yang sederhana, jadi hal lain yang mungkin akan memudahkan si kecil untuk bisa menerima. Sebab bukan tak mungkin juga kalau si kecil pasti suka telur dadar sama dengan Saga.

Dan yang terakhir kira-kira bunda sudah dengar belum lagu Saga ini? Kalau sudah bagaimana pendapatnya?

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

9 Cara untuk Mendidik Anak Agar Tidak Bandel dan Tumbuh Jadi Anak Penyejuk jiwa

Kelakuan anak bandel, kerap kali buat orangtua kewalahan hingga bingung harus berbuat seperti apa. Maka, agar anak tumbuh jadi sosok penyejuk jiwa. Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan sebagai orangtua, untuk mendidik mereka. Terutama pada masa-masa lucu usia dini, kelucuan anak hingga semua tingkah menggemaskannya menjadi penghibur bagi orang tua.

Hal yang Wajib Dilakukan Orangtua untuk Memiliki Anak Penyejuk jiwa

Seiring berjalannya waktu, si kecil mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Kelucuan anak mulai berkurang dan anak tumbuh remaja hingga dewasa. Karakter dan sifat si kecil pun terbentuk menjadi penyejuk jiwa atau sebaliknya, tergantung pendidikan dan pengarahan orang tua. Oleh karena itu, berikut ada beberapa cara didik agar anak mampu menjadi penyejuk hati orangtua. 

1. Didiklah Mereka Sedini Mungkin dengan Ajaran-ajaran yang Bisa Membuatnya Tumbuh Jadi Anak Baik

Orangtua perlu memiliki ilmu dalam mendidik anak. Tanpa hal ini sulit sekali membentuk pribadi penyejuk jiwa. Setelah mendapat ilmu, arahkan anak ke hal-hal positif dan bagus untuk pertumbuhan serta perkembangannya.

Harus mendidik anak sedini mungkin, jangan tunggu anak sampai besar baru mulai mengajarkannya. Sebab, semua didikan sejak kecil lebih mudah diingat dan dipraktikkan si kecil. Apalagi untuk menjadi si kecil penyejuk jiwa tidak bisa langsung berhasil begitu saja, perlu proses. 

2. Ajarkan Anak Anak Menjadi Anak yang Soleh/Soleha dengan Menanamkan Nilai-nilai Agama

Ciri-ciri anak penyejuk jiwa salah satunya soleh dan soleha. Karena itu, orangtua bertanggung jawab penuh dalam hal ini terutama saat anak masih kecil. Tanpa diajarkan, anak tidak akan tahu atau paham apa itu soleh dan soleha. 

Anak soleh soleha seakan menjadi tabungan pahala bagi kedua orangtua. Karena itu, semua suami istri menginginkan hal ini. Tidak ada orangtua yang menginginkan keburukan untuk si kecil. Pribadi anak soleh dan soleha lebih baik, sopan, santun, ramah dan tahu cara menghargai Ayah dan Ibunya. 

3. Tuntun dan Berikanlah Contoh Agar Anak Rajin Beribadah dan Berikan Perintah-perintah Agama

Beribadah seperti shalat, berpuasa di bulan ramadhan, membaca al quran dan kegiatan lainnya yang bernilai pahala. Semua amalan ini akan dihisab di akhirat nanti. Keluarga yang taat beribadah diberi keselamatan dunia dan akhirat. 

Anak yang rajin beribadah tanpa disuruh sangat menyenangkan mata dan menyejukkan hati orangtua. Tetapi, sejak kecil harus diajarkan dulu agar rajin beribadah. Tidak bisa langsung begitu saja. Jika orangtua tidak menanamkan pendidikan karakter ini, sulit sekali menemukan si kecil semangat ibadah.

4. Ajarkan Ia Bersyukur dan Selalu Mencintai Allah dan Rasulullah

Allah SWT adalah pencipta manusia dan Muhammad SAW merupakan rasul yang harus kita sayangi dan cintai. Hal ini berhubungan dengan tauhid dan wajib sekali diajarkan pada anak. Karena tanpa hal ini, rugi sekali hidup di dunia dan sulit mendidik si kecil menjadi anak penyejuk jiwa. 

Rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah adalah pondasi keislaman yang harus dipahami oleh semua umat muslim dunia. Kenalkan sosok suri tauladan agar anak mengikuti perbuatan baik Rasul. Salah satu cara membuat pribadi anak lebih baik dan menyejukkan hati Ayah Ibu. 

5. Tanamkan Perilaku Berbakti pada Orangtua dan Bagaimana Cara Menghormati Orang Lain yang Lebih Tua Darinya

Berbakti kepada orangtua merupakan kewajiban setiap anak. Ayah dan ibu sangat beruntung jika memiliki anak berbakti. Selain menyejukkan hati, anak juga tidak akan mendurhakai orang tuanya. Si kecil bersikap baik, lemah lembut, sayang dan patuh pada orang tua. 

Banyak sekali perilaku berbakti yang perlu dikenalkan pada anak. Sejak dini anak harus diberi pemahaman pentingnya berbakti. Supaya ketika dia beranjak dewasa, tanpa perintah pun anak memiliki kesadaran untuk memperlakukan orangtua dengan baik. 

6. Didik Anak untuk Berdoa Pada yang Maha Kuasa 

Panjatkan doa pada Allah SWT agar dianugerahkan anak soleh soleha mampu menyejukkan hati orang tua. Berdoa sebenarnya dimulai sebelum anak lahir atau masih dalam kandungan. Selain itu, ibu juga harus rajin membaca Alquran dan bershalawat. 

Hindari perbuatan negatif agar  tidak membawa pengaruhnya bagi anak. Kenalkan si kecil tentang azan dan iqamah, kalimat thayyibah. Meskipun hamil, selama masih bisa beribadah ibu seharusnya melakukannya. Perbanyak doa agar diwujudkan keinginan orangtua. 

7. Berikan Anak Pendidikan Karakter Sopan dan Ramah Selama dalam Masa Tumbuh Kembangnya 

Sopan santun dan ramah juga karakter yang mampu menyenangkan orang tua. Selain kepada orang tua, ajarkan juga si kecil mempraktikkan kepada teman dan orang lain. Perilaku sopan dan santun salah satu bentuk menghargai dan menghormati siapa saja yang ditemui anak. 

Pasti saat melihat anaknya memiliki sikap sopan santun juga ramah, orangtua sejuk hati melihatnya. Mulai dari cara bicara atau tutur kata hingga tindakannya selalu enak dilihat. Karena itu, penting bagi orangtua untuk menanamkan pendidikan karakter pada anak. 

8. Tanamkan Rasa Empati dalam Dirinya Sedari Kecil

Anak yang memiliki rasa empati juga menyejukkan hati orang tua. Sebab, si kecil memiliki rasa peduli kepada sesama manusia termasuk ayah dan ibu. Misalnya, orangtua sedang butuh sesuatu, anak bersedia dengan senang hati membantunya. 

Tidak ada keluhan ataupun umpatan keluar dari mulutnya karena hal itu dapat menyakiti perasaan orang lain. Perilaku ini juga dipraktikkan kepada teman sebayanya dan orang lain di luar rumah. Siapa saja yang melihatnya tentu bangga kepada orangtua karena berhasil mendidik si kecil dengan baik. 

9. Dan Ajarkan Ia untuk Tumbuh Jadi Anak yang Mandiri 

Sikap mandiri tentu tak kalah menyenangkan orang tua. Anak mandiri dapat melakukan tugas atau pekerjaannya dengan baik tanpa selalu bergantung kepada orang tua. Mungkin saja dia meminta bantuan tetapi pada hal yang sulit dilakukan. 

Anak yang mandiri diinginkan oleh semua orang tua. Karena mampu menyejukkan hati, pastilah membuat perasaan tenang pada orangtua terutama saat si kecil berada di luar rumah. Tidak banyak bertingkah dan berbuat hal memalukan. Sebab, citra orangtua selalu dijaga dengan baik.Itulah 9 cara dapat dipraktikkan orangtua untuk memiliki anak penyejuk jiwa. Ingat bahwa peran orangtua sangat besar dalam hal ini. Harus sabar, konsisten. Tidak boleh menginginkan hasil instan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Anak Hiperaktif Sering Buat Kewalahan, Begini Trik Menghadapi Anak Hiperaktif yang Bisa Bunda Terapkan

Anak Hiperaktiv

Anak yang berada dalam periode emas yaitu berada dalam rentang usia 1 hingga 5 tahun maka memulai sebuah hal yang tidak mampu disalahkan orang tua, yaitu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Ada anak yang selalu diam, ada juga yang tidak bisa berhenti beraktifitas. Serba bingung dan harus penuh untuk fokus dalam perkembangan dan pertumbuhannya.

Anak yang hiperaktif memang terkenal lebih jarang sakit, namun juga lebih mampu mengenal hal yang baru. Biasanya memang menjadi hal yang tidak mudah bagi orangtua dalam menghadapi anak yang sedang hiperaktif seperti itu. jadi, bukan hal yang mudah untuk memenuhi kebutuhan anak hiperaktif, dan inilah beberapa cara tepat dalam menghadapi anak yang hiperaktif:

1. Buat si Kecil Bahagia dengan Kemampuan Bunda Menghadapinya Bukan Dengan Bentakan atau Amarah

Masalah yang utama untuk mengatasi anak hiperaktif adalah orangtua itu sendiri. Karena, yang kebanyakan ada justru orangtua kurang mampu membimbing anak hingga anak merasa sedih. Tingkah anak yang terlalu hiperaktif maka akan menghasilkan amarah orang tua. Dari bentakan, cubitan, hingga omelan, nyatanya mampu membuat anak semakin urung untuk mendengar orangtuanya. 

Karena rasa sibuknya dengan tingkah-polah dan hiperaktif, sehingga banyak anak yang justru merasa bahwa hiperaktifnya membuat mereka nyaman.Sedangkan bila orangtua mampu menekan egonya dan amarah, maka anak akan semakin mampu menelaah tentang rasa marah dari orangtua. Karena dapat dibedakan antara rasa sayang serta amarah. Anak akan semakin mengenal dan mengerti tentang hiperaktifnya begitu pula mengenai sikap orangtua yang akan ia dapatkan.

2. Berikan Ia Fasilitas Yang Membangun untuk Menuangkan Energinya

Anak hiperaktif bukan sebuah masalah hebat sebenarnya, asalkan tingkat hiperaktif anak masih dalam batas normal. Artinya, tingkah aktifnya masih beriringan langsung dengan usianya. Nah, justru anak yang hiperaktif, orangtua tinggal memaksimalkan fasilitas yang akan banyak membantunya dalam berkembang dan tumbuh. 

Karena dengan cara yang tepat mampu membuat anak semakin pesat dalam perkembangannya. Terlebih lagi jika anak Anda berada pada masa emas, akan sangat mempengaruhi kinerja otak dan perkembangan dirinya untuk mengolah rasa, karsa, hingga alunan jiwa yang penting bagi tahapan pertumbuhan diri anak.

3. Jangan Lupa untuk Memenuhi Asupan Nutrisi yang Memadai

Jangan lupakan hal yang teramat penting satu ini, yaitu mengenai asupan nutrisi untuk anak. Karena dengan asupan tepat, anak hiperaktif juga akan tepat dalam mengolah kontrol diri karena pertumbuhan dan perkembangannya terpenuhi. Maka dari itulah nutrisi sehat dan seimbang menjadi asupan khusus dalam memenuhi tenaga untuk anak. Karena nutrisi akan membuat anak jauh lebih sehat, karena energy anak mampu seimbang dengan daya nutrisinya.

4. Beri Anak Pengertian dan Pemahaman Tentang Sikap yang Seharusnya Dilakukan  

Anak hiperakti juga harus diperkenalkan dengan rasa moral yang akan mampu membawa mereka ke sebuah tanggung jawab yang sangat tepat. Dengan pengertian yang Bunda berikan untuk anak hiperaktif, secara dini mengenai sikap moral akan mampu membawa anak lebih faham tentang teman, dan tidak boleh menjadikan lawan. Melalui pengertian moral ini, anak akan bersikap mengerti tentang apa yang boleh ia lakukan dan tidak baik untuk ia perbuat. Meskipun hal yang terlihat dan terkesan sepele, namun ini begitu penting demi masa dan perkembangan pola pikir dari anak.

Itulah tadi beberapa hal tentang cara mengatasi anak hiperaktif yang tidak terlalu mengharuskan orang tua menggunakan sesuatu yang akan membahayakan diri maupun mental anak. Jadi, akan sangat penting adanya sebuah keseimbangan untuk mendapatkan hal yang tepat dalam memberikan pengertian hingga rasa untuk anak. Semoga bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Cara Memahami Gangguan Perkembangan Balita pada Usia 5 Tahun yang Biasanya Dialami si Kecil

Karena kita adalah orangtua, maka sudah selayaknya tahu dan mampu memantau perkembangan dan tumbuh kembang anak kita. Dengan begitu, ketika ada kemampuan yang umumnya sudah dilakukan anak seusianya, namun ia belum bisa, kita tahu mungkin ada sesuatu yang salah. Perkembangan anak usia 5 tahun tentu sudah lebih baik dibandingkan usia sebelumnya, karena fase ini adalah masa terakhir menjadi balita. Namun, beberapa anak ada juga yang mengalami gangguan perkembangan balita pada usia 5 tahun karena beberapa faktor. Penting untuk mengetahui fase dan tahapannya.

Berikut Ini adalah Tahapan Perkembangan Anak di Usia 5 Tahun yang Bisa Jadi Acuan

Pada umumnya, anak usia 5 tahun biasanya sudah memasuki sekolah TK. Mereka sudah mampu melakukan banyak aktivitas baik dari segi kemampuan motorik, berbicara, berinteraksi sosial, dan lainnya. Berikut ini tahap perkembangan anak di usia 5 tahun yang perlu Bunda ketahui, di antaranya:

  1. Kemampuan Motorik Halus, Ia Sudah Bisa Menyalurkan Imajinasinya 

Kemampuan motorik halus anak bisa dilihat dari bentuk gambar anak yang sudah lebih terlihat bentuknya dan tidak lagi berupa coretan biasa. Pakan anak di usia ini juga sudah bisa meniru gambar orang lain dengan bentuk yang beragam seperti kotak, lingkaran, segitiga, dan lainnya.

Kreativitas anak baik dalam gambar maupun mewarnai sudah terlihat lebih bagus dan rapi. Mereka sudah memiliki kemampuan untuk menyalurkan imajinasinya ke dalam bentuk gambar. Kreativitasnya juga mulai terasa dan sudah bisa menyusun balok, Lego, istana pasir, dan permainan lainnya.

  1. Kemampuan Motorik Kasar, Fase Dimana si Kecil Sudah Mampu Melakukan Aktivitas Fisik yang Cukup Berat

Kemampuan motorik kasar di usia ini biasanya dilihat dari aktivitas fisik di mana anak semakin aktif bergerak. Mereka akan lebih banyak berlari, meloncat, memanjat, dan kegiatan lainnya yang mengBundalkan pergerakan tangan dan kaki. Anak sedang di fase ingin mengeksplor banyak hal dan kritis. 

Di usia ini, anak juga sudah bisa menyeimbangkan tubuhnya hingga 6 detik dengan mengangkat satu kaki saja. Mereka terkadang juga bisa melakukan pergerakan seperti jungkir balik, loncat-loncat, dan bahkan terkesan pecicilan. Biarkan anak tetap bergerak aktif sesukanya asal masih dalam pengawasan.

  1. Kemampuan Bahasa dan Komunikasi, Jangan Heran Jika si Kecil Mulai Banyak Tanya

Bunda jangan kaget ketika anak mulai bertanya banyak hal di usia 5 tahun karena rasa penasaran yang sangat tinggi. Bahkan hal sepele pun mereka tanyakan. Meskipun terkadang harus menguji kesabaran ketika menjawab pertanyaannya, namun ini merupakan pertanda kemampuan bahasanya semakin baik. 

Anak banyak bertanya karena ingin mendapat jawaban dari rasa ingin tahunya yang semakin tinggi. Kosakata dan pelafalan yang dikuasai oleh anak juga semakin mudah dimengerti. Makan anak-anak di usia ini pada umumnya sudah bisa menceritakan kembali kisah yang pernah didengarnya.

  1. Kemampuan Sosial dan Emosional, Ia Sudah Bisa Memahami Aturan 

Anak di usia 5 tahun biasanya sudah semakin mandiri dan mahir melakukan kegiatan sendiri. Contohnya seperti bermain papan interaktif, mengambil pensil dan buku, memakai dan melepas baju, memahami aturan permainan, membaca, menulis, dan lain sebagainya.

Bahkan bakat anak seperti menyanyi, berakting, dan menarik juga sudah mulai terlihat di usia ini. Saat diajak bermain pun anaknya juga sudah bisa kooperatif dengan temannya. Mereka juga mampu berinteraksi sosial dengan baik dan paham bagaimana cara mengendalikan emosi.

Beberapa Gangguan Perkembangan Balita pada Usia 5 Tahun

Tidak semua anak mengalami fase perkembangan yang sama seperti anak pada umumnya. Ada beberapa anak yang mengalami keterlambatan baik dari segi komunikasi maupun fisik dan mental. Berikut ini beberapa gangguan perkembangan yang bisa dialami oleh anak usia 5 tahun, di antaranya:

  1. Anak Belum Bisa Berbicara dan Belum Bisa Menyampaikan Isi Pikirannya dengan Baik

Dalam beberapa kasus ada anak yang sudah berusia 5 tahun namun masih belum mampu berbicara dengan kosakata yang jelas dan mudah dipahami oleh orang dewasa. Jika melihat perkembangan anak yang seharusnya di usia 5 tahun, maka ini bisa disebut sebagai salah satu gangguan perkembangan.

Bahkan untuk mengucapkan kata-kata sederhana saja mereka masih kesulitan. Apalagi jika harus menyusun struktur kalimat dengan baik dan benar atau mendeskripsikan sesuatu. Itulah mengapa penting sekali untuk menstimulasi kemampuan berbicara anak bahkan sejak mereka lahir.

  1. Sulit Konsentrasi dan Selalu Melakukan Hal-hal yang Berbeda dari Kegiatan yang Seharusnya

Saat memasuki usia 5 tahun, orang tua biasanya sudah mulai menyekolahkan anak mereka. Namun, ada beberapa anak yang masih sulit untuk konsentrasi bahkan ketika mereka belajar. Anak yang mengalami gangguan seperti ini biasanya akan sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri.

Mereka cenderung tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya, sulit diajak berkomunikasi karena tidak melakukan kontak mata. Anak-anak dengan gangguan ini juga biasanya mudah tantrum dan agresif ketika apa yang diinginkan tidak dipenuhi oleh orang-orang di sekitarnya.

  1. Kemampuan Motorik Kurang, Seperti Belum Bisa Memakai Sepatu Sendiri

Anak-anak di usia 5 tahun cenderung sangat aktif dan senang mengekspor banyak hal karena rasa ingin tahunya sangat tinggi. Namun, dalam beberapa kasus ada anak yang tidak memiliki ketertarikan untuk melakukan aktivitas yang melatih motorik halus maupun kasar.

Contohnya seperti menggambar atau menulis, belajar memakai pakaian sendiri, menalikan sepatu, dan lain sebagainya. Anak cenderung lebih banyak diam dan pasif dalam banyak hal. Bunda bisa mengatasinya dengan cara menstimulasi dengan permainan-permainan yang melatih kreativitas. 

  1. Tidak Bisa Berinteraksi Dengan Orang Lain Termaksud pada Ayah dan Bundanya

Saat mendapatkan teman baru, anak-anak biasanya akan merasa senang dan antusias. Apalagi saat mereka sudah memasuki usia sekolah. Si kecil biasanya lebih senang bermain dengan temannya dan mulai bisa melakukan berbagai aktivitas mandiri. Ketika sekolah mereka pun sudah bisa ditinggal. 

Namun, ada beberapa anak yang mengalami kesulitan berinteraksi sosial dengan teman-temannya. Mereka cenderung pendiam, penakut, dan bahkan agresif ketika ditinggal oleh orang tuanya. Dalam hal ini, Bunda harus sering melatih anak untuk berinteraksi dengan banyak orang.Gangguan perkembangan balita pada usia 5 tahun seperti disebutkan di atas memang bisa dialami oleh siapa saja. Sebagai orang tua tentu penting sekali untuk memahami bagaimana tumbuh kembang anak yang seharusnya agar bisa mengetahui apakah ada indikasi gangguan pada si kecil atau tidak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top