Mom Life

Kira-kira Usia Kehamilan Berapa Minggu Bisa Terdeteksi Test Pack?

Setelah penantian sekian lama, pasutri tentu senang bukan main bila akhirnya istri dikabarkan tengah mengandung. Bagaimanapun, memiliki keturunan tentu menjadi salah satu tujuan dalam proses pernikahan. Saat wanita dinyatakan hamil, akan ada harapan dan cita-cita baru dalam hidupnya.

Di lain sisi, cara mengetahui hamil atau tidaknya Bunda, ada banyak cara yang dapat dilakukan. Salah satunya dengan menggunakan test pack. Alat uji yang satu ini relatif sederhana namun dapat memunculkan hasil yang akurat.

Salah satu hasil yang perlu diperhatikan adalah waktu penggunaan test pack. Alih-alih membawa hasil yang sesuai ekspetasi, biasanya ada tipe test pack yang memberikan hasil ketika memang benar-benar memasuki tahap tertentu dari kehamilan. Nah Bun, berikut ini ada hal-hal yang perlu Bunda perhatikan sebelum menggunakan test pack.

Proses Terjadinya Kehamilan

Bun, proses terjadinya kehamilan sebenarnya dimulai dari awal masa haid atau hari pertama haid. Oleh karena hal tersebutlah cara menghitung usia kehamilan secara umum ditentukan berdasarkan hari pertama haid terakhir yang terjadi pada seorang wanita. Setelah masa haid tersebut, maka indung telur biasanya akan mengeluarkan sel telur yang disebut sebagai proses ovulasi.

Keluarnya ovum atau sel telur tersebut selama masa ovulasi akan menjadi titik awal bahwa sistem reproduksi wanita siap untuk dibuahi oleh sel telur. Pembuahan memiliki potensi yang besar dalam mendapatkan kehamilan ketika hubungan intim dan sel sperma yang masuk ke dalam rahim terjadi pada saat wanita dalam masa suburnya. 1- 3 hari pertama sebanyak 300 juta sel sperma akan masuk ke dalam rahim.

Selama perjalanan menuju sel telur, maka ada jutaan sel sperma yang akan mati. Bahkan umumnya hanya sebanyak 200 sel sperma saja yang dapat sampai pada sel telur. Pembuahan dapat terjadi ketika sel sperma tersebut masuk ke dalam sel telur dan menjadi suatu proses awal kehamilan.

Sel telur yang telah dibuahi akan berubah menjadi zigot dan berkembang menjadi banyak sel setiap jamnya. Zigot tersebut akan melakukan perjalanan menuju rahim untuk menempel pada rahim yang disebut sebagai implantasi. Proses implantasi inilah yang akan menimbulkan beberapa gejala hamil muda pada awal kehamilan.

Untuk mendeteksi kehamilan seseorang, salah satu cara yang banyak dilakukan adalah dengan mendeteksinya menggunakan alat test pack. Test pack tersebut berkerja dengan cara mendeteksi peningkatan hormon HCG yang memang akan meningkat pada awal awal kehamilan. Penggunaan test pack haruslah dilakukan dengan benar agar hasil akurasi yang di dapatkan juga benar adanya. Untuk meningkatkan akurasi tersebut maka Test Pack harus digunakan dengan waktu yang tepat.

Lantas Kapan waktu yang dianjurkan untuk memakai test pack?

Usia kehamilan yang dapat dideteksi oleh alat test pack setidaknya pada usia 1 bulan pertama karena memang pada saat usia tersebut peningkatan hormon HCG sebagai hal yang dideteksi oleh test pack baru terjadi. Usia kehamilan 1 bulan tersebut dihitung berdasarkan penetapan dokter kandungan yang berdasar pada perhitungan dari hari pertama haid terakhir. Sangat disarankan pemeriksaan test pack baru dilakukan ketika memang sudah ada beberapa tanda kehamilan yang muncul.

Cara memilih test pack yang paling sensitif

Mengutip HelloSehat, tingkat sensitivitas alat tes kehamilan ini dapat Bunda lihat pada kemasan, dengan satuan ukuran mIU/ml (mili-International Unit per mililiter). Pada umumnya, sensitivitas alat tes kehamilan berkisar antara 10 mIU/ml sampai 40 mIU/ml. Semakin rendah angkanya, maka semakin sensitif alat tes kehamilan tersebut, sehingga semakin dini kehamilan dapat terdeteksi.

Apa saja faktor yang mempengaruhi hasil tes?

Kapan sel telur menempel pada dinding rahim.

Ketika sel telur yang dibuahi sperma menempel pada dinding rahim, hormon HCG akan mulai dilepaskan dan jumlahnya terus bertambah, Bun. Dalam kondisi inilah, Bunda dapat melakukan tes kehamilan dan mendapatkan hasil positif.

Di lain sisi, tes kehamilan yang terlalu dini dapat menghasilkan tes negatif lantaran membutuhkan waktu sekitar satu minggu bagi sel telur untuk menempel pada dinding rahim dan melepaskan hormon HCG.

Berapa banyak air yang Bunda minum dalam sehari

Kadar hormon HCG dalam urin tergantung dari seberapa banyak Bunda. Jika Bunda terlalu banyak minum, bukan tidak mungkin kadar hormon HCG dalam urin tentu sedikit lantaran urin terlalu encer sehingga menunjukkan hasil tes negatif. Urin yang lebih pekat biasanya menunjukkan hasil tes yang positif.

Kadar hormon HCG dalam darah

Kadar hormon HCG dalam darah juga memiliki tingkat yang bervariasi antara setiap individu, Bun. Hal inilah yang mempengaruhi keakuratan hasil tes kehamilan. Hasil tes yang positif mungkin memerlukan waktu yang lebih lama jika Bunda memiliki kadar hormon HCG yang rendah dalam darah.

Sensitivitas tes urin

Alat tes kehamilan yang menggunakan urin memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda-beda yang menunjukkan seberapa cepat alat tes tersebut dapat mendeteksi keberadaan hormon HCG dalam urin. Sebaiknya Bunda membaca tingkat sensitivitas dan petunjuk dalam kemasan sebelum melakukan tes agar Anda tidak salah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Mahalnya Biaya Persalinan yang Perlu Bunda Ketahui untuk Berjaga-jaga

Mahalnya biaya persalinan seringkali menjadi momok yang menakuti ibu hamil. Bunda pasti terbayang-bayang biaya yang mahal hingga bingung bagaimana harus mempersiapkannya. Terlebih lagi jika suaminya hanya memiliki biaya yang pas-pasan. Biar punya persiapan yang matang, kita perlu loh mencari tahu berapa kisaran nominal yang sekiranya akan dibutuhkan. 

Nah, kali ini sayangianak.com sudah merangkum apa-apa saja kebutuhan bumil untuk persalinan beserta nominalnya. 

Ini Kisaran Biaya Persalinan yang Pada Umumnya

Biaya persalinan memang bervariatif tergantung dari kondisi ibu dan anak. Biaya akan semakin mahal jika Bunda akan menjalani prosedur sesar dibandingkan dengan melahirkan secara normal. Belum lagi jika ada kondisi tertentu yang menyebabkan si kecil harus dirawat secara intensif. 

Selain ditentukan dari kondisi ibu dan anak, biaya persalinan juga berbeda-beda tergantung dari fasilitas dan nama besar rumah sakit tersebut. Biaya akan semakin murah jika melahirkan di desa melalui bidan, puskesmas, atau rumah sakit di daerah tersebut. Biaya bersalin di kota cenderung lebih mahal. 

Untuk biaya persalinan normal di Indonesia sendiri berkisar antara Rp2.000.000,00 hingga Rp15.000.000,00. Sementara itu, untuk persalinan cesar perkiraan biayanya adalah sekitar Rp11.000.000,00 hingga Rp50.000.000,00 tergantung dari kelas ruang perawatan dan rumah sakitnya.

Cara Menghitung Biaya Persalinan Sesar 

Persalinan secara sesar memang cenderung lebih mahal karena ada tindakan operasi yang harus dilakukan. Sementara itu, lahiran secara normal memang lebih murah dan pemulihannya juga lebih cepat. Namun, tidak semua beruntung bisa lahiran normal. Pada beberapa kondisi tertentu, ada Ibu yang memang terpaksa harus melahirkan secara sesar. Berikut ini cara menghitung biaya persalinanya :

  1. Biaya Kontrol Ibu Hamil

Biaya pertama yang harus disiapkan sebelum melahirkan adalah kontrol ibu hamil. Pengecekan rutin setiap bulan sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi bayi saat usia di bawah 7 bulan. Biaya yang dikeluarkan juga bervariasi tergantung jenis pengecekan yang diambil dan fasilitas dari rumah sakit tersebut. 

Biaya sekali kontrol rata-rata menghabiskan Rp200.000,00. Sehingga jika ditotal biaya kontrol di bawah usia 7 bulan adalah Rp1.200.000,00. Kontrol semakin rutin saat kandungan 7 bulan ke atas yakni menjadi 2 x setiap bulan. Sehingga total biaya dari umur 1 bulan hingga 9 bulan adalah Rp2.400.000,00.

  1. Biaya Ultrasonografi (USG) Bayi

USG merupakan cara memeriksa kondisi bayi yang masih di dalam perut ibu. Pemeriksaan ini sangat diperlukan sekaligus untuk mengecek jenis kelamin dan detak jantung bayi. USG sebaiknya dilakukan kurang lebih 3 – 5 kali sebelum melahirkan. Biayanya juga berbeda-beda tergantung jenisnya. 

USG 2D biasanya berkisar Rp400.000,00 – Rp500.000,00. Sedangkan biaya USG 3D dan 4D berkisar Rp700.000,00 – Rp800.000,00. Biaya pemeriksaan ini biasanya lebih murah di bidang dengan taksiran Rp100.000,00 – Rp200.000,00 untuk semua jenis. Untuk lebih pasti, Bunda bisa survey terlebih dahulu terkait biaya USG ke Klinik atau Rumah Sakit tempat USG. 

  1. Biaya Bersalin Cesar

Biaya persalinan untuk cesar memang lebih mahal dibandingkan dengan melahirkan secara normal. Terlebih lagi jika Bunda memilih Rumah Sakit dengan kelas VVIP tentu akan lebih mahal lagi biayanya. Karena biasanya sudah satu paket termasuk biaya fasilitas, operasi, makanan, hingga obat-obatan. 

Jika terpaksa harus cesar, maka setidaknya Bunda harus menyiapkan biaya sebesar 10 – 12 juta untuk kelas kamar 3, 13 – 16 juta untuk kelas kamar 2, dan 17 – 20 juta untuk kelas kamar 1. Kelas kamar VIP lebih mahal lagi dengan kisaran 23 – 25 juta dan SVIP 25 – 30 juta. 

  1. Biaya Pasca Persalinan

Biaya setelah melahirkan juga harus dipikirkan terutama bagi ibu yang cesar. Karena Anda harus kontrol lagi ke dokter untuk lepas jahitan atau perawatan tambahan agar bekas operasi cepat sembuh. Biaya yang diperlukan biasanya berkisar Rp500.000,00 dan itu sudah termasuk vitamin plus obat. 

Biaya sebesar itu merupakan biaya yang berlaku di rumah sakit umum. Sedangkan jika Bunda memilih rumah sakit elit dengan fasilitas yang lebih bagus, tentu saja biayanya akan lebih mahal. Selain itu, biaya pasca persalinan yang diperlukan berkaitan dengan vitamin dan kebutuhan bayi. 

Cara Menyiapkan Mahalnya Biaya Persalinan Normal

Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya sejak dalam kandungan hingga mereka dewasa. Menyiapkan biaya persalinan sangat penting untuk direncanakan jauh-jauh hari agar saat hari tersebut tiba, Bunda lebih siap secara finansial, mental, dan fisik. 

  1. Cari Tahu Biaya Persalinan

Penting sekali untuk mencari tahu terlebih dahulu berapa biaya persalinan baik untuk normal maupun sesar. Jika perlu survey dan cari tahu ke beberapa rumah sakit untuk perbandingan. Banyak ibu menginginkan persalinan normal, namun tidak semua kondisi bisa melahirkan secara normal. 

Sehingga sebagian ibu hamil harus melahirkan dengan metode cesar melalui operasi bedah. Dari segi biaya, lahiran normal tentu lebih murah karena tidak perlu tindakan operasi bedah. Sementara itu, biaya sesar membutuhkan biaya yang jauh lebih mahal karena harus ada operasi, induksi, epidural, dan lainnya. 

  1. Menyusun Rencana Persalinan

Langkah selanjutnya setelah mengetahui perbandingan biaya bersalin antara Rumah Sakit yang satu dengan yang lainnya adalah mulai menyusun rencana persalinan. Bunda bisa membuat rencana mulai dari persalinan normal atau cesar dengan detail. Tentukan akan lahiran di rumah sakit mana. 

Selain itu, Bunda juga harus merencanakan ingin mengambil kelas ruang inap dan fasilitas apa saja selama proses bersalin. Asumsikan biaya dari yang paling murah hingga paling mahal agar jika mengharuskan adanya tindakan darurat, maka sudah ada biaya yang dipersiapkan dengan matang. 

  1. Mengantisipasi Kondisi Darurat

Tidak ada yang pernah tahu kondisi apa saja yang akan dialami oleh seseorang yang akan melahirkan. Sebagai tindakan antisipasi dari awal, maka Bunda bisa menyiapkan dana darurat melalui asuransi kesehatan yang bisa memberikan manfaat untuk biaya persalinan. 

Saat ini juga sudah tersedia BPJS Kesehatan yang bisa kita manfaatkan untuk membantu biaya bersalin baik di bidan atau rumah sakit. Namun, perlu diketahui bahwa layanan yang diberikan adalah tingkat dasar sehingga jika membutuhkan tindakan lebih lanjut maka harus menyiapkan dana darurat lebih. 

  1. Mengecek Tunjangan Kelahiran Anak

Beberapa perusahaan ada yang memberikan tunjangan kepada karyawannya untuk istri yang melahirkan. Tentu ini akan sangat membantu karena setidaknya Bunda memiliki back up meskipun nominal yang diberikan oleh perusahaan ada batasannya. Jangan lupa untuk menanyakan ke pihak kantor. 

Tujuannya untuk memastikan bentuk coverage atau pertanggungan biaya yang diberikan apakah sifatnya penuh atau terbatas. Jika tidak mendapatkan tunjangan dari perusahaan, maka coba dengan mengecek di BPJS Kesehatan atau asuransi lainnya yang Bunda ikuti dan rutin membayar premi bulanan.

  1. Segera Kumpulkan Dana

Orangtua yang sigap tentu harus mulai memperhitungkan dana mulai dari sejak sang ibu hamil. Mengingat kebutuhan untuk pemeriksaan ibu hamil dan persalinan cukup mahal. Maka Bunda harus pintar-pintar mengumpulkan dana dengan cara menabung dan perkirakan berapa target tabungan per bulan. 

Dana ini bisa didapatkan melalui sisa dari gaji setelah dikurangi kebutuhan sehari-hari dan tanggungan lainnya. Bisa juga dengan mencari dana tambahan melalui pekerjaan part time demi bisa mendapatkan uang untuk persiapan bersalin. Tentukan target agar lebih semangat mengumpulkan dana persalinan. 

Persiapan Persalinan yang Perlu Bunda Lakukan

Menjelang hari H persalinan menjadi masa yang sangat menegangkan bagi ibu hamil. Di satu sisi mereka tidak sabar ingin segera bertemu dengan buah hati. Namun, di satu sisi ada perasaan cemas dan khawatir bagaimana proses bersalin nantinya akan berjalan. 

  1. Bunda Boleh Mulai Mempelajari Teknik Melahirkan

Setiap ibu tentu menginginkan agar bisa melahirkan secara normal sehingga penting sekali untuk mencari tahu teknik dan ilmu bagaimana cara bersalin normal. Mulai dari persiapan fisik, mental, cara mengejan, dan lain sebagainya. Termasuk mencari tahu tentang tanda-tanda dan fase melahirkan. 

Namun, jika harus melahirkan secara sesar maka Bunda juga harus mencari tahu tindakan apa saja yang dilakukan saat operasi bedah. Tujuannya agar mental dan psikis lebih siap menghadapi segala jenis persalinan nantinya. Sehingga sang ibu pun bisa lebih rileks dan tenang saat melahirkan. 

  1. Menyiapkan Semua Perlengkapan Termaksud Kebutuhan Ibu Hamil

Ketika hari H melahirkan sudah mulai dekat, jangan lupa untuk segera packing kebutuhan yang diperlukan saat bersalin. Mulai dari baju ibu hamil untuk ganti minimal 3 hari, sarung atau kain jarit, celana dalam dan bra, sandal dan kaus kaki, peralatan mandi, dan lain sebagainya. 

Perlengkapan tersebut setidaknya harus cukup untuk tiga hari ke depan sebagai cadangan. Jika bisa pulang lebih cepat maka jangan lupa untuk bersyukur. Biasanya untuk persalinan secara sesar akan memakan waktu yang lebih lama di rumah sakit jika dibandingkan dengan persalinan normal. 

  1. Menyiapkan Perlengkapan yang Akan Dibutuhkan Bayi

Selain perlengkapan untuk ibu yang akan melahirkan, perlengkapan bayi juga sangat penting untuk dipersiapkan. Masukkan perlengkapan bayi yang akan dibawa ke dalam tas yang berbeda dari perlengkapan ibu. Siapkan baju-baju bayi minimal untuk 3 hari ke depan dan popok sebanyak-banyaknya. 

Jangan lupa untuk membawa topi atau penutup kepala, penutup kaki, dan penutup tangan untuk menghangatkan si kecil. Bedong dan selimut juga diperlukan untuk membungkus bayi agar mereka tetap merasa nyaman layaknya di dalam perut ibu. Perlengkapan mandi dan tissue juga jangan ketinggalan juga ya Bun.  

  1. Siapkan Dana Sesuai Perkiraan yang Sudah Dibuat

Dana menjadi persoalan utama yang harus ada sebelum Bunda melahirkan. Pilihlah Rumah Sakit dan kelas perawatan yang sesuai budget agar biaya tidak membengkak. Sebaiknya lakukan survey terlebih dahulu ke beberapa rumah sakit atau bidan untuk mencari perbandingan biaya persalinan. 

Dana untuk persalinan sebaiknya sudah disiapkan jauh-jauh hari untuk mengantisipasi kondisi tidak terduga seperti cesar atau perawatan yang lebih lama di rumah sakit. Jika sudah memiliki asuransi kesehatan maka manfaatkan dan jangan lupa membawa kartu identitas serta dokumen lain.

  1. Bunda Juga Perlu untuk Mempersiapkan Mental

Persiapan mental adalah hal yang tidak kalah penting lainnya. Memang rasa deg-degan, khawatir, takut, dan cemas menjelang melahirkan itu pasti ada. Namun, Bunda tidak perlu terlalu berlebihan dan tetap tenang sambil terus berdoa meminta agar proses persalinan dilancarkan. 

Bunda harus yakin bahwa ibu dan anak akan selamat. Jauhkan dari pikiran yang buruk karena hal tersebut akan membuat down sehingga situasi saat melahirkan menjadi lebih tegang. Lakukan hal yang membuat rileks seperti mendengar murotal, musik, dan lainnya. Mahalnya biaya persalinan memang tergantung dari masing-masing rumah sakit. Sebaiknya Bunda menyiapkan dana untuk melahirkan jauh-jauh hari agar lebih tenang saat tiba waktunya bersalin nanti.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Lifestyle

Bunda Sedang Menanti Jenis Kelamin Bayi? Ini Bawaan Hamil Bayi Perempuan dan Laki-Laki

Menjelang trimester kedua bunda pasti sudah tidak sabar menantikan informasi dari dokter mengenai jenis kelamin dari bayi. Namun banyak juga orang yang lebih memilih tebak-tebak buah manggis, Jadi hanya menebak lewat bawaan hamil bayi perempuan atau lelaki saja, tidak melakukan tes ke dokter.

5  Tanda Bawaan Hamil Bayi Perempuan

Bawaan hamil bayi perempuan dipercaya punya tanda atau ciri khusus serta berbeda dengan laki-laki. Hal ini tentunya bisa dirasakan oleh bunda. Apalagi sekarang ini sudah banyak juga informasi beredar mengenai tanda jika sedang hamil bayi perempuan. Lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini.

1. Posisi Bayi Terasa pada Pusat Perut 

Banyak orang beranggapan jika hamil anak perempuan maka bentuk perut dari bunda akan terlihat meninggi juga lebar. Namun ternyata anggapan tersebut hanyalah mitos belaka. Justru posisi si kecil yang dapat menjadi isyarat apakah jenis kelamin yang sedang dikandung dalam perut. 

Tanda-tanda jika Anda tengah hamil anak perempuan adalah posisi janin umumnya berada tepat pada sekitar pusat perut. Rasanya perut akan terasa padat di bagian tengah, ciri ini menjadi isyarat paling utama ketika sedang tebak-tebak jenis kelamin sebelum nantinya diperiksakan ke dokter.

2. Terkena Morning Sickness yang Lebih Buruk 

Tanda kedua bahwa bunda sedang mengandung anak perempuan adalah terkena morning sickness yang sangat buruk. Hal ini tentunya tantangan yang harus dilewati ketika sudah masuk trimester pertama, kondisi parah ini akan semakin bertambah dengan perubahan hormone yang berdampak ke emosional.

Indikasi bahwa morning sickness parah dan emosional yang berubah-ubah ternyata menjadi indikasi bahwa janin yang dikandung lebih condong kelamin perempuan. Namun tentu saja tebakan ini bisa saja salah karena biasanya orang hamil memang cenderung sensitif dan jadi sangat perasa.

3. Mulai Terjadi Permasalahan Kulit 

Bagi sebagian ibu hamil mungkin sudah pernah merasakan masalah satu ini.  Banyak orang berpendapat ternyata hamil anak perempuan memiliki tanda timbulnya permasalahan kulit. Pada kasus tertentu yang biasanya jadi glowing justru mulai timbul jerawat, kulit berminyak atau pecah-pecah.

Hal tersebut rupanya mengindikasikan jika bayi yang dikandung memiliki jenis kelamin perempuan. Namun tenang karena pada umumnya masalah tersebut akan hilang setelah proses persalinan berlangsung. Kebanyakan akan kembali ke kondisi seperti semula tanpa ada treatment khusus.

4. Ukuran Payudara yang Berbeda

Salah satu perubahan paling mudah dikenali adalah perubahan fisik yang menyebabkan kedua payudara punya ukuran berbeda. Ternyata ini juga menjadi indikasi bahwa Anda sedang mengandung bayi dengan jenis kelamin perempuan. Biasanya dada sebelah kiri mengalami pertumbuhan lebih cepat dan besar. 

Namun pertumbuhan ini tidaklah terlalu berbeda jauh sehingga mengakibatkan keduanya sangat berbeda. Tidak akan terlalu terlihat apalagi jika sudah memakai baju besar. Jadi tidak perlu terlalu risih juga dengan ciri perubahan fisik satu ini. Asalkan bayi sehat bukanlah masalah besar.

5. Terjadinya Perubahan Suasana Hati yang Terlalu Berlebihan 

Bunda juga akan merasakan adanya perubahan suasana hati yang terlalu berlebihan saat sedang mengandung bayi jenis kelamin perempuan. Teori ini memang tidak 100% mendukung, namun kebanyakan kasus hasilnya sama. Terlalu rewel, mudah menangis, sensitive adalah ciri-cirinya.

Hal ini tidak hanya soal perasaan emosional saja melainkan juga cara berpikir dan berperilaku. Bunda jadi lebih berpikir 2 kali bahkan lebih saat sedang menginginkan sesuatu bahkan bisa jadi overthinking. Oleh sebab itu para suami harus bersabar ketika istrinya mengalami tanda-tanda demikian adanya.

Tanda Pada Anak Laki-laki 

Jika di atas ada anak perempuan, maka di bawah ini disuguhkan pula beberapa tanda jika Anda sedang hamil buah hati berjenis kelamin laki-laki. Berikut ulasannya:

1. Muka Bersinar Tanpa Jerawat 

Dari sekian banyak mitos dan fakta ada satu pernyataan yang dianggap benar. Jika kulit wajah menjadi glowing bersinar tanpa jerawat tandanya bunda sedang mengandung anak laki-laki. Hal tersebut sudah banyak terbukti benar. Namun pada beberapa kasus bisa juga tidak nampak perubahan ini. 

Bisa jadi ibu hamil punya kebiasaan makan makanan tidak sehat, suka konsumsi yang berminyak, kurang minum air putih, juga tidak merawat kebersihan muka secara teratur. Hal tersebut tentu menjadi penyebab kulit wajah kusam dan cenderung berminyak walaupun sedang mengandung anak laki-laki.

2. Warna Urin Jadi Lebih Pekat 

Pernyataan kali ini ternyata hanyalah mitos belaka. Sebab pada kenyataannya warna urin bukanlah dipengaruhi oleh jenis kelamin saat mengandung. Melainkan ketidakseimbangan hormon juga kebiasaan minum air putih yang masih kurang. Sehingga mengakibatkan ibu hamil terkena dehidrasi.

Jenis kelamin perempuan atau laki-laki tidak akan mempengaruhi warna urin yang keluar. Jadi jangan percaya jika ada yang mengatakan demikian, sebab sudah terbukti hanya mitos belaka. Untuk lebih jelasnya bisa langsung tanyakan saja pada dokter agar tidak tebak-tebak buah manggis lagi.

3. Pertumbuhan Rambut Jadi Lebih Cepat 

Terakhir adalah pernyataan tentang pertumbuhan rambut jadi lebih cepat adalah pertanda jika bayi yang dikandung adalah laki-laki. Hal ini ternyata juga kurang tepat, karena menurut penelitian pertumbuhan rambut maupun kuku tidak bisa dijadikan patokan dalam menentukan jenis kelamin.

Pada umumnya wanita memang akan kehilangan rambut setidaknya 100 helai perhari dalam keadaan normal, dan bisa jadi lebih banyak ketika sedang hamil. Oleh karena itu pertumbuhan rambut tidak berpengaruh banyak dalam menentukan jenis kelamin dari janin dalam rahim.

Menentukan jenis kelamin bayi saat ini memang tidak bisa hanya tebak-tebakan saja. Lebih akurat lagi jika menyerahkannya langsung pada dokter. Namun apapun jenis kelaminnya tentu saja harus disyukuri, dijaga dengan sepenuh hati sampai tiba proses persalinan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Ibu Hamil Perlu Nutrisi & Gizi yang Cukup, Ini Tips Memilih Vitamin Untuk Ibu Hamil

Masa kehamilan adalah saat dimana kebutuhan nutrisi juga gizi harus diperhatikan dengan benar. Selain asupan buah juga sayur, vitamin untuk ibu hamil turut serta menunjang kebutuhan harian tubuh. Ada banyak jenis vitamin bisa didapatkan dari apotik, namun tetap harus sesuai dengan resep dokter. 

Memilih Jenis Vitamin Untuk Ibu Hamil 

Sebagai ibu hamil tentunya harus protektif juga selektif dalam memilih makanan juga vitamin sebagai penunjang imunitas tubuh. Konsultasi dengan dokter menjadi salah satu cara agar para ibu bisa mendapatkan petunjuk jenis vitamin tepat dan sesuai dengan kondisi mereka. 

1. Perhatikan Komposisi Kandungannya 

Setiap vitamin pastinya punya kandungan bahan berbeda-beda. Ibu hamil harus tahu kebutuhan nutrisinya dan apakah bisa dipenuhi dengan rajin minum suplemen tersebut. Biasanya apoteker juga akan menjelaskan komposisi untuk memastikan sudah memberikan takaran yang pas.

Setiap ibu hamil butuh takaran vitamin berbeda-beda. Jadi jangan asal melihat temannya cocok lalu memutuskan untuk mencoba tanpa  ada aturan dari dokter. Misalnya Anda lebih butuh asam folat jadi harus konsumsi vitamin sesuai itu, bukan dengan komposisi kandungan lain yang tidak sesuai.

2. Perhatikan Efek Samping yang Bisa Saja Terjadi 

Jangan lupa terhadap efek samping. Belum tentu asupan nutrisi dari vitamin 100% aman untuk ibu hamil. Contohnya saja kelebihan asam folat bisa mengakibatkan anak lahir dengan resiko cacat fisik maupun mental. Oleh karena itu butuh pendampingan dari dokter agar mendapat resep tepat. 

Ibu hamil anak pertama biasanya akan lebih pusing ketika memilih vitamin mana yang sesuai dengan kebutuhannya. Agar tahu apakah suplemen tersebut tepat atau tidak mula-mula lakukan cek kesehatan dulu ke dokter. Setelah mendapatkan resep obat barulah menuju apotik terdekat.

3. Bicarakan dengan Dokter 

Selanjutnya untuk alasan keamanan ibu hamil juga harus memastikan suplemen tersebut aman dikonsumsi selama masa kehamilan. Bicarakan langsung dengan para pakarnya yakni dokter tentang penggunaan vitamin tersebut. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasiennya.

Sekarang ini sudah banyak juga tempat yang bisa dijadikan konsultasi dokter selain rumah sakit. Mengingat sedang musim pandemi rasanya akan kurang nyaman jika terlalu sering berkunjung ke rumah sakit. Bunda bisa memanfaatkan pelayanan online dengan memilih nama dokter yang diinginkan.

4. Sesuaikan Juga dengan Kebutuhan 

Selama kehamilan, ibu akan perlu asupan nutrisi lebih banyak dibandingkan hari-hari biasanya. Dari porsi makan, minum, sampai tidur semuanya butuh porsi lebih. Agar imunitas tetap terjaga dengan baik ibu harus memiliki suplemen vitamin sebagai penunjang agar janin dalam kandungan juga tetap sehat. 

Suplemen nantinya akan melengkapi nutrisi sehingga kebutuhan harian akan terpenuhi dengan baik. Jika ibu selama masa hamil tidak suka dengan ikan maka bisa gunakan vitamin mengandung lemak ikan untuk memabantu tumbuh kembang kondisi janin tetap optimal. Jadi tidak boleh asal minum saja.

5. Jangan Asal Pilih Suplemen Vitamin 

Perlu diketahui bahwa tidak semua jenis suplemen vitamin baik untuk kondisi ibu hamil. Meskipun banyak orang mengatakan jika itu bisa membantu memenuhi asupan nutrisi selama masa kehamilan namun nyatanya ada beberapa hal harus dihindari demi kesehatan ibu juga kondisi janin. 

Misalnya saja sebuah jenis suplemen tidak bisa dikonsumsi tanpa adanya resep dari dokter, atau jika sampai mengonsumsinya secara berlebihan akan meningkatkan resiko buruk pada janin. Demi keselamatan keduanya mematuhi aturan dari poin-poin di atas sangatlah penting. 

Manfaat Konsumsi Vitamin Untuk Ibu Hamil 

Selama trimester pertama biasanya ibu hamil sudah dianjurkan untuk rutin konsumsi suplemen. Banyak manfaat yang bisa diperoleh ketika sudah terbiasa melakukannya. Satu hal yang pasti, masa kehamilan adalah saat paling dinantikan oleh wanita di dunia, prosesnya harus dinikmati dengan baik.

1. Kandungan Kalsium Membangun Tulang Bayi 

Vitamin ternyata juga punya kandungan kalsium yang berperan untuk membangun tulang pada tubuh bayi agar terbentuk secara sempurna. Kebutuhan nutrisi kalsium selama masa hamil memang mengalami peningkatan, yakni jadi 1000 mg /  hari. Sedangkan sampai sekarang masih banyak yang abai.

Bila memang saat awal masa kehamilan terasa berat untuk konsumsi makanan atau minuman mengandung kalsium, sebaiknya bantu pemenuhan kebutuhan harian dengan suplemen vitamin.    Jangan sampai terjadi sesuatu tidak diinginkan hanya karena kalsium semasa hamil tidak mencukupi.

2. DHA Untuk Meningkatkan Otak Anak 

Selain itu ada juga kandungan DHA dalam suplemen vitamin. Sekarang sudah banyak jenis vitamin prenatal yang komposisinya adalah omega-3. Lemak ini tidak jahat, justru sehat dan berguna untuk perkembangan sistem saraf serta otak bayi selama dalam masa kandungan ibu. 

Dalam menu makanan DHA terdapat pada lemak ikan, asupan rendah nantinya akan mengakibatkan penurunan IQ dan membatasi pertumbuhan otak secara maksimal. Oleh karena itu jangan kurangi asupan DHA selama masa kehamllan, minta saran dari dokter agar hasil maksimal. 

3. Mengurangi Resiko Komplikasi Kehamilan 

Terakhir vitamin juga dapat membantu mengurangi resiko adanya cacat pada bayi selama masa pertumbuhannya. Selain itu mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada ibu hamil agar tidak melahirkan secara prematur. 

Sudah banyak studi yang mengungkapkan tentang manfaat vitamin terhadap kehamilan. Rupanya akan terjadi penurunan resiko empat kali lebih besar jika suplemen mulai dikonsumsi pada trimester pertama. Kelahiran prematur juga dapat dihindari. 

Sekarang ini jenis-jenis suplemen juga sudah banyak tersedia baik di rumah sakit maupun apotik. Hanya saja penggunaannya harus disesuaikan dengan resep dokter. Ibu hamil seharusnya memang konsums vitamin sejak trimester pertama agar tumbuh kembang Janin juga semakin maksimal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top