Parenting

Ketika Ibu (Atau Ayah) Sakit Keras, Anak Juga Harus Mengetahuinya, Ini Cara Menjelaskanya

Adalah hal yang sangat tidak mudah bagi siapapun untuk belajar dan menerima bahwa ada anggota keluarganya yang sakit parah. Terlebih lagi ketika Anda adalah orangtua yang sakit dan harus berbagi berita dengan anak.

Apa yang harus kita katakan? Apa yang harus kami kerjakan? Bagaimana saya mendukung anak saat menghadapi berita buruk? Berikut hal-hal yang dapat dilakukan untuk mempermudah prosesnya.

Berikan Informasi yang Jujur dan Sesuai Tahapan Usia

Bisa jadi Anda pikir adalah ide yang baik untuk merahasiakan penyakit dari anak Anda, tapi dia akan melihat sesuatu yang salah. Jika Anda tidak memberi tahukannya sendiri, dia akan membuat asumsi menakutkan, beberapa di antaranya mungkin lebih buruk dari kenyataan. Sangat penting untuk memberikan informasi yang jujur ​​dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak-anak Anda sehingga mereka dapat mulai untuk menangani apa pun yang mereka hadapi.

Tidak perlu menjelaskan segala hal secara detil. Untuk anak-anak, berikan hanya informasi dasar, seperti “Ibu sakit dan akan pergi ke rumah sakit untuk meminta tolong dokter membuat tubuh merasa lebih baik,” Kemudian jelaskan bahwa penyakit ini tidak seperti pilek, sakit perut, atau masuk angin. Biarkan anak Anda tahu bahwa dia tidak akan sakit hanya karena Ibunya sakit. Jika Anda memiliki anak remaja, Anda dapat memberikan rincian yang lebih banyak, seperti jenis penyakit, karena mereka akan memiliki lebih banyak pertanyaan dan kemungkinan akan mencari informasi tambahan. Jawablah pertanyaan apapun yang terbaik yang Anda bisa. Jika Anda tidak tahu jawabannya, akui saja.

Hargai Perasaan Anak Anda

Anak Anda bisa jadi sangat emosional ketika mendengar tentang penyakit yang Anda atau pasangan Anda derita. Biarkan dia mengetahaui apa-yang membuatnya sedih, marah, bingung dan takut. Katakan padanya bahwa ia juga dapat melihat beberapa emosi yang sama dari Anda, teman-teman dan keluarga, dan bahkan orang tua yang sakit. Kadang-kadang anak-anak khawatir bahwa merekalah penyebab orang tuanya sakit. Sangat penting untuk memberitahu anak Anda bahwa ia tidak melakukan apa pun untuk menyebabkan penyakit. Biarkan mereka tahu bahwa kadang-kadang ini terjadi dalam hidup.

Hati-hati Dengan Janji

Tentu, Anda ingin menjadi seoptimis mungkin, tapi hati-hati dengan apa yang Anda katakan. Jangan bilang kepada anak Anda, “Tentu saja Ayah akan pulang besok” atau “Ibu akan selalu berada di sini untuk menemani tidurmu.” Membuat janji-janji yang tidak bisa Anda tepati terus bisa merusak kepercayaan anak. Ketika dia bertanya sesuatu dan Anda tidak ingin menawarkan harapan palsu, memberitahu dia bahwa Anda (atau ayah/ ibu) akan melakukan yang terbaik. Hal yang sama berlaku jika dia bertanya pertanyaan sulit, seperti apakah Anda akan mati. Alih-alih menceritakan “Tentu saja tidak,” biarkan dia tahu para dokter bekerja sangat keras dengan ijin Tuhan untuk membuat tubuh Anda lebih baik.

Jaga Rutinitas

Sebisa mungkin, cobalah untuk melanjutkan kebiasaan yang normal keluarga Anda. Jaga waktu tidur, tidur siang, waktu makan, dan jadwal keluarga apapun – seperti makan es krim hari Selasa atau Jumat malam membaca bersama-sama. Anak Anda perlu konsistensi untuk merasakan rasa aman selama waktu-waktu yang menantang ini.

Pertahankan Hubungan

Ketika orang tua sering menginap di rumah sakit atau tidak mampu melakukan banyak hal karena kelelahan atau sakit, anak-anak mungkin tidak merasa terhubung dengan orangtua. Sangat penting untuk menemukan cara untuk menghubungkan dalam setiap keterbatasan orangtua sebaik mungkin. Anda dapat menunjukkan bahwa anak Anda bisa bercerita, melucu, dan bermain boneka atau papan permainan. Jika ayah di rumah sakit, bawa anak Anda mengunjungi dan aturlah saat untuk berbicara dengan anak sesering  mungkin. Anda juga bisa membeli jurnal yang dapat ditulisi atau digambari orang tua yang sakit lalu bergantian dengan tulisan anak Anda apapun yang ia mau seperti stiker atau potongan gambar. Melakukan hal ini memungkinkan kedua orang tua dan anak untuk tetap terhubung dengan cara yang menyenangkan dan nyata.

Perhatikan Anak Anda

Ketika pasangan sedang sakit, atau Anda sedang berhadapan dengan masalah kesehatan sendiri, dapat mudah untuk fokus begitu banyak pada penyakit yang Anda tidak tersedia untuk anak Anda. Sangat penting untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan anak Anda dan meyakinkan dia bahwa Anda, Dad, dan anggota keluarga lainnya mencintainya dan akan terus merawatnya. Jika Anda perlu, jangan ragu untuk memanggil keluarga dan teman-teman untuk membantu Anda menyiapkan makanan, bersih, melakukan tugas, atau menghabiskan waktu dengan anak-anak Anda saat Anda beristirahat.

Selain membantu anak Anda merasa penting, menghabiskan waktu dengan dia memberi Anda kesempatan untuk melihat apakah dia mengalami kesulitan mengatasi penyakit. Jika percakapan Anda tidak membantu anak Anda merasa lebih baik, atau Anda pemberitahuan tidur kesulitan, perubahan pola makannya, agresivitas atau penarikan dari hubungan keluarga dan rekan, para ahli mengatakan sudah waktunya untuk mendapatkan bantuan dari seorang profesional.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top