Kesehatan Ibu & Anak

Ketahui 5 Macam Kanker Anak dan Gejalanya

pedulianak

Cancer is a scary word. Rasa takut, seolah-olah dunia hancur hingga kematian merupakan hal-hal yang seringkali dikaitkan dengan kanker, apalagi jika itu dialami oleh buah hati Anda.

pedulianakKanker pada anak memang merupakan masalah yang cukup kompleks mengingat tak seperti kanker pada orang dewasa yang dapat dicegah, kanker pada anak justru tidak dapat dicegah dan tidak diketahui pasti penyebabnya. Meskipun demikian, perkembangan di bidang ilmu medis semakin hari semakin pesat sehingga dengan deteksi dini dan perawatan yang tepat, anak penderita kanker bisa disembuhkan. Kenali dan deteksi gejalanya agar kanker tak lagi menjadi akhir dari segalanya.

1. Leukemia atau kanker darah

Kanker yang bersifat cair dan paling banyak menyerang anak dengan prosentase 25%-30% dari seluruh penderita kanker anak. Sel kanker umumnya akan menyerang sel-sel pembentuk darah dan ‘menganggu’ keberadaan trombosit maupun sel darah putih dalam sumsum tulang. Gangguan ini membuat produksi sel darah merah maupun putih tidak terkendali sehingga merusak sistem kerja tubuh.

Gejala:

Anak penderita leukemia umumnya akan terlihat pucat karena kadar eritrosit (sel darah merah) dalam darah rendah. Anak pun biasanya mudah memar, merasakan nyeri luar biasa pada tulang, sering demam tanpa sebab, dan sering terjadi perdarahan akibat rendahnya kadar trombosit (keping darah).

2. Retinoblastomah

Retinoblastoma termasuk dalam kategori tumor padat yang menyerang bagian mata balita. Penyebabnya belum diketahui secara pasti namun diduga berhubungan dengan kelainan genetik. Kelainan genetik ini dapat diwariskan kepada anak dan kerap terjadi pada stadium awal perkembangan janin. Maka konsultasi genetik diperlukan bagi keluarga yang memiliki riwayat retinoblastoma.

Gejala:

Hingga kini, dari sekian banyak kanker pada anak, baru retinoblastoma yang dapat dideteksi secara dini melalui tes “Lihat Merah” dengan menggunakan alat ophtalmoscope di rumah sakit. Alat ini berguna untuk melihat bagian dalam dari mata. Bila mata normal, maka saat dites akan terlihat warna merah terpantul dari mata anak. Sebaliknya jika tidak terlihat pantulan warna merah atau ada pantulan merah namun mata anak juling, dapat dicurigai retinoblastoma. Disarankan untuk memeriksakan mata balita Anda sekali dalam setahun.

3. Limfoma Maligmah

Limfoma Maligma atau dikenal dengan kanker kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh yang terdapat di bagian bawah rahang atau leher, ketiak, lipatan paha atau di sekitar pembuluh darah besar dalam perut. Meskipun tidak ada penyebab khusus, namun umumnya penyakit ini berkaitan erat dengan sistem kekebalan yang menurun secara abnormal yang mungkin ada sejak lahir.

Gejala:

Biasanya ditandai dengan pembesaran dan pembengkakan kelenjar getah bening yang cepat tanpa disertai rasa nyeri. Seringkali pembesaran terjadi di daerah leher, ketiak, selangkangan atau usus tanpa disertai rasa nyeri. Saat ditekan juga tidak terasa sakit. Bila pembengkakan terjadi di dalam usus, berdampak dengan tersumbatnya usus sehingga menimbulkan rasa sakit di perut, sulit BAB dan demam.

4. Neuroblastomah

Neuroblastoma adalah jenis tumor abdomen yang juga disebut sebagai kanker saraf. Neuroblastoma diketahui sebagai tumor ganas yang menyerang jaringan saraf simpatis. Kanker saraf sudah bisa ditemukan sejak anak baru lahir hingga menginjak usia empat tahun. Akan tetapi karena letaknya berada di rongga perut sangat memungkinkan benjolan ini tumbuh hingga mencapai ukuran cukup besar dan dapat mengganggu organ lain di dalam perut.

Gejala:

Gejala yang timbul pada anak yang menderita neuroblastoma biasanya tubuhnya menjadi kurus dan terjadi pembengkakan di daerah perut, sering muntah dan jika diraba akan terasa sebuah benjolan. Pembengkakan ini dapat membesar dalam waktu singkat. Untuk mengurangi penyebarannya sangat disarankan untuk menghindari menekan perut anak terlalu sering.

5. Nephroblastomah

Nephroblastoma atau tumor wilms lebih banyak dikenal sebagai kanker ginjal. Kanker ini diyakini berkembang dari sel-sel ginjal yang belum matang yang terjadi saat pembentukan janin. Jika beruntung, tumor wilms hanya menyerang satu ginjal saja, tetapi kadang ia pun dapat menyerang keduanya dalam waktu yang bersamaan.

Gejala:

Hampir sama seperti neuroblastoma, karena letaknya berada di dalam perut akan jarang terlihat tanda-tanda sakit dan anak tampak sehat-sehat saja. Namun, lama kelamaan perutnya semakin buncit baru kemudian terasa nyeri, demam, nafsu makan berkurang drastis dan urin bercampur darah.

sumber: ayahbunda.co.id

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Khawatir Bayi Umur Setahun Belum Tumbuh Gigi ?

gigibayi

Pertumbuhan gigi menjadi salah satu milestone pada bayi yang ditunggu-tunggu oleh orang tua. Tumbuh kembang tiap bayi memang bervariasi, pun soal kapan gigi pertamanya muncul. Ada yang cepat, ada juga yang lambat. Bahkan pada beberapa bayi, gigi belum juga muncul hingga lewat ulang tahunnya yang pertama. Normalkah?

Rata-rata gigi bayi akan mulai tumbuh di usia 5 hingga 12 bulan. Dua gigi depan bawah (gigi seri tengah bawah) biasanya yang pertama muncul, diikuti oleh dua gigi depan atas (gigi seri tengah atas).

Bila sudah lewat dari 13 bulan si gigi belum juga muncul, maka pertumbuhannya bisa dikatakan terlambat. Pada kebanyakan kasus, pertumbuhan gigi yang terlambat tak perlu dikhawatirkan. Namun ada banyak faktor penentu pertumbuhan gigi yang terlambat.

Apa sih yang jadi penyebab gigi tumbuh terlambat?

1. Faktor keturunan, pertumbuhan gigi yang terlambat bila salah satu atau kedua orang tuanya juga

Telat tumbuh gigi bisa menurun di dalam keluarga. Anak akan memiliki kecenderungan genetik untuk mengalami pertumbuhan gigi yang terlambat bila salah satu atau kedua orang tuanya juga mengalami hal yang serupa.

2. Kurang gizi juga bisa membuat pertumbuhan gigi terlambat

Pertumbuhan gigi yang terlambat juga bisa disebabkan karena kekurangan gizi. Pada kasus ini, telat tumbuh gigi menjadi salah satu dari banyaknya gejala malnutrisi pada bayi. Bayi yang telat tumbuh gigi karena malnutrisi biasanya juga menampakkan gejala lain, seperti lemas, berat badan rendah, dan tinggi badan kurang.

Hal ini dapat terjadi karena pemberian ASI (air susu ibu) yang tidak memadai dan suplementasi yang rendah dari susu formula bayi. Bayi membutuhkan vitamin A, C, dan D serta kalsium dan fosfor. Kekurangan vitamin atau mineral, terutama vitamin D dan kalsium, dapat menyebabkan pertumbuhan gigi terlambat.

3. Hipotiroidisme

Tumbuh gigi yang terlambat juga dapat terjadi akibat hipotiroidisme. Hipotiroidisme merupakan suatu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon tiroid.

Bayi dengan kelenjar tiroid yang kurang aktif akan mengalami sejumlah masalah perkembangan. Tanda-tanda hipotiroidisme antara lain kelelahan, lemas, sakit kepala, dan kekakuan pada sendi. Khususnya pada bayi, hipotiroidisme dapat memunculkan gejala lain seperti keterlambatan berjalan, keterlambatan bicara, kelebihan berat badan dan terlambat tumbuh gigi.

Kapan orang tua harus khawatir?

Jika bayi berusia 13 bulan masih belum menampakkan gigi pertamanya dan Bunda telah memastikan bahwa telat tumbuh gigi tidak ada dalam riwayat keluarga, sebaiknya berkonsultasilah dokter anak. Dokter anak dapat menentukan apakah masalah tumbuh gigi disebabkan oleh gizi buruk, hipotiroidisme atau penyebab lainnya.

Bunda akan mendapatkan rujukan ke dokter gigi anak jika bayi Bunda masih tak memiliki gigi hingga ia berusia 18 bulan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Mom Life

Bahaya Menaruh Si Kecil Berlama-lama di Car Seat

baby-child-close-up-1132688

Keberadaan car-seat memudahkan para balita untuk merasa nyaman saat berada di dalam mobil ya Bun. Tapi tahukah Bunda, bila si kecil dibiarkan tertidur terlalu lama di car seat, ternyata hal tersebut berbahaya lho Bun. Hal ini diungkapkan berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Pediatrics pada Juli 2019.

Para peneliti menyelidiki tentang kematian bayi yang berhubungan langsung dengan kebiasaan tidur di perangkat duduk — car seat, stroller, ayunan— menemukan bahwa lebih dari 90 persen kematian di car seat. Car seat tidak digunakan sesuai petunjuk, artinya bayi itu tidak diikat ke car seat berukuran tepat. Lebih dari setengah kematian di car seat terjadi di rumah dan yang menjadi korban justru bukan bayi yang kondisinya lemah.

Ketika bayi tidur dalam posisi duduk, kondisi kepala mereka akan jatuh ke depan, Bun. Hal ini yang akhirnya membatasi saluran udara dan menyebabkan mereka berhenti bernapas. Fenomena yang dikenal sebagai sesak napas posisional ditemukan sebagai penyebab 48 persen kematian di kursi mobil dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Pediatrics. 52 persen sisanya karena tercekik oleh tali yang tidak diamankan dengan baik.

Di lain sisi, kendati orangtua mengira aman bagi bayi untuk tetap tidur siang di car seat dalam waktu singkat saat Bunda berkendara, menurut Canadian Pediatric Society, bayi tidak boleh dibiarkan terus tertidur di car seat ketika sudah sampai tujuan ya Bun. Bahkan ketika car seat tersebut dikeluarkan dari mobil, orangtua biasanya akan melonggarkan tali pengikat atau melepas ikatan karena merasa keadaan sudah aman dan nyaman bagi bayi.

Namun ini sangat berbahaya, bayi akan merosot di mana dagunya menyentuh dada. Car seat juga memungkinan bayi menggeliat dan bergerak-gerak sehingga posisi mereka menjadi miring atau terbalik. Ini membuat bayi menjadi terjebak di car seat dan membahayakan jalan napasnya. Lamanya waktu bayi berada di car seat adalah faktor dalam banyak kematian dalam penelitian ini.

Lantas, apa yang Dapat Dilakukan oleh Orangtua?

Bunda dapat membatasi waktu perjalanan atau beristirahat guna memeriksa bayi dan mengeluarkan mereka dari kursi mobil ya Bun. Jika saat tiba di tempat tujuan sementara bayi masih tertidur, maka hal yang paling aman dilakukan adalah membangunkan si kecil dengan lembut dan diam-diam mengeluarkan bayi dari car seat dan meletakannya di tempat tidur. Hal terakhir yang ingin dilakukan orangtua adalah adalah membangunkan bayi yang sedang tidur, tetapi ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan.]

Agar bayi dapat dipindahkan ke tempat tidur dengan lancar, Sukkie Sandhu, spesialis tidur bayi dan anak dan pemilik HappyBaby Sleep Solutions di Victoria, BC, menyarankan untuk membawa car seat ke kamar dan memastikan ruangan gelap dan sunyi. Baru kemudian Bunda mengangkatnya dari car seat dan pindahkan ia ke tempat tidur. Tapi jika bayi terbangun saat Bunda berusaha memindahkannya, buat ia kembali mengantuk dengan membacakan buku, atau menyanyiak lagu pengantar tidur ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Menjemur Bayi Tanpa Dipakaikan Baju Ternyata Efeknya Bahaya

adorable-baby-blanket-1973270 (1)

Seringkali kita menjumapi pemandangan dimana ibu-ibu sedang menjemur bayinya dalam keadaan tidak dipakaikan baju. Tahukah Bunda, hal ini ternyata tak diperbolehkan karena dapat membuat bayi jadi dehidrasi, Bun.

Menjemur bayi memang diketahui memiliki beragam manfaat seperti bayi yang akan mendapat vitamin D, mencegah penyakit kuning, meningkatkan kadar serotonin, mempercepat pembekuan darah, menyehatkan sistem saraf dan meningkatkan imunitas, serta membuat bayi lebih nyenyak tidur. Tapi dengan syarat, menjemur bayi harus dilakukan dengan cara yang benar.

Mengutip dari Viva.co.id, faktanya bayi saat ini mudah sekali terkena sunburn lho Bun. Pemicunya lantaran melanin saat terkena matahari belum berfungsi baik seperti pada orang dewasa. Karenanya, jangan sekali-kali menjemur bayi dalam keadaan telanjang, hal ini sangat tidak direkomendasikan.

Namun bila terjadi kondisi lain seperti bayi mengalami penyakit kuning, baru boleh ditelanjangi, Bun.

Selain itu, Bunda perlu tahu, guna mendapatkan vitamin D, maka menjemur bayi cukup dilakukan pada 10 menit sebelum jam 9 pagi. Dan yang terpenting adalah dipakaikan baju, jangan ditelanjangi. Hal penting lainnya, jangan sampai meninggalkan bayi sendiri selama ia dijemur di bawah sinar matahari. Jadi, aturannya adalah jemur bayi cukup 10 menit. Digendong saja sambil diajak berjalan-jalan.

Sedangkan untuk memproteksi bayi dari sinar matahari, bayi bisa dipakaikan baju lengan panjang, dipakaikan topi atau payung. Karena bayi baru boleh dipakaikan sunscreen saat usianya sudah menginjak 6 bulan, di bawah itu masih belum boleh dipakaikan tabir surya ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top