Dapatkan Artikel menarik dan mendalam langsung lewat SAYANGIANAK EXTRA di emailmu...

* indicates required
Mom Life

Kesalahan yang Tak Sadar Bunda Lakukan, yang Berpotensi Gagalkan Program ASI Eksklusif

Menyusui

Idealnya, bayi harus diberikan ASI eksklusif semenjak lahir sampai enam bulan pertama hidupnya. Hanya saja, banyak hal yang bisa membuat pengalaman ASI eksklusif tiap ibu dan anak jadi berbeda-beda. Mungkin ada yang lancar-lancar saja, tapi ada juga yang merasa kesulitan saat menyusui buah hatinya.

Kalau Bunda masuk kategori kedua, coba renungkanlah sejenak, jangan-jangan ada beberapa hal yang selama ini Bunda lakukan dan tak sadar sebenarnya hal itu menggagalkan program ASI eksklusif yang sedang Bunda jalankan…

Apabila Anda masuk ke dalam kategori kedua, coba renungkan dulu sejenak. Jangan-jangan, beberapa hal yang  selama ini bunda lakukanlah penyebabnya.

Tanpa Sadar, Bunda Sering Mengoleskan Madu di Bibir Bayi

Banyak Bunda meyakini kalau mengoleskan madu di bibir bayi dapat memerahkan warna bibirnya atau mengatasi bibir bayi yang kering. Namun hal ini tanpa disadari hal ini justru bisa membuat program ASI eksklusif gagal lho Bun!

Begini, ASI eksklusif artinya Bunda harus memberikan ASI saja ke bayi selama enam bulan. Bahkan, pemberian air putih saja tidak diperbolehkan. Hal yang masih boleh diberikan pada bayi selama ASI eksklusif adalah seperti obat-obatan, vitamin, atau mineral tetes.

Bunda Terlalu Sering Memberikan ASI dari botol

Banyak Bunda terutama yang harus bekerja akhirnya harus memberikan ASI perah lewat botol supaya anak mereka tetap bisa mendapatkan ASI eksklusif. Bun, pemberian ASI terus-terusan dengan botol  bisa membuat si kecil mengalami bingung puting atau kondisi dimana bayi jadi sukar mengenali puting payudara ibunya sehingga menolak saat diberikan ASI.

Bun, Kalau dari Bundanya Sering Berpikir bahwa ASI yang dikeluarkan Terlalu Sedikit, Ini pun Berdampak pada Pemberian ASI Eksklusif Juga Loh…

Nah, ternyata pikiran pun dapat berpengaruh pada produksi ASI kalau ibu terus-terusan berpikir kalau ASI yang Bunda produksi ternyata sedikit atau tidak lancar, hal ini tak menutup kemungkinan kalau akhirnya ASI yang Bunda keluarkan pun sesuai dengan sugesti Bunda. Jadi Bun, daripada sugesti yang tidak baik, lebih baik coba terus optimis yuk supaya program ASI eksklusif tetap berjalan dengan lancar.

Stres karena  Bunda terus berpikir produksi ASI-nya sedikit dapat membuat pelepasan hormon kortisol yang merangsang produksi ASI terhambat. Hal ini akhirnya bisa membuat produksi ASI dapat terganggu dan menjadi sedikit. Jadi, sebisa mungkin kurangi dan atasi stress yang Bunda rasakan ya.

Program Diet yang Bunda Lakukan Pun Bisa Jadi Pemicunya

Setelah melahirkan, tentu Bunda ingin mendapatkan berat badannya kembali. Hal ini mendorong ibu untuk membatasi makan atau melakukan Bunda saat menyusui. Padahal selama masa menyusui, Bunda diharapkan bisa mengasup banyak makanan bergizi seimbang agar produksi ASI tetap terjaga. Kalau diet sampai mengganggu produksi ASI, tentu hal ini dapat menghambat pemberian ASI eksklusif ke bayi selama enam bulan ke depan lho Bun.

Bunda Menggunakan KB dalam Kurun Waktu yang Terlalu Cepat

Setelah melahirkan bayi, tentu Bunda belum siap untuk hamil lagi. Hal ini membuat Bunda akhirnya memutuskan untuk segera memasang kontrasepsi supaya tidak kebobolan hamil. Tapi Bun, memakai alat kontrasepsi terlalu cepat justru dapat menghambat produksi ASI. Beberapa alat kontrasepsi tertentu, seperti IUD dan pil KB, dilaporkan dapat mengganggu produksi hormon yang merangsang produksi ASI.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Amankah Mengajak Bayi Bermain Air? Berenang Mempunyai Banyak Manfaat untuk si Kecil

berenangpadaanak

Bunda mungkin mengalami kegalauan ketika ingin mengajak si kecil untuk bermain di air. Apalagi sekarang baby spa sudah menjamur di berbagai kota. Namun apakah berendam atau berenang aman untuk bayi?

Sejatinya bayi sudah berenang-renang sejak di kandungan, di dalam air ketuban. Tidak ada batasan usia untuk mengajak bayi bermain air.

Bahkan, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa berenang mempunyai banyak manfaat untuk si kecil. Namun, bunda perlu memperhatikan tempat si kecil berenang. Sebaiknya bunda tidak mengajak bayi berenang di kolam renang umum. Ada beberapa hal yang perlu bunda perhatikan ketika mengajak si kecil berenang.

Pilih kolam yang aman untuk bayi

Jika bunda ingin mengajak si kecil yang masih bayi untuk berenang, maka bunda harus memilih kolam yang aman untuk si kecil. Jangan membawa si kecil ke kolam renang umum karena biasanya mengandung klorin dan suhunya terlalu dingin untuk bayi.

Selain itu, banyak orang yang memakai kolam renang umum sehingga kebersihannya tidak terjamin. Bunda boleh mempertimbangkan untuk mengajak si kecil ke kolam renang umum ketika usianya sudah lebih dari 6 bulan.

Bunda bisa mengajak si kecil ke baby spa atau menggunakan kolam plastik sendiri di rumah. Pastikan airnya bersih dan hangat. Bunda bisa menggunakan pelampung yang nyaman untuk si kecil.

Jangan terlalu lama membiarkan si kecil di dalam air, cukup 10-15 menit. Durasinya bisa ditambah jika si kecil sudah mulai terbiasa. Pastikan bunda selalu berada di dekat si kecil dan mengawasinya selama berenang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Manfaat berenang untuk bayi

Selain mengasyikkan untuk bayi, berenang ternyata juga memiliki banyak manfaat lho bun. Beberapa penelitian sudah membuktikannya. Berikut beberapa manfaat berenang untuk bayi:

Meningkatkan fungsi kognitif

Saat berenang bayi akan menggerakkan tangan dan kakinya akan menendang-nendang di air. Hal itu dapat menstimulasi otaknya. Penelitian yang dilakukan di Griffith University di Australia menunjukkan hasil bahwa anak yang rutin berenang sejak kecil mempunyai kondisi fisik dan mental yang lebih baik daripada yang tidak berenang.

Meningkatkan rasa percaya diri

Suatu penelitian pada tahun 2010 menunjukkan bahwa pada anak berusia 4 tahun yang sudah mulai berenang dari usia 2 bulan sampai 4 tahun lebih mudah beradaptasi pada lingkungan yang baru dan lebih percaya diri. Anak menjadi lebih percaya diri karena mereka sudah dilatih keberaniannya terhadap air sejak kecil.

Melatih otot, koordinasi dan keseimbangan tubuh

Berenang dapat melatih otot-oto tubuh. Saat berenang si kecil menggunakan otot untuk menegakkan kepala dan otot-otot yang menggerakkan tangan dan kaki. Selain itu, berenang juga melatih koordinasi tubuh dan melatih keseimbangan di dalam air. Hal itu akan memperkuat otot tubuh bayi. Tidak hanya itu, berenang juga baik untuk kesehatan sistem kardiovaskular sehingga menyehatkan jantung.

Wah, ternyata banyak manfaat dari berenang untuk bayi ya. Oleh karena itu bunda tidak perlu ragu lagi untuk mengajak si kecil berenang. Namun bunda tetap harus mengawasi si kecil saat berenang ya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tips Ajarkan Dua Bahasa pada Anak

adorable-book-boy-1250722

Selain bahasa ibu alias bahasa Indonesia, kini banyak orangtua yang mengutamakan buah hatinya agar memiliki kemampuan berbahasa asing misalnya saja bahasa Inggris. Orangtua berpikir, dengan memiliki kemampuan tersebut, maka akan memudahkan buah hatinya meniti karier di masa depan. Namun kapan sebaiknya mengajari si kecil berbahasa asing? Sejatinya belajar bahasa asing pada anak-anak bisa dilakukan sedini mungkin. Hal ini supaya mereka lebih mudah menyerap kosa kata dan pola bahasa yang dipelajari.

Sebagai contoh, Bun, anak kecil saja bila menonton kartun berbahasa inggris lambat laun tak akan asing bahkan mulai berani berbicara dalam bahasa Inggris. Nah, mengutip Very Well Family, sekitar 12 persen anak di atas usai 5 tahun merupakan bilingual atau bisa berbicara dalam dua bahasa.

Sebuah penelitian menunjukkan, mengajarkan anak dalam dua bahasa jauh lebih mudah jika dilakukan sejak dini. American Speech-Language-Hearing Association menjelaskan ada beberapa keuntungan mengajarkan dua bahasa kepada anak. Mulai dari bisa belajar kata-kata baru dengan cepat, meningkatkan kemampuan mempelajari informasi baru, lebih mudah menyelesaikan masalah, serta punya keterampilan mendengarkan lebih baik.

Sebagai panduannya, berikut ini cara yang tepat yang dapat Bunda lakukan untuk mengajarkan dua bahasa pada anak.

Perdengarkan Suara-suara yang Unik ya Bun

Pada usia dua atau tiga tahun, anak biasanya sedang dalam proses mengenali pola bicara, Bun. Untuk itu cobalah untuk mengajarkan dua bahasa padanya dengan suara-suara yang unik. Di usia tersebut, mereka dengan mudah lebih mengenali suara. Selain itu, menurut Francois Thibaut, Director of the Language Workshop for Children, di New York City, Anda bisa mengajarkan mereka dengan cara memperdengarkan musik lho.

Usahakan Bunda Menciptakan Lingkungan Belajar yang Santai Untuknya

Thibaut mengatakan, cara terbaik untuk mengajarkan bahasa baru pada anak adalah dengan membiarkannya mendengarkan percakapan seseorang yang sudah lancar berbahasa tersebut. Kelak secara alami ia akan mencoba untuk bicara juga. Apalagi anak yang berusia 2 atau 3 tahun juga suka meniru apa yang mereka dengar.

Namun pastikan Bunda dan pasangan pun juga sudah fasih berbicara dengan bahasa yang ingin diajarkan pada anak ya Bun. Hal itu untuk memudahkan si kecil memahami arti dari kata-kata dan frasa yang pendek yang Bunda ucapkan.

Ajarkan Kata Demi Kata

Jika tidak ingin melakukan pelajaran formal kepada anak, Bunda bisa memperkenalkan dasar-dasar bahasa tersebut dengan menunjukkan suatu benda memiliki dua bahasa. Manfaatkan kartu-kartu permainan yang punya dua bahasa dilengkapi dengan gambar. Selain itu, Bunda juga bisa menggunakan video-video tutorial untuk mengajarkan dua bahasa pada anak di YouTube. Jangan lupa untuk terus mengulang pelajaran tersebut sesering mungkin, agar anak cepat memahami.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengajarkan si kecil lebih dari satu bahasa. Kunci terpenting, Bunda dapat mengajarkan si kecil belajar bahasa asing sebagai bahasa kedua setelah ia menguasai banyak kosakata dari bahasa ibu, ya Bun. Dengan begitu anak tidak kesulitan membedakan kosakata dari bahasa ibu dengan kosakata dari bahasa asing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Kira-kira Usia Kehamilan Berapa Minggu Bisa Terdeteksi Test Pack?

adult-belly-body-54289

Setelah penantian sekian lama, pasutri tentu senang bukan main bila akhirnya istri dikabarkan tengah mengandung. Bagaimanapun, memiliki keturunan tentu menjadi salah satu tujuan dalam proses pernikahan. Saat wanita dinyatakan hamil, akan ada harapan dan cita-cita baru dalam hidupnya.

Di lain sisi, cara mengetahui hamil atau tidaknya Bunda, ada banyak cara yang dapat dilakukan. Salah satunya dengan menggunakan test pack. Alat uji yang satu ini relatif sederhana namun dapat memunculkan hasil yang akurat.

Salah satu hasil yang perlu diperhatikan adalah waktu penggunaan test pack. Alih-alih membawa hasil yang sesuai ekspetasi, biasanya ada tipe test pack yang memberikan hasil ketika memang benar-benar memasuki tahap tertentu dari kehamilan. Nah Bun, berikut ini ada hal-hal yang perlu Bunda perhatikan sebelum menggunakan test pack.

Proses Terjadinya Kehamilan

Bun, proses terjadinya kehamilan sebenarnya dimulai dari awal masa haid atau hari pertama haid. Oleh karena hal tersebutlah cara menghitung usia kehamilan secara umum ditentukan berdasarkan hari pertama haid terakhir yang terjadi pada seorang wanita. Setelah masa haid tersebut, maka indung telur biasanya akan mengeluarkan sel telur yang disebut sebagai proses ovulasi.

Keluarnya ovum atau sel telur tersebut selama masa ovulasi akan menjadi titik awal bahwa sistem reproduksi wanita siap untuk dibuahi oleh sel telur. Pembuahan memiliki potensi yang besar dalam mendapatkan kehamilan ketika hubungan intim dan sel sperma yang masuk ke dalam rahim terjadi pada saat wanita dalam masa suburnya. 1- 3 hari pertama sebanyak 300 juta sel sperma akan masuk ke dalam rahim.

Selama perjalanan menuju sel telur, maka ada jutaan sel sperma yang akan mati. Bahkan umumnya hanya sebanyak 200 sel sperma saja yang dapat sampai pada sel telur. Pembuahan dapat terjadi ketika sel sperma tersebut masuk ke dalam sel telur dan menjadi suatu proses awal kehamilan.

Sel telur yang telah dibuahi akan berubah menjadi zigot dan berkembang menjadi banyak sel setiap jamnya. Zigot tersebut akan melakukan perjalanan menuju rahim untuk menempel pada rahim yang disebut sebagai implantasi. Proses implantasi inilah yang akan menimbulkan beberapa gejala hamil muda pada awal kehamilan.

Untuk mendeteksi kehamilan seseorang, salah satu cara yang banyak dilakukan adalah dengan mendeteksinya menggunakan alat test pack. Test pack tersebut berkerja dengan cara mendeteksi peningkatan hormon HCG yang memang akan meningkat pada awal awal kehamilan. Penggunaan test pack haruslah dilakukan dengan benar agar hasil akurasi yang di dapatkan juga benar adanya. Untuk meningkatkan akurasi tersebut maka Test Pack harus digunakan dengan waktu yang tepat.

Lantas Kapan waktu yang dianjurkan untuk memakai test pack?

Usia kehamilan yang dapat dideteksi oleh alat test pack setidaknya pada usia 1 bulan pertama karena memang pada saat usia tersebut peningkatan hormon HCG sebagai hal yang dideteksi oleh test pack baru terjadi. Usia kehamilan 1 bulan tersebut dihitung berdasarkan penetapan dokter kandungan yang berdasar pada perhitungan dari hari pertama haid terakhir. Sangat disarankan pemeriksaan test pack baru dilakukan ketika memang sudah ada beberapa tanda kehamilan yang muncul.

Cara memilih test pack yang paling sensitif

Mengutip HelloSehat, tingkat sensitivitas alat tes kehamilan ini dapat Bunda lihat pada kemasan, dengan satuan ukuran mIU/ml (mili-International Unit per mililiter). Pada umumnya, sensitivitas alat tes kehamilan berkisar antara 10 mIU/ml sampai 40 mIU/ml. Semakin rendah angkanya, maka semakin sensitif alat tes kehamilan tersebut, sehingga semakin dini kehamilan dapat terdeteksi.

Apa saja faktor yang mempengaruhi hasil tes?

Kapan sel telur menempel pada dinding rahim.

Ketika sel telur yang dibuahi sperma menempel pada dinding rahim, hormon HCG akan mulai dilepaskan dan jumlahnya terus bertambah, Bun. Dalam kondisi inilah, Bunda dapat melakukan tes kehamilan dan mendapatkan hasil positif.

Di lain sisi, tes kehamilan yang terlalu dini dapat menghasilkan tes negatif lantaran membutuhkan waktu sekitar satu minggu bagi sel telur untuk menempel pada dinding rahim dan melepaskan hormon HCG.

Berapa banyak air yang Bunda minum dalam sehari

Kadar hormon HCG dalam urin tergantung dari seberapa banyak Bunda. Jika Bunda terlalu banyak minum, bukan tidak mungkin kadar hormon HCG dalam urin tentu sedikit lantaran urin terlalu encer sehingga menunjukkan hasil tes negatif. Urin yang lebih pekat biasanya menunjukkan hasil tes yang positif.

Kadar hormon HCG dalam darah

Kadar hormon HCG dalam darah juga memiliki tingkat yang bervariasi antara setiap individu, Bun. Hal inilah yang mempengaruhi keakuratan hasil tes kehamilan. Hasil tes yang positif mungkin memerlukan waktu yang lebih lama jika Bunda memiliki kadar hormon HCG yang rendah dalam darah.

Sensitivitas tes urin

Alat tes kehamilan yang menggunakan urin memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda-beda yang menunjukkan seberapa cepat alat tes tersebut dapat mendeteksi keberadaan hormon HCG dalam urin. Sebaiknya Bunda membaca tingkat sensitivitas dan petunjuk dalam kemasan sebelum melakukan tes agar Anda tidak salah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top