Dapatkan Artikel menarik dan mendalam langsung lewat SAYANGIANAK EXTRA di emailmu...

* indicates required
Parenting

Kenali Tanda Saat Si Kecil Kurang Tidur, Jangan Sampai Kesehatannya Terganggu ya Bun!

kids sleepy

Memastikan si kecil punya waktu tidur yang cukup dan berkualitas itu perlu. Karena si kecil berhak memiliki jam tidur yang cukup, sebab kalau jam tidurnya kurang, hal itu bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan bahkan perubahan emosi di keesokan harinya.

Bunda perlu tahu,  perubahan emosi yang tidak stabil merupakan bagian dari efek jangka pendek yang bisa dialami. Sementara, untuk efek jangka panjangnya, kurang tidur pada anak dapat mempengaruhi berat badannya. Iya Bun, anak yang kurang tidur memiliki risiko lebih besar untuk mengalami obesitas.

Bunda tentu tak ingin kan hal semacam ini terjadi? Nah, demi meminimalisir dampak buruk dari kurang tidur pada anak berikut beberapa tanda anak kurang tidur.

Si Kecil Suka Tidur Saat Berada di Mobil

Jika si Kecil sudah mulai sekolah, perhatikan kebiasaan yang dilakukannya saat perjalanan ke sekolah. Kalau selama perjalanan, ia terlihat sering mengantuk bahkan tertidur, Bunda boleh curiga bisa saja waktu tidur si kecil memang tak tercukupi dengan baik. Perhatikan juga kebiasaan-kebiasaan pada jam lainnya. Apabila anak  kerap tertidur di kursi makan ataupun saat menonton TV pada jam luar tidur siang bisa jadi anak memang kurang tidur.

Tiba-tiba Si Kecil Begitu Sulit untuk Dibangunkan

Sebenarnya untuk situasi yang satu ini, kondisinya sama dengan orang dewasa. Biasanya jam biologis anak akan terbentuk dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Saat anak sudah terbiasa dibangunkan atau bangun pagi pada jam tertentu kemudian sulit untuk dibangunkan dalam waktu beberapa hari berturut-turut.

Bisa jadi anak mengalami sulit tidur di malam harinya. Jadi apabila anak sulit untuk dibangunkan, cek kembali kamarnya apakah anak tidur dengan nyenyak atau tidak saat malam

Ia Jadi Sosok yang Mudah Marah dan Rewel

Anak yang kurang tidur cenderung akan rewel, lebih agresif, dan mudah emosional dibandingkan dengan anak yang tidurnya tercukupi dengan baik. Ini karena rasa kantuk dan lelah yang dirasakan anak menyebabkan emosinya menjadi tidak stabil sehingga anak menjadi mudah rewel.

Nilainya Pun Cenderung Menurun di Beberapa Mata Pelajaran

Nilai yang menurun pun bisa jadi tanda kalau buah hati Bunda punya jam tidur yang kurang. Jika si kecil kurang tidur, kesulitan untuk berkonsentrasi akibat rasa kantuk yang mendera membuat pelajaran yang dipelajari di sekolah tidak terserap dengan maksimal.

Rasa lelah akibat kurangnya istirahat terbilang mampu mempengaruhi daya konsetrasi anak. Jadi, kalau nilai si kecil mengalami penurunan, coba cek kembali waktu tidur si Kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Bagaimana Imunisasi Anak di Tengah Pandemi Covid-19?

imunisasicovid

Imunisasi wajib diberikan kepada bayi dan anak-anak untuk memberikan imunitas atau kekebalan terhadap penyakit tertentu. Ada beberapa imunisasi yang wajib diberikan kepada bayi dan anak sesuai dengan jadwal dan usianya. Namun, wabah covid-19 membuat  orang tua ragu untuk membawa anak ke klinik  atau  rumah sakit untuk imunisasi karena khawatir tertular.

Apakah imunisasi di tengah pandemi harus ditunda atau tetap dilakukan? Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan untuk tetap melakukan imunisasi sesuai dengan jadwal.

Penundaan maksimal hanya 2 minggu, jika melewatkan jadwal imunisasi dikhawatirkan anak akan rentan terkena penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan vaksin.

Lalu bagaimana agar tetap aman membawa anak imunisasi di tengah wabah covid-19? Berikut beberapa tips untuk ayah dan bunda yang ingin membawa si kecil imunisasi:

Pilih rumah sakit atau klinik yang memisahkan pelayanan imunisasi

Sebelum membawa anak imunisasi, sebaiknya lakukan survei terlebih dahulu terhadap rumah sakit atau klinik yang akan dituju. Sebaiknya ayah dan bunda memilih rumah sakit yang memisahkan pelayanan imunisasi dengan pelayanan lainnya. Sekarang juga sudah banyak klinik khusus untuk vaksinasi sehingga mengurangi paparan dengan orang sakit atau pasien lain.

Buat janji atau daftar terlebih dahulu secara online atau melalui telepon

Agar tidak terlalu lama berada di rumah sakit atau klinik, sebaiknya lakukan perjanjian atau mendaftar dulu. Dengan membuat janji terlebih dahulu,  ayah dan bunda bisa datang sesuai dengan jadwal dan tidak perlu lama mengantri di tengah keramaian. Dengan begitu waktu kunjungan ke rumah sakit akan lebih efektif.

Tetap lakukan protokol pencegahan ketika membawa anak imunisasi

Ketika keluar rumah selalu terapkan protokol pencegahan penularan, tidak hanya orang tua tapi juga si kecil. Selalu pakai masker, menjaga jarak dengan orang lain minimal 1-2 meter, dan selalu bawa hand sanitizer untuk jaga-jaga jika tidak menemukan tempat cuci tangan. Hindari memegang daerah wajah menggunakan tangan.

Jika anak sudah bisa berjalan dan berlarian, maka jaga si kecil agar tetap tenang dan tidak berlarian di rumah sakit atau klinik. Setelah selesai imunisasi usahakan untuk segera pulang ke rumah. Sesampainya di rumah segera cuci tangan dengan sabun atau mandi dan ganti pakaian ayah, bunda, serta  si kecil ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tips Ajarkan Dua Bahasa pada Anak

adorable-book-boy-1250722

Selain bahasa ibu alias bahasa Indonesia, kini banyak orangtua yang mengutamakan buah hatinya agar memiliki kemampuan berbahasa asing misalnya saja bahasa Inggris. Orangtua berpikir, dengan memiliki kemampuan tersebut, maka akan memudahkan buah hatinya meniti karier di masa depan. Namun kapan sebaiknya mengajari si kecil berbahasa asing? Sejatinya belajar bahasa asing pada anak-anak bisa dilakukan sedini mungkin. Hal ini supaya mereka lebih mudah menyerap kosa kata dan pola bahasa yang dipelajari.

Sebagai contoh, Bun, anak kecil saja bila menonton kartun berbahasa inggris lambat laun tak akan asing bahkan mulai berani berbicara dalam bahasa Inggris. Nah, mengutip Very Well Family, sekitar 12 persen anak di atas usai 5 tahun merupakan bilingual atau bisa berbicara dalam dua bahasa.

Sebuah penelitian menunjukkan, mengajarkan anak dalam dua bahasa jauh lebih mudah jika dilakukan sejak dini. American Speech-Language-Hearing Association menjelaskan ada beberapa keuntungan mengajarkan dua bahasa kepada anak. Mulai dari bisa belajar kata-kata baru dengan cepat, meningkatkan kemampuan mempelajari informasi baru, lebih mudah menyelesaikan masalah, serta punya keterampilan mendengarkan lebih baik.

Sebagai panduannya, berikut ini cara yang tepat yang dapat Bunda lakukan untuk mengajarkan dua bahasa pada anak.

Perdengarkan Suara-suara yang Unik ya Bun

Pada usia dua atau tiga tahun, anak biasanya sedang dalam proses mengenali pola bicara, Bun. Untuk itu cobalah untuk mengajarkan dua bahasa padanya dengan suara-suara yang unik. Di usia tersebut, mereka dengan mudah lebih mengenali suara. Selain itu, menurut Francois Thibaut, Director of the Language Workshop for Children, di New York City, Anda bisa mengajarkan mereka dengan cara memperdengarkan musik lho.

Usahakan Bunda Menciptakan Lingkungan Belajar yang Santai Untuknya

Thibaut mengatakan, cara terbaik untuk mengajarkan bahasa baru pada anak adalah dengan membiarkannya mendengarkan percakapan seseorang yang sudah lancar berbahasa tersebut. Kelak secara alami ia akan mencoba untuk bicara juga. Apalagi anak yang berusia 2 atau 3 tahun juga suka meniru apa yang mereka dengar.

Namun pastikan Bunda dan pasangan pun juga sudah fasih berbicara dengan bahasa yang ingin diajarkan pada anak ya Bun. Hal itu untuk memudahkan si kecil memahami arti dari kata-kata dan frasa yang pendek yang Bunda ucapkan.

Ajarkan Kata Demi Kata

Jika tidak ingin melakukan pelajaran formal kepada anak, Bunda bisa memperkenalkan dasar-dasar bahasa tersebut dengan menunjukkan suatu benda memiliki dua bahasa. Manfaatkan kartu-kartu permainan yang punya dua bahasa dilengkapi dengan gambar. Selain itu, Bunda juga bisa menggunakan video-video tutorial untuk mengajarkan dua bahasa pada anak di YouTube. Jangan lupa untuk terus mengulang pelajaran tersebut sesering mungkin, agar anak cepat memahami.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengajarkan si kecil lebih dari satu bahasa. Kunci terpenting, Bunda dapat mengajarkan si kecil belajar bahasa asing sebagai bahasa kedua setelah ia menguasai banyak kosakata dari bahasa ibu, ya Bun. Dengan begitu anak tidak kesulitan membedakan kosakata dari bahasa ibu dengan kosakata dari bahasa asing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Bun, Meminta Tolong Si Kecil Pergi Ke Warung Membawa Banyak Manfaat Loh

brunette-child-daylight-2774383

Biasanya, saat sedang sibuk di dapur, sebagai ibu kadang kita melibatkan si kecil untuk membelikan bumbu dapur ke warung ya Bun. Pekerjaan semacam ini kelihatannya sepele. Bahkan mungkin dulu saat Bunda masih kanak-kanan, Bunda juga pernah mengalaminya.

Tapi tahukah Bun, ternyata aktivitas ini membawa banyak manfaat nih Bun. Menurut laman Sahabat Keluarga – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyuruh anak ke warung memiliki 6 manfaat, apa saja?

Si Kecil dapat Melatih Keberaniannya

Umumnya, anak akan merasa takut untuk pergi keluar rumah kecuali bila ia dipanggil oleh teman-temannya. Sementara dengan menyuruhnya pergi ke warung, hal ini bisa menjadi salah satu trik guna melatih si kecil yang lebih berani.

Mungkin bila awalnya si kecil takut, Bunda bisa mengantarnya sampai ke dekat warung baru kemudian di permintaan selanjutnya, Bunda hanya perlu mengantarnya sampai depan rumah saja. Dalam proses ini memang butuh kesabaran guna melatih keberanian si kecil, tapi ingat, tak perlu sampai memarahinya ya Bun.

Ternyata Bisa Melatih Daya Ingat Juga nih Bun

Bun, selain melatih rasa berani si kecil, dengan meminta tolong si kecil pergi ke warung juga mampu melatih daya ingatnya. Saat Bunda misalnya menyampaikan apa saja yang harus dibeli, maka dengan seksama ia akan menyimak dan mengingat pesan Bunda.

Tapi bila pesanan Bunda terlupa, tak perlu kecewa atau marah ya. Tetap maklumi atau mungkin saja memang ada kesalahan yang terjadi saat transaksi atau saat penjual memasukkan belanjaan ke kantung. Atau, cara terbaik lainnya adalah berikan catatan pada si kecil guna meminimalisir kesalahan.

Melatihnya Memberikan Tanggung Jawab Sedari Dini

Saat memintanya untuk pergi ke warung dengan sederet catatan kebutuhan bumbu dapur atau semacamnya, aktivitas ini berguna untuk melatih tanggung jawabnya, Bun. Bagaimanapun ia pasti akan mempertanggungjawabkan agar pesanan yang diminta dan diamanahkan orangtuanya bahkan mengupayakan agar berhasil mendapatkan barang tersebut.

Juga Melatihnya untuk Belajar Menyampaikan Pesan

Manfaat lain yang didapat adalah melatihnya berkomunikasi dan belajar menyampaikan pesan kepada orang lain. Anak akan berkomunikasi dengan Bunda sebagai pihak yang memberikan instruksi sehingga ia akan berusaha memperhatikan barang yang akan kita pesan.

Selanjutnya, si kecil juga akan berlatih berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada penjual. Mulai dari memberi salam hingga menyampaikan apa saja yang dibutuhkan. Tentunya ada anak yang mampu berkomunikasi dengan baik dan lancar, namun ada juga sebaliknya.

Tapi dengan seringnya Bunda menyuruh anak, maka frekuensi berkomunikasi mereka semakin banyak, serta dapat mengurangi rasa malu, takut, dan menambah percaya diri.

Sekaligus Membiasakannya agar Terbiasa Berhitung

Keuntungan lainnya dari menyuruh anak ke warung adalah melatih untuk berhitung. Terutama jika uang yang Bunda beri ternyata kelebihan, ia akan belajar tak hanya bertanggung jawab pada belanjaannya, tapi juga pada uang serta kembalian yang diterima guna memastikan jumlahnya benar.

Namun dari manfaat yang sudah terlihat, pastikan dulu Bunda menunjuk warung atau toko di sekitar rumah ya Bun. Jadi memang tidak jauh, kondisi jalan aman, serta anak memang sudah bisa diberi kepercayaan ketika usianya sudah cukup matang guna meminta tolong.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top