Parenting

Kenali Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah Susah Makan pada Anak

anaksusahmakan

Proses memberikan makan kepada anak bukan perkara mudah. Salah satu tantangan yang acapkali dihadapi adalah anak susah makan.

Jenis – jenis masalah makan pada anak yang perlu orang tua ketahui

Masalah makan dapat diklasifikasikan menjadi inappropriate feeding practice, small eaters, dan parental misperception.

Inappropriate feeding practice

Merupakan masalah makan yang disebabkan oleh…

Untuk membaca artikel dari Sayangianak Extra ini, silakan isi data dibawah. Sayangianak akan mengirimkan konten ini ke email kamu

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan Ibu & Anak

Bun, Pastikan Asupan ASI Si Kecil Terpenuhi dengan Cara Ini

adult-baby-babysitter-698878

Bayi yang baru lahir diusahakan untuk terus mengasup ASI dari Bundanya. Tak ada batasan waktu kapan ia harus menyusu dan kapan berhenti. Namun menariknya, kadang bayi hanya menyusu sebentar, tapi kadang juga dapat menyusu dalam rentang waktu yang relatif lama. Nah, hal semacam ini yang membuat Bunda sering bingung, kira-kira bagaimana ya caranya mengetahui asupan ASI Bunda sudah cukup untuknya si kecil.

Bun, tak perlu panik. Kendati menyusui memang tidak seperti memberi bayi susu dalam botol yang bisa dilihat jumlahnya, Bunda tetap dapat mengetahui si kecil sudah cukup mendapat ASI atau tidak. Mengutip dari Kumparan, Dr. Eveline P. N. Sp.A dalam laman Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI menjelaskan cara untuk mengetahui hal itu, yaitu dengan pengecekan pada bayi berdasarkan beberapa tanda-tanda

  • Bayi buang kecil 1 sampai 2 kali per hari dalam 12-24 jam pertama kehidupan
  • Urine si kecil sangat pekat dalam beberapa hari pertama dapat terlihat endapan merah bata yang merupakan kristal asam urat atau brick dust
  • Bayi buang air kecil 6 sampai 8 kali per hari setelah 5 hari
  • Tinja bayi pertama atau mekonium keluar dalam 24 jam pertama
  • Kolostrum membantu pengeluaran mekonium lebih cepat
  • Mekonium akan menipis menjadi hijau kecokelatan atau hijau kekuningan dalam 3 sampai 6 hari. Lebih dari 6 hari, tinja ASI sudah terbentuk yaitu cair, bau asam, bergas.

Sedangkan bayi yang tidak cukup mendapat ASI, kata Dr. Eveline, adalah memiliki tanda-tanda seperti berikut:

  • Urine bayi berwarna merah bata pada popok setelah hari ke 5
  • Bayi buang air kecil kurang dari 6 kali dalam 24 jam setelah hari ke 5
  • Mekonium bayi masih keluar setelah usianya 5 hari
  • Bayi kehilangan berat badan sebesar 7 persen atau lebih dalam 72 jam pertama, atau berat badan belum kembali ke berat lahir pada hari ke 7 sampai 10 maka sebaiknya mendapat evaluasi yang baik.

Jadi jangat khawatir lagi ya Bun, cek tanda-tanda di atas pada bayi Anda untuk mengetahui ia mendapat cukup ASI atau tidak, dan tetaplah terus semangat menyusui si kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Memberi MPASI Pada Bayi Prematur Ada Anjurannya Lho Bun

baby-baby-eating-chair-973970 (2)

Memiliki bayi yang terlahir prematur berarti membuat orangtuanya harus lebih jeli dalam memperhatikan setiap kebutuhan si kecil. Namun sebelum beranjak lebih jauh, Bunda perlu tahu, bayi yang tergolong prematur adalah si kecil yang lahir sebelum usia 37 minggu kehamilan. Menariknya, khusus pada kasus bayi lahir prematur, biasanya mereka memiliki usia yang dikoreksi, yaitu usia bayi sejak lahir (usia sebenarnya) dikurangi jumlah minggu atau bulan saat ia lahir lebih awal.

Misalnya, untuk bayi berusia 12 bulan yang lahir 3 bulan lebih awal, maka usia dikoreksi mereka adalah 9 bulan (12 bulan – 3 bulan = 9 bulan). Usia terkoreksi digunakan sampai si kecil berusia dua tahun. Mengenai nutrisi, si kecil yang terlahir prematur pun memiliki usia yang berbeda dari bayi yang lahir cukup bulan. Bunda pun perlu tahu, pedoman yang biasanya menganjurkan si kecil mulai MPASI sekitar usia 6 bulan, maka hal tersebut tak berlaku untuk bayi prematur.

Maka, Kira-kira Kapan ya Bun Waktu yang Tepat Memberi MPASI bagi Bayi Prematur?

Berdasarkan anjuran para dokter, Bunda disarankan memulai MPASI pada bayi prematur sekitar usia 5-7 bulan usia sebenarnya alias usia sejak ia lahir. Alangkah lebih baik bila sebelum si kecil memulai makanan padat, ia harus dapat melakukan beberapa hal ini:

  1. Duduk dengan menegakkan kepala
  2. Menunjukan minat pada makanan yang dikonsumsi orang lain
  3. Dapat membuka mulut
  4. Mulai memasukkan mainan atau jari ke mulut mereka.

Hal ini guna menghindari Bunda memberikan MPASI yang terlalu cepat pada bayi prematur. Sebab terlalu cepat memberikan MPASI justru dapat memperbesar risiko si kecil mengalami alergi makanan. Selain itu, hal itu juga akan memicu gangguan pencernaan lantaran si kecil belum siap terhadap makanan padat. Saat si bayi belum siap untuk MPASI, biasanya lidah mereka akan menolak sendok makanan, karena terbiasa minum dari payudara atau botol.

Selain itu, jangan sampai si kecil pun juga terlambat mendapatkan MPASI. Kalau sampai terlambat, dikhawatirkan kebutuhan gizinya tak terpenuhi, Bun. Bila telat memberikan MPASI pun besar kemungkinan si kecil jadi enggan mengonsumsi makanan apapun kecuali ASI dan susu. Kebiasaan ini pun akan membuat si kecil tumbuh jadi picky eater lantaran ia enggan atau bahkan menolak mencoba rasa atau makanan baru. Karenanya, berikan MPASI di waktu yang tepat ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Bila Menyapih Dirasa Susah, Mungkin Metodenya Ada yang Salah Bunda

adorable-baby-black-and-white-2015884

Bun, kegiatan menyapih untuk Bunda tentu menjadi momen yang berat. Terlebih bagi para Bunda yang baru pertama memiliki anak. Belum lagi proses menyapih pun sangat menguras fisik, pikiran, hingga emosi. Momen seperti tak tega pada buah hati, akhirnya membuat Bunda kian mengulur waktu proses menyapih si kecil.

Biasanya, anak sudah bisa mulai disapih di usia empat tahun dua bulan. Bagi Bunda yang sedang kebingungan mencari cara menyapih yang tepat, berikut ini ada metode yang direkomendasikan oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).

Tapi yang terpenting menurutnya, anak tidak boleh dipaksa terlalu keras untuk disapih, dan Bunda juga harus siap. Jika Bunda masih belum tega, maka tandanya Bunda belum siap

Pastikan Bunda Melakukan Proses Tersebut Secara Perlahan dan Bertahap

Cara pertama yang dapat Bunda lakukan yaitu dengan mengurangi frekuensi menyusu anak. Misalnya, jika biasanya si kecil akan menyusu setiap 2 atau 3 jam sekali. Cobalah memperpanjang jaraknya menjadi 4 atau 5 jam. Cara ini mungkin akan sulit di awal, yang penting Bunda harus konsisten. Prinsipnya, jangan menawarkan dan jangan mengomelinya juga Bun saat ia masih kesulitan melepaskan kebiasaan menyusu dari payudara Bunda. Intinya, lakukan secara bertahap dan konsisten.

Pastikan Komunikasi dengan Anak Berjalan Dua Arah

Apapun cara yang Bunda terapkan saat proses menyapih, yang penting jangan lupa untuk selalu mengkomunikasikan dengan si anak ya Bun. Saat ia sudah berusia kurang lebih dua tahun, anak sudah memahami kata-kata orang tua meski masih terbatas. Beri pengertian kepada anak bahwa ia tengah dalam proses menyapih tanpa harus melakukan kebohongan.

Alihkan Perhatian Si Kecil Semampu Bunda

Menyapih si kecil butuh skill dan keteguhan dari Bunda. Salah satunya keahlian mengalihkan perhatian si kecil. Misalnya, ketika anak hendak tidur, ibu bisa membacakan buku hingga ia mengantuk dan tertidur tanpa menyusu langsung dari payudara.

Bila ia mengeluhh haus, Bunda bisa memberikannya cairan pengganti ASI seperti air putih atau jus buah yang Bunda berikan lewat gelas. Atau, Bunda juga bisa memperkenalkan susu formula atau susu pengganti lainnya jika dirasa perlu. Satu hal yang penting, hindari penggunaan dot ya Bu.

Bunda Juga bisa Melibatkan Ayah Dalam Proses Ini ya 

Bun, jangan lupa untuk melibatkan ayah dalam proses bonding dengan buah hatinya. Selama ini si kecil mungkin bisa saja bersikeras meminta menyusu di payudara ibu karena ibu berada di sisi anak.  Di momen semacam inilah ayah bisa membantu mengalihkan perhatian anak dengan mendongeng atau melakukan aktivitas lain sampai anak lelah dan tertidur atau mau minum selain ASI dari payudara ibu.

Dan yang Paling Penting, Usahakan Kondisi Si Kecil Memang Sudah Siap untuk Disapih

Yang terpenting, hindari proses menyapih anak jika si kecil memang terlihat belum siap untuk disapih. Misalnya, jika ia sangat rewel atau tengah dalam kondisi marah atau sakit. Bunda juga sebaiknya tunda dulu proses menyapih.  Jika anak tengah mengalami perubahan besar dalam lingkungannya seperti pindah rumah atau berganti pengasuh.

Memang kita akan menemukan banyak sekali dilema dan pertimbangan matang saat hendak menyapih anak, namun bila saatnya sudah tepat dan metode Bunda pun diterima anak, maka si kecil akan mengerti bahwa memang saat itulah yang tepat untuk tak lagi menyusu dari Bundanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top