Parenting

Kenali Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah Susah Makan pada Anak

Proses memberikan makan kepada anak bukan perkara mudah. Salah satu tantangan yang acapkali dihadapi adalah anak susah makan.

Jenis – jenis masalah makan pada anak yang perlu orang tua ketahui

Masalah makan dapat diklasifikasikan menjadi inappropriate feeding practice, small eaters, dan parental misperception.

Inappropriate feeding practice

Merupakan masalah makan yang disebabkan oleh…

Untuk membaca artikel dari Sayangianak Extra ini, silakan isi data dibawah. Sayangianak akan mengirimkan konten ini ke email kamu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Sumber Gizi yang Praktis dan Higienis untuk Nutrisi Keluarga Saat New Normal

Sebuah informasi penting untuk ayah dan bunda, Crystal of the Sea baru-baru inin mengumumkan komitmennya untuk memenuhi permintaan produk ikan teri yang terus meningkat di market Indonesia, khususnya di masa new normal. Bubuk ikan teri Crystal of the Sea mengandung berbagai gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak, menambah selera makan anak, dan memenuhi kebutuhan gizi seluruh anggota keluarga agar tubuh senantiasa sehat. Dengan shelf-life (masa simpan) yang panjang sampai 2 tahun, bubuk teri ini adalah salah satu sumber gizi yang ideal, praktis, dan aman bagi seluruh anggota keluarga bun.

Bahan utama bubuk ikan teri Crystal of the Sea adalah murni 100 persen ikan teri yang sudah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia dan populasinya melimpah di perairan Indonesia. Kekayaan gizi ikan teri sudah tak terbantahkan lagi. Meski bentuknya mungil-mungil, manfaat ikan teri bagi kesehatan tak sekecil ukurannya. Ikan teri mengandung Omega-3, Protein dan Kalsium, yang baik untuk pertumbuhan otak dan tulang. Di setiap satu sendok teh (4 gram) bubuk teri Crystal of the Sea terkandung 202mg Omega-3, 3g Protein dan 74mg Kalsium yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian yang dibutuhkan tubuh kita.

Bunda juga tentu sudah tahu kan, kalau Omega-3 bagus untuk perkembangan otak bagi anak-anak dan kesehatan jantung bagi orang dewasa. Asam lemak ini tidak bisa diproduksi oleh tubuh secara alami, melainkan dari makanan dan ikan adalah sumber Omega-3 yang terbesar. Adapun Kalsium yang tinggi akan membantu pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi. 

“Pada masa new normal ini, kualitas dan keamanan makanan sangatlah penting untuk menjaga dan bahkan meningkatkan kesehatan seluruh anggota keluarga. Crystal of the Sea diciptakan untuk keluarga yang membutuhkan produk makanan yang praktis, sehat, dan berkualitas tinggi, serta dipastikan bebas bahan pengawet dan impurities,” tutur Kenji Kusuma, General Manager Crystal of the Sea. “Demand terhadap ikan teri di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, di sinilah Crystal of the Sea hadir untuk membangun kepercayaan konsumen dengan selalu memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan pangan. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk seluruh keluarga di Indonesia, sebab ini adalah produk yang memakai bahan baku dari perairan Indonesia, diproduksi oleh orang Indonesia untuk masyarakat Indonesia.”

Sebagai informasi untuk bunda, Crystal of the Sea yang diproduksi oleh PT. Urchindize Indonesia adalah bubuk ikan pertama yang mendapat sertifikasi Badan POM. Produk ini dilahirkan dari proses produksi berstandar internasional untuk menjamin produk yang bersih dan aman untuk dikonsumsi. Crystal of the Sea juga dijamin bebas bahan pengawet, seperti formalin, maupun pemutih, sehingga mengeliminasi kekhawatiran dan keraguan konsumen akan keamanan produk ikan teri.

Dengan quality control yang sangat ketat, produk Crystal of the Sea sangat aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak. Penyajiannya sangat mudah, bubuk teri ini bisa langsung ditambahkan ke dalam masakan sebagai perasa alami, atau ditaburkan di makanan yang siap disantap, untuk mendapatkan manfaatnya.

Crystal of the Sea adalah pilihan yang tepat bagi yang membutuhkan nutrisi yang lengkap untuk menjaga maupun meningkatkan kesehatan anak dan seluruh anggota keluarga di masa new normal ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Bun, Pastikan Asupan ASI Si Kecil Terpenuhi dengan Cara Ini

Bayi yang baru lahir diusahakan untuk terus mengasup ASI dari Bundanya. Tak ada batasan waktu kapan ia harus menyusu dan kapan berhenti. Namun menariknya, kadang bayi hanya menyusu sebentar, tapi kadang juga dapat menyusu dalam rentang waktu yang relatif lama. Nah, hal semacam ini yang membuat Bunda sering bingung, kira-kira bagaimana ya caranya mengetahui asupan ASI Bunda sudah cukup untuknya si kecil.

Bun, tak perlu panik. Kendati menyusui memang tidak seperti memberi bayi susu dalam botol yang bisa dilihat jumlahnya, Bunda tetap dapat mengetahui si kecil sudah cukup mendapat ASI atau tidak. Mengutip dari Kumparan, Dr. Eveline P. N. Sp.A dalam laman Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI menjelaskan cara untuk mengetahui hal itu, yaitu dengan pengecekan pada bayi berdasarkan beberapa tanda-tanda

  • Bayi buang kecil 1 sampai 2 kali per hari dalam 12-24 jam pertama kehidupan
  • Urine si kecil sangat pekat dalam beberapa hari pertama dapat terlihat endapan merah bata yang merupakan kristal asam urat atau brick dust
  • Bayi buang air kecil 6 sampai 8 kali per hari setelah 5 hari
  • Tinja bayi pertama atau mekonium keluar dalam 24 jam pertama
  • Kolostrum membantu pengeluaran mekonium lebih cepat
  • Mekonium akan menipis menjadi hijau kecokelatan atau hijau kekuningan dalam 3 sampai 6 hari. Lebih dari 6 hari, tinja ASI sudah terbentuk yaitu cair, bau asam, bergas.

Sedangkan bayi yang tidak cukup mendapat ASI, kata Dr. Eveline, adalah memiliki tanda-tanda seperti berikut:

  • Urine bayi berwarna merah bata pada popok setelah hari ke 5
  • Bayi buang air kecil kurang dari 6 kali dalam 24 jam setelah hari ke 5
  • Mekonium bayi masih keluar setelah usianya 5 hari
  • Bayi kehilangan berat badan sebesar 7 persen atau lebih dalam 72 jam pertama, atau berat badan belum kembali ke berat lahir pada hari ke 7 sampai 10 maka sebaiknya mendapat evaluasi yang baik.

Jadi jangat khawatir lagi ya Bun, cek tanda-tanda di atas pada bayi Anda untuk mengetahui ia mendapat cukup ASI atau tidak, dan tetaplah terus semangat menyusui si kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Memberi MPASI Pada Bayi Prematur Ada Anjurannya Lho Bun

Memiliki bayi yang terlahir prematur berarti membuat orangtuanya harus lebih jeli dalam memperhatikan setiap kebutuhan si kecil. Namun sebelum beranjak lebih jauh, Bunda perlu tahu, bayi yang tergolong prematur adalah si kecil yang lahir sebelum usia 37 minggu kehamilan. Menariknya, khusus pada kasus bayi lahir prematur, biasanya mereka memiliki usia yang dikoreksi, yaitu usia bayi sejak lahir (usia sebenarnya) dikurangi jumlah minggu atau bulan saat ia lahir lebih awal.

Misalnya, untuk bayi berusia 12 bulan yang lahir 3 bulan lebih awal, maka usia dikoreksi mereka adalah 9 bulan (12 bulan – 3 bulan = 9 bulan). Usia terkoreksi digunakan sampai si kecil berusia dua tahun. Mengenai nutrisi, si kecil yang terlahir prematur pun memiliki usia yang berbeda dari bayi yang lahir cukup bulan. Bunda pun perlu tahu, pedoman yang biasanya menganjurkan si kecil mulai MPASI sekitar usia 6 bulan, maka hal tersebut tak berlaku untuk bayi prematur.

Maka, Kira-kira Kapan ya Bun Waktu yang Tepat Memberi MPASI bagi Bayi Prematur?

Berdasarkan anjuran para dokter, Bunda disarankan memulai MPASI pada bayi prematur sekitar usia 5-7 bulan usia sebenarnya alias usia sejak ia lahir. Alangkah lebih baik bila sebelum si kecil memulai makanan padat, ia harus dapat melakukan beberapa hal ini:

  1. Duduk dengan menegakkan kepala
  2. Menunjukan minat pada makanan yang dikonsumsi orang lain
  3. Dapat membuka mulut
  4. Mulai memasukkan mainan atau jari ke mulut mereka.

Hal ini guna menghindari Bunda memberikan MPASI yang terlalu cepat pada bayi prematur. Sebab terlalu cepat memberikan MPASI justru dapat memperbesar risiko si kecil mengalami alergi makanan. Selain itu, hal itu juga akan memicu gangguan pencernaan lantaran si kecil belum siap terhadap makanan padat. Saat si bayi belum siap untuk MPASI, biasanya lidah mereka akan menolak sendok makanan, karena terbiasa minum dari payudara atau botol.

Selain itu, jangan sampai si kecil pun juga terlambat mendapatkan MPASI. Kalau sampai terlambat, dikhawatirkan kebutuhan gizinya tak terpenuhi, Bun. Bila telat memberikan MPASI pun besar kemungkinan si kecil jadi enggan mengonsumsi makanan apapun kecuali ASI dan susu. Kebiasaan ini pun akan membuat si kecil tumbuh jadi picky eater lantaran ia enggan atau bahkan menolak mencoba rasa atau makanan baru. Karenanya, berikan MPASI di waktu yang tepat ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top