Parenting

Kenali Dampak Tidak Mengajarkan Anak Disiplin

disiplin anak, mendidik anak, parenting indonesia

Disiplin pada anak itu perlu dilatih dan diarahkan. Tidak mengajari disiplin sejak menyebabkan anak sulit memfokuskan diri pada satu kegiatan sampai usai. Ia pun sulit untuk berfikir dan mencari solusi setiap masalah yang dijumpai dari kegiatan tersebut.

Disiplin yang diajarkan di rumah akan menjadi jembatan untuk terjun ke dunia luas yang cukup keras. Banyak orang tua tak mengajarkan disiplin secara tidak lanagsung pada anak. Simak Alasan Orang Tua Tak Mengajarkan Disiplin pada anak.

Disiplin yang tidak diajarkan juga memiliki dampak loh. Yuks  Kenali Dampak Tidak Mengajarkan Anak Disiplintidakmengajarianakdisiplin

Membuat Bayi Tak belajar Mengontrol Emosi

Bayi kenal disiplin dari kebiasaan sehari-hari. Tetapi kalau kebiasaaan sehari-hari saja membingungkan karena tak ada aturan yang jelas untuk ditaati bersama, bagaimana bayi bisa bisa mengenal dunia ini sebagai tempat yang nyaman, dapat dipercaya dan dikendalikan.

Semuanya serba tidak pasti, misalnya kapan harus mandi, makan dan sebagainya. Akhirnya bayi tak pernah belajar bagaimana mengontrol semosi melalui kebiasaan yang dilakukan sehari-hari

Lantas Apa yang sebaiknya dilakukan oleh Orang Tua?
– Biasakan bayi tidur tepat waktu dengan pola tidur teratur dan ditempat tidur. Rutinitas adalah langkan awal mengenalkan bayi pada disiplin.
–  Berikan ASI dengan pola yang teratur
– Jaga kebersihan bayi dengan segera mengganti baju/popok bila basah

Membuat Batita Semuanya Sendiri

Tidak ada aturan yang tegas di rumah sehigga menyebabkan anak bersikap semaunya. Akibatnya anak tidak disukai dalam pergaulan. Selain itu, kemampuan membedakan benar salah, baik/buruk akan terhambat.

Lantas apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua?

– Gunakan Taktik. Misalnya orang tua tak ingin anak menonton TV sampai malam, sebaiknya segera ajak anak ke kamar. Bacakan buku cerita atau dongeng kegemarannya sampai tertidur.
– Jangan asal melarang tetapi sampaikan juga alasannya dengan bahasa yang mudah dipami anak.
– Sampaikan dengan jelas. Umpama, anak tak boleh bermain terlalu jauh, ini membingungkan anak. Katakan saja kalau hanya boleh bermain diteras rumah.

Membuat Anak Prasekola Sulit Ikut Aturan

Selain kesulitan mengikuti aturan main di TK, ia pun sering kehilangan barang atau mainan akibat ketidak disiplinannya.

Yang sebaiknya dilakukan Orang Tua:
– Bantu buatkan jadwal yang teratur semisal bangun pagi, mandi lalu sarapan.
– Kauth anak membesarjab sendiri urusan sehari-harinya seperti menaruh sepatu, tas dan seragam sekolahnya ditempat seharusnya.
-Usahakan satu rumah memiliki ritme yang saa sehingga tidak sulit mengikutinya.

Membuat anak Usia 6-8 Tahun, Jadi Teledor

Anak akan kesulitan mengikuti aturan di sekolah dasar yang jauh lebih disiplin daripada aturan di Sekolah, Sering ketinggalan buku pelajaran,lupa tidak mengerjakan PR dan lainnya.

Lantas apa yang seharusnya dilakukan orang tua?
– Bantu membuat jadwal harian, kapan waktu belajar, bermain dan istirahat
– Buat table hukuman misalnya kesalahan yang sama terulang sekian kai maka jatah nbermain sepedanya dikurangi.
– Sesekali biarkan anak merasakan dampak dari ketidak disiplinannya.

Membuat Usia 9 -12 Tahun, Prestasi tak memuaskan

Anak akan mendapat banyak masalah disekolah maupun dengan teman-temannya. Prestasi Pelajarannya juga cendung kurang memuaskan karena anak tidak bisa membagu waktunya dengan baik. Ia tumbuh menjadi pribadi yabg tidak tenangm selalu resah dan teburu-buru.

Lantas apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua?
– Anak usia ini sudah bisa diajak bicara. Berikan contoh-contoh lingkungan terdekat dari orang-orang yang gagal.
– Pertegas sanksi bila masih mengulang kesalahan yang sama

 

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Supaya Si Kecil Mau Mengonsumsi Sayur, Bujuk dengan Cara-cara yang Menyenangkan

baby-baby-eating-chair-973970 (3)

Banyak sekali manfaat yang akan didapat bila si kecil terbiasa mengonsumsi sayur. Di masa tumbuh kembangnya, sayur merupakan makanan sumber energi yang mengandung vitami, antioksidan, serat, serta air. Anak yang gemar makan sayur, bisa membantu melindungi mereka dari berbagai penyakit di kemudian hari, seperti jantung, stroke hingga kanker.

Mengutip dari laman raisingchildren, menurut Australian Dietary Guidelines, berikut ini porsi sayur yang sebaiknya dikonsumsi anak-anak, Bun.

– Anak 1-2 tahun, 2-3 porsi sayuran setiap hari
– Anak 2-3 tahun, 2 ½ porsi sayuran setiap hari
– Anak 4-8 tahun, 4 ½ porsi sayuran setiap hari.

Namun memberikan makanan seperti sayur tak semudah yang kita bayangkan. Tak sedikit anak-anak yang mengaku tak suka makan sayur. Untuk itu, perlu cara kreatif untuk mengenalkan sayur pada si kecil. Ingat Bun, tak perlu memarahi atau pusing sendiri. Berikut ini cara-cara yang dapat Bunda aplikasikan.

Berikan Contoh yang Baik tentang Sayuran, Bun

Mendorong anak makan sayur bisa dilakukan dengan memberinya contoh, seperti membiarkan anak melihat orangtuanya makan sayuran. Cobalah cara ini saat sedang kumpul makan bersama keluarga. Lalu beritahukan anak untuk mengonsumsi makanan sehat diawali dengan makan sayur ya Bun. Dengan begitu, anak secara perlahan akan meniru kebiasaan Moms makan sayur.

Terus Mencoba Berikan Sayuran

Salah satu alasan anak tak suka sayur bisa jadi lantaran tekstur atau rasanya. Alasan ini normal lho Bun. Kendati begitu, teruslah berusaha untuk memberikan sayur sampai ia mau mencobanya suatu saat nanti. Beberapa anak biasanya perlu mencoba makanan baru sampai 10 kali sebelum mereka mengonsumsinya. Kemudian 10 kali lagi sebelum anak memutuskan untuk menyukai sayur.

Bunda Juga Bisa, Berikan Pujian Saat Si Kecil Mencoba Makan Sayur

Berikan pujian pada si kecil setiap mau makan sayur ya Bun. Dengan cara ini, si kecil tentu akan menyukainya. Yang perlu diingat, berikan pujian yang bijak ya Bun sehingga si kecil memang benar-benar menyukai sayur, bukan karena hanya ingin mendapatkan pujian dari Bunda saja.

Dan Cobalah Melibatkan Anak Memasak Sayur Bersama saat di Dapur Bun

Melibatkan anak memasak sayuran di dapur, lalu menyiapkan segalanya bersama dengan Bunda, bisa membantu anak untuk menyukai sayuran secara perlahan. Untuk anak yang sudah mulai besar, ajak ia untuk memotong sayuran. Atau sekali waktu, ajak si kecil berbebelanja sayuran sehingga ia dapat memilih sendiri sayur apa yang diinginkannya, Bun.

Jadikan Sayur Sebagai Pilihan Camilan untuknya

Jika si kecil tak suka sayur, Bunda bisa mencari alternatif lain dengan menjadikan sayur sebagai camilan sehat sehingga bila tak ada camilan di rumah, si kecil akan memilih mengonsumsi sayuran saat ia lapar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Hindari Ucapan yang Bisa Membuat Percaya Diri Anak Menurun, Bun

baby-boy-child-1361766 (2)

Orangtua yang sedang emosi dengan perilaku si kecil mungkin sering lupa dengan ucapan yang terlontar dari mulutnya. Bahkan tanpa disadari, ucapan orangtua bisa saja menyakiti bahkan mempengaruhi harga diri si kecil, Bun.

Linda Bress Silbert, Ph.D dan Alvin J Silbert, Ed.D, yang merupakan founder STRONG Learning Centers, New York, mengatakan kendati ada keluarga dan teman sebaya, sejatinya ucapan orangtua tentu membawa pengaruh besar terhadap anak-anak.

Jadi, orang tualah yang membantu anak-anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Lantas bagaimana caranya? Silbert mengatakan, cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mendukung dan menerimanya sepenuh hati, Bun. Bukan justru merendahkannya.

Hindari ucapan bahwa dia tidak cukup kuat, tidak cukup tampan, atau tidak cukup pintar untuk melakukan sesuatu. Kata-kata dan tindakan Bunda bisa mencegah harga diri anak tumbuh. Karenanya, Silbert mengatakan sebaiknya orang tua membiarkan anak tahu kalau Bunda berpikir dia hebat.

“Anda mungkin tidak menyadari betapa pentingnya untuk menyadari bagaimana Anda berbicara dengan anak,” kata Silbert mengutip bukunya yang berjudul Why Bad Grades Happen to Good Kids; What Parents Need to Know, What Parents Need to Do.

Guna meningkatkan harga diri si kecil, sampaikan pesan dengan lebih hati-hati lagi, Bun. Termasuk saat mereka mengamati wajah dan suara ortu, juga bahasa tubuhnya saat berbicara.

“Anak bisa saja menangkap pesan yang berbeda,” ujar Silbert.

Menurut Silbert, apabila anak-anak percaya orang penting mereka yakni orang tuanya menghargai mereka, mereka pun merasa layak dihargai. Faktor ini sangat penting dalam perkembangan emosional dan keberhasilan sekolah anak-anak, Bun.

“Persepsi anak-anak didasarkan pada firasat, pendapat, gerak tubuh, dan hal-hal lembut lainnya. Anak-anak sangat subyektif dengan tindakan. Karena itu, kita perlu memastikan bahwa kita tidak sengaja mengirimi mereka pesan yang tidak diinginkan,” kata Silbert.

Brynn Burger, seorang ibu yang juga berprofesi sebagai guru pernah mengatakan orang tua yang membesarkan anak-anaknya dengan cara ekstrem hanya membuat masa dewasanya menuju ke jurang kehancuran, Bun. Sebab, yang diperlukan anak-anak adalah sikap positif dari orang tua dan sesuai untuk anak-anak.

“Ketika kita menjadi orang tua, kita tidak menerima instruksi manual atau penjelasan tentang apa yang diharapkan dari setiap anak. Setiap anak, bahkan di rumah yang sama, mungkin memerlukan hal-hal yang berbeda dari orang tua yang berbeda, dan ini bisa sulit diarahkan,” kata Brynn dilansir Addidutemag.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Pentingnya Kenalkan Puasa Arafah Sedari Dini pada Si Kecil

adult-baby-child-1776135 (1)

Sudahkah si kecil diajarkan berpuasa? Tentu jadi kabar baik bila buah hati Bunda sudah mau belajar untuk berpuasa. Namun jangan berkecil hati juga bagi para Bunda yang mungkin pada dua bulan lalu berhasil mengajak si kecil puasa Ramadhan, nah kali ini tak ada salahnya memperkenalkan puasa Arafah ke mereka.

Ya, sehari jelang perayaan Hari Raya Idul Adha, umat Muslim memang disarankan untuk menjalankan puasa Arafah, tepat pada tanggal 9 Zulhijah. Melansir laman NU Online, puasa Arafah ini memiliki keutamaan yang begitu besar.

Menurut hadis yang diriwayatkan HR Muslim, puasa ini masuk ke dalam sunah muakkad. Sedangkan menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat Lc, MA puasa memiliki keistimewaan tersendiri, Bun yakni dapat menggugurkan dosa setahun yang lalu plus menjaga untuk tak melakukan dosa setahun yang akan datang.

Lebih jauh lagi, sudah jadi tanggung jawab orangtua juga mengajari anak-anak agar tergugah untuk berpuasa. Pelan-pelan saja Bun.

Mengutip HaiBunda, Ustazah Aini Aryani, LC, yang menegaskan kalau orang tua harus menjadi contoh untuk anaknya.

“Cara mengajarkan anak berpuasa pastinya harus dicontohkan oleh orang tuanya. Kalau orang tua enggak ikut puasa pasti anak enggak akan puasa. Kenapa? Karena anak itu peniru ulung. Melihat orang tuanya daripada mendengarkan,” kata Aini kepada HaiBunda.

Ajarkan Puasa Sejak Mereka Masih Kecil, Bun

Mengajari anak puasa idealnya dimulai sejak mereka kecil, Bun. Jelaskan kepada mereka mengenai manfaat puasa dan ganjaran pahala yang akan diterima oleh orang-orang yang menunaikannya.

Pelan-pelan jelaskan pada anak jika hakikat puasa Arafah yaitu dapat menghapus dosa setahun yang lalu ya Bun. Serta menjaga mereka dari perbuatan dosa yang akan datang. Pada hakikatnya, puasa dapat menjaga seseorang untuk berbuat dosa. Seperti mencegah anak berbohong, nakal, dan tidak nurut pada orang tua.

Lebih jauh lagi, beritahukan juga pada si kecil jika ada amalan-amalan saleh yang dicintai Allah bila dikerjakan menjelang Idul Adha. Mengenalkan tentang hal ini pada si kecil akan membantu menanamkan keimanan pada anak-anak.

“Terakhir ajari anak bersyukur, ‘Kakak bisa bicara, lihat gara-gara Allah. Kalau Kakak mau bersyukur caranya bisa lewat ibadah, melakukan kewajiban yang diperintahkan Allah’,” tambah Aini.

Yang penting, jangan memaksa anak-anak untuk mau berpuasa ya Bun. Tumbuhkan kesadaran untuk melakukannya secara ikhlas dan semampunya sesuai dengan usia masing-masing anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top