Parenting

Kemandirian Jadi Penentu Masa Depan, Inilah yang Harus Dilakukan Orang Tua agar Memiliki Anak Mandiri

Bukan hanya karena tak akan mereportkan orangtua, mendidik anak mandiri penting sekali, karena akan bermanfaat untuk masa depan anak kelak. Karena, biar bagaimanapun tanggung jawab dalam hidupnya harus dipupuk sejak dini supaya ketika dewasa bisa menyelesaikan masalah sendiri. Orang tua perlu membiasakan si kecil mengambil keputusan dan tidak memaksakan keinginan pada anak. 

Sebelum Melatihnya, Orangtua Perlu Memahami Ciri-ciri Anak Mandiri

Semua orang tua pasti ingin memiliki anak yang mandiri agar dapat tumbuh dengan baik. Membangun kemandirian merupakan salah satu aspek perkembangan setiap anak. Memiliki sikap mandiri, memudahkan si kecil mengontrol hidupnya. Terdapat beberapa ciri-ciri menandakan si kecil mandiri yaitu: 

1. Si Kecil Sering Berinisiatif untuk Melakukan Sesuatu 

Sebagian besar anak memang tidak suka disuruh melakukan tugas tertentu. Tetapi, anak sikap mandiri langsung berinisiatif menyelesaikan tanpa suruhan orang tua. Misalnya membereskan mainan setelah selesai digunakan. 

Melatih sikap mandiri pada anak dengan membiarkannya melakukan tugas-tugas ringan. Si kecil mandiri langsung membereskan tempat tidur tanpa disuruh. Gosok gigi dan mandi pagi tanpa dipaksa orang tua. Jika tindakan ini dikerjakan anak, berarti anak sudah masuk ke tahap mandiri.

2. Ia Juga Suka Mengeksplor Lingkungan Sekitar

Sikap anak kecil suka menjelajah atau mengeksplorasi lingkungan. Sebab di umurnya memiliki rasa ingin tahu yang besar dan senang mencoba hal baru. Biasanya anak seperti ini akan tumbuh menjadi pribadi mandiri baik di rumah maupun lingkungan luar. 

Anak juga sering bertanya tentang apa yang tidak diketahuinya. Mengajukan pertanyaan penting sekali untuk pertumbuhan si kecil. Orang tua dapat mendampingi si kecil untuk memberikan jawaban agar rasa ingin tahunya terpenuhi. 

3. Berani dalam Melakukan Hal-hal Baru yang Belum Pernah Ia Coba 

Anak dengan rasa takut dapat tumbuh menjadi pribadi tidak mandiri. Takut berenang, takut beli jajan sendiri dan hal lainnya yang seharusnya dapat dilakukan tanpa didampingi orang tua. Kondisi seperti ini harus diwaspadai agar ke depannya semakin berani. 

Si kecil yang memiliki sifat tidak takut mengambil risiko cenderung mempertahankan sikap ini sampai dewasa. Sebagian orang tua mungkin merasa khawatir karena tidak ada rasa takut. Namun, hal ini membawa dampak positif bagi si kecil. 

4. Selalu Senang Bermain Meski Sendiri 

Anak senang bermain sendiri, bukan berarti tidak suka bergaul. Maksudnya di sini si kecil tidak mudah merasa bosan ketika sendiri. Karena banyak aktivitas dapat dilakukan meskipun tanpa teman-temannya atau ditemani orang tua. 

Orang tua dapat merekomendasikan permainan yang menyenangkan namun bermanfaat. Tidak harus selalu bersama orang lain agar ia tumbuh menjadi pribadi mandiri. Bayangkan saja jika selalu ditemani orang tua, maka ayah atau ibu sulit mengerjakan hal lain yang tak kalah penting. 

Untuk Itu, Inilah Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua untuk Membentuk Pribadi Anak Mandiri 

Mengajarkan dan melatih anak memang bukan pekerjaan mudah. Saat anak menjadi pribadi mandiri maka beban pekerjaan orang tua lebih mudah. Jadi, jangan terlalu memanjakan anak dengan selalu menyiapkan kebutuhannya. Dapat menerapkan langkah berikut dalam melatih si kecil mandiri. 

1. Coba Beri Anak Tanggung Jawab untuk Melakukan Suatu Hal

Tanggung jawab dimaksudkan di sini adalah yang bersifat ringan dan dapat ditangani si kecil. Tidak diharuskan anak memasak atau mencuci baju. Tetapi, membereskan tempat tidur, meletakkan sikat gigi pada tempatnya adalah tanggung jawab sebaiknya diberikan pada anak. 

Meletakkan sandal dan sepatu di raknya. Baju di lemari disimpan dengan baik serta mengambilnya harus pelan. Mengemas tas sendiri dan kegiatan ringan lainnya. Anak melakukan sendiri tanpa perlu mengganggu orang tua semakin hari bertambah mandiri. 

2. Biarkan Anak Membuat Keputusan Agar Terbiasa Memecahkan Masalahnya Sendiri

Biarkan si kecil membuat keputusan pada apa yang diinginkan. Misalnya saat ke supermarket, tanyakan makanan atau minuman sesuai keinginan anak. Biarkan dia memilih sendiri. Bisa juga menanyakan pada anak makanan apa ingin dimakan malam hari.

Tanyakan pada si kecil memilih menyelesaikan pekerjaan rumah atau mandi terlebih dulu. Ingin mengenakan baju lengan panjang atau pendek. Sering bertanya membuat si kecil merasa diberi kesempatan menentukan pilihan dan membuat keputusan.

3. Izinkan Anak Membuat Kesalahan, Maka ke Depan Ia Bisa Belajar

Hidup ini semua manusia pernah berbuat kesalahan. Tidak terkecuali anak kecil yang banyak belum tahunya. Jangan langsung memarahi dan memukulnya saat berbuat salah, sebaiknya berikan pemahaman bahwa itu tidak benar.

Ajari si kecil belajar dari kesalahan tersebut agar ke depannya berubah menjadi lebih baik. Jangan fokus pada kegagalan supaya anak tidak merasa minder. Berikan kepercayaan padanya bahwa kesempatan berikutnya bisa dimanfaatkan dengan baik. 

4. Berikan Dorongan dan Motivasi untuk Melatihnya Jadi Anak yang Mandiri

Orang tua memiliki peran dalam mendukung dan memotivasi si kecil menjadi pribadi mandiri. Tanpa hal ini, maka keinginan memiliki si kecil mandiri tak pernah didapatkan. Umpan balik positif sangat dibutuhkan si kecil untuk pertumbuhan dan perkembangannya. 

Apapun yang ingin dilakukan sendiri, beri ia kesempatan. Jangan langsung melarang karena tidak percaya anak dapat melakukannya. Jika hal ini terjadi, malah semakin menghambat anak. Ke depannya banyak hal tidak ingin lagi diselesaikan si kecil. 

5. Latih Si Kecil Memecahkan Masalah dan Mencari Jalan Keluarnya

Meskipun masih kecil, anak harus diajarkan cara menyelesaikan masalah sendiri. Ini akan membentuk pribadi mandiri sebab tidak selalu bergantung pada orang tua. Misalnya ada kesalahpahaman dengan teman tentang mainan, ajari anak langkah pemecahan masalah. 

Bagaimana sikapnya menghadapi kesalahpahaman dan hal yang seharusnya dilakukan. Jangan menuduh anak secara negatif supaya dia nyaman bercerita semua hal pada orang tua. Karena tanpa dukungan dari ayah dan ibunya, pada siapa lagi si kecil belajar. Itulah langkah-langkah yang bisa dilakukan orang tua untuk menumbuhkan pribadi anak mandiri. Ingat tidak ada proses instan, semuanya membutuhkan waktu dan proses. Karena itu sangat disarankan diajarkan sedini mungkin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

8 Peran Orang Tua Dalam Kehidupan Anak

Setiap orang pasti memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangatlah penting. Bahkan, peran orang tua diperlukan sejak anak emas dalam kandungan hingga dewasa. Entah itu berperan untuk mengajari anak hingga memenuhi kebutuhannya. 

Pentingnya Peran Orang Tua

Orang tua menduduki peran yang sangat penting, karena menjadi sekolah pertama bagi anak-anak. Sekalipun anak sudah sekolah, peran orangtua masih diperlukan. Mengingat aktivitas anak akan paling banyak dilakukan di rumah.

Tentu jika orang tua tidak melakukan peranannya dengan baik, pasti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Contoh sederhananya jika orang tua tidak menanamkan hal-hal positif dan memberikan contoh tidak baik, tentu anak akan menirunya.

Begitu juga sebaliknya, orang tua yang melakukan perannya dengan baik, maka akan berdampak pada karakternya. Intinya, orang tua mempunyai peranan penting dalam pembentukan karakter anak yang akan berguna untuk masa depan. 

Inilah 8 Peran Orang Tua Di Kehidupan Anak

Meskipun setiap orang memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangat penting, tapi tidak semua orang yang benar-benar memahami dan menerapkannya. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mempunyai anak, penting mengetahui beberapa peranannya berikut ini. 

  1. Menjamin Kebutuhan Anak Tercukupi

Bukan menjadi hal yang asing lagi jika orang tua mempunyai peranan yang cukup penting terutama dalam memenuhi kebutuhan anak. Beberapa hal yang termasuk dalam kebutuhan Anda seperti pakaian yang layak, makanan bergizi, tempat tinggal dan lainnya.

Terutama dalam hal ini penting untuk memastikan kebutuhan anak dalam asupan bergizi sangat diperlukan. Hal ini disebabkan karena asupan yang bergizi sangat berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. 

  1. Memastikan Anak Berada Di Lingkungan yang Baik

Peran orang tua terhadap kehidupan anak selanjutnya yaitu memastikan berada di lingkungan yang baik. Tentunya jika anak berada di lingkungan yang tepat, maka akan berpengaruh juga terhadap tumbuh dan kembangnya.

Begitu juga sebaliknya, jika anak berada di lingkungan yang tidak baik maka akan mudah terpengaruh melakukan hal-hal yang negatif. Kenapa menjadi orangtua penting untuk melakukan pengawasan terhadap anak. 

  1. Menciptakan Keamanan dan Kenyamanan

Menciptakan keamanan atau rasa aman terhadap anak merupakan salah satu peran orang tua. Mengingat orang tua adalah tempat pulang, sehingga jika tidak terdapat rasa aman maka anda akan merasa tertekan.

Menciptakan keamanan dan rasa nyaman bisa dilakukan dengan berbagai hal Salah satunya memberikan kasih sayang. Selain itu, penting juga untuk memberi arahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak seharusnya.

  1. Menanamkan Nilai yang Baik

Peran lain yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya yaitu menanamkan nilai-nilai baik. Mengingat orang tua menjadi guru pertama dalam pendidik anak, sehingga karakter anak dimulai dari orang tuanya. Ada beberapa hal yang harus ditanamkan sejak dini dan setiap orang tua wajib mengetahuinya.

Adapun beberapa hal yang dimaksudkan seperti bersikap jujur, tidak mengambil barang orang lain, saling tolong-menolong, tidak merendahkan orang lain dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga untuk memberi pengertian kepada anak jika melakukan sesuatu yang buruk tidak diperbolehkan. 

  1. Mengajari Anak dalam Hal Baik

Mengajari dan mendidik anak juga menjadi salah satu peran orang tua yang wajib untuk dilakukan. Tentunya dalam hal ini harus mengajari anak dalam hal yang baik. Didikan yang diberikan oleh orang tua sejak dini bisa berpengaruh terhadap karakternya di masa depan. 

Semakin baik didikan dari orang tua sejak dini, maka anak akan lebih mudah untuk berbaur dengan masyarakat dengan cara yang baik. Misalnya saja mempunyai sopan santun, saling tolong-menolong, saling memaafkan dan lain sebagainya. 

  1. Memberikan Arahan

Peran orang tua selanjutnya yang yaitu memberikan arahan kepada anak dan juga bimbingan. Arahkan anak untuk selalu melakukan hal yang baik. Selain itu, jelaskan juga alasan kenapa tidak boleh melakukan hal yang buruk dan apa dampaknya kepada diri sendiri dan orang lain.

Sekalipun anak melakukan sebuah kesalahan, jangan langsung memarahinya. Langkah yang paling tepat untuk menanganinya yaitu menasehati dan memberi hukuman yang sekiranya bisa memberikan kesadaran kepada anak. Selain itu, penting juga untuk memberikan motivasi kepada anak. 

  1. Identitas Keagamaan

Identitas agama seorang anak berasal dari keluarganya, terutama orang tua. Tentunya peran orang tua dalam hal ini harus mengenalkan nilai-nilai agama dan keberadaan Sang Pencipta. Terutama untuk anak-anak, penyampaian tersebut harus dalam bahasa yang mudah dipahami. 

Tentunya untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut akan lebih mudah jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga harus memberikan contoh yang baik agar anak lebih mudah untuk menirunya. 

  1. Mendisiplinkan Anak

Meskipun kasih sayang dari orang tua sangat diperlukan oleh anak, tapi tetap saja harus menerapkan disiplin. Justru dengan membiarkan anak melakukan apapun yang disukainya dapat berdampak menjadi manja dan tidak bisa bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.

Semakin dini mengajarkan untuk disiplin, anak akan tumbuh menjadi orang yang bertanggungjawab. Contoh sederhananya mengajarkan anak untuk makan dan tidur tepat waktu. Bahkan, tidak ada salahnya juga untuk membuat jadwal harian anak. Demikian penjelasan mengenai peran orang tua yang dibutuhkan untuk kehidupan anak. Dari penjelasan ini bisa diambil kesimpulan jika karakter anak dibentuk dari didikan dan peran orang tua. Begitu juga sebaliknya, jika orang tua tidak melakukan perannya dengan baik, karakter yang terbentuk juga tidak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Memahami Gigi Bayi dan Seluk Beluk Pertumbuhannya

Gigi merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Selain berfungsi untuk mengunyah, keberadaan gigi juga bisa menambah estetika wajah. Karena itu, setiap fase perkembangannya—mulai dari gigi bayi sampai dewasa—harus diperhatikan dengan baik, terutama oleh para ibu.

Gigi bayi atau gigi susu bia

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah mendalam dan premium dari Sayangianak.com yang membantu Bunda dalam mendidik dan membesarkan Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Mengenal Bagaimana Perkembangan Mental Anak Usia 4 – 5 Tahun

Usia bawah lima tahun merupakan masa golden age di mana sebagai orang tua sangat penting untuk memperhatikan perkembangan anak di usia ini. Terlebih lagi terkait perkembangan mental anak usia 4 – 5 tahun yang biasanya mulai muncul pada fase ini terkadang membuat bingung banyak orang tua.

Fase Per

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah mendalam dan premium dari Sayangianak.com yang membantu Bunda dalam mendidik dan membesarkan Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top