Parenting

Kemampuan Bersosialisasi Sebaiknya Diajarkan Sejak Dini. Coba Lakukan 18 Hal ini untuk Mengasah Kemampuan Bersosialisasi Anak

anak bersosialisasi
gambar:  https://4antum.wordpress.com

Sebelum anak balita kita bersekolah, biasanya orangtua akan mengamati kemampuan sosialisasi anaknya. Apakah mereka sudah bisa untuk berkomunikasi baik dengan orang lain atau belum. Ada sejumlah cara untuk mengajarkan dan mengasah kemampuan anak bersosialisasi.

anak bersosialisasi gambar:  https://4antum.wordpress.com

anak bersosialisasi
gambar: https://4antum.wordpress.com

Coba lakukan 18 hal ini untuk mengasah kemampuan bersosialisasi anak:

1. Suasana Kekeluargaan Yang Terbuka, Ajaklah anak Anda berkomunikasi tentang berbagai aktivitas

Buatlah suasana atau hubungan antara orangtua dengan anak yang terbuka. Ajaklah anak Anda berkomunikasi tentang berbagai aktivitasnya sehari-hari. Luangkan sejenak waktu Anda untuk berbicara dengan anak sedikitnya dua kali dalam sehari. Biarkan anak Anda mengeluarkan keluhannya, hal seperti ini akan membuatnya anak berani untuk bertanya, minta pendapat ataupun sekedar curhat saja. Hal seperti ini akan melatih anak Anda agar berani berkomunikasi.

2. Dorong Anak Beraktivitas Dalam Kelompok, akan membantu anak untuk mengasah bakatnya

Dorong anak Anda untuk bergabung dengan salah satu tim olahraga, club sepeda, grup vokal, pencinta fotografi dan berbagai komunitas lain yang sesuai dengan minat buah hati. Hal seperti ini tidak hanya akan membantu anak untuk mengasah bakatnya, akan tetapi juga dapat memberikan kesempatan pada anak untuk bergaul dengan teman-temannya serta orang lain.

3. Kenalkan Anak Dengan Orang Yang Kita Kenal setiap kali ada kesempatan bertemu

Kenalkan anak Anda dengan orang yang kita kenal cukup dekat setiap kali ada kesempatan bertemu dengan sanak family, para tetangga, kolega dan lainnya.

4. Ornag tua sebaiknya memberikan contoh pada anak

Anak tentu akan lebih mudah belajar dengan cara mencontoh. Misalnya seperti saat kita setiap kali melewati rumah seseorang atau tetangga dengan menyapanya, maka anak Anda juga akan belajar untuk menyapa orang tersebut setiap kali dia bertemu nantinya.

5. Bermain memang sangat mudah mengakrabkan seorang anak dengan orang lain

Bermain bersama akan menjadikan anak menjadi lebih bebas mengeluarkan ekspresinya secara lebih personal. Ajak anak untuk bermain bersama dan biarkan dia bermain di luar rumah dengan teman ataupun tetangganya. Anda juga bisa mengajak teman-temannya sesekali untuk bermain di rumah. Atau juga dapat meminta sepupunya atau temannya untuk menginap di rumah saat akhir pekan, bisa juga dengan mengizinkan anak untuk menginap di rumah neneknya pada saat musim liburan sekolah tiba.

6. Ajak Anak Mengenal Lingkungan Sosial agar tidak merasa asing di dalam lingkungan yang terdapat banyak orang

Ada baiknya Anda mengajak anak untuk sesekali berada dalam keramaian seperti saat ada pertemuan keluarga, acara arisan, family gathering dan lain-lain. Hal seperti ini akan membuatnya tidak merasa asing di dalam lingkungan yang terdapat banyak orang.

7. Beri Anak Ruang Berekspresi agar ia dapat menunjukkan bakat serta minatnya

Anak akan sangat menikmati apabila dia dapat menunjukkan bakat serta minatnya. Apabila seorang anak tidak diberikan ruang untuk dapat berekspresi, itu bisa menyebabkan anak Anda kurang percaya diri nantinya.

8. Orang tua tahu karakter anak, coba bangkitkan rasa percaya diri anak

Banyak anak yang merasa tidak percaya diri ketika berhadapan dengan orang lain bahkan yang sepantaran dengannya sekalipun. Bantulah anak Anda untuk menemukan rasa percaya dirinya dengan cara berkomunikasi dengannya secara personal. Idealnya, orang tua merupakan orang yang paling tahu dengan karakter anak berikut kelebihan dan juga kekurangannya.

9. Beri Anak Pengetahuan Tentang Etika Bergaul

Agar anak pintar bergaul, tentu mereka harus diberikan pengertian untuk dapat menghargai orang lain di dalam bergaul. Dengan memiliki etika bergaul yang baik dan benar anak tidak akan canggung untuk bergaul bersama orang yang usianya jauh lebih muda ataupun jauh lebih tua, atau dengan orang yang sudah sepantasnya dihormati.

10. Jangan Terlalu Protektif Pada Anak biarkan anak bersosialisasi

Cukup banyak orangtua yang over atau terlalu protektif pada anak dan akan melakukan apapun untuk anaknya, bahkan dalam hal-hal yang sepele. Banyak hal yang seharusnya menjadi tugas anak tapi malah dikerjakan oleh orangtua dan membatasi kesempatan anaknya untuk dapat berinteraksi dengan orang lain. Contoh sederhananya yang dapat Anda lakukan misalnya membiarkan anak Anda membayar sendiri saat jajan, membiarkan anak Anda menelepon temannya, membiarkan anak Anda bertanya kepada kepada orang lain untuk keperluannya sendiri dan sebagainya.

11. Perhatikan anak saat berinteraksi agar dapat membantu Anda untuk dapat memahami perilaku anak

Penting bagi Anda untuk memperhatikan buah hati saat berinteraksi dengan anak lain. Ini dapat membantu Anda untuk dapat memahami perilaku anak. Jika anak Anda merasa bossy dengan teman-temannya, Anda bisa berbicara kepadanya nanti. Jika anak Anda sangat pemalu, bantulah dia untuk dapat membuka diri dengan teman-temannya. Adanya dukungan dari orangtuanya dapat membantu anak mendapat teman baru.

12. Beritahu pada anak Anda tentang arti penting dari mempunyai teman

Ini dapat membuat anak Anda akan menyadari mengenai pentingnya teman. Apabila anak Anda sangat pemalu, Anda jangan terlalu memaksakan anak. Mereka mungkin perlu waktu untuk dapat membuka diri, berilah anak waktu yang cukup dan mereka butuhkan. Ketika mereka merasa nyaman dengan lingkungannya, maka dia juga nantinya akan dapat bersosialisasi dengan orang lain.
Anak kesepian

13. Dapat melatih anak dengan mengajaknya bermain

Jika anak Anda masih kecil, seperti usia 3 tahun ke bawah, Anda dapat melatih anak dengan mengajaknya bermain. Misalnya permainan seperti:

~ Tamu-tamuan, Anda memainkan peran sebagai seorang tamu yang akan bertamu ke rumah anak Anda.
~ Penjual danpembeli,Anda dapat berperan sebagai orang yang sedang melakukan transaksi jual beli. misalnya Anak Anda menjadi penjual dan Anda menjadi pembeli. Lakukanlah dialog dengan anak tentang barang dagangan yang ditawarkan.
~ Bertelepon, dengan menggunakan telepon mainan, Anda bisa berperan sebagai orang yang menelepon anak. Lakukanlah percakapan seru, seperti tentang rencana bertamu ke rumahnya dan juga bersama-sama bertamu ke rumah teman.

14. lakukan permainan lomba saling menatap dengan orang tua. Cara ini bisa mengajarkan pada mereka bagaimana mempertahankan pandangan orang lain

Ada banyak hal yang bisa kita dapatkan dari memandang orang lain tepat di mata mereka. Cara ini akan menyampaikan pesan bahwa kita mendengarkan dan peduli tentang apa yang mereka katakan. Tindakan ini akan sulit dilakukan jika kita tidak berlatih sejak kecil. Untuk melatih anak bisa berbincang dengan orang lain dengan menatap langsung ke mata lawan bicara, lakukan permainan lomba saling menatap dengan Anda. Cara ini bisa mengajarkan pada mereka bagaimana mempertahankan pandangan orang lain.

15. Permainan peran, Mereka akan berpikir cara ini menyenangkan dan mereka bisa belajar berkomunikasi

Anak sangat suka dengan permainan peran. Sediakan waktu dengan anak, dan lakukan permainan pura-puranya kalian berada di supermarket, bioskop, atau tempat lain. Mereka akan berpikir cara ini menyenangkan dan mereka bisa belajar berkomunikasi berdasarkan skenario yang Anda buat.

16. Membangun bangunan bersama balita, dari situ ia akan mengembangkan kemampuan sosialnya, bekerja sama, dan bernegosiasi

Tak peduli Anda menggunakan kayu atau balok apa pun, kerjakan bersama anak balita Anda untuk membangun sesuatu entah bangunan apa, dari situ ia akan mengembangkan kemampuan sosialnya, bekerja sama, dan bernegosiasi. Pastikan ia akan mendengarkan ide Anda dan sama-sama berkomunikasi untuk menciptakan sesuatu.

17. Berlatihlah melakukan sejumlah ekspresi wajah dengan membuka majalah

Kemampuan sosial yang baik berkaitan dengan kemampuan untuk membaca dan memahami perasaan orang lain. Berlatihlah melakukan sejumlah ekspresi wajah dengan membuka majalah atau buku bergambar dengan anak balita Anda. Kemudian berhentilah di salah satu foto orang dan minta dia untuk mengidentifikasi atau menebak suasana hati orang di foto tersebut

18. lakukan playdate, undang temannya bermain ke rumah

Ajak anak menyusun kegiatan yang dapat dilakukan bersama teman yang akan diundang. Buatlah daftar mainan dan material yang tersedia lalu susunlah kegiatan yang mungkin lakukan si balita bersama temannya

Sebagai langkah awal, rancanglah kegiatan bermain yang singkat saja. Meski pengalaman pertama bermain bersama teman di rumah menyenangkan, tetap saja balita punya ketahanan terbatas. Selain karena bosan, anak-anak biasanya juga tak akan tahan bermain lebih dari 1 jam nonstop. Ia butuh jeda untuk istirahat, makan, minum bahkan tidur di sore hari.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ajarkan Kemampuan Bersosialisai Sejak Dini Kepada Anak | Larisia (Blog)

  2. Pingback: Coba Lakukan 18 Hal ini untuk Mengasah Kemampuan Bersosialisasi Anak – P2TP2A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Supaya Si Kecil Mau Mengonsumsi Sayur, Bujuk dengan Cara-cara yang Menyenangkan

baby-baby-eating-chair-973970 (3)

Banyak sekali manfaat yang akan didapat bila si kecil terbiasa mengonsumsi sayur. Di masa tumbuh kembangnya, sayur merupakan makanan sumber energi yang mengandung vitami, antioksidan, serat, serta air. Anak yang gemar makan sayur, bisa membantu melindungi mereka dari berbagai penyakit di kemudian hari, seperti jantung, stroke hingga kanker.

Mengutip dari laman raisingchildren, menurut Australian Dietary Guidelines, berikut ini porsi sayur yang sebaiknya dikonsumsi anak-anak, Bun.

– Anak 1-2 tahun, 2-3 porsi sayuran setiap hari
– Anak 2-3 tahun, 2 ½ porsi sayuran setiap hari
– Anak 4-8 tahun, 4 ½ porsi sayuran setiap hari.

Namun memberikan makanan seperti sayur tak semudah yang kita bayangkan. Tak sedikit anak-anak yang mengaku tak suka makan sayur. Untuk itu, perlu cara kreatif untuk mengenalkan sayur pada si kecil. Ingat Bun, tak perlu memarahi atau pusing sendiri. Berikut ini cara-cara yang dapat Bunda aplikasikan.

Berikan Contoh yang Baik tentang Sayuran, Bun

Mendorong anak makan sayur bisa dilakukan dengan memberinya contoh, seperti membiarkan anak melihat orangtuanya makan sayuran. Cobalah cara ini saat sedang kumpul makan bersama keluarga. Lalu beritahukan anak untuk mengonsumsi makanan sehat diawali dengan makan sayur ya Bun. Dengan begitu, anak secara perlahan akan meniru kebiasaan Moms makan sayur.

Terus Mencoba Berikan Sayuran

Salah satu alasan anak tak suka sayur bisa jadi lantaran tekstur atau rasanya. Alasan ini normal lho Bun. Kendati begitu, teruslah berusaha untuk memberikan sayur sampai ia mau mencobanya suatu saat nanti. Beberapa anak biasanya perlu mencoba makanan baru sampai 10 kali sebelum mereka mengonsumsinya. Kemudian 10 kali lagi sebelum anak memutuskan untuk menyukai sayur.

Bunda Juga Bisa, Berikan Pujian Saat Si Kecil Mencoba Makan Sayur

Berikan pujian pada si kecil setiap mau makan sayur ya Bun. Dengan cara ini, si kecil tentu akan menyukainya. Yang perlu diingat, berikan pujian yang bijak ya Bun sehingga si kecil memang benar-benar menyukai sayur, bukan karena hanya ingin mendapatkan pujian dari Bunda saja.

Dan Cobalah Melibatkan Anak Memasak Sayur Bersama saat di Dapur Bun

Melibatkan anak memasak sayuran di dapur, lalu menyiapkan segalanya bersama dengan Bunda, bisa membantu anak untuk menyukai sayuran secara perlahan. Untuk anak yang sudah mulai besar, ajak ia untuk memotong sayuran. Atau sekali waktu, ajak si kecil berbebelanja sayuran sehingga ia dapat memilih sendiri sayur apa yang diinginkannya, Bun.

Jadikan Sayur Sebagai Pilihan Camilan untuknya

Jika si kecil tak suka sayur, Bunda bisa mencari alternatif lain dengan menjadikan sayur sebagai camilan sehat sehingga bila tak ada camilan di rumah, si kecil akan memilih mengonsumsi sayuran saat ia lapar.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ajarkan Kemampuan Bersosialisai Sejak Dini Kepada Anak | Larisia (Blog)

  2. Pingback: Coba Lakukan 18 Hal ini untuk Mengasah Kemampuan Bersosialisasi Anak – P2TP2A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Hindari Ucapan yang Bisa Membuat Percaya Diri Anak Menurun, Bun

baby-boy-child-1361766 (2)

Orangtua yang sedang emosi dengan perilaku si kecil mungkin sering lupa dengan ucapan yang terlontar dari mulutnya. Bahkan tanpa disadari, ucapan orangtua bisa saja menyakiti bahkan mempengaruhi harga diri si kecil, Bun.

Linda Bress Silbert, Ph.D dan Alvin J Silbert, Ed.D, yang merupakan founder STRONG Learning Centers, New York, mengatakan kendati ada keluarga dan teman sebaya, sejatinya ucapan orangtua tentu membawa pengaruh besar terhadap anak-anak.

Jadi, orang tualah yang membantu anak-anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Lantas bagaimana caranya? Silbert mengatakan, cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mendukung dan menerimanya sepenuh hati, Bun. Bukan justru merendahkannya.

Hindari ucapan bahwa dia tidak cukup kuat, tidak cukup tampan, atau tidak cukup pintar untuk melakukan sesuatu. Kata-kata dan tindakan Bunda bisa mencegah harga diri anak tumbuh. Karenanya, Silbert mengatakan sebaiknya orang tua membiarkan anak tahu kalau Bunda berpikir dia hebat.

“Anda mungkin tidak menyadari betapa pentingnya untuk menyadari bagaimana Anda berbicara dengan anak,” kata Silbert mengutip bukunya yang berjudul Why Bad Grades Happen to Good Kids; What Parents Need to Know, What Parents Need to Do.

Guna meningkatkan harga diri si kecil, sampaikan pesan dengan lebih hati-hati lagi, Bun. Termasuk saat mereka mengamati wajah dan suara ortu, juga bahasa tubuhnya saat berbicara.

“Anak bisa saja menangkap pesan yang berbeda,” ujar Silbert.

Menurut Silbert, apabila anak-anak percaya orang penting mereka yakni orang tuanya menghargai mereka, mereka pun merasa layak dihargai. Faktor ini sangat penting dalam perkembangan emosional dan keberhasilan sekolah anak-anak, Bun.

“Persepsi anak-anak didasarkan pada firasat, pendapat, gerak tubuh, dan hal-hal lembut lainnya. Anak-anak sangat subyektif dengan tindakan. Karena itu, kita perlu memastikan bahwa kita tidak sengaja mengirimi mereka pesan yang tidak diinginkan,” kata Silbert.

Brynn Burger, seorang ibu yang juga berprofesi sebagai guru pernah mengatakan orang tua yang membesarkan anak-anaknya dengan cara ekstrem hanya membuat masa dewasanya menuju ke jurang kehancuran, Bun. Sebab, yang diperlukan anak-anak adalah sikap positif dari orang tua dan sesuai untuk anak-anak.

“Ketika kita menjadi orang tua, kita tidak menerima instruksi manual atau penjelasan tentang apa yang diharapkan dari setiap anak. Setiap anak, bahkan di rumah yang sama, mungkin memerlukan hal-hal yang berbeda dari orang tua yang berbeda, dan ini bisa sulit diarahkan,” kata Brynn dilansir Addidutemag.

 

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ajarkan Kemampuan Bersosialisai Sejak Dini Kepada Anak | Larisia (Blog)

  2. Pingback: Coba Lakukan 18 Hal ini untuk Mengasah Kemampuan Bersosialisasi Anak – P2TP2A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Pentingnya Kenalkan Puasa Arafah Sedari Dini pada Si Kecil

adult-baby-child-1776135 (1)

Sudahkah si kecil diajarkan berpuasa? Tentu jadi kabar baik bila buah hati Bunda sudah mau belajar untuk berpuasa. Namun jangan berkecil hati juga bagi para Bunda yang mungkin pada dua bulan lalu berhasil mengajak si kecil puasa Ramadhan, nah kali ini tak ada salahnya memperkenalkan puasa Arafah ke mereka.

Ya, sehari jelang perayaan Hari Raya Idul Adha, umat Muslim memang disarankan untuk menjalankan puasa Arafah, tepat pada tanggal 9 Zulhijah. Melansir laman NU Online, puasa Arafah ini memiliki keutamaan yang begitu besar.

Menurut hadis yang diriwayatkan HR Muslim, puasa ini masuk ke dalam sunah muakkad. Sedangkan menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat Lc, MA puasa memiliki keistimewaan tersendiri, Bun yakni dapat menggugurkan dosa setahun yang lalu plus menjaga untuk tak melakukan dosa setahun yang akan datang.

Lebih jauh lagi, sudah jadi tanggung jawab orangtua juga mengajari anak-anak agar tergugah untuk berpuasa. Pelan-pelan saja Bun.

Mengutip HaiBunda, Ustazah Aini Aryani, LC, yang menegaskan kalau orang tua harus menjadi contoh untuk anaknya.

“Cara mengajarkan anak berpuasa pastinya harus dicontohkan oleh orang tuanya. Kalau orang tua enggak ikut puasa pasti anak enggak akan puasa. Kenapa? Karena anak itu peniru ulung. Melihat orang tuanya daripada mendengarkan,” kata Aini kepada HaiBunda.

Ajarkan Puasa Sejak Mereka Masih Kecil, Bun

Mengajari anak puasa idealnya dimulai sejak mereka kecil, Bun. Jelaskan kepada mereka mengenai manfaat puasa dan ganjaran pahala yang akan diterima oleh orang-orang yang menunaikannya.

Pelan-pelan jelaskan pada anak jika hakikat puasa Arafah yaitu dapat menghapus dosa setahun yang lalu ya Bun. Serta menjaga mereka dari perbuatan dosa yang akan datang. Pada hakikatnya, puasa dapat menjaga seseorang untuk berbuat dosa. Seperti mencegah anak berbohong, nakal, dan tidak nurut pada orang tua.

Lebih jauh lagi, beritahukan juga pada si kecil jika ada amalan-amalan saleh yang dicintai Allah bila dikerjakan menjelang Idul Adha. Mengenalkan tentang hal ini pada si kecil akan membantu menanamkan keimanan pada anak-anak.

“Terakhir ajari anak bersyukur, ‘Kakak bisa bicara, lihat gara-gara Allah. Kalau Kakak mau bersyukur caranya bisa lewat ibadah, melakukan kewajiban yang diperintahkan Allah’,” tambah Aini.

Yang penting, jangan memaksa anak-anak untuk mau berpuasa ya Bun. Tumbuhkan kesadaran untuk melakukannya secara ikhlas dan semampunya sesuai dengan usia masing-masing anak.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ajarkan Kemampuan Bersosialisai Sejak Dini Kepada Anak | Larisia (Blog)

  2. Pingback: Coba Lakukan 18 Hal ini untuk Mengasah Kemampuan Bersosialisasi Anak – P2TP2A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top