Dapatkan Artikel menarik dan mendalam langsung lewat SAYANGIANAK EXTRA di emailmu...

* indicates required
Parenting

Kemampuan Bersosialisasi Sebaiknya Diajarkan Sejak Dini. Coba Lakukan 18 Hal ini untuk Mengasah Kemampuan Bersosialisasi Anak

anak bersosialisasi
gambar:  https://4antum.wordpress.com

Sebelum anak balita kita bersekolah, biasanya orangtua akan mengamati kemampuan sosialisasi anaknya. Apakah mereka sudah bisa untuk berkomunikasi baik dengan orang lain atau belum. Ada sejumlah cara untuk mengajarkan dan mengasah kemampuan anak bersosialisasi.

anak bersosialisasi gambar:  https://4antum.wordpress.com

anak bersosialisasi
gambar: https://4antum.wordpress.com

Coba lakukan 18 hal ini untuk mengasah kemampuan bersosialisasi anak:

1. Suasana Kekeluargaan Yang Terbuka, Ajaklah anak Anda berkomunikasi tentang berbagai aktivitas

Buatlah suasana atau hubungan antara orangtua dengan anak yang terbuka. Ajaklah anak Anda berkomunikasi tentang berbagai aktivitasnya sehari-hari. Luangkan sejenak waktu Anda untuk berbicara dengan anak sedikitnya dua kali dalam sehari. Biarkan anak Anda mengeluarkan keluhannya, hal seperti ini akan membuatnya anak berani untuk bertanya, minta pendapat ataupun sekedar curhat saja. Hal seperti ini akan melatih anak Anda agar berani berkomunikasi.

2. Dorong Anak Beraktivitas Dalam Kelompok, akan membantu anak untuk mengasah bakatnya

Dorong anak Anda untuk bergabung dengan salah satu tim olahraga, club sepeda, grup vokal, pencinta fotografi dan berbagai komunitas lain yang sesuai dengan minat buah hati. Hal seperti ini tidak hanya akan membantu anak untuk mengasah bakatnya, akan tetapi juga dapat memberikan kesempatan pada anak untuk bergaul dengan teman-temannya serta orang lain.

3. Kenalkan Anak Dengan Orang Yang Kita Kenal setiap kali ada kesempatan bertemu

Kenalkan anak Anda dengan orang yang kita kenal cukup dekat setiap kali ada kesempatan bertemu dengan sanak family, para tetangga, kolega dan lainnya.

4. Ornag tua sebaiknya memberikan contoh pada anak

Anak tentu akan lebih mudah belajar dengan cara mencontoh. Misalnya seperti saat kita setiap kali melewati rumah seseorang atau tetangga dengan menyapanya, maka anak Anda juga akan belajar untuk menyapa orang tersebut setiap kali dia bertemu nantinya.

5. Bermain memang sangat mudah mengakrabkan seorang anak dengan orang lain

Bermain bersama akan menjadikan anak menjadi lebih bebas mengeluarkan ekspresinya secara lebih personal. Ajak anak untuk bermain bersama dan biarkan dia bermain di luar rumah dengan teman ataupun tetangganya. Anda juga bisa mengajak teman-temannya sesekali untuk bermain di rumah. Atau juga dapat meminta sepupunya atau temannya untuk menginap di rumah saat akhir pekan, bisa juga dengan mengizinkan anak untuk menginap di rumah neneknya pada saat musim liburan sekolah tiba.

6. Ajak Anak Mengenal Lingkungan Sosial agar tidak merasa asing di dalam lingkungan yang terdapat banyak orang

Ada baiknya Anda mengajak anak untuk sesekali berada dalam keramaian seperti saat ada pertemuan keluarga, acara arisan, family gathering dan lain-lain. Hal seperti ini akan membuatnya tidak merasa asing di dalam lingkungan yang terdapat banyak orang.

7. Beri Anak Ruang Berekspresi agar ia dapat menunjukkan bakat serta minatnya

Anak akan sangat menikmati apabila dia dapat menunjukkan bakat serta minatnya. Apabila seorang anak tidak diberikan ruang untuk dapat berekspresi, itu bisa menyebabkan anak Anda kurang percaya diri nantinya.

8. Orang tua tahu karakter anak, coba bangkitkan rasa percaya diri anak

Banyak anak yang merasa tidak percaya diri ketika berhadapan dengan orang lain bahkan yang sepantaran dengannya sekalipun. Bantulah anak Anda untuk menemukan rasa percaya dirinya dengan cara berkomunikasi dengannya secara personal. Idealnya, orang tua merupakan orang yang paling tahu dengan karakter anak berikut kelebihan dan juga kekurangannya.

9. Beri Anak Pengetahuan Tentang Etika Bergaul

Agar anak pintar bergaul, tentu mereka harus diberikan pengertian untuk dapat menghargai orang lain di dalam bergaul. Dengan memiliki etika bergaul yang baik dan benar anak tidak akan canggung untuk bergaul bersama orang yang usianya jauh lebih muda ataupun jauh lebih tua, atau dengan orang yang sudah sepantasnya dihormati.

10. Jangan Terlalu Protektif Pada Anak biarkan anak bersosialisasi

Cukup banyak orangtua yang over atau terlalu protektif pada anak dan akan melakukan apapun untuk anaknya, bahkan dalam hal-hal yang sepele. Banyak hal yang seharusnya menjadi tugas anak tapi malah dikerjakan oleh orangtua dan membatasi kesempatan anaknya untuk dapat berinteraksi dengan orang lain. Contoh sederhananya yang dapat Anda lakukan misalnya membiarkan anak Anda membayar sendiri saat jajan, membiarkan anak Anda menelepon temannya, membiarkan anak Anda bertanya kepada kepada orang lain untuk keperluannya sendiri dan sebagainya.

11. Perhatikan anak saat berinteraksi agar dapat membantu Anda untuk dapat memahami perilaku anak

Penting bagi Anda untuk memperhatikan buah hati saat berinteraksi dengan anak lain. Ini dapat membantu Anda untuk dapat memahami perilaku anak. Jika anak Anda merasa bossy dengan teman-temannya, Anda bisa berbicara kepadanya nanti. Jika anak Anda sangat pemalu, bantulah dia untuk dapat membuka diri dengan teman-temannya. Adanya dukungan dari orangtuanya dapat membantu anak mendapat teman baru.

12. Beritahu pada anak Anda tentang arti penting dari mempunyai teman

Ini dapat membuat anak Anda akan menyadari mengenai pentingnya teman. Apabila anak Anda sangat pemalu, Anda jangan terlalu memaksakan anak. Mereka mungkin perlu waktu untuk dapat membuka diri, berilah anak waktu yang cukup dan mereka butuhkan. Ketika mereka merasa nyaman dengan lingkungannya, maka dia juga nantinya akan dapat bersosialisasi dengan orang lain.
Anak kesepian

13. Dapat melatih anak dengan mengajaknya bermain

Jika anak Anda masih kecil, seperti usia 3 tahun ke bawah, Anda dapat melatih anak dengan mengajaknya bermain. Misalnya permainan seperti:

~ Tamu-tamuan, Anda memainkan peran sebagai seorang tamu yang akan bertamu ke rumah anak Anda.
~ Penjual danpembeli,Anda dapat berperan sebagai orang yang sedang melakukan transaksi jual beli. misalnya Anak Anda menjadi penjual dan Anda menjadi pembeli. Lakukanlah dialog dengan anak tentang barang dagangan yang ditawarkan.
~ Bertelepon, dengan menggunakan telepon mainan, Anda bisa berperan sebagai orang yang menelepon anak. Lakukanlah percakapan seru, seperti tentang rencana bertamu ke rumahnya dan juga bersama-sama bertamu ke rumah teman.

14. lakukan permainan lomba saling menatap dengan orang tua. Cara ini bisa mengajarkan pada mereka bagaimana mempertahankan pandangan orang lain

Ada banyak hal yang bisa kita dapatkan dari memandang orang lain tepat di mata mereka. Cara ini akan menyampaikan pesan bahwa kita mendengarkan dan peduli tentang apa yang mereka katakan. Tindakan ini akan sulit dilakukan jika kita tidak berlatih sejak kecil. Untuk melatih anak bisa berbincang dengan orang lain dengan menatap langsung ke mata lawan bicara, lakukan permainan lomba saling menatap dengan Anda. Cara ini bisa mengajarkan pada mereka bagaimana mempertahankan pandangan orang lain.

15. Permainan peran, Mereka akan berpikir cara ini menyenangkan dan mereka bisa belajar berkomunikasi

Anak sangat suka dengan permainan peran. Sediakan waktu dengan anak, dan lakukan permainan pura-puranya kalian berada di supermarket, bioskop, atau tempat lain. Mereka akan berpikir cara ini menyenangkan dan mereka bisa belajar berkomunikasi berdasarkan skenario yang Anda buat.

16. Membangun bangunan bersama balita, dari situ ia akan mengembangkan kemampuan sosialnya, bekerja sama, dan bernegosiasi

Tak peduli Anda menggunakan kayu atau balok apa pun, kerjakan bersama anak balita Anda untuk membangun sesuatu entah bangunan apa, dari situ ia akan mengembangkan kemampuan sosialnya, bekerja sama, dan bernegosiasi. Pastikan ia akan mendengarkan ide Anda dan sama-sama berkomunikasi untuk menciptakan sesuatu.

17. Berlatihlah melakukan sejumlah ekspresi wajah dengan membuka majalah

Kemampuan sosial yang baik berkaitan dengan kemampuan untuk membaca dan memahami perasaan orang lain. Berlatihlah melakukan sejumlah ekspresi wajah dengan membuka majalah atau buku bergambar dengan anak balita Anda. Kemudian berhentilah di salah satu foto orang dan minta dia untuk mengidentifikasi atau menebak suasana hati orang di foto tersebut

18. lakukan playdate, undang temannya bermain ke rumah

Ajak anak menyusun kegiatan yang dapat dilakukan bersama teman yang akan diundang. Buatlah daftar mainan dan material yang tersedia lalu susunlah kegiatan yang mungkin lakukan si balita bersama temannya

Sebagai langkah awal, rancanglah kegiatan bermain yang singkat saja. Meski pengalaman pertama bermain bersama teman di rumah menyenangkan, tetap saja balita punya ketahanan terbatas. Selain karena bosan, anak-anak biasanya juga tak akan tahan bermain lebih dari 1 jam nonstop. Ia butuh jeda untuk istirahat, makan, minum bahkan tidur di sore hari.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ajarkan Kemampuan Bersosialisai Sejak Dini Kepada Anak | Larisia (Blog)

  2. Pingback: Coba Lakukan 18 Hal ini untuk Mengasah Kemampuan Bersosialisasi Anak – P2TP2A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tumbuh Kembang Setiap Anak Berbeda, Stop Membandingkan Dengan Anak Lain

membandingkananak

Sebagai orangtua tentunya kita menginginkan tumbuh kembang yang optimal untuk anak. Namun, terkadang orangtua mengukur tumbuh kembang anak dengan membandingkan dengan anak lain. Hal itu justru akan membuat orangtua khawatir dan merasa insecure jika tumbuh kembang anaknya tidak sama dengan anak lain.

Hal yang sering dibandingkan orangtua misalnya berat badan anak, kapan anak bisa merangkak, berjalan, dan berbicara. Momen saat berkumpul bersama sesama ibu biasanya menjadi waktu di mana bunda sering membandingkan anak dengan anak lain, atau justru ada orang lain yang membandingkan anaknya dengan anak bunda.

Diawali dari obrolan ringan seputar anak berujung dengan membandingkan, misalnya saat ada yang bertanya, “Anakmu sudah bisa apa?” lalu berlanjut dengan membandingkan, “Wah, anakku umur segitu sudah bisa jalan.”

Obrolan-obrolan kecil seperti itu bisa membuat bunda merasa tertekan karena merasa gagal mengasuh anak, lho. Padahal, kecepatan tumbuh kembang setiap anak pasti berbeda-beda. Bunda tidak perlu membandingkan anak bunda dengan anak lainnya, cukup membandingkan dengan kurva pertumbuhan dan perkembangan dari dokter.

Efek Buruk Membandingkan Anak Bagi Ibu

Sering membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain mempunyai efek buruk untuk bunda, lho. Hal itu bisa menjadi penyakit yang tidak terlihat. Bunda bisa merasa iri, malu, tidak percaya diri, hingga merasa tertekan dan gagal dalam mengasuh anak. Jika rasa tertekan tersebut terjadi berlarut-larut bunda bisa stres dan depresi.
Oleh karena itu, saat bunda melihat anak lain lebih montok, lebih cepat merangkak, jalan, berbicara, dan lainnya, bunda jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa anak bunda kalah atau pertumbuhannya terlambat.

Yang harus bunda lakukan adalah mengukur setiap pertumbuhan dan perkembangannya lalu sesuaikan dengan milestone dan kurva pertumbuhan. Jika bunda merasa ada aspek tumbuh kembang yang terlambat, sebaiknya bunda berkonsultasi langsung kepada dokter agar mendapatkan penjelasan dari ahlinya.

Efek Psikologis Anak yang Sering Dibandingkan

Selain mempunyai efek buruk bagi ibu, sering membandingkan anak juga mempunyai efek negatif bagi anak. Terkadang orangtua berniat memotivasi anak dengan membandingkannya dengan teman sebayanya.

Namun, hal itu bukanlah cara yang tepat untuk memotivasi lho. Setiap anak mempunyai karakter dan talenta yang berbeda-beda, sehingga tidak seharusnya dibanding-bandingkan.

Membadingkan anak membuatnya mengalami stres, rendah diri, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial

Dilansir dari laman beingtheparent.com, sering membandingkan anak mempunyai efek psikologis untuk anak. Anak bisa mengalami stres, rendah diri, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Anak juga akan menjauh dari orangtua jika orangtua terus-terusan membandingkannya dengan orang lain sehingga merasa dirinya tidak berharga di mata orangtuanya.

Oleh karena itu, yuk bunda, kita stop membandingkan anak kita dengan anak lain. Daripada membandingkan, lebih baik bunda fokus untuk menstimulasi setiap aspek tumbuh kembang si kecil, memberikan nutrisi yang terbaik, dan mendukung setiap aktivitas anak.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ajarkan Kemampuan Bersosialisai Sejak Dini Kepada Anak | Larisia (Blog)

  2. Pingback: Coba Lakukan 18 Hal ini untuk Mengasah Kemampuan Bersosialisasi Anak – P2TP2A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mainan Anak

Anak Masa Kini Sudah Kecanduan Gadget, Inilah 12 Cara Menghilangkan anak kecanduan gadget

Sumber : TodayParents

Gadget saat ini merupakan sebuah benda yang tidak bisa terpisahkan dari aktifitas sehari-hari. Bagaimana tidak? Kemana pun pergi gadget selalu dibawa, apa pun yang ada selalu bisa diakses dengan gadget.

Sehingga tak heran jika anak-anak masa kini pun sudah mulai kenal yang namanya gadget ini. Tidak hanya itu saja, melainkan banyak anak yang sudah kecanduan untuk memakai gadget untuk keperluan berbagai hal.

Memang pada dasarnya anak boleh diperkenalkan kepada gadget, tetapi tentu tidak berlebihan dan tidak terlalu jauh mengenalnya. Hal itu sangat tidak baik untuk perkembangan pemikiran anak kedepannya, karena jika sudah kecanduan akan sulit untuk terlepas.

Banyak hal memang yang bisa dipelajari untuk anak dari gadget, seperti hafalan doa-doa, lagu anak-anak, permainan yang moderen untuk anak, dan satu lagi melatih anak supaya mengenal teknologi baru serta tidak gaptek.

Tetapi, perlu orang tua ketahui bahwa dalam gadget tersebut terdapat hal-hal yang negatif yang tentunya tidak baik jika anak terlalu lama dibiarkan bermain gadget. Terlebih jika dia sudah kecanduan, maka akan semakin sulit untuk diatasi karena gadget sudah merupakan teman baginya.

Jika anda memiliki anak yang sudah mengalami kecanduan gadget, maka jangan hanya tinggal diam, melainkan carilah cara atau panduan untuk menghilangkannya. Sebab itu sangat tidak baik untuk kemajuan cara berpikir anak.

Sedangkan kita tahu bahwa anak adalah aset yang harus dijaga karena merupakan titipan dari Tuhan. Untuk anda yang mungkin sedang mengalami permasalahan tentang anak yang kecanduan gadget, maka berikut ini adalah tips untuk menghilangkan kecanduan tersebut.

10 cara menghilangkan anak kecanduan gadget

Jika seorang anak sudah mulai kecanduan gadget akan berdampak negatif karena kemana pun ia pergi tentu tidak bisa lepas dari gadget tersebut, bahkan makan pun bisa jadi akan dibawa. Selain itu, saking asiknya bermain gadget maka anak akan lupa untuk belajar, bergaul dengan teman, dan akan malas untuk pergi ke sekolah.

Mengapa tidak? Dalam gadget ada banyak hal yang membuat anak anda merasa betah, apalagi jika sudah banyak game-game yang seru, tentu mereka akan lebih memilih duduk di rumah bermain gadget. Tentu anda tidak mau stres karena anak anda kecanduan gadget bukan? Maka lakukanlah tips berikut ini.

1. Berikan batasan waktu kepada anak

Anda bisa memberikan batasan waktu kepada anak anda untuk bermain gadget. Anda dalam hal ini harus tegas dan jangan membiarkan anak anda terlalu asik bermain gadget. Apabila anda membiarkan anak anda, maka yang ada akan semakin kecanduan, terlebih lagi jika gadget yang anda berikan mendukung banyak game-game dan fitur-fitur lain yang mumpuni. Maka anak anda akan sulit untuk terlepas dari gadget tersebut.

2. Berikanlah mainan alternatif

Berikanlah mainan alternatif seperti boneka atau mobil-mobilan. Pada dasarnya cara ini kurang efektif, tetapi setidaknya anak anda masih memiliki beberapa pilihan mainan yang bisa untuk dimainkan. Selain itu, jika anda memang melihat banyak kawan di luar rumah, biarkanlah dia bermain dengan mereka asalkan tidak berbahaya.

3. Luangkan waktu anda untuk anak

Apabila anda menginginkan si anak tidak kecanduan gadget maka ada baiknya anda meluangkan waktu untuk bermain bersama anak. Perlu anda ketahui salah satu alasan mereka memilih bermain gadget karena merasa kesepian dan kurang perhatian dari orang tuanya. Oleh karena itulah, jangan sibuk bekerja melulu tetapi luangkan waktu untuk si kecil.

4. Biarkan anak anda bermain di luar

Pada umumnya orang tua tidak menginginkan si kecil bermain di luar rumah. Memang mereka memiliki tujuan baik yakni ingin melindungi anak dari berbagai hal yang buruk yang akan menimpanya. Seperti misalnya ajakan dari teman-temannya yang kurang baik, bicara yang kurang baik, takut bajunya kotor dan masih banyak yang lain. Namun ada baiknya anda memberi kesempatan walau hanya sedikit untuk bermain di luar rumah supaya tidak kesepian dan pastinya bisa sejenak terlupa dengan gadget.

5. Batasi pengunaan jaringan internet di rumah

Pada dasarnya bukan hal yang baru lagi jika para orang tua memasang koneksi internet di rumahnya yang membuat mereka akan mudah dalam mengakses internet. Namun perlu anda ketahui bahwa hal itu juga yang dapat menyebabkan anak anda kecanduan gadget. Sambungan internet yang mudah mereka dapatkan akan mendukung aksi mereka untuk semakin mencintai kehidupan dunia maya. Maka tak heran jika anak anda akan indifidualis mengurung diri di kamar bermain internet. Maka dari itulah anda patut untuk membatasi penggunaan jaringan internet di luar kebutuhan anda.

6. Sibukan waktu kegiatan anak

Semakin banyak waktu yang dimiliki oleh anak maka akan semakin banyak peluang untuk merasa bosan. Ketika sudah bosan maka anak akan cenderung memilih untuk bermain gadget. Dari situlah anak akan merasa kecanduan dan sulit untuk lepas. Maka tidak ada salahnya anda memberi kesibukan yang bermanfaat untuk anak anda seperti: les bernyanyi, les piano, les bahasa inggris dan lain sebagainya.

7. Diskusikan pada anak-anak anda

Cara yang paling efektif untuk menghilangkan kecanduan gadget adalah mendiskusikan kepada anak-anak anda. Jelaskan pada anak anda mengapa anda membatasi penggunaan gadget, katakan padanya bahwa hal itu dilakukan semata-mata untuk kebaikan mereka. Selain itu, berikanlah pemahaman yang logis kepada mereka jika sudah kecanduan dengan gadget maka akan banyak dampak yang ditimbulkan, seperti: insomia, indifidual yang nantinya akan menyulitkan kehidupannya dimasa yang akan datang.

8. Ajaklah anak untuk bermain mengenali alam semesta

Ketika anda sudah tidak ada pekerjaan di kantornya maka tidak ada salahnya untuk mengajak anak-anak anda untuk jalan-jalan di waktu sore hari. Tentu dengan menikmati pemandangan yang indah disekitar rumah atau dimana saja yang dirasa indah ketika sore tiba. Dengan begitu mereka akan sejenak lupa dengan gadgetnya, karena asik menikmati pemandangan alam yang sangat menyenangkan.

9. Berikanlah spirit atau reword kepada anak anda

Berikanlah motifasi kepada si anak ketika bisa berhasil untuk mengurangi jumlah frekuensi bermain gadgetnya. Berikanlah hadiah secara bertahap, sehingga anak anda akan memiliki keinginan kuat untuk tidak terlalu intens bermain gadget.

10. Ajaklah anak anda untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya

Bisa jadi anak bermain gadget karena tidak ada aktifitas bermain dengan teman yang menyenangkan dengan teman sebayanya. Maka dari itulah orang tua perlu mengajak anak untuk bermain kepada teman sebayanya, anda bisa mengundang teman-temannya untuk ke rumah atau bisa mengajaknya untuk berkunjung ke rumah sahabatnya di sekolah. Dengan banyak teman maka dia akan memiliki kesibukan baru dan bisa lupa dengan gadgetnya.

11. Anak itu peniru yang ulung, maka berikan contoh

Anak adalah peniru yang ulung, dia bermain gadget karena meniru orang tuanya. Maka sebaiknya orang tua perlu memberikan contoh dengan tidak bermain gadget di depan anak. Sisihkan ponsel, tablet, dan laptop Anda selama beberapa jam setiap harinya. Kemudian, libatkan diri dalam bentuk hiburan alternatif dan habiskan waktu bersama keluarga serta anak-anak.

12 Perhatikan konten prioritaskan program-program pendidikan

Sampai anak-anak berusia 9 tahun, akses mereka ke internet masih harus sepenuhnya dikendalikan orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus mencoba memprioritaskan program-program pendidikan dan situs yang bisa membantu pertumbuhan beragam skill anak.

Demikianlah pembahasan tentang cara menghilangkan anak kecanduan gadget. Semoga dapat bermanfaat.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ajarkan Kemampuan Bersosialisai Sejak Dini Kepada Anak | Larisia (Blog)

  2. Pingback: Coba Lakukan 18 Hal ini untuk Mengasah Kemampuan Bersosialisasi Anak – P2TP2A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Supaya Si Kecil Mau Mengonsumsi Sayur, Bujuk dengan Cara-cara yang Menyenangkan

baby-baby-eating-chair-973970 (3)

Banyak sekali manfaat yang akan didapat bila si kecil terbiasa mengonsumsi sayur. Di masa tumbuh kembangnya, sayur merupakan makanan sumber energi yang mengandung vitami, antioksidan, serat, serta air. Anak yang gemar makan sayur, bisa membantu melindungi mereka dari berbagai penyakit di kemudian hari, seperti jantung, stroke hingga kanker.

Mengutip dari laman raisingchildren, menurut Australian Dietary Guidelines, berikut ini porsi sayur yang sebaiknya dikonsumsi anak-anak, Bun.

– Anak 1-2 tahun, 2-3 porsi sayuran setiap hari
– Anak 2-3 tahun, 2 ½ porsi sayuran setiap hari
– Anak 4-8 tahun, 4 ½ porsi sayuran setiap hari.

Namun memberikan makanan seperti sayur tak semudah yang kita bayangkan. Tak sedikit anak-anak yang mengaku tak suka makan sayur. Untuk itu, perlu cara kreatif untuk mengenalkan sayur pada si kecil. Ingat Bun, tak perlu memarahi atau pusing sendiri. Berikut ini cara-cara yang dapat Bunda aplikasikan.

Berikan Contoh yang Baik tentang Sayuran, Bun

Mendorong anak makan sayur bisa dilakukan dengan memberinya contoh, seperti membiarkan anak melihat orangtuanya makan sayuran. Cobalah cara ini saat sedang kumpul makan bersama keluarga. Lalu beritahukan anak untuk mengonsumsi makanan sehat diawali dengan makan sayur ya Bun. Dengan begitu, anak secara perlahan akan meniru kebiasaan Moms makan sayur.

Terus Mencoba Berikan Sayuran

Salah satu alasan anak tak suka sayur bisa jadi lantaran tekstur atau rasanya. Alasan ini normal lho Bun. Kendati begitu, teruslah berusaha untuk memberikan sayur sampai ia mau mencobanya suatu saat nanti. Beberapa anak biasanya perlu mencoba makanan baru sampai 10 kali sebelum mereka mengonsumsinya. Kemudian 10 kali lagi sebelum anak memutuskan untuk menyukai sayur.

Bunda Juga Bisa, Berikan Pujian Saat Si Kecil Mencoba Makan Sayur

Berikan pujian pada si kecil setiap mau makan sayur ya Bun. Dengan cara ini, si kecil tentu akan menyukainya. Yang perlu diingat, berikan pujian yang bijak ya Bun sehingga si kecil memang benar-benar menyukai sayur, bukan karena hanya ingin mendapatkan pujian dari Bunda saja.

Dan Cobalah Melibatkan Anak Memasak Sayur Bersama saat di Dapur Bun

Melibatkan anak memasak sayuran di dapur, lalu menyiapkan segalanya bersama dengan Bunda, bisa membantu anak untuk menyukai sayuran secara perlahan. Untuk anak yang sudah mulai besar, ajak ia untuk memotong sayuran. Atau sekali waktu, ajak si kecil berbebelanja sayuran sehingga ia dapat memilih sendiri sayur apa yang diinginkannya, Bun.

Jadikan Sayur Sebagai Pilihan Camilan untuknya

Jika si kecil tak suka sayur, Bunda bisa mencari alternatif lain dengan menjadikan sayur sebagai camilan sehat sehingga bila tak ada camilan di rumah, si kecil akan memilih mengonsumsi sayuran saat ia lapar.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ajarkan Kemampuan Bersosialisai Sejak Dini Kepada Anak | Larisia (Blog)

  2. Pingback: Coba Lakukan 18 Hal ini untuk Mengasah Kemampuan Bersosialisasi Anak – P2TP2A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top