Kesehatan

Kebiasaan Seperti Ini Bikin Gigi Anak Berlubang Lho

gigi-anak-berlubang

Ada yang bilang, “Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati”. Hanya saja saat si kecil sakit gigi, dia bisa rewel dan bundanya pun pusing tujuh keliling. Ya, sakit gigi akibat gigi berlubang pada anak memang tidak bisa diremehkan.

Nah, ternyata ada berbagai kebiasaan sehari-hari yang menyumbang peningkatan peluang gigi berlubang pada anak. Simak pemarannya yuk, Bunda, sekaligus dicek apakah kebiasaan ini juga sering dilakukan si kecil.

6 Kebiasaan yang Bisa Bikin Gigi si Kecil Berlubang

Sesuatu yang serius bermula dari hal yang remeh temeh. Untuk itu, jangan abaikan kebiasaan buruk yang bisa membuat gigi anak berlubang ya, Bunda.

1. Di Rumah Saja Bikin Jarang Gosok Gigi

Di masa pandemi seperti sekarang ini mengharuskan siapa pun untuk lebih banyak di rumah jika tidak ada keperluan. Apabila keluar rumah pun memakai masker. Hal ini terkadang bikin anak dan kita sebagai orang tuanya lupa menggosok gigi secara teratur.

“Di rumah saja jangan sampai nggak sikat gigi. Gosok gigi dua kali dalam sehari itu minimal, dilakukan setelah sarapan dan sebelum tidur malam,” pesan Fiona Anjani Foebe, Head of Marketing Oral Care PT Unilever Indonesia, Tbk.

Hal itu disampaikan Fiona dalam virtual press conference “Kembalikan Senyum Bebas Gigi Sensitif dengan Kekuatan Mineral” sekaligus launching pasta gigi Sensitive Mineral Expert yang digelar pada Rabu (31/3/2021).

2. Menggosok Gigi dengan Cara yang Salah

Yuk, perhatikan cara menggosok gigi agar tidak mengakibatkan terkikisnya mineral gigi/ Foto: Alex dari Unsplash

Bunda, coba deh dicek apakah si kecil sudah menggosok gigi dengan cara yang benar. Terkadang kita bingung saat anak-anak sudah rajin menggosok gigi, tetapi giginya masih saja berlubang. Bisa jadi cara menggosok giginya salah.

Berikut ini cara menggosok gigi yang benar:

  • Menunggu 30 menit setelah makan atau minum sesuatu yang berasam agar tidak merusak email gigi.
  • Saat digunakan, sikat gigi berada di sudut 45 derajat dari gusi.
  • Gerakan menyikat gigi adalah maju dan mundur dengan gerakan pendek.
  • Saat menyikat permukaan dalam gigi depan, gunakan ujung sikat dengan gerakan keatas dan ke bawah.
  • Lidah juga perlu disikat dengan lembut agar terbebas dari bakteri

“Jika menyikat giginya dengan cara yang salah, maka sisa makanan tidak terangkat semua. Akibatnya sisa makanan menumpuk dan jadi mengeras, lalu jadi karang gigi. Terjadilah demineralisasi sehingga timbul masalah gigi sensitif,” jelas drg. Andy Wirahadikusumah, Sp.Pros. di acara yang sama.

drg. Andy Wirahadikusumah, Sp.Pros menjelaskan penyebab gigi sensitif.

3. Menggosok Gigi Terlalu Kuat

Siapa yang berpikir semakin kuat menggosok gigi, maka gigi akan semakin bersih? Duh, jangan sampai pemahaman ini diterapkan pada anak ya, Bunda. Menggosok gigi terlalu kuat justru bisa mengikis mineral pada gigi.

Dampak jangka panjang menyikat gigi terlalu kuat adalah tereksposnya tubulus dentin. Jika ini terjadi, pada anak gigi akan mudah berlubang. Sedangkan pada orang dewasa, gigi akan menjadi sensitif. Saat makan dan minum, gigi akan terasa ngilu.

4. Menggunakan Sikat Gigi Berbulu Kasar

Memilih sikat gigi penting banget dilakukan, lho, Bunda. Sikat gigi berbulu lembut dengan ukuran menyesuaikan mulut anak adalah yang terbaik. Sebaliknya, sikat gigi berbulu kasar dan keras bisa mempercepat terkikisnya mineral pada gigi. Akibatnya gigi anak akan lebih mudah berlubang.

5. Konsumsi Karbo, Manis, dan Asam Berlebihan

Menjaga kesehatan melalui makanan yang diasup adalah kegiatan positif yang perlu terus dilakukan. Biasanya makanan yang diasup adalah buah-buahan dengan rasa asam manis yang diolah menjadi salad dengan dressing-nya.

Meskipun salad buah menyehatkan, tetap saja jangan dikonsumsi secara berlebihan ya, Bunda. Ketika mulut dalam keadaan asam, demineralisasi bakal terjadi. Dampaknya gigi anak akan mudah berlubang. Cara terbaik menghindarinya adalah dengan menggosok gigi secara teratur, 30 menit setelah makan atau minum sesuatu yang asam.

Selain makanan asam, konsumsi karbohidrat dan makanan atau minuman manis berlebihan juga bisa bikin gigi berlubang. “Karbohidrat dan makanan manis yang dikonsumsi anak juga bisa bikin mulut menjadi asam, jangka panjangnya gigi bisa berlubang,” tutur drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent, MDSc., Head of Sustainable Living Beauty & Home Care and Personal Care, Unilever Indonesia Foundation, di acara yang sama.

drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent, MDSc.tengah memberikan pemaparan tentang gigi sensitif.

drg. Mirah menegaskan demineralisasi gigi anak bukanlah faktor keturunan. Semua itu terjadi karena kebiasaan tidak sehat yang masih sering dilakukan.

“Jadi gigi susu pada anak harus tetap dijaga karena menentukan gigi tetapnya baik atau tidak,” imbuhnya.

6. Membiarkan Karang Gigi

Coba perhatikan gigi si kecil, Bunda, apakah terdapat karang gigi? Karang gigi terbentuk dari sisa makanan yang mengeras. Saking kerasnya, tidak bisa hilang menggunakan sikat gigi. Butuh scaller untuk merontokkan karang gigi tersebut.

“Karang gigi ini merupakan kumpulan bakteri Streptococcus mutan yang menghasilkan asam. Asam ini menyebabkan demineralisasi, sehingga harus dibersihkan enam bulan sekali,” terang drg. Andy.

Ilustrasi gigi/ Foto: Juan Carlos Rivera dari Unsplash

Saat Gigi Menjadi Sensitif

Gigi sensitif akibat demineralisasi bisa terjadi saat anak berusia di atas 12 tahun. Sebenarnya terkikisnya mineral pada gigi ini tidak mudah, lantaran gigi merupakan organ tubuh yang paling keras. Bahkan kerasnya gigi mengalahkan tulang. Pola makan, faktor usia, dan cara sikat gigi yang salah adalah penyebab terkikisnya mineral di gigi.

Untuk gigi sensitif, sebaiknya jangan dibiarkan saja Bunda. Terkikisnya mineral pada gigi memang tidak bisa diperbaiki secara alami, melainkan perlu perawatan dari luar. Ikhtiar yang bisa dilakukan adalah menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif.

Narasumber di virtual press conference “Kembalikan Senyum Bebas Gigi Sensitif dengan Kekuatan Mineral”.

Bunda perlu tahu, 1 dari 5 orang mengalami gigi sensitif, tetapi hanya 7 persen yang memakai pasta gigi khusus. Tanpa perawatan memadai, rasa ngilu pada gigi bisa datang terus menerus.

Bagaimana cara kerja pasta gigi khusus gigi sensitif? drg. Mirah menjelaskan gigi sensitif yang telah terkikis mineralnya, dapat dikembalikan ke kristal hidroksiapatit (HA) melalui proses remineralisasi. Nah, kandungan active remin complex dalam pasta gigi khusus gigi sensitif membentuk kalsium dan fosfat untuk mengganti mineral yang terkikis.

Kata drg. Mirah, active remin complex mampu bekerja sempurna dalam tujuh hari sejak hari pertama pemakaian. Jadi di hari pertama pemakaian, tubulus dentin akan tertutup sekitar 75-80 persen. Selanjutnya di hari ke-3 tubulus dentin tertutup 100 persen. Nah, di hari ke-7, lapisan mineral stabil yang terbentuk akan memberikan penutupan sempurna pada tubulus dentin.

“Ini dapat efektif ketika melakukan penyikatan gigi setiap hari, sehingga lapisan mineral mengalami penebalan,” tutur drg. Mirah.

Itulah berbagai hal yang dianggap sepele namun bisa memicu munculnya gigi berlubang pada anak. Sekarang Bunda pun lebih paham bahwa pengikisian mineral gigi tak hanya mengakibatkan gigi berlubang, tapi juga gigi sensitif di kemudian hari. Dengan pencegahan dan penanganan tepat, gigi kita dan si kecil akan selalu terjaga kesehatan dan kekuatannya ya, Bunda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

8 Peran Orang Tua Dalam Kehidupan Anak

Setiap orang pasti memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangatlah penting. Bahkan, peran orang tua diperlukan sejak anak emas dalam kandungan hingga dewasa. Entah itu berperan untuk mengajari anak hingga memenuhi kebutuhannya. 

Pentingnya Peran Orang Tua

Orang tua menduduki peran yang sangat penting, karena menjadi sekolah pertama bagi anak-anak. Sekalipun anak sudah sekolah, peran orangtua masih diperlukan. Mengingat aktivitas anak akan paling banyak dilakukan di rumah.

Tentu jika orang tua tidak melakukan peranannya dengan baik, pasti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Contoh sederhananya jika orang tua tidak menanamkan hal-hal positif dan memberikan contoh tidak baik, tentu anak akan menirunya.

Begitu juga sebaliknya, orang tua yang melakukan perannya dengan baik, maka akan berdampak pada karakternya. Intinya, orang tua mempunyai peranan penting dalam pembentukan karakter anak yang akan berguna untuk masa depan. 

Inilah 8 Peran Orang Tua Di Kehidupan Anak

Meskipun setiap orang memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangat penting, tapi tidak semua orang yang benar-benar memahami dan menerapkannya. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mempunyai anak, penting mengetahui beberapa peranannya berikut ini. 

  1. Menjamin Kebutuhan Anak Tercukupi

Bukan menjadi hal yang asing lagi jika orang tua mempunyai peranan yang cukup penting terutama dalam memenuhi kebutuhan anak. Beberapa hal yang termasuk dalam kebutuhan Anda seperti pakaian yang layak, makanan bergizi, tempat tinggal dan lainnya.

Terutama dalam hal ini penting untuk memastikan kebutuhan anak dalam asupan bergizi sangat diperlukan. Hal ini disebabkan karena asupan yang bergizi sangat berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. 

  1. Memastikan Anak Berada Di Lingkungan yang Baik

Peran orang tua terhadap kehidupan anak selanjutnya yaitu memastikan berada di lingkungan yang baik. Tentunya jika anak berada di lingkungan yang tepat, maka akan berpengaruh juga terhadap tumbuh dan kembangnya.

Begitu juga sebaliknya, jika anak berada di lingkungan yang tidak baik maka akan mudah terpengaruh melakukan hal-hal yang negatif. Kenapa menjadi orangtua penting untuk melakukan pengawasan terhadap anak. 

  1. Menciptakan Keamanan dan Kenyamanan

Menciptakan keamanan atau rasa aman terhadap anak merupakan salah satu peran orang tua. Mengingat orang tua adalah tempat pulang, sehingga jika tidak terdapat rasa aman maka anda akan merasa tertekan.

Menciptakan keamanan dan rasa nyaman bisa dilakukan dengan berbagai hal Salah satunya memberikan kasih sayang. Selain itu, penting juga untuk memberi arahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak seharusnya.

  1. Menanamkan Nilai yang Baik

Peran lain yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya yaitu menanamkan nilai-nilai baik. Mengingat orang tua menjadi guru pertama dalam pendidik anak, sehingga karakter anak dimulai dari orang tuanya. Ada beberapa hal yang harus ditanamkan sejak dini dan setiap orang tua wajib mengetahuinya.

Adapun beberapa hal yang dimaksudkan seperti bersikap jujur, tidak mengambil barang orang lain, saling tolong-menolong, tidak merendahkan orang lain dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga untuk memberi pengertian kepada anak jika melakukan sesuatu yang buruk tidak diperbolehkan. 

  1. Mengajari Anak dalam Hal Baik

Mengajari dan mendidik anak juga menjadi salah satu peran orang tua yang wajib untuk dilakukan. Tentunya dalam hal ini harus mengajari anak dalam hal yang baik. Didikan yang diberikan oleh orang tua sejak dini bisa berpengaruh terhadap karakternya di masa depan. 

Semakin baik didikan dari orang tua sejak dini, maka anak akan lebih mudah untuk berbaur dengan masyarakat dengan cara yang baik. Misalnya saja mempunyai sopan santun, saling tolong-menolong, saling memaafkan dan lain sebagainya. 

  1. Memberikan Arahan

Peran orang tua selanjutnya yang yaitu memberikan arahan kepada anak dan juga bimbingan. Arahkan anak untuk selalu melakukan hal yang baik. Selain itu, jelaskan juga alasan kenapa tidak boleh melakukan hal yang buruk dan apa dampaknya kepada diri sendiri dan orang lain.

Sekalipun anak melakukan sebuah kesalahan, jangan langsung memarahinya. Langkah yang paling tepat untuk menanganinya yaitu menasehati dan memberi hukuman yang sekiranya bisa memberikan kesadaran kepada anak. Selain itu, penting juga untuk memberikan motivasi kepada anak. 

  1. Identitas Keagamaan

Identitas agama seorang anak berasal dari keluarganya, terutama orang tua. Tentunya peran orang tua dalam hal ini harus mengenalkan nilai-nilai agama dan keberadaan Sang Pencipta. Terutama untuk anak-anak, penyampaian tersebut harus dalam bahasa yang mudah dipahami. 

Tentunya untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut akan lebih mudah jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga harus memberikan contoh yang baik agar anak lebih mudah untuk menirunya. 

  1. Mendisiplinkan Anak

Meskipun kasih sayang dari orang tua sangat diperlukan oleh anak, tapi tetap saja harus menerapkan disiplin. Justru dengan membiarkan anak melakukan apapun yang disukainya dapat berdampak menjadi manja dan tidak bisa bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.

Semakin dini mengajarkan untuk disiplin, anak akan tumbuh menjadi orang yang bertanggungjawab. Contoh sederhananya mengajarkan anak untuk makan dan tidur tepat waktu. Bahkan, tidak ada salahnya juga untuk membuat jadwal harian anak. Demikian penjelasan mengenai peran orang tua yang dibutuhkan untuk kehidupan anak. Dari penjelasan ini bisa diambil kesimpulan jika karakter anak dibentuk dari didikan dan peran orang tua. Begitu juga sebaliknya, jika orang tua tidak melakukan perannya dengan baik, karakter yang terbentuk juga tidak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Memahami Gigi Bayi dan Seluk Beluk Pertumbuhannya

Gigi merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Selain berfungsi untuk mengunyah, keberadaan gigi juga bisa menambah estetika wajah. Karena itu, setiap fase perkembangannya—mulai dari gigi bayi sampai dewasa—harus diperhatikan dengan baik, terutama oleh para ibu.

Gigi bayi atau gigi susu bia

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah konten mendalam dan premium dari Sayangianak.com. Langganan Sayangi Anak Extra akan membantu Bunda & Ayah mengakses artikel premium, ebook, video dan kelas – kelas dari Sayangi Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Mengenal Bagaimana Perkembangan Mental Anak Usia 4 – 5 Tahun

Usia bawah lima tahun merupakan masa golden age di mana sebagai orang tua sangat penting untuk memperhatikan perkembangan anak di usia ini. Terlebih lagi terkait perkembangan mental anak usia 4 – 5 tahun yang biasanya mulai muncul pada fase ini terkadang membuat bingung banyak orang tua.

Fase Per

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah konten mendalam dan premium dari Sayangianak.com. Langganan Sayangi Anak Extra akan membantu Bunda & Ayah mengakses artikel premium, ebook, video dan kelas – kelas dari Sayangi Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top