Kesehatan

Kapan Waktu Terbaik untuk Cek Kehamilan ke Dokter Kandungan

Setelah mengetahui ciri-ciri hamil muda, Bunda perlu membuat janji temu dengan dokter spesialis kandungan. The American Pregnancy Association merekomendasikan ibu hamil untuk berkonsultasi dengan dokter setidaknya 8 minggu sejak periode menstruasi terakhir.

Dengan memulai perawatan sejak awal lewat pengawasan dokter, kesehatan Bunda dan si kecil di dalam kandungan akan terpantau dengan baik. Dari spesialis kandungan, Bunda bisa mendapatkan berbagai informasi terkait kondisi kehamilan, seperti:

  1. Mengetahui HPL.
  2. Mengetahui berbagai faktor risiko kehamilan yang berkaitan dengan kondisi kesehatan, penyakit keturunan atau usia.
  3. Riwayat kesehatan keluarga.
  4. Jadwal perawatan pra kelahiran terbaik.

Seberapa Sering Memeriksakan Kehamilan?

Pada kunjungan pertama, dokter mungkin akan memberitahu seberapa sering sebaiknya Bunda memeriksakan diri ke dokter. Untuk kehamilan yang sehat dan aman, rekomendasi waktu kunjungan ke dokter sebaiknya dilakukan pada:

  1. Minggu ke-4 sampai minggu ke-28 dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sekali dalam sebulan.
  2. Minggu ke-28-36 dianjurkan untuk melakukan kunjungan ke dokter setiap dua minggu sekali.
  3. Minggu ke 36-40 dianjurkan untuk memeriksakan kandungan setiap minggu.

Meskipun sibuk, pastikan untuk memenuhi anjuran jadwal kunjungan yang diberikan oleh dokter. Melakukan perawatan pra kelahiran sangat penting untuk kesehatan Bunda dan si kecil.

Ketika seorang ibu tidak mendapatkan perawatan pra kelahiran, bayi berisiko tiga kali lebih tinggi lahir dengan berat badan rendah. Melalui pemeriksaan berkala, dokter bisa menemukan berbagai masalah sejak dini. Dengan demikian, langkah penanganan bisa dilakukan. Hal ini adalah kunci untuk menjalani kehamilan sehat.

Kondisi yang Mengharuskan Pemeriksaan Kandungan Lebih Sering

Rekomendasi terkait frekuensi pemeriksaan kandungan sifatnya tidak tetap. Dokter biasanya memiliki pertimbangan tersendiri. Semua tergantung pada kondisi Bunda dan janin yang dikandung.

Ada beberapa faktor risiko yang mungkin mengharuskan Bunda lebih sering melakukan pemeriksaan antara lain:

1. Berusia 35 Tahun atau Lebih

Sebenarnya kebanyakan wanita usia 30-an sampai 40-an melahirkan bayi yang sehat. Namun wanita yang berusia di atas 35 tahun punya risiko lebih besar mengalami masalah dalam kehamilan termasuk kondisi cacat lahir pada bayi yang dikandung.

2. Memiliki Masalah Kesehatan Sebelum Hamil

Jika Bunda punya kondisi medis khusus, termasuk diabetes atau tekanan darah tinggi, kondisi kehamilan perlu dikelola dengan cermat. Hal ini dilakukan agar tidak berpengaruh pada kesehatan janin. Masalah kesehatan lain yang juga memerlukan penanganan khusus saat hamil adalah asma, lupus, anemia, dan obesitas

3. Memiliki Masalah Kesehatan yang Muncul Saat Hamil

Selama kunjungan pra kelahiran yang Bunda lakukan, dokter akan mencari tahu komplikasi yang mungkin terjadi di masa kehamilan seperti preeklamsia (tekanan darah tinggi yang terjadi selama masa kehamilan) atau diabetes gestasional (diabetes yang dialami seorang wanita hanya dia masa kehamilan saja). Jika Bunda mengalami salah satu dari masalah kesehatan ini, dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan yang lebih sering

4. Ada Risiko Kelahiran Prematur

Jika sebelumnya Bunda punya riwayat persalinan prematur atau ada tanda-tanda akan melahirkan prematur, dokter kandungan perlu melakukan pengawasan lebih ketat.

Dengan mengunjungi dokter secara rutin untuk perawatan pra kelahiran, Bunda akan merasa lebih nyaman. Bunda bisa mengetahui kondisi kesehatan bayi dan melakukan pencegahan untuk risiko-risiko yang tidak diinginkan.

Itulah ulasan lengkap terkait ciri-ciri hamil muda dan berbagai hal yang perlu diketahui di awal masa kehamilan. Sambut kelahiran dengan persiapan terbaik agar Bunda dan si kecil sehat selalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Begini Perkembangan Janin di Trimester Pertama Kehamilan

Mendeteksi perkembangan janin secara periodik merupakan salah satu cara efektif untuk meminimalkan risiko kehamilan. Nah, periode terpenting dalam masa kehamilan adalah trimester pertama.

Deteksi dini kehamilan perlu dilakukan. Jangan abai ya, Bunda, karena berisiko tinggi mengalami gangguan kese

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Dengan Sayangi Anak EXTRA, orang tua dapat mengakses semua artikel premium, kelas & event eksklusif dan video – video seputar parenting, kesehatan dan ibu & anak baik dari para ahli Sayangi Anak maupun dari Team Sayangi Anak..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Peluang Kehamilan pada Memang Beragam, Ini Salah Satu Alternatif Membantu Memiliki Anak

Menikah kemudian memiliki momongan tentu merupakan hal yang didambakan hampir semua pasangan suami istri. Namun, dalam perjalanan mewujudkan ini, tak semua pasangan memiliki jalan yang mulus.

Namun, ada banyak hal yang bisa menjadi hambatan untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya adalah infertilitas. infertilitas atau masalah kesuburan menjadi masalah umum yang terjadi pada sistem reproduksi wanita dan pria.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebut ada penurunan angka fertilitas di Indonesia. Bahkan hasil survei dan data Sensus Penduduk, angka fertilitas dinamika kependudukan di Indonesia mengalami penurunan dari sebesar 2,6 per wanita pada periode Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002-2012 menjadi 2,4 anak pada SDKI 2017.

“Peluang kehamilan pada pasangan suami istri memang beragam, karena banyak faktor yang dapat mempengaruhi kesuburan baik dari sisi suami ataupun istri. Menjalani pola hidup sehat adalah salah satu faktor penting menjaga kesuburan. ” ungkap dr. Azhar Nurbahri, MD selaku General Manager Medical Business & Operations Morula Indonesia dalam acara Kampanye Kolaborasi #SehangatHarapanIbu dari Alodokter, Telon Lang Plus, dan Bundamedik Healthcare System pada Kamis (2/6) di RSU Bunda Jakarta.

Bayi Tabung jadi alternatif membantu peluang pasangan untuk mendapatkan momongan?

Namun demikian, di era teknologi canggih saat ini, teknologi kesehatan secara signifikan dapat membantu peluang pasangan untuk mendapatkan momongan. Salah satunya teknologi in vitro fertilization (IVF) atau dikenal dengan bayi tabung.

Keuntungan utama dari program bayi tabung (IVF) adalah kemungkinan tercapainya kehamilan yang sukses dan kelahiran bayi yang lebih sehat. Data tahun 2021 saja menunjukkan bahwa Morula Indonesia memiliki tingkat keberhasilan tertinggi hingga 72%. Pasangan yang mendaftar untuk program ini bukan hanya mereka yang sudah menikah dan menginginkan anak pertama, tetapi juga mereka yang menginginkan proses kehamilan yang lebih aman dan nyaman karena mengurangi berbagai resiko.

dr. Azhar Nurbahri, MD mengatakan ” Program bayi tabung (IVF) saat ini menjadi alternatif utama untuk memiliki buah hati. Ini dapat dibuktikan dari catatan Morula Indonesia telah beroperasi selama 24 tahun, dengan teknologi terbaru dan sertifikasi internasional, hingga saat ini telah membantu lebih dari 100.000 pasien baik dari Indonesia maupun di luar negeri”

Langkah awal dalam merencanakan program bayi tabung (IVF), pasangan suami istri harus dalam kondisi sehat dengan menjalani tes fertilitas untuk mengetahui kondisi kesuburan mereka, agar program kehamilan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat secara medis. Tes kesuburan biasanya meliputi pengecekan kualitas sperma, kualitas rahim, leher rahim, indung telur hingga tuba falopi dan konsultasi gaya hidup yang mendukung kehamilan, hingga indikasi masalah infertilitas.

“Telon Lang Plus yang telah menemani Ibu Indonesia sejak tahun 1983, saat ini tergerak untuk membantu pasangan menikah yang belum memiliki momongan dan yang memiliki tantangan infertilitas agar dapat merasakan kesempatan yang sama menjadi orang tua. Bagi Telon Lang Plus, kualitas adalah segalanya, bukan hanya kualitas produk dan pelayanan saja yang penting namun dalam mencari partner program seperti pada kampanye #SehangatHarapanIbu, Telon Lang Plus yakin sedang bekerja sama dengan partner terbaik di bidangnya yaitu Morula Indonesia dan Alodokter” Hamdan Dahlan selaku Commercial Director PT.Borden Eagle Indonesia

Telon Lang Plus memiliki visi untuk “Caring for The New Generation”, dimana Telon ingin dapat membantu orang tua untuk merawat dan melindungi bayinya dari masalah kesehatan ringan sehingga menjadi lebih tenang dan percaya diri dalam menjaga kesehatan bayinya. Hal ini terutama karena Balita adalah salah satu kelompok usia yang rentan terhadap kondisi hipotermia, yaitu kondisi ketika suhu tubuh turun drastis hingga di bawah 35°C.

Suci Arumsari, Co-Founder & President Director Alodokter, mengatakan, “Saat ini semua hal telah terdigitalisasi, maka secara langsung peran teknologi telehealth dalam mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan secara digital menjadi fundamental. Dari awal Alodokter hadir di Indonesia, topik kehamilan dan tumbuh kembang bayi dan anak adalah topik yang paling dicari di antara jutaan konten yang tersedia di Alodokter. Inilah kenapa Alodokter sangat memahami betapa keinginan memiliki dan membesarkan anak dengan baik masih menjadi impian keluarga Indonesia. Maka kami berharap melalui kolaborasi #SehangatHarapanIbu ini, bersama kita beri inspirasi dan harapan bagi keluarga Indonesia untuk terus berusaha”.

Pada kolaborasi ini Alodokter memberikan keluarga Indonesia kemudahan berkonsultasi melalui fitur “Chat Dokter” pada platform Alodokter, terutama dengan dokter spesialis kandungan. Keluarga Indonesia dapat memastikan untuk melanjutkan pada tahap tes fertilitas dan tahap-tahap berikutnya. Pada Alodokter juga terdapat jutaan konten mengenai Program Bayi Tabung, menjaga kesuburan, mempersiapkan diri untuk kehamilan, Dipastikan bahwa informasi di Alodokter seluruhnya telah diverifikasi oleh dokter.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Yuk Pahami Proses Perkembangan Janin di Trimester Ketiga

Memasuki trimester ketiga, banyak tantangan fisik dan emosional yang harus dilewati ibu hamil. Pasalnya, trimester ketiga merupakan fase akhir perkembangan janin. Saat ini, momen persalinan semakin dekat.

Trimester ketiga kehamilan terjadi mulai minggu ke-28 hingga ke-40. Biasanya, pada minggu ke

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Dengan Sayangi Anak EXTRA, orang tua dapat mengakses semua artikel premium, kelas & event eksklusif dan video – video seputar parenting, kesehatan dan ibu & anak baik dari para ahli Sayangi Anak maupun dari Team Sayangi Anak..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top