Kesehatan

Inilah yang Orangtua Perlu Lakukan untuk Memberikan Pertolongan Pertama Saat Anak Terbentur

Masa anak-anak adalah masa perkembangan yang membutuhkan banyak gerak. Pada masa ini, anak akan cenderung banyak gerak dan tidak mau diam sehingga terkadang dia terjatuh ataupun terbentur.

Selain itu, pada masa ini juga kadang anak terjatuh, baik itu terjatuh dari tempat tidur, terjatuh saat belajar berjalan, terpeleset, dan lain sebagainya. hal-hal di atas kadang menimbulkan benturan pada kepala anak. Sebagai orang tua jika terjadi sesuatu pada anaknya pastilah akan hawatir, terutama saat hal itu mengenai kepala anak. kita pastilah akan hawatir dan berusaha untuk mengobatinya.

Jika ini terjadi pada anak anda, hal pertama yang harus anda lakukan adalah jangan panik. Sebagai orang tua anda memang hawatir tapi kehawatiran anda itu jangan sampai membuat anda sendiri menjadi panik karena jika panik maka pertolongan yang anda lakukan menjadi kurang maksimal. Selain itu anak juga akan merasa takut dengan keadaannya.

Untuk itulah usahakan tetap tenang sambil berusaha untuk mengobatinya.

Ada beberapa pertolongan pertama saat anak terbentur, yaitu:

  1. Berdarah banyak

Jika anak anda terbentur sesuatu lalu mengeluarkan darah yang banyak, maka anda jangan panik. Darah yang banyak belum tentu sebagai tanda luka si anak parah. Apa lagi jika luka itu terjadi pada sekitar wajah maka darahnya akan cenderung banyak.

Hal itu karena di sekitar wajah terdapat banyak pembuluh darah sehingga jika terluka sedikit saja maka akan mengeluarkan darah cukup banyak. Yang perlu anda lakukan adalah letakan handuk bersih, atau kain bersih, atau perban pada bagian yang terluka selama beberapa menit. Ini bertujuan untuk mengurangi jumlah darah yang keluar.

  1. Luka kecil dan lecet pada wajah

Jika anak anda terbentur atau terpeleset dan wajahnya menjadi lecet, maka pertolongan pertama pada anak yang perlu anda lakukan adalah bersihkan dulu semua lukanya denggan air hangat. Setelah itu oleskan salep anti bakteri pada luka tersebut. Kemudian agar lukanya cepat sembuh, tutuplah dengan menggunakan plester khusus penutup luka

Jika kepala anak anda terbentur sesuatu dan menyebabkan benjol di kepala, maka anda perlu mengamati prilaku si anak. jika dia menangis sebentar lalu kembali ceria maka anda hanya butuh mengkompresnya dengan menggunakan ice pack. Ini untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat sakitnya itu..

Itu adalah pertolongan pertama saat anak terbentur karena sebenarnya sebagai orang tua pada umumnya dapat memberikan pertolongan sendiri tanpa bantuan dokter. Tapi ada beberapa tanda yang tidak bisa anda atasi sendiri dan harus menghubungi dokter jika terjadi hal-hal berikut ini:

  1. Benturan itu menyebabkan ada luka yang cukup dalam sehingga menimbulkan jarak antar kulit. Ini tidak bisa diatasi sendiri karena luka seperti ini harus dijahit.
  2. Darah terus mengalir setelah 5 – 10 menit. Jjika ini dibiarkan maka anak bisa mengalami kekurangan darah.
  3. Anak terus menangis meskipun anda sudah menenangkannya.
  4. Kepala anak jatuh ke permukaan yang keras.

Jika anak mengalami pukulan keras di bagian kepala yang membuatnya sampai pinsan, maka yang harus anda perhatikan adalah kemungkinan terjadinya gegar otak. Untuk itu, pertolongan pertama yang perlu anda lakukan adalah:

  1. Anda harus memastikan anak tetap bangun 1 jam setelah kejadian. Lihatlah apakah anak terlihat bingung atau tidak. jika terjadi pada bayi, amati apakah dia rewel atau tidak.
  2. Cek terus pernafasan dan warna kulitnya. Jika pernafasannya normal maka biarkan saja. Tapi jika pernafasannya seperti tersendat atau tidak mau bangung, maka segera hubungi dokter.
  3. Segera hubungi dokter jika sfetelah 24 jam dari kejadian anak terlihat bingung, muntah, nafsu makan berkurang, mimisan, kejang, sakit kepala, dan lain sebagainya yang menghawatirkan.

Di atas adalah pertolongan pertama saat anak terbentur. Semoga bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Jika Orangtua Membentak dan Berteriak Kepada Anak

Sebagai orang tua tentunya ada masanya melihat anak bertingkah atau berbuat salah. Misalnya membuat rumah berantakan, tidak sengaja menjatuhkan HP, atau merusakkan benda di rumah. Lalu bagaimana respon ayah dan bunda ketika anak berbuat salah? Apakah akan membentak, berteriak, memberikan hukuman atau konsekuensi?

Merasa kesal dan marah ketika anak berbuat salah adalah hal yang wajar, tetapi hal tersebut  tidak membenarkan orang tua untuk berteriak atau membentak anak. Sering membentak dan berteriak kepada anak akan memberikan dampak yang buruk. Mungkin sikap anak akan berubah saat dibentak, tapi itu hanya sesaat. Bentakan dan teriakan dari orang tua akan membekas di hati si kecil, bahkan bisa mengganggu psikologis anak.

Tak hanya itu saja, riset juga menunjukan anak yang sering mendapat bentakan cenderung lebih agresif, baik secara fisik dan verbal. Apapun konteksnya, berteriak seringkali didefinisikan sebagai ekspresi kemarahan. Hal itu justru membuat anak-anak ketakutan dan merasa tidak aman. Sebaliknya, ketenangan justru membuat anak merasa dicintai dan diterima. 

Membentak anak, terutama bentakan yang disertai penolakan dan penghinaan verbal, bisa dianggap sebagai pelecehan emosional. Hal itu terbukti berdampak panjang pada psikologis anak untuk jangka panjang. Anak akan mudah mengalami kecemasan, memiliki rasa percaya diri yang rendah, dan menjadi pribadi yang agresif secara fisik dan mental. Atau bahkan menjadi anak yang pemarah, keras kepala, dan agresif sebagai bentuk perlawanan karena tidak ingin dimarahi.

Dilansir dari Hello Sehat, penelitian lain menunjukkan bahwa anak yang semasa kecil dibentak-bentak oleh orangtuanya lebih berisiko mengalami gangguan perilaku dan depresi akibat trauma masa kecil ini. Selain itu, berikut efek lain yang bisa terjadi ketika anak sering mendapatkan bentakan dari orangtuanya: 

  1. Anak menganggap berteriak adalah cara untuk menyampaikan pesan mereka satu sama lain. 
  2. Anak akan membalas dan berbalik meneriaki orangtua. Hubungan anak dan orangtua tidak stabil dan tidak dapat berkomunikasi dengan cara yang sehat. 
  3. Anak cenderung menarik diri dari orangtua dan mudah dipengaruhi teman-temannya.

Jadi, ketika ayah dan bunda sedang marah kepada anak, ambil jeda sebentar untuk menenangkan diri dan ajak anak bicara ketika emosi sudah stabil. Ketika emosi, kata-kata yang keluar sering tidak terkontrol dan dapat menyakiti anak. Dengan begitu anak akan sedih dan orang tua justru akan menyesal setelahnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Event

Tips Mengelola Emosi Orangtua Selama Pandemi

Coba ingat, selama pandemi sudah berapa kali Bunda tak bisa menahan emosi di rumah?

Demi menyesuaikan situasi, sekolah online memang masih dijadikan acuan untuk sistem pembelajaran anak di masa pandemi. Mendampingi anak belajar dirumah pun bukanlah hal yang mudah. Orang tua perlu menjaga kestabilan emosi ketika mendampingi anak belajar. Namun ketika anak mengalami fase bosan saat belajar, terkadang timbul emosi dari orang tua. Lalu bagaimana tipsnya bagi orang tua agar dapat mengelola emosi selama mendampingi anak belajar ketika pandemi ini?

Berusaha untuk memahami kegundahan yang selama ini Bunda rasakan, kali ini Sayangianak.com bekerja sama dengan KALCare. Ingin mengajak Bunda untuk sama-sama belajar untuk mengelola emosi di rumah selama pandemi.

Yuk temukan jawabannya di Kulwap KALCare : “Tips Mengelola Emosi Orang Tua Selama Pandemi.”

📅 : Rabu, 25 November 2020
⏰ : 13.00 WIB – 15.00 WIB

Pembicara:
1. Novia Dwi Rahmaningsih, M. Psi., Psikolog (Psikolog Kawan Bicara)
2. Maria Olga, S.Tr.Gz (Ahli Gizi KALCare)

Registration : FREE (Kuota Terbatas)

Registrasi di https://bit.ly/kaltipsmengelolaemosiorangtua dan dapatkan voucher Belanja di KALCare sebesar Rp.50.000,-. Kunjungi www.kalcare.com atau download aplikasi KALCare di iOs dan Android.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Bunda Tahu Tidak? Emosi Ibu Menular ke Anak

Seorang Ibu yang bahagia akan mendidik anak dengan bahagia, sehingga anak akan tumbuh dengan sehat juga ikut bahagia. Sebaliknya, jika ibu memendam amarah dan kesedihan, maka tidak akan maksimal dalam membersamai anak. Risiko buruknya, anal bisa saja jadi sasaran ibu dalam meluapkan amarah. Kemungkinan lainnya, bisa saja anak melihat kesedihan di mata ibu sehingga anak juga ikut sedih.

Dibalik ibu yang suka marah-marah, mungkin ada permasalahan atau konflik batin yang masih terpendam dan belum selesai. Oleh karena itu, ibu harus membersihkan konflik batin ibu terlebih dahulu. Misalnya dengan curhat ke pasangan atau ke teman lain yang sekiranya bisa membantunya.

Bunda perlu tahu, jika seorang perempuan, termasuk ibu butuh seorang pendengar yang baik untuk mengeluarkan perasaan dan unek-uneknya, karena setiap hari perempuan perlu mengeluarkan 20.000 kata setiap harinya. Dengan mengeluarkan apa yang ada di dalam hati dan tidak memendamnya sendiri mungkin akan membuat perasaan ibu lebih baik. Solusi lainnya, seorang Ibu dan pasangan bisa melakukan pillow talk setiap harinya sebelum tidur.

Hal lain yang perlu Bunda sampaikan kepada Ayah adalah, sering mengobrol bersama pasangan akan membantu Bunda dalam mengelola emosi. Dan kedekatan antara Bunda dan Pasangan akan semakin terjalin dan bisa saling mengungkapkan perasaan, jika bisa saling mengerti dan memahami. Nilai penting lain yang perlu Ayah ketahui, mempunyai suami yang mau menjadi pendengar yang baik dan teman ngobrol bisa membantu mengobati konflik batin ibu adalah sesuatu yang sangat penting. Ibu akan menjadi lebih bahagia menjalani aktivitasnya sehari-hari dan mendidik anak dengan bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top