Kesehatan

Ini Pertanyaan dan Jawaban MPASI yang Harus Bunda Ketahui

Setelah pemberian ASI ekskusif pada 6 bulan pertama usia bayi, selanjutnya adalah mengenalkan makanan pendamping ASI pada bayi. Ya MPASI, berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang sering dan tanyakan terkait MPASI.
WaktuMPASI

Berikut  6 Pertanyaan Top Soal MPASI  kepada dr. Ayu Partiwi, SpA, MARS atau yang lebih akrab disapa dr. tiwi di webnya klinikdrtiwi.com

1. Bayi saya mendapat ASI eksklusif 6 bulan dan hingga usia satu tahun sekarang masih dapat ASI selain MPASI. Haruskah dia mengenal susu UHT atau susu formula?

Jawab:

Hal ini berpulang kembali kepada ibu dan bayi, apakah setelah usia bayi satu tahun akan dikenalkan susu atau tidak. Selama berat badannya ideal dan nafsu makan bayi bagus, dia tidak mengenal susu pun tidak apa-apa. Zat-zat gizi yang terdapat pada susu bisa tetap diperoleh anak dari sumber makanan lain secara memadai. Apalagi, bayi-bayi ASI seringkali kurang menyukai rasa susu formula.

Susu sebagai sumber kalsium, riboflavin (B2), dan mineral zinc bisa didapat dari sumber makanan lain. Carol Byrd-Bredbenner, PhD, RD dan Donna Beshgetoor, PhD., dalam bukunya Perspectives in Nutrition, menyebutkan bahwa daya serap (bioavailabilitas) kalsium oleh tubuh dari susu masih kalah dibanding brokoli, kol, kembang kol, dan bakcoy. Sementara vitamin B2 dapat juga diperoleh dari daging dan hati. Dan, mineral zinc terkandung juga dalam kacang-kacangan serta serealia.

Kalau pun ingin mengenalkan susu untuk anak di atas setahun dengan berat badan dan nafsu makan yang baik, ibu bebas menentukan pilihan. Silakan saja pilih yang diinginkan, susu UHT atau formula. Yang jelas, jangan mengencerkan susu formula hanya karena memaksakan diri memberi susu formula pada bayi padahal status gizi si bayi kurang baik. Lebih baik manfaatkan makanan lokal sumber kalsiun seperti ikan teri segar yang dimakan dengan tulangnya daripada memberi anak dengan status gizi kurang dengan susu formula encer atau tidak sesuai takaran yang dianjurkan.

Untuk bayi dengan berat badan kurang atau kurus, susu formula bisa menjadi pilihan, selain tetap terus disusui. Karena, dua tahun pertama adalah usia gizi anak. Maksudnya, bila di usia ini tubuh anak kecil, maka biasanya dia akan kecil terus. Gizi yang baik di usia 2 tahun pertama anak akan mengawal tumbuh kembang anak hingga usia 5 tahun, karena gizi berhubungan erat dengan sistem imun.

2. Bagaimana dengan penambahan gula dan garam pada MPASI, bolehkah?

WHO memang tidak menyatakan bahwa pemberian gula dan garam dilarang pada bayi. Masalahnya, bayi belum bisa melakukan perawatan gigi sendiri, sehingga cenderung mengalami karies bila mengonsumsi gula tanpa perawatan gigi yang benar. Anak yang sudah menggemari makanan bercita rasa manis biasanya juga jadi tidak suka makan sayur.

Bukan tidak boleh, tapi bila kita teliti lagi, makanan instan umumnya ada penambahan gula dan garam. Itu sebabnya, makanan lokal yang segar lebih disarankan untuk bayi. Selera makan bayi itu pada dasarnya bagus dan sehat. Dia suka dengan makananannya yang tanpa gula dan garam. Jadi sebaiknya jangan kita rusak selera makannya tersebut untuk menghindari kegemukan dan masalah kesehatan lain di kemudian hari.

3. Makanan apa yang tepat untuk anak yang diare? Amankah obat diare yang diberikan dokter?

Obat bukan tidak boleh diberikan pada anak. Anak boleh diberi obat asal dengan alasan yang rasional (RUM = rational use of medicines). Sebagai informasi, modal seorang dokter anak dalam bekerja adalah ibu percaya pada dokter. Karena, pengobatan pada anak saat sakit bersifat sangat individual, satu anak berbeda dengan anak lain. Dokter pasti punya alasan mengapa memberikan satu jenis obat pada anak yang sedang sakit. Apabila orang tua tidak setuju dengan pemberian obat tersebut, lebih baik dipelajari komponen yang ada pada obat tersebut, lalu diskusikan dengan dokter sampai orang tua paham alasan dokter. Jadi bila ditanya perlu obat atau tidak pada bayi diare, jawabannya tergantung diagnosis. Bila perlu lakukan tes laboratorium, seperti cek rotavirus yang sekarang banyak terjadi pada bayi diare.

Untuk anak diare, karena dia kehilangan cairan, maka hal utama yang harus diberikan padanya adalah cairan yang mengandung gula dan garam. Anak yang diare terus-menerus bisa mengalami kejang karena kekurangan cairan elektrolit. Anak yang diare sampai 10 kali dapat membuatnya demam.

Untuk bayi yang mengalami diare, WHO menyarankan pemberian suplemen zinc. Apalagi pada bayi-bayi ASI, yang biasanya makin kecil kandungan zinc dari ASI setelah usia 4 bulan. Sementara untuk makanan yang dianjurkan adalah buah yang mengandung kalium tinggi, yaitu pisang. Infus yang diberikan pada anak diare biasanya juga ada cairan kalium. Bisa juga diberi apel yang mengandung pektin, yang dapat membuat konsistensi feses bayi lebih padat. Hindari dulu pemberian buah yang kandungan vitamin C dan seratnya tinggi seperti jeruk dan pepaya.

4. Apakah bila ibu menyusui mengonsumsi makanan sumber zat besi akan disalurkan ke bayi melalui ASI?

Sayangnya, keluarnya zat besi melalui ASI –meski si ibu mengonsumsi makanan sumber zat besi– sedikit sekali. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasi agar bayi diberi suplementasi zat besi di usia 4-5 bulan. Memang tidak semua bayi perlu tambahan zat besi, dan banyak ibu menyusui yang menolak memberikan suplemen zat besi pada bayinya karena ingin memberikan ASI eksklusif. Untuk memastikan apakah bayi mengalami kekurangan zat besi atau tidak, sebaiknya dilakukan tes laboratorium. Apalagi bila sudah ada tanda-tanda bayi kekurangan zat besi, seperti malas menyusu dan berat badan tidak naik. Dari pengamatan di ruang praktik, hasil pemeriksaan zat besi pada bayi ASI usia 4-6 bulan rata-rata rendah, meski tidak anemia (kekurangan zat besi). Jadi, cadangan zat besi si anak rendah.

Bayi yang dilahirkan normal umumnya cadangan zat besinya lebih baik daripada bayi yang lahir melalui operasi Caesar. Diduga, hal ini karena pada persalinan bedah Caesa, pemotongan tali pusat lebih cepat dilakukan karena umumnya bayi kurang menangis, sehingga suplai darah dari ibu ke bayi berhentinya juga lebih cepat. Sedangkan bila lahir normal, biasanya tidak harus buru-buru memotong tali pusat (delay clamping) sehingga bayi mendapat bekal zat besi lebih baik hingga 6-12 bulan ke depan.

Beberapa bayi memang sensitif terhadap pemberian suplementasi zat besi, seperti sukar buang air besar. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya bayi yang sudah mengonsumsi MPASI segera diberi menu makanan kaya zat besi seperti hati ayam dan bayam.

6. Bolehkah bayi usia 8 bulan diberi potongan apel? Ibu saya melarangnya karena anak belum tumbuh gigi, sementara saya memperbolehkannya karena anak sudah kepingin.

Untuk mengunyah, bayi tidak harus pakai gigi. Gigi pertama bayi yang tumbuh adalah di depan, sementara untuk mengunyah diperlukan gigi belakang yang biasanya tumbuh di usia 2 tahun. Mengingat fase kritis bayi mengunyah terjadi di usia 6-9 bulan, maka jangan ditunggu giginya tumbuh dulu baru diberi makanan untuk dikunyah. Bayi bisa mengunyah MPASI yang dimulai dengan tekstur yang lembut lalu bertahap ke kasar.

Bayi mengunyah dengan gusinya, dan jangan samakan gusi bayi dengan gusi orang dewasa. Di dalam gusi bayi sebenarnya ada giginya, tapi belum muncul/tumbuh. Bila bayi tidak diberi stimulasi mengunyah makanan pada fase kritis maka akan lebih sulit bagi kita untuk mengajarinya kelak. Demikian pula dengan fase kritis perkembangan yang lain, seperti toilet training dan sikat gigi. Jadi, biarkan saja bayi makan potongan apel, apalagi dia sudah bisa pegang sendiri.

Perihal perbedaan pendapat dengan orang tua dalam pengasuhan anak, hendaknya kita tetap menghormati orang tua. Dengarkan omongannya, jangan membantah, karena bagaimana pun orang tua kita lebih berpengalaman, setidaknya telah membesarkan kita atau pasangan. Hanya saja, karena keterbatasan informasi jaman dulu, maka cara yang mereka lakukan mungkin dianggap tidak tepat lagi. Dalam menghadapi situasi seperti ini, lebih baik kita bangun pola komunikasi yang baik dengan orang tua kita. Dengarkan dulu apa pendapat orang tua kita, lalu saring mana yang benar dan bisa kita manfaatkan, serta mana yang kurang tepat. Komunikasikan baik-baik keberatan kita, bila perlu ajak bersama-sama belajar perihal tumbuh kembang anak.

Selanjutnya ini merupakan pertanyaan mendasar tentang MPASI yang harus Ayah Bunda ketahui seperti dikutif dari tabloid-nakita.com

MPASI, Mengapa Penting?

Pemberian makanan pertama yang disebut makanan pendamping ASI (MPASI) ini dibutuhkan sebab kebutuhan kalsium, kalori, protein perlu ditambah lewat lauk-pauk seperti daging, ikan, sayur-sayuran, buah, dan lainnya. Pemberian makanan tambahan ini diperlukan karena pertumbuhan bayi yang semakin cepat.

Setelah MPASI, ASI Ditinggalkan?

Jelas tidak. Namanya saja pendamping, maka ASI tetaplah yang utama. Mengapa MPASI diberikan di usia 6 bulan? Karena menurut saran dari para dokter anak, selama 6 bulan pertama asupan terbaik adalah ASI eksklusif (tidak tergantikan oleh makanan/minuman lain). Pemberian ASI eksklusif membuat bayi mempunyai daya tahan tubuh yang lebih baik.  MPASI baru diperkenalkan di atas usia 6 bulan untuk menunggu kesiapan sistem pencernaan dan organ lain seperti hati dan ginjal, kesiapan sistem saraf dan motorik bayi.

Apa Manfaat MPASI?

MPASI yang diberikan, nantinya membantu bayi melatih kemampuan oromotor (organ-organ di mulut) karena melalui MPASI bayi akan mengunyah, mengisap, serta menelan untuk belajar makan makanan yang berkontur. Itu sebabnya, pemberian MPASI dilakukan bertahap, dimulai makanan berbentuk cair (ASI), lunak, semipadat, hingga padat.

Bagaimana Bila MPASI Diberikan Terlambat?

Pemberian MPASI terlalu dini (kurang dari 6 bulan) tidak disarankan karena dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, infeksi pencernaan, malnutrisi, obesitas dan alergi, termasuk eksim, asma dan alergi makanan.

Bagaimana Bila MPASI Diberikan Terlalu Cepat?

Pemberian MPASI pun jangan terlambat dilakukan. Risikonya, bayi akan kekurangan asupan nutrisi sehingga mengalami gangguan tumbuh kembang, energi berkurang, ke depannya ia bisa mengalami gangguan adaptasi terhadap makanan. Contohnya menjadi picky eater  atau memilih-milih makanan karena ia tidak terbiasa mengenal ragam rasa dan kontur sejak dini dari MPASI.

Bagaimana Tahapan Pemberian MPASI?

Sejatinya, memperkenalkan MPASI tak hanya mengenalkan pada nasi tim dan bubur susu. Mama bisa memberikan berbagai variasi makanan dan cita rasa. Selain untuk mendeteksi apakah si kecil alergi terhadap bahan makanan tertentu, dengan mengenalkan variasi makanan sedini mungkin, si kecil akan tumbuh jadi anak yang tidak pemilih dalam hal makanan (picky eater).

Secara umum, ciri-ciri MPASI yang baik di antaranya; kaya akan energi, protein, vitamin dan mineral, tidak ditambahkan garam dan bumbu, mudah dicerna bayi, mudah diperoleh, dan disukai bayi. Selain itu, karena kemampuan organ pencernaan bayi masih terbatas
sebaiknya pengolahan MPASI perlu di sesuaikan (diberikan secara bertahap).

MPASI Dilakukan Secara Bertahap, Seperti Apa?

Untuk tahap awal atau perkenalan, bayi diberikan makanan lumat. Makanan lumat adalah jenis makanan yang konsistensinya paling halus, biasanya makanan ini diberikan pertama kali pada bayi setelah ASI seperti bubur susu dan bubur saring,bubur sumsum, pisang saring atau kerok, pepaya saring dan tim saring. Umumnya diberikan mulai usia 6-7 bulan. Untuk tahapan berikutnya, bayi diberikan makanan lembik. Makanan lembik merupakan makanan peralihan antara makanan lumat ke makanan biasa yang konsistensinya lebih padat daripada makanan lumat. Seperti bubur beras (padat)atau nasi lembik. Pemberian makanan lembik sebaiknya lengkap dengan lauk pauk dan sayuran. Biasanya diberikan mulai umur 8-12bulan.

Secara urutan, di usia 6 bulan, Mama bisa memberikan bubur 1 kali sehari misalnya di pagi hari dan buah 1 kali sehari misalnya di siang hari. Di usia 7-8 bulan, pemberian bubur ASI bisa diselang-seling dengan nasi tim saring 1-2 kali sehari (di luar bubur ASI) dan buah 2 kali sehari. Di usia 9-12 bulan Mama bisa memberikan nasi tim agak kasar 3 kali sehari (pagi-siang-sore) kemudian berikan buah atau biskuit 2 kali sehari. Nah masuk usia 12 bulan ke atas Mama sudah bisa memberikan nasi lembek dengan lauk tempe, tahu atau daging/ayam cincang 3 kali sehari ditambah buah atau biskuit 2 kali sehari. Jika tahapan ini dilalui dengan baik, pada usia batita, anak-anak sudah dapat memakan makanan padat seperti yang Mama makan. Harap diperhatikan, Ma, di setiap tahapan, ASI tetap diberikan sesuai yang diinginkan bayi (on demand).

Lalu,  setiap memperkenalkan satu jenis makanan, amati apakah makanan barunya memunculkan reaksi alergi yang tampak pada kulit atau mungkin bermasalah pada pencernaannya. Jika tak terjadi gangguan, Mama bisa dengan mudahnya mengenalkan beragam variasi rasa pada berbagai bahan makanan. Pengenalan aneka rasa dan bahan pangan sejak dini sangat berpengaruh pada pola makan di kemudian hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

5 Menu MPASI untuk Tumbuh Gigi dan Poin Penting Lainnya yang Harus Bunda Pahami

Pemberian wajib MPASI untuk tumbuh gigi bayi tidak boleh sembarangan! Karena, makanan pendamping ASI harus disesuaikan berdasarkan umur atau usianya. Bayi sejak pertama lahir ke dunia hingga berusia 6 bulan diberikan ASI eksklusif agar pertumbuhan dan perkembangan berjalan optimal. Selanjutnya, ketika ia sudah memasuki usia keenam, ia perlu makanan pendamping untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. 

Menu MPASI untuk Tumbuh Gigi yang Harus Diketahui Orangtua

MPASI yang baik mampu merangsang pertumbuhan gigi si kecil. Karena itu, sebagai orang tua penting sekali menemukan menu yang tepat supaya bayi dapat asupan bergizi. Berikut ini ada 5 menu MPASI yang cocok sekali diberikan untuk tumbuh gigi bayi.

1. Telur Orak Arik 

Menu ini bahannya mudah didapat begitu juga dengan cara mengolahnya. Tidak butuh waktu lama, hanya beberapa menit saja, telur orak arik siap disajikan. Lebih bagus lagi jika ditambahkan sayur dan keju untuk menambah nutrisinya. 

Umumnya, masak menu telur orak arik menggunakan mentega (butter), minyak kelapa, minyak canola. Jangan gunakan minyak terlalu banyak agar makanan tetap sehat. Sayur yang cocok digunakan seperti bayam, wortel dan brokoli yang sudah dicincang halus. 

2. Es Loli

Tujuan diberikan es untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan nyeri saat tumbuh gigi. Suhu dingin es mematikan saraf untuk sementara, tetapi hindari mengoleskan es batu langsung ke gusi atau area tumbuh gigi tersebut.

Karena itu, disarankan memberikan es loli menggunakan bahan dasar buah mangga atau buah naga. Bahan lain yang digunakan seperti whipped cream, susu kental manis dan susu cair full cream. Sesuai dengan nama MPASI ini, sebelum diberikan untuk si kecil harus dimasukkan dalam freezer terlebih dulu agar beku. 

3. Bubur Ayam 

Bubur memang identik dengan makanan bayi karena teksturnya yang halus dan lembut. Jika tidak sempat masak sendiri, tinggal beli di tempat orang jual MPASI. Daging dan hati ayam dihaluskan terlebih dulu sebelum dimasukkan ke dalam bubur. 

Tekstur daging yang masih kasar sulit dikunyah oleh bayi sebab giginya belum tumbuh sempurna. Tujuan diberikan MPAS ini untuk merangsang dan mendukung pertumbuhan gigi. Jadi, harus dihaluskan dulu untuk melindungi gigi si kecil.

4. Biskuit Lumer Bayi 

MPASI untuk tumbuh gigi berikutnya yang bagus adalah biskuit lumer. Tidak hanya bergizi, namun rasanya yang lezat dengan tekstur lembut pasti disukai bayi. Tinggal dihisap saja kemudian ditelan, tidak perlu susah payah mengunyahnya terlebih dulu. 

Mendapatkan biskuit sangat mudah berbagai merek tersedia di pasaran. Pastikan beli varian yang disukai si kecil supaya semangat mengkonsumsinya. Cara unik makan biskuit yang umumnya dilakukan bayi adalah mencelupkan ke dalam air terlebih dulu sampai teksturnya lembek, baru dimakan.

5. Bread Puding Banana

Menu ini mengandung karbohidrat, serat, lemak dan protein sehingga cocok sekali disajikan untuk si kecil. Rasa pisang manis dengan tekstur bread puding yang lembut pasti menarik perhatian si kecil. Bahannya mudah didapat dan cara membuatnya juga tidak sulit. 

Selain pisang dan roti tawar, juga menggunakan bahan lain seperti susu cair, mentega, telur, gula pasir dan pasta vanila. Gunakan keju parut untuk topingnya atau masukkan sebagai isiannya. Setelah dipanggang selama 30 menit, bread puding banana siap disajikan. 

Poin Penting Lain yang Harus Diperhatikan Saat Pemberian MPASI untuk Tumbuh Gigi Bayi 

Bayi menunjukkan perilaku yang tak biasa saat masa pertumbuhan gigi seperti badan panas, rewel, sulit makan bahkan bisa sampai diare. Membuat MPASI pun kadang tidak konsentrasi karena khawatir dengan kondisi bayi. Untuk mengatasinya berikan MPASI dengan memperhatikan poin berikut. 

1. Memberikan Makanan Dingin 

MPASI dalam kondisi dingin mampu mengurangi rasa sakit atau nyeri selama proses pertumbuhan gigi. Bayi yang merasakan sakit wajar saja rewel bahkan akan lebih sering menggigit lengan atau pipi ibunya. Memberikan makanan dingin dapat meredam kondisi tidak nyaman pada gusinya. 

Hindari menyajikan MPASI panas ataupun hangat. Suhu tinggi pada makanan bisa memperparah rasa nyeri sehingga menyakiti si kecil. Meskipun begitu, juga tidak dianjurkan langsung mengompres gusi menggunakan es. 

2. Gunakan Sendok Makan Bahan Karet 

Seperti disebutkan di atas, tumbuh gigi membuat bayi suka menggigit apapun yang ditemuinya. Jika menggunakan sendok berbahan stainless steel bisa saja menyakiti gusi si kecil. Sedangkan pakai sendok karet lebih nyaman dengan permukaannya yang lembut aman untuk gusi. 

Ketika sendok karet digigit tidak akan melukai gusi, malah terasa seperti sedang digaruk. Send ok karet bisa diperoleh di toko yang menjual peralatan makan bayi. Pilih bahan berkualitas yang tidak mudah rusak atau robek saat digigit.

3. Cobalah untuk Menyajikan Bubur Kental 

Bubur umumnya memiliki dua tekstur yaitu kental dan encer. Hindari memberi bubur encer karena saat masuk ke mulut langsung bisa ditelan, bayi tidak dilatih untuk belajar mengunyah. Berbeda jika memberikan bubur kental akan merangsang si kecil mengunyah makanan sampai siap untuk ditelan. 

Bubur bayi banyak variannya seperti bubur ayam, bubur beras putih dan bubur beras merah yang dicampur dengan sayuran. Usahakan bahan yang digunakan jangan terlalu kasar untuk memberi perlindungan pada gusinya.

4. Jangan Memaksa Anak untuk Makan 

Saat si kecil tidak mau makan, jangan memaksanya. Tetapi, yang harus dilakukan adalah terus meyakinkan bayi untuk mencicipi makanan. Jika dipaksa, si kecil merasa tidak nyaman, kesal hingga akhirnya rewel dan sulit untuk ditangani. 

Sebagai seorang ibu, sangat dianjurkan menghadapi bayi yang sedang tumbuh gigi. Wajar saja jika sedang tidak mau makan karena kondisi tubuhnya sedang tidak nyaman. Penyebab lain mungkin si kecil masih kenyang dengan makanan sebelumnya.Itulah 5 menu MPASI untuk tumbuh gigi bayi yang dapat disajikan Bunda di rumah. Tetapi tidak boleh memberikan secara sembarangan, perlu memperhatikan beberapa poin sudah dijelaskan di atas. Jangan lupa tingkatkan kesabaran menghadapi si kecil yang sedang tumbuh gigi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tips Sukses Buat Menu Mpasi 6 Bulan untuk Si Kecil

Masa-masa mpasi bisa dikatakan sebagai saat paling dinantikan oleh orang tua. Pasalnya mereka akan mempersiapkan menu mpasi 6 bulan yang bervariasi. Hal ini tentunya membuat mereka semakin bersemangat demi mendukung perkembangan dari pertumbuhan buah hati tercintanya. 

Resep Menu Mpasi 6 Bulan Lezat bagi Balita 

Mempersiapkan menu makanan mpasi untuk balita bukanlah perkara mudah. Orang tua harus pandai-pandai menimbang takaran gizinya agar sesuai dengan kondisi badan si kecil. Perkenalan makanan padat ini juga harus sesuai dengan ASI, jangan sampai ada ketidakseimbangan antara keduanya. 

1. Resep Nasi Tim Ikan Tuna 

Menu pertama bisa dicoba oleh para bunda adalah nasi tim ikan tuna. Perpaduannya lezat dan punya kandungan gizi maksimal. Resep kali ini biasanya berhasil diterima oleh si kecil di awal perkenalannya dengan makanan padat. Jika ingin mencobanya siapkan bahan-bahan sebagai berikut.

  • 1 ruas jari ikan tuna 
  • 3 iris bawang bombay 
  • 1 genggam beras putih 
  • Seledri secukupnya saja 
  • Jahe sedikit saja 
  • Air secukupnya 

Cara untuk Membuatnya 

  • Rebus air, kemudian masak beras putih terlebih dulu 
  • Aduk sampai nasi terasa lembek, kemudian masukkan ikan tuna, cincangan bawang bombai, dan sejumput jahe untuk menghilangkan bau amis ikan tuna. 
  • Aduk sampai beras dan ikan tercampur sempurna, kemudian taburkan seledri agar aromanya semakin harum. Kembali aduk hingga teksturnya terasa pas. 
  • Jika sudah diamkan dulu sampai hangat, saring dan sajikan kepada si kecil.

2. Pure Nasi Kentang Wortel

Menu kedua bisa Anda coba untuk memberikan asupan kepada si kecil adalah pure nasi kentang wortel. Seperti yang diketahui sayuran merupakan hal penting harus di dapatkan oleh anak semasa pertumbuhannya. Resepnya juga simpel tidak perlu ketrampilan khusus untuk membuatnya. 

  • 5 sdm nasi putih 
  • 1 batang seledri atau setengahnya juga bisa 
  • 1 buah wortel porsi kecil 
  • I buah kentang porsi kecil 
  • ASI atau susu formula 

Cara Membuatnya 

  • Cuci bersih seledri, kentang, juga wortelnya 
  • Kemudian masak nasi putih sampai jadi bubur 
  • Ketika sudah masak tambahkan seledri 
  • Kukus wortel juga kentang sampai terasa empuk 
  • Ketika sudah matang saring bubur, wortel juga kentang 
  • Campur semua bahan dengan ASI atau susu formula tadi 
  • Aduk sampai rata kemudian sajikan 

3. Puree Jagung Manis, Telur, dan Tahu

Resep selanjutnya melibatkan  komponen makanan berbeda. Namun cara membuatnya tidak ribet sama sekali, cenderung mudah juga. Hanya saja catatan takaran dibawah ini bisa Anda sesuaikan dengan berat si kecil, tidak harus sama persis dengan penjelasan di bawah ini.

  • 15 gram tahu putih (sutra juga bisa)
  • 30 gr jagung manis pipil 
  • 1 siung bawang putih 
  • 25 gr telur bisa putihnya saja

Cara Membuatnya

  • Rebus telur sampai matang kemudian kupas dan diamkan 
  • Kukus jagung manus bersama tahu sampai matang 
  • Tumis bawang putih dan campurkan dengan jagung manis, tahu, serta telur 
  • Blender sampai tekstur yang diinginkan 
  • Kemudian sajikan ke si kecil

Tips Agar Resep Mpasi Berhasil 

Banyak para bunda mengeluhkan jika proses mpasi mereka sering tidak berhasil. Hal ini tentu saja membuat kekhawatiran bagi para ibu baru. Namun sebenarnya ada banyak cara agar proses mpasi dapat diterima oleh si kecil. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini. 

1. Support Anak Untuk Jadi Petualang Rasa 

Pertama jadikan anak petualang rasa yang berani dan tidak manja. Kebiasaan anak biasanya menurun dari orang tuanya, meskipun bunda belum punya banyak referensi untuk membuat resep makanan tidak ada salanya mencoba semuanya dulu. Masalah anak suka atau tidak bisa belakangan. 

Ketika bunda merasakan masakan tersebut enak dan layak maka bisa coba hidangkan ke si kecil. Biasanya anak juga akan suka jika orang tuanya berlaku demikian. Jadi jangan gara-gara belum punya referensi atau tidak suka memasak membuat anak harus melewatkan masa  mpasi yang berharga. 

2. Selalu Perhatikan Konstipasi 

Pada usia 6 bulan organ dalam tubuh si kecil masih dalam tahap adaptasi dengan beragam tekstur makanan. Selain itu kemungkinan berhadapan dengan konstipasi atau sembelit masih sangat besar, tugas orang tua adalah memperhatikan dengan baik dampak dari setiap makanan yang diberikan. 

Bila setelah makan masakan tertentu dan mengalami sembelit kemungkinan si kecil mengalami alergi. Jika sudah begitu maka jangan berikan lagi, untuk menghentikan konstipasi tersebut bisa berikan anak buah-buahan yang punya banyak kandungan air misalnya apel, pir, manggis, jeruk, dan semacamnya.

3. Memperhatikan Tanda-Tanda Kenyang dari Anak 

Selain itu faktor dari kesuksesan mpasi adalah peka terhadap tanda atau kode yang dikirimkan oleh si kecil. Pengalaman mpasi  jadi hal yang menyenangkan, kebiasaan baru dan selalu ditunggu oleh anak. Agar mereka meras s demikian  hal penting harus diperhatikan adalah tahu kapan ia merasa kenyang. 

Sebaiknya bunda tahu tanda-tanda ketika anak sudah merasa kenyang. Misalkan mendorong sendok makan menjauh dari jangkauannya, menutup rapat mulutnya, bisa juga menahan tubuhnya agar bersandar ke kursi makan. Tanda yang muncul bisa saja berbeda tergantung kondisi anak.

4. Makan Makanan Tidak Terlalu Padat dengan Sendok 

Terakhir adalah mencoba untuk memberikan makanan tidak terlalu padat untuk anak melalui sendok. Cara ini juga cenderung berhasil, selain membuat komponen makanan cepat masuk juga mencegah kemungkinan tersedak pada si kecil. 

Ada beberapa makanan semipadat bentuknya bisa seperti minuman. Misalnya saja sereal atau havermouth. Jika diberikan dengan botol maka dapat mengakibatkan kelebihan gizi. Lebih baik gunakan mangkuk atau sendok saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Jangan Bingung, Menyiapkan MPASI Tak Sesulit yang Dibayangkan

mpasi homemade

Memasuki usia bayi mulai MPASI, orang tua biasanya dilanda kegalauan. Rasanya campur aduk, antara senang karena anak akan makan untuk pertama kalinya, sekaligus bingung karena baru belajar tentang MPASI. Wajar saat banyak pertanyaan muncul.

Menyiapkan MPASI memang susah-susah gampang. Namun, kata mereka yang sudah melewatinya, tidak sesulit yang dibayangkan kok. Buat sebagian orang tua, mempersiapkan MPASI malah mengasyikkan karena bisa bereksperimen di dapur. Bebas, yang penting, tetap ikuti aturan seperti yang disarankan para ahli ya. 

Kapan Mulai MPASI? 

Menurut World Health Organization (WHO), MPASI sudah boleh diberikan ketika anak berusia 180 hari atau 6 bulan. Di usia ini, sistem pencernaan anak sudah berkembang lebih baik dan cukup matang sehingga siap untuk menerima makanan selain ASI.

Tanda anak siap makan antara lain: 

  • Sudah bisa duduk tegak dan stabil menyangga kepalanya. 
  • Mulai tertarik pada makanan, berusaha meraih makanan yang didekatkan kepadanya dan ada refleks membuka mulut. 
  • Anak bisa mengunyah dan mengendalikan lidah dengan baik untuk menggerakkan makanan yang ada di mulutnya. 

MPASI yang Baik

Agar gizinya seimbang, panduan MPASI yang disarankan WHO menyebutkan kuncinya adalah keberagaman makanan. Perlu diketahui, tidak ada satu pun bahan makanan yang mengandung semua elemen gizi yang diperlukan.

Karenanya, sejak usia 6 bulan, anak perlu dikenalkan semua variasi makanan. Apa saja? Mulai dari bahan pangan pokok (serealia, ubi-ubian), buah dan sayuran, kacang-kacangan dan olahannya (tempe tahu), sumber protein hewani (daging sapi, ayam, telur, ikan, hati), dan sumber lemak tambahan (minyak, mentega tawar, santan, kaldu). 

Jadi jelas ya, variasi makanan berlaku untuk semua usia. Hanya saja, untuk tekstur, porsi dan frekuensi ditingkatkan secara bertahap sesuai perkembangan bayi. 

Gimana kalau Anak Alergi Saat Memulai MPASI? 

Ini memang jadi ketakutan tersendiri orang tua yang baru memulai MPASI untuk anaknya. Tapi tunggu deh, coba singkirkan dulu kekhawatiran itu. Kalau belum dicoba, dari mana kita tahu anaknya alergi atau tidak? 

Sebenarnya, kita bisa mengambil rujukan dari periode  pemberian ASI selama 6 bulan. Selama menyusui, makanan atau minuman apa saja yang dikonsumsi ibu, yang menimbulkan reaksi alergi pada bayi? Coba diingat-ingat.   

Jangan lupa untuk membuat food diary. Fungsinya, agar kita tahu dan punya catatan tentang makanan apa saja yang memberikan reaksi tertentu pada anak. 

MPASI Homemade 

Pemberian makanan bagi anak pada periode emas sangat penting. Karena di masa ini, terjadi pertumbuhan dan perkembangan untuk tumbuh kembang anak secara optimal. Setuju kan?   

Untuk MPASI sendiri ada pilihan yang bisa diberikan, yakni MPASI instant atau yang homemade alias dibuat sendiri. MPASI instan banyak sekali beredar di pasaran dengan menawarkan kepraktisan dan lebih cepat dalam proses penyajiaannya. 

Sedangkan MPASI homemade, sesuai namanya, merupakan hasil olahan sendiri, pastinya membutuhkan waktu dan persiapan untuk mengolahnya. Meski agak repot, MPASI yang diolah sendiri punya beberapa keuntungan, yaitu dibuat langsung dari bahan alami dan masih segar, dan menunya bisa lebih bervariasi untuk memenuhi kriteria gizi seimbang. 

Kalau mau belajar lebih banyak, semua ini dibahas secara lengkap dan bisa diikuti di kelas online ‘Memulai MPASI Buatan Rumah’. Untuk detail acara dan cara pendaftaran, bisa langsung klik di link ini

— source foto: Canva

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top