Dapatkan Artikel menarik dan mendalam langsung lewat SAYANGIANAK EXTRA di emailmu...

* indicates required
Kesehatan

Ini Perkembangan Bayi 1 Bulan ya Bunda

perkembangan bayi usia 1 bulan

Memantau perkembangan si kecil sejatinya sangat menyenangkan ya Bun. Apalagi bila Bunda baru memiliki bayi yang masih berusia satu bulan. Menariknya, di usianya itu, perkembangan si kecil mulai kelihatan. Ia dapat mengeksplorasi tangan dan kakinya, bahkan tak segan mengoceh saat diajak berinteraksi dengan ibunya. Selain pemantauan aktivitas si kecil, Bunda juga perlu mengamati kenaikan berat badannya dengan membawa si kecil ke posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat. Selain itu, berikan stimulasi yang cukup agar perkembangan kemampuan si Kecil makin optimal. Kali ini SayangiAnak akan menjelaskan tentang perkembangan bayi usia 1 bulan.

Perkembangan Fisiknya Semakin Baik, Ia pun Mengenal Tangan dan Kakinya

Saat si kecil lahir, ia sejatinya belum menyadari bahwa ia memiliki tangan dan kaki. Baru di usianya yang menginjak satu bulan, ia mulai mengeksplorasi tubuhnya. Bagian tubuh yang pertama dikenalinya adalah tangan dan kaki. Nah Bun, cobalah mensitumulasi si kecil dengan cara mengangkat kedua tangannya ke atas kepala dan tempelkan kedua tangan ke wajah agar si kecil dapat melihat sekaligus merasakannya. Tetapi, pastikan tangan dan kaki si kecil tetap hangat. Bayi usia 1 bulan mudah kehilangan panas tubuhnya melalui tangan dan kakinya.

Dia Mulai Mengikuti Obyek Matanya

Perkembangan yang kelihatannya sederhana tapi menakjubkan juga terlihat saat mata si kecil mulai dapat mengikuti gerakan obyek yang ada di hadapannya, Bun. Bunda cobalah untuk menggerakan wajah Bunda di depan wajah si kecil, pasti matanya akan mengikuti gerakan wajah Bunda.

Atau cara lainnya, Bunda juga dapat menggunakan mainan yang berwarna cerah atau berbunyi lalu menggerakan mainan itu ke kanan dan ke kiri di hadapan wajah si kecil. Gerakan sederhana semacam ini akan melatih kemampuan motoriknya juga lho Bun.

Di Usianya Itu, Ia Mulai Bisa Mengoceh

Sekalipun masih berusia satu bulan, ada perkembangan signifikan di kemampuan bicara si kecil lho Bun. Cobalah ajak si kecil mengobrol dan tersenyum padanya. Biasanya bayi di usia satu tahun akan mulai merespon kata-kata ibunya dengan ocehan dan membalasa sneyuman ibu. Pun, jangan ragu untuk bercerita tentang apa saja yang ada di sekitarnya pada si kecil ya Bun. Bunda perlu tahu, si kecil tak pernah terlalu muda untuk diajak bicara. Rasa lelah lantaran seharian mengurusnya akan terasa menyenangkan saat menyaksikan atau mendengarkan ocehan si kecil.

Ia Bahkan Mulai Bisa Mengangkat Kepalanya dan Mengembangkan Ekspresinya Bun

Guna melatihnya agar dapat mengangkat kepalanya, cobalah letakan si kecil dalam posisi tengkurap ya Bun. Si Kecil akan mulai mengangkat kepalanya selama beberapa saat, bahkan mungkin dapat menoleh ke kanan dan ke kiri. Selain itu, perhatikan juga kemampuannya saat memunculkan ekspresi seperti mengerucutkan bibirnya, mengangkat alis, melebarkan dan menyipitkan matanya, dan mengerutkan dahinya. Selain membuat Bunda bangga menyaksikannya, hal ini adalah tanda yang baik karena artinya si kecil mulai mengalami pertumbuhan.

Tidur Malam Lebih Lama dan Mampu Belajar Menggenggam

Jika sebelumnya si kecil mudah terjaga saat malam hari, maka di usianya yang mulai memasuki satu bulan, ia akan tidur lebih lama di malam hari, sekitar 4-6 jam. Kebiasaan ini bisa dimulai sejak umur 6 minggu sampai 6 bulan, tergantung perkembangan dan perilakunya. Selain perkembangan jam tidur, si kecil mulai belajar menggenggam benda yang diletakan di tangannya. Di momen ini biasanya ia pun belum bisa melepaskan benda yang ada di tangannya meskipun ia ingin melepaskannya.

Nah, sebagai Bunda, tentu ingin selalu memberikan yang terbaik untuk buah hati Bunda. Untuk itu, yuk Bun lakukan beberapa tips ini guna menstimulasi perkembangan bayi di usianya yang baru memasukki satu bulan.

 

  1. Sering peluk dan timang si kecil dengan penuh kasih sayang ya Bun.
  2. Jangan lupa, gantung benda berwarna cerah yang bergerak dan bisa dilihat si kecil.
  3. Pangku si kecil, pandang matanya, dan ajak ia tersenyum dan bicara.
  4. Perdengarkan musik pada si kecil.
  5. Ucapkan kata-kata baik di telinga si Kecil.
  6. Tengkurapkan si kecil, dan ajak bicara dari arah depan.

baca juga tahapan perkembangan bayi usia selanjutnya di perkembangan bayi 2 bulan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tumbuh Kembang Setiap Anak Berbeda, Stop Membandingkan Dengan Anak Lain

membandingkananak

Sebagai orangtua tentunya kita menginginkan tumbuh kembang yang optimal untuk anak. Namun, terkadang orangtua mengukur tumbuh kembang anak dengan membandingkan dengan anak lain. Hal itu justru akan membuat orangtua khawatir dan merasa insecure jika tumbuh kembang anaknya tidak sama dengan anak lain.

Hal yang sering dibandingkan orangtua misalnya berat badan anak, kapan anak bisa merangkak, berjalan, dan berbicara. Momen saat berkumpul bersama sesama ibu biasanya menjadi waktu di mana bunda sering membandingkan anak dengan anak lain, atau justru ada orang lain yang membandingkan anaknya dengan anak bunda.

Diawali dari obrolan ringan seputar anak berujung dengan membandingkan, misalnya saat ada yang bertanya, “Anakmu sudah bisa apa?” lalu berlanjut dengan membandingkan, “Wah, anakku umur segitu sudah bisa jalan.”

Obrolan-obrolan kecil seperti itu bisa membuat bunda merasa tertekan karena merasa gagal mengasuh anak, lho. Padahal, kecepatan tumbuh kembang setiap anak pasti berbeda-beda. Bunda tidak perlu membandingkan anak bunda dengan anak lainnya, cukup membandingkan dengan kurva pertumbuhan dan perkembangan dari dokter.

Efek Buruk Membandingkan Anak Bagi Ibu

Sering membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain mempunyai efek buruk untuk bunda, lho. Hal itu bisa menjadi penyakit yang tidak terlihat. Bunda bisa merasa iri, malu, tidak percaya diri, hingga merasa tertekan dan gagal dalam mengasuh anak. Jika rasa tertekan tersebut terjadi berlarut-larut bunda bisa stres dan depresi.
Oleh karena itu, saat bunda melihat anak lain lebih montok, lebih cepat merangkak, jalan, berbicara, dan lainnya, bunda jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa anak bunda kalah atau pertumbuhannya terlambat.

Yang harus bunda lakukan adalah mengukur setiap pertumbuhan dan perkembangannya lalu sesuaikan dengan milestone dan kurva pertumbuhan. Jika bunda merasa ada aspek tumbuh kembang yang terlambat, sebaiknya bunda berkonsultasi langsung kepada dokter agar mendapatkan penjelasan dari ahlinya.

Efek Psikologis Anak yang Sering Dibandingkan

Selain mempunyai efek buruk bagi ibu, sering membandingkan anak juga mempunyai efek negatif bagi anak. Terkadang orangtua berniat memotivasi anak dengan membandingkannya dengan teman sebayanya.

Namun, hal itu bukanlah cara yang tepat untuk memotivasi lho. Setiap anak mempunyai karakter dan talenta yang berbeda-beda, sehingga tidak seharusnya dibanding-bandingkan.

Membadingkan anak membuatnya mengalami stres, rendah diri, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial

Dilansir dari laman beingtheparent.com, sering membandingkan anak mempunyai efek psikologis untuk anak. Anak bisa mengalami stres, rendah diri, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Anak juga akan menjauh dari orangtua jika orangtua terus-terusan membandingkannya dengan orang lain sehingga merasa dirinya tidak berharga di mata orangtuanya.

Oleh karena itu, yuk bunda, kita stop membandingkan anak kita dengan anak lain. Daripada membandingkan, lebih baik bunda fokus untuk menstimulasi setiap aspek tumbuh kembang si kecil, memberikan nutrisi yang terbaik, dan mendukung setiap aktivitas anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tips Ajarkan Dua Bahasa pada Anak

adorable-book-boy-1250722

Selain bahasa ibu alias bahasa Indonesia, kini banyak orangtua yang mengutamakan buah hatinya agar memiliki kemampuan berbahasa asing misalnya saja bahasa Inggris. Orangtua berpikir, dengan memiliki kemampuan tersebut, maka akan memudahkan buah hatinya meniti karier di masa depan. Namun kapan sebaiknya mengajari si kecil berbahasa asing? Sejatinya belajar bahasa asing pada anak-anak bisa dilakukan sedini mungkin. Hal ini supaya mereka lebih mudah menyerap kosa kata dan pola bahasa yang dipelajari.

Sebagai contoh, Bun, anak kecil saja bila menonton kartun berbahasa inggris lambat laun tak akan asing bahkan mulai berani berbicara dalam bahasa Inggris. Nah, mengutip Very Well Family, sekitar 12 persen anak di atas usai 5 tahun merupakan bilingual atau bisa berbicara dalam dua bahasa.

Sebuah penelitian menunjukkan, mengajarkan anak dalam dua bahasa jauh lebih mudah jika dilakukan sejak dini. American Speech-Language-Hearing Association menjelaskan ada beberapa keuntungan mengajarkan dua bahasa kepada anak. Mulai dari bisa belajar kata-kata baru dengan cepat, meningkatkan kemampuan mempelajari informasi baru, lebih mudah menyelesaikan masalah, serta punya keterampilan mendengarkan lebih baik.

Sebagai panduannya, berikut ini cara yang tepat yang dapat Bunda lakukan untuk mengajarkan dua bahasa pada anak.

Perdengarkan Suara-suara yang Unik ya Bun

Pada usia dua atau tiga tahun, anak biasanya sedang dalam proses mengenali pola bicara, Bun. Untuk itu cobalah untuk mengajarkan dua bahasa padanya dengan suara-suara yang unik. Di usia tersebut, mereka dengan mudah lebih mengenali suara. Selain itu, menurut Francois Thibaut, Director of the Language Workshop for Children, di New York City, Anda bisa mengajarkan mereka dengan cara memperdengarkan musik lho.

Usahakan Bunda Menciptakan Lingkungan Belajar yang Santai Untuknya

Thibaut mengatakan, cara terbaik untuk mengajarkan bahasa baru pada anak adalah dengan membiarkannya mendengarkan percakapan seseorang yang sudah lancar berbahasa tersebut. Kelak secara alami ia akan mencoba untuk bicara juga. Apalagi anak yang berusia 2 atau 3 tahun juga suka meniru apa yang mereka dengar.

Namun pastikan Bunda dan pasangan pun juga sudah fasih berbicara dengan bahasa yang ingin diajarkan pada anak ya Bun. Hal itu untuk memudahkan si kecil memahami arti dari kata-kata dan frasa yang pendek yang Bunda ucapkan.

Ajarkan Kata Demi Kata

Jika tidak ingin melakukan pelajaran formal kepada anak, Bunda bisa memperkenalkan dasar-dasar bahasa tersebut dengan menunjukkan suatu benda memiliki dua bahasa. Manfaatkan kartu-kartu permainan yang punya dua bahasa dilengkapi dengan gambar. Selain itu, Bunda juga bisa menggunakan video-video tutorial untuk mengajarkan dua bahasa pada anak di YouTube. Jangan lupa untuk terus mengulang pelajaran tersebut sesering mungkin, agar anak cepat memahami.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengajarkan si kecil lebih dari satu bahasa. Kunci terpenting, Bunda dapat mengajarkan si kecil belajar bahasa asing sebagai bahasa kedua setelah ia menguasai banyak kosakata dari bahasa ibu, ya Bun. Dengan begitu anak tidak kesulitan membedakan kosakata dari bahasa ibu dengan kosakata dari bahasa asing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Bun, Meminta Tolong Si Kecil Pergi Ke Warung Membawa Banyak Manfaat Loh

brunette-child-daylight-2774383

Biasanya, saat sedang sibuk di dapur, sebagai ibu kadang kita melibatkan si kecil untuk membelikan bumbu dapur ke warung ya Bun. Pekerjaan semacam ini kelihatannya sepele. Bahkan mungkin dulu saat Bunda masih kanak-kanan, Bunda juga pernah mengalaminya.

Tapi tahukah Bun, ternyata aktivitas ini membawa banyak manfaat nih Bun. Menurut laman Sahabat Keluarga – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyuruh anak ke warung memiliki 6 manfaat, apa saja?

Si Kecil dapat Melatih Keberaniannya

Umumnya, anak akan merasa takut untuk pergi keluar rumah kecuali bila ia dipanggil oleh teman-temannya. Sementara dengan menyuruhnya pergi ke warung, hal ini bisa menjadi salah satu trik guna melatih si kecil yang lebih berani.

Mungkin bila awalnya si kecil takut, Bunda bisa mengantarnya sampai ke dekat warung baru kemudian di permintaan selanjutnya, Bunda hanya perlu mengantarnya sampai depan rumah saja. Dalam proses ini memang butuh kesabaran guna melatih keberanian si kecil, tapi ingat, tak perlu sampai memarahinya ya Bun.

Ternyata Bisa Melatih Daya Ingat Juga nih Bun

Bun, selain melatih rasa berani si kecil, dengan meminta tolong si kecil pergi ke warung juga mampu melatih daya ingatnya. Saat Bunda misalnya menyampaikan apa saja yang harus dibeli, maka dengan seksama ia akan menyimak dan mengingat pesan Bunda.

Tapi bila pesanan Bunda terlupa, tak perlu kecewa atau marah ya. Tetap maklumi atau mungkin saja memang ada kesalahan yang terjadi saat transaksi atau saat penjual memasukkan belanjaan ke kantung. Atau, cara terbaik lainnya adalah berikan catatan pada si kecil guna meminimalisir kesalahan.

Melatihnya Memberikan Tanggung Jawab Sedari Dini

Saat memintanya untuk pergi ke warung dengan sederet catatan kebutuhan bumbu dapur atau semacamnya, aktivitas ini berguna untuk melatih tanggung jawabnya, Bun. Bagaimanapun ia pasti akan mempertanggungjawabkan agar pesanan yang diminta dan diamanahkan orangtuanya bahkan mengupayakan agar berhasil mendapatkan barang tersebut.

Juga Melatihnya untuk Belajar Menyampaikan Pesan

Manfaat lain yang didapat adalah melatihnya berkomunikasi dan belajar menyampaikan pesan kepada orang lain. Anak akan berkomunikasi dengan Bunda sebagai pihak yang memberikan instruksi sehingga ia akan berusaha memperhatikan barang yang akan kita pesan.

Selanjutnya, si kecil juga akan berlatih berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada penjual. Mulai dari memberi salam hingga menyampaikan apa saja yang dibutuhkan. Tentunya ada anak yang mampu berkomunikasi dengan baik dan lancar, namun ada juga sebaliknya.

Tapi dengan seringnya Bunda menyuruh anak, maka frekuensi berkomunikasi mereka semakin banyak, serta dapat mengurangi rasa malu, takut, dan menambah percaya diri.

Sekaligus Membiasakannya agar Terbiasa Berhitung

Keuntungan lainnya dari menyuruh anak ke warung adalah melatih untuk berhitung. Terutama jika uang yang Bunda beri ternyata kelebihan, ia akan belajar tak hanya bertanggung jawab pada belanjaannya, tapi juga pada uang serta kembalian yang diterima guna memastikan jumlahnya benar.

Namun dari manfaat yang sudah terlihat, pastikan dulu Bunda menunjuk warung atau toko di sekitar rumah ya Bun. Jadi memang tidak jauh, kondisi jalan aman, serta anak memang sudah bisa diberi kepercayaan ketika usianya sudah cukup matang guna meminta tolong.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top