Parenting

Ini Jawaban dari ‘Pelarangan’ kata JANGAN dalam Pengasuhan Anak

balasan jangan

Notes: Artikel ini sebenarnya ditulis Oleh Yayasan Kita dan Buah Hati di fanspagenya , tapi menarik SayangiAnak.com untuk publish ulang disini. Artikel ini untuk membantu para orang tua yang bimbang terkait kata jangan dalam Al-quran, orang bingung dalam mengasuh anaknya. Yayasan Kita dan Buah Hati  merupakan yayasan parenting berbasis perkembangan otak & berlandaskan Islam bertujuan utk membangun Indonesia melalui pengasuhan yg baik, benar dan menyenangkan.
Beberapa artikel di sayangianak.com tentang kata jangan: alternatif kata jangan dan alasan kata jangan

balasan jangan

Menarik sekali bagaimana akhir2 ini tiba-tiba banyak orgtua menanyakan pada saya tentang ‘pelarangan’ kata JANGAN dalam pengasuhan anak.

Tampaknya ada artikel yg sedang beredar yg mengatakan bahwa para pakar parenting dan psikolog mengajarkan cara pengasuhan yg ‘kebarat-baratan’ dengan mengesampingkan ajaran quran.

Saya, tanpa mengatasnamakan psikolog dan pakar parenting manapun, merasa tergelitik utk meluruskan, BUKAN utk merespon artikel tersebut, hanya utk membantu teman-teman yg jadi bingung dalam mengasuh anaknya.

Sebagai yayasan parenting yg berbasis islam, kami tdk merasa pernah mengajarkan utk melarang menggunakan kata jangan dalam pengasuhan anak sehari-hari. tapi sebagai yayasan parenting yang juga berbasis science, kami juga memberikan pandangan lain yg lebih logis, karena tdk semua hrs dilihat dari satu sisi saja. lagipula pesan-pesan yang kami syiarkan berlaku utk semua orangtua, tanpa mengenal suku, ras, agama atau status sosial ekonomi.

Tapi, mari kita lihat fakta akan kata kontroversial ‘jangan’ ini dalam al-quran.
Ada 6.236 ayat dalam alquran. (tdk percaya, hitung sendiri. Dan kata ‘jangan’ tersebar di 368 ayat. lagi2, kl tdk percaya, silahkan hitung sendiri. Itu berarti ada sekitar 5.868 ayat yang TIDAK memiliki kata jangan. Untuk itu, berarti…kata ‘jangan’ bahkan tidak sampai 6% dalam ayat-ayat alquran

lalu apa di ayat-ayat sisanya???

  • dirikanlah shalat… bukan JANGAN tinggalkan shalat
  • tunaikalah zakat…bukan JANGAN lupa berzakat
  • rukuklah bersama orang-orang yg rukuk
  • ingatlah…..bukan JANGAN lupa
  • sembahlah…
  • peliharalah …
  • sujudlah….
  • penuhilah janji..bukan JANGAN ingkar janji
  • berimanlah..
  • makanlah makanan yg baik2…
  • peganglah teguh2..
  • dan masih banyak ‘lah-lah’ lain tersebar di lebih dari 368 ayat.

Lagipula, siapa sih yg mengharamkan kata jangan?

Kami (mengatasnamakan pakar parenting dan psikolog) hanya menyarankan utk tidak menggunakannya terlalu banyak. bukankah itu pula yg allah sarankan ketika hanya meletakkan kata jangan di 368 ayatnya?

Teori ‘kebarat-barat’an biasanya di dasari pada penelitian keilmuan yg biasanya jg di dasarkan pada temuan otak, yang juga ciptaan allah.

Jadi, JANGAN salah kaprah.

Janganlah ‘menunjuk-nunjuk, menuding-menuding, menyebut-nyebut’ profesi.
Jangan liat segala sesuatu dari sisi ‘jangan’nya saja. karena jika demikian, anda berarti hanya memahami 6% dr alquran.

Imbang sajalah. bukankah alquran menyebutkan kata hidup dan mati dalam jumlah yang sama? begitu pula kata keuntungan dan kerugian, panas dan dingin, kebajikan dan keburukan, kelapangan dan kesempitan, kufur dan iman semuaaa dalam jumlah yg sama (yg gk percaya lagi, itung lg sendiri :D)

Jadi saya himbau,..
asuhlah anak anda sesuai dengan kitab suci anda. Bagi yg muslim (krn sy tdk menguasai kitab suci lainnya), gunakanlah ‘metode’ allah…yg hanya 6% menggunakan kata JANGAN dalam buku pedomanNya bagi hambaNya.

Yang wajib jangan, HARUS tetap JANGAN.

  • Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, (2:11)
  • Janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil (2:60)
  • Janganlah kamu menyembah selain Allah,(2: 83)
  • Janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam (2:132)
  • Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan (2:168)
  • dan 363 ayat ‘jangan’ lainnya.

Jika anda mengasuh anak anda sesuai dengan metodeNya, tentunya akan tumbuh anak2 positif, shalih/shalihah dan menjadikan kitabNya jg sebagai pedoman.

Dan betul, dalam surat Luqman di sebutkan 7 kata jangan. Tapi Luqman juga mengatakan pada anaknya: bersyukurlah (bukan Jangan kufur nikmat), berbuat baiklah kepada kedua orang tua (bukan Jangan durhaka), dirikanlah shalat (bukan Jangan lupa shalat), suruhlah manusia mengerjakan yg baik (bukan Jangan mengajak dlm keburukan), bersabarlah terhadap apa yg menimpamu, sederhanakanlah dalam berjalan, dan lunakkanlah suara.

Benar, tidak ada psikolog atau pakar parenting pencetus aneka teori ‘modern’ yang melebihi kemuliaan dan senioritas Luqman dan di sebutkan dalam kitab suci itu

Namun, menggunakan kata lain selain jangan akan membuat anak kreatif, punya pilihan, dan melihat semua hal dalam sisi positifnya, termasuk memaknai ayat-ayat allah.

Dengan meminimalisir kata jangan, anak akan tidak memukul teman karena dalam quran dikatakan bahwa allah menyukai orang2 yg berbuat baik (2:195).

Dengan meminimalisir kata jangan, anak akan tidak sombong, karena allah mengatakan “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati” (25:63)

Dan, kelak, ia tidak akan berzina BUKAN hanya karena quran mengatakan janganlah mendekati zina, tapi karena sesungguhnya beruntunglah orang2…. yang menjaga kemaluannya (23:1-5)

Mengasuh anak harus seimbang. ajarkan sukses dan happy di dunia, dengan kunci kuat atas dasar akhirat.Jika demikian, tidak mungkin anak positif tidak menebarkan energy positif kelingkungan mereka. mereka PASTI akan ammar ma’ruf nahi mungkar. jamin.

Jadi.. gunakan jangan dengan bijak. Wajib jangan. tapi 90% boleh. apalagi dlm pengasuhan anak sehari2..manjat? boleehh.. asal mama peganginidupin korek api? bolleeeh… jika mau memasak atau menghidupkan api unggunmain air? BOLLEEEH..di kolam renangpegang pisau? boleh, jika mau memasak’boleh’ yg bersyarat akan di terima otak dengan lebih baik dari pada jangan.

Jadi kesimpulannya: masuklah kamu ke dalam islam secara keseluruhannya.pahami quran secara total. jangan setengah-setengah, jangan dipotong-potong, jangan se-surat saja.

Semoga tulisan ini membantu para orangtua yg perlu peneguhan, bahwa BOLEH bilang jangan. tapi JANGAN banyak-banyak:)

 

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
1 Comment

1 Comment

  1. setiawan

    July 14, 2017 at 7:36 am

    artikel yang bagus, di sini anda juga mengatakan “jangan”,
    jangan salah kaprah,jangan menunjuk”, jangan liat, jangan setengah-setengah, jangan dipotong-potong, jangan se-surat saja,
    buat saya, perintah dan larangan harus jelas.Betul anak akan kreatif bila tidak banyak larangan, namun saya sangsi anak memilih dengan benar bila tidak tahu larangan yang pasti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top