lifestyle

Ide Dekorasi yang Epik Untuk Kamar Anak Perempuan, Wujudkan Mimpinya Jadi Puteri Negeri Dongeng

Cover Kamar

Bunda percaya tidak, jika setiap anak peremuan selalu punya keinginan untuk menjadi seorang putri di kerajaan impiannya? Maka jangan heran, jika ia akan betah berlama-lama di dalam kamar, untuk bermain seolah menjadi seorang putri seperti yang ada dalam dongeng-dongeng yang didengarnya. Sejalan dengan itu, memilih dekorasi yang pas untuk keinginannya ini bukanlah sesuatu yang salah. Sebab tak hanya membuatnya merasa senang, hal ini juga jadi alasan untuk dia betah bermain di dalam kamar.

Jangan buru-buru khawatir Bun, sebab untuk memilih dekorasi yang pas demi menyenangkan si putri kecil, bukanlah sesuatu yang berat. Dan jika Bunda adalah salah seorang yang sedang butuh inspirasi untuk mewujudkan mimpi si kecil, kami memiliki beberapa referensi ide yang bisa Bunda tiru di rumah.

Kamar Anak Perempuan Ala Putri Kerajaan dengan Nuansa Putih dan Toska yang Mendominasi

Sumber : http://fourcheekymonkeys.com

Sumber : http://fourcheekymonkeys.com

Tak terlalu feminin dengan kesan girlynya, tapi nuansa yang didapat si kecil saat memasuki kamarnya dengan nuansa seperti ini jelas akan jadi sesuatu yang menyenangkan untuknya. Dimulai dari kasur empuk yang tidak terlalu tinggi untuk ukuran tubuhnya, dengan beberapa hiasan dinding di tembok yang berwarna putih, dan seprei senada tembok yang menambah kesan elegan pemandangan dari dalam kamarnya.

Dekorasi Berikut Memberi Kesan Si Kecil Tengah Tidur Bersama Putri-putri Negeri Dongeng

Sumber : HGTV.com

Sumber : HGTV.com

Dekorasi seperti ini jadi pilihan yang cukup sederhana, namun terlihat mewah. Tak terlalu membutuhkan benda yang banyak, Bunda hanya perlu menaruh satu ranjang di sisi dekat tembok dengan meja kecil yang akan jadi tempat lampu tidurnya kala malam. Kemudian cobalah untuk menambahkan karpet merah muda bermotif kotak-kotak di bawah untuk menutup area lantai yang bisa dipakai sebagai arena bermain. Sebagai pemanis, Bunda bisa meletakkan cardboard berbentuk putri-putri negeri dongeng yang berukuran besar agar si kecil merasa tidur bersama para putri,

Selanjutnya, Ada Desain Kamar Anak Ala Tinkerbell

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

Anak perempuan mana yang tak suka cerita Tinkerbell? Nah, untuk memastikannya, Bunda boleh bertanya terlebih dahulu pada si kecil yang ada di rumah. Apakah ia akan suka, jika kamarnya didekorasi dengan nuansa Tinkerbell seperti pada cerita-cerita negeri dongeng. Dengan modal anggukan tanda setuju darinya, Bunda bisa memilih dekorasi ini sebagai pilihan.

Dominasi warna merah muda yang terkesan bersahaja dan lembut, jadi paduan pas dengan kasur tidur model mobil yang berwarna senada.

Atau Tidur Berlatar Pemandangan Indah Negeri Dongeng dengan Para Putrinya?

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

Tak mengambil banyak perintilan dan model serta perkakas dalam jumlah yang berlebih. Dekorasi seperti ini hanya akan meminta Bunda untuk menempatkan satu sisi kasur tidur untuk dua orang dengan bentuk yang sedang, tidak terlalu besar tapi juga tak terlalu kecil. Satu kaca hias di sisi arah kaki tempat tidur, dengan dinding sebelah kiri yang diberi lukisan atau wallpaper akan pemandangan 7 orang putri cantik dari negeri dongeng. Tak lagi merasa kesepian, si kecil jelas merasa punya banyak teman.

Bergaya Ala Kastil, Si Kecil Pasti Senang Setiap Kali Berada di Dalam Kamarnya

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

Bunda mungkin jadi ingat pada Putri Rapunzel, si rambut panjang yang dikurung di kastil tinggi oleh ibunya. Eits, tapi ini kastilnya beda loh, Bun. Dekorasi seperti ini, tak hanya menyiapkan tempat bermain untuknya pada bagian atas tempat tidur yang memang menyerupai kastil, si kecil juga punya ruang yang pas untuk tidur tepat di bawah kastilnya berdiri.

Kita hanya perlu menambahkan beberapa lampu sebagai penerang, serta sprei dan sarung bantal yang senada dengan warna kasur maupun kastilnya.

Kalau Dekorasi yang Satu Ini, Rumah Mungil di Dalam Kamar Untuknya

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

Ada tangga di sisi kanan, dua jendela dekat dengan kasur hingga satu kasur lain yang lebih mirip balkon sebuah bangunan rumah. Keinginannya untuk memiliki rumah sendiri, jelas terasa terpenuhi dengan dekorasi ini. Tak butuh banyak benda lain, Bunda hanya perlu menambahkan satu karpet lantai bergambar kepala kucing lucu dengan warna yang lebih soft dari bangunan rumah tempat tidurnya.

Tak hanya itu saja, ia juga bisa menyimpan beberapa benda lain di sisi tempat tidurnya. Boneka kecil miliknya, hingga koleksi buku bacaan yang ia punya.

Mirip Taman Bermain, Ia Pasti Sangat Senang dengan Dekorasi Seperti Ini

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

Kian terasa lebih lengkap, pada pilihan dekorasi yang ini. Si kecil akan merasa punya dunia yang utuh meski sedang sendiri di kamarnya. Tempat tidur, sisi atap yang bisa dipakai bermain, satu rak untuk gantungan bajunya, sepasang kursi dan meja untuk bersantai, serta beberapa kabinet kecil untuk penyimpanan barang miliknya.

Nah Bun, kira-kira yang mana nih dekorasi yang Bunda pilih untuk putri kecil di rumah?

 

 

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tips Ajarkan Dua Bahasa pada Anak

adorable-book-boy-1250722

Selain bahasa ibu alias bahasa Indonesia, kini banyak orangtua yang mengutamakan buah hatinya agar memiliki kemampuan berbahasa asing misalnya saja bahasa Inggris. Orangtua berpikir, dengan memiliki kemampuan tersebut, maka akan memudahkan buah hatinya meniti karier di masa depan. Namun kapan sebaiknya mengajari si kecil berbahasa asing? Sejatinya belajar bahasa asing pada anak-anak bisa dilakukan sedini mungkin. Hal ini supaya mereka lebih mudah menyerap kosa kata dan pola bahasa yang dipelajari.

Sebagai contoh, Bun, anak kecil saja bila menonton kartun berbahasa inggris lambat laun tak akan asing bahkan mulai berani berbicara dalam bahasa Inggris. Nah, mengutip Very Well Family, sekitar 12 persen anak di atas usai 5 tahun merupakan bilingual atau bisa berbicara dalam dua bahasa.

Sebuah penelitian menunjukkan, mengajarkan anak dalam dua bahasa jauh lebih mudah jika dilakukan sejak dini. American Speech-Language-Hearing Association menjelaskan ada beberapa keuntungan mengajarkan dua bahasa kepada anak. Mulai dari bisa belajar kata-kata baru dengan cepat, meningkatkan kemampuan mempelajari informasi baru, lebih mudah menyelesaikan masalah, serta punya keterampilan mendengarkan lebih baik.

Sebagai panduannya, berikut ini cara yang tepat yang dapat Bunda lakukan untuk mengajarkan dua bahasa pada anak.

Perdengarkan Suara-suara yang Unik ya Bun

Pada usia dua atau tiga tahun, anak biasanya sedang dalam proses mengenali pola bicara, Bun. Untuk itu cobalah untuk mengajarkan dua bahasa padanya dengan suara-suara yang unik. Di usia tersebut, mereka dengan mudah lebih mengenali suara. Selain itu, menurut Francois Thibaut, Director of the Language Workshop for Children, di New York City, Anda bisa mengajarkan mereka dengan cara memperdengarkan musik lho.

Usahakan Bunda Menciptakan Lingkungan Belajar yang Santai Untuknya

Thibaut mengatakan, cara terbaik untuk mengajarkan bahasa baru pada anak adalah dengan membiarkannya mendengarkan percakapan seseorang yang sudah lancar berbahasa tersebut. Kelak secara alami ia akan mencoba untuk bicara juga. Apalagi anak yang berusia 2 atau 3 tahun juga suka meniru apa yang mereka dengar.

Namun pastikan Bunda dan pasangan pun juga sudah fasih berbicara dengan bahasa yang ingin diajarkan pada anak ya Bun. Hal itu untuk memudahkan si kecil memahami arti dari kata-kata dan frasa yang pendek yang Bunda ucapkan.

Ajarkan Kata Demi Kata

Jika tidak ingin melakukan pelajaran formal kepada anak, Bunda bisa memperkenalkan dasar-dasar bahasa tersebut dengan menunjukkan suatu benda memiliki dua bahasa. Manfaatkan kartu-kartu permainan yang punya dua bahasa dilengkapi dengan gambar. Selain itu, Bunda juga bisa menggunakan video-video tutorial untuk mengajarkan dua bahasa pada anak di YouTube. Jangan lupa untuk terus mengulang pelajaran tersebut sesering mungkin, agar anak cepat memahami.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengajarkan si kecil lebih dari satu bahasa. Kunci terpenting, Bunda dapat mengajarkan si kecil belajar bahasa asing sebagai bahasa kedua setelah ia menguasai banyak kosakata dari bahasa ibu, ya Bun. Dengan begitu anak tidak kesulitan membedakan kosakata dari bahasa ibu dengan kosakata dari bahasa asing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Pahami Metode Terapi Berkisah, untuk Hadapi Si Kecil yang Sukar Diatur

action-activity-bouncy-castle-296308

Bun, anak-anak terkadang sulit diatur ya. Ini yang akhirnya membuat ornagtua harus pintar-pintar mencari cara. Tapi tahukah Bunda, ternyata ada satu cara yang menjanjikan efektivitas si kecil jadi lebih mau mendengarkan Bunda yakni dengan metode terapi berkisah, Bun.

Sebenarnya terapi berkisah bagian dari penerapan prinsip hipnoterapi, Bun. Keduanya sama-sama menggunakan keterampilan berbahasa. Nah, terapi berkisah ini mengandalkan bahasa untuk membantu anak mengubah perilaku yang tampak.

Mengutip HaiBunda, Susanti Agustina adalah sosok yang pertama kali mempopulerkan metode ini. Terapi berkisah lebih sering disebut biblioterapi di Indonesia, ia menuliskan dalam berkomunkasi ada tiga hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan meliputi bahasa tubuh 55 persen, pilihan kata 7 persen, dan intonasi kata 38 persen.

“Semakin ekspresif bahasa tubuh saat berkisah bagus, ditunjang intonasi kalimat dan pemilihan kata yang baik, akan semakin bagus kisah untuk terapi perilaku anak,” kata wanita yang akrab disapa Bunda Susan dalam bukunya Biblioterapi untuk Pengasuhan.

Menurut Susan, kisah yang disampaikan pun boleh tentang masalah apapun yang mempengaruhi kehidupan anak. Masalah tersebut kemudian dikemas ulang menggunakan kisah yang terkait dengan perilaku si kecil. Tapi perlu diingat Bun, kisah yang disampaikan tidak perlu mendominasi kehidupan si kecil.

“Praktiknya dengan memisahkan identitas anak dari masalah. Bisa juga melibatkan identitas anak menggunakan situasi terbalik dari perilaku yang tampak,” katanya.

Misalnya, anak A tak mau mandi pagi. Dalam kisah yang disampaikan justru sebaliknya yakni si A mau mandi pagi. Kata Bunda Susan, dalam terapi berkisah ini fokusnya pada membahasakan masalah. Berdasarkan asumsi kalau masalah adalah masalah, tanpa melihat anak sebagai masalah.

“Gelombang otak anak usia 0 – 5 tahun merupakan gelombang alfa dan teta. Jadi, di titik usia ini sangat riskan masuk apa saja. Saya sangat sarankan lewat terapi berkisah,” kata Bunda Susan.

Dia menambahkan, terapi berkisah ini menjadi peluang besar untuk memasukkan program positif untuk anak di bawah 5 tahun. Pengalaman apapun di usia ini akan membekas sampai dewasa. Sebelumnya, psikolog Roslina Verauli pernah mengatakan tentang manfaat bercerita ke anak. Bercerita bisa menjadi sarana stimulasi yang merangsang area kecerdasan anak.

“Salah satu stimulasi yang dapat diberikan orang tua pada anak ialah kegiatan bercerita. Bercerita itu berbeda dengan dongeng. Kalau dongeng itu hanya satu arah, sementara kalau bercerita itu terdapat interaksi dua arah,” kata wanita yang akrab disapa Vera ini seperti dikutip dari detik.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Tips Mendongeng dari Pakar Sastra Anak Indonesia

story-4220329_640

Kebanyakan orangtua, khususnya Bunda kadang kala dilema tiap kali hendak mencoba mendongeng untuk si kecil di rumah. Biasanya kita takut gagal, tak didengar, takut tak bisa berekspresi di depan anak atau hal-hal lain yang membuat kita mengurungkan niat dan tak jadi mendongeng untuk si kecil. Padahal, sebenarnya semua orangtua bisa mendongeng kok Bun.

Nah Bun, Dr.Murti Bunanta SS., MA, selaku seorang Peneliti dan Pakar Sastra Anak Indonesia yang sudah berkecimpung dalam dunia dongeng sejak puluhan tahun lalu, menyebutkan jika peran orangtua dalam mendongeng sebenarnya adalah hal positif yang patut diaperisiasi.

Ditemui di acara Peluncuran ‘Dongeng Aku dan Kau’ dari Dancow, Kamis (18/7/2019) di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Beliau memberikan beberapa tips untuk bunda yang ingin mulai mendongeng buat si kecil namun masih bingung cara memulainya. Diantaranya :

  1. Ambil dan pilih cerita yang Bunda senangi, yang tak bersikap memaksa si kecil atau menakuti.
  2. Saat Bunda hendak mendongeng, jadilah seperti anak kecil dan ikut berimajinasi.
  3. Gunakan benda yang ada di sekitar sebagai objek untuk memberinya gambaran cerita yang sedang Bunda sampaikan.
  4. Bunda juga boleh mengarang cerita apa saja.
  5. Cari waktu yang nyaman untuk si kecil dan untuk Bunda juga.
  6. Jangan memaksa anak untuk mendengarkan, tetap bacakan dongeng meski ia tak memerhatikan. Perlahan, si kecil nanti akan mulai mendekat dan mendengarkan dongeng dari Bunda.
  7. Dan kalau anak terus meminta satu cerita yang sama secara terus menerus, Bunda jangan bosan, karena itu artinya ia sedang ingin memahami cerita itu secara mendalam.

Selain itu, Dr.Murti juga menyarankan, agar Bunda tak memaksa anak untuk diam atau meyelesaikan permainan yang ia sedang lakukan hanya untuk mendengar dongeng dari Bunda. Karena itu tak akan memberinya stimulasi  apa-apa.

Selain itu, pilih juga waktu yang tepat dimana Bunda sedang merasa nyaman dan senggan, dan begitu pula dengan anak. Sebab menurut beliau, anak akan lebih mudah mencerna kosa kata dan cerita yang kita sampaikan ketika ia sedang merasa nyaman dibanding ketika ia sedang mengantuk karena mendengar dongeng saat sedang tertidur pada malam hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top