Kesehatan

Hidup Sehat Ala Denmark yang Bisa Kita Contoh untuk Seluruh Keluarga

Bun, tahukah negara mana yang warganya dianggap paling bahagia? Jawabannya adalah Denmark. Negara yang satu ini memang langganan terpilih jadi ‘juara’ dalam berbagai studi internasional yang mengukur kebahagian, kesehatan dan kualitas hidup manusia. Bahkan ibukota Denmark, Copenhagen secara konsisten dinobatkan sebagai kota percontohan dalam inisiatif Kota Sehat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sementara data OECD Better Life Index menunjukkan angka harapan hidup masyarakat Denmark mencapai usia 81 tahun! Jauh dari Indonesia yang mencapai 69 tahun saja. Tidak heran kalau menurut data OECD 72% orang di Denmark dilaporkan dalam keadaan sehat, lebih dari rata-rata 36 negara maju anggota OECD lain yang ‘hanya’ mencapai 69%.

Kira-kira apa rahasianya ya Bun? Mengutip dari Kumparan, berikut ini rahasia hidup bahagia dan sehat ala orang Denmark.

Pilihlah Menu Makanan yang Segar dan Serba Organik

Orang Denmark, suka segala sesuatu yang segar dan ringan. Maksudnya, bahan-bahan makanan yang mereka pilih selalu diusahakan masih segar, baik kondisinya dan bukan merupakan makanan yang diberi banyak pengawet atau makanan kalengan.

Selain itu, mereka pun mengusahakan untuk mengonsumsi bahan makanan atau produk organik lantaran mereka percaya dengan memberikan makanan yang berbahan dasar produk organik, maka hal itu tak akan memperbesar risiko terpapar residu pestisida dan hal-hal yang tak baik lainnya.

Organic Denmark, sebuah asosiasi perusahaan, petani organik, dan konsumen di dengan lebih dari 200 perusahaan anggota mencatat penjualan organik di Denmark terus meningkat cepat. Misalnya, dari 2016 hingga 2017 penjualan makanan organik meningkat 31%. Selain itu, 51,4 % penduduk Denmark diketahui membeli makanan organik setiap minggu, baik itu sayuran, buah-buahan, hingga susu.

Usahakan untuk Mengonsumsi Susu

Penduduk Denmark dikenal gemar sekali minum susu dan mengonsumsi beragam olahan susu setiap hari. Anak-anak di bawah usia satu tahun direkomendasikan untuk mengonsumsi ASI atau susu formula, sementara anak-anak yang berusia 2 tahun ke atas diberi susu rendah lemak.

Tidak hanya di rumah, anak-anak Denmark minum setidaknya satu porsi susu di sekolah tiap hari. Mengutip laman resmi Danish Agriculture & Food Council, Denmark masuk 10 besar negara konsumsi susu perkapita terbanyak.

Mereka rata-rata mengonsumsi hingga 117 liter susu per kapita per tahun! Mungkin itu juga sebabnya pemerintah Denmark mematok standar peternakan dan pengolahan susu yang sangat tinggi. Hal ini kontras sekali dengan Indonesia yang hanya mengonsumsi 12 liter susu per kapita setiap tahunnya.

Biasakan Bawa Bekal ke Sekolah

Jurnal akademis yang ditulis oleh Christensen LM, Kørup K, Trolle E, dari Technical University of Denmark dengan judul Dietary Habits of Children and Adolescent (2012) menyebutkan, kebanyakan siswa sekolah dasar di Denmark membawa bekal ke sekolah.

Menariknya, bekal sekolah mereka merupakan menu khas Denmark dengan isian daging sapi, ayam, ikan atau babi ditambah buah-buahan dan sayuran. Tentu saja semua ini dinikmati dengan seporsi susu segar yang anak peroleh di sekolah. Jadi, tak ada budaya jajan di sekolah lho Bun.

Biasakan Anggota Keluarga untuk dekat Dengan Alam

Orang Denmark suka dengan segala kegiatan yang sifatnya natural dan alami. Mereka suka bersepeda dan jalan-jalan. Bahkan tak jarang ada yang gemar rebah-rebahan atau bermain di taman. Sebab, mereka suka sekali berada di luar ruangan.

Rasa suka ini juga berkembang menjadi cinta dan kepedulian yang besar akan alam atau lingkungan. Itulah kenapa selain label organik, orang Denmark juga akan lebih memilih produk yang berlabel ramah lingkungan bahkan ramah pada hewan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

8 Peran Orang Tua Dalam Kehidupan Anak

Setiap orang pasti memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangatlah penting. Bahkan, peran orang tua diperlukan sejak anak emas dalam kandungan hingga dewasa. Entah itu berperan untuk mengajari anak hingga memenuhi kebutuhannya. 

Pentingnya Peran Orang Tua

Orang tua menduduki peran yang sangat penting, karena menjadi sekolah pertama bagi anak-anak. Sekalipun anak sudah sekolah, peran orangtua masih diperlukan. Mengingat aktivitas anak akan paling banyak dilakukan di rumah.

Tentu jika orang tua tidak melakukan peranannya dengan baik, pasti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Contoh sederhananya jika orang tua tidak menanamkan hal-hal positif dan memberikan contoh tidak baik, tentu anak akan menirunya.

Begitu juga sebaliknya, orang tua yang melakukan perannya dengan baik, maka akan berdampak pada karakternya. Intinya, orang tua mempunyai peranan penting dalam pembentukan karakter anak yang akan berguna untuk masa depan. 

Inilah 8 Peran Orang Tua Di Kehidupan Anak

Meskipun setiap orang memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangat penting, tapi tidak semua orang yang benar-benar memahami dan menerapkannya. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mempunyai anak, penting mengetahui beberapa peranannya berikut ini. 

  1. Menjamin Kebutuhan Anak Tercukupi

Bukan menjadi hal yang asing lagi jika orang tua mempunyai peranan yang cukup penting terutama dalam memenuhi kebutuhan anak. Beberapa hal yang termasuk dalam kebutuhan Anda seperti pakaian yang layak, makanan bergizi, tempat tinggal dan lainnya.

Terutama dalam hal ini penting untuk memastikan kebutuhan anak dalam asupan bergizi sangat diperlukan. Hal ini disebabkan karena asupan yang bergizi sangat berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. 

  1. Memastikan Anak Berada Di Lingkungan yang Baik

Peran orang tua terhadap kehidupan anak selanjutnya yaitu memastikan berada di lingkungan yang baik. Tentunya jika anak berada di lingkungan yang tepat, maka akan berpengaruh juga terhadap tumbuh dan kembangnya.

Begitu juga sebaliknya, jika anak berada di lingkungan yang tidak baik maka akan mudah terpengaruh melakukan hal-hal yang negatif. Kenapa menjadi orangtua penting untuk melakukan pengawasan terhadap anak. 

  1. Menciptakan Keamanan dan Kenyamanan

Menciptakan keamanan atau rasa aman terhadap anak merupakan salah satu peran orang tua. Mengingat orang tua adalah tempat pulang, sehingga jika tidak terdapat rasa aman maka anda akan merasa tertekan.

Menciptakan keamanan dan rasa nyaman bisa dilakukan dengan berbagai hal Salah satunya memberikan kasih sayang. Selain itu, penting juga untuk memberi arahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak seharusnya.

  1. Menanamkan Nilai yang Baik

Peran lain yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya yaitu menanamkan nilai-nilai baik. Mengingat orang tua menjadi guru pertama dalam pendidik anak, sehingga karakter anak dimulai dari orang tuanya. Ada beberapa hal yang harus ditanamkan sejak dini dan setiap orang tua wajib mengetahuinya.

Adapun beberapa hal yang dimaksudkan seperti bersikap jujur, tidak mengambil barang orang lain, saling tolong-menolong, tidak merendahkan orang lain dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga untuk memberi pengertian kepada anak jika melakukan sesuatu yang buruk tidak diperbolehkan. 

  1. Mengajari Anak dalam Hal Baik

Mengajari dan mendidik anak juga menjadi salah satu peran orang tua yang wajib untuk dilakukan. Tentunya dalam hal ini harus mengajari anak dalam hal yang baik. Didikan yang diberikan oleh orang tua sejak dini bisa berpengaruh terhadap karakternya di masa depan. 

Semakin baik didikan dari orang tua sejak dini, maka anak akan lebih mudah untuk berbaur dengan masyarakat dengan cara yang baik. Misalnya saja mempunyai sopan santun, saling tolong-menolong, saling memaafkan dan lain sebagainya. 

  1. Memberikan Arahan

Peran orang tua selanjutnya yang yaitu memberikan arahan kepada anak dan juga bimbingan. Arahkan anak untuk selalu melakukan hal yang baik. Selain itu, jelaskan juga alasan kenapa tidak boleh melakukan hal yang buruk dan apa dampaknya kepada diri sendiri dan orang lain.

Sekalipun anak melakukan sebuah kesalahan, jangan langsung memarahinya. Langkah yang paling tepat untuk menanganinya yaitu menasehati dan memberi hukuman yang sekiranya bisa memberikan kesadaran kepada anak. Selain itu, penting juga untuk memberikan motivasi kepada anak. 

  1. Identitas Keagamaan

Identitas agama seorang anak berasal dari keluarganya, terutama orang tua. Tentunya peran orang tua dalam hal ini harus mengenalkan nilai-nilai agama dan keberadaan Sang Pencipta. Terutama untuk anak-anak, penyampaian tersebut harus dalam bahasa yang mudah dipahami. 

Tentunya untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut akan lebih mudah jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga harus memberikan contoh yang baik agar anak lebih mudah untuk menirunya. 

  1. Mendisiplinkan Anak

Meskipun kasih sayang dari orang tua sangat diperlukan oleh anak, tapi tetap saja harus menerapkan disiplin. Justru dengan membiarkan anak melakukan apapun yang disukainya dapat berdampak menjadi manja dan tidak bisa bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.

Semakin dini mengajarkan untuk disiplin, anak akan tumbuh menjadi orang yang bertanggungjawab. Contoh sederhananya mengajarkan anak untuk makan dan tidur tepat waktu. Bahkan, tidak ada salahnya juga untuk membuat jadwal harian anak. Demikian penjelasan mengenai peran orang tua yang dibutuhkan untuk kehidupan anak. Dari penjelasan ini bisa diambil kesimpulan jika karakter anak dibentuk dari didikan dan peran orang tua. Begitu juga sebaliknya, jika orang tua tidak melakukan perannya dengan baik, karakter yang terbentuk juga tidak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Memahami Gigi Bayi dan Seluk Beluk Pertumbuhannya

Gigi merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Selain berfungsi untuk mengunyah, keberadaan gigi juga bisa menambah estetika wajah. Karena itu, setiap fase perkembangannya—mulai dari gigi bayi sampai dewasa—harus diperhatikan dengan baik, terutama oleh para ibu.

Gigi bayi atau gigi susu bia

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah konten mendalam dan premium dari Sayangianak.com. Langganan Sayangi Anak Extra akan membantu Bunda & Ayah mengakses artikel premium, ebook, video dan kelas – kelas dari Sayangi Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Mengenal Bagaimana Perkembangan Mental Anak Usia 4 – 5 Tahun

Usia bawah lima tahun merupakan masa golden age di mana sebagai orang tua sangat penting untuk memperhatikan perkembangan anak di usia ini. Terlebih lagi terkait perkembangan mental anak usia 4 – 5 tahun yang biasanya mulai muncul pada fase ini terkadang membuat bingung banyak orang tua.

Fase Per

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah konten mendalam dan premium dari Sayangianak.com. Langganan Sayangi Anak Extra akan membantu Bunda & Ayah mengakses artikel premium, ebook, video dan kelas – kelas dari Sayangi Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top