Kesehatan Ibu & Anak

Hati – hati, Sayuran yang Digoreng Sebenarnya Aman Tidak ya Untuk si Kecil?

pexels-photo-302482

Demi membuat nafsu makan si kecil tetap terjaga, orangtua harus pandai membuat varian menu makanan yang menarik ya Bun. Apalagi soal sayuran, anak kecil rentan sekali tak suka makan sayuran. Pada akhirnya, Bunda pun harus membuat varian menu sayuran seperti sayur yang digoreng. Menu seperti brokoli goreng tepung, atau kembang kol goreng, bahkan keripik bayam pun jadi inovasi Bunda dalam meracik menu untuk si kecil. Tapi urusan nutrisi, bila sayuran diolah demikian, akankah nutrisinya masih terjaga?

Nah, menurut ahli gizi Jansen Ongko, orang Indonesia memang paling sering mengonsumsi gorengan, termasuk saat sarapan. Padahal gorengan bukanlah sumber energi yang ideal. Mengonsumsi sayuran yang digoreng hanya mengisi perut tapi kebutuhan energi atau energinya justru sangat kurang.
“Jika sayuran atau buah digoreng akan menghilangkan nilai gizinya,” ujar Jansen. Ia menyarankan kalau ingin membuat si kecil lebih lahap dengan menu sayur atau buah-buahan, maka alternatifnya yaitu dipotong-potong lalu dijadikan salad.

“Kalau digoreng asupan lemak bisa berlebih, kolesterol tinggi padahal tubuh sudah memproduksi asam lemak sebesar 70 persen, kita hanya butuh 30 persennya,” tambahnya. Nah Bunda perllu waspada, kalau asupan lemak berlebih, maka si kecil jadi memiliki risiko mengalami obesitas kan? Karenanya, dari Bundanya memang harus lebih bijak dalam menentukan dan memilih makanan yang akan dikonsumsi buah hati setiap  harinya.

Tak perlu mengeluh Bun kalau si kecil susah sekali diajak makan buah atau sayur baik yang sudah diolah maupun yang masih segar. Cobalah berulang-ulang. Cara pengenalan makanan ke anak-anak memang pada dasarnya harus dilakukan berulang-ulang tapi harus tetap menyenangkan hatinya.

Alternatif lainnya yaitu mulai memberikan sayur dan buah dalam porsi kecil dulu Bun. Mungkin dengan cara yang demikian, ia tak akan takut karena harus menghabiskan seporsi besar makanan yang tak disukainya. Kuncinya adalah Bunda dan Ayah harus menyadari kalau orangtualah cermin bagi si kecil. Jadi kalau kita suka makan sayur dan buah pasti si kecil tak akan menolak jika diberi sayuran dan buah-buahan.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Kenali Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah Susah Makan pada Anak

anaksusahmakan

Proses memberikan makan kepada anak bukan perkara mudah. Salah satu tantangan yang acapkali dihadapi adalah anak susah makan.

Jenis – jenis masalah makan pada anak yang perlu orang tua ketahui

Masalah makan dapat diklasifikasikan menjadi inappropriate feeding practice, small eaters, dan parental misperception.

Inappropriate feeding practice

Merupakan masalah makan yang disebabkan oleh…

Untuk membaca artikel dari Sayangianak Extra ini, silakan isi data dibawah. Sayangianak akan mengirimkan konten ini ke email kamu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Bun, Pastikan Asupan ASI Si Kecil Terpenuhi dengan Cara Ini

adult-baby-babysitter-698878

Bayi yang baru lahir diusahakan untuk terus mengasup ASI dari Bundanya. Tak ada batasan waktu kapan ia harus menyusu dan kapan berhenti. Namun menariknya, kadang bayi hanya menyusu sebentar, tapi kadang juga dapat menyusu dalam rentang waktu yang relatif lama. Nah, hal semacam ini yang membuat Bunda sering bingung, kira-kira bagaimana ya caranya mengetahui asupan ASI Bunda sudah cukup untuknya si kecil.

Bun, tak perlu panik. Kendati menyusui memang tidak seperti memberi bayi susu dalam botol yang bisa dilihat jumlahnya, Bunda tetap dapat mengetahui si kecil sudah cukup mendapat ASI atau tidak. Mengutip dari Kumparan, Dr. Eveline P. N. Sp.A dalam laman Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI menjelaskan cara untuk mengetahui hal itu, yaitu dengan pengecekan pada bayi berdasarkan beberapa tanda-tanda

  • Bayi buang kecil 1 sampai 2 kali per hari dalam 12-24 jam pertama kehidupan
  • Urine si kecil sangat pekat dalam beberapa hari pertama dapat terlihat endapan merah bata yang merupakan kristal asam urat atau brick dust
  • Bayi buang air kecil 6 sampai 8 kali per hari setelah 5 hari
  • Tinja bayi pertama atau mekonium keluar dalam 24 jam pertama
  • Kolostrum membantu pengeluaran mekonium lebih cepat
  • Mekonium akan menipis menjadi hijau kecokelatan atau hijau kekuningan dalam 3 sampai 6 hari. Lebih dari 6 hari, tinja ASI sudah terbentuk yaitu cair, bau asam, bergas.

Sedangkan bayi yang tidak cukup mendapat ASI, kata Dr. Eveline, adalah memiliki tanda-tanda seperti berikut:

  • Urine bayi berwarna merah bata pada popok setelah hari ke 5
  • Bayi buang air kecil kurang dari 6 kali dalam 24 jam setelah hari ke 5
  • Mekonium bayi masih keluar setelah usianya 5 hari
  • Bayi kehilangan berat badan sebesar 7 persen atau lebih dalam 72 jam pertama, atau berat badan belum kembali ke berat lahir pada hari ke 7 sampai 10 maka sebaiknya mendapat evaluasi yang baik.

Jadi jangat khawatir lagi ya Bun, cek tanda-tanda di atas pada bayi Anda untuk mengetahui ia mendapat cukup ASI atau tidak, dan tetaplah terus semangat menyusui si kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Memberi MPASI Pada Bayi Prematur Ada Anjurannya Lho Bun

baby-baby-eating-chair-973970 (2)

Memiliki bayi yang terlahir prematur berarti membuat orangtuanya harus lebih jeli dalam memperhatikan setiap kebutuhan si kecil. Namun sebelum beranjak lebih jauh, Bunda perlu tahu, bayi yang tergolong prematur adalah si kecil yang lahir sebelum usia 37 minggu kehamilan. Menariknya, khusus pada kasus bayi lahir prematur, biasanya mereka memiliki usia yang dikoreksi, yaitu usia bayi sejak lahir (usia sebenarnya) dikurangi jumlah minggu atau bulan saat ia lahir lebih awal.

Misalnya, untuk bayi berusia 12 bulan yang lahir 3 bulan lebih awal, maka usia dikoreksi mereka adalah 9 bulan (12 bulan – 3 bulan = 9 bulan). Usia terkoreksi digunakan sampai si kecil berusia dua tahun. Mengenai nutrisi, si kecil yang terlahir prematur pun memiliki usia yang berbeda dari bayi yang lahir cukup bulan. Bunda pun perlu tahu, pedoman yang biasanya menganjurkan si kecil mulai MPASI sekitar usia 6 bulan, maka hal tersebut tak berlaku untuk bayi prematur.

Maka, Kira-kira Kapan ya Bun Waktu yang Tepat Memberi MPASI bagi Bayi Prematur?

Berdasarkan anjuran para dokter, Bunda disarankan memulai MPASI pada bayi prematur sekitar usia 5-7 bulan usia sebenarnya alias usia sejak ia lahir. Alangkah lebih baik bila sebelum si kecil memulai makanan padat, ia harus dapat melakukan beberapa hal ini:

  1. Duduk dengan menegakkan kepala
  2. Menunjukan minat pada makanan yang dikonsumsi orang lain
  3. Dapat membuka mulut
  4. Mulai memasukkan mainan atau jari ke mulut mereka.

Hal ini guna menghindari Bunda memberikan MPASI yang terlalu cepat pada bayi prematur. Sebab terlalu cepat memberikan MPASI justru dapat memperbesar risiko si kecil mengalami alergi makanan. Selain itu, hal itu juga akan memicu gangguan pencernaan lantaran si kecil belum siap terhadap makanan padat. Saat si bayi belum siap untuk MPASI, biasanya lidah mereka akan menolak sendok makanan, karena terbiasa minum dari payudara atau botol.

Selain itu, jangan sampai si kecil pun juga terlambat mendapatkan MPASI. Kalau sampai terlambat, dikhawatirkan kebutuhan gizinya tak terpenuhi, Bun. Bila telat memberikan MPASI pun besar kemungkinan si kecil jadi enggan mengonsumsi makanan apapun kecuali ASI dan susu. Kebiasaan ini pun akan membuat si kecil tumbuh jadi picky eater lantaran ia enggan atau bahkan menolak mencoba rasa atau makanan baru. Karenanya, berikan MPASI di waktu yang tepat ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top