Kesehatan

Hati-hati Jadi Penyakit! Inilah Problem Anak yang Kegemukan yang Perlu Bunda Waspadai

Memang, problem anak yang kegemukan biasanya tak hanya karena doyan makan. Kegemukan pada anak bisa jadi disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan, penyakit tertentu dan tentu pola makan yang tidak sehat. Kondisi anak yang terlalu gemuk ini disebut juga dengan istilah obesitas. Jika tidak diawasi dengan serius bukan tak mungkin akan berbahaya pada kesehatan si kecil. Maka, Bila si kecil sudah menunjukkan tanda-tanda kegemukan, inilah yang perlu Bunda lakukan. 

Apa Kondisi yang Menyebabkan Problem Anak yang Kegemukan?

Obesitas ditandai dengan kondisi berat badan yang terlalu berlebihan karena ada penumpukan lemak di dalam tubuh. Problem seperti ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, namun juga bisa menimpa anak-anak. Penting untuk mengontrol sedari dini agar tidak menimbulkan resiko berbagai penyakit. 

1. Si Kecil Jarang Aktif Bergerak dan Lebih Banyak Berdiam Diri atau Tiduran

Anak yang jarang aktif bergerak juga bisa rentan terkena obesitas. Apalagi jika aktivitasnya lebih banyak di kasur, tidur, dan rebahan saja. Aktivitas fisik yang kurang dapat membuat jumlah kalori di dalam tubuh melebihi jumlah kalori yang dibakar. 

Alhasil kalori tersebut akhirnya menumpuk menjadi jaringan lemak dan menyebabkan obesitas. Anak yang kegemukan juga cenderung enggan banyak beraktivitas dan lebih suka bermalas-malasan. 

2.  Mengonsumsi Makanan Tidak Sehat Secara Berlebihan

Makanan yang dikonsumsi juga sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan si kecil. Anak yang terbiasa mengonsumsi hidangan dengan kalori tinggi seperti fast food atau junk food cenderung lebih rentan terkena obesitas. 

Apalagi jika makanan yang dikonsumsi mengandung banyak lemak jenuh dan gula. Tidak hanya makanan, minuman yang terlalu banyak mengandung gula juga bisa menyebabkan resiko obesitas. Sebagai orang tua tentu harus hati-hati, mengingat banyak makanan dengan tampilan menarik namun tidak sehat. 

3. Ada Gangguan Pada Psikologis Anak yang Mendorongnya untuk Terus Makan

Beberapa anak sering melampiaskan rasa bosan atau stres dengan mengkonsumsi makanan banyak. Mereka tidak peduli dengan kandungan gizi yang terdapat di dalamnya dan cenderung melahapnya saja asal enak. 

Makanan yang sering dikonsumsi saat dalam keadaan stres atau tertekan seperti minuman manis, coklat, permen, dan makanan cepat saji secara berlebihan. 

4. Memiliki Faktor Genetik Gemuk Secara Turun-temurun

Keluarga yang memiliki riwayat keturunan obesitas memiliki potensi tinggi akan turun juga ke anak. Faktor genetik ini biasanya juga semakin didukung dengan pola makan yang kurang sehat dan aktivitas fisik yang cenderung kurang di dalam keluarga. 

5. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu yang Memilih Efek Samping Membuat Tubuh Gemuk

Anak yang mengkonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat beresiko terkena obesitas. Contohnya seperti lithium, prednison, dan amitriptyline. Obat-obatan tersebut juga dapat meningkatkan resiko si kecil mengalami obesitas. 

Jika Terlalu Gemuk, Anak Akan Mengalami Beberapa Komplikasi Penyakit 

Anak Yang mengalami masalah obesitas biasanya akan lebih sulit bergerak dan tidak leluasa dalam beraktivitas. Dalam beberapa kasus mereka juga cenderung lebih rentan terkena beberapa penyakit serius seperti berikut ini:

  1. Diabetes Tipe 2, Dikarenakan Kadar Gula yang Berlebihan

Seperti diketahui bahwa diabetes merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh banyaknya kandungan gula di dalam tubuh. Anak obesitas yang jarang bergerak cenderung lebih tinggi tingkat resiko terjadinya diabetes tipe 2 karena ada gangguan pada proses metabolisme. 

  1. Tekanan Darah dan Kolesterol Tinggi, Karena Makanan yang Tidak Sehat

Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat juga dapat meningkatkan kolesterol dan tekanan darah di dalam tubuh. Konsumsi secara berlebihan juga dapat menyebabkan terbentuknya penyempitan pembuluh darah dan plak yang akhirnya memicu serangan jantung atau stroke. 

  1. Nyeri Sendi, Akibat Bobot Tubuh yang Terlalu Berat

Tubuh yang memiliki bobot berlebih rentan mengalami nyeri sendi lebih sering. Hal ini dikarenakan adanya tekanan ekstra pada pinggul dan lutut. Hal ini juga dapat menyebabkan si kecil sering mengalami cedera dan nyeri pada bagian lutut, punggung, dan pinggul. 

Selain resiko di atas, anak yang terkena obesitas juga beresiko mengalami gangguan pernafasan, gangguan tidur, hingga gangguan kecemasan. Obesitas juga bisa berdampak pada kemampuan emosional dan sosialisasi anak. 

Tips Mengatasi dan Mencegah Obesitas pada Anak yang Bisa Bunda Lakukan

Sebagai orangtua tentu ingin anak-anaknya tumbuh sehat. Itulah mengapa orangtua memiliki peran yang sangat penting untuk mengontrol pola makan dan aktivitas si kecil. Berikut ini beberapa tips mengatasi dan mencegah obesitas, di antaranya :

1. Menerapkan Pola Hidup Sehat Secara Teratur dan Terus Diawasi

Menerapkan pola hidup yang sehat pada anak sangatlah penting untuk dilakukan karena Bunda adalah orang yang akan menyiapkan apa yang dimakan dan diminum si kecil. Sajikan hidangan yang sehat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan serta kurangi konsumsi makanan cepat saji. 

Selain itu, lakukan aktivitas fisik bersama si kecil agar mereka semangat untuk berolahraga. Batasi penggunaan smartphone dan televisi karena hal tersebut akan memicu anak semakin malas bergerak. Atur pola makan dengan tepat yakni 3 kali makanan utama dan diselingi 1 – 2 kali cemilan. 

2. Bicara Dari Hati ke Hati dengan Anak, Berikan Mereka Pemahaman Akan Bahaya dari Kegemukan dan Manfaat Jika Ia Memulai Pola Hidup Sehat

Makanan anak dengan tampilan dan rasa yang menarik kini memang semakin banyak. Dilemanya, makanan tersebut mengandung banyak pengawet atau pemanis buatan yang sangat tidak bagus untuk tubuh. Bicaralah dari hati ke hati agar mereka mau membatasi konsumsi makanan seperti itu. 

Beri semangat, dukung, dan dampingi anak untuk menerapkan pola hidup sehat baik dari segi makanan maupun olahraga. Beri ruang kepada anak agar mereka bisa berpikiran lebih terbuka untuk menjaga kesehatan tubuhnya. 

3. Berikan Anak Pujian Atas Upaya yang Sudah Dilakukannya

Memberi pujian kepada si kecil bisa membuat mereka lebih bersemangat dalam menerapkan pola hidup sehat. Contoh, “Wah, kakak pintar lebih memilih apel daripada mie instan.” Setelah itu jelaskan apa saja manfaat buah bagi tubuh. 

Jika anak selalu distimulasi dengan hal-hal positif, maka mereka pun akan lebih mudah menjadi penurut. Apalagi jika Anda terus menerapkan kedisiplinan secara konsisten. Problem anak yang kegemukan memang bisa terjadi pada siapa saja. Bunda harus waspada sedari dini dan berusaha mencegahnya agar si kecil tidak terkena obesitas atau berat badan berlebih.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top