Parenting

Hai Para Ibu, Khususnya Full Time Mom, Ini Pentingnya “Me Time” yang Mungkin dianggap Sepele.

Menjadi ibu rumah tangga memang benar-benar menyita perhatian saya. Bukan hanya mengurus suami dan anak, tapi saya pun memiliki tanggung jawab atas pekerjaan rumah tangga.

Mungkin rasanya terlalu sibuk mengurusi hal ini dan itu sampai lupa waktu untuk diiri sendiri. Padahal itu sangat penting dilakukan terutama untuk Full Time Mom.

Me time berarti mempunyai waktu untuk melakukan sesuatu yang memang benar “ingin saya lakukan”

Me time berarti mempunyai waktu untuk melakukan sesuatu yang memang benar “ingin saya lakukan”. Sifatnya, tentu saja, privat—untuk diri sendiri, istri atau suami, anak-anak.

Ketika me time tiba, siapapun tidak ingin terganggu oleh urusan lain yang sedang tidak ingin ia kerjakan. Me time bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan. Siapapun membutuhkan waktu jeda dari rutinitas agar ia dapat melakukan kegiatan pribadi yang menyenangkan sehingga ia merasa segar kembali.

Hasil studi menyediakan waktu me time ternyata berhasil mendapatkan peningkatan dalam hal kesejahteraan pribadi, kepuasan kerja, maupun kepuasan bersama keluarga mereka

Hasil studi Alyssa Westring, asisten profesor di DePaul University, Chicago, bersama Stew Friedman, profesor manajemen di Wharton School, membuktikan bahwa me time sangat penting dan bermanfaat bagi individu. Menurut studi ini, para ayah dan ibu pekerja yang selalu menyediakan waktu untuk diri sendiri sepanjang 12-15 minggu (sesuai periode riset ini dilakukan) ternyata berhasil mendapatkan peningkatan dalam hal kesejahteraan pribadi, kepuasan kerja, maupun kepuasan bersama keluarga mereka.

Pendeknya, meluangkan waktu untuk diri sendiri memberi manfaat psikologis maupun fisikal. Jika Anda mengambil jeda dari rutinitas, Anda akan merasa segar dan lebih bahagia. Jika Anda jernih dalam berpikir, tubuh terasa bugar, dan hati merasa senang, semua itu akan berdampak positif bagi orang-orang sekeliling Anda, mula-mula di rumah, tetangga, hingga ke tempat kerja dan relasi bisnis Anda.

Me Time Sangat Butuh untuk full-time mom. Mengabaikannya hanya akan menjadi bom waktu

Menurut Hedwig Emiliana Tulus, psikolog anak dari Highscope Engineering yang dihadirkan dalam acara Pada acara “Mom’s Time Out” sepeti dikutif dari aura.co.id, me time bukan penting enggak penting buat ibu. Akan tetapi, sangat penting. Mengabaikan kebutuhan untuk memanjakan diri atau menikmati kesendirian, terbebas dari rutinitas sehari-hari mengurus anak-anak, hanya akan menjadi bom waktu.

metimefulltimemomApalagi untuk ibu penuh waktu atau full-time mom atau stay-at-home mom, lebih membutuhkan me time. Mereka, bisa dikatakan, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, menghadapi anak-anak lengkap dengan segala problematikanya. Sedangkan  ketimbang ibu bekerja masih bisa keluar rumah, bertemu teman-teman, berjalan-jalan, dan melakukan pekerjaan yang disenangi.

Orang kerja saja butuh liburan, me time untuk menyegarkan diri agar kembali bersemangat menjalani rutinitas

Butuh me time bukan berarti mengesampingkan kodrat sebagai seorang ibu. Ini hanya sebentuk penyeimbang agar ibu juga terpenuhi kebutuhannya, kebutuhan untuk beristirahat dan menyegarkan diri agar kembali bersemangat menjalani rutinitas. Orang kerja saja butuh liburan. Kenapa ibu rumah tangga tidak?

“Ibu yang sehat secara psikologis, tidak stres, bahagia, tentu akan membuat seluruh keluarga ikut berbahagia,” bilang Hedwig. “Hubungan suami dan istri, termasuk hubungan antara ibu dan anak itu sendiri, akan lebih optimal.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top