Parenting

Hai Orangtua, Kendalikan Emosi Menghadapi Anak. Anak yang Mengalami Kekerasan Berdampak Memiliki IQ yang Rendah

Orangtua terkadang lupa mengotrol emosinya. Menghadapi berbagai masalah kehidupan dan harus juga mengurus rumanh tangga membuat orangtua terkadang lupa mengendalikan diri sendiri.

Hal sederhana dan terlupakan dari tidak bisa mengontrol emosinya adalah dengan membentak anak. Banyak orangtua yang membentak anak, padahal tanpa sadar dampak yang ditimbulkannya, ini dampak dari membentak anak. Untuk Orang tua yang terlanjur membentak, ini solusinya.

DampakMarah

Selain membentak, dalam kehidupan sehari-hari, orang tua melakukan pukulan ringan atau kekerasan kerap terjadi ketika orang tua emosional. Walau begitu, tidak sedikit orang tua yang langsung merasa menyesal ketika telah melakukannya.

Anak sering mendapatkan kekerasan fisik dari orang tua, cenderung bersikap lebih agresif

Universitas Tulane, Los Angeles melakukan penelitian terhadap kekerasan anak.
Hasilnya, anak berusia tiga tahun yang sering mendapatkan kekerasan fisik dari orang tua, cenderung bersikap lebih agresif saat berusia lima tahun. Makin sering kekerasan yang didapatkan, makin agresif pula perilakunya.

Balita yang mengalami kekerasan berdampak memiliki IQ yang rendah

kekerasan

Studi lain yang dilakukan oleh Universitas Duke, North Carolina menyatakan bahwa balita yang mengalami kekerasan berdampak memiliki ‘Intelligence Quotient’ atau IQ yang rendah. Kekerasan terhadap bayi saat masih berumur satu tahun, akan membuat anak tersebut mempunyai nilai kognitif yang lebih rendah saat mereka di usia tiga tahun dibandingkan dengan balita yang tidak mendapatkan kekerasan dari orang tuanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top