Perasaan cemas dan selalu ketakutan merupakan salah satu hal yang tidak seharusnya selalu dirasakan. Hanya saja, memang dari beberapa faktor pendukung yang membuat seseorang bersikap cemas, gelisah, hingga merasa ketakutan. Tetapi, perlu adanya sikap waspada dan penanggulangan control untuk membuat diri semakin banyak mengolah emosi.
Apabila kecemasan dan perasaan takut hinggap pada anak, maka perlu ditelaah mengenai datangnya rasa tersebut. Karena tidak semua hal mampu menyebabkan kecemasan dan rasa takut berlebihan tersebut mampu datang. Maka dari itu lah, peran orang tua sebagai pembimbing dan pelindung sangat dibutuhkan.
Tidak harus dengan banyak kata-kata, maupun hingga sebuah tindakan tertentu, sebenarnya terlihat cemas dan takut pada anak pasti ada sebab yang akan menjadi jawaban dari pertanyaan mengenai perasaan anak tersebut. Jadi, para orangtua dapat memulai untuk melihat dan mengatasi kecemasan dan ketakutan anak dengan beberapa solusi, yaitu:
1. Melakukan Pendekatan Pada Anak untuk Mencari Tahu Apa yang Sedang Dirasakannya

Pendekatan kepada anak adalah hal yang sangat penting untuk mengetahui sikap dan sifat anak semakin jauh, sehingga orang tua dapat melihat tanda khusus yang akan mempengaruhi tingkat emosional dari anak. Karena hal tersebut bukanlah sesuatu yang biasa. terlebih lagi, masih banyak orang tua yang menganggap remeh tumbuh kembang dari anak usia 1 hingga 5 tahun padahal mereka sedang berkembang dan berada di masa emas. Karena pembentukan karakter dini ini akan sangat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhannya kelak.
2. Jangan Lupa untuk Tetap Memberikan Kasih Sayang yang Tulus Pada Anak

Anak yang sering cemas dan ketakutan pasti memiliki sebuah rasa yang terlampau dalam. Tugas orangtua adalah untuk menjangkau rasa dari anak tersebut sehingga mampu mendekati anak lebih dalam dan memberikan cinta kasih yang tulus sehingga anak dapat lebih mengenal sosok orang tuanya. Maka dari itu lah, timbul rasa lega dari kecemasan yang dialami oleh anak, dan rasa terlindungi dibalik ketakutan dari anak.
3. Jadilah Teman yang Bisa Mendengar Semua Curahan Hati Anak

Membiasakan anak untuk mengungkapkan perasaan adalah hal yang penting. Jangan Bunda kira anak usia 1 hingga 5 tahun atau mereka yang sedang tumbuh dan berkembang dalam usia emas tidak membutuhkan curahan hati dan seseorang yang berkenan untuk mendengarkan. Nyatanya, anak-anak tetap akan membutuhkan adanya teman terbaik dalam mencurahkan perasaannya mengenai berbagai macam hal, dan teman terbaik untuk anak adalah orang tuanya. Bukan hanya sekedar sebagai pembimbing anak, namun tugas orang tua juga memberikan ruang dan waktu untuk mendengarkan segala macam cerita, ungkapan, hingga harapan anak. Jadi, akan lebih seimbang untuk cinta kasih orangtua dan anaknya.
4. Berikuan Juga Pelukan Tulus untuk Membuatnya Merasa Tenang dan Nyaman

Rasa cemas dan takut adalah sebuah perasaan yang menggabungkan antara emosi, dan ketidak fokusan yang sulit untuk dikontrol. Nah, dalam hal ini orangtua mampu menjemput impian sang anak menjadi pelindung atau malaikat penolong dari rasa tersebut. Sebuah pelukan penuh ketulusan adalah jawaban yang tidak akan ada gantinya dan tidak mampu terbayarkan dengan apa pun. Maka dari itu lah, sempatkan untuk anak hingga terbentuk emosi yang positif antara orang tua dan anak.
5. Lakukan Sesuatu yang Bisa Jadi Pengalihan pada Hal-hal Positif

Yang tidak kalah pentingnya untuk memberikan kasih sayang tulus bagi anak adalah dengan cara memberikan wawasan dan kegiatan positif sebagai salah satu upaya pengalihan perhatian anak pada sikap cemasnya dan rasa ketakutan yang berlebihan. Membantu anak untuk tidak terlalu cemas dan takut, namun menemani mereka untuk berani mencoba, berani beradaptasi, dan berani berteman baru. Hal ini menjadikan anak lebih positif dan berangsur meninggalkan kecemasan serta ketakutan berlebihannya.
Itulah tadi beberapa ulasan untuk memberikan solusi bagi Anda para orang tua yang ikut cemas karena anak tengah tumbuh dalam periode emas, namun selalu bersikap cemas dan ketakutan yang berlebih. Bukan hal mudah memang, tetapi dukungan dan campur tangan penuh kasih sayang akan mengubah hal yang kurang baik menjadi semakin positif.
