Parenting

Hadapi Buah Hati yang Susah Makan dengan Cara-cara Ini Yuk Bun

kids no eat

Menghadapi balita dengan segala tingkah lakunya kuncinya memang harus banyak-banyak sabar ya Bun. Termasuk kalau si kecil mulai punya alasan ini itu saat diminta melahap makanan yang disediakan orangtuanya. Dalam beberapa kondisi, ada anak yang tetiba berubah jadi picky eater alias suka pilih-pilih makanan.

Alih-alih segera melahap habis, ia selalu punya cara untuk menolak menu yang sudah disajikan. Dan bukan tanpa alasan, sejatinya ada banyak faktor kenapa si kecil bisa jadi begitu selektif. Sebagai orangtua, Bunda pun harus mencari tahu penyebab dan jalan keluarnya. Jangan sampai kebiasaan ini justru jadi membuat proses tumbuh kembang si kecil jadi tergganggu.

Saat Anak Gemar Pilih-pilih Makanan, Bunda Harus Apa?

Perilaku balita yang tetiba suka pilah pilih makanan sejatinya normal untuk anak seusianya. Ada kemungkinan si kecil pada satu waktu suka dengan satu jenis makanan saja dan enggan mengonsumsi makanan yang lain. Untuk itu, kenalkan beragam makanan bernutrisi sejak dini supaya ia mau memilih apa yang ia makan ya Bun.

Di lain sisi, menurut dokter anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Kurniawan Taufiq Kadafi, pada saat memberi makan buah hati, sebaiknya berikan ketika saat anak merasa lapar.

“Hindari memaksakan memberikan makan kepada anak ketika anak menolak, karena justru akan menimbulkan penolakan yang lebih hebat bila diberikan makan selanjutnya,” kata dr Dafi kepada tim SayangiAnak.com.

Biasakan Si Kecil untuk Makan di Meja Makan

Lanjut dr Dafi, proses makan adalah proses serius, jadi ketika anak sudah mulai belajar makan sebaiknya dibiasakan makan dengan menghindari beberapa gangguan, misalnya makan sambil menonton tv, memberikan mainan serta buku. Bunda perlu tahu, posisi nyaman ketika makan adalah posisi meja sejajar perut anak. Dengan begini, anak sebaiknya makan dengan posisi duduk di kursi dengan meja makannya yang ideal atau nyaman.

Di lain sisi, keluarga sebaiknya mendukung proses makan anak dengan membiasakan makan bersama ya Bun. Makan bersama dengan anggota keluarga yang lain akan menumbuhkan interaksi dan ikatan orang tua dan anak. Makan bersama dengan anggota keluarga lain akan mengajarkan anak kebiasaan makan yang sehat, baik, sopan dan santun di meja makan.

Supaya Si Kecil Tak Kelaparan, Pastikan Bunda Tetap Tenang dan Hindari Pertengkaran dengannya

Bun, hindari memulai pertengkaran dengan buah hati saat waktunya makan. Memang, rasanya kesal sekali saat si kecil menolak makanan, tapi tetaplah coba untuk bersabar ya Bun. Tak usah memaksanya menyantap makanan yang memang tak ia suka. Kalau Bunda justru membiarkan adanya pertengkaran dan tetap memaksanya untuk mau makan, bisa jadi dampaknya akan lebih buruk untuk psikologisnya.

Cara Lain Menyiasatinya yaitu Siapkan Snack atau Camilan yang Tinggi Kalori Agar Ia Tak Mudah Lapar

Demi memastikan si kecil tetap dapat asupan energi sepanjang hari, sekalipun ia tak makan di waktu makannya. Bunda perlu menyediakan snack atau camilan yang tinggi kalori yang bisa ia konsumsi kapanpun ia mau ya Bun. Yang terpenting, hindari menjanjikan hadiah camilan manis bila anak mau makan, oleh karena anak akan cenderung berorientasi kepada hadiah dibandingkan kepada proses makannya.

Dari sekian banyak menu, Bunda bisa memilih makanan seperti selai kacang, keju, camilan dengan kacang-kacangan lainnya. Tak apa lho Bun si kecil terbilang susah saat diminta mengonsumsi nasi. Atau selain kacang, menyiapkan menu seperti buah-buahan segar yang disukai si kecil juga dianjurkan lho. Yang penting asupan kalorinya tercukupi lewat camilan sehat yang Bunda sediakan.

Pastikan Bunda Membuat Daftar Mengenai Makanan Apa Saja yang Ia Sukai

Saat Bunda menyadari kalau si kecil mulai selektif pilih pilih makanan, maka lebih pekalah memperhatikan menu makanan yang ia konsumsi ya Bu. Termasuk urusan cemilan. Kalau Bunda proaktif melakukan hal ini, maka Bunda akan mendapatkan data apa saja yang biasanya diasup buah hati dalam satu hari. Di lain sisi, Bunda pun jadi tak perlu pusing memikirkan varian makanan yang harus disiapkan agar si kecil mau makan.

Coba Turuti Dulu Apa Kemauannya

Mengutip dari Healthy Children, menghadapi anak yang susah makan, sejatinya tak bisa dengan paksaan lho. Sekalipun Bunda tahu bahwa buah hati butuh nutrisi untuk makan seimbang, tetap cari cara yang lebih ramah ya Bun. Salah satu cara yang bisa Bunda coba yaitu turuti kemauan buah hati.

Mungkin ia meminta makanan tertentu di sekali waktu, maka cobalah berikan makanan tersebut selagi aman dan tak membuatnya kelaparan. Yang penting Bunda mengawasi kandungan nutrisi yang diasupnya. Akan lebih baik pakai cara yang demikian kan Bun? Dibanding memaksanya makan tapi akhirnya terbuang karena ia tak mau makan.

Jangan Membandingkan Si Kecil dengan Anak yang Lain ya Bun

Bun, tak usah merasa sedih bila melihat anak lain yang seusianya makan dengan lahap, atau jika ada orang yang berkomentar kenapa si kecil kelihatan kurus. Intinya, jangan sampai si kecil merasa dia memiliki masalah dengan pola makan karena menghadapi komentar tersebut. Yang penting Bunda yakin jika si kecil sehat dan tumbuh kembangnya aman, maka abaikan saja komentar tersebut ya Bun.

Sebagai Orangtua, Berikan Contoh Padanya untuk Makan Apapun yang Sudah Tersaji

Kalau Bunda mendambakan si kecil mau mengonsumsi sayur atau makanan lainnya, maka berikan contoh yang dapat mereka teladani ya Bun. Mulailah dari orangtuanya dulu. Misalnya Bunda ingin dia mau melahap brokoli, maka Bunda dan ayah harus membiasakan diri mengonsumsi brokoli dalam sajian sehari-hari. Dengan begini, ia pun kelak meniru kebiasaan orangtuanya.

Selain itu, jangan lupa mendorong anak makan secara mandiri, tanpa mempedulikan makanan akan tercecer. Orang tua menjadikan proses makan secara menyenangkan. Misalnya menyajikan makanan dengan potongan yang menarik dan bervariasi.

Selain itu, Bunda juga bisa mencoba saran di bawah ini demi memudahkan si kecil mengatur pola makannya dan belajar disiplin dengan jam makan supaya ia tak kelaparan:

  1. Beri tahu anak Anda 5 – 10 menit sebelum jam makan, bahwa sebentar lagi ia harus makan. Anak-anak mungkin akan kelelahan setelah beraktivitas, akibatnya mereka akan malas makan dan lebih memilih untuk istirahat. Dengan pemberitahuan menjelang waktu makan, ini akan memberikan waktu padanya untuk menenangkan diri sebelum makan.
  2. Kenalkan buah hati dengan rutinitas. Anak akan merasa lebih nyaman dengan rutinitas dan jadwal yang bisa ia prediksi, jadi tentukan waktu makan yang teratur.
  3. Pastikan waktu makan dihabiskan untuk makan dan bercengkerama dengan sesama anggota keluarga. Jangan biarkan si kecil bermain saat makan. Begitu pula dengan membaca buku atau menonton tv. Bunda bisa pelan-pelan menjelaskan kenapa Bunda dan ayah melarang aktivitas tersebut dan apa pentingnya menghabiskan waktu bersama keluarga di meja makan sampai semua orang selesai dengan makanannya.
  4. Jadikan waktu makan sebagai momen menyenangkan. Jika waktu yang dihabiskan saat makan terasa menyenangkan, anak tentu akan menantikan waktu makan bersama keluarga. Hindari pertengkaran di meja makan ya Bun.

 

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Kenali Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah Susah Makan pada Anak

anaksusahmakan

Proses memberikan makan kepada anak bukan perkara mudah. Salah satu tantangan yang acapkali dihadapi adalah anak susah makan.

Jenis – jenis masalah makan pada anak yang perlu orang tua ketahui

Masalah makan dapat diklasifikasikan menjadi inappropriate feeding practice, small eaters, dan parental misperception.

Inappropriate feeding practice

Merupakan masalah makan yang disebabkan oleh…

Untuk membaca artikel dari Sayangianak Extra ini, silakan isi data dibawah. Sayangianak akan mengirimkan konten ini ke email kamu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Bun, Meminta Tolong Si Kecil Pergi Ke Warung Membawa Banyak Manfaat Loh

brunette-child-daylight-2774383

Biasanya, saat sedang sibuk di dapur, sebagai ibu kadang kita melibatkan si kecil untuk membelikan bumbu dapur ke warung ya Bun. Pekerjaan semacam ini kelihatannya sepele. Bahkan mungkin dulu saat Bunda masih kanak-kanan, Bunda juga pernah mengalaminya.

Tapi tahukah Bun, ternyata aktivitas ini membawa banyak manfaat nih Bun. Menurut laman Sahabat Keluarga – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyuruh anak ke warung memiliki 6 manfaat, apa saja?

Si Kecil dapat Melatih Keberaniannya

Umumnya, anak akan merasa takut untuk pergi keluar rumah kecuali bila ia dipanggil oleh teman-temannya. Sementara dengan menyuruhnya pergi ke warung, hal ini bisa menjadi salah satu trik guna melatih si kecil yang lebih berani.

Mungkin bila awalnya si kecil takut, Bunda bisa mengantarnya sampai ke dekat warung baru kemudian di permintaan selanjutnya, Bunda hanya perlu mengantarnya sampai depan rumah saja. Dalam proses ini memang butuh kesabaran guna melatih keberanian si kecil, tapi ingat, tak perlu sampai memarahinya ya Bun.

Ternyata Bisa Melatih Daya Ingat Juga nih Bun

Bun, selain melatih rasa berani si kecil, dengan meminta tolong si kecil pergi ke warung juga mampu melatih daya ingatnya. Saat Bunda misalnya menyampaikan apa saja yang harus dibeli, maka dengan seksama ia akan menyimak dan mengingat pesan Bunda.

Tapi bila pesanan Bunda terlupa, tak perlu kecewa atau marah ya. Tetap maklumi atau mungkin saja memang ada kesalahan yang terjadi saat transaksi atau saat penjual memasukkan belanjaan ke kantung. Atau, cara terbaik lainnya adalah berikan catatan pada si kecil guna meminimalisir kesalahan.

Melatihnya Memberikan Tanggung Jawab Sedari Dini

Saat memintanya untuk pergi ke warung dengan sederet catatan kebutuhan bumbu dapur atau semacamnya, aktivitas ini berguna untuk melatih tanggung jawabnya, Bun. Bagaimanapun ia pasti akan mempertanggungjawabkan agar pesanan yang diminta dan diamanahkan orangtuanya bahkan mengupayakan agar berhasil mendapatkan barang tersebut.

Juga Melatihnya untuk Belajar Menyampaikan Pesan

Manfaat lain yang didapat adalah melatihnya berkomunikasi dan belajar menyampaikan pesan kepada orang lain. Anak akan berkomunikasi dengan Bunda sebagai pihak yang memberikan instruksi sehingga ia akan berusaha memperhatikan barang yang akan kita pesan.

Selanjutnya, si kecil juga akan berlatih berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada penjual. Mulai dari memberi salam hingga menyampaikan apa saja yang dibutuhkan. Tentunya ada anak yang mampu berkomunikasi dengan baik dan lancar, namun ada juga sebaliknya.

Tapi dengan seringnya Bunda menyuruh anak, maka frekuensi berkomunikasi mereka semakin banyak, serta dapat mengurangi rasa malu, takut, dan menambah percaya diri.

Sekaligus Membiasakannya agar Terbiasa Berhitung

Keuntungan lainnya dari menyuruh anak ke warung adalah melatih untuk berhitung. Terutama jika uang yang Bunda beri ternyata kelebihan, ia akan belajar tak hanya bertanggung jawab pada belanjaannya, tapi juga pada uang serta kembalian yang diterima guna memastikan jumlahnya benar.

Namun dari manfaat yang sudah terlihat, pastikan dulu Bunda menunjuk warung atau toko di sekitar rumah ya Bun. Jadi memang tidak jauh, kondisi jalan aman, serta anak memang sudah bisa diberi kepercayaan ketika usianya sudah cukup matang guna meminta tolong.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Tips Ajarkan Dua Bahasa pada Anak

adorable-book-boy-1250722

Selain bahasa ibu alias bahasa Indonesia, kini banyak orangtua yang mengutamakan buah hatinya agar memiliki kemampuan berbahasa asing misalnya saja bahasa Inggris. Orangtua berpikir, dengan memiliki kemampuan tersebut, maka akan memudahkan buah hatinya meniti karier di masa depan. Namun kapan sebaiknya mengajari si kecil berbahasa asing? Sejatinya belajar bahasa asing pada anak-anak bisa dilakukan sedini mungkin. Hal ini supaya mereka lebih mudah menyerap kosa kata dan pola bahasa yang dipelajari.

Sebagai contoh, Bun, anak kecil saja bila menonton kartun berbahasa inggris lambat laun tak akan asing bahkan mulai berani berbicara dalam bahasa Inggris. Nah, mengutip Very Well Family, sekitar 12 persen anak di atas usai 5 tahun merupakan bilingual atau bisa berbicara dalam dua bahasa.

Sebuah penelitian menunjukkan, mengajarkan anak dalam dua bahasa jauh lebih mudah jika dilakukan sejak dini. American Speech-Language-Hearing Association menjelaskan ada beberapa keuntungan mengajarkan dua bahasa kepada anak. Mulai dari bisa belajar kata-kata baru dengan cepat, meningkatkan kemampuan mempelajari informasi baru, lebih mudah menyelesaikan masalah, serta punya keterampilan mendengarkan lebih baik.

Sebagai panduannya, berikut ini cara yang tepat yang dapat Bunda lakukan untuk mengajarkan dua bahasa pada anak.

Perdengarkan Suara-suara yang Unik ya Bun

Pada usia dua atau tiga tahun, anak biasanya sedang dalam proses mengenali pola bicara, Bun. Untuk itu cobalah untuk mengajarkan dua bahasa padanya dengan suara-suara yang unik. Di usia tersebut, mereka dengan mudah lebih mengenali suara. Selain itu, menurut Francois Thibaut, Director of the Language Workshop for Children, di New York City, Anda bisa mengajarkan mereka dengan cara memperdengarkan musik lho.

Usahakan Bunda Menciptakan Lingkungan Belajar yang Santai Untuknya

Thibaut mengatakan, cara terbaik untuk mengajarkan bahasa baru pada anak adalah dengan membiarkannya mendengarkan percakapan seseorang yang sudah lancar berbahasa tersebut. Kelak secara alami ia akan mencoba untuk bicara juga. Apalagi anak yang berusia 2 atau 3 tahun juga suka meniru apa yang mereka dengar.

Namun pastikan Bunda dan pasangan pun juga sudah fasih berbicara dengan bahasa yang ingin diajarkan pada anak ya Bun. Hal itu untuk memudahkan si kecil memahami arti dari kata-kata dan frasa yang pendek yang Bunda ucapkan.

Ajarkan Kata Demi Kata

Jika tidak ingin melakukan pelajaran formal kepada anak, Bunda bisa memperkenalkan dasar-dasar bahasa tersebut dengan menunjukkan suatu benda memiliki dua bahasa. Manfaatkan kartu-kartu permainan yang punya dua bahasa dilengkapi dengan gambar. Selain itu, Bunda juga bisa menggunakan video-video tutorial untuk mengajarkan dua bahasa pada anak di YouTube. Jangan lupa untuk terus mengulang pelajaran tersebut sesering mungkin, agar anak cepat memahami.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengajarkan si kecil lebih dari satu bahasa. Kunci terpenting, Bunda dapat mengajarkan si kecil belajar bahasa asing sebagai bahasa kedua setelah ia menguasai banyak kosakata dari bahasa ibu, ya Bun. Dengan begitu anak tidak kesulitan membedakan kosakata dari bahasa ibu dengan kosakata dari bahasa asing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top