Kesehatan Ibu & Anak

Genap Sudah, Ini Perkembangan Bayi 10 Bulan

Bayi 10 Bulan

Menyaksikan tumbuh kembang si kecil dari hari ke hari rasanya menyenangkan ya Bun. Dari ia masih begitu mungil, kemudian bisa duduk, merangkak, hingga mencoba mengucapkan kata-kata pertamanya di usia 10 bulan misalnya. Tentu jadi kenangan tersendiri untuk Bunda dan ayah.

Sebagai orangtua, tentu Bunda bangga, di lain sisi, mungkin juga bertanya-tanya apa yang akan terjadi di minggu-minggu mendatang ya. Nah, guna mengetahui tonggak perkembangan apa yang biasanya mereka capai, ini dia jawabannya

Biarkan Si Kecil Merangkak Bebas di Area Bermainnya ya Bun

Bun, yang paling menarik dari tumbuh kembang anak di usianya adalah keinginan si kecil untuk mau lebih mandiri dan selalu ingin banyak bergerak sendiri. Tapi di lain sisi, mereka pun jadi lebih sensitif kalau melihat Bundanya pergi seolah-olah meninggalkannya.

Guna membuat si kecil tetap gembira, tentu Bunda perlu meluangkan waktu sebanyak mungkin untuk menemaninya ya! Percayalah, sekalipun si kecil tampak sedang asyik sendiri atau berusaha merangkak maupun merambat menjauhi Bunda ke ruangan lain, bukan berarti ia tak ingin ditemani. Ia hanya sedang berusaha lebih mandiri.

Ia Semakin Tak Bisa Diam

Bunda mungkin sudah paham, si kecil seolah bergerak tanpa henti. Setiap hari. Ya, memang begitulah umumnya perkembangan bayi di usia 10 bulan. Lucunya, jika sedang telentang, dia akan berusaha meraih jari-jari kakinya. Di lain waktu, ia mungkin berguling atau mengayun-ayunkan tangan dan lututnya. Tak usah pusing ya Bun. Lebih baik rayakan segala kemampuannya ini karena ini tandanya koordinasi tubuh si kecil semakin meningkat. Otot-ototnya pun semakin kuat. Tak heran, kakinya pun semakin ‘gatal’ untuk terus mencoba melangkah dan berjalan.

Keberhasilan mengikuti orang dewasa di sekitarnya, akan membuat bayi lebih percaya diri lho Bun. Segera setelah bisa melakukannya untuk pertama kali, ia mungkin langsung ingin mencoba lagi dan mencoba bergerak atau melangkah merambat sambil memegang furnitur. Bila sudah merasa mahir melakukannya, barulah bayi akan mulai mencoba mengambil beberapa langkah hati-hati tanpa memegang apa pun.

Perkembangan Kognitifnya Makin Mengejutkan Bunda

Jauh sebelum bayi dapat mengatakan kata-kata yang sebenarnya, bayi sudah dapat memahami sebagian dari apa yang Bunda katakan. Bunda bahkan dibuat terkejut melihat betapa banyak hal yang bisa dimengerti bayi! Misalnya, jika Bunda menyebutkan nama mainan favoritnya, ia mungkin melihat ke arahnya, menunjukkan bahwa ia tahu apa yang Bunda maksud.

Tidak hanya mengikuti kata, bayi usia 10 bulan juga akan segera meniru cara Anda menggunakan benda-benda yang ada di sekitarnya. Jika si kecil punya smartphone mainan misalnya, dia mungkin akan meletakkannya di telinganya atau mengetuk-ngetuk mainan dengan jarinya.

Di momen seperti ini, manfaatkan minat dan kemauannya untuk meniru Bunda dengan mengajarinya bagaimana benda digunakan, ya Bun. Biarkan dia “menyikat” rambutnya dengan sisir atau giginya dengan sikat gigi. Atau, pada waktu makan biarkan dia bermain menggunakan cangkir, sendok atau garpu.

Berikan Makanan yang Semakin Kaya Nutrisi ya Bun

Lantaran aktivitasnya yang semakin banyak, si kecil pun kian aktif. Untuk itu, dia memerlukan banyak energi apalagi kebutuhan gizinya pun berubah. Nah, karena ukuran perutnya lebih kecil dari orang dewasa, si kecil perlu makan makanan bergizi dan penuh energi dalam jumlah yang sedikit tapi lebih sering.

Bayi di usia 10 bulan sudah bisa mengambil makanannya sendiri dengan jarinya, bisa memindahkan dari tangan yang satu ke tangan yang lain, dan memasukkan makanan ke mulutnya. Bahkan mulai bisa mengunyah dan menelan lebih baik, gigi anak juga mulai tumbuh lebih banyak dan mulai bisa menyendok makanan dengan sendok.

Urusan menyiapkan makanan pun harus semakin lebih baik lagi, Bun. Jangan hanya memperhatikan apa yang dimakannya, tapi bagaimana cara si kecil memakannya. Dorong bayi makan sendiri menggunakan tangannya, walaupun hasilnya pasti akan berantakan, ini akan melatihnya untuk jadi lebih mandiri di kemudian hari. Jadwalkan juga jam makan yang lebih teratur, agar ia bisa disiplin dan Ibu bisa mengawasi kecukupan gizi yang masuk.

Di usia ini, si kecil pun sudah sebaiknya lepas dari botol dan mulailah melatihnya untuk minum sendiri. Yuk Bun, latih ia menggunakan cangkir khusus dengan dua pegangan, dan memiliki lubang-lubang yang memudahkan ia memegang sendiri dan meminumnya. Jika ia sudah bisa, dorong untuk mulai makan menggunakan sendok. Jangan lupa untuk memujinya untuk setiap kemajuan yang berhasil ia raih. Ini menambah rasa percaya dirinya lho, dan baik untuk perkembangan bayi, bunda.

baca juga tahapan perkembangan bayi usia selanjutnya di perkembangan bayi 11 bulan

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan Ibu & Anak

Pahami Metode Terapi Berkisah, untuk Hadapi Si Kecil yang Sukar Diatur

action-activity-bouncy-castle-296308

Bun, anak-anak terkadang sulit diatur ya. Ini yang akhirnya membuat ornagtua harus pintar-pintar mencari cara. Tapi tahukah Bunda, ternyata ada satu cara yang menjanjikan efektivitas si kecil jadi lebih mau mendengarkan Bunda yakni dengan metode terapi berkisah, Bun.

Sebenarnya terapi berkisah bagian dari penerapan prinsip hipnoterapi, Bun. Keduanya sama-sama menggunakan keterampilan berbahasa. Nah, terapi berkisah ini mengandalkan bahasa untuk membantu anak mengubah perilaku yang tampak.

Mengutip HaiBunda, Susanti Agustina adalah sosok yang pertama kali mempopulerkan metode ini. Terapi berkisah lebih sering disebut biblioterapi di Indonesia, ia menuliskan dalam berkomunkasi ada tiga hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan meliputi bahasa tubuh 55 persen, pilihan kata 7 persen, dan intonasi kata 38 persen.

“Semakin ekspresif bahasa tubuh saat berkisah bagus, ditunjang intonasi kalimat dan pemilihan kata yang baik, akan semakin bagus kisah untuk terapi perilaku anak,” kata wanita yang akrab disapa Bunda Susan dalam bukunya Biblioterapi untuk Pengasuhan.

Menurut Susan, kisah yang disampaikan pun boleh tentang masalah apapun yang mempengaruhi kehidupan anak. Masalah tersebut kemudian dikemas ulang menggunakan kisah yang terkait dengan perilaku si kecil. Tapi perlu diingat Bun, kisah yang disampaikan tidak perlu mendominasi kehidupan si kecil.

“Praktiknya dengan memisahkan identitas anak dari masalah. Bisa juga melibatkan identitas anak menggunakan situasi terbalik dari perilaku yang tampak,” katanya.

Misalnya, anak A tak mau mandi pagi. Dalam kisah yang disampaikan justru sebaliknya yakni si A mau mandi pagi. Kata Bunda Susan, dalam terapi berkisah ini fokusnya pada membahasakan masalah. Berdasarkan asumsi kalau masalah adalah masalah, tanpa melihat anak sebagai masalah.

“Gelombang otak anak usia 0 – 5 tahun merupakan gelombang alfa dan teta. Jadi, di titik usia ini sangat riskan masuk apa saja. Saya sangat sarankan lewat terapi berkisah,” kata Bunda Susan.

Dia menambahkan, terapi berkisah ini menjadi peluang besar untuk memasukkan program positif untuk anak di bawah 5 tahun. Pengalaman apapun di usia ini akan membekas sampai dewasa. Sebelumnya, psikolog Roslina Verauli pernah mengatakan tentang manfaat bercerita ke anak. Bercerita bisa menjadi sarana stimulasi yang merangsang area kecerdasan anak.

“Salah satu stimulasi yang dapat diberikan orang tua pada anak ialah kegiatan bercerita. Bercerita itu berbeda dengan dongeng. Kalau dongeng itu hanya satu arah, sementara kalau bercerita itu terdapat interaksi dua arah,” kata wanita yang akrab disapa Vera ini seperti dikutip dari detik.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Tips Bangunkan Si Kecil Tak Perlu dengan Suara Keras, Bun

bed-child-cute-101523 (2)

Salah satu tantangan orangtua yang buah hatinya sudah mulai sekolah adalah cara membangunkan si kecil di pagi hari. Bahkan kadang si anak bisa saja mengamuk bila dibangunkan pagi-pagi nih Bun. Ternyata ada tips tersendiri supaya si kecil lebih mudah dibangunkan nih Bun. Pertama, orangtua perlu memperhatikan jam tidur si kecil di malam hari. Anak usia 3-5 tahun membutuhkan 10-13 jam tidur agar saat pagi bangun dengan segar.

“Jadi kita lihat kalau anak bangun jam 6 pagi dan tidak segar, berarti jam tidurnya harus dipercepat lagi,” jelas Andyda seperti dikutip dari Liputan6.com.

Jam tidur yang cukup sangat diperlukan untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak. Kurang tidur dapat menganggu kemampuan anak untuk belajar. Selain itu, kurang tidur mengganggu emosi sehingga menyebabkan gangguan mood, kecemasan, hiperaktif dan berbagai gangguan perilaku lainnya pada anak.

Mengingat pentingnya tidur bagi kesehatan anak, maka orangtua perlu memprioritaskan tidur sebagai ritual utama keluarga. Bagi orangtua yang bekerja dan pulang larut malam, maka bisa menugaskan kepada orang di rumah yang mengasuh anak untuk mengajak anak tidur pada jamnya.

Bisa dimulai dengan membacakan cerita, mendongeng, atau mendampingi anak hingga anak tertidur lelap kata Andyda. Menyanyikan lagu atau membaca dongeng dengan menyenangkan dapat membantu anak untuk bisa tidur lebih cepat dan bangun dengan segar.

Bangunkan secara perlahan

Bun, tak semua orang merasa nyaman karena terbangun lantaran suara keras atau tubuh diguncang-guncang. Begitu juga dengan si Kecil. Karenanya, sediakan waktu untuk membangunkan si Kecil sehingga Bunda bisa membangunkannya dengan perlahan.

Misalnya dengan memberi pelukan, menggosok punggungnya atau mengajaknya bangun dengan nada suara yang gembira. Biasakan untuk membangunkan si Kecil 5-10 menit lebih awal dari waktu bangun sehingga Bunda punya cukup waktu untuk membangunkannya secara perlahan.

Pasang musik kesukaannya

Cara membangunkan anak ini lebih efektif dari yang Bunda bayangkan, lho. Pasang saja musik kesukaanya yang berirama gembira atau energik agar suasana hati anak menjadi gembira saat ia terbangun. Tentunya secara berkala Bunda perlu mengganti lagunya, ya. Tapi tenang saja, Bunda tak akan pernah kehabisan stok lagu, kok.

Beri reward jika ia bisa bangun pagi tanpa kesulitan

Tak ada salahnya kok Bun, membuat kesepakatan dengan si kecil mengenai reward untuk bangun di pagi hari yaitu dengan memberikan pujian bahwa ia berhasil bangun pagi dengan tertib.

Beri waktu adaptasi setelah liburan

Nah, biasanya yang lebih menantang adalah bagaimana cara membangunkan anak pagi hari setelah liburan panjang. Karenanya, sebaiknya seminggu sebelum liburan berakhir anak sudah mulai dibiasakan untuk bangun lebih pagi daripada biasanya sehingga ia ada waktu untuk beradaptasi kembali dengan rutinitas pagi di hari sekolah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Ajarkan Cara Mengangkat Kepala pada Si Kecil yang Mulai Tumbuh Kembang

Cara mendapatkan bayi laki-laki

Salah satu perkembangan si kecil yang paling ditunggu oleh orangtua adalah saat melihat si kecil sudah mampu mengangkat kepalanya. Momen ini tentu membuat orangtua bangga sekaligus merasa anaknya bisa dengan mudah berinteraksi langsung bahkan saat digendong pun terasa lebih mudah.

Nah, menurut ahli perkembangan anak, Rebecca Chicot, Ph.D, ia mengatakan bahwa di usia 4 sampai 8 minggu, bayi mulai mengangkat kepala, meski hanya sebentar. Saat bayi tengkurap, bayi belajar mengontrol kepala mereka.

“Jika bayi prematur, mungkin perkembangannya akan terlambat. Untuk itu sebaiknya Bunda melihat lagi grafik perkembangan sesuai usia. Jika belum bisa angkat kepala, coba kenalkan berbagai posisi tapi jangan biasakan di posisi tidur atau duduk menyender,” kata Chicot, dikutip dari Essential Parent. Nah, ada empat cara yang dapat Bunda lakukan guna memperkuat otot lehernya seperti dilansir dari Parenting Firstcry.

Gendonglah si Kecil dengan Posisi Menghadap ke Depan

Bila biasanya Bunda menggendong bayi seperti memeluk, maka cobalah ubah posisi bayi dengan menghadap ke depan. Pegang badan bayi dengan kedua tangan Bunda, satu tangan di dada, satu lagi di perut. Selain bisa melatih mengontrol kepalanya, bayi pun bisa melihat sekeliling saat digendong. Dengan posisi ini, bayi pun akan tetap aman.

Pilihkan Mainan yang Tepat ya Bun

Sejak lahir, bayi sejatinya mulai suka bereksplorasi dengan mainan, Bun. Untuk itu gunakan mainan tersebut guna menguatkan otot leher dan kepala si kecil. Tidurkan bayi dan gunakan mainan bersuara agar perhatian si kecil teralihkan. Saat anak mulai melihat mainan, secara pelan-pelan kepalanya juga akan bergerak.

Biasakan untuk Memberikan Perenggangan leher

Beberapa bayi mungkin terlahir dengan otot leher yang lemah dan bentuk kepala yang besar. Nah, jika bayi biasanya tidur dengan posisi kepala ke satu sisi, coba pelan-pelan pindahkan ke sisi yang lain ya Bun. Tapi, jangan paksa anak menengok ya.

Tummy Time

Ini adalah cara klasik untuk menguatkan otot leher dan anggota tubuh bagian atas bayi. Saat posisi bayi tengkurap, Bunda bisa panggil nama si kecil dengan memastikan jarak pandang yang terfokus dan arahkan bayi untuk mengangkat kepalanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top