Mainan Anak

Flashcard Tak Hanya Berguna untuk Si Kecil, Bisa Juga Menolong Bunda yang Suka Lupa

Bun, ingatan manusia itu dinamis dan bisa berubah-ubah. Bahkan seringkali kita lupa dengan barang yang kita taruh sekitar satu menit yang lalu. Memang sejatinya ada banyak faktor yang mempengaruhi daya ingat, namun kenapa kita rentan lupa sejatinya karena kita kurang berkonsentrasi. Bunda sendiri suka kesal saat mudah lupa dengan hal-hal kecil yang ada di sekitar Bunda? Untuk menyiasatinya, ada cara sederhana yang bisa membuat kita mengingat apapun hanya dalam waktu 5 menit. Cara ini sangat berguna bagi kita yang memiliki sifat pelupa.

Mengutip dari Kompas.com, Nielsen, seorang fisikawan kuantum, penulis sains dan peneliti pemograman komputer membagikan metode yang dipakainya untuk menyimpan informasi nih Bun. Teknik yang dia gunakan adalah sesuatu yang telah banyak diketahui oleh banyak orang, yaitu flashcard. Hanya saja, flashcardnya kali ini berbentuk digital.

Secara menakjubkan, selama dua tahun terakhir Nielsen diklaim berhasil menghafal sekitar 9.000 kartu, yang menguntungkan hidupnya secara keseluruhan. Nielsen menggunakan sebuah aplikasi yang disebut Anki di desktop dan ponselnya, di mana ia menyimpan flashcard digital yang bisa dilihat sewaktu-waktu sepanjang hari.

Dia menghabiskan sekitar 20 menit dalam sehari untuk memeriksa flashcard tersebut sembari melakukan hal lain seperti menunggu antrian di toko kopi. Hal semacam ini sejatinya sudah dimanfaatkan sejak lama dan metode ini disebut sebagai ‘pengulangan berjarak’.

Pada tahun 2016, Sean H. K. Kang, seorang direktur laboratorium kognisi dan pendidikan di Dartmouth College, sempat meneliti tentang metode ‘pengulangan berjarak‘ dapat memberi manfaat bagi siswa di Amerika yang tak memiliki kinerja baik secara akademis dalam matematika, sains, dan membaca, sebagaimana siswa di negara lain, Bun.

Kang kemudian menyimpulkan bahwa menggabungkan pengulangan berjarak ke dalam pendidikan dapat memperbaiki hasil ujian sekolah para siswa. Sementara menurut Nielsen, penggunaan flashcards ia tingkatkan secara bertahap selama beberapa tahun terakhir. Hal ini diakuinya bisa mengendalikan kemampuan ingatannya.

“Perubahan terbesar adalah ingatan bukan lagi kejadian sembarangan, apalagi kesempatan,” tulis Nielsen lewat akun twitternya.

Menurutnya, mengingat sesuatu, dengan sedikit usaha dapat membuat pilihan pada ingatan. Sedikit usaha yang dimaksud adalah keinginan untuk menghapal dan lebih berkonsentrasi, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Mengenal Treatment Femilift untuk Vagina Sehat

Sebagai wanita, kita tak hanya mendambakan kulit yang sehat atau wajah cantik. Ada hal lain yang tak boleh dilewatkan yakni kesehatan organ intim. Bunda sendiri, apakah tetap rutin merawat organ intim?

Terutama untuk yang baru saja atau sudah pernah melahirkan, biasanya merawat organ intim akan jadi prioritas demi menyenangkan suami. Lebih dari itu, merawat organ intim memang perlu banget untuk menjaga vagina selalu sehat.

Bunda perlu tahu, salah satu perawatan peremajaan vagina adalah dengan Femilift. Apa itu Femilift? Simak ulasannya berikut ini ya.

Apa Itu Treatment Femilift?

Femilift adalah proses peremajaan vagina dengan memakai teknologi laser CO2 guna memanaskan jaringan kulit dan mukosa yang dapat meningkatkan pembentukan kolagen baru. Rejuvenation tersebut berguna untuk mengembalikan rasa percaya diri yang hilang sebelumnya karena banyak hal yang terjadi di area vagina.

Untuk ibu yang baru melahirkan, biasanya merasa vagina lebih kendur sehingga merasa kehilangan sensasi sensual. Berkurangnya sensasi ini juga kerap dikeluhkan wanita yang menjalani pengobatan radiasi untuk penyakit kanker.

Lantas, siapa saja yang dapat melakukan treatment ini? Semua wanita yang sudah pernah berhubungan intim bisa melakukan perawatan ini. Kendati bisa dilakukan sejak umur 18 tahun ke atas, tetapi bagi perempuan yang masih perawan, disarankan tidak melakukan perawatan ini. Alasannya, saat proses perawatan, dokter akan memasukkan alat berukuran kecil yakni sebuah laser ke dalam vagina.

Prosedur Femilift Seperti Apa ya?

Sejatinya prosedur Femilift adalah berupa laser yang membentuk vagina terasa lebih kenyal serta merangsang pembentukan kolagen. Namun, perlu diketahui, prosedur laser ini tidak menggantikan prosedur operasi, di mana operasi benar-benar menutup celah yang longgar dengan menghilangkan mukosa dan menarik otot yang longgar. Dengan begitu, operasi tidak bisa mengembalikan bentuk pada vagina.

Untuk urusan keamanan, perawatan ini tidak berbahaya. Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat telah menyetujui prosedur perawatan ini. Perawatan semacam ini disebut aman dan tidak menimbulkan efek samping jangka panjang.

Mirip prosedur laser di wajah, prosedur femilift juga perlu pengulangan.  Pengulangan bisa dilakukan setelah 6 bulan untuk hasil maksimal. Nah. biasanya memerlukan sampai 3 kali treatment agar hasil sempurna.

Pastikan Kesehatan Prima Sebelum Perawatan

Melakukan perawatan Femilift bukanlah hal yang mudah. Perlu ketelitian dan pemeriksaan lebih dulu jika Bunda ingin melakukan perawatan ini. Bahkan dokter yang memberikan perawatan harus memiliki sertifikat internasional.

Femilift mensyaratkan pemeriksaan kesehatan. Artinya pasien yang memiliki kondisi kesehatan yang baikkah yang diutamakan. Dengan kondisi kesehatan prima, perawatan Femilift bakal lebih efektif.

Bagi perempuan yang merokok disarankan menghentikan dulu kebiasaan tersebut. Alasannya, pasien yang merokok akan lebih lama mendapatkan perubahan dari perawatan ini.

Femilift tak sekadar meremajakan vagina, lho. Perawatan ini bahkan bisa mengatasi keluhan vagina kering.

Bagaimana, Bunda, tertarik mencoba prosedur ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tanda Anak Mengalami Bullying, Orang Tua Harus Tahu

Bullying atau perundungan bisa terjadi kepada siapapun dan di manapun. Anak-anak juga bisa melakukan bully kepada temannya. Tindakan bullying akan menimbulkan banyak dampak buruk kepada korbannya, yaitu menyebabkan korban kehilangan percaya diri, merasakan sakit fisik, mengalami stress, depresi dan mempengaruhi kondisi psikologis korban.

Bentuk tindakan bullying bisa berupa tindakan fisik misalnya memukul, menampar, atau menjegal. Bisa juga berupa verbal atau dengan kata-kata seperti mengejek, mencemooh, dan mempermalukan. Jika anak sudah mempunyai media sosial, bullying juga bisa terjadi di dunia maya atau cyber bullying.

Tanda Anak Mengalami Bullying

Ayah dan bunda perlu mengetahui tanda-tanda anak menjadi korban bullying. Berikut beberapa tanda anak mengalami bullying oleh temannya:

  1. Anak Menjadi Tidak Mau Berinteraksi dengan Temannya

Jika teman-temannya suka membully, maka anak akan berusaha untuk menjauhi teman-temannya. Dengan begitu anak menjadi tidak mau berinteraksi dengan temannya. Jika bullying terjadi di  sekolah, anak menjadi malas pergi ke  sekolah. Jadi jika tiba-tiba anak menarik diri dari lingkungannya, ayah dan bunda perlu mendekati anak untuk mencari tahu penyebabnya.

  1. Anak Mengalami Sakit Fisik atau Ada Tanda Luka di Badan

Jika anak mengalami bullying berupa kekerasan fisik, maka anak akan merasakan sakit pada bagian tubuhnya. Orang tua perlu memeriksa apakah ada memar atua bekas luka di badan anak dan cari tahu penyebab sakitnya

  1. Anak Menjadi Murung, Mengurung Diri, dan Suka Menyendiri

Menjadi korban bully akan membuat anak sedih, kehilangan rasa percaya diri, dan stres. Oleh karena itu, anak menjadi murung, suka menyendiri, dan sering gelisah.

  1. Anak Merasa Cemas Ketika Melihat Gadget

Dengan lebih berkembangnya internet, interaksi di dunia maya juga lebih mudah. Namun, sayangnya media sosial juga bisa menjadi sarana bullying. Jika anak mengalami cyber bullying, anak akan menjauhi gadgetnya serta merasa cemas dan gelisah ketika melihat gadget. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua  mengawasi penggunaan gadget anak.

Efek negatif mengalami bullying tidak bisa hilang dalam sekejap. Oleh karena itu, ayah dan bunda harus dekat dan mengerti kondisi anak agar bisa segera tahu jika anak mengalami perubahan dan menjadi korban bullying.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tips Mengajarkan Anak Menabung Sejak Dini

Banyak orang tua yang mengeluhkan anaknya boros dan tidak bisa menabung ketika dewasa. Padahal, bisa  jadi hal tersebut karena anak tidak diajarkan menabung atau meniru kebiasaan di keluarganya. Kebiasaan menabung perlu diajarkan kepada anak sejak dini. Selain agar anak tidak boros, anak juga belajar tentang mengelola keuangan dengan baik.

Jika anak sudah terbiasa untuk tidak menghabiskan uang sakunya dan menyisihkannya untuk menabung, kelak ketika dewasa tidak akan kesulitan untuk mengatur keuangan dan berinvestasi. Sebelum mengajarkan menabung, orang tua perlu mengajarkan konsep uang kepada anak. Anak perlu paham bahwa uang adalah suatu alat tukar dan mempunyai nominal yang berbeda-beda. Jika ingin mendapatkan suatu barang atau makanan maka harus ditukar dengan uang.

Tips Mengajarkan Anak Menabung

Mengajarkan anak menabung bisa dilakukan dengan kegiatan yang menyenangkan. Berikut beberapa tips mengajarkan anak menabung  sejak dini:

1. Mulai dengan Menabung di Celengan

Cara yang paling mudah mengajarkan menabung adalah mulai dengan menabung di celengan. Pilih bentuk celengan yang disukai anak dan jelaskan kegunaan celengan. Beri tahu si kecil bahwa jika dia lebih sering menyisihkan uang dan menyimpannya di celengan maka lama-kelamaan akan terkumpul menjadi banyak. Dengan begitu anak bisa membeli barang yang dia inginkan.

2. Ajak Anak Main Jual Beli

Main jual beli bisa sebagai cara untuk mengajarkan anak tentang konsep uang. Anak akan tahu bahwa suatu barang punya harga yang berbeda-beda dan anak harus memutuskan apa yang perlu lebih dulu dibeli dengan uangnya.

Selain dengan main jual beli, anak juga bisa melihat ketika orang tua belanja. Ketika melihat ayah dan bunda belanja anak akan berpikir bahwa untuk membawa barang belanjaan pulang, orang tua harus membayarkan sejumlah uang.

3. Berikan Anak Kesempatan untuk Mengelola Uang Sakunya Sendiri

Jika anak sudah mempunyai uang saku, maka berikan anak kesempatan untuk mengaturnya sendiri. Sebelumnya, orang tua perlu menegaskan uang saku tersebut untuk berapa lama. Misalnya anak diberi uang saku mingguan, maka berikan ketegasan bahwa jika uangnya sudah habis sebelum waktunya maka tidak akan diberi uang tambahan. Dengan begitu anak akan belajar mengelola uangnya.

4. Berikan Teladan Kepada Anak

Bagiamanapun kita mengajarkan, anak akan tetap meniru orang tuanya. Jadi, jangan hanya mengajarkan anak menabung sementara orang tuanya boros dan suka menghamburkan uang untuk hal yang tidak penting. Anak akan mencontoh perilaku orang tuanya.

Itulah beberapa tips mengajarkan anak untuk menabung. Dengan begitu, anak akan lebih bisa mengontrol diri dan mengelola keuangannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top