Kesehatan

Durasi Mandi Terlalu Lama Justru Berbahaya

Setiap hari tentu kita butuh mandi setidaknya dua kali sehari. Sebab selain untuk membersihkan diri dari debu dan keringat, mandi pun membuat badan jadi lebih segar kan Bun? Tapi durasi mandi orang itu berbeda-beda, Bun. Sebab masih banyak yang meyakini kalau lamanya durasi mandi akan berpengaruh pada kebersihan kulit dan efeknya jadi lebih bersih. Benarkah begitu?

Nyatanya hal itu hanya mitos Bun. Mandi terlalu lama justru tak baik untuk kesehatan tubuh karena bisa merusak jaringan kulit seseorang. Melansir dari Nova.id, menurut dr. Pandu Pradana, Sp.KK., mandi cukup #5MenitAja untuk menghindari kulit kering.

“Mandi dua kali sehari, kurang dari lima menit. Semakin lama kulit kontak dengan air, maka akan semakin melarutkan lemak dalam kulit, sehingga kulit menjadi semakin kering,” jelasnya.

Lemak yang berada di bawah lapisan kulit sendiri berfungsi untuk menjaga kelembapan kulit. Bunda juga perlu membiasakan diri untuk mandi dengan air bersuhu suam-suam kuku alias tak terlalu panas atau tak terlalu dingin.

Pilihlah sabun yang dapat melembabkan kulit ya Bun. Serta jangan lupa pakai pelembab begitu selesai mandi. Jangan menggunakan pelembab setelah beraktivitas, hal tersebut justru membuat kandungan pelembab tak bekerja efektif.

Bunda perlu tahu, mandi terlalu lama hanya akan membuat kulit semakin kering dan membuat bakteri rentan masuk.

“Kulit kering akan semakin rentan menimbulkan keluhan,” tutupnya.

Sebagai ibu, tentunya Bunda mau menjaga kesehatan Bunda dan keluarga, bukan? Tenang, Bunda boleh saja ingin memastikan tubuh benar-benar bersih, tetapi perhatikan pula kesehatan dan risiko lain ya, Bun. Yuk mulai ubah cara mandi Bunda agar tubuh tetap sehat luar dalam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Penyebab Payudara Terasa Nyeri, Saat Bunda Menyusui

Setelah si kecil lahir, aktivitas selanjutnya yang akan Bunda lakukan, tentu saja menyusuinya. Tapi, tak selalu berjalan lancar, beberapa Bunda mungkin mengalami beberapa kendali. Dan rasa nyeri pada payudara, bisa jadi salah satunya. 

Betul Bun, kondisi ini biasanya jadi salah satu yang mengganggu, hingga membuat Ibu menyusui enggan untuk memberikan ASI secara langsung pada bayinya. 

Nah, jika sudah sepert ini, proses menyusui Bunda dan si kecil pasti terganggu. Untuk itu, cobalah cari penyebab apa yang sebetulnya membuat Bunda merasa nyeri selama menyusui. 

Produksi ASI Bunda, Mungkin Terlalu Banyak

Beberapa saat setelah melahirkan, hal yang kerap dialami oleh para Ibu adalah meningkatnya produksi ASI. Dimana hal ini, bisa jadi salah satu penyebab nyeri yang terasa di payudara.

Tapi, jangan terlalu cemas ya Bun, rasa nyeri ini perlahan akan menghilang saat payudara Bunda sudah bisa menyesuaikan produksi ASI dengan kebutuhan asupan Si Kecil. Biasanya nyeri akan hilang dengan sendirinya dalam tiga bulan pertama menyusui.

Terdapat Luka atau Lecet pada Puting

Kondisi lain yang sering terjadi di awal proses menyusui hingga menyebabkan payudara nyeri adalah lecet. Hal ini disebabkan oleh pelekatan yang belum sempurna hingga kerap membuat puting Bunda rentan lecet atau terluka. Untuk menghindarinya, Bunda perlu memerhatikan posisi pelekatan, saat ingin menyusui apakah sudah tepat atau tidak. Upayakan untuk memegang bayi menghadap payudara, jika dirasa perlu Bunda bisa menggunakan bantal agar sanggahannya lain agar proses menyusuinya jadi lebih nyaman.

Adanya Sumbatan Pada Saluran ASI 

Situasi lain yang memungkinkan Bunda merasa nyeri pada Payudara adalah ketika saluran ASI tersumbat. Maka, yang perlu Bunda perhatikan adalah apakah ada benjolan di sekitar area payudara?, Terdapat tanda putih atau sumbatan pada puting, hingga kerap merasa tak nyaman saat menyusui atau memompa asi. 

Jika ternyata hal-hal tersebut sedang Bunda rasakan, kemungkinan besar nyeri yang Bunda rasa memang berasal dari sumbatan saluran ASI. Untuk mengatasinya, cobalah untuk senantiasa memperhatikan peletakan payudara, ketika ingin mengusui dan menghindari pemakaian baju yang terlalu ketat atau ngepas. 

Mastitis atau Infeksi Payudara 

Perlu Bunda ketahui, Mastitis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan payudara, dan kondisi ini sering dialami oleh ibu menyusui. Efek yang ditimbulkan bisa membuat payudara nyeri, bengkak, dan kemerahan.

Terjadi pada satu bagian payudara saja, umumnya, kondisi ini memang akan terjadi kapan saja selama menyusui, atau paling tidak akan terjadi selama 6 minggu pertama menyusui. Selain nyeri, mastitis juga mungkin akan membuat Bunda demam, meriang, pembengkakan, payudara terasa nyeri, kemerahan, dan terasa hangat saat disentuh.

Dan Pemakaian Bra yang Kurang Tepat

Walau terkesan sepele, ini adalah bagian penting yang tak boleh Bunda abaikan ketika sedang dalam proses menyusui. Cobalah untuk mencari dan memilih Bra yang tepat. Mulai dari ukuran yang sesuai, dan bahan yang memang nyaman dipakai tanpa menimbulkan efek nyeri atau lecet pada payudara.  

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Mengenal Treatment Femilift untuk Vagina Sehat

Sebagai wanita, kita tak hanya mendambakan kulit yang sehat atau wajah cantik. Ada hal lain yang tak boleh dilewatkan yakni kesehatan organ intim. Bunda sendiri, apakah tetap rutin merawat organ intim?

Terutama untuk yang baru saja atau sudah pernah melahirkan, biasanya merawat organ intim akan jadi prioritas demi menyenangkan suami. Lebih dari itu, merawat organ intim memang perlu banget untuk menjaga vagina selalu sehat.

Bunda perlu tahu, salah satu perawatan peremajaan vagina adalah dengan Femilift. Apa itu Femilift? Simak ulasannya berikut ini ya.

Apa Itu Treatment Femilift?

Femilift adalah proses peremajaan vagina dengan memakai teknologi laser CO2 guna memanaskan jaringan kulit dan mukosa yang dapat meningkatkan pembentukan kolagen baru. Rejuvenation tersebut berguna untuk mengembalikan rasa percaya diri yang hilang sebelumnya karena banyak hal yang terjadi di area vagina.

Untuk ibu yang baru melahirkan, biasanya merasa vagina lebih kendur sehingga merasa kehilangan sensasi sensual. Berkurangnya sensasi ini juga kerap dikeluhkan wanita yang menjalani pengobatan radiasi untuk penyakit kanker.

Lantas, siapa saja yang dapat melakukan treatment ini? Semua wanita yang sudah pernah berhubungan intim bisa melakukan perawatan ini. Kendati bisa dilakukan sejak umur 18 tahun ke atas, tetapi bagi perempuan yang masih perawan, disarankan tidak melakukan perawatan ini. Alasannya, saat proses perawatan, dokter akan memasukkan alat berukuran kecil yakni sebuah laser ke dalam vagina.

Prosedur Femilift Seperti Apa ya?

Sejatinya prosedur Femilift adalah berupa laser yang membentuk vagina terasa lebih kenyal serta merangsang pembentukan kolagen. Namun, perlu diketahui, prosedur laser ini tidak menggantikan prosedur operasi, di mana operasi benar-benar menutup celah yang longgar dengan menghilangkan mukosa dan menarik otot yang longgar. Dengan begitu, operasi tidak bisa mengembalikan bentuk pada vagina.

Untuk urusan keamanan, perawatan ini tidak berbahaya. Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat telah menyetujui prosedur perawatan ini. Perawatan semacam ini disebut aman dan tidak menimbulkan efek samping jangka panjang.

Mirip prosedur laser di wajah, prosedur femilift juga perlu pengulangan.  Pengulangan bisa dilakukan setelah 6 bulan untuk hasil maksimal. Nah. biasanya memerlukan sampai 3 kali treatment agar hasil sempurna.

Pastikan Kesehatan Prima Sebelum Perawatan

Melakukan perawatan Femilift bukanlah hal yang mudah. Perlu ketelitian dan pemeriksaan lebih dulu jika Bunda ingin melakukan perawatan ini. Bahkan dokter yang memberikan perawatan harus memiliki sertifikat internasional.

Femilift mensyaratkan pemeriksaan kesehatan. Artinya pasien yang memiliki kondisi kesehatan yang baikkah yang diutamakan. Dengan kondisi kesehatan prima, perawatan Femilift bakal lebih efektif.

Bagi perempuan yang merokok disarankan menghentikan dulu kebiasaan tersebut. Alasannya, pasien yang merokok akan lebih lama mendapatkan perubahan dari perawatan ini.

Femilift tak sekadar meremajakan vagina, lho. Perawatan ini bahkan bisa mengatasi keluhan vagina kering.

Bagaimana, Bunda, tertarik mencoba prosedur ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Lifestyle

Seorang Ibu Perlu Mencintai Dirinya Sendiri

Seorang ibu sering dituntut untuk menjadi sempurna. Cekatan mengurus anak, suami, dan pekerjaan rumah. Karena itu, ibu sering lupa dan tidak sempat untuk mengurus dirinya sendiri. Dengan begitu, ibu rentan mengalami kelelahan bahkan stres.

Padahal, tidak ada orang yang sempurna di dunia ini, termasuk seorang ibu. Jangan menetapkan standar kesuksesan dengan standar orang lain, dan jangan mengurangi kebahagiaan dengan membandingkan diri dengan orang lain.

Ibu perlu mencintai diri sendiri. Terima diri ibu apa adanya, terima kekurangan ibu dengan terus berusaha memperbaiki apa yang bisa diperbaiki, lakukan hal-hal yang ibu sukai, dan berhenti membandingkan anak serta kondisi keluarga dengan keluarga lain.

Sadari bahwa setiap keluarga mempunyai tantangan yang berbeda-beda dan tidak ada yang sempurna. Ibu juga berhak bahagia. Dan beberapa cara dibawah ini mungkin bisa Ibu lakukan untuk mencintai diri sendiri agar lebih bahagia.

  1. Pertama kita harus jujur dengan diri kita sendiri.
  2. Percaya pada diri sendiri.
  3. Menjadi lebih lembut terhadap diri sendiri.
  4. Memaafkan diri sendiri.
  5. Rutin melakukan hal-hal yang disukai secara bertanggung jawab.
  6. Dan berhenti membandingkan diri sendiri dengan Ibu lain. Jadilah bahagia dan merasa cukup.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top