Mainan Anak

Di AS, Mainan Forky Ditarik dari Pasaran Lantaran Dinilai Tak Aman

Karakter baru Forky dalam film Toy Story 4 menuai polemik baru di kehidupan nyata. Terbaru, Disney telah mengeluarkan imbauan penarikan secara sukarela mainan Forky dengan alasan masalah keamanan. Bahkan Komisi Keamanan Produk Konsumen Disney melaporkan bila bagian mata Forky dapat terlepas dan menuai risiko tertelan pada anak di bawah umur tiga tahun.

Dilansir dari Aceshowbiz, Rabu, 10 Juli 2019 perusahaan akan mengembalikan dana secara penuh kepada pelanggan yang mengembalikan mainan tersebut.

“Kami mendukung pengembalian penuh mainan Forky. Tidak ada ada yang lebih penting dibanding keselamatan konsumen kami,” ujar Disney dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Twitter pada Senin, 8 Juli. “Silakan hubungi 866-537-7649 atau kembalikan barang tersebut ke toko Disney / Disney Parks Amerika Utara.”

Mainan Forky memang dijual di Toko Disney, Disney Theme Parks, shopdisney.com dan melalui toko Disney di Amazon Marketplace dari April hingga Juni dengan harga sekitar US$20 atau Rp 281 ribu. Sekitar 80.650 mainan telah terjual di AS dan Kanada. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan karena belum ada cedera yang dilaporkan.

Dalam film Toy Story 4, Forky berjuang dengan krisis percaya diri setelah Bonnie menciptakannya dari sampah. Tubuh Forky terbuat dari senpu atau sendok garpu dan ditambahkan aksesoris lain sehingga membuatnya menjadi mainan yang utuh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Jangan Jadi Orangtua yang Sekedar Status Saja, Inilah Peran Kita Bagi Pertumbuhan Anak

Setiap anak pasti mempunyai tahapan pertumbuhan yang tentunya harus dipantau oleh orangtuanya. Dengan kata lain, peran orang tua bagi pertumbuhan anak sangatlah penting untuk mendeteksi gangguan sejak dini. Begitu juga penting untuk melakukan penanganan dengan cepat. Karena kelalaian kita dalam menyikapi tumbuh kembang anak, bisa jadi berakibat fatal bagi mereka. Nah, sebelum membahas lebih lanjut, yuk pahami dulu apa itu perkembangan anak.

Sekilas Pemahaman Tentang Apa yang Dimaksud dengan Pertumbuhan Anak

Orangtua perlu mengetahu terlebih dahulu, apa itu pertumbuhan anak. Secara singkatnya pertumbuhan merupakan proses perubahan yang terjadi pada anak dan ditandai dengan bentuk tubuh dan ukuran Fisik yang bertambah.

Selain itu, pertumbuhan juga bisa diartikan sebagai perubahan yang terjadi pada anak dalam aspek fisik maupun jasmaniah dan bersifat terbatas serta kuantitatif. Proses pertumbuhan ini merupakan proses pematangan setiap individu. 

Dengan kata lain, untuk mengetahui pertumbuhan anak bisa dilakukan dengan boleh bang berat badan maupun mengukur tinggi badan. Sedangkan untuk mengetahui pengukuran bisa dikatakan Normal atau tidak dapat disesuaikan dengan standar yang tersedia.

Orangtua Berperan Memastikan Kebutuhan Nutrisi yang Dibutuhkan Oleh Anak

Orangtua mempunyai peranan yang cukup penting terhadap pertumbuhan anak, Salah satunya yaitu menjamin kebutuhan nutrisi tercukupi. Dengan kata lain, nutrisi yang tercukupi pada tubuh anak sangat berperan penting pada pertumbuhannya. Lebih jelasnya berikut ini beberapa asupan nutrisi yang harus didapatkan anak dalam memastikan pertumbuhannya lebih optimal, seperti:

  • Menyediakan makanan yang kaya akan nutrisi seperti vitamin, karbohidrat, mineral, protein dan lemak baik. Beberapa nutrisi tersebut berperan penting agar proses pertumbuhan anak bisa lebih optimal.
  • Beberapa nutrisi tersebut, anak juga membutuhkan kandungan omega 3 dan omega 6. Nutrisi tersebut bisa didapatkan pada produk susu atau makanan tertentu. Mengingat kandungan tersebut merupakan lemak baik yang berperan penting untuk pertumbuhan anak. 
  • Orang tua juga harus memastikan kebutuhan nutrisi penting lain seperti DHA, EPA dan ALA. Kandungan tersebut bisa didapatkan pada beberapa jenis makanan seperti ikan salmon maupun sarden.

Orangtua Berperan Memastikan Kebiasaan Makan yang Baik

Peran penting orang tua bagi pertumbuhan anak tidak hanya terfokus pada kebutuhan nutrisi. Namun, coba berperan penting untuk memastikan agar anak mempunyai kebiasaan makan yang baik. Selengkapnya berikut adalah beberapa kebiasaan makan yang baik dan harus diterapkan pada tumbuh kembang anak.

1. Tidak Melewatkan Sarapan Bersama

Cara pertama agar menciptakan kebiasaan makan yang baik yaitu dengan tidak melewatkan sarapan bersama. Setidaknya pada saat sarapan akan terjadi obrolan yang bisa memacu semangat untuk melakukan aktivitas. 

Selain itu, sarapan juga menjadi waktu yang paling tepat untuk menyetok sumber tenaga tubuh dan terutama otak dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan, dasarkan penelitian yang telah dilakukan jika sarapan dapat meminimalisir terjadinya resiko obesitas. 

2. Menyediakan Cemilan Berupa Buah-buahan

Selain membiasakan sarapan bersama, kebiasaan baik yang yang selanjutnya yaitu menyediakan buah-buahan sebagai camilan. Seperti yang diketahui jika buah-buahan mempunyai peranan yang sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan anak.

Salah satu cara untuk meningkatkan minat anak mengkonsumsi buah-buahan yaitu menyediakannya sebagai camilan dan setiap harinya berbeda jenis. Tentu camilan buah-buahan ini lebih sehat dibandingkan dengan camilan kemasan yang kaya akan MSG. 

3. Membiasakan Makan Bersama Anak

Salah satu cara untuk memastikan kebiasaan makan yang baik agar pertumbuhan lebih maksimal yaitu membiasakan makan bersama. Terutama saat di malam hari, pastikan meluangkan waktu untuk makan bersama bersama anak dan anggota keluarga lainnya.

Selain membiasakan makan yang lebih sehat, makan bersama juga bisa meningkatkan hubungan yang baik antara anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya. Bahkan, bisa menciptakan keluarga yang lebih hangat. 

Untuk Itu, Ada Beberapa Cara Mengoptimalkan Tahapan Pertumbuhan Anak yang Juga Perlu Diketahui Orangtua

Mengetahui peran penting orang tua bagi pertumbuhan anak rasanya kurang lengkap jika tidak mengetahui cara mengoptimalkannya. Dengan kata lain cara pengoptimalan ini diperlukan agar pertumbuhan anak bisa lebih optimal yang bisa berpengaruh terhadap perkembangannya.

1. Membiasakan Anak Makan Makanan Sehat

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan tahapan pertumbuhan anak yaitu membiasakannya mengkonsumsi makanan sehat. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya ada banyak makanan sehat yang dapat dipilih dan dikonsumsi anak. 

Beberapa makanan sehat yang dimaksudkan seperti sayuran, buah-buahan, daging, kacang-kacangan dan lainnya. Intinya pastikan makanan tersebut kaya lemak baik, protein dan nutrisi lainnya. 

2. Terapkan Pola Hidup Sehat

Selain memastikan anak biasa mengkonsumsi makanan sehat, cara selanjutnya yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan yaitu Menerapkan pola hidup yang sehat, seperti halnya menjaga kebersihan. Upaya ini dilakukan dengan tujuan agar anak terbebas dari penyakit infeksi atau bakteri lain yang dapat membahayakan kesehatannya. Tentunya jika kesehatan terjaga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak dan begitu juga dengan perkembangannya.

3. Membiasakan Tidur Cukup

Cara selanjutnya yang bisa diterapkan untuk mengoptimalkan tahapan pertumbuhan anak yaitu membiasakan tidur cukup. Pada umumnya waktu tidur yang ideal bagi balita, setiap harinya sekitar 11 sampai 14 jam.

Sedangkan untuk anak yang berusia antara 3 sampai 5 tahun, waktu ideal tidur setiap harinya sekitar 10 sampai 13 jam. Baik itu waktu tidur di siang hari maupun malam hari, pastikan dilakukan secara rutin setiap harinya. Anak yang mendapatkan Tidur yang cukup, pertumbuhannya bisa lebih optimal.

Demikian penjelasan mengenai peran penting orang tua bagi pertumbuhan anak. Tentu dengan mengetahui peran ini, diharapkan pertumbuhan anak bisa lebih optimal. Mengingat pertumbuhan anak juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak hingga dewasa. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Cara Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak di Usia 0-5 Tahun

Perkembangan anak jadi suatu proses penting yang wajib untuk dipantau oleh orangtua, khususnya pada kemampuan motorik halus anak. Namun, perlu diketahui pula, beberapa perubahan yang terjadi pada anak, tentulah membutuhkan arahan dan dukungan dari kita orangtuanya dan orang dewasa lain yang ada di sekitarnya. Dengan kata lain, perkembangan motorik halus anak di usia 0 – 5 tahun tidak terlepas dari pengaruh orang dewasa. Dan kali ini, sayangianak ingin mengajak Bunda-bunda memahami lebih dalam, mengapa peran kita sangat penting pada perkembangan motorik halus anak di usia 0-5 tahun.  

Sebelumnya, Orangtua Perlu Memahami Apa Saja Tahapan Motorik Halus Anak Usia 0-5 Tahun

Setiap tahunnya, tahapan motorik halus anak akan mengalami perubahan. Tentunya dalam setiap tahapan tersebut tidak terlepas dari peran orang tua maupun orang dewasa. Selengkapnya berikut ini penjelasan mengenai tahapan motorik halus anak. 

  • Pada Tahapan pertama atau saat anak berusia 0-3 bulan, sudah mulai bisa menatap orang-orang yang ada disekitarnya. Pada saat itu juga Indra penglihatannya juga sudah mulai berfungsi dengan baik.
  • Saat anak berusia 3-6 bulan, anak akan mulai bisa meraih benda yang ada di sekitarnya seperti memegang pensil, memperluas pandangan dan memegang tangannya sendiri. Selain itu, anak di usia ini juga sudah mulai bisa mengarahkan pandangan ke benda-benda kecil.
  • Anak berusia 6-9 bulan sudah mulai bisa mengambil dua benda dalam waktu bersamaan.  Bahkan, sudah mulai bisa untuk memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain dalam waktu singkat.
  • Anak berusia 9-12 bulan sudah bisa untuk menggenggam pensil dengan erat, mengangkat benda ke posisi berdiri, memasukkan benda ke dalam mulut hingga mengulurkan badan untuk dapat mengambil mainan.
  • Anak berusia 12-18 bulan sudah mulai bisa merengek jika yang menginginkan sesuatu, memasukkan kubus dalam sebuah kotak, menumpuk 2 benda dan mencoba menarik tangan orang yang ada di sekitarnya.
  • Anak berusia 18 bulan sampai 2 tahun sudah mulai bisa mengambil benda kecil hanya dengan satu jari, mulai bisa ha bertepuk tangan, menggelindingkan bola dan menumpuk kubus 4 buah sekaligus.
  • Anak berusia 2-3 tahun sudah mulai bisa mencoret kertas dengan menggunakan pensil, mengambil mainannya sendiri, meluncur satu bagian tubuh dan mengangkat benda dengan satu tangan.
  • Anak berusia 3-4 tahun sudah mulai bisa mengenal hingga 4 warna, menggambar garis lurus dan menumpuk 8 buah kubus sekaligus. Bisa dikatakan anak di usia ini sudah mulai sering melakukan apapun sendiri.
  • Anak berusia 4-5 tahun ini sudah mulai bisa menggambar lingkaran, mengancing baju sendiri, menggambar tanda silang dan menggambar orang dari bagian tubuhnya. Apalagi di usia ini anak sudah mulai sekolah, sehingga sudah lebih memahami banyak hal.

Dan Inilah Peran Orang Dewasa Dalam Membangun Pengetahuan Anak 0-5 Tahun

Salah satu peran orang dewasa dalam membangun pengetahuan anak 0-5 tahun, Salah satunya yaitu dengan meningkatkan kemampuan motorik halus. Mengingat kemampuan ini sangatlah diperlukan untuk tumbuh dan perkembangan anak. Selengkapnya berikut ini beberapa kegiatan yang bisa dilakukan. 

1. Tummy Time

Tummy time yaitu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Lebih tepatnya tummy time adalah upaya memposisikan tubuh bayi agar bisa tengkurap. Jadi tujuan dari Aktivitas ini agar bisa melatih gerakan anak dari satu posisi ke posisi lain. 

Upaya ini jika dilakukan di usia yang tepat sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak mengenai cara menyingkirkan benda-benda. Jadi, benda-benda yang dirasa mengganggu, anak akan berusaha menyingkirkannya. 

2. Biarkan Anak Menggenggam Makanannya

Cara selanjutnya bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak yaitu dengan membiarkannya agar menggenggam makanannya sendiri. Tentu cara ini sangatlah dibutuhkan dalam tumbuh dan perkembangan anak.

Cara ini juga diperlukan agar anak bisa meraba tekstur dan merasakannya. Bahkan, cara ini juga sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan anak untuk memasukkan makanan tersebut kedalam mulutnya sendiri.

3. Mengajak Anak Bermain

Meningkatkan kemampuan motorik halus anak juga bisa dilakukan dengan cara mengajaknya bermain. Tentunya ada banyak sekali permainan yang bisa dilakukan, Salah satunya yaitu menggunakan lilin. 

Maksud dari permainan ini yaitu untuk melatih kekuatan tangan anak dalam mengangkat lilin tersebut. Selain itu, bisa juga dengan memanfaatkan adonan tepung atau busa. Namun, pastikan jika bahan tersebut sangat aman untuk anak. 

4. Mengajak Anak Menggambar dengan Jari

Cara selanjutnya yang bisa dilakukan yaitu mengajak anak menggambar menggunakan jari. Sedangkan untuk menggambar ini tidak harus menggunakan tinta atau cat khusus, tapi juga bisa menggunakan bahan lain.

Misalnya saja menggunakan bahan makanan yang berwarna seperti tepung, susu atau yang lainnya. Permainan ini sangatlah bermanfaat untuk anak agar bisa melampiaskan ekspresinya dan agar lebih aktif. 

5. Bermain dengan Kedua Tangannya

Meningkatkan kemampuan motorik halus anak juga bisa dilakukan dengan cara bermain menggunakan dua tangan. Permainan ini sangatlah berguna untuk meningkatkan kekuatan otot tangan anak dan membuatnya lebih aktif.

Salah satu contoh permainan yang bermanfaat dalam hal ini yaitu menyusun lilin menjadi bentuk panjang atau bulat. Selain itu, Tidak ada salahnya juga untuk mengajak anak untuk memotong lilin menggunakan pisau, tapi tetap dalam pengawasan ya Bun!

6. Belajar dengan Memakai Pakaian Sendiri

Cara lain yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan anak yaitu belajar menggunakan pakaian. Selain itu, bisa juga untuk mengajarinya bagaimana cara menggunakan sepatu dengan benar.

Cara ini sangatlah berguna untuk meningkatkan ketangkasan dan kekuatan tangan. Selain bisa memberikan manfaat tersebut, cara ini juga bisa meningkatkan pengetahuan anak jika mandiri sangat diperlukan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Peran Orang Tua Dalam Kehidupan Anak yang Harus Kita Penuhi

Setiap orang pasti memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangatlah penting. Bahkan, peran orang tua diperlukan sejak anak emas dalam kandungan hingga dewasa. Entah itu berperan untuk mengajari anak hingga memenuhi kebutuhannya. Untuk itu, janganlah jadi orangtua yang sekedar orangtua atau yang hanya berstatus orangtua. Namun, tak memahami apa sebenarnya peran penting yang perlu kita lakukan. Nah, sebelum memahami apa saja peran yang wajib dan perlu kita lakukan, berikut adalah hal-hal yang berhasil dirangkum oleh sayangianak.com.

Apa Saja Bentuk Pentingnya Peran dari Orang Tua?

Orang tua menduduki peran yang sangat penting, karena menjadi sekolah pertama bagi anak-anak. Sekalipun anak sudah sekolah, peran orangtua masih diperlukan. Mengingat aktivitas anak akan paling banyak dilakukan di rumah.

Tentu jika orang tua tidak melakukan peranannya dengan baik, pasti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Contoh sederhananya jika orang tua tidak menanamkan hal-hal positif dan memberikan contoh tidak baik, tentu anak akan menirunya.

Begitu juga sebaliknya, orang tua yang melakukan perannya dengan baik, maka akan berdampak pada karakternya. Intinya, orang tua mempunyai peranan penting dalam pembentukan karakter anak yang akan berguna untuk masa depan. 

Ada 8 Peran Orang Tua Di Kehidupan Anak yang Perlu Kita Lakukan

Meskipun setiap orang memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangat penting, tapi tidak semua orang yang benar-benar memahami dan menerapkannya. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mempunyai anak, penting mengetahui beberapa peranannya berikut ini. 

1. Menjamin Kebutuhan Anak Tercukupi Sesuai Perkembangan Usianya

Bukan menjadi hal yang asing lagi jika orang tua mempunyai peranan yang cukup penting terutama dalam memenuhi kebutuhan anak. Beberapa hal yang termasuk dalam kebutuhan Anda seperti pakaian yang layak, makanan bergizi, tempat tinggal dan lainnya.

Terutama dalam hal ini penting untuk memastikan kebutuhan anak dalam asupan bergizi sangat diperlukan. Hal ini disebabkan karena asupan yang bergizi sangat berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. 

2. Memastikan Anak Berada Di Lingkungan yang Baik

Peran orang tua terhadap kehidupan anak selanjutnya yaitu memastikan berada di lingkungan yang baik. Tentunya jika anak berada di lingkungan yang tepat, maka akan berpengaruh juga terhadap tumbuh dan kembangnya.

Begitu juga sebaliknya, jika anak berada di lingkungan yang tidak baik maka akan mudah terpengaruh melakukan hal-hal yang negatif. Kenapa menjadi orangtua penting untuk melakukan pengawasan terhadap anak. 

3. Menciptakan Keamanan dan Kenyamanan

Menciptakan keamanan atau rasa aman terhadap anak merupakan salah satu peran orang tua. Mengingat orang tua adalah tempat pulang, sehingga jika tidak terdapat rasa aman maka anda akan merasa tertekan.

Menciptakan keamanan dan rasa nyaman bisa dilakukan dengan berbagai hal Salah satunya memberikan kasih sayang. Selain itu, penting juga untuk memberi arahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak seharusnya.

4. Menanamkan Nilai yang Baik

Peran lain yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya yaitu menanamkan nilai-nilai baik. Mengingat orang tua menjadi guru pertama dalam pendidik anak, sehingga karakter anak dimulai dari orang tuanya. Ada beberapa hal yang harus ditanamkan sejak dini dan setiap orang tua wajib mengetahuinya.

Adapun beberapa hal yang dimaksudkan seperti bersikap jujur, tidak mengambil barang orang lain, saling tolong-menolong, tidak merendahkan orang lain dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga untuk memberi pengertian kepada anak jika melakukan sesuatu yang buruk tidak diperbolehkan. 

5. Mengajari Anak dalam Hal-hal Baik yang Berguna untuk Kehidupannya

Mengajari dan mendidik anak juga menjadi salah satu peran orang tua yang wajib untuk dilakukan. Tentunya dalam hal ini harus mengajari anak dalam hal yang baik. Didikan yang diberikan oleh orang tua sejak dini bisa berpengaruh terhadap karakternya di masa depan. 

Semakin baik didikan dari orang tua sejak dini, maka anak akan lebih mudah untuk berbaur dengan masyarakat dengan cara yang baik. Misalnya saja mempunyai sopan santun, saling tolong-menolong, saling memaafkan dan lain sebagainya. 

6. Memberikan Arahan agar Anak Tumbuh Jadi Anak yang Baik

Peran orang tua selanjutnya yang yaitu memberikan arahan kepada anak dan juga bimbingan. Arahkan anak untuk selalu melakukan hal yang baik. Selain itu, jelaskan juga alasan kenapa tidak boleh melakukan hal yang buruk dan apa dampaknya kepada diri sendiri dan orang lain.

Sekalipun anak melakukan sebuah kesalahan, jangan langsung memarahinya. Langkah yang paling tepat untuk menanganinya yaitu menasehati dan memberi hukuman yang sekiranya bisa memberikan kesadaran kepada anak. Selain itu, penting juga untuk memberikan motivasi kepada anak. 

7. Membekali Anak dengan Mengajarinya Keagamaan

Identitas agama seorang anak berasal dari keluarganya, terutama orang tua. Tentunya peran orang tua dalam hal ini harus mengenalkan nilai-nilai agama dan keberadaan Sang Pencipta. Terutama untuk anak-anak, penyampaian tersebut harus dalam bahasa yang mudah dipahami. 

Tentunya untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut akan lebih mudah jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga harus memberikan contoh yang baik agar anak lebih mudah untuk menirunya. 

8. Ajari Anak tentang Kedisiplinan

Meskipun kasih sayang dari orang tua sangat diperlukan oleh anak, tapi tetap saja harus menerapkan disiplin. Justru dengan membiarkan anak melakukan apapun yang disukainya dapat berdampak menjadi manja dan tidak bisa bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.

Semakin dini mengajarkan untuk disiplin, anak akan tumbuh menjadi orang yang bertanggungjawab. Contoh sederhananya mengajarkan anak untuk makan dan tidur tepat waktu. Bahkan, tidak ada salahnya juga untuk membuat jadwal harian anak. 

Demikian penjelasan mengenai peran orang tua yang dibutuhkan untuk kehidupan anak. Dari penjelasan ini bisa diambil kesimpulan jika karakter anak dibentuk dari didikan dan peran orang tua. Begitu juga sebaliknya, jika orang tua tidak melakukan perannya dengan baik, karakter yang terbentuk juga tidak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top