Parenting

Dear Calon Ibu; Begini Ciri Tempat Tidur yang Aman dan Nyaman untuk Bayi!

Setiap orangtua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Termasuk dalam hal memilihkan tempat tidur untuk bayi. Apa lagi sebagian besar bayi memang akan menghabiskan waktunya di atas tempat tidur.

Dengan demikian, maka Bunda pun harus memilih tempat tidur yang aman dan nyaman untuk bayi. Mengingat bayi yang baru lahir bisa tidur selama 16-20 jam dalam sehari. Lantas bagaimana kriteria tempat tidur yang aman dan nyaman untuk bayi? Simak ulasan di bawah ini Bun!

Pilih Tempat Tidur Dengan Jarak Antar Bilah Kurang Dari 6 Cm Agar Kepala Bayi Tak Terselip Di Antara Bilah

Saat memilih tempat tidur untuk bayi Bunda juga harus memperhatikan keamanan bayi. Salah satunya dengan memperhatikan jarak antar bilah. Tentu akan sangat berbahaya bila kepala bayi terselip di antara bilah tempat tidurnya. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda mengantisapasi hal itu dengan memilih tempat tidur yang jarak antar bilahnya kurang dari 6 cm.

Sebaiknya Hindari Tempat Tidur yang Bilahnya Bisa Dinaikan atau Diturunkan

Tempat tidur seperti ini sebaiknya Bunda hindari, karena terkadang bisa saja terjadi kesalahan ketika merakitnya dengan desain bilah yang semacam itu. Apabila salah dalam merakit, maka bayi bisa terjepit atau terjatuh pada saat sedang berpegangan pada bilah yang kurang kokoh.

Perhatikan Baut, Sekrup, Paku, dan Bahan-bahan Material Lainnya

Pastikan material tersebut terpasang dengan kencang supaya tempat tidur bayi bisa berdiri dengan kuat dan kokoh. Akan lebih baik jika Bunda rutin mengeceknya demi memastikan keamanan bayi. Sebab bukan tak mungkin jika pemasangan baut, sekrup, dan paku pada tempat bayi yang tidak sempurna bisa berakibat fatal pada buah hati.

Sangat Dianjurkan untuk Membeli Tempat Tidur yang Baru demi Kenyamanan dan Keamanannya

Perlu Bunda ketahui bahwa tempat tidur yang telah lama dibuat terkadang menggunakan cat yang mengandung bahan beracun, seperti halnya timah. Nah, untuk menghindari resiko tersebut, sebaiknya Bunda membeli tempat tidur yang baru. Apa lagi bayi dikenal suka menggerogoti benda-benda yang ada di dekatnya. Jangan sampai keputusan Bunda untuk tidak membeli tempat tidur baru, justru jadi berdampak fatal bagi buah hati!

Perhatikan Juga Matras Yang Akan Digunakan Bayi

Untuk tempat tidur bayi sebaiknya menggunakan matras yang didesain khusus. Beberapa produsen ada yang menjual tempat tidur tanpa diberi matras.Ketika Bunda memilih matras, maka pilihlah matras yang didesain khusus untuk bayi. Matras yang didesain untuk bayi pada umumnya sangat kuat, kokoh, serta keras untuk mencegah terjadinya SIDS (sudden infant death sydrome) atau sindrom kematian bayi mendadak, dan mampu menopang tulang punggung bayi. Tetapi hindari pula menggunakan matras yang terlalu empuk.

Sesuaikan Luas Matras dengan Ukuran Bayi

Sebaiknya Bunda juga memberikan matras yang sesuai dengan ukuran bayi, Dengan begitu si kecil akan merasa nyaman. Usahakan jangan sampai ada celah sedikit pun antara matras dengan bilah. Pastikan telah melepas plastik sebelum memasang matras ya Bun!

Barang-barang yang Lembut pun Sebaiknya Dihindari

Meski terlihat lucu dan menggemaskan, barang-barang yang lembut seperti boneka berbulu halus, selimut, sprai, dan bantal yang lembut sebaiknya dihindari  dengan tujuan untuk mencegah SIDS. Barang dengan tekstur lembut bisa menjadikan bayi sulit bernafas karena memiliki resiko menutupi wajah si kecil.

Setelah Itu, Sebaiknya Bunda Menidurkan Bayi Dalam Posisi Terlentang Untuk Mencegah Terjadinya SIDS

Mama, sebaiknya bayi tidur dalam posisi terlentang, hal itu untuk menghindari kesulitan bernafas yang bisa mengakibatkan SIDS. Untuk mencegah terjadinya SIDS pada bayi sebaiknya tempat tidur bayi diletakan di kamar Bunda. Sehingga sewaktu-waktu bayi menangis atau memerlukan pertolongan, Bunda bisa dengan cepat menanganinya.

Sebaiknya hindarilah meletakan tempat tidur bayi di dekat jendela, hal ini untuk menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan, tertimpa besi yang menopang tirai misalnya. Selain itu penempatan tempat tidur di dekat jendela juga bisa membuat leher bayi terlilit tirai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tips Menyimpan ASI Perah yang Benar Supaya Tidak Cepat Basi

Mempunyai stok ASI perah (ASIP) yang berlimpah adalah hal yang melegakan bagi Bunda yang bekerja alias working mom. Namun, sebenarnya menyimpan ASI perah juga bisa membantu Bunda yang ibu rumah tangga alias stay at home mom, lho. Misalnya jika Bunda sakit sehingga tidak bisa menyusui, ada keperluan penting, atau ketika Bunda ingin me time sejenak dengan pergi ke salon atau berbelanja.

Dengan mempunyai stok ASIP, Bunda tidak perlu mencemaskan asupan si kecil. Selain itu, sebaiknya ASI memang dikeluarkan secara rutin agar produksinya tetap banyak. Hal ini karena produksi ASI adalah tergantung kebutuhan (on demand). Jika ASI sering dikeluarkan sampai payudara Bunda terasa kosong, maka produksi ASI juga semakin banyak.

Oleh karena itu, Bunda perlu mengetahui cara menyimpan ASIP yang benar. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Penyebab Payudara Terasa Nyeri, Saat Bunda Menyusui

Setelah si kecil lahir, aktivitas selanjutnya yang akan Bunda lakukan, tentu saja menyusuinya. Tapi, tak selalu berjalan lancar, beberapa Bunda mungkin mengalami beberapa kendali. Dan rasa nyeri pada payudara, bisa jadi salah satunya. 

Betul Bun, kondisi ini biasanya jadi salah satu yang mengganggu, hingga membuat Ibu menyusui enggan untuk memberikan ASI secara langsung pada bayinya. 

Nah, jika sudah sepert ini, proses menyusui Bunda dan si kecil pasti terganggu. Untuk itu, cobalah cari penyebab apa yang sebetulnya membuat Bunda merasa nyeri selama menyusui. 

Produksi ASI Bunda, Mungkin Terlalu Banyak

Beberapa saat setelah melahirkan, hal yang kerap dialami oleh para Ibu adalah meningkatnya produksi ASI. Dimana hal ini, bisa jadi salah satu penyebab nyeri yang terasa di payudara.

Tapi, jangan terlalu cemas ya Bun, rasa nyeri ini perlahan akan menghilang saat payudara Bunda sudah bisa menyesuaikan produksi ASI dengan kebutuhan asupan Si Kecil. Biasanya nyeri akan hilang dengan sendirinya dalam tiga bulan pertama menyusui.

Terdapat Luka atau Lecet pada Puting

Kondisi lain yang sering terjadi di awal proses menyusui hingga menyebabkan payudara nyeri adalah lecet. Hal ini disebabkan oleh pelekatan yang belum sempurna hingga kerap membuat puting Bunda rentan lecet atau terluka. Untuk menghindarinya, Bunda perlu memerhatikan posisi pelekatan, saat ingin menyusui apakah sudah tepat atau tidak. Upayakan untuk memegang bayi menghadap payudara, jika dirasa perlu Bunda bisa menggunakan bantal agar sanggahannya lain agar proses menyusuinya jadi lebih nyaman.

Adanya Sumbatan Pada Saluran ASI 

Situasi lain yang memungkinkan Bunda merasa nyeri pada Payudara adalah ketika saluran ASI tersumbat. Maka, yang perlu Bunda perhatikan adalah apakah ada benjolan di sekitar area payudara?, Terdapat tanda putih atau sumbatan pada puting, hingga kerap merasa tak nyaman saat menyusui atau memompa asi. 

Jika ternyata hal-hal tersebut sedang Bunda rasakan, kemungkinan besar nyeri yang Bunda rasa memang berasal dari sumbatan saluran ASI. Untuk mengatasinya, cobalah untuk senantiasa memperhatikan peletakan payudara, ketika ingin mengusui dan menghindari pemakaian baju yang terlalu ketat atau ngepas. 

Mastitis atau Infeksi Payudara 

Perlu Bunda ketahui, Mastitis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan payudara, dan kondisi ini sering dialami oleh ibu menyusui. Efek yang ditimbulkan bisa membuat payudara nyeri, bengkak, dan kemerahan.

Terjadi pada satu bagian payudara saja, umumnya, kondisi ini memang akan terjadi kapan saja selama menyusui, atau paling tidak akan terjadi selama 6 minggu pertama menyusui. Selain nyeri, mastitis juga mungkin akan membuat Bunda demam, meriang, pembengkakan, payudara terasa nyeri, kemerahan, dan terasa hangat saat disentuh.

Dan Pemakaian Bra yang Kurang Tepat

Walau terkesan sepele, ini adalah bagian penting yang tak boleh Bunda abaikan ketika sedang dalam proses menyusui. Cobalah untuk mencari dan memilih Bra yang tepat. Mulai dari ukuran yang sesuai, dan bahan yang memang nyaman dipakai tanpa menimbulkan efek nyeri atau lecet pada payudara.  

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Untuk Hidup yang Lebih Mudah, Ini 5 Kemampuan Dasar yang Harus Bunda Ajarkan Pada Anak

Pada masa yang akan datang, akan tiba saatnya si kecil tumbuh dewasa dan tak lagi tinggal bersama Bunda. Tapi yang namanya orangtua, dimata kita mereka akan selalu jadi anak kecil yang perlu kita perhatikan dan pastikan baik-baik saja. Nah, sebelum masa itu tiba. Ada beberapa hal yang sejatinya wajib Bunda ajarkan pada anak, sebagai bekal dasar untuk Ia menjalani hidupnya kelak. Kira-kira, apa saja ya? 

1. Belajar untuk Bangun Pagi Tepat Waktu

Salah satu kebiasaan yang perlu dan wajib Bunda ajarkan sedari dini yakni kebiasaan untuk bangun pagi. Hal ini penting Bun, karena kebiasaannya bangun pagi, akan membuat anak belajar menghargai waktu. Jika ia telat bangun, maka ada hal lain yang juga akan telat ia lakukan. 

Pelan-pelan ia akan lebih memperhatikan waktu tidurnya, kegiatan lain yang akan atau harus ia lakukan setelah bangun, hingga pembagian waktu lain yang maasuk dalam perencanaan waktu yang ia miliki. Walau beberapa anak susah untuk bangun pagi, tapi kebiasaan ini wajib bunda tanamkan sedari dini. 

2. Merapikan Tempat Tidur Setelah Bangun 

Selain kebiasaan bangun tidur, merapikan tempat tidurnya selepas bangun, jadi sesuatu yang juga kelak mempengaruhi masa depan dan keberhasilan anak. Kebiasaanya ini akan jadi kemampuan yang bisa mempengaruhi hal-hal lain dalam hidupnya.

Tidak hanya pada tempat tidur saja, tapi juga pada aspek lain dalam hidupnya. Entah itu penampilannya, tempat ia belajar, tempat ia bekerja, dan berbagai aspek lain dalam hidupnya. Jadi, jika ada sesuatu yang tidak rapi, nalurinya akan bergerak untuk membereskannya. 

3. Membersihkan dan Mengatur Barang-barang Pribadinya

Saat masih kecil, mungkin akan sangat wajar jika mainan atau barang-barang Bunda yang merapikan. Nah, memasuki usia 5 tahun, Bunda bisa mulai memberikan ajaran kepada si kecil untuk terbiasa menyimpan atau membersihkan barang-barang pribadi miliknya.

Mulai dari mainan, buku-buku, dan barang lain yang ia miliki. Kebiasaan ini akan jadi tanggung jawab yang ia ingat hingga dewasa. Sehingga ia akan terbiasa untuk hidup bersih dan rapi. 

4. Memahami Tata Krama dalam Kehidupan Sosial 

Sopan santun atau tata krama adalah hal penting lain yang wajib dan harus Bunda ajarkan sedari dini. Jangan sampai si kecil bersikap sembarangan, dan berlaku tak sopan kepada orang yang lebih tua atau orang lain yang berada di lingkungan sosialnya. Ajarkan, bagaimana ia harus bersikap pada mereka yang lebih tua, apa sapaan yang harus dipakai, hingga gerak tubuh yang harus dihindari jika sedang berkomunikasi pada seseorang.

Kemampuan ini akan jadi bekal yang bermanfaat baginya saat kelak sudah dewasa. Sehingga, ia bisa berdaptasi dengan baik pada lingkungan, dan tahu bagaimana bersikap dengan benar. 

5. Peka Terhadap Lingkungan, Mau Membantu Orangtua Melakukan Suatu Pekerjaan

Jangan sampai, sudah tahu Bunda sedang kewalahan mengerjakan pekerjaan rumah, anak hanya akan diam saja tanpa mau membantu orangtuanya. Inilah sebabnya, penting untuk menanamkan rasa peka terhadap lingkungan pada diri anak. Ajar mereka untuk memahami situasi, melihat apa yang sedang terjadi di sekitarnya, dan apa sikap yang sebaiknya dilakukan. 

Dengan begitu, pada berbagai macam kondisi dia bisa menunjukkan sikap kepekaannya. Membantu Bunda mengerjakan pekerjaan rumah, membantu orang tua menyebrang di jalan, atau memberi bantuan kepada mereka yang sekiranya membutuhkan bantuannya. 

Sampai di sini, Bunda sudah paham kan. Apa saja kemampuan dasar dalam hidup yang harus Bunda ajarkan pada anak? Semoga sih, sudah paham ya Bun!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top