Event

Cussons Bintang Kecil Ajak Orang Tua untuk Dukung Anak Bereksplorasi

Baru-baru ini, PZ Cussons Indonesia kembali menggelar ajang Cussons Bintang Kecil (CBK), sebuah kegiatan aktivasi untuk bayi dan anak yang terbesar di Indonesia. Cussons Bintang Kecil tahun ini telah memasuki gelaran ke-9 kalinya lo Bun. Dan tema tahun ini adalah Eksplorasi Dunianya.

CBK ke-9 ini merupakan sebuah sarana yang tepat untuk orang tua dalam memberikan ruang gerak anak untuk bereksplorasi sekaligus membuat anak tetap gembira, sesuai dengan usianya walaupun harus tetap #DiRumahAja. Orang tua juga diharapkan dapat memahami indikator tumbuh kembang anak, sesuai dengan usia mereka. CBK 9 terdiri atas tiga kategori yang sangat sesuai dengan masing-masing kelompok usia anak, yaitu :Baby Category (0-<2 tahun), Toddler Category (2-4 tahun), dan Kids Category (4-8 tahun).

Sesuai dengan kategori yang ditetapkan, di usia 0 hingga 2 tahun, anak belajar memahami dunianya lewat semua indera atau sensorinya. Sementara, usia 2 hingga 4 tahun sudah dapat bereksplorasi melalui tutur kata, berupa komunikasi yang sederhana dengan bercerita atau bertanya kepada orang tuanya. Di usia 4 hingga 8 tahun, anak sudah dapat menumpahkan imajinasi dan ekspresinya dalam bentuk sebuah karya.

Berdasarkan pengetahuan ini, orang tua dapat membimbing anak mengeksplorasi dunia mereka sesuai dengan kemampuannya, sehingga akhirnya anak dapat menemukan minat serta potensi maksimalnya.

Lalu bagaimana cara untuk ikut serta? Tenang bun, setiap peserta dapat mendaftarkan diri dengan masuk ke situs www.cbk9.co.id serta mengisi data diri mereka secara lengkap. Setelah itu peserta yang sudah terdaftar dapat langsung mengunggah berbagai foto atau video unik saat si kecil aktif bereksplorasi. Dengan mengajak orang tua mengabadikan momen berharga tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya, Cussons mempersembahkan total hadiah senilai Rp 1 miliar untuk periode 9 Oktober 2020 hingga 9 Januari 2021.  

Pada Virtual Kick Off Cussons Bintang Kecil 9 yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (9/10) pecan lalu, Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, Psikolog., sebagai salah satu pembicara menuturkan, “Dalam menemani anak bereksplorasi dan berekspresi, orang tua harus memahami apa saja yang terjadi di tiap tahapan tumbuh kembang anak. Orang tua juga harus mempelajari mengenai apakah materi bermain dan stimulasi yang harus dipersiapkan. Dan yang terpenting adalah diperlukannya konsistensi dari orang tua dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak mereka.”

Selain itu, Alifa Nisfiyani, Sr. Brand Manager Cussons Baby yang turut hadir juga menyatakan, “Cussons selalu hadir untuk keluarga Indonesia serta berkomitmen kuat untuk senantiasa mendampingi proses tumbuh kembang si kecil. Tahun ini keseluruhan Cussons Bintang Kecil digelar secara virtual, walaupun begitu diharapkan hal ini akan mampu menjangkau lebih banyak orang tua dan anak di berbagai wilayah Indonesia. Selama acara CBK 9 berlangsung, Cussons juga akan memberikan serangkaian workshop bagi para orang tua, sehingga orang tua dapat mendukung anak untuk mengeksplorasi dunianya lebih optimal sesuai dengan tahapan usianya”

Dan yang tak kalah istimewa, sebagai konsumen bunda-bunda sekalian juga dapat berkontribusi memberikan bantuan kepada sesama yang membutuhkan selama CBK 9 berlangsung. Sebab setiap pembelian produk Cussons Baby dan Cussons Kids di beberapa mitra PZ Cussons, bunda dapat ikut berpartisipasi memberikan donasi yang nantinya akan disalurkan melalui Kick Andy Foundation untuk mendukung kegiatan belajar anak di usia dini yang mengalami kesulitan di masa pandemi ini.

Melalui CBK 9, Cussons berharap dapat terus mendampingi proses tumbuh kembang anak, serta memberikan metode pendampingan baru yang inovatif kepada para orang tua. Selain itu Cussons juga berharap dapat mengedepankan sebuah misi mulia, yaitu pentingnya berbagi dengan sesama, yang rasanya semakin dibutuhkan dalam kondisi seperti saat ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

8 Peran Orang Tua Dalam Kehidupan Anak

Setiap orang pasti memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangatlah penting. Bahkan, peran orang tua diperlukan sejak anak emas dalam kandungan hingga dewasa. Entah itu berperan untuk mengajari anak hingga memenuhi kebutuhannya. 

Pentingnya Peran Orang Tua

Orang tua menduduki peran yang sangat penting, karena menjadi sekolah pertama bagi anak-anak. Sekalipun anak sudah sekolah, peran orangtua masih diperlukan. Mengingat aktivitas anak akan paling banyak dilakukan di rumah.

Tentu jika orang tua tidak melakukan peranannya dengan baik, pasti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Contoh sederhananya jika orang tua tidak menanamkan hal-hal positif dan memberikan contoh tidak baik, tentu anak akan menirunya.

Begitu juga sebaliknya, orang tua yang melakukan perannya dengan baik, maka akan berdampak pada karakternya. Intinya, orang tua mempunyai peranan penting dalam pembentukan karakter anak yang akan berguna untuk masa depan. 

Inilah 8 Peran Orang Tua Di Kehidupan Anak

Meskipun setiap orang memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangat penting, tapi tidak semua orang yang benar-benar memahami dan menerapkannya. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mempunyai anak, penting mengetahui beberapa peranannya berikut ini. 

  1. Menjamin Kebutuhan Anak Tercukupi

Bukan menjadi hal yang asing lagi jika orang tua mempunyai peranan yang cukup penting terutama dalam memenuhi kebutuhan anak. Beberapa hal yang termasuk dalam kebutuhan Anda seperti pakaian yang layak, makanan bergizi, tempat tinggal dan lainnya.

Terutama dalam hal ini penting untuk memastikan kebutuhan anak dalam asupan bergizi sangat diperlukan. Hal ini disebabkan karena asupan yang bergizi sangat berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. 

  1. Memastikan Anak Berada Di Lingkungan yang Baik

Peran orang tua terhadap kehidupan anak selanjutnya yaitu memastikan berada di lingkungan yang baik. Tentunya jika anak berada di lingkungan yang tepat, maka akan berpengaruh juga terhadap tumbuh dan kembangnya.

Begitu juga sebaliknya, jika anak berada di lingkungan yang tidak baik maka akan mudah terpengaruh melakukan hal-hal yang negatif. Kenapa menjadi orangtua penting untuk melakukan pengawasan terhadap anak. 

  1. Menciptakan Keamanan dan Kenyamanan

Menciptakan keamanan atau rasa aman terhadap anak merupakan salah satu peran orang tua. Mengingat orang tua adalah tempat pulang, sehingga jika tidak terdapat rasa aman maka anda akan merasa tertekan.

Menciptakan keamanan dan rasa nyaman bisa dilakukan dengan berbagai hal Salah satunya memberikan kasih sayang. Selain itu, penting juga untuk memberi arahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak seharusnya.

  1. Menanamkan Nilai yang Baik

Peran lain yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya yaitu menanamkan nilai-nilai baik. Mengingat orang tua menjadi guru pertama dalam pendidik anak, sehingga karakter anak dimulai dari orang tuanya. Ada beberapa hal yang harus ditanamkan sejak dini dan setiap orang tua wajib mengetahuinya.

Adapun beberapa hal yang dimaksudkan seperti bersikap jujur, tidak mengambil barang orang lain, saling tolong-menolong, tidak merendahkan orang lain dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga untuk memberi pengertian kepada anak jika melakukan sesuatu yang buruk tidak diperbolehkan. 

  1. Mengajari Anak dalam Hal Baik

Mengajari dan mendidik anak juga menjadi salah satu peran orang tua yang wajib untuk dilakukan. Tentunya dalam hal ini harus mengajari anak dalam hal yang baik. Didikan yang diberikan oleh orang tua sejak dini bisa berpengaruh terhadap karakternya di masa depan. 

Semakin baik didikan dari orang tua sejak dini, maka anak akan lebih mudah untuk berbaur dengan masyarakat dengan cara yang baik. Misalnya saja mempunyai sopan santun, saling tolong-menolong, saling memaafkan dan lain sebagainya. 

  1. Memberikan Arahan

Peran orang tua selanjutnya yang yaitu memberikan arahan kepada anak dan juga bimbingan. Arahkan anak untuk selalu melakukan hal yang baik. Selain itu, jelaskan juga alasan kenapa tidak boleh melakukan hal yang buruk dan apa dampaknya kepada diri sendiri dan orang lain.

Sekalipun anak melakukan sebuah kesalahan, jangan langsung memarahinya. Langkah yang paling tepat untuk menanganinya yaitu menasehati dan memberi hukuman yang sekiranya bisa memberikan kesadaran kepada anak. Selain itu, penting juga untuk memberikan motivasi kepada anak. 

  1. Identitas Keagamaan

Identitas agama seorang anak berasal dari keluarganya, terutama orang tua. Tentunya peran orang tua dalam hal ini harus mengenalkan nilai-nilai agama dan keberadaan Sang Pencipta. Terutama untuk anak-anak, penyampaian tersebut harus dalam bahasa yang mudah dipahami. 

Tentunya untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut akan lebih mudah jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga harus memberikan contoh yang baik agar anak lebih mudah untuk menirunya. 

  1. Mendisiplinkan Anak

Meskipun kasih sayang dari orang tua sangat diperlukan oleh anak, tapi tetap saja harus menerapkan disiplin. Justru dengan membiarkan anak melakukan apapun yang disukainya dapat berdampak menjadi manja dan tidak bisa bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.

Semakin dini mengajarkan untuk disiplin, anak akan tumbuh menjadi orang yang bertanggungjawab. Contoh sederhananya mengajarkan anak untuk makan dan tidur tepat waktu. Bahkan, tidak ada salahnya juga untuk membuat jadwal harian anak. Demikian penjelasan mengenai peran orang tua yang dibutuhkan untuk kehidupan anak. Dari penjelasan ini bisa diambil kesimpulan jika karakter anak dibentuk dari didikan dan peran orang tua. Begitu juga sebaliknya, jika orang tua tidak melakukan perannya dengan baik, karakter yang terbentuk juga tidak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Memahami Gigi Bayi dan Seluk Beluk Pertumbuhannya

Gigi merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Selain berfungsi untuk mengunyah, keberadaan gigi juga bisa menambah estetika wajah. Karena itu, setiap fase perkembangannya—mulai dari gigi bayi sampai dewasa—harus diperhatikan dengan baik, terutama oleh para ibu.

Gigi bayi atau gigi susu bia

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah mendalam dan premium dari Sayangianak.com yang membantu Bunda dalam mendidik dan membesarkan Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Mengenal Bagaimana Perkembangan Mental Anak Usia 4 – 5 Tahun

Usia bawah lima tahun merupakan masa golden age di mana sebagai orang tua sangat penting untuk memperhatikan perkembangan anak di usia ini. Terlebih lagi terkait perkembangan mental anak usia 4 – 5 tahun yang biasanya mulai muncul pada fase ini terkadang membuat bingung banyak orang tua.

Fase Per

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah mendalam dan premium dari Sayangianak.com yang membantu Bunda dalam mendidik dan membesarkan Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top