Mom Life

Cara Merapatkan Miss V Pasca Bersalin

merapatkan miss V

Setelah melahirkan, Bunda akan mengalami berbagai perubahan fisik dan mungkin butuh waktu untuk mengembalikan bentuk tubuh Bunda. Dari sederet perubahan, yang paling membuat wanita khawatir adalah elastisitas vagina, Bun.

Bahkan tips atau cara merapatkan vagina adalah salah satu hal yang paling dicari setelah melahirkan. Kondisi vagina yang tak lagi kencang, rapat, dan elastis kemudian membuat perempuan jadi tak percaya diri saat mulai berhubungan seksual lagi, khawatir tak bisa lagi memuaskan suami seperti saat sebelum melahirkan atau memiliki anak.

Tenang, Bunda sejatinya tak perlu panik. Sebab sejatinya hal tersebut adalah sesuatu yang normal. Jika Bunda ingin merapatkan kembali, memang ada beberapa tips yang dapat Bunda lakukan, tapi ingat, kondisi vagina tak akan serapat dulu tapi setidaknya membaik dibanding baru-baru melahirkan. Nah berikut ini tips-tipsnya, Bun.

Baca juga: Cara agar suami minta terus

Berlatihlah Senam Kegel

Gerakan yang diajarkan dalam senam kegel memang dipercaya merapatkan vagina, Bun. Bahkan dengan rutin melakukan senam ini, otot-otot panggul jadi lebih kuat. Menariknya, Bunda tak perlu repot untuk latihan, sebab senam kegel bisa dilakukan di rumah sehingga memudahkan para ibu rumah tangga yang ingin merapatkan vaginanya rapat kembali.

Pakai Alat Kerucut Vagina

Alat kerucut yang satu ini punya beragam jenis dan ukuran, dilengkapi dengan tekstur gel silikon sehingga menyerupai segitiga kerucut, Bun. Cara berlatih dengan alat ini, Anda harus memasukan kerucut tersebut ke dalam vagina. Setelah itu, remas bawah panggul Anda, dan tahan otot-otot vagina seperti Anda ketika ingin orgasme, lalu tahan sekitar beberapa saat. Lakukan gerakan ini dalam jangka waktu selama 15 menit selama 2 hari sekali. Anda juga dapat membeli kerucut vagina tersebut pada toko yang menjual alat seks atau memesannya secara online.

Diet Makanan Sehat dan Rajin-rajinlah Olahraga ya Bun

Wanita memerlukan zat fitoestrogen, yakni zat pembentuk hormon seks guna membantu merapatkan vagina kembali. Sayangnya, bila Bunda kurang memantau asupan makanan alias mengonsumsi makanan yang tak cukup sehat, maka tubuh akan sukar memproduksi zat tersebut.

Karenanya, pasca melahirkan, tetap konsumsi makanan sehat dan bergizi ya Bun. Serta rajin-rajinlah berolahraga dan memilih gerakan yang berfokus pada perbaikan otot tubuh bagian bawah. Hal ini akan membantu merapatkan vagina secara alami. Dengan begitu, elastisitas vagina akan terjaga dan Anda akan mengembalikan kekencangan vagina Bunda yang kendur setelah melahirkan.

Cobalah Berlatih Squats

Salah satu olahraga yang perlu Bunda lakukan adalah berlatih squats. Gerakan pada squats membantu Bunda memperoleh kembali elastisitas yang hilang pada bagian vagina. Caranya mudah, dengan berdiri dan posisikan kaki Bunda sedikit keluar sejajar dari pinggul Bunda.

Posisi tangan bebas, bisa sambil menggenggam kedua tangan atau tempatkan di pinggang. Lalu gerakkan bokong dan panggul, seolah-olah Bunda sedang ingin duduk, tapi tahan jangan sampai menyentuh lantai. Setelah sampai setengah tubuh, tarik badan Bunda ke atas lagi, dan lakukan posisi ingin duduk tadi berulang kali.

Sayangnya, masih banyak orang yang punya anggapan salah tentang squats dengan alasan olahraga yang satu ini dapat membuat lutut cedera. Sebetulnya itu salah, dengan latihan squats malah akan meningkatkan kekuatan lutut dan yang paling penting adalah otot-otot vagina Anda kembali kencang dan rapat.

Berlatih Yoga Juga Menolong Loh Bun

Jika Bunda berlatih yoga secara teratur, ternyata aktivitas ini memiliki manfaat yang baik untuk tubuh bahkan membantumerapatkan vagina secara tidak langsung. Hampir semua gerakan yoga akan menargetkan otot-otot dasar panggul Bunda menjadi lebih kencang.

Baca juga: Cara Tepat Membuat Anak untuk Para Pasutri Muda

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Jenis-Jenis Kontraksi Jelang Proses Bersalin yang Bunda Perlu Kenali

Tanda pasti hamil

Dalam proses kehamilan, salah satu tahapan yang tak mudah adalah Bunda harus mengalami proses kontraksi. Situasi ini datang biasanya ditandai dengan sakit perut yang melilit di area pinggang dan terjadi berulang setiap 5-8 menit.

Kendati terdengar menyakitkan, kontraksi memang membawa manfaat yakni menghasilkan hormon oksitosin yang memicu bayi keluar dari rahim. Sebab setiap perut berkontraksi, otot-otot rahim otomatis akan meregang dan melebar sehingga memberi jalan keluar untuk si kecil.

Namun tak jarang, ibu hamil bingung apakah gejala yang mereka alami sekadar kram perut biasa atau kontraksi yang sesungguhnya. Untuk itu, Bunda pun perlu mengenali apa itu kontraksi.

Kontraksi Braxton Hicks

Kontraksi yang satu ini memiliki sebuah gejala yang mirip dengan kontraksi persalinan, Bun. Bahkan tak jarang disebut kontraksi palsu karena bertujuan untuk menyiapkan mulut rahim untuk membesar dan meningkatkan aliran darah dalam plasenta, Bun.

Bun, biasanya kontraksi ini akan terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Ada ciri-cirinya lho Bun, antara lain kontraksi yang tak teratur, bahkan sensasinya lebih ke arah tak nyaman, bukan yang menyakitkan. Umumnya kontraksi ini terjadi di sekitar pangkal paha atau di depan tubuh ibu hamil dan bisa diatasi dengan berjalan atau berbaring.

Kontraksi Persalinan Prodromal

Persalinan yang satu ini mengacu pada kontraksi kelahiran yang dialami beberapa minggu sampai beberapa jam sebelum melahirkan. Munculnya pun relatif teratur bahkan durasinya lebih lama dari kontraksi braxton-hicks. Tapi sekali lagi, kontraksi ini bukan pertanda kelahiran.

Menurut dokter, persalinan prodromal bisa membantu bayi berpidah dari posisi yang salah ke posisi yang benar, Bun. Ciri-cirinya antara lain seperti tidak ada perubahan serviks setelah 24-36 jam, berbaring tidak membantu kontraksi tersebut hilang, dan cenderung lebih kuat dan tidak sering terjadi.

Kontraksi Persalinan Prematur

Mengutip Kumparan.com, nama lain persalinan ini yaitu early labor, dimana ibu hamil berada di tahap mengalami kontraksi saat usia kandungan di bawah 37 minggu. Nah biasanya, kondisi serviks Bunda akan melebar sampai 6 sentimeter. Kontraksi ini biasanya terjadi karena kondisi kehamilan yang tidak normal, misalnya ibu mengalami suatu penyakit atau kelainan bentuk rahim, bahkan stress bisa jadi pemicunya nih Bun.

Bila Bunda mengalami ciri-ciri seperti merasakan sakit pada punggung, kesulitan bernapas saat kontraksi muncul, ada tekanan pada panggul, rasa sakit yang menjalar dari belakang hingga ke bagian depan, dan mengalami kram yang kuat, berarti Bunda wajib mengunjungi rumah sakit dan menghubungi bidan atau dokter.

Kontraksi Persalinan Aktif

Nah, bila kandungan memasuki usia 42 minggu, ibu hamil umumnya mulai mengalami kontraksi yang satu ini. Bunda perlu tahu, pada tahapan ini, serviks akan melebar bahkan mencapai 6 sentimeter yang artinya Bunda sudah siap melahirkan.

Gejala yang dialami adalah kontraksi terjadi setiap 5 menit sekali atau lebih sering, kontraksi berlangsung 60 detik atau lebih, rahim mulai tidak rileks, ada rasa sakit dan tekanan yang signifikan di punggung saat kepala bayi bergerak menuju jalan lahir. Selain itu, pada saat ini mungkin Anda akan merasa seolah-olah akan buang air besar dan merasa akan mendorong sesuatu keluar.

Tips untuk Bunda, cobalah catat beberapa kali kontraksi kelahiran terjadi dalam kurun waktu satu jam. Termasuk durasi dan intensitasnya. Kemudian cobalah untuk berbaring selama beberapa menit, apakah kontraksi membaik atau justru semakin sering. Selain soal durasi dan intensitas kontraksi, penting diingat bila air ketuban pecah disertai cairan berwarna hijau atau coklat, maka sudah saatnya Bunda ke rumah sakit.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Mom Life

Waktu Tepat Melakukan Latihan Kontak Menyusui yang Bunda Perlu Tahu

adult-art-baby-235243 (6)

Setiap ibu yang baru saja melahirkan tentu mendambakan proses menyusui bisa berjalan dengan lancar supaya si kecil mendapatkan nutrisi yang cukup dan terbaik untuk tumbuh kembangnya. Menariknya, memikirkan urusan mengASIhi ternyata tidak dimulai ketika si kecil sudah lahir, melainkan dari jauh-jauh hari saat Bunda tengah mengandung atau yang disebut dengan proses kontak menyusui atau perlekatan.

Konselor laktasi yakni dr Ameetha Drupadi mengatakan, Bunda juga disarankan untuk sering-sering melakukan konseling. Lebih jauh lagi, Ameetha mengatakan, perlekatan adalah hal terpenting dalam menyusui agar bayi nyaman dan Bunda tidak merasakan sakit pada puting.

Nah, berikut ini ada tujuh opsi waktu yang disarankan agar Bunda dapat belajar perlekatan dengan benar dan proses menyusui dengan tepat Bun.

Saat Usia Kehamilan Menginjak 28 Minggu

Kontak pertama kali dilakukan saat trimester yang akan membahas hal dasar tentang menyusui seperti anatomi payudara, proses produksi ASI, dan cara menyusui. Sebagai calon ibu, mungkin ada kalanya Bunda masih bingung memilih ASI atau susu formula. Nah, inilah waktunya bertanya pada konselor laktasi, Bun.

Kelak Bunda juga akan dijelaskan seputar Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan mulai dikenalkan teori posisi dan perlekatan menyusui bayi. Cara merawat payudara saat hamil juga bisa Bunda ketahui dalam tahap ini, lho.

Di Usia Kehamilan Menginjak 36 Minggu

Bun, mendekati masa persalinan, Bunda pun harus tetap melakoni konseling. Biasanya, bahasan yang ditekankan pada tahap ini adalah soal IMD. Tak hanya berkonsultasi pada konselor laktasi, Bunda pun diarahkan untuk bertanya pada obgyn tentang apa yang perlu disiapkan guna kelancaran IMD. Pertemuan kedua ini diajarkan proses produksi ASI di tiga hari pertama pasca persalinan dan ada praktek menyusui menggunakan boneka.

Lakukan IMD ya Bun

Setelah bayi baru lahir sehat dan tidak membutuhkan penanganan khusus, Bunda bisa langsung melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Caranya, bayi diletakan di atas dada atau perut Bunda dalam posisi tengkurap minimal selama 1 jam untuk menemukan puting Bunda. Skin to skin contact ini sangat baik lho Bun untuk menciptakan bonding antara ibu dan bayi dan yang terpenting akan menstimulasi keluarnya kolostrum.

Pastikan Bunda Melakukan Masa Perawatan 1-2 Hari Pasca Melahirkan

Saat dalam perawatan rumah sakit atau tempat bersalin, keberadaan konselor laktasi sangat diperlukan guna membimbing Bunda caranya memposisikan si kecil agar terjadi perlekatan yang benar saat ia sedang menyusu. Bunda juga akan diberi tahu mengenai perkembangan BB bayi ASI eksklusif, banyaknya produksi ASI yang bergantung dari frekuensi bayi menyusu, bonding dan kapasitas lambung bayi serta pentingnya mengASIhi.

Kemudian setelah Bunda dan si kecil keluar dari rumah sakit, pada hari yang ke-7 perkembangan bayi akan dicek lagi Bun. Bunda juga akan kembali konselor laktasi untuk mengkroscek cara menyusui selama sepekan. Bunda masih terus diajarkan cara menyusui yang benar agar bayi mendapatkan ASI dengan tepat.

Khusus untuk Working Mom, Dua Minggu Sebelum Kembali Bekerja, Penting Sekali Mengetahui Tahap Perlekatan Khusus

Di tahap ini, Bunda akan diajarkan cara pumping atau memerah ASI yang benar. Manajemen dan penyimpanan serta pemberian ASI perah juga dibahas tuntas di kontak ke 7 ini. Mama juga disarankan “menabung” ASI perah tidak kurang dan tidak lebih dari 1 bulan sebelum masuk kerja. Kuncinya, persiapkan diri dan jangan lupa mengikuti konseling ASI ya Bun, agar proses mengASIhi Bunda berjalan lancar dan si Kecil mendapatkan ASI yang cukup untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Ada Sistem Tubuh yang Akan Berubah Saat Bunda Hamil

ciri ciri hamil muda

Saat hamil, Bunda tentu merasakan perubahan di beberapa bagian tubuh. Selain perut, beberapa bagian tubuh pun ikut membesar seiring bertambahnya usia kehamilan. Misalnya saja kaki serta payudara yang ikut membesar guna mempersiapkan momen Bunda menyusui si kecil.

Yap, Saat kehamilan terjadi, ternyata tak hanya perubahan fisik lho Bun. Bahkan sistem tubuh pun ternyata juga berubah. Sistem tubuh ibu berubah karena sedang menyiapkan tempat terbaik untuk bayi di dalam kandungan dan setelah melahirkan nanti. Mengutip Made for Mums, berikut penjelasnnya:

Ibu Hamil Bernapas Lebih Cepat dan Lebih Dalam

Bertambahnya ukuran rahim dapat menyebabkan tertekannya diafragma yang dapat mengganggu pernapasan, Bun. Belum lagi peningkatan hormon progesteron selama kehamilan juga dapat menstimulasi pusat pernapasan di otak. Hal ini membuat ibu hamil bernapas lebih cepat dan lebih dalam.

Wanita yang Sedang Hamil Menghasilkan Lebih Banyak Darah

Bunda perlu tahu, saat hamil, total volume darah di tubuh Bunda akan meningkat hingga 50 persen. Selain itu, jumlah darah yang dipompa keluar dari jantung juga meningkat sebanyak 40 persen. Produksi sel darah merah pun meningkat 20 persen. Sel ini diperlukan guna membawa lebih bayak oksigen ke seluruh tubuh. Hal itu berguna untuk mencegah sesak napas yang mungkin saja dialami ibu hamil akibat perut yang kian membesar.

Penting diingat, guna melancarkan peredaran darah di dalam tubuh, Bunda dapat melakukan berbagai aktivitas ringan seperti berjalan atau berenang, Bun. Olahraga ringan saat hamil pun juga dapat membantu kesehatan jantung.

Proses Pencernaan pun Akan Lebih Lambat

Keberadaan hormon progesteron akhirnya membuat sistem pencernaan Bunda bekerja lebih lambat. Selain itu, bayi di dalam kandungan juga ikut mengkonsumsi nutrisi yang ibu makan. Proses pencernaan yang melambat inilah yang membuat ibu hamil berisiko terkena sembelit.

Untuk itu, selama masa kehamilan, Bunda disarankan untuk mengonsumsi makanan berserat guna melancarkan sistem pencernaan saat hamil. Selain itu, makan makanan sehat juga penting untuk tumbuh kembang janin, karena selama hamil bayi mengambil semua nutrisi yang dibutuhkannya dari makanan ibu.

Indra penciuman Akan Lebih Peka Saat Bunda Hamil

Saat hamil, Bunda mungkin merasa lebih peka satat mencium suatu bau atau aroma. Ya, menurut sebuah penelitian, 2 dari 3 ibu hamil melaporkan kemampuan indra penciumannya meningkat. Hal tersebut disebabkan karena hormon estrogen yang diproduksi saat hamil. Meningkatnya aliran darah saat hamil juga membuat informasi sensorik ke otak lebih cepat, sehingga membuat indra penciuman lebih peka.

Struktur otak ibu hamil berubah

Dalam studi yang dipublikasikan di Jurnal Nature Neuroscience kehamilan bisa mengurangi materi abu-abu (grey matter) pada area otak tertentu yang berhubungan dengan kemampuan seorang wanita menempatkan kepentingan orang lain di atas dirinya. Perubahan otak ini membuat seorang ibu menjadikan anaknya sebagai prioritas dan membantunya membangun ikatan yang kuat dengan anaknya.

Menurut Elseline Hoekzema, peneliti dari Unversitas Leiden, penurunan materi abu-abu pada otak bukanlah hal buruk, tapi merupakan sebuah proses yang bermanfaat baik saat ibu masih hamil hingga kelak membesarkan anak, Elseline juga menjelaskan bahwa kehamilan membantu otak ibu untuk memahami kebutuhan hingga mengenali ancaman sosial yang bisa mempengaruhi bayinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top