Mom Life

Cara Merapatkan Miss V Pasca Bersalin

merapatkan miss V

Setelah melahirkan, Bunda akan mengalami berbagai perubahan fisik dan mungkin butuh waktu untuk mengembalikan bentuk tubuh Bunda. Dari sederet perubahan, yang paling membuat wanita khawatir adalah elastisitas vagina, Bun.

Bahkan tips atau cara merapatkan vagina adalah salah satu hal yang paling dicari setelah melahirkan. Kondisi vagina yang tak lagi kencang, rapat, dan elastis kemudian membuat perempuan jadi tak percaya diri saat mulai berhubungan seksual lagi, khawatir tak bisa lagi memuaskan suami seperti saat sebelum melahirkan atau memiliki anak.

Tenang, Bunda sejatinya tak perlu panik. Sebab sejatinya hal tersebut adalah sesuatu yang normal. Jika Bunda ingin merapatkan kembali, memang ada beberapa tips yang dapat Bunda lakukan, tapi ingat, kondisi vagina tak akan serapat dulu tapi setidaknya membaik dibanding baru-baru melahirkan. Nah berikut ini tips-tipsnya, Bun.

Baca juga: Cara agar suami minta terus

Berlatihlah Senam Kegel

Gerakan yang diajarkan dalam senam kegel memang dipercaya merapatkan vagina, Bun. Bahkan dengan rutin melakukan senam ini, otot-otot panggul jadi lebih kuat. Menariknya, Bunda tak perlu repot untuk latihan, sebab senam kegel bisa dilakukan di rumah sehingga memudahkan para ibu rumah tangga yang ingin merapatkan vaginanya rapat kembali.

Pakai Alat Kerucut Vagina

Alat kerucut yang satu ini punya beragam jenis dan ukuran, dilengkapi dengan tekstur gel silikon sehingga menyerupai segitiga kerucut, Bun. Cara berlatih dengan alat ini, Anda harus memasukan kerucut tersebut ke dalam vagina. Setelah itu, remas bawah panggul Anda, dan tahan otot-otot vagina seperti Anda ketika ingin orgasme, lalu tahan sekitar beberapa saat. Lakukan gerakan ini dalam jangka waktu selama 15 menit selama 2 hari sekali. Anda juga dapat membeli kerucut vagina tersebut pada toko yang menjual alat seks atau memesannya secara online.

Diet Makanan Sehat dan Rajin-rajinlah Olahraga ya Bun

Wanita memerlukan zat fitoestrogen, yakni zat pembentuk hormon seks guna membantu merapatkan vagina kembali. Sayangnya, bila Bunda kurang memantau asupan makanan alias mengonsumsi makanan yang tak cukup sehat, maka tubuh akan sukar memproduksi zat tersebut.

Karenanya, pasca melahirkan, tetap konsumsi makanan sehat dan bergizi ya Bun. Serta rajin-rajinlah berolahraga dan memilih gerakan yang berfokus pada perbaikan otot tubuh bagian bawah. Hal ini akan membantu merapatkan vagina secara alami. Dengan begitu, elastisitas vagina akan terjaga dan Anda akan mengembalikan kekencangan vagina Bunda yang kendur setelah melahirkan.

Cobalah Berlatih Squats

Salah satu olahraga yang perlu Bunda lakukan adalah berlatih squats. Gerakan pada squats membantu Bunda memperoleh kembali elastisitas yang hilang pada bagian vagina. Caranya mudah, dengan berdiri dan posisikan kaki Bunda sedikit keluar sejajar dari pinggul Bunda.

Posisi tangan bebas, bisa sambil menggenggam kedua tangan atau tempatkan di pinggang. Lalu gerakkan bokong dan panggul, seolah-olah Bunda sedang ingin duduk, tapi tahan jangan sampai menyentuh lantai. Setelah sampai setengah tubuh, tarik badan Bunda ke atas lagi, dan lakukan posisi ingin duduk tadi berulang kali.

Sayangnya, masih banyak orang yang punya anggapan salah tentang squats dengan alasan olahraga yang satu ini dapat membuat lutut cedera. Sebetulnya itu salah, dengan latihan squats malah akan meningkatkan kekuatan lutut dan yang paling penting adalah otot-otot vagina Anda kembali kencang dan rapat.

Berlatih Yoga Juga Menolong Loh Bun

Jika Bunda berlatih yoga secara teratur, ternyata aktivitas ini memiliki manfaat yang baik untuk tubuh bahkan membantumerapatkan vagina secara tidak langsung. Hampir semua gerakan yoga akan menargetkan otot-otot dasar panggul Bunda menjadi lebih kencang.

Baca juga: Cara Tepat Membuat Anak untuk Para Pasutri Muda

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Kenali Beberapa Jenis Makanan yang Dibutuhkan Ibu Menyusui

ASI menjadi kebutuhan utama bayi yang baru lahir sampai umur 2 tahun. Penting sekali bagi ibu untuk memberikan ASI hingga umur ideal sang anak. Namun, terkadang ada yang kesusahan dalam memproduksi air susu ibu ini sehingga penting untuk mengetahui makanan yang dibutuhkan ibu menyusui.

Apa Saja Manfaat ASI?

Sebelum mengetahui apa saja makanan yang bagus untuk ibu menyusui, ada baiknya pahami terlebih dahulu manfaat memberikan ASI secara eksklusif. Pemberian ASI eksklusif ini sangat bagus untuk usia maksimal 6 bulan, setelahnya baru bisa diberi MPASI (Makanan Pendamping ASI).

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak

ASI mengandung zat antibodi yang sangat bagus untuk membentuk kekebalan tubuh agar bisa membantu untuk melawan virus dan bakteri. Sehingga ketika bayi diberi ASI secara eksklusif biasanya cenderung lebih kecil resikonya untuk terserang penyakit seperti alergi, diare, infeksi, asma, dan lainnya.

Anak juga memiliki resiko lebih kecil untuk terkena beberapa penyakit lain seperti konstipasi, meningitis, dan sindrom kematian bayi mendadak. Selain itu, bayi yang diberi ASI secara eksklusif hingga usia ideal juga lebih rendah resikonya untuk terserang diabetes 2 dan obesitas di kemudian hari.

Meningkatkan Kecerdasan Anak

Setiap orang tua tentu ingin agar anaknya tumbuh cerdas dan memiliki IQ tinggi sehingga mereka mencoba berbagai cara untuk memberikan yang terbaik. Mulai dari mencukupi kebutuhan nutrisi harian hingga merencanakan pendidikan sang anak. Air susu ibu memiliki kandungan asam lemak.

Asam lemak tersebut sangat bagus untuk membantu meningkatkan kecerdasan otak bayi. Hubungan emosional antara anak dan ibu yang selama ini terjalin selama proses menyusui juga dapat memberikan kontribusi yang positif dalam kaitannya dengan kecerdasan sang anak.

Menurunkan Resiko Terkena Kanker

Menyusui juga tidak hanya bermanfaat untuk sang anak saja, namun juga untuk ibunya. Meskipun belum diketahui dengan pasti alasan mengapa menyusui bisa menurunkan resiko terkena kanker ovarium dan payudara, namun sudah ada penelitian yang mengkonfirmasi hal tersebut.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa semakin lama seorang ibu menyusui anaknya, maka ia akan semakin terlindungi dari penyakit kanker. Kemungkinan hal ini bisa terjadi karena saat menyusui biasanya kada produksi hormon estrogen bisa ditekan sehingga resiko terkena kanker pun lebih kecil.

Memperkuat Bonding Ibu dan Anak

Salah satu cara untuk memperkuat hubungan antara ibu dan anak adalah ketika menyusui. Saat menyusui, ibu dan anak akan saling bertatapan sehingga momen tersebut dapat memperkuat ikatan bonding dengan sang anak. Tak heran jika banyak ibu yang berat ketika menyapih anaknya.

Bukan apa-apa, karena momen ketika posisi mata sang ibu dengan anak dekat dan saling bertatapan tentu tidak bisa terulang lagi. Ibu akan merasa sedih sekaligus terharu ketika momen menyapih itu tiba. Sehingga manfaatkan momen dan perkuat bonding saat anak masih menyusui.

Mengurangi Resiko SIDS (Sindrom Kematian Bayi Mendadak)

Sebagai orang tua tentu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya hingga mereka tumbuh dewasa kelak. ASI eksklusif adalah salah satu hal terbaik yang bisa diberikan oleh ibu untuk anaknya karena banyak manfaat bagi sang anak, termasuk mengurangi resiko SIDS.

Apa itu SIDS? Sindrom kematian bayi mendadak ini bisa terjadi pada siapa saja dan seringkali ditemukan saat si kecil dalam keadaan tidur. Sudah ada penelitian yang mengungkapkan bahwa resiko terjadinya SIDS tersebut bisa dikurangi dan baru akan terlihat ketika ASI diberikan minimal 2 bulan.

Mendapat Limpahan Kolesterol yang Dibutuhkan Bayi

Bagi orang dewasa, kandungan kolesterol yang tinggi pada tubuh tentu sebisa mungkin harus dihindari karena merupakan asupan yang tidak baik dan dapat meningkatkan resiko terkena penyakit. Namun, berbeda halnya pada bayi dan kolesterol justru berlaku sebaliknya.

Kolesterol merupakan salah satu kandungan zat yang justru dibutuhkan bayi. Karena zat tersebut dapat membantu untuk menunjang tumbuh kembang sang anak. Beruntungnya tidak perlu susah-susah untuk mencari zat ini karena kolesterol banyak ditemukan pada air susu ibu.

Membuat Tulang Bayi Menjadi Lebih Kuat

ASI sangatlah penting bagi sang anak dan secara alamiah akan keluar dengan sendirinya ketika bayi lahir. Sehingga setelah melahirkan biasanya anak akan didekatkan kepada sang ibu untuk proses inisiasi menyusui dini. Pemberian air susu ibu terbukti bagus untuk kesehatan tulang bayi.

Tulang belakang dan tulang leher bayi biasanya akan lebih kuat pada bayi yang diberi air susu ibu secara eksklusif selama tiga bulan atau lebih. Terlebih lagi jika dibandingkan dengan tidak diberi ASI atau asupannya kurang. Sehingga penting sekali untuk memberikan ASI eksklusif pada sang anak.

Berat Badan Anak Ideal

Fenomena obesitas atau berat badan berlebih bisa meningkat resikonya pada bayi yang tidak diberi ASI. Si kecil biasanya akan lebih mungkin tumbuh dengan bobot tubuh yang normal jika ibunya memberikan air susu eksklusif karena lebih sedikit merangsang produksi insulin dibandingkan susu formula.

Hormon insulin tersebut dapat memicu terbentuknya lemak pada tubuh. Sehingga dengan diberikannya ASI kepada sang anak maka mereka akan memiliki kadar leptin yang tinggi. Hormon leptin memiliki peran penting untuk menimbulkan rasa kenyang dan membantu metabolisme lemak.

Daftar Makanan yang Dibutuhkan Ibu Menyusui

Mengingat menyusui merupakan tahapan penting demi terpenuhinya nutrisi bayi setelah lahir, maka penting sekali bagi ibu untuk menjaga asupan nutrisi dari makanan yang dimakannya. 

Memang tidak makanan khusus bagi ibu menyusui, namun ada jenis makanan yang dianjurkan agar dikonsumsi, yaitu:

Daun Katuk

Daun katuk memang dikenal memiliki banyak manfaat dan sangat disarankan bagi ibu menyusui. Berdasarkan Journal of Suropus Androgynus Leaf, ekstrak daun katuk dapat membantu meningkatkan kuantitas produksi air susu ibu bahkan hingga mencapai 50,7%.

Daun katuk juga sangat bagus untuk memberikan nutrisi pada sang ibu karena dapat mencukupi kebutuhan mineral. Sehingga daya tahan tubuh ibu yang menyusui pun dapat meningkat karena mengkonsumsi daun katuk ini. Anda bisa mengkonsumsinya dengan mengolah dalam berbagai bentuk makanan.

Oatmeal

Oatmeal atau makanan gandum juga sangat bagus untuk ibu menyusui dan sering disarankan oleh ahli gizi. Kandungan yang terdapat pada oatmel dapa membantu meningkatkan produksi ASI. Sehingga kebutuhan air susu ibu untuk sang anak tidak akan kekurangan lagi dan terus meningkat.

Selain itu, oatmeal juga dapat bermanfaat sebagai pengendali kadar gula darah setelah melahirkan. Oatmeal juga sangat bagus untuk membantu metabolime sistem pencernaan tubuh karena memiliki kandungan serat yang tinggi. Anda bisa mengkonsumsi oatmeal saja atau mengkombinasikan dengan bahan lain.

Ikan Gabus

Ikan gabus dipercaya sangat bagus untuk ibu menyusui karena memiliki kandungan zat yang dapat membantu meningkatkan oksitosin dan hormon prolaktin. Hormon tersebut sangat penting peranannya dalam proses menyusui karena dapat meningkatkan produksi ASI.

Sehingga ibu yang ASI-nya susah keluar bisa mencoba untuk mengkonsumsi ikan gabus ini. Terlebih lagi hormon oksitosin juga sangat bagus untuk membantu ibu agar terus bahagia selama menyusui. Karena tak bisa dipungkiri ibu juga bisa stress dan sangat tidak bagus karena dapat menghambat ASI.

Daun Kelor

Sudah banyak orang-orang yang merekomendasikan daun kelor sebagai tanaman yang sangat bagus untuk dikonsumsi ibu menyusui. Hal ini dikarenakan daun kelor memiliki kandungan galactogogue yang dapat membantu untuk meningkatkan produksi ASI.

Sudah ada penelitian yang menyebutkan bahwa untuk meningkatkan produksi ASI, maka bisa dengan mengkonsumsi daun kelor. Anda bisa mengolah tanaman ini dengan memasaknya sebagai sayur bening dan menjadikannya sebagai lauk saat makan dengan nasi.

Telur

Mencari makanan yang bagus untuk menyusui sebenarnya sangat mudah dan bisa ditemukan di sekitar Anda, salah satunya adalah telur. Kandungan protein yang tinggi dan vitamin B12 sangat bagus untuk menutrisi tubuh. Gizi yang terdapat di dalamnya tidak hanya bermanfaat untuk ibu namun juga bagi anak.

Beberapa penelitianmengungkapkan bahwa vitamin B12 sangat bagus untuk meningkatkan energi dan suasana hati. Apalagi ketika menyusui, hati yang bahagia sangat dibutuhkan oleh ibu agar bisa maksimal dan tidak stress sehingga ASI bisa keluar dengan lancar.

Kunyit

Kunyit memang dikenal sebagai rimpang yang memiliki banyak manfaat dan dipercaya sangat bagus untuk meningkatkan supali ASI. Kunyit jgua mengandung anti-inflamasi yang dapat mencegah mastitis di mana kasus tersebut sering dialami oleh ibu yang tengah menyusui.

Selain itu, dengan mengkonsumsi kunyit maka masalah pembengkakan payudara juga dapat teratasi. Kesehatan ibu menyusui juga sangat penting untuk diperhatikan karena nantinya bisa berpengaruh pada kesehatan sang anak.

Daging Sapi

Kandungan zat besi pada daging sapi sangatlah tinggi sehingga makanan ini sangat disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Hal ini dikarenakan kandungan zat besi dibutuhkan oleh ibu sebagai pengganti energi yang hilang dan tertransfer saat menyusui anak.

Ibu menyusui haruslah tetap kuat dan berenergi karena nanti akan berpengaruh pada kualitas ASI yang diberikan kepada sang anak. Selain kualitas yang terjaga, kuantitasnya pun juga dapat dijaga dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Produksi ASI pun semakin meningkat.

Pisang

Buah pisang yang memiliki cita rasa manis ini selain enak juga sangat bermanfaat bagi ibu menyusui. Pisang mengandung kalium yang sangat bagus untuk menjaga kadar carian dan elektrolit dalam tubuh ibu yang sedang menyusui anaknya.

Bagaimanapun juga kondisi tubuh sang ibu harus tetap selalu dijaga dengan baik agar bisa memberikan ASI dengan maksimal. Jika kondisi tubuh ibu yang menyusui saja tidak sehat maka hal tersebut dapat berpengaruh pada kualitas air susu yang diberikan.

Semangka

Buah semangka sering menjadi hidangan penutup setelah makanan inti karena rasanya yang segar dan lezat. Semangkan juga dipercaya dapat membantu menjaga tubuh ibu agar tetap terhidrasi karena buah ini kaya akan kandungan serat, air, dan fruktosa.

Kondisi tubuh ibu yang terjaga dengan baik akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. Sehingga suplai air susu ibu pun dapat meningkat dan anak tidak akan kekurangan gizi.

Dari berbagai macam makanan yang dibutuhkan ibu menyusui di atas, Anda bisa mengkonsumsinya setiap hari dengan menu yang berbeda-beda. Makanan tersebut bisa diolah menjadi berbagai jenis olahan yang disukai. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Mahalnya Biaya Persalinan yang Perlu Bunda Ketahui untuk Berjaga-jaga

Mahalnya biaya persalinan seringkali menjadi momok yang menakuti ibu hamil. Bunda pasti terbayang-bayang biaya yang mahal hingga bingung bagaimana harus mempersiapkannya. Terlebih lagi jika suaminya hanya memiliki biaya yang pas-pasan. Biar punya persiapan yang matang, kita perlu loh mencari tahu berapa kisaran nominal yang sekiranya akan dibutuhkan. 

Nah, kali ini sayangianak.com sudah merangkum apa-apa saja kebutuhan bumil untuk persalinan beserta nominalnya. 

Ini Kisaran Biaya Persalinan yang Pada Umumnya

Biaya persalinan memang bervariatif tergantung dari kondisi ibu dan anak. Biaya akan semakin mahal jika Bunda akan menjalani prosedur sesar dibandingkan dengan melahirkan secara normal. Belum lagi jika ada kondisi tertentu yang menyebabkan si kecil harus dirawat secara intensif. 

Selain ditentukan dari kondisi ibu dan anak, biaya persalinan juga berbeda-beda tergantung dari fasilitas dan nama besar rumah sakit tersebut. Biaya akan semakin murah jika melahirkan di desa melalui bidan, puskesmas, atau rumah sakit di daerah tersebut. Biaya bersalin di kota cenderung lebih mahal. 

Untuk biaya persalinan normal di Indonesia sendiri berkisar antara Rp2.000.000,00 hingga Rp15.000.000,00. Sementara itu, untuk persalinan cesar perkiraan biayanya adalah sekitar Rp11.000.000,00 hingga Rp50.000.000,00 tergantung dari kelas ruang perawatan dan rumah sakitnya.

Cara Menghitung Biaya Persalinan Sesar 

Persalinan secara sesar memang cenderung lebih mahal karena ada tindakan operasi yang harus dilakukan. Sementara itu, lahiran secara normal memang lebih murah dan pemulihannya juga lebih cepat. Namun, tidak semua beruntung bisa lahiran normal. Pada beberapa kondisi tertentu, ada Ibu yang memang terpaksa harus melahirkan secara sesar. Berikut ini cara menghitung biaya persalinanya :

  1. Biaya Kontrol Ibu Hamil

Biaya pertama yang harus disiapkan sebelum melahirkan adalah kontrol ibu hamil. Pengecekan rutin setiap bulan sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi bayi saat usia di bawah 7 bulan. Biaya yang dikeluarkan juga bervariasi tergantung jenis pengecekan yang diambil dan fasilitas dari rumah sakit tersebut. 

Biaya sekali kontrol rata-rata menghabiskan Rp200.000,00. Sehingga jika ditotal biaya kontrol di bawah usia 7 bulan adalah Rp1.200.000,00. Kontrol semakin rutin saat kandungan 7 bulan ke atas yakni menjadi 2 x setiap bulan. Sehingga total biaya dari umur 1 bulan hingga 9 bulan adalah Rp2.400.000,00.

  1. Biaya Ultrasonografi (USG) Bayi

USG merupakan cara memeriksa kondisi bayi yang masih di dalam perut ibu. Pemeriksaan ini sangat diperlukan sekaligus untuk mengecek jenis kelamin dan detak jantung bayi. USG sebaiknya dilakukan kurang lebih 3 – 5 kali sebelum melahirkan. Biayanya juga berbeda-beda tergantung jenisnya. 

USG 2D biasanya berkisar Rp400.000,00 – Rp500.000,00. Sedangkan biaya USG 3D dan 4D berkisar Rp700.000,00 – Rp800.000,00. Biaya pemeriksaan ini biasanya lebih murah di bidang dengan taksiran Rp100.000,00 – Rp200.000,00 untuk semua jenis. Untuk lebih pasti, Bunda bisa survey terlebih dahulu terkait biaya USG ke Klinik atau Rumah Sakit tempat USG. 

  1. Biaya Bersalin Cesar

Biaya persalinan untuk cesar memang lebih mahal dibandingkan dengan melahirkan secara normal. Terlebih lagi jika Bunda memilih Rumah Sakit dengan kelas VVIP tentu akan lebih mahal lagi biayanya. Karena biasanya sudah satu paket termasuk biaya fasilitas, operasi, makanan, hingga obat-obatan. 

Jika terpaksa harus cesar, maka setidaknya Bunda harus menyiapkan biaya sebesar 10 – 12 juta untuk kelas kamar 3, 13 – 16 juta untuk kelas kamar 2, dan 17 – 20 juta untuk kelas kamar 1. Kelas kamar VIP lebih mahal lagi dengan kisaran 23 – 25 juta dan SVIP 25 – 30 juta. 

  1. Biaya Pasca Persalinan

Biaya setelah melahirkan juga harus dipikirkan terutama bagi ibu yang cesar. Karena Anda harus kontrol lagi ke dokter untuk lepas jahitan atau perawatan tambahan agar bekas operasi cepat sembuh. Biaya yang diperlukan biasanya berkisar Rp500.000,00 dan itu sudah termasuk vitamin plus obat. 

Biaya sebesar itu merupakan biaya yang berlaku di rumah sakit umum. Sedangkan jika Bunda memilih rumah sakit elit dengan fasilitas yang lebih bagus, tentu saja biayanya akan lebih mahal. Selain itu, biaya pasca persalinan yang diperlukan berkaitan dengan vitamin dan kebutuhan bayi. 

Cara Menyiapkan Mahalnya Biaya Persalinan Normal

Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya sejak dalam kandungan hingga mereka dewasa. Menyiapkan biaya persalinan sangat penting untuk direncanakan jauh-jauh hari agar saat hari tersebut tiba, Bunda lebih siap secara finansial, mental, dan fisik. 

  1. Cari Tahu Biaya Persalinan

Penting sekali untuk mencari tahu terlebih dahulu berapa biaya persalinan baik untuk normal maupun sesar. Jika perlu survey dan cari tahu ke beberapa rumah sakit untuk perbandingan. Banyak ibu menginginkan persalinan normal, namun tidak semua kondisi bisa melahirkan secara normal. 

Sehingga sebagian ibu hamil harus melahirkan dengan metode cesar melalui operasi bedah. Dari segi biaya, lahiran normal tentu lebih murah karena tidak perlu tindakan operasi bedah. Sementara itu, biaya sesar membutuhkan biaya yang jauh lebih mahal karena harus ada operasi, induksi, epidural, dan lainnya. 

  1. Menyusun Rencana Persalinan

Langkah selanjutnya setelah mengetahui perbandingan biaya bersalin antara Rumah Sakit yang satu dengan yang lainnya adalah mulai menyusun rencana persalinan. Bunda bisa membuat rencana mulai dari persalinan normal atau cesar dengan detail. Tentukan akan lahiran di rumah sakit mana. 

Selain itu, Bunda juga harus merencanakan ingin mengambil kelas ruang inap dan fasilitas apa saja selama proses bersalin. Asumsikan biaya dari yang paling murah hingga paling mahal agar jika mengharuskan adanya tindakan darurat, maka sudah ada biaya yang dipersiapkan dengan matang. 

  1. Mengantisipasi Kondisi Darurat

Tidak ada yang pernah tahu kondisi apa saja yang akan dialami oleh seseorang yang akan melahirkan. Sebagai tindakan antisipasi dari awal, maka Bunda bisa menyiapkan dana darurat melalui asuransi kesehatan yang bisa memberikan manfaat untuk biaya persalinan. 

Saat ini juga sudah tersedia BPJS Kesehatan yang bisa kita manfaatkan untuk membantu biaya bersalin baik di bidan atau rumah sakit. Namun, perlu diketahui bahwa layanan yang diberikan adalah tingkat dasar sehingga jika membutuhkan tindakan lebih lanjut maka harus menyiapkan dana darurat lebih. 

  1. Mengecek Tunjangan Kelahiran Anak

Beberapa perusahaan ada yang memberikan tunjangan kepada karyawannya untuk istri yang melahirkan. Tentu ini akan sangat membantu karena setidaknya Bunda memiliki back up meskipun nominal yang diberikan oleh perusahaan ada batasannya. Jangan lupa untuk menanyakan ke pihak kantor. 

Tujuannya untuk memastikan bentuk coverage atau pertanggungan biaya yang diberikan apakah sifatnya penuh atau terbatas. Jika tidak mendapatkan tunjangan dari perusahaan, maka coba dengan mengecek di BPJS Kesehatan atau asuransi lainnya yang Bunda ikuti dan rutin membayar premi bulanan.

  1. Segera Kumpulkan Dana

Orangtua yang sigap tentu harus mulai memperhitungkan dana mulai dari sejak sang ibu hamil. Mengingat kebutuhan untuk pemeriksaan ibu hamil dan persalinan cukup mahal. Maka Bunda harus pintar-pintar mengumpulkan dana dengan cara menabung dan perkirakan berapa target tabungan per bulan. 

Dana ini bisa didapatkan melalui sisa dari gaji setelah dikurangi kebutuhan sehari-hari dan tanggungan lainnya. Bisa juga dengan mencari dana tambahan melalui pekerjaan part time demi bisa mendapatkan uang untuk persiapan bersalin. Tentukan target agar lebih semangat mengumpulkan dana persalinan. 

Persiapan Persalinan yang Perlu Bunda Lakukan

Menjelang hari H persalinan menjadi masa yang sangat menegangkan bagi ibu hamil. Di satu sisi mereka tidak sabar ingin segera bertemu dengan buah hati. Namun, di satu sisi ada perasaan cemas dan khawatir bagaimana proses bersalin nantinya akan berjalan. 

  1. Bunda Boleh Mulai Mempelajari Teknik Melahirkan

Setiap ibu tentu menginginkan agar bisa melahirkan secara normal sehingga penting sekali untuk mencari tahu teknik dan ilmu bagaimana cara bersalin normal. Mulai dari persiapan fisik, mental, cara mengejan, dan lain sebagainya. Termasuk mencari tahu tentang tanda-tanda dan fase melahirkan. 

Namun, jika harus melahirkan secara sesar maka Bunda juga harus mencari tahu tindakan apa saja yang dilakukan saat operasi bedah. Tujuannya agar mental dan psikis lebih siap menghadapi segala jenis persalinan nantinya. Sehingga sang ibu pun bisa lebih rileks dan tenang saat melahirkan. 

  1. Menyiapkan Semua Perlengkapan Termaksud Kebutuhan Ibu Hamil

Ketika hari H melahirkan sudah mulai dekat, jangan lupa untuk segera packing kebutuhan yang diperlukan saat bersalin. Mulai dari baju ibu hamil untuk ganti minimal 3 hari, sarung atau kain jarit, celana dalam dan bra, sandal dan kaus kaki, peralatan mandi, dan lain sebagainya. 

Perlengkapan tersebut setidaknya harus cukup untuk tiga hari ke depan sebagai cadangan. Jika bisa pulang lebih cepat maka jangan lupa untuk bersyukur. Biasanya untuk persalinan secara sesar akan memakan waktu yang lebih lama di rumah sakit jika dibandingkan dengan persalinan normal. 

  1. Menyiapkan Perlengkapan yang Akan Dibutuhkan Bayi

Selain perlengkapan untuk ibu yang akan melahirkan, perlengkapan bayi juga sangat penting untuk dipersiapkan. Masukkan perlengkapan bayi yang akan dibawa ke dalam tas yang berbeda dari perlengkapan ibu. Siapkan baju-baju bayi minimal untuk 3 hari ke depan dan popok sebanyak-banyaknya. 

Jangan lupa untuk membawa topi atau penutup kepala, penutup kaki, dan penutup tangan untuk menghangatkan si kecil. Bedong dan selimut juga diperlukan untuk membungkus bayi agar mereka tetap merasa nyaman layaknya di dalam perut ibu. Perlengkapan mandi dan tissue juga jangan ketinggalan juga ya Bun.  

  1. Siapkan Dana Sesuai Perkiraan yang Sudah Dibuat

Dana menjadi persoalan utama yang harus ada sebelum Bunda melahirkan. Pilihlah Rumah Sakit dan kelas perawatan yang sesuai budget agar biaya tidak membengkak. Sebaiknya lakukan survey terlebih dahulu ke beberapa rumah sakit atau bidan untuk mencari perbandingan biaya persalinan. 

Dana untuk persalinan sebaiknya sudah disiapkan jauh-jauh hari untuk mengantisipasi kondisi tidak terduga seperti cesar atau perawatan yang lebih lama di rumah sakit. Jika sudah memiliki asuransi kesehatan maka manfaatkan dan jangan lupa membawa kartu identitas serta dokumen lain.

  1. Bunda Juga Perlu untuk Mempersiapkan Mental

Persiapan mental adalah hal yang tidak kalah penting lainnya. Memang rasa deg-degan, khawatir, takut, dan cemas menjelang melahirkan itu pasti ada. Namun, Bunda tidak perlu terlalu berlebihan dan tetap tenang sambil terus berdoa meminta agar proses persalinan dilancarkan. 

Bunda harus yakin bahwa ibu dan anak akan selamat. Jauhkan dari pikiran yang buruk karena hal tersebut akan membuat down sehingga situasi saat melahirkan menjadi lebih tegang. Lakukan hal yang membuat rileks seperti mendengar murotal, musik, dan lainnya. Mahalnya biaya persalinan memang tergantung dari masing-masing rumah sakit. Sebaiknya Bunda menyiapkan dana untuk melahirkan jauh-jauh hari agar lebih tenang saat tiba waktunya bersalin nanti.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Lifestyle

Untuk Ibu hamil yang Persalinan Secara Normal, Ini Tips Melahirkan Normal dengan Lancar untuk

Buat ibu hamil yang memilih persalinan secara normal, wajib perhatikan tips melahirkan normal di bawah ini. Sebenarnya semua metode sama-sama memiliki resiko tinggi. Caesar pun punya tingkat kesulitan sama besarnya. Oleh karena itu mempersiapkan diri dengan baik  akan menjadi solusi terbaik.

8 Tips Melahirkan Normal dengan Tenang 

Persalinan secara normal memang akan terasa lebih sakit, namun kebanyakan orang memilih opsi ini karena mungkin dari segi pemulihan terasa lebih cepat. Ada banyak hal yang bisa bunda lakukan sebelum proses persalinan berlangsung. Hal ini semacam persiapan menjelang hari membahagiakan.

1. Sering Baca Artikel dan Bahasan Mengenai Melahirkan 

Tips pertama yang sebenarnya penting tapi sering diabaikan adalah sering-sering membaca artikel atau bahasan tentang melahirkan secara normal. Bersiap menjadi seorang ibu dengan langkah pertama yakni melahirkan buah hati ke dunia dengan selamat, Anda bisa gunakan banyak media di zaman canggih ini.

Sekarang  tidak susah lagi jika ingin tahu tentang sebuah informasi. Begitu juga soal melahirkan secara normal. Banyak sumber seperti internet, artikel, majalah, atau buku khusus yang membahas mengenai persiapan menjelang persalinan secara normal. Pengetahuan ini akan membuat ketakutan mereda.

2. Jaga Pola Makan dengan Baik 

Ketika konsultasi dengan dokter pastinya sudah berkali-kali diberi wejangan untuk menjaga pola makan dengan baik. Banyak protein, jangan malas makan sayuran hijau, juga mulai kurangi konsumsi makanan serta minuman yang dapat berpengaruh pada kesehatan. Misalnya gula, kafein, dan semacamnya.

Makanan yang mengandung nutrisi sangat baik untuk menjaga pertumbuhan bayi dalam kandungan, juga melancarkan kehamilan saat persalinan tiba. Saat si kecil tumbuh dengan baik tentu saja akan mempermudah proses persalinan. Kemungkinan berbagai macam resiko juga menurun drastis.

3. Manfaatkan Adanya Kelas Prenatal 

Persalinan secara normal maupun caesar sama-sama membutuhkan persiapan matang. Jangan habiskan masa kehamilan hanya dengan duduk santai saja, perubahan mood sedrastis apapun usahakan untuk tetap olahraga. Selain jalan kecil kelas prenatal juga akan membantu persalinan berlangsung lancar.

Sekarang ini kelas prenatal memang sudah menjadi standar penting dan wajib bagi para ibu hamil. Banyak anjuran edukasi maupun informasi mengenai kehamilan dan persalinan yang akan didapatkan selama masa kelas berlangsung. Selain itu ada sharing juga dari para ibu hamil lainnya.

4. Selalu Minum Banyak Air Putih

Hal penting lain yang tidak boleh dilupakan oleh ibu hamil adalah selalu rajin minum air putih. Bagaimanapun ini akan membantu mengeluarkan racun dalam tubuh melalui urine. Sehingga nantinya kemungkinan infeksi pada saluran kemih juga minim terjadi. Sehari setidaknya harus 10 gelas.

Selain membantu kelancaran proses hamil dan melahirkan secara normal, minum air putih juga sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Pasalnya kandungan alami di dalamnya dapat memberikan kebugaran serta tenaga agar tidak merasa lemas. Kulit wajah juga terasa lembab dan terus segar walau jam tidur kurang.

5. Belajar Menghadapi Kontraksi 

Mulai trimester kedua belajarlah untuk menghadapi kontraksi. Ada banyak informasi bisa diakses melalui internet agar bunda bisa melahirkan normal tanpa rasa sakit teramat sangat. Salah satu kuncinya adalah dengan mengatur pernapasan agar bisa melalui kontraksi dengan lancar dan cepat.

Agar hal ini bisa terjadi bunda harus mempersiapkannya sedini mungkin. Mulai mengikuti berbagai macam kelas yoga, olahraga rutin setiap pagi hari, juga mengesampingkan rasa takut. Persalinan memang pertaruhan antara hidup mati, namun jika bisa rileks dan tenang tidak terlalu menyiksa.

6. Selalu Tidur yang Cukup 

Selanjutnya jangan lupa ibu hamil harus punya jam tidur yang cukup. Hal ini bertujuan agar badan terasa segar dan membantu janin tumbuh dengan sehat. Memang tidak mudah untuk mendapatkan jam tidur ideal apalagi menjelang trimester ketiga. Rasa gelisah, was-was akan semakin meningkat.

Namun sayangnya jika Anda menginginkan persalinan dengan cara normal maka harus terbiasa dengan jam tidur yang teratur. Hindari begadang yang bisa menyebabkan penurunan stamina baik pada ibu hamil maupun kondisi kesehatan bayi dalam rahim. Lakukan rutin sampai HPL persalinan tiba.

7. Memahami Risiko Persalinan Normal 

Setiap metode persalinan yang diambil memang punya risikonya tersendiri. Begitu juga dengan persalinan normal. Biasanya aka nada komplikasi seperti posisi bayi sungsang atau kepala belum berada di bawah tepat di jalur keluar, tali pusat prolaps atau menumbung, dan masih banyak lagi.

Untuk menghindari berbagai macam risiko tersebut bunda harus selalu melakukan kontrol rutin ke dokter kandungan sebulan sekali. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga apabila terjadi keadaan darurat menyangkut bayi dan bisa ditangani secepat mungkin dengan tindakan medis yang maksimal.

8. Menentukan Lokasi Lahiran 

Setelah selesai dengan persiapan mental, fisik, serta perlengkapan bayi maka tinggal menentukan saja lokasi lahiran bayi. Pilihlah rumah sakit atau sebuah klinik bersalin sesuai dengan keinginan dan kenyamanan ibu hamil. Pastikan tenaga medis mampu memberikan pelayanan maksimal pada pasien.

Carilah informasi di wilayah sekitar jika ingin melakukan persalinan dekat dengan tempat tinggal. Tidak ada salahnya melakukan riset melalui survei, misalnya minta brosur atau nomor Customer Service dari rumah sakit tersebut. Dengan begitu bisa tahu jenis pelayanan serta budgeting harus dipersiapkan. 

Melahirkan secara normal merupakan proses yang panjang dan melelahkan. Butuh stamina dan fisik yang bagus agar nantinya berjalan dengan maksimal. Bantulah dengan memaksimalkan persiapan dari diri sendiri dengan semaksimal mungkin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top