Dapatkan Artikel menarik dan mendalam langsung lewat SAYANGIANAK EXTRA di emailmu...

* indicates required
Mom Life

Cara Mengetes Kehamilan Dengan Bahan-bahan yang Ada di Rumah

abdomen-adult-anticipation-1464822 (1)

Kehamilan menjadi kabar yang paling dinantikan oleh pasangan suami istri baik yang baru menikah ataupun memang sudah lama menantikan keturunan. Tanda-tanda seorang wanita hamil biasanya diawali dengan telat datang bulan.

Namun guna memastikan janin benar-benar tumbuh di rahim, tentu ada cara-cara lain yang perlu Bunda lakukan. Tenang Bun, mengecek kehamilan ternyata tak hanya memakai tespek, ada tujuh bahan mudah yang dapat Bunda manfaatkan di rumah sebagai media test kehamilan sehingga Bunda mengetahui hamil atau tidak.

1. Uji kehamilan dengan Pemutih

Pemutih biasanya mudah dijumpai hampir di setiap rumah. Nah, memanfaatkan pemutih sebagai media uji kehamilan adalah dengan dicampur dengan urine Bunda melalui indikator hCG. Bagaimana caranya? Bunda cukup menyiapkan ½ cangkir pemutih, ½ cangkir sampel urin pagi, dan cangkir plastik. Jika Bunda positif hamil, maka pemutih akan berbusa dan mendesis.

Namun jika hasilnya negative, maka bleach tidak akan bereaksi. Saat melakukan pengujian ini, sebaiknya Bunda juga siapkan penutup mulut atau hidung. Ini karena menghirup uap dari pemutih dan urin cukup berbahaya lho Bun. Selain itu, pakailah sarung tangan, lakukan di tempat terbuka.

2. Manfaatkan Sabun yang Ada di Rumah

Tahukah Bunda, sabun mengandung bahan kimia yang sangat lengkap, dimana bahan ini menjadi lebih reaktif ketika bertemu dengan hCG dalam urin. Menguji kehamilan dengan sabun sejatinya caranya sangat mudah dan hampir sama dengan tes yang lain.

Jadi kumpulkan urin ke dalam wadah plastik yang bersih. Kemudian campurkan dengan sedikit sabun batang yang sudah dilembutkan. Jika tanpa diaduk atau digerakkan, campuran menghasilkan busa, maka Bunda benar-benar hamil. Tapi jika tidak ada reaksi maka Bunda tidak hamil.

3. Gunakan Pasta Gigi di Kamar Mandi

Pasta gigi juga dapat dimanfaatkan sebagai indikator kehamilan yang baik lho Bun. Cukup siapkan pasta gigi berwarna putih serta cangkir plastik. Jika pasta gigi berubah warna menjadi biru muda atau berbusa maka Bunda positif hamil.

Namun jika tidak ada reaksi, maka hasilnya negatif. Untuk melakukan uji kehamilan, Bunda bisa meletakkan sesendok pasta gigi dalam cangkir, lalu tuangkan urin Mama di atas pasta gigi. Tunggu selama 5-10 menit untuk melihat hasilnya.

4. Manfaatkan Cuka Bening yang Biasa Bunda Pakai untuk Masakan

Cuka adalah salah satu bahan guna menguji kehamilan yang paling umum digunakan. Manfaatkan bahan ini untuk mengetes kehamilan adalah dengan melihat perubahan warna yang terjadi pada cuka. Bunda hanya cukup siapkan satu cangkir cuka suling putih, ½ hingga 1 cangkir sampel urin pagi, dan cangkir plastik. Jika terjadi perubahan warna pada cuka maka Bunda positif hamil!

Sebaliknya, jika tak terjadi perubahan warna, maka hasilnya negatif. Untuk melakukan uji kehamilan dengan cuka, Bunda bisa menuangkan cuka ke dalam gelas plastik, setelah itu tuangkan urin ke dalam cuka. Tunggu 3-5 menit untuk melihat perubahan warna pada cuka ya Bun.

5. Atau dengan Baking Soda Saja Bun

Sebagai salah satu bahan untuk membuat kue, tentu baking soda mudah ditemukan. Ternyata bahan ini pun dapat digunakan untuk menguji kehamilan lho Bun, bahkan keakuratannya dapat mencapai 70%. Lalu, apa saja yang harus Bunda siapkan untuk melakukan tes ini? Bunda hanya perlu menyiapkan 2 sendok makan soda kue, 1 sendok makan urine, dan wadah bersih.

Caranya pun sangat mudah. Bunda hanya perlu menuangkan baking soda ke dalam sebuah wadah bersih, setelah itu tuangkan urine ke dalam baking soda dan tunggu beberapa menit. Jika berdesis seperti suara soda maka kemungkinan besar Bunda positif hamil. Namun kalau tidak ada suara desis soda, maka hasilnya negatif.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Kira-kira Usia Kehamilan Berapa Minggu Bisa Terdeteksi Test Pack?

adult-belly-body-54289

Setelah penantian sekian lama, pasutri tentu senang bukan main bila akhirnya istri dikabarkan tengah mengandung. Bagaimanapun, memiliki keturunan tentu menjadi salah satu tujuan dalam proses pernikahan. Saat wanita dinyatakan hamil, akan ada harapan dan cita-cita baru dalam hidupnya.

Di lain sisi, cara mengetahui hamil atau tidaknya Bunda, ada banyak cara yang dapat dilakukan. Salah satunya dengan menggunakan test pack. Alat uji yang satu ini relatif sederhana namun dapat memunculkan hasil yang akurat.

Salah satu hasil yang perlu diperhatikan adalah waktu penggunaan test pack. Alih-alih membawa hasil yang sesuai ekspetasi, biasanya ada tipe test pack yang memberikan hasil ketika memang benar-benar memasuki tahap tertentu dari kehamilan. Nah Bun, berikut ini ada hal-hal yang perlu Bunda perhatikan sebelum menggunakan test pack.

Proses Terjadinya Kehamilan

Bun, proses terjadinya kehamilan sebenarnya dimulai dari awal masa haid atau hari pertama haid. Oleh karena hal tersebutlah cara menghitung usia kehamilan secara umum ditentukan berdasarkan hari pertama haid terakhir yang terjadi pada seorang wanita. Setelah masa haid tersebut, maka indung telur biasanya akan mengeluarkan sel telur yang disebut sebagai proses ovulasi.

Keluarnya ovum atau sel telur tersebut selama masa ovulasi akan menjadi titik awal bahwa sistem reproduksi wanita siap untuk dibuahi oleh sel telur. Pembuahan memiliki potensi yang besar dalam mendapatkan kehamilan ketika hubungan intim dan sel sperma yang masuk ke dalam rahim terjadi pada saat wanita dalam masa suburnya. 1- 3 hari pertama sebanyak 300 juta sel sperma akan masuk ke dalam rahim.

Selama perjalanan menuju sel telur, maka ada jutaan sel sperma yang akan mati. Bahkan umumnya hanya sebanyak 200 sel sperma saja yang dapat sampai pada sel telur. Pembuahan dapat terjadi ketika sel sperma tersebut masuk ke dalam sel telur dan menjadi suatu proses awal kehamilan.

Sel telur yang telah dibuahi akan berubah menjadi zigot dan berkembang menjadi banyak sel setiap jamnya. Zigot tersebut akan melakukan perjalanan menuju rahim untuk menempel pada rahim yang disebut sebagai implantasi. Proses implantasi inilah yang akan menimbulkan beberapa gejala hamil muda pada awal kehamilan.

Untuk mendeteksi kehamilan seseorang, salah satu cara yang banyak dilakukan adalah dengan mendeteksinya menggunakan alat test pack. Test pack tersebut berkerja dengan cara mendeteksi peningkatan hormon HCG yang memang akan meningkat pada awal awal kehamilan. Penggunaan test pack haruslah dilakukan dengan benar agar hasil akurasi yang di dapatkan juga benar adanya. Untuk meningkatkan akurasi tersebut maka Test Pack harus digunakan dengan waktu yang tepat.

Lantas Kapan waktu yang dianjurkan untuk memakai test pack?

Usia kehamilan yang dapat dideteksi oleh alat test pack setidaknya pada usia 1 bulan pertama karena memang pada saat usia tersebut peningkatan hormon HCG sebagai hal yang dideteksi oleh test pack baru terjadi. Usia kehamilan 1 bulan tersebut dihitung berdasarkan penetapan dokter kandungan yang berdasar pada perhitungan dari hari pertama haid terakhir. Sangat disarankan pemeriksaan test pack baru dilakukan ketika memang sudah ada beberapa tanda kehamilan yang muncul.

Cara memilih test pack yang paling sensitif

Mengutip HelloSehat, tingkat sensitivitas alat tes kehamilan ini dapat Bunda lihat pada kemasan, dengan satuan ukuran mIU/ml (mili-International Unit per mililiter). Pada umumnya, sensitivitas alat tes kehamilan berkisar antara 10 mIU/ml sampai 40 mIU/ml. Semakin rendah angkanya, maka semakin sensitif alat tes kehamilan tersebut, sehingga semakin dini kehamilan dapat terdeteksi.

Apa saja faktor yang mempengaruhi hasil tes?

Kapan sel telur menempel pada dinding rahim.

Ketika sel telur yang dibuahi sperma menempel pada dinding rahim, hormon HCG akan mulai dilepaskan dan jumlahnya terus bertambah, Bun. Dalam kondisi inilah, Bunda dapat melakukan tes kehamilan dan mendapatkan hasil positif.

Di lain sisi, tes kehamilan yang terlalu dini dapat menghasilkan tes negatif lantaran membutuhkan waktu sekitar satu minggu bagi sel telur untuk menempel pada dinding rahim dan melepaskan hormon HCG.

Berapa banyak air yang Bunda minum dalam sehari

Kadar hormon HCG dalam urin tergantung dari seberapa banyak Bunda. Jika Bunda terlalu banyak minum, bukan tidak mungkin kadar hormon HCG dalam urin tentu sedikit lantaran urin terlalu encer sehingga menunjukkan hasil tes negatif. Urin yang lebih pekat biasanya menunjukkan hasil tes yang positif.

Kadar hormon HCG dalam darah

Kadar hormon HCG dalam darah juga memiliki tingkat yang bervariasi antara setiap individu, Bun. Hal inilah yang mempengaruhi keakuratan hasil tes kehamilan. Hasil tes yang positif mungkin memerlukan waktu yang lebih lama jika Bunda memiliki kadar hormon HCG yang rendah dalam darah.

Sensitivitas tes urin

Alat tes kehamilan yang menggunakan urin memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda-beda yang menunjukkan seberapa cepat alat tes tersebut dapat mendeteksi keberadaan hormon HCG dalam urin. Sebaiknya Bunda membaca tingkat sensitivitas dan petunjuk dalam kemasan sebelum melakukan tes agar Anda tidak salah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Benarkah Bentuk Perut Ibu Hamil Tentukan Jenis Kelamin Bayi?

anticipation-belly-body-1376959 (1)

Sebagai seorang ibu, Bunda mungkin pernah mendengar beberapa mitos tentang bayi dalam kandungan. Mitos yang paling sering terdengar juga tentang jenis kelamin bayi yang bisa ditebak dari bentuk perut ibunya. Bunda sendiri apakah percaya dengan hal itu? Kendati sumber pastinya tak dapat dipastikan, kenyataannya banyak ibu yang percaya dengan mitos tersebut.

Misalnya, konon katanya bila perut bagian atas lebih besar maka bayi yang dikandung adalah perempuan. Sebaliknya, jika yang besar bagian bawah maka bayinya adalah laki-laki. Selain teori itu, ada juga yang mengatakan kalau perut ibu hamil melebar maka anaknya perempuan. Sementara, apabila perut ibu hamil lonjong ke depan maka ibu mengandung bayi laki-laki. Lantas, benar tidak ya anggapan tersebut?

Dikutip dari Kumparan.com, dalam bukunya yang berjudul Mitos Seputar Masalah Seksualitas & Kesehatan Reproduksi, dokter umum dr. Handrawan Nadesul dan dr. Kartono Mohamad menjelaskan bahwa kedua teori itu tidak benar. Sebab, bentuk dan tinggi perut ditentukan oleh otot perut, rahim dan bayi yang ada di dalamnya.

Sementara untuk perut yang besar di bagian bawah–dekat pelvis atau selangkangan, justru menandakan ibu hamil semakin dekat dengan waktu melahirkan. Bentuk perut yang lebar atau menonjol ke depan juga dipengaruhi oleh kandungan kemih dan posisi bayi di dalam perut.

Sementara mengenai tinggi atau rendahnya bentuk perut saat hamil lantaran dikarenakan bentuk tubuh serta riwayat kehamilan, Bunda perlu tahu lebih lanjut. Justru misalnya Bunda tengah mengandung anak kedua, otot perut sudah lebih kendur sehingga bentuk perut tampak lebih rendah. Dilansir BBC, sebuah penelitian menunjukkan rata-rata bayi laki-laki memang lebih berat daripada bayi perempuan saat lahir. Sehingga logikanya, perut ibu hamil cenderung lebih besar saat mengandung bayi laki-laki.

Jadi jika suatu waktu keluarga ataupun tetangga melihat bentuk perut Bunda dan mengomentari jenis bayi di dalam kandungan, jangan percaya sepenuhnya ya. Berikan saja senyuman padanya dan berterima kasih atas perhatian mereka.Kalaupun tebakan mereka benar, ya memang mungkin terjadi. Apalagi memang lantaran semua kehamilan punya peluang 50 persen bayi perempuan dan 50 persen bayi laki-laki.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Perbedaan Mual Hamil dan Maag yang Bunda Perlu Tahu

abdomen-casual-close-up-1415554 (1)

Mual merupakan salah satu tanda kehamilan yang biasa muncul yang sering dirasakan wanita. Tapi, sekalipun mual memang bisa jadi pertanda yang cukup akurat, ada kalanya mual juga dikaitkan dengan penyakit maag Bun. Sekilas, gejala mual yang disebabkan kehamilan dan penyakit maag memang mirip. Sejatinya ada sedikit perbedaan mual hamil dengan mual maag nih Bun. Berikut ini ciri hamil muda dan gejala hamil muda, Bun.

Mual Hamil disebabkan Karena Perubahan Hormon

Sepintas, mual hamil dan mual maag memang terlihat sama. Saat hamil, mual yang Mama rasakan terjadi karena adanya perubahan hormonal yang menyebabkan asam lambung meningkat sehingga rasa mual dan ingin muntah pun muncul. Pada tahap ini memang terlihat tidak ada yang berbeda. Yang berbeda hanyalah mual hamil karena perubahan hormon, sementara mual maag bukan terkait perubahan hormon.

Mual Maag Tak Terjadi Secara Terus Menerus, Bun

Bun, mual maag cenderung tak terjadi secara terus menerus. Saat Bunda sudah mengonsumsi obat dan memperbaiki pola makan, mual yang Bunda alami akan segera mereda. Berbeda dengan mual saat hamil. Mual akan berlangsung secara terus menerus. Sekitar 50 persen perempuan hamil mengalami mual dan muntah sering yang terjadi pada sebulan setelah haid berakhir.

Mual Hamil Hanya Muncul Saat Mencium Bau-bau Tertentu

Jika Bunda mengalami mual saat mencium bau tertentu yang cukup menyengat padahal sebelumnya tidak pernah mengalami masalah dengan bau, maka bisa jadi mual yang Bunda alami sejatinya adalah pertanda kehamilan. Saat hamil, indera penciuman Bunda akan jadi lebih sensitif dibandingkan sebelumnya. Untuk itu, Bunda disarankan untuk melakukan uji kehamilan menggunakan test pack guna memastikannya.

Mual Hamil Terjadi Saat Mengonsumsi Makanan Tertentu

Bun, mual karena hamil bisa terjadi karena sensitif terhadap bau tertentu. Sementara mual maag terjadi dan semakin parah jika Bunda mengonsumsi makanan yang memicu penyakit maag muncul, Bun. Makanan tersebut diantaranya makanan pedas, asam, berlemak dan berminyak.

Mual Hamil Biasanya Disertai Rasa Pusing

Tahukah Bunda, mual kehamilan biasanya disebabkan dengan munculnya rasa pusing. Sementara bila mual akibat maag, memang ada rasa pusing, namun biasanya lebih merasakan sakit di ulu hati. Untuk itu, bila Bunda punya riwayat maag, namun saat mual tak disertai rasa sakit di ulu hati, bisa saja kondisi tersebut jadi tanda-tanda kehamilan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top