Parenting

Agar Orangtua Paham dengan Jenis-jenis Kecerdasan, Inilah 8 Kecerdasan Anak yang Perlu Diketahui

Kebanyakan dari orang tua menilai kecerdasan anak hanya dari rengkin atau nilai rapornya saja dan mengabaikan berbagai kecerdasan lainnya. padahal jika anda tahu ada banyak sekali jenis kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. Kecerdasan bukanlah hanya dilihat dari nilai-nilai rapor seseorang saja tapi menurut Thomas Armstrong, Ph.D, seorang ahli di bidang multiple intelligences mengatakan bahwa kecerdasan bukan hanya pada sisi akademik saja tapi termasuk juga semua bakat dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang. Menurutnya, setiap orang sebenarnya cerdas atau pintar tapi masing-masing orang memiliki jenis kecerdasan yang berbeda-beda. Untuk itulah, mulai sekarang ini jangan memandang kecerdasan anak hanya dari satu sisi saja tapi kita perlu memandangnya dari banyak hal sehingga kita bisa tahu bahwa dia anak cerdas.

Agar kita bisa lebih paham dengan jenis-jenis kecerdasan, inilah 8 kecerdasan anak yang perlu kita tahu:

  1. Word Smart.

Word Smart adalah salah satu 8 jenis kecerdasan anak yang perlu anda ketahui. Anak yang memiliki kecerdasan yang satu ini akan cenderung suka membaca, menulis, dan juga berbicara. Jika anda menemukan anak yang seperti itu, anda dapat mengajaknya untuk membaca cerita, bermain blok dengan kata-kata, dan lain sebagainya. permainan tersebut akan melatih anak untuk mengembangkan ceritanya.

  1. Number Smart.

Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan ini adalah suka untuk berfikir logika. Anak akan menyukai hal-hal yang berhubungan dengan angka. Untuk mengembangkan kecerdasan ini, orang tua dapat membuat permainan yang mengharuskan anak untuk menghitung. Misalnya saja permainan monopoli yang memang mengharuskan orang untuk berhitung saat memainkannya.

  1. Nature Smart.

Anak yang memiliki kecerdasan seperti ini memiliki ciri menyukai alam, suka dengan binatang, menyukai tumbuh-tumbuhan, bahkan ada beberapa anak yang sudah bisa menggolongkan tumbuhan. Untuk mengembangkan kecerdasannya, orang tua bisa membuatkan anak sebuah kebun kecil. Biarkan dia berkreasi disana.

  1. Self Smart.

8 jenis kecerdasan anak yang lainnya adalah Self Smart. Anak yang memiliki kecerdasan ini cenderung suka bermain sendiri. Selain itu, meskipun masih kecil dia sudah bisa menentukan kalau sudah besar mau jadi apa sehingga rasa percaya dirinya cukup besar. untuk mengembangkannya, orang tua bisa mengajaknya untuk berbicara dari hati kehati. Dukung dan arahkan keinginannnya itu.

  1. People Smart.

Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan yang satu ini adalah akan terlihat saat dia bermain bersama teman-temannya. Dia akan memiliki sikap empati yang besar, memiliki jiwa kepemimpinan, dan juga dapat memahami perasaan teman-temannya. Untuk mengembangkan kecerdasannya, orang tua dapat mengajak anak untuk datang dalam sebuah acara keluarga, bermain bersama teman-temannya di luar rumah, dan hal lain yang berhubungan dengan orang banyak.

  1. Body Smart.

Yang termasuk dalam 8 jenis kecerdasan anak lainnya adalah Body Smart. Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya suka berolahraga, suka menari, dan dapat berkreasi dengan menggunakan tangannya. Untuk mengembangkan kecerdasannya itu, orang tua bisa mengajaknya berolahraga, menari, atau nonton bioskop.

  1. Picture Smart.

Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan ini adalah suka menggambar, memiliki imaginasi, suka dengan seni, dan biasanya memiliki kesukaan membuat sesuatu dengan menggunakan balok. Untuk memgembangkannya, orang tua dapat mengajak anak untuk menggambar, dan melatih anak untuk menari.

  1. Music Smart.

Yang termasuk dalam 8 jenis kecerdasan anak yang terakhir adalah music smart. Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya suka menyanyi, bermain musik, bahkan bisa menghafal beberapa lagu. Untuk mengembangkannya, orang tua dapat mengajak anak untuk nyanyi bersama, bermain alat musik, dan hal lainnya yang berhubungan dengan musik.

Itulah 8 jenis kecerdasan anak yang perlu diketahui oleh orang tua. Semoga setelah mengetahuinya orang tua tidak lagi menganggap kecerdasan anak hanya dari satu sisi saja.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Kemampuan Nalar Anak Jadi Salah Satu Pendukung Kecerdasan, Berikut 7 Hal Penting Merancang Kecerdasan Anak

Anak cerdas dan berprestasi merupakan salah satu hal yang sangat luar biasa membanggakan untuk orang tua. Melalui segala macam aspek akan mampu memberikan banyak harapan bagi anak mencapai sebuah prestasi untuk mengasah kemampuannya. Anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan adalah waktu yang sangat tepat untuk memperkenalkan kepada mereka tentang segala macam hal. 

Banyak orang tua yang memiliki cara tersendiri dalam melatih daya pikir serta mengasah kemampuan anak dalam berbagai macam bidang, namun anak juga membutuhkan daya imajinasinya yang secara alamiah akan hadir dan timbul sebagai salah satu pelengkap dalam kehidupan mereka kelak. Ini akan sangat membantu anak dalam menyelesaikan rasa dan karsa mereka dalam tumbuh kembangnya agar kian optimal.

Maka dari itu lah, perlu adanya sesuatu yang sangat penting dan harus dimiliki oleh orang tua untuk melatih kemampuan hingga kecerdasan anak, agar tidak terdapat perpecahan antara ekspektasi orang tua dengan realita anak sebenarnya. Inilah beberapa hal penting untuk merancang kecerdasan anak sejak dini:

1. Kemampuan Anak Dalam Menalar, Termaksud Bagaimana Caranya Memhami Sesuatu 

Penalaran adalah makna dasar yang memang begitu sangat penting dalam memberikan kemampuan optimal dari anak. Dengan penalaran anak, maka anak mampu memaknai suatu hal menurut anggapan dirinya, sebagai orangtua, maka Anda juga memiliki peran yang tidak kalah pentingnya yaitu secara langsung menjelaskan dan meluruskan sebuah penalaran anak untuk semakin terarah dengan baik.

2. Mengasah Anak Merencanakan Sesuatu Agar Ia Paham Bagaimana Cara Memulai Sesuai Sampai ke Tahap Mengeksekusinya 

Kemampuan selanjutnya adalah cara anak merencanakan sebuah hal. Anda juga bisa melatih salah satu aspek kecerdasan anak ini dengan cara memberikan masalah kecil dan sederhana yang nantinya membutuhkan perencanaan. Nah, dari hal tersebutlah maka Anda mampu menilai sekaligus mengasah kemampuan anak untuk melakukan sebuah perencanaan suatu hal.

3. Melatih Ia Memiliki Kemampuan untuk Memecahkan Masalah Versi Anak

Setiap nak pesti mempunyai kemampuan pemikiran berbeda-beda, akan tetapi Anda bisa menjadikan diri sebagai wadah apabila anak ingin untuk memberikan kemampuan pemecahan masalah tersendiri versi diri mereka masing-masing. Melalui cara yang teramat sederhana, seperti halnya jika Anda mengajak anak berdiskusi bersma untuk memberikan pemecahan sebuah masalah kemudian dengarkan tentang pendapat dan masukan dari anak mengenai pemecahan tepat bagi masalah tersebut.

4. Jangan Dibatasi, Biarkan Ia Berfikir Secara Abstrak

Kembali pada daya imajinasi yang secara alamiah akan dimiliki oleh anak. Dengan sebuah penalaran, maka anak akan semakin mampu berfikir secara rasional, namun anak-anak memiliki daya berfikir unik dan imajinasi tinggi, jadi jangan salahkan jika mereka memberikan pemikiran yang cukup unik dan terkesan abstrak, karena inilah salah satu aspek kecerdasan dari anak.

5. Pemahaman Anak Terhadap Gagasan untuk Memberikan Opini dan Bantahan Terhadap Suatu Hal

Dengan memberikan sebuah gagasan, maka anak mampu mengungkapkan pemikiran yang berolah secara stabil dengan tingkat percaya dirinya yang beriringan dengan sangat baik. Jika memang anak tidak memiliki pemahaman yang kuat, ia tidak akan memberikan ungkapan selaras dan stabil. Jadi, akan sangat membantu apabila Anda memberikan anak sebuah ruang dalam mengungkapkan gagasan mereka agar selalu jujur dan melatih diri dalam mengungkapkan langkah pemikiran mereka yang baru.

6. Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar Oleh Anak

Anak yang sedang bertumbuh dan berkembang akan kian optimal ketika kemampuan mereka dalam berbahasa kian baik. Salah satunya yaitu mengenai penggunaan bahasa yang baik dan benar. Anak dapat Anda latih berbahasa yang sesuai dengan konsep diri yang tepat pula. Namun, jangan pernah melupakan rasa yang terdapat dalam penggunaan bahasa yang Anda gunakan sebagai kosakata anak mengungkapkan suatu hal. 

7. Membantunya Menumbuhkan Keinginan dan Kemampuan Belajar untuk Terus Berkembang

Tingkat kemampuan serta kemauan anak dalam belajar adalah karsa yang mampu Anda lihat untuk semakin meningkatkan sebuah persepsi dan tujuan dalam mengelola kecerdasan dari anak yang akan membuat diri anak semakin fokus dalam menjajaki pemikiran dan olah IQ (intelligence Quotient) yang sangat penting untuk masa emas anak.

Itulah tadi beberapa hal penting yang memang sudah menjadi kewajiban para orang tua dalam merancang kecerdasan anak mulai sejak dini. Dengan banyaknya aspek tepat untuk memberikan rasa dan karsa anak, maka mampu menjadikan anak semakin terkontrol sekaligus mengolah daya anak untuk semakin berkembang dengan baik secara optimal. Jadi, jangan batasi anak, hanya merancang dan membimbing hingga mengarahkan mereka menjadi tanggung jawab mutlak setiap orang tua.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Kiat Agar Si Kecil Berani Tidur Sendiri

Bun, saat si kecil sudah bertambah besar, akan ada tantangan baru yang akan Bunda hadapi. Salah satunya urusan tidur. Umumnya, anak-anak terbiasa tidur bersama orangtuanya sejak bayi. Hal ini yang kemudian akan membuat tantangan baru bagi orangtuanya lantaran si kecil tak mau tidur di kamar yang terpisah dari orangtuanya. Padahal, anak yang berani tidur sendiri akan jauh lebih mandiri lho Bun.

Tenang, ada caranya supaya si kecil berani dan mau tidur sendiri. Tapi Bunda perlu ingat, tentu akan ada yang namanya proses penyesuaian, dan memang butuh kesabaran ekstra. Karena mungkin bagi si kecil, proses ini tidaklah mudah dan mungkin akan memakan waktu yang cukup lama hingga berbulan-bulan sampai anak benar-benar terbiasa tidur sendiri. Untuk itu, Bunda dan pasangan juga harus menyiapkan diri dengan kesabaran dan berbagai trik agar anak mau tidur di kamar yang terpisah.

Mulailah Pelan-pelan, Si Kecil dan Bunda Perlu Sama-sama Belajar

Sebaiknya Bunda pun juga harus mempersiapkan si kecil untuk belajar tidur sendiri dari jauh-jauh hari supaya ia pun tak kaget. Satu hal yang penting, tak usah menakut-nakuti anak dengan cerita yang seram atau ancaman agar ia mau tidur sendiri sebagai senjata untuk mendisiplinkan anaka.

Di lain sisi, Bunda justru harus menyiasati supaya anak merasa antusias dengan kamar barunya. Libatkan anak dalam menata kamar tidurnya mulai dari warna cat, pilihan sprei, dan berbagai perabot kamar lainnya. Di lain sisi, berikan juga “pancingan” lain semisal kebebasan anak untuk membangun istana boneka sendiri atau membuat hiasan sesuka hatinya.

Yang penting cobalah untuk membimbing si kecil agar dapat membangun pengalaman yang menyenangkan di kamar barunya ya Bun.

Jelaskan dan Berikan Pengertian Padanya Tentang Perubahan yang Terjadi

Si kecil yang menolak untuk tidur sendiri biasanya karena ia tak mengerti bahwa ada perubahan yang terjadi dan butuh penyesuaian untuk hal itu. Karenanya, berikan pengertian padanya sampai ia mengerti bahwa waktu tidur sendiri adalah kebiasaan setiap orang saat mereka beranjak dewasa.

Dengan memberikan pengertian, Bunda pun membuka komunikasi dan ia pun semakin mengerti bahwa tak selamanya kebiasaannya di masa kecil bisa terus dilakukan bersama orang dewasa.

Jadikan Kamar Baru Sebagai Kejutan dan Hias dengan Ornamen yang Ia Suka

Supaya si kecil mau tidur di kamarnya sendiri, ia harus merasa aman dan nyaman dalam kamarnya. Maka, aturlah agar kamar anak terasa hidup tapi cukup tenteram untuk beristirahat. Siapkan boneka-boneka, bantal, dan guling supaya anak merasa aman dan tenang saat tidur. Biarkan juga si kecil menyimpan mainan kesukaan atau buku bacaan yang ia inginkan di dalam kamar supaya timbul rasa memiliki dan anak cepat betah di kamar barunya.

Atur Waktu Tidur Anak dengan Baik supaya Ia Memiliki Jam Tidur yang Teratur

Si kecil akan susah tidur kalau jam biologisnya berantakan. Untuk itu, Bunda harus memastikan bahwa anak tidur pada waktunya. Jangan memaksanya untuk tidur terlalu cepat, tapi usahakan agar anak tidak tidur melampaui jam tidurnya.

Jika anak sulit terlelap di malam hari, Bunda bisa memotong atau memajukan jam tidur siangnya. Pastikan juga si kecil sudah kenyang dan sudah ke kamar mandi sebelum tidur agar dia tidak menjadikan hal-hal ini sebagai alibi untuk keluar dari kamarnya di malam hari.

Dan Selalu Hargai Usaha Si Kecil ya Bun

Supaya anak lebih semangat untuk belajar tidur sendiri, Bunda bisa memberikan imbalan setelah ia berhasil tidur sendiri di kamarnya. Pastikan imbalan tersebut bersifat sederhana dan tidak terlalu berlebihan namun membuat anak merasa senang saat menerimanya.

Bunda dapat memberikan ciuman, pujian, dan ucapan terima kasih di pagi hari. Bunda pun dapat menghidangkan menu sarapan favoritnya sebagai bentuk apresiasi. Jika usahanya dihargai, maka si kecil pun semakin terpacu untuk belajar tidur sendiri.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

tak terasa si kecil sudah setahun, ini perkembangan bayi 12 bulan

perkembangan bayi 12 bulan

Akhirnya, si kecil genap berusia satu tahun! Tak disangka, sudah 365 hari terlewati menyaksikan tumbuh kembang dan kelucuan si kecil ya Bun. Banyak kejadian penting yang menandai pertumbuhannya. Sebagai orangtua, tentu Bunda bangga melihatnya di hari ini. Kesukaran yang dialami sepanjang mengasuh si kecil, sirna begitu saja melihatnya tumbuh sehat dan semakin pintar.

Ya Bun, satu tahun pertama memang menjadi momen penting bagi perkembangan bayi. Berbagai kejadian penting menandai pertumbuhan anak yang sangat pesat di usia ini mulai dari perkembangan motorik hingga kemampuan berbahasa anak.

Perkembangan Bayi 12 Bulan Umumnya Ditandai Dengan Hal-hal Berikut Ini:

Perkembangan Kognitifnya Ditandai dengan Kemampuannya Melempar Mainan

Pada usia satu tahun, si kecil sudah memiliki kemampuan berpikir, belajar, mengingat perilaku orang atau kejadian di lingkungannya. Anak juga mulai memahami simbol dan mulai meniru, mereka juga mulai memhami hubungan antar peristiwa dan sebab-akibat. Misalnya, ketika Bunda menekan saklar kemudian lampu menyala. Mereka akan penasaran dengan hal-hal semacam itu. Dalam aktivitas sehari-hari, mereka tak hanya piawai melempar, tapi juga menyusun balok dan mengenali warna-warna mainannya lho Bun.

Si Kecil Akan Bertindak Sedikit Menyebalkan Lho Bun

Karena sudah mengerti perintah, si kecil juga mulai memahami cara membantah. Tak usah kesal ya Bun, justru menurut John Sargent, MD, profesor psikiatri anak di Baylor College of Medicine, Houston, Amerika Serikat, ini adalah salah satu cara anak untuk menunjukkan self-autonomy. Bunda hanya perlu bersabar, ingat saja bahwa anak sedang belajar untuk membuat keputusan, dan sudah sewajarnya Bunda mendukung tugas belajarnya itu. Lakukan kiat menghindari anak berkata tidak ya Bun.

Selain membantah, ada kemungkinan si kecil juga semakin rentan tantrum. Dalam buku Children Are People Too, Dr. Sharon Fried Buchalter mengatakan ada 2 jenis tantrum, yaitu tantrum aktif (protes dan sosial) dan tantrum pasif (merengek dan tidak kooperatif). Setiap tantrum butuh penanganan yang berbeda nih Bun.

Perkembangan Bahasanya Semakin Meningkat diikuti dengan Ketertarikannya dengan Intonasi Suara

Bila sebelumnya si kecil hanya mampu mengucapkan satu kata, kini ia mulai mengucapkan dua suku kata guna mewakili pemikirannya. Misalnya, ‘dadah Mama’, atau ‘mau lagi’. Selain itu mereka juga giat menyanyi dan menari sebab di usianya ini, kemampuan motorik dan sensorinya sedang aktif, Bun.

Tak hanya itu saja, anak juga akan mulai penasaran dengan intonasi suara. Misalnya ketika Bunda bermain cilukba dengan intonasi pelan kemudian meninggi, tak jarang ia akan memberi reaksi senang. Pada usia satu tahun ia memang tertarik dengan permainan intonasi suara.

Untuk Itu, Penting untuk Bunda Tahu Nutrisi Apa yang Ia Butuhkan

Nah, di usia satu tahun, si kecil tentu sudah bisa mengunyah makanan padat, seperti nasi, daging, telur, ayam, brokoli, labu siam, mie, roti, apel, melon, semangka, dan lainnya. Bahkan ia pun juga sudah bisa makan sendiri.

Bunda perlu tahu, anak di usia ini perlu kalori sebanyak 1000 sampai 1400 kalori per hari. Mereka pun perlu makan sebanyak tiga kali per hari ditambah dua sampai tiga kali camilan agar kebutuhan kalori tersebut tercapai. Kalori ini bisa didapat dari sayuran, buah-buahan, makanan sumber karbohidrat, makanan sumber protein hewani dan nabati, serta susu.

Dan Mari Ajari Si Kecil Makan dengan Benar ya Bun

Di usia 12 bulan, varian makanan yang dikonsumsi si kecil semakin beragam. Menariknya, Bunda justru disarankan mendorong anak mencoba berbagai macam rasa dan tekstur makanan sehingga lidah anak tidak asing dengan makanan tertentu. Hal ini dapat mencegah anak dari kebiasaan pilih-pilih makanan.

Bunda dapat membiarkan si kecil memilih dan menggenggam sendiri makanannya. Jika si kecil terbiasa, kelak di usia sekitar 15-18 bulan, ia pun semakin terlatih untuk makan sendiri. Bunda perlu membiasakan hal ini ya sebab makan sendiri dapat melatih koordinasi antara mata, tangan, dan mulut anak. Hal ini juga dapat melatih kemandirian anak.

baca artikel terkait di perkembangan bayi 1 bulan

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top