Parenting

Agar Orangtua Paham dengan Jenis-jenis Kecerdasan, Inilah 8 Kecerdasan Anak yang Perlu Diketahui

Cara Mengenali 8 Kecerdasan Anak

Kebanyakan dari orang tua menilai kecerdasan anak hanya dari rengkin atau nilai rapornya saja dan mengabaikan berbagai kecerdasan lainnya. padahal jika anda tahu ada banyak sekali jenis kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. Kecerdasan bukanlah hanya dilihat dari nilai-nilai rapor seseorang saja tapi menurut Thomas Armstrong, Ph.D, seorang ahli di bidang multiple intelligences mengatakan bahwa kecerdasan bukan hanya pada sisi akademik saja tapi termasuk juga semua bakat dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang. Menurutnya, setiap orang sebenarnya cerdas atau pintar tapi masing-masing orang memiliki jenis kecerdasan yang berbeda-beda. Untuk itulah, mulai sekarang ini jangan memandang kecerdasan anak hanya dari satu sisi saja tapi kita perlu memandangnya dari banyak hal sehingga kita bisa tahu bahwa dia anak cerdas.

Agar kita bisa lebih paham dengan jenis-jenis kecerdasan, inilah 8 kecerdasan anak yang perlu kita tahu:

  1. Word Smart.

Word Smart adalah salah satu 8 jenis kecerdasan anak yang perlu anda ketahui. Anak yang memiliki kecerdasan yang satu ini akan cenderung suka membaca, menulis, dan juga berbicara. Jika anda menemukan anak yang seperti itu, anda dapat mengajaknya untuk membaca cerita, bermain blok dengan kata-kata, dan lain sebagainya. permainan tersebut akan melatih anak untuk mengembangkan ceritanya.

  1. Number Smart.

Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan ini adalah suka untuk berfikir logika. Anak akan menyukai hal-hal yang berhubungan dengan angka. Untuk mengembangkan kecerdasan ini, orang tua dapat membuat permainan yang mengharuskan anak untuk menghitung. Misalnya saja permainan monopoli yang memang mengharuskan orang untuk berhitung saat memainkannya.

  1. Nature Smart.

Anak yang memiliki kecerdasan seperti ini memiliki ciri menyukai alam, suka dengan binatang, menyukai tumbuh-tumbuhan, bahkan ada beberapa anak yang sudah bisa menggolongkan tumbuhan. Untuk mengembangkan kecerdasannya, orang tua bisa membuatkan anak sebuah kebun kecil. Biarkan dia berkreasi disana.

  1. Self Smart.

8 jenis kecerdasan anak yang lainnya adalah Self Smart. Anak yang memiliki kecerdasan ini cenderung suka bermain sendiri. Selain itu, meskipun masih kecil dia sudah bisa menentukan kalau sudah besar mau jadi apa sehingga rasa percaya dirinya cukup besar. untuk mengembangkannya, orang tua bisa mengajaknya untuk berbicara dari hati kehati. Dukung dan arahkan keinginannnya itu.

  1. People Smart.

Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan yang satu ini adalah akan terlihat saat dia bermain bersama teman-temannya. Dia akan memiliki sikap empati yang besar, memiliki jiwa kepemimpinan, dan juga dapat memahami perasaan teman-temannya. Untuk mengembangkan kecerdasannya, orang tua dapat mengajak anak untuk datang dalam sebuah acara keluarga, bermain bersama teman-temannya di luar rumah, dan hal lain yang berhubungan dengan orang banyak.

  1. Body Smart.

Yang termasuk dalam 8 jenis kecerdasan anak lainnya adalah Body Smart. Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya suka berolahraga, suka menari, dan dapat berkreasi dengan menggunakan tangannya. Untuk mengembangkan kecerdasannya itu, orang tua bisa mengajaknya berolahraga, menari, atau nonton bioskop.

  1. Picture Smart.

Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan ini adalah suka menggambar, memiliki imaginasi, suka dengan seni, dan biasanya memiliki kesukaan membuat sesuatu dengan menggunakan balok. Untuk memgembangkannya, orang tua dapat mengajak anak untuk menggambar, dan melatih anak untuk menari.

  1. Music Smart.

Yang termasuk dalam 8 jenis kecerdasan anak yang terakhir adalah music smart. Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya suka menyanyi, bermain musik, bahkan bisa menghafal beberapa lagu. Untuk mengembangkannya, orang tua dapat mengajak anak untuk nyanyi bersama, bermain alat musik, dan hal lainnya yang berhubungan dengan musik.

Itulah 8 jenis kecerdasan anak yang perlu diketahui oleh orang tua. Semoga setelah mengetahuinya orang tua tidak lagi menganggap kecerdasan anak hanya dari satu sisi saja.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
2 Comments

2 Comments

  1. Sri kartiningsih

    May 16, 2017 at 1:49 pm

    Kompetisi foto wefie paling lambat kapan

  2. Pingback: Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini – Kabar UPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan Ibu & Anak

Kenali Susu Formula Apa yang Cocok untuk Bayi di Bawah Usia 1 Tahun

Perkembangan Bayi 3 bulan

Saat si kecil masih bayi, ASI tentu jadi asupan utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Bunda yang bisa menyusui tentu sudah sangat paham akan hal ini. Semua kebutuhan si kecil akan ASI sudah pasti Bunda penuhi.

Keinginan untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi, tentu adalah idaman setiap para bunda yang mengerti tentang pentingnya ASI. Namun banyak yang lupa, tiap bayi lahir dengan kondisi berbeda. Perbedaan ini turut memengaruhi proses pemberian ASI.

Salah satu hal yang lebih penting dari proses permberian ASI adalah tak membiarkan bayi Bunda menangis kelaparan. Ingat, pemberian ASI untuk memberi makan bayi, bukan menjadi ajang prestasi atau sekadar memenuhi keinginan menjadi orang tua sejati.

Meski asupan terbaik untuk bayi adalah Air Susu Ibu (ASI), namun terkadang ada saja masalah yang hadapi Ibu. Masalah seperti, ASI tidak cukup, rasa sakit, tingkat stres yang sangat tinggi sampai harus kembali bekerja adalah beberapa alasannya. Alasan yang sangat bervariasi dan sangat pribadi.

Akhirnya Bunda terpaksa harus menggunakan susu Formula. Susu formula memang tidak akan bisa menandingi manfaat ASI. Namun jika tidak memungkinkan memberi ASI secara eksklusif, jangan sampai keadaan ini membuat Bunda menjadi tertekan.

Susu Formula Apa yang Cocok untuk Bayi di Bawah Usia 1 Tahun?

Pada dasarnya semua produk susu formula terdiri dari kumpulan nutrisi utama, yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Namun, yang membedakan adalah jenisnya.

Pastikan di kemasan susu ada tertulis bahwa produk tersebut cocok untuk dikonsumsi bayi baru lahir. Untuk bayi baru lahir dan masih di bawah usia satu tahun, sebaiknya pilih produk susu formula yang berasal dari susu sapi.

Langkah selanjutnya adalah memperhatikan jenis protein yang digunakan. Protein susu sapi terbagi dua, yaitu whey dan casein. Jenis whey lebih direkomendasikan untuk bayi baru lahir karena dianggap lebih mudah dicerna.

Namun Bunda bisa juga memakai produk yang menggabungkan keduanya. Tapi ingat bahwa komposisi whey harus lebih tinggi daripada casein. Biasanya rasio antara whey dan casein sekitar 60:40. Rasio itu setara dengan kandungan protein pada ASI. Teruskan penggunaan sampai bayi berusia satu tahun. Jika Bunda merasa bayi tidak menyukainya, Bunda boleh mengganti merek yang lebih disukainya, sebaiknya setelah berkonsultasi dengan dokter.

Kumpulan Susu Formula untuk Anak 0 – 12 Bulan

1. Susu Formula Nutramigen LGG

Susubalita

Nutramigen LGG, brand susu bayi favorit yang diformulasikan bagi bayi yang alergi terhadap protein susu sapi. Nutramigen LGG diperkaya dengan protein terhidrolisa ekstensif yang menjadi molekul sangat kecil.

Sehingga merk susu bayi satu ini dapat menurunkan kemungkinan pemicu reaksi alergi.

Komposisi: DHA, ARA, ALA, LA, fat, carbohydrate, protein, energy dan mineral.
Cocok untuk: 0-12 bulan.

2. Susu Formula Baby & Me Organic

susubalita_arla

Baby & Me adalah produk susu formula organik untuk usia 0-6 bulan dan 6-12 bulan yang produksi oleh Arla, perusahaan organik terbesar dari skandinavia. Produk Baby & Me diolah secara organik hingga memiliki kandungan organik secara alami seperti omega 3 & 6 organik, AA DHA, dan FOS & GOS organik. Tekstur susunya yang ringan, membuat produk ini dinilai mirip dengan ASI. Baby & Me Organic memiliki sertifikasi organik dari Eropa dan Indonesia, serta label halal dari MUI.

Komposisi: Omega 3 dan Omega 6 Organik, AA DHA, serta FOS dan GOS Organik, Mengandung 15 Vitamin dan 12 Mineral dan tanpa gula tambahan
Cocok untuk: 0-6 & 6-12 bulan.

3. Susu Formula Isomil Plus Advance Soya

susubalita_isomil

Isomil Plus Advanced Soya dengan isi 400gr cocok untuk bayi yang alergi terhadap susu sapi. Mengandung AA&DHA, protein, natrium, kalsium, vitamin, dan mineral yang penting bagi pertumbuhan bayi.

Susu formula bayi ini telah terbukti kualitasnya dalam memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi.

Komposisi: AA&DHA, protein, natrium, kalsium, vitamin, dan mineral.
Cocok untuk: 6-12 bulan.

4. Susu Formula Enfamil A+

Susubalita_enfamila

Merk susu pertumbuhan bayi diperkaya Prebiotik GOS tuk kesehatan pencernaan dan nutrisi penting lainnya, Enfamil A+ juga teruji klinis mendukung perkembangan otak bayi.

Komposisi: AA&DHA, protein, natrium, kalsium, vitamin, dan mineral.
Cocok untuk: 0-6 bulan, 6-12 bulan, dan 0-12 bulan.

5. Susu Formula Bebelove

susubalita_Susu Formula Bebelove

Bebelove merupakan susu yang khusus ditujukan untuk bayi berusia 0 hingga 1 tahun. Susu ini bisa diandalkan bagi bunda untuk memastikan si kecil mendapat gizi lengkap guna pertumbuhannya dengan sempurna.

Susu bebas gula ini bisa menjadi penunjang ASI terbaik, karena kaya akan nutrisi.

Komposisi: Prebiotik FOS, lactoferrin, zat besi, kalsium, vitamin dan mineral.
Cocok untuk: 0-6 bulan, 6-12 bulan.

6. Susu Formula Morinaga

susubalita_chil-kid-soya

Morinaga BMT merupakan susu formula untuk bayi dengan formula khusus yang ditujukan bagi anak usia 0-6 bulan. Susu ini juga sangat tepat digunakan untuk pendamping ASI, agar kebutuhan nutrisi bayi semakin terjamin untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Susu ini punya tekstur mirip ASI, sehingga lebih mudah dicerna oleh si buah hati.

Komposisi: DHA, AA, prebiotik, laktulosa, laktoferin, vitamin dan mineral.
Cocok untuk: 0-6 bulan

7. Susu Formula Nutribaby Royal

susubalita_royal

Susu formula Nutribaby Royal dihadirkan dalam dua varian, yakni Nutribaby Royal 1 untuk bayi usia 0-6 bulan, dan Nutribaby Royal 2 untuk bayi usia 6-12 bulan.
Susu Nutribaby Royal dibuat dengan tekstur menyerupai ASI yang mudah dicerna oleh lambung bayi. Susu ini memastikan bayi tumbuh dan berkembang secara optimal.

Komposisi: Omega 3, omega 6, kolin, taurin, prebiotik FOS-GOS, AA dan DHA, 12 mineral, dan 18 vitamin.
Cocok untuk: 0-6 bulan, 6-12 bulan.

2 Comments

2 Comments

  1. Sri kartiningsih

    May 16, 2017 at 1:49 pm

    Kompetisi foto wefie paling lambat kapan

  2. Pingback: Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini – Kabar UPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Kiat Agar Si Kecil Berani Tidur Sendiri

bed-child-cute-101523

Bun, saat si kecil sudah bertambah besar, akan ada tantangan baru yang akan Bunda hadapi. Salah satunya urusan tidur. Umumnya, anak-anak terbiasa tidur bersama orangtuanya sejak bayi. Hal ini yang kemudian akan membuat tantangan baru bagi orangtuanya lantaran si kecil tak mau tidur di kamar yang terpisah dari orangtuanya. Padahal, anak yang berani tidur sendiri akan jauh lebih mandiri lho Bun.

Tenang, ada caranya supaya si kecil berani dan mau tidur sendiri. Tapi Bunda perlu ingat, tentu akan ada yang namanya proses penyesuaian, dan memang butuh kesabaran ekstra. Karena mungkin bagi si kecil, proses ini tidaklah mudah dan mungkin akan memakan waktu yang cukup lama hingga berbulan-bulan sampai anak benar-benar terbiasa tidur sendiri. Untuk itu, Bunda dan pasangan juga harus menyiapkan diri dengan kesabaran dan berbagai trik agar anak mau tidur di kamar yang terpisah.

Mulailah Pelan-pelan, Si Kecil dan Bunda Perlu Sama-sama Belajar

Sebaiknya Bunda pun juga harus mempersiapkan si kecil untuk belajar tidur sendiri dari jauh-jauh hari supaya ia pun tak kaget. Satu hal yang penting, tak usah menakut-nakuti anak dengan cerita yang seram atau ancaman agar ia mau tidur sendiri sebagai senjata untuk mendisiplinkan anaka.

Di lain sisi, Bunda justru harus menyiasati supaya anak merasa antusias dengan kamar barunya. Libatkan anak dalam menata kamar tidurnya mulai dari warna cat, pilihan sprei, dan berbagai perabot kamar lainnya. Di lain sisi, berikan juga “pancingan” lain semisal kebebasan anak untuk membangun istana boneka sendiri atau membuat hiasan sesuka hatinya.

Yang penting cobalah untuk membimbing si kecil agar dapat membangun pengalaman yang menyenangkan di kamar barunya ya Bun.

Jelaskan dan Berikan Pengertian Padanya Tentang Perubahan yang Terjadi

Si kecil yang menolak untuk tidur sendiri biasanya karena ia tak mengerti bahwa ada perubahan yang terjadi dan butuh penyesuaian untuk hal itu. Karenanya, berikan pengertian padanya sampai ia mengerti bahwa waktu tidur sendiri adalah kebiasaan setiap orang saat mereka beranjak dewasa.

Dengan memberikan pengertian, Bunda pun membuka komunikasi dan ia pun semakin mengerti bahwa tak selamanya kebiasaannya di masa kecil bisa terus dilakukan bersama orang dewasa.

Jadikan Kamar Baru Sebagai Kejutan dan Hias dengan Ornamen yang Ia Suka

Supaya si kecil mau tidur di kamarnya sendiri, ia harus merasa aman dan nyaman dalam kamarnya. Maka, aturlah agar kamar anak terasa hidup tapi cukup tenteram untuk beristirahat. Siapkan boneka-boneka, bantal, dan guling supaya anak merasa aman dan tenang saat tidur. Biarkan juga si kecil menyimpan mainan kesukaan atau buku bacaan yang ia inginkan di dalam kamar supaya timbul rasa memiliki dan anak cepat betah di kamar barunya.

Atur Waktu Tidur Anak dengan Baik supaya Ia Memiliki Jam Tidur yang Teratur

Si kecil akan susah tidur kalau jam biologisnya berantakan. Untuk itu, Bunda harus memastikan bahwa anak tidur pada waktunya. Jangan memaksanya untuk tidur terlalu cepat, tapi usahakan agar anak tidak tidur melampaui jam tidurnya.

Jika anak sulit terlelap di malam hari, Bunda bisa memotong atau memajukan jam tidur siangnya. Pastikan juga si kecil sudah kenyang dan sudah ke kamar mandi sebelum tidur agar dia tidak menjadikan hal-hal ini sebagai alibi untuk keluar dari kamarnya di malam hari.

Dan Selalu Hargai Usaha Si Kecil ya Bun

Supaya anak lebih semangat untuk belajar tidur sendiri, Bunda bisa memberikan imbalan setelah ia berhasil tidur sendiri di kamarnya. Pastikan imbalan tersebut bersifat sederhana dan tidak terlalu berlebihan namun membuat anak merasa senang saat menerimanya.

Bunda dapat memberikan ciuman, pujian, dan ucapan terima kasih di pagi hari. Bunda pun dapat menghidangkan menu sarapan favoritnya sebagai bentuk apresiasi. Jika usahanya dihargai, maka si kecil pun semakin terpacu untuk belajar tidur sendiri.

2 Comments

2 Comments

  1. Sri kartiningsih

    May 16, 2017 at 1:49 pm

    Kompetisi foto wefie paling lambat kapan

  2. Pingback: Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini – Kabar UPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

tak terasa si kecil sudah setahun, ini perkembangan bayi 12 bulan

perkembangan bayi 12 bulan

Akhirnya, si kecil genap berusia satu tahun! Tak disangka, sudah 365 hari terlewati menyaksikan tumbuh kembang dan kelucuan si kecil ya Bun. Banyak kejadian penting yang menandai pertumbuhannya. Sebagai orangtua, tentu Bunda bangga melihatnya di hari ini. Kesukaran yang dialami sepanjang mengasuh si kecil, sirna begitu saja melihatnya tumbuh sehat dan semakin pintar.

Ya Bun, satu tahun pertama memang menjadi momen penting bagi perkembangan bayi. Berbagai kejadian penting menandai pertumbuhan anak yang sangat pesat di usia ini mulai dari perkembangan motorik hingga kemampuan berbahasa anak.

Perkembangan Bayi 12 Bulan Umumnya Ditandai Dengan Hal-hal Berikut Ini:

Perkembangan Kognitifnya Ditandai dengan Kemampuannya Melempar Mainan

Pada usia satu tahun, si kecil sudah memiliki kemampuan berpikir, belajar, mengingat perilaku orang atau kejadian di lingkungannya. Anak juga mulai memahami simbol dan mulai meniru, mereka juga mulai memhami hubungan antar peristiwa dan sebab-akibat. Misalnya, ketika Bunda menekan saklar kemudian lampu menyala. Mereka akan penasaran dengan hal-hal semacam itu. Dalam aktivitas sehari-hari, mereka tak hanya piawai melempar, tapi juga menyusun balok dan mengenali warna-warna mainannya lho Bun.

Si Kecil Akan Bertindak Sedikit Menyebalkan Lho Bun

Karena sudah mengerti perintah, si kecil juga mulai memahami cara membantah. Tak usah kesal ya Bun, justru menurut John Sargent, MD, profesor psikiatri anak di Baylor College of Medicine, Houston, Amerika Serikat, ini adalah salah satu cara anak untuk menunjukkan self-autonomy. Bunda hanya perlu bersabar, ingat saja bahwa anak sedang belajar untuk membuat keputusan, dan sudah sewajarnya Bunda mendukung tugas belajarnya itu. Lakukan kiat menghindari anak berkata tidak ya Bun.

Selain membantah, ada kemungkinan si kecil juga semakin rentan tantrum. Dalam buku Children Are People Too, Dr. Sharon Fried Buchalter mengatakan ada 2 jenis tantrum, yaitu tantrum aktif (protes dan sosial) dan tantrum pasif (merengek dan tidak kooperatif). Setiap tantrum butuh penanganan yang berbeda nih Bun.

Perkembangan Bahasanya Semakin Meningkat diikuti dengan Ketertarikannya dengan Intonasi Suara

Bila sebelumnya si kecil hanya mampu mengucapkan satu kata, kini ia mulai mengucapkan dua suku kata guna mewakili pemikirannya. Misalnya, ‘dadah Mama’, atau ‘mau lagi’. Selain itu mereka juga giat menyanyi dan menari sebab di usianya ini, kemampuan motorik dan sensorinya sedang aktif, Bun.

Tak hanya itu saja, anak juga akan mulai penasaran dengan intonasi suara. Misalnya ketika Bunda bermain cilukba dengan intonasi pelan kemudian meninggi, tak jarang ia akan memberi reaksi senang. Pada usia satu tahun ia memang tertarik dengan permainan intonasi suara.

Untuk Itu, Penting untuk Bunda Tahu Nutrisi Apa yang Ia Butuhkan

Nah, di usia satu tahun, si kecil tentu sudah bisa mengunyah makanan padat, seperti nasi, daging, telur, ayam, brokoli, labu siam, mie, roti, apel, melon, semangka, dan lainnya. Bahkan ia pun juga sudah bisa makan sendiri.

Bunda perlu tahu, anak di usia ini perlu kalori sebanyak 1000 sampai 1400 kalori per hari. Mereka pun perlu makan sebanyak tiga kali per hari ditambah dua sampai tiga kali camilan agar kebutuhan kalori tersebut tercapai. Kalori ini bisa didapat dari sayuran, buah-buahan, makanan sumber karbohidrat, makanan sumber protein hewani dan nabati, serta susu.

Dan Mari Ajari Si Kecil Makan dengan Benar ya Bun

Di usia 12 bulan, varian makanan yang dikonsumsi si kecil semakin beragam. Menariknya, Bunda justru disarankan mendorong anak mencoba berbagai macam rasa dan tekstur makanan sehingga lidah anak tidak asing dengan makanan tertentu. Hal ini dapat mencegah anak dari kebiasaan pilih-pilih makanan.

Bunda dapat membiarkan si kecil memilih dan menggenggam sendiri makanannya. Jika si kecil terbiasa, kelak di usia sekitar 15-18 bulan, ia pun semakin terlatih untuk makan sendiri. Bunda perlu membiasakan hal ini ya sebab makan sendiri dapat melatih koordinasi antara mata, tangan, dan mulut anak. Hal ini juga dapat melatih kemandirian anak.

baca artikel terkait di perkembangan bayi 1 bulan

2 Comments

2 Comments

  1. Sri kartiningsih

    May 16, 2017 at 1:49 pm

    Kompetisi foto wefie paling lambat kapan

  2. Pingback: Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini – Kabar UPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Ketika Anak Bertanya Soal Masturbasi, Bunda Harus Apa?

adorable-asphalt-beanie-1688568

Menjelaskan soal seksualitas kepada anak menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orangtua. Terlebih di usianya, mereka tentu belum mengerti tentang hal-hal yang menyangkut seksualitasnya. Seharusnya jika Bunda menyadari si kecil tak tahu banyak tentang seksualitas, sudah menjadi tanggungjawab orangtua untuk menjelaskannya pelan-pelan. Hal ini mengantisipasi kekeliruan informasi yang mungkin ia dapatkan dari lingkungan.

Menurut studi yang dilakukan Dr. Debby Herbenick, profesor dari Indiana University School of Public Health, jika anak umumnya memang sering menyentuh kelaminnya saat bermain. Kebanyakan hal ini dialami anak berusia 4 tahun ke atas.

“Banyak orang tua melaporkan jika anak mereka sering menyentuh kemaluan saat bosan atau untuk merangsang diri sendiri seperti masturbasi,” kata Dr. Elizabeth Erickson, asisten profesor pediatri di Duke, dilansir The New York Times.

Jika Bunda menghadapi situasi yang demikian, jangan cepat mengambil kesimpulan dengan menyalahkan buah hati. Terlebih bila Bunda memiliki anak lelaki yang beranjak remaja, karena ketidaktahuannya bisa jadi mereka tak sengaja melakukan masturbasi tanpa disengaja dan mereka pun tak tahu alasan dirinya melakukan hal tersebut.

“Jika anak masih sangat kecil dan melakukan masturbasi di depan umum, orang tua tidak perlu menjelaskan karena anak belum mengerti. Tapi bisa mengalihkan perhatiannya. Jangan membesar-besarkan, cukup alihkan fokus anak,” ujar Erickson.

Sementara cobalah jelaskan bahwa masturbasi adalah hal yang wajar. Namun akan lebih baik bila Bunda mengarahkan anak untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Hal yang dapat Bunda beritahukan padanya adalah bagaimana mengenali tubuhnya dan mencintai tubuhnya.

Ajarkan bahwa ada bagian tubuh kita terutama yang tertutup adalah sesuatu yang sifatnya privasi dan tidak boleh dilihat atau disentuh sembarangan orang. Namun bila dalam hal ini Bunda menemukan kesulitan, sebaiknya cobalah terus mengkomunikasikan nilai-nilai yang baik padanya. Tetaplah hargai si kecil mengenai pendapatnya tentang masturbasi tanpa menghakiminya.

“Pada anak yang sudah sedikit dewasa, masturbasi bisa diartikan sebagai tanda stres. Jika anak sulit mengerti soal privasi masturbasi, mereka akan memiliki masalah sosial dan kelainan seksual saat dewasa,” kata Erickson.

Saat anak mulai bertanya tentang masturbasi, sebaiknya Bunda mulai mengenalkan seksualitas yang sehat. Mengutip dari Kompas.com, psikolog Seto Mulyadi menjelaskan ada beberapa poin yang perlu diperhatikan saat mengenalkan pendidikan seks pada anak.

1. Harus dilakukan orang terdekat ya Bun.

“Dalam hal ini, orangtua menjadi tombak utama. Anak laki-laki diajari ayah, sedangkan anak perempuan mendapat informasi dari ibu,” kata Seto.

Dalam prosesnya, orangtua harus komunikatif, rendah hati, dan mau mendengarkan. Orangtua dengan tiga kriteria tersebut akan membuat anak nyaman bertanya dan mendengarkan saran atau jawaban yang diberikan.

2. Disesuaikan dengan daya tangkap anak

“Setiap anak memiliki daya tangkap berbeda. Namun, bagaimanapun daya tangkap anak, pastikan dia memperoleh informasi yang maksimal,” ujar Seto.

Pendidikan seks untuk usia TK tentu berbeda dengan SD dan SMP. Untuk usia TK, kata Seto, pastikan anak mengetahui perbedaan jenis kelamin antara dia dan teman yang lain. Selanjutnya anak juga harus mengetahui perbedaan organ kelamin yang dimiliki, antara laki-laki dan perempuan.

3. Pemantauan terus-menerus oleh Kita Sebagai Orangtua

“Orangtua harus mengetahui kapan anaknya mengalami mimpi basah atau menstruasi pertama kali. Saat itu pastikan orangtua ada di sisi anak dan siap menghadapi berbagai pertanyaan yang diajukan,” ujar Seto.

Saat anak mengalami menstruasi atau mimpi basah, orangtua harus menjadi sahabat yang baik. Dengan menjadi sahabat, orangtua lebih mudah mengingatkan kembali fungsi alat kelamin dan tidak menggunakannya sembarangan.

4. Dan Dijelaskan Segamblang mungkin

Bagaimanapun, seks perlu dijelaskan segamblang mungkin kepada anak. Dengan penjelasan yang benar dan menyeluruh, anak tidak akan berimajinasi atau memiliki sudut pandang sendiri. Penjelasan yang tidak utuh justru akan memancing rasa penasaran anak. Untuk memulai suatu penjelasan, orangtua perlu memancing rasa ingin tahu anak. Selanjutnya penjelasan bisa dimulai dari titik yang dipahami anak.

2 Comments

2 Comments

  1. Sri kartiningsih

    May 16, 2017 at 1:49 pm

    Kompetisi foto wefie paling lambat kapan

  2. Pingback: Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini – Kabar UPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top