Parenting

Peran orang tua dalam mengajarkan anak membaca sangat penting, 8 Cara Mengajarkan Anak Membaca

parenting indonesia

Belajar membaca bagi anak sangat penting. Terutama untuk anak yang sudah mulai memasuki sekolah dasar. Peran orang tua dalam mengajarkan anak membaca sangat penting.

Di taman kanak-kanak anak tidak belajar membaca, anak hanya bermain. Ketika memasuki kelas 1 SD, sangat penting anak dapat membaca. Memasuki kelas dua, kemampuan membaca untuk anak sangat penting untuk mengikuti pelajaran di kelas.

cara mengajarkan anak membacaOrang tua tidak dapat mengadalkan sekolah mengajari anak membaca. Orang tua di rumah juga harus ikut terlibat mengajari anak membaca. Karena itu, mengetahui cara mengajarkan anak membaca untuk orang tua sangat penting.

Membaca buat anak tidak sekedar membantu anak dapat mengikuti pembelajaran di kelas, karena sebagian besar bahan pelajaran dalam bentuk text. Membaca juga mengenalkan anak pada kekayaan informasi dan merangsang imajinasi, memberikan perkembangan emosi, membangun keterampilan verbal serta memengaruhi pemikiran dan analisis.

Cara mengajarkan anak membaca yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah menanamkan kecintaan membaca pada anak. Untuk menanamkan kecintaan tersebut dapat dilakukan dengan cara memberikan pengalaman dengan benda-benda bertulisan, sesuai dengan tingkat kemahiran anak. Dan yang paling penting, membacalah dengan anak atau untuk anak. .

Berikut cara mengajarkan anak membaca agar memiliki kecintaan dan senang membaca:

1. Sebelum mengajarkan anak membaca alangkan lebih baik orang tua memberikan contoh. Agar anak mau belajar membaca dan kemudian menyenangi membaca adalah dengan memberikan contoh. Orang tua harus memberikan contoh dengan cara rajin membaca buku. Dengan sendirinya anak akan mengikuti orang tuangnya gemar membaca.

2. Temani anak membaca dan ajari anak mengenal huruf. cara mengajarkan anak membaca dimulai dengan mengenalkan huruf dan kata pada anak. Jika sudah mulai sedikit demi sedikit mulai bisa membaca, betulkan kata-kata yang tidak bisa diucapkan olehnya saat membaca buku.

3. Ajak melakukan permainan yang merangsang keterampilan membaca. Misalnya mencari jejak, scrabble mini dll. saat melakukan permainan, kita dapat mengajarkan anak membaca kata perkata dalam permaianan

4. Tempel Note untuk anak di seluruh penjuru rumah. Di Papan pesan, di lemari es, di monotir komputer. Isinya bisa lucu-lucuan atau ungkapan cinta untuk anak. cara mengajarkan anak membaca  note yang di tempel bisa jadi efektif, karena anak ingin mengetahui apa tulisan yang terpasang.

5. Ajak anak ke perpustakaan daerah atua toko buku. Dorong anak memilih sendiri buku yang dia inginkan.

6. Minta anak membacakan cerita untuk adik atau temannya yang lebih kecil. Hal ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak.

7. Jadikan buku sebagai bingkisan baik hadiah ulang tahun, nilai ulangan bagus dll.

8. Batasi non ton televise dan main game. Sebaiknya dorong anak untuk membaca  spa saja walaupun hanya komik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tips Menjadi Orangtua yang Lebih Positif

picsea-EQlTyDZRx7U-unsplash

Tingkah laku anak yang kadang tidak terkontrol mungkin bisa membuat bunda pusing. Ditambah dengan tugas lain misalnya pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya atau pekerjaan di kantor yang menumpuk bisa membuat bunda sakit kepala. Kondisi tersebut bisa membuat bunda emosi dan kesal sehingga mengeluarkan omelan panjang.

Menjadi orangtua memang memiliki banyak tantangan agar bisa mengasuh anak dalam koridor yang benar. Oleh karena itu, ayah dan bunda perlu belajar dan memperbaiki sikap agar menjadi orangtua yang lebih positif dan terhindar dari stres. Berikut beberapa tips untuk menjadi orangtua yang lebih positif.

1. Sediakan Waktu Khusus untuk Anak

Orangtua tidak bisa setiap saat berada di dekat anak. Ayah dan bunda harus bekerja atau anak sudah mulai sekolah akan mengurangi waktu bersama anak. Namun, berkurangnya waktu bersama tidak seharusnya membuat kedekatan dan komunikasi terbatas. Ayah dan bunda tetap harus menjalin kedekatan dengan si kecil. Sediakan waktu khusus bersama si kecil tanpa ada gangguan apapun misalnya malam hari sebelum tidur. Gunakan waktu berkualitas tersebut untuk fokus bersama anak, dengarkan semua yang cerita si kecil, mengajakny berdiskusi, membacakan buku kesukaan, atau bermain bersama.

2. Pandang Masalah dengan Pikiran yang Positif

Hidup tidak bisa dihindarkan dari masalah. Apalagi ketika sudah menjadi orangtua, sepertinya setiap hari ada saja insiden yang membuat bunda harus tarik napas dalam. Mungkin bunda harus menghadapi anak yang tidak mau makan, tidak mau mandi atau anak sudah mulai suka membantah. Namun, daripada mengomel atau marah-marah, lebih baik bunda mencoba untuk menghadapinya dengan positif. Ketika anak tidak mau makan, cobalah untuk memikirkan penyebabnya, apakah anak bosan dengan menunya atau memang sudah kenyang. Dengan mengetahui penyebabnya bunda bisa mengambil jalan keluarnya.

Selain itu, bagaimana orangtua bereaksi terhadap suatu masalah juga akan dicontoh oleh anak. Jika orangtua bereaksi negatif saat menghadapi masalah misal dengan marah-marah, teriak, atau bahkan merusak barang maka anak juga akan mencontohnya. Oleh karena itu, ayah dan bunda perlu mengubah cara pandang terhadap suatu masalah dari sisi yang positif. 

3. Hindari Kalimat Negatif 

Ketika sedang menghadapi masalah, sedang lelah, atau stres mungkin secara tidak sadar akan mengucapkan hal yang negatif tentang diri sendiri, misalnya, “Aku sudah gagal,” atau “aku nggak bisa melakukan ini.” Jika anak mendengar perkataan bunda tersebut maka anak akan mencontohnya. Oleh karena itu, hindari kalimat negatif, apalagi saat berkomunikasi dengan anak. Sebaiknya gunakan kata-kata yang positif misalnya, “Kali ini belum bisa, lain kali aku bisa mencoba lagi sampai berhasil ya.” Jika ayah dan bunda terbiasa menggunakan kalimat positif maka si kecil juga akan menirunya sehingga kelak saat menghadapi masalah tetap bisa berpikir positif.

Karena anak adalah peniru ulung. Sebagai orangtua tentunya harus berusaha memberikan contoh sebaik mungkin. Semoga tips di atas bermanfaat untuk ayah dan bunda dalam belajar menjadi orangtua yang lebih positif.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mainan Anak

Manfaat Aktivitas Mewarnai untuk Perkembangan Anak Usia Dini

sigmund-OV44gxH71DU-unsplash

Mewarnai adalah salah satu aktivitas yang banyak disukai oleh anak-anak. Awalnya anak hanya akan mencoret-coret kertas secara tidak beraturan, seiring dengan bertambahnya usia dan kemampuan anak maka dia akan semakin mengerti cara mewarnai. Berbagai macam warna akan membuat anak tertarik.

Walaupun sederhana, kegiatan ini mempunyai banyak manfaat untuk perkembangan anak usia dini loh bun. Anak akan menuangkan imajinasi dan kreativitasnya. Tidak hanya itu, beberapa hal di bawah ini adalah manfaat lain dari mewarnai bagi perkembangan buah hati.

1. Meningkatkan Kreativitas Anak

Aktivitas mewarnai bisa meningkatkan kreativitas anak. Mereka akan menuangkan imajinasi dan kreativitasnya ke dalam berbagai warna. Ketika mewarnai biarkan anak memilih warna sendiri, sebaiknya ayah dan bunda jangan banyak mengintervensi atau mengkoreksi warna yang dipilih anak. Biarkan ia menentukan, warna mana yang ia suka.

2. Melatih Motorik Halus

Menggenggam pensil warna atau crayon akan melatih motorik halus anak. Kekuatan otot jari-jari juga akan semakin terlatih ketika anak mencoretkan pensil warna di kertas. Motorik halus dan kekuatan otot tangan sangat penting untuk perkembangan anak karena banyak aktivitas sehari-hari yang menggunakan tangan dan jari-jari.

3. Anak Belajar Menggenggam Pensil

Ternyata menggenggam pensil butuh latihan juga loh bun. Hal yang mungkin sepele ini bagi anak-anak bisa menjadi sangat membingungkan. Agar anak bisa menggenggam pensil  dengan benar, bunda bisa membelikan triangular pencil grip. Triangular pencil grip adalah pensil dengan model segitiga untuk memudahkan anak meletakkan jari-jarinya pada posisi yang benar ketika memegang pensil.

4. Melatih Koordinasi Mata dan Tangan

Ketika mewarnai mata dan tangan akan berkoordinasi agar warnanya tidak keluar dari garis gambar. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kegiatan yang membutuhkan koordinasi mata dan tangan misalnya menulis, menangkap benda, memotong, menggunting dan masih banyak lagi.

5. Melatih Konsentrasi Anak

Mewarnai juga melatih daya konsentrasi anak. Ketika asyik mewarnai anak akan terlihat fokus dan konsentrasi dengan gambarnya. Kemampuan berkonsentrasi juga penting untuk kehidupan anak. Misal ketika sekolah, belajar, dan ketika bekerja saat anak dewasa kelak.

6. Belajar Macam-macam Warna

Dengan mewarnai anak bisa belajar berbagai macam warna. Anak juga bisa belajar percampuran warna misalnya dengan menggunakan cat air, ternyata dua atau beberapa warna ketika dicampur akan menjadi warna lain. Dengan begitu secara tidak langsung, anak tela belajar sains yang sederhana.

Wah, ternyata banyak ya manfaat mewarnai. Apakah si kecil suka mewarnai? Yuk ajak si kecil mewarnai dan lihat bagaimana ekspresinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Manfaat Mengelus Perut Istri Saat Hamil

Cover Artikel Sayangianak

Kehamilan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan saat menantikan kehadiran sang buah hati. Umumnya ibu hamil akan mengalami ngidam sehingga membuatnya lebih ingin dimanja dan diperhatikan oleh suami. Perubahan hormon pada ibu hamil akan membuat moodnya ikut berubah-ubah dan kadang menjadi lebih sensitif. Hal tersebut normal terjadi, sehingga sang suami harus memberikan perhatian yang lebih banyak.

Itulah sebabnya, kehadiran dan perhatian suami akan membuat ibu hamil merasa tenang dan nyaman. Kebahagiaan ibu hamil pun sangat sederhana, suami yang sering mengelus perutnya merupakan sumber kebahagiaan tersendiri bagi ibu hamil. Hal itu terlihat sangat sepele dan sederhana, tapi bisa menjadi salah satu sumber bahagia dan kenyamanan bagi ibu hamil.

Misalnya, saat pillow talk sebelum tidur atau saat santai bersama suami bisa sambil mengelus perut istri yang sedang hamil. Selain membuat istri senang, mengelus perut ibu hamil mempunyai banyak manfaat lho. Salah satunya, jadi bentuk rasa bahagia yang bisa suami perlihatkan pada istri.

Karena kehadiran buah hati merupakan hal yang ditunggu setiap pasangan suami istri setelah menikah. Maka mengelus perut istri yang sedang hamil, merupakan salah satu bentuk rasa bahagia dan syukur suami atas kehamilan sang istri. Hal itu menunjukkan bahwa suami juga merasa bahagia dan menantikan kehadiran sang buah hati. Dengan begitu istri akan merasa mendapat dukungan dan bahwa dia tidak berjuang sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top