Mom Life

Cara Berhubungan Intim Agar Menjaga Pernikahan Selalu Awet

gaya hubungan badan

Untuk pasangan yang sudah lama menikah, menjadikan kegiatan di atas ranjang agar tetap bergairah adalah hal yang sulit. Memang butuh perjuangan untuk menjadikan seks tetap istimewa sekalipun Bunda dan suami rasanya sudah kehilangan gairah.

Jika mungkin Bunda sedang berada atau mengalami situasi seperti ini, sebaiknya perbanyak membaca dan mencari tips berhubungan intim dari para pakar agar Bunda menemukan jalan keluarnya.

Tisa Tessina Ph. D, seorang psikoterapis berlisensi punya beberapa tips yang akan membantu Bunda dan suami tak kehilangan percikan asmara di atas ranjang sekalipun sudah lama bersama.

1. Lakukan Quickie

Pernah dengar istilah ini, Bun? Ya, quickie adalah sebuah aktivitas seksual yang cepat tanpa foreplay dan dilakukan dalam waktu yang singkat. Misalnya, mengunjungi istri di jam makan siang untuk melakukan quickie lalu kembali ke kantor.

Atau memberikan oral seks pada suami sebelum dia berangkat kerja juga bisa menjadi pilihan. Melakukan quickie bisa memacu adrenalin, sehingga membuat kalian terpikirkan pasangan seharian, dan tak sabar ingin kembali bertemu untuk melakukan hubungan seksual yang sebenarnya tanpa diburu-buru waktu.

2. Lakukan Seks Secara Sembunyi-sembunyi

Bun, melakukan seks secara sembunyi-sembunyi sejatinya juga memacu adrenalin. Ada perasaan takut ketahuan yang akan menambah ‘panas’ gairah kalian yang membuat orgasme kemudian datang dengan lebih intens. Beranikah Bunda untuk mencobanya?

3. Cobalah Persiapkan Momen yang Romantis

Sesekali, Bunda dan suami juga perlu melakukan hal romantis agar merangsang gairah yang lama terpendam. Misalnya makan malam ditemani cahaya lilin, kemudian mengobrol dari hati ke hati, dan berlanjut ke hubungan seksual yang dilakukan secara perlahan dan penuh kelembutan.

Cobalah lakukan atau persiapkan momen semacam ini seperti di hari kasih sayang, ulangtahun pernikahan, atau kapanpun saat Bunda dan suami merasa perlu meningkatkan level kedekatan dalam relasi suami istri.

4. Reka Ulang Seks Pengantin Baru, Bun

Coba ingat lagi, apa yang Bunda dan suami lakukan di malam pertama setelah menikah? Cobalah reka ulang kembali momen romantis nan emosional itu. Hal ini bisa jadi cara yang efektif membangun kedekatan emosional serta membangun keinginan untuk berhubungan fisik, Bun.

Jika memungkinkan, tidak ada salahnya memakai kembali baju pengantin untuk mengingatkan kembali memori saat pertamakali kalian merasakan surga dunia.

5. Lakukan Seks Setelah Bertengkar dan Jadikan Sedikit Penghiburan

Bunda pasti mengamini, setelah bertengkar hebat, hubungan intim ternyata bisa jadi cara berbaikan yang manis, dan lebih berkesan. Bahkan bila pasangan tengah bersedih atau stres, maka salah satunya harus peka untuk menghiburnya.

Nah, hal ini bisa dilakukan dengan alihkan perhatiannya dari masalah dengan hubungan seksual yang memuaskan sehingga dia bisa merasa rileks setelahnya, dan bisa kembali berpikir jernih untuk menemukan solusi masalah.

6. Berikan Seks yang Santai

Kebalikannya quickie, cara yang satu ini dilakukan dengan santai dan tak terburu-buru. Misalnya di hari libur, Bun. Bunda dan suami bisa melakukan hubungan seksual kapanpun tanpa tekanan, tanpa dikejar waktu atau tuntutan.

Bila ada anak di rumah, untuk sebentar titipkan dia di rumah mertua untuk sehari saja. Agar kalian bisa menikmati waktu berduaan saja, mengulang kembali memori ketika di rumah hanya ada kalian berdua, dan bisa melakukan seks kapan saja di mana saja.

7. Cobalah Seks penuh Fantasi

Melakukan seks dengan tema bisa menjadi hal yang mengasyikkan, bermain peran dengan cara yang membuat kalian terangsan satu sama lain bisa dicoba. Misalnya bermain peran sebagai suster dan dokter, atau pengacara dan sekertaris.

Atau melakukan lakon seperti di film kesukaan kalian. Intinya, jangan membatasi diri dalam bereksplorasi ya Bun. Bila hal itu bisa membahagiakan diri Bunda dan pasangan, kenapa tak mencobanya?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Lifestyle

Seorang Ibu Perlu Mencintai Dirinya Sendiri

Seorang ibu sering dituntut untuk menjadi sempurna. Cekatan mengurus anak, suami, dan pekerjaan rumah. Karena itu, ibu sering lupa dan tidak sempat untuk mengurus dirinya sendiri. Dengan begitu, ibu rentan mengalami kelelahan bahkan stres.

Padahal, tidak ada orang yang sempurna di dunia ini, termasuk seorang ibu. Jangan menetapkan standar kesuksesan dengan standar orang lain, dan jangan mengurangi kebahagiaan dengan membandingkan diri dengan orang lain.

Ibu perlu mencintai diri sendiri. Terima diri ibu apa adanya, terima kekurangan ibu dengan terus berusaha memperbaiki apa yang bisa diperbaiki, lakukan hal-hal yang ibu sukai, dan berhenti membandingkan anak serta kondisi keluarga dengan keluarga lain.

Sadari bahwa setiap keluarga mempunyai tantangan yang berbeda-beda dan tidak ada yang sempurna. Ibu juga berhak bahagia. Dan beberapa cara dibawah ini mungkin bisa Ibu lakukan untuk mencintai diri sendiri agar lebih bahagia.

  1. Pertama kita harus jujur dengan diri kita sendiri.
  2. Percaya pada diri sendiri.
  3. Menjadi lebih lembut terhadap diri sendiri.
  4. Memaafkan diri sendiri.
  5. Rutin melakukan hal-hal yang disukai secara bertanggung jawab.
  6. Dan berhenti membandingkan diri sendiri dengan Ibu lain. Jadilah bahagia dan merasa cukup.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Bunda Tahu Tidak? Emosi Ibu Menular ke Anak

Seorang Ibu yang bahagia akan mendidik anak dengan bahagia, sehingga anak akan tumbuh dengan sehat juga ikut bahagia. Sebaliknya, jika ibu memendam amarah dan kesedihan, maka tidak akan maksimal dalam membersamai anak. Risiko buruknya, anal bisa saja jadi sasaran ibu dalam meluapkan amarah. Kemungkinan lainnya, bisa saja anak melihat kesedihan di mata ibu sehingga anak juga ikut sedih.

Dibalik ibu yang suka marah-marah, mungkin ada permasalahan atau konflik batin yang masih terpendam dan belum selesai. Oleh karena itu, ibu harus membersihkan konflik batin ibu terlebih dahulu. Misalnya dengan curhat ke pasangan atau ke teman lain yang sekiranya bisa membantunya.

Bunda perlu tahu, jika seorang perempuan, termasuk ibu butuh seorang pendengar yang baik untuk mengeluarkan perasaan dan unek-uneknya, karena setiap hari perempuan perlu mengeluarkan 20.000 kata setiap harinya. Dengan mengeluarkan apa yang ada di dalam hati dan tidak memendamnya sendiri mungkin akan membuat perasaan ibu lebih baik. Solusi lainnya, seorang Ibu dan pasangan bisa melakukan pillow talk setiap harinya sebelum tidur.

Hal lain yang perlu Bunda sampaikan kepada Ayah adalah, sering mengobrol bersama pasangan akan membantu Bunda dalam mengelola emosi. Dan kedekatan antara Bunda dan Pasangan akan semakin terjalin dan bisa saling mengungkapkan perasaan, jika bisa saling mengerti dan memahami. Nilai penting lain yang perlu Ayah ketahui, mempunyai suami yang mau menjadi pendengar yang baik dan teman ngobrol bisa membantu mengobati konflik batin ibu adalah sesuatu yang sangat penting. Ibu akan menjadi lebih bahagia menjalani aktivitasnya sehari-hari dan mendidik anak dengan bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Setelah Beranjak Besar, Mengapa Anak Jadi Tidak Menuruti Orangtua?

Awalnya anak-anak kita adalah anak yang selalu mendengarkan kata-kata orangtuanya, Mengapa? Karena mereka percaya sepenuhnya pada orang tuanya. Namun, ketika anak beranjak besar, ia sudah tidak menuruti perkataan atau permintaan kita? Apa yang terjadi? Apakah anak kita sudah tidak percaya lagi dengan perkataan atau ucapan-ucapan kita lagi?

Mari kita melihat ke belakang sejenak, pada beberapa kejadian dalam mendidiknya. Bisa jadi, tanpa sadar kita sebagai orang tua setiap hari sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak kita meminta ikut atau mengajak berkeliling perumahan. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengalihkan perhatian si kecil ke tempat lain, setelah itu kita buru-buru pergi? Atau yang ekstrem kita mengatakan, “Ayah/Bunda hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya, sebentar saja ya, Sayang.” Tapi ternyata, kita pulang malam.

Contah lain yang sering kita lakukan ketika kita sedang menyuapi makan anak kita, “Kalo maemnya susah, nanti Ayah/Bunda tidak ajak jalan-jalan loh.” Padahal secara logika antara jalan-jalan dan cara/pola makan anak, tidak ada hubungannya sama sekali.

Dari beberapa contah di atas, jika kita berbohong ringan atau sering kita istilahkan “bohong kecil”, dampaknya ternyata besar. Anak tidak percaya lagi dengan kita sebagai orang tua. Anak tidak dapat membedakan pernyataan kita yang bisa dipercaya atau tidak. Akibat lebih lanjut, anak menganggap semua yang diucapkan oleh orang tuanya itu selalu bohong, anak mulai tidak menuruti segala perkataan kita.

Untuk itu, demi menghindari pembentukan pola sikap anak yang seperti ini. Sebagai orangtua, kita perlu memahami bahwa sekecil apapun kebohongan tak bisa dibenarkan. Karena selain mengikis kepercayaan anak terhadap Ayah dan Bundanya. Hal tersebut juga dapat mempengaruhi pembetukan sikap yang buruk dalam diri anak. Jadi, sebisa munkin Ayah dan Bunda harus selalu berusaha untuk bersikap jujur ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top