Kesehatan

Cara Agar Anak Tetap Sehat di Tengah Pandemi Covid-19

covid-19 anak

Pandemi Covid-19 di Indonesia belum juga berakhir. Artinya kita nggak boleh kendor dalam menjaga kesehatan keluarga nih, Bunda. Khusus untuk anak, sejumlah cara perlu kita lakukan agar mereka tetap sehat.

Di akhir Maret 2021 ini, kasus aktif Covid-19 masih di angka 150-an ribu. Sementara itu positivity rate masih di atas 10 persen. Padahal standar Badan Kesehatan Dunia, positivity rate adalah 5 persen.

Jika sudah telanjur sakit, maka 3T harus dilakukan. Upaya 3T yakni melakukan tes COVID-19 (testing), pelacakan kontak erat (tracing), dan perawatan pasien (treatment). Namun, apabila belum terken, maka 3M perlu dilakukan. 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

3 Cara Agar Anak Tetap Sehat Saat Pandemi

Cara agar anak tetap sehat saat pandemi/ Foto: Bessi dari Pixabay

Protokol kesehatan 3M wajib dijalankan untuk proteksi diri dari virus Corona. Selain itu, berikut ini beberapa cara yang bisa menjadi ikhtiar agar anak tetap sehat di tengah pandemi Covid-19.

1. Pilih Menu Seimbang Kaya Nutrisi

Makan apa si kecil hari ini? Saat makan, pastikan ya, Bunda, anak mengasup menu seimbang. Dalam satu piring menu seimbang terdapat karbohidrat, sayur, dan lauk sebagai proteinnya. Nah, menu seimbang ini harus diberikan tiga kali sehari.

“Asupan nutrisi, jumlah, dan frekuensi harus diperhatikan untuk menjamin zat gizi masuk ke tubuh,” pesan dr. Daeng M Faqih, S.H, M.H. yang merupakan Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam konferensi pers bertajuk “Peduli Gizi Anak di Masa Pandemi” sekaligus peluncuran Morinaga Chil*Go! Original, Kamis (25/3/2021).

dr. Daeng M Faqih, S.H, M.H. yang merupakan Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Nutrisi yang diasup anak hendaknya memenuhi makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien adalah nutrisi yang memberikan asupan kalori atau energi bagi tubuh seperti karbohidrat, protein, dan lemak.

Sementara itu, mikronutrien adalah zat yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, akan tetapi memiliki fungsi strategis. Contoh mikronutrien yakni vitamin dan mineral seperti selenium, asam folat, dan zat besi.

2. Pastikan Nutrisi Diserap Tubuh dengan Baik

Ternyata sepiring makanan kaya nutrisi saja tidak cukup lho, Bunda. Kita harus memastikan semua nutrisi itu terserap maksimal oleh tubuh si kecil. Apabila tidak terserap dengan baik, maka nutrisi-nutrisi itu hanya akan dibuang saat anak buang air besar. Duh, sayang sekali ya.

dr. Daeng lantas menekankan pentingnya keseimbangan mikroorganisme di usus. Fungsi keseimbangan mikroorganisme ini adalah agar penyerapan gizi tidak terganggu.

“Untuk keseimbangan normal flora di usus, maka perlu probiotik dan serat untuk membantu penyerapan nutrisi sehingga kesehatan fisik akan terjaga,” lanjut dr. Daeng.

Bicara serat, sebenarnya ada berbagai macam. Salah satunya adalah serat pangan inulin. Di kesempatan yang sama, dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical, KALBE Nutritionals menuturkan serat pangan inulin merupakan bagian karbohidrat rantai panjang. Inulin merupakan makanan untuk bakteri baik, sehingga mendukung keseimbangan mikroflora di usus.

dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical, KALBE Nutritionals

“Inulin membantu penyerapan kalsium, lakosa, juga mengikat lemak jahat lalu dibuang bersama feses. Para ahli juga yakin inulin bisa meningkatkan respons imun,” terang dr. Muliaman.

Serat inulin antara lain bisa didapatkan dari bawang dan pisang. Namun, saat ini ada pula susu untuk anak yang telah dilengkapi serat inulin. Susu pertumbuhan bisa diberikan apabila asupan nutrisi anak dirasa kurang, atau jika anak sangat aktif dalam beraktivitas.

3. Bergerak di Ruang Terbuka

Pandemi Covid-19 bukan alasan untuk tidak mengajak anak aktif bergerak di luar ruangan lho, Bunda. Tidak melulu harus ke tempat-tempat olahraga, di halaman rumah saja sudah cukup. Bila memungkinkan anak bisa diajak jalan-jalan sambil berolahraga di sekitar rumah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Di era Covid, anak kita banyak hanya tinggal di rumah, kurang ruang gerak . Para orang tua bisa mengajak anak ke luar rumah atau alam terbuka yang tidak ada gerombolan atau kerumunanan. Dengan mengajak anak bergerak di ruang terbuka bisa turut membantu perkembangan mental anak juga,” papar dr. Daeng.

Tanda Pencernaan Anak Tidak Sehat

Saat pencernaan anak tidak sehat dapat dilihat melalui beberapa tanda/ Foto: zhenzhong liu dari Unsplash

Kesehatan secara umum ditentukan oleh pencernaan yang sehat. Tidak heran pencernaan manusia disebut sebagai otak kedua. Bayangkan, Bunda, pencernaan kita sangat besar, di mana panjangnya bisa sampai 7-8 meter. Di saluran cerna juga banyak saraf, jumlahnya bisa mencapai 10 ribu. Luar biasa!

“Saluran cerna ini menentukan kesehatan seorang anak. Saat makan, makanan dan minuman masuk ke saluran cerna, jika saluran cerna tidak baik maka penyerapan nutrisi tidak baik. Nutrisi tidak akan sampai ke otak,” tutur dr. Muliaman.

Lantas bagaimana tanda saluran pencernaan anak tidak sehat? Bunda bisa melakukan pengamatan sendiri, lho. Berikut ini beberapa tanda yang disampaikan dr. Muliaman.

  1. Tidak buang air besar (BAB) lebih dari tiga hari.
  2. BAB keras atau diare.
  3. Berat badan anak tidak bertambah meski sudah makan dengan baik, sehingga juga terjadi malnutrisi.

Masa anak-anak adalah masa penting tumbuh kembang, sehingga pondasinya harus terbangun dengan kuat. Selain mendapatkan nutrisi cukup dan dicerna dengan baik, sumber makanan juga perlu dijaga agar tidak terkontaminasi kuman penyakit.

“Sumber makanan perlu dijaga agar tidak terkontaminasi sehingga anak tidak diare. Selanjutnya stimulasi saluran cerna untuk menjaga daya tahan tubuh, misalnya dengan memberikan mikronutrien berupa vitamin A, C, D, E, zinc, serta probiotik dan prebiotik,” papar dr. Muliaman.

Snack untuk Anak

Memilih snack sehat untuk anak.

Siapa yang anaknya suka ngemil? Kebiasaan ngemil ini membuat kita menyimpan aneka makanan di kulkas ya, Bunda.

Kata dr. Daeng dan dr. Muliaman, makan snack di antara waktu makan boleh-boleh saja. Ngemil menjadi “terlarang” apabila dilakukan untuk menggantikan makanan utama.

Yuk, coba buka kulkas dan tudung saji, lalu periksa makanan apa yang kita siapkan sebagai snack bagi si kecil. Meskipun snack, namun zat gizi harus tetap diutamakan. Jangan sampai anak terdorong makanan cepat saji dengan nutrisi minim atau makanan dengan kandungan gula berlebih.

“Di masa pandemi ini pemenuhan kebutuhan harian penting. 1.200 – 1.500 kalori dalam sehari. Kalau masih ASI lanjutkan ASI. Untuk anak yang lebih besar ada snacking, makanan ringan di antara jam makan. Ayah dan Bunda bisa beri snack berupa susu,” imbuh dr. Muliaman.

Konferensi pers yang digelar Morinaga Chil*Go! KALBE Nutritionals

Di acara yang sama, Gregorius Daru Smaragiri, Business Unit Head Morinaga Chil*Go! KALBE Nutritionals, mengatakan susu cair steril bisa dikreasikan dengan makanan lainnya. Misalnya diolah menjadi makanan ala Jepang atau Korea. Dengan begitu sesi snacking bisa lebih seru, dan gizinya tetap terjaga.

Selesai snacking, anak pun bisa diajak berkreasi menggunakan bahan bekas. Misalnya dengan memanfaatkan botol plastik bekas susu cair. “Anak bisa lebih kreatif. Untuk diketahui, kemasan Chil*Go! cair juga ramah lingkungan karena didesain bisa cepat didaur ulang,” jelas pria yang akrab disapa Daru ini.

Itulah beberapa cara yang bisa diikhtiarkan untuk menjaga kesehatan anak di masa pandemi Covid-19. Semoga bisa menambah amunisi keluarga Bunda untuk membentengi diri dari penyakit.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Tips Agar Masakan Selalu Ludes Tak Bersisa Ala Asri Welas

sampah-makanan

Tahukah Bunda, sampah makanan di Indonesia mencapai 1,3 juta ton per tahun. Agar sampah makanan tidak semakin banyak, yuk biasakan tidak membuang makanan. Nah, agar masakan di rumah selalu ludes tanpa sisa, aktris Asri Welas punya cara nih.

“Kenapa suka ada sampah makanan? Menurutku ini karena ibu sering kali egois asal masak aja, nggak mau komunikasi maunya pada suami dan anak-anak pada mau makan apa,” tutur Asri dalam peluncuran Electrolux ULTIMATETASTE, Selasa (20/4/2021).

Asri Welas
Asri Welas membeberkan cara agar tidak menimbulkan sampah makanan.

Berikut ini beberapa hal yang dilakukan Asri Welas sehingga keluarganya tidak menyumbang sampah makanan:

1. Masak Secukupnya

Kesegaran dan rasa enak masakan, menurut Asri Welas penting banget sebagai upaya tidak buang-buang makanan. Untuk itu, dia masak secukupnya.

“Aku nggak ada makanan sisa. Jadi yang dimasak ya yang dimakan di hari itu saja,” terang Asri.

2. Tanya Makanan yang Diinginkan Keluarga

Selanjutnya perlu selalu tanya suami dan anak ingin menu apa. Hal ini dilakukan Asri sebelum memasak. Dengan begitu dia memastikan semua anggota keluarga pasti akan makan makanan yang disajikan.

“Komunikasi itu penting banget,” tegas perempuan yang juga desainer pakaian ini.

Tips Asri Welas menghindari sampah makanan/ Foto: Canva

3. Bikin Daftar Menu

Asri Welas juga biasa membuat daftar menu selama seminggu. Dia melakukannya untuk memastikan tidak asal belanja dan tidak asal makan. Daftar menu ini membantu dirinya hendak belaja bahan makanan apa saja, sekaligus memastikan masakan yang disajikan beragam setiap harinya.

Kata Asri, jangan sampai dirinya sebagai perempuan yang bisa mencari uang sendiri lantas bersikap boros. Di masa pandemi seperti sekarang ini, banyak hal jadi tidak pasti. Dengan tidak boros soal makanan, maka ada uang yang dihemat untuk keperluan lainnya.

4. Menyimpan Bahan Makanan dengan Baik

Ibu dengan tiga anak ini memang cukup ketat dalam urusan makan. Dia berkomitmen menyajikan makanan dari bahan makanan yang segar sehingga nutrisinya tetap terjaga.

Hal itu bukan tanpa alasan. Anak keduanya mengalami masalah dengan matanya saat lahir. Sedangkan anak ketiganya lahir prematur dengan berat badan rendah, hanya sekitar 1,7 kg.

“Makanya aku pilih bahan makanan yang segar, disimpan dengan benar, dimasak dengan benar juga agar nutrisinya sampai ke anak dan aman,” tutur Asri Welas.

Bagi perempuan bekerja seperti dirinya, memasak dengan bahan makanan yang selalu segar adalah tantangan. Maksud hati ingin selalu belanja buah dan sayur segar setiap hari, apa daya waktu terbatas. Keterbatasan waktu ini pula yang membuat Asri Welas belanja bahan makanan sekali sepekan, bahkan dua pekan sekali.

sampah makanan
Sampah makanan/ Foto: Canva

Agar bahan makanan awet kesegarannya, Asri Welas memilih kulkas yang bisa memberikan kesegaran setidaknya dalam tujuh hari. Dia memastikan kulkas pilihannya memiliki teknologi tastelock yang bisa menjaga kesegaran buah dan sayur.

Selain itu kulkas yang dia pilih memiliki teknologi tasteseal, di mana bisa mempertahankan suhu -2 derajat Celsius. Kondisi ini menjaga bahan makanan seperti daging dan ikan tidak beku, namun teksturnya tetap terjaga. Dengan disimpan di kulkas ber-tasteseal, Asri tidak perlu men-defrost daging atau ikan beku.

“Pokoknya dipikirkan banget hal-hal yang bisa jadi irit, nggak bikin jajan di luar karena lagi pandemi. Juga yang mendukung untuk nggak buang sayur dan daging, karena sering banget daging sudah dikeluarkan dari freezer malah nggak sempat dimasak,” papar Asri Welas.

Itu dia beberapa cara dari Asri Welas untuk meminimalkan sampah makanan. Bagaimana dengan Bunda, apakah punya tips lain agar kita tidak menyumbang sampah makanan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Mengatasi Anak yang Tidak Mau Makan Sayur

anak-tidak-suka-sayur

Si kecil tidak mau makan sayur? Duh, padahal sayur mengandung banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan. Apalagi saat puasa seperti ini. Tenang, Bunda, selalu ada cara kok untuk mengatasi anak yang tidak mau makan sayur.

Bicara anak yang tidak mau makan sayur, sebenarnya hal ini dikeluhkan banyak orang tua. Jadi ini hal yang wajar. Meski demikian, anak-anak perlu tetap dibiasakan makan sayur-sayuran.

Simak yuk, beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasi anak yang picky eater sehingga menghindari sayuran.

Tips untuk Bunda yang Anaknya Tidak Mau Makan Sayur

Umumnya anak tidak suka makan sayur karena rasanya dianggap tidak enak. Yuk langsung saja disimak aneka tips yang bisa dicoba untuk mengatasi anak yang tidak mau makan sayur.

1. Libatkan Anak dalam Memilih Sayuran

Ajak anak memilih sayuran agar mau makan sayur/ Foto: Canva

Anak suka lho, Bunda, jika dilibatkan dalam pekerjaan yang biasa dilakukan orang dewasa. Hal ini membuat mereka merasa sudah besar dan dipercaya. Untuk mendorong anak mau makan sayur, sebaiknya mereka dilibatkan dalam memilih sayuran.

Bunda bisa mulai dengan menanam benih sayuran bersama anak. Jadi anak diminta untuk menentukan benih sayuran apa yang akan ditanam. Selanjutnya anak diajak memelihara tanaman sayur hingga waktu panen tiba.

Jika tidak sempat memanam sayur, bisa juga dengan mengajak anak ke pasar atau supermarket. Kita bisa mengenalkan aneka bentuk sayur pada anak dan meminta mereka untuk memilih sayur untuk dimasak bersama. Kegiatan memasak bersama menimbulkan “rasa memiliki” sehingga anak lebih antusias dan sukarela makan sayuran.

2. Masak Sayur Harus Enak

Rasa yang enak akan membuat anak suka makan sayur/ Foto: Canva

‘Beberapa sayuran memang memiliki rasa sedikit pahit. Apalagi jika tidak dimasak dengan tepat, bisa-bisa rasa pahit atau aroma yang kurang mengundang selera semakin membuat anak tidak mau makan sayur.

Sayuran yang dikukus atau direbus mungkin lebih sehat. Namun, perlu diingat bahwa metode memasak sayuran seperti ini kurang bersahabat bagi anak yang tidak mau makan sayur.

Kesan pertama haruslah menggoda. Bunda bisa menumis sayuran menggunakan mentega dan bawang putih. Tidak apa-apa pula menambahkan sedikit gula, garam, kecap, ataupun saus tomat. Tambahan bumbu itu akan membuat rasa sayuran lebih bisa diterima oleh lidah anak.

Kelak, jika anak sudah terbiasa makan sayur, tambahan gula, garam, dan lemak perlahan bisa dikurangi.

Nutrisionis Mochammad Rizal, S.Gz menegaskan ada banyak cara enak menyantap sayuran. Misalnya dengan menumis, cah, ataupun dibuat menjadi sup bening dan kuah asem.

“Tetap perhatikan untuk tidak memasak sayur terlalu lama atau over cooked, ya. Terkecuali untuk tomat, bisa dimasak hingga matang untuk mengeluarkan kandungan likopennya,” pesan Rizal dalam keterangan tertulis Lazada tentang Memilih Makanan Sehat ala Lazada yang diterima pada Jumat (16/4/2021).

3. Sayur-sayur Lucu

Bentuk yang lucu bisa memotivasi anak makan sayur/ Foto: Canva

Anak-anak suka dengan tampilan visual yang menarik. Untuk itu, yuk sajikan sayuran dalam bentuk yang menarik, Bunda. Misalnya nih, kita bisa membuat tema kebun bunga di piring anak. Wortel, brokoli, maupun asparagus bisa dipotong dan ditata sedemikian rupa dengan makanan lain, sehingga menyerupai kebun bunga.

Bunda juga bisa menggunakan cookie cutters untuk membentuk aneka sayuran agar bentuknya lucu. Kemudian ajak anak untuk memakan isi piringnya dengan cara yang seru. Misalnya dengan mengatakan, “Sekarang raksasa akan makan dinosaurus timun. Nyam!”

4. Cerdik Mencampur Sayur

Mencampur sayur di makanan lain agar anak bersemangat makan sayur/ Foto: Canva

Untuk anak yang tidak suka makan sayur, kita sebagai orang tua harus terus mencari cara yang kreatif dan cerdik. Misalnya dengan mencampurkan sayur di makanan favorit anak.

Ketika masak pasta atau salad kentang, Bunda bisa menambahkan beberapa kuntum kecil brokoli. Saat memasak spageti, Bunda dapat mencampurkan bayam cincang di sausnya.

5. Aktivitas Bertema Sayur untuk Anak

Aktivitas menyenangkan bertema sayur/ Foto: Canva

Agar anak semakin mengenal sayur dan mau mencoba memakannya, Bunda bisa mengajaknya melakukan aktivitas bertema sayur. Aktivitas seru ini cocok sekali dilakukan sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba.

1. Dongeng Sayur

Bunda bisa mendongeng dengan tokoh sayuran. Untuk alat peraga, bisa dibuat boneka kertas yang ditempelkan di stik es krim. Ajak anak untuk menggunting dan mewarnai boneka kertas tersebut sebelum mendengarkan dongeng.

Dalam dongeng, Bunda dapat menceritakan tokoh wortel yang memiliki warna oranye. Rupanya warna oranye itu merupakan tanda bahwa wortel mengandung antioksidan beta karoten yang baik untuk kesehatan mata.

Beralih ke tokoh si tomat merah. Berikan informasi pada si kecil tentang arti warna merah pada tomat.

“Warna merah pada tomat mengandung likopen dan memberikan manfaat yang berbeda lagi, yaitu mencegah kanker prostat dan kanker payudara. Jadi semakin bervariasi warna sayuran di piring, akan semakin beragam juga vitamin dan manfaat yang bisa didapatkan,” tutur Rizal.

2. Wawancara Sayur

Bermain pura-pura atau pretend play adalah kegiatan super seru untuk anak. Bunda bisa mengajak anak pura-pura menjadi wartawan. Nah, narasumber yang didatangkan adalah para sayuran, seperti brokoli, kangkung, dan buncis.

Selanjutnya Bunda bisa menjadi pengisi suara tokoh sayuran untuk menjawab pertanyaan anak. Di akhir sesi wawancara, ajak anak untuk memasak sayur-sayur tersebut dan pura-pura sedang syuting acara memasak. Setelah masakan matang, ajak anak mencicipi dan memberikan review seperti food vlogger. Gimana, seru, bukan?

Nah, itu dia aneka ide yang bisa Bunda coba untuk mengatasi anak yang tidak suka makan sayur. Setelah terbiasa makan sayur, anak bisa mengkonsumsi 2-3 varian jenis sayur dalam satu kali makan dengan warna yang berbeda-beda. Semoga sukses menanamkan kebiasaan sehat ini ya, Bunda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

6 Asupan untuk Buka Puasa Ini Bisa Kembalikan Tenaga si Kecil

asupan-buka-puasa

Saat puasa, badan tentu lemas ya, Bunda. Itu pula yang dirasakan oleh si kecil. Nah, untuk mengembalikan tenaganya, kita bisa menyajikan aneka makanan tepat saat buka puasa.

Penasaran makanan seperti apa yang bisa mengembalikan tenaga si kecil? Simak yuk penjelasan dr. Diana Suganda, M. Kes, Sp.GK dalam Kulwap Milkuat bertajuk “Mengajarkan Si Kecil Kuat Puasa Seharian”.

1. Kurma

Kurma untuk buka puasa/ Foto: Canva

Anjuran agar berbuka dengan yang manis memang baik karena makanan manis bisa mengembalikan tenaga. Namun, perlu diingat jangan sampai memberi asupan yang terlalu manis saat buka puasa.

Bunda bisa menyajikan kurma sebagai makanan buka puasa untuk anak. Kurma merupakan makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi. Ketika dikonsumsi saat buka puasa, bisa segera meningkatkan kadar gula darah yang turun saat berpuasa.

“Kandungan karbohidrat sederhana pada kurma cukup untuk menggantikan kebutuhan gula selama berpuasa. Selain itu, kurma juga kaya serat, sehingga dapat melancarkan sistem pencernaan,” terang dr. Diana.

2. Potongan Buah Segar

Buah potong untuk mengembalikan tenaga si kecil seusai puasa/ Foto: Canva

Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, makan buah potong saat buka puasa tentu menyegarkan sekali. Tak hanya menyegarkan, buah potong juga bisa memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.

Lalu buah seperti apa yang cocok disajikan sebagai buah potong untuk sajian buka puasa? Kata dr. Diana, sebaiknya memilih buah dengan tekstur lembut dan tidak asam.

“Seperti pepaya, pisang, dan melon, agar mudah dicerna oleh usus. Bunda bisa juga memberikan buah yang tinggi kadar airnya seperti semangka, pepaya, dan buah naga,” sarannya.

3. Yoghurt

Yoghurt, sajian sehat untuk buka puasa/ Foto: Canva

Asupan lain yang bisa segera mengembalikan tenaga si kecil yang berpuasa adalah yoghurt. Di dalam produk olahan susu ini terkandung energi, protein, mineral, dan vitamin.

Tak hanya itu, yoghurt juga mengandung probiotik. Nah, probiotik ini bisa turut menjaga kesehatan sistem pencernaan anak.

Agar lebih seru, yoghurt bisa disajikan bersama buah potong. Dengan begitu akan lebih mengenyangkan dan menambah nutrisi di menu berbuka anak.

4. Puding

Puding dengan tekstur lembut, bersahabat untuk pencernaan/ Foto: Canva

Makanan yang ramah bagi usus sekaligus bisa mengembalikan tenaga si kecil di waktu berbuka puasa adalah puding. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang enak tentu disukai si kecil.

Bunda bisa mencetak puding dalam berbagai bentuk lucu. Bisa pula menambahkan buah-buahan dalam puding untuk menambah nutrisinya.

5. Air Kelapa Murni

Air kelapa murni mengembalikan elektrolit setelah seharian berpuasa/ Foto: Canva

dr. Diana menjelaskan air kelapa kaya akan mineral yang diperlukan untuk mengganti cairan elektrolit yang hilang selama berpuasa. Dengan begitu, air kelapa bagus sekali untuk mengatasi badan anak yang lemas setelah seharian berpuasa.

Namun ingat ya, Bunda, berikan air kelapa murni yang belum dicampur dengan bahan apa pun. Ini penting agar manfaat sehatnya dapat segera dirasakan tubuh.

6. Salad Sayur

Salad sayur untuk berbuka puasa/ Foto: Canva

“Untuk mengganti kebutuhan nutrisi selama berpuasa, berikan si kecil sayur-mayur agar tubuhnya tetap sehat dan bugar meski telah berpuasa seharian,” ucap dr. Diana.

Salad sayur ini juga dapat dilengkapi potongan daging tanpa kulit dan keju. Hm tentu akan menjadi asupan nikmat nan bergizi di waktu berbuka puasa.

Sayur juga bisa dikombinasikan dengan buah, lantas dibuat smoothies. Caranya campur buah, sayur, susu atau yoghurt, lalu diblender. Agar lebih asyik menikmatinya, smoothies dapat disajikan di gelas dengan sedotan warna-warni.

Oh ya, saat buka puasa mungkin si kecil ingin minum minuman yang dingin. Lalu bagaimana, apakah boleh buka puasa dengan minum es? Saran dr. Diana, sebaiknya berbuka dengan minum air yang sesuai suhu tubuh atau suhu ruangan. Setelah itu, boleh-boleh saja jika ingin minum minuman dingin.

Itu dia daftar asupan untuk buka puasa yang bisa mengembalikan tenaga si kecil yang berpuasa. Semoga bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top