Dapatkan Artikel menarik dan mendalam langsung lewat SAYANGIANAK EXTRA di emailmu...

* indicates required
Kesehatan

Bunda, Bahan Alami Yang Ada Di Rumah Ini Manjur Mengatasi Batuk Pada Bayi Dan Balita Loh

pexels-photo-265958

Batuk merupakan salah satu jenis penyakit yang umum menyerang bayi dan balita. Hal itu karena bayi dan juga balita sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna sehingga rawan terserang penyakit. Namun perlu anda tahu bahwa batuk bukanlah penyakit biasa jika menyerang bayi. Batuk bisa menjadi sebuah tanda adanya penyakit tertentu yang menyerang bayi anda sehingga Bunda harus waspada.

Untuk itu batuk pada bayi dan balita pun sebisa mungkin harus segera diatasi. Tak melulu terpancang pada obat kimia, bahan-bahan alami yang banyak terdapat di rumah ini ternyata manjur untuk menyembuhkan batuk pada bayi dan balita.

Minyak Rosemary, Minyak Peppermint, Dan Minyak Kayu Putih Dapat Menyembuhkan Batuk Pada Bayi Dan Balita

Beberapa jenis minyak tradisional yang beredar di masyarakat seperti minyak rosemary, minyak peppermint, dan minyak kayu putih dipercaya dapat menjadi penyembuh batuk pada bayi dan balita. Untuk menggunakannya, oleskan salah satu jenis minyak tradisional pada dada bayi. Ingat, hanya dioleskan saja bukannya dikonsumsi atau diminumkan. Pada awalnya Bunda hanya perlu mengoleskan sedikit minyak tradisional ini ke dada bayi. Cara ini dapat diterapkan pada bayi dengan usia paling tidak 5 bulan.

Khasiat Bawang Putih Pun Bisa Menyembuhkan Batuk Si Kecil

Selain dapat digunakan sebagai pereda sakit gigi pada orang dewasa, bawang putih juga dapat digunakan untuk mengatasi batuk pada bayi dan balita. Untuk bayi yang berusia dibawah 6 bulan, Bunda dapat membakar atau memanaskan bawang putih lalu setelah dingin masukan ke dalam kain. Letakan kain tersebut di tempat tidur si kecil dan pastikan aman dari jangkauannya. Sedangkan untuk bayi yang berusia diatas 6 bulan, Bunda bisa langsung menggosokkan kain yang berisi bawang putih tersebut ke dada si kecil. Pastikan temperatur atau suhu bawang tersebut sudah benar-benar dingin ya Bun!

Campurkan Madu dan Air Jeruk Nipis Dengan Setengah Gelas Air Hangat Untuk Meredakan Batuk Anak

Madu dan jeruk nipis merupakan ramuan obat batuk alamiah yang sangat populer di masyarakat. bukan hanya untuk orang dewasa saja, ramuan ini pun dapat digunakan untuk meredakan batuk pada balita. Ramuan madu dan jeruk nipis dapat membantu keluarnya lendir penyebab batuk yang ada pada tenggorokan. Untuk membuatnya sangatlah mudah. Campurkan setengah sendok teh madu dan sedikit air jeruk nipis dengan setengah gelas air hangat. Minumkan pada anak sebelum dia tidur. Ramuan ini hanya boleh digunakan pada anak berusia 1-5 tahun.

Bukan Hanya Manjur Meningkatkan Kekebalan Tubuh Bayi, Kunyit Juga Ampuh Menyembuhkan Batuk

Kunyit dipercaya sebagai tumbuhan yang mampu mengurangi inflamasi dan meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Untuk menggunakannya sangatlah mudah. bagi bayi yang masih minum ASI, Bunda dapat mengoleskan bubuk kunyit ini pada payudara sebelum menyusui si kecil. Atau cara lainnya adalah dengan mencampurkan sedikit bubuk kunyit ke dalam susu si kecil. Lakukan cara ini 2 kali sehari.

Saat Anak Sakit Tetap Berikan Air Hangat Agar Kekebalan Tubuhnya Meningkat Bun

Cara lainnya yang dapat anda gunakan adalah dengan memberikan air putih hangat kepada si kecil. Berikan air putih hangat secukupnya. Hal ini bertujuan agar tubuh si kecil tetap terhidrasi sehingga kekebalan tubuhnya pun meningkat.

Nah Bunda, bahan-bahan alami di atas bisa digunakan untuk mengatasi batuk pada si kecil. Memang dampak yang ditimbulkan tidaklah terlalu cepat seperti ketika kita menggunakan obat-obatan kimia. Namun efek samping yang ditimbulkan pun relatif lebih sedikit, bahkan mungkin tanpa efek samping. Namun jika kondisi bayi atau balita belum juga membaik, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Amankah Mengajak Bayi Bermain Air? Berenang Mempunyai Banyak Manfaat untuk si Kecil

berenangpadaanak

Bunda mungkin mengalami kegalauan ketika ingin mengajak si kecil untuk bermain di air. Apalagi sekarang baby spa sudah menjamur di berbagai kota. Namun apakah berendam atau berenang aman untuk bayi?

Sejatinya bayi sudah berenang-renang sejak di kandungan, di dalam air ketuban. Tidak ada batasan usia untuk mengajak bayi bermain air.

Bahkan, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa berenang mempunyai banyak manfaat untuk si kecil. Namun, bunda perlu memperhatikan tempat si kecil berenang. Sebaiknya bunda tidak mengajak bayi berenang di kolam renang umum. Ada beberapa hal yang perlu bunda perhatikan ketika mengajak si kecil berenang.

Pilih kolam yang aman untuk bayi

Jika bunda ingin mengajak si kecil yang masih bayi untuk berenang, maka bunda harus memilih kolam yang aman untuk si kecil. Jangan membawa si kecil ke kolam renang umum karena biasanya mengandung klorin dan suhunya terlalu dingin untuk bayi.

Selain itu, banyak orang yang memakai kolam renang umum sehingga kebersihannya tidak terjamin. Bunda boleh mempertimbangkan untuk mengajak si kecil ke kolam renang umum ketika usianya sudah lebih dari 6 bulan.

Bunda bisa mengajak si kecil ke baby spa atau menggunakan kolam plastik sendiri di rumah. Pastikan airnya bersih dan hangat. Bunda bisa menggunakan pelampung yang nyaman untuk si kecil.

Jangan terlalu lama membiarkan si kecil di dalam air, cukup 10-15 menit. Durasinya bisa ditambah jika si kecil sudah mulai terbiasa. Pastikan bunda selalu berada di dekat si kecil dan mengawasinya selama berenang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Manfaat berenang untuk bayi

Selain mengasyikkan untuk bayi, berenang ternyata juga memiliki banyak manfaat lho bun. Beberapa penelitian sudah membuktikannya. Berikut beberapa manfaat berenang untuk bayi:

Meningkatkan fungsi kognitif

Saat berenang bayi akan menggerakkan tangan dan kakinya akan menendang-nendang di air. Hal itu dapat menstimulasi otaknya. Penelitian yang dilakukan di Griffith University di Australia menunjukkan hasil bahwa anak yang rutin berenang sejak kecil mempunyai kondisi fisik dan mental yang lebih baik daripada yang tidak berenang.

Meningkatkan rasa percaya diri

Suatu penelitian pada tahun 2010 menunjukkan bahwa pada anak berusia 4 tahun yang sudah mulai berenang dari usia 2 bulan sampai 4 tahun lebih mudah beradaptasi pada lingkungan yang baru dan lebih percaya diri. Anak menjadi lebih percaya diri karena mereka sudah dilatih keberaniannya terhadap air sejak kecil.

Melatih otot, koordinasi dan keseimbangan tubuh

Berenang dapat melatih otot-oto tubuh. Saat berenang si kecil menggunakan otot untuk menegakkan kepala dan otot-otot yang menggerakkan tangan dan kaki. Selain itu, berenang juga melatih koordinasi tubuh dan melatih keseimbangan di dalam air. Hal itu akan memperkuat otot tubuh bayi. Tidak hanya itu, berenang juga baik untuk kesehatan sistem kardiovaskular sehingga menyehatkan jantung.

Wah, ternyata banyak manfaat dari berenang untuk bayi ya. Oleh karena itu bunda tidak perlu ragu lagi untuk mengajak si kecil berenang. Namun bunda tetap harus mengawasi si kecil saat berenang ya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Khawatir Bayi Umur Setahun Belum Tumbuh Gigi ?

gigibayi

Pertumbuhan gigi menjadi salah satu milestone pada bayi yang ditunggu-tunggu oleh orang tua. Tumbuh kembang tiap bayi memang bervariasi, pun soal kapan gigi pertamanya muncul. Ada yang cepat, ada juga yang lambat. Bahkan pada beberapa bayi, gigi belum juga muncul hingga lewat ulang tahunnya yang pertama. Normalkah?

Rata-rata gigi bayi akan mulai tumbuh di usia 5 hingga 12 bulan. Dua gigi depan bawah (gigi seri tengah bawah) biasanya yang pertama muncul, diikuti oleh dua gigi depan atas (gigi seri tengah atas).

Bila sudah lewat dari 13 bulan si gigi belum juga muncul, maka pertumbuhannya bisa dikatakan terlambat. Pada kebanyakan kasus, pertumbuhan gigi yang terlambat tak perlu dikhawatirkan. Namun ada banyak faktor penentu pertumbuhan gigi yang terlambat.

Apa sih yang jadi penyebab gigi tumbuh terlambat?

1. Faktor keturunan, pertumbuhan gigi yang terlambat bila salah satu atau kedua orang tuanya juga

Telat tumbuh gigi bisa menurun di dalam keluarga. Anak akan memiliki kecenderungan genetik untuk mengalami pertumbuhan gigi yang terlambat bila salah satu atau kedua orang tuanya juga mengalami hal yang serupa.

2. Kurang gizi juga bisa membuat pertumbuhan gigi terlambat

Pertumbuhan gigi yang terlambat juga bisa disebabkan karena kekurangan gizi. Pada kasus ini, telat tumbuh gigi menjadi salah satu dari banyaknya gejala malnutrisi pada bayi. Bayi yang telat tumbuh gigi karena malnutrisi biasanya juga menampakkan gejala lain, seperti lemas, berat badan rendah, dan tinggi badan kurang.

Hal ini dapat terjadi karena pemberian ASI (air susu ibu) yang tidak memadai dan suplementasi yang rendah dari susu formula bayi. Bayi membutuhkan vitamin A, C, dan D serta kalsium dan fosfor. Kekurangan vitamin atau mineral, terutama vitamin D dan kalsium, dapat menyebabkan pertumbuhan gigi terlambat.

3. Hipotiroidisme

Tumbuh gigi yang terlambat juga dapat terjadi akibat hipotiroidisme. Hipotiroidisme merupakan suatu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon tiroid.

Bayi dengan kelenjar tiroid yang kurang aktif akan mengalami sejumlah masalah perkembangan. Tanda-tanda hipotiroidisme antara lain kelelahan, lemas, sakit kepala, dan kekakuan pada sendi. Khususnya pada bayi, hipotiroidisme dapat memunculkan gejala lain seperti keterlambatan berjalan, keterlambatan bicara, kelebihan berat badan dan terlambat tumbuh gigi.

Kapan orang tua harus khawatir?

Jika bayi berusia 13 bulan masih belum menampakkan gigi pertamanya dan Bunda telah memastikan bahwa telat tumbuh gigi tidak ada dalam riwayat keluarga, sebaiknya berkonsultasilah dokter anak. Dokter anak dapat menentukan apakah masalah tumbuh gigi disebabkan oleh gizi buruk, hipotiroidisme atau penyebab lainnya.

Bunda akan mendapatkan rujukan ke dokter gigi anak jika bayi Bunda masih tak memiliki gigi hingga ia berusia 18 bulan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Bahaya Menaruh Si Kecil Berlama-lama di Car Seat

baby-child-close-up-1132688

Keberadaan car-seat memudahkan para balita untuk merasa nyaman saat berada di dalam mobil ya Bun. Tapi tahukah Bunda, bila si kecil dibiarkan tertidur terlalu lama di car seat, ternyata hal tersebut berbahaya lho Bun. Hal ini diungkapkan berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Pediatrics pada Juli 2019.

Para peneliti menyelidiki tentang kematian bayi yang berhubungan langsung dengan kebiasaan tidur di perangkat duduk — car seat, stroller, ayunan— menemukan bahwa lebih dari 90 persen kematian di car seat. Car seat tidak digunakan sesuai petunjuk, artinya bayi itu tidak diikat ke car seat berukuran tepat. Lebih dari setengah kematian di car seat terjadi di rumah dan yang menjadi korban justru bukan bayi yang kondisinya lemah.

Ketika bayi tidur dalam posisi duduk, kondisi kepala mereka akan jatuh ke depan, Bun. Hal ini yang akhirnya membatasi saluran udara dan menyebabkan mereka berhenti bernapas. Fenomena yang dikenal sebagai sesak napas posisional ditemukan sebagai penyebab 48 persen kematian di kursi mobil dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Pediatrics. 52 persen sisanya karena tercekik oleh tali yang tidak diamankan dengan baik.

Di lain sisi, kendati orangtua mengira aman bagi bayi untuk tetap tidur siang di car seat dalam waktu singkat saat Bunda berkendara, menurut Canadian Pediatric Society, bayi tidak boleh dibiarkan terus tertidur di car seat ketika sudah sampai tujuan ya Bun. Bahkan ketika car seat tersebut dikeluarkan dari mobil, orangtua biasanya akan melonggarkan tali pengikat atau melepas ikatan karena merasa keadaan sudah aman dan nyaman bagi bayi.

Namun ini sangat berbahaya, bayi akan merosot di mana dagunya menyentuh dada. Car seat juga memungkinan bayi menggeliat dan bergerak-gerak sehingga posisi mereka menjadi miring atau terbalik. Ini membuat bayi menjadi terjebak di car seat dan membahayakan jalan napasnya. Lamanya waktu bayi berada di car seat adalah faktor dalam banyak kematian dalam penelitian ini.

Lantas, apa yang Dapat Dilakukan oleh Orangtua?

Bunda dapat membatasi waktu perjalanan atau beristirahat guna memeriksa bayi dan mengeluarkan mereka dari kursi mobil ya Bun. Jika saat tiba di tempat tujuan sementara bayi masih tertidur, maka hal yang paling aman dilakukan adalah membangunkan si kecil dengan lembut dan diam-diam mengeluarkan bayi dari car seat dan meletakannya di tempat tidur. Hal terakhir yang ingin dilakukan orangtua adalah adalah membangunkan bayi yang sedang tidur, tetapi ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan.]

Agar bayi dapat dipindahkan ke tempat tidur dengan lancar, Sukkie Sandhu, spesialis tidur bayi dan anak dan pemilik HappyBaby Sleep Solutions di Victoria, BC, menyarankan untuk membawa car seat ke kamar dan memastikan ruangan gelap dan sunyi. Baru kemudian Bunda mengangkatnya dari car seat dan pindahkan ia ke tempat tidur. Tapi jika bayi terbangun saat Bunda berusaha memindahkannya, buat ia kembali mengantuk dengan membacakan buku, atau menyanyiak lagu pengantar tidur ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top