Event

Bun, Yuk Temukan Inspirasi Momen Bonding Bersama si Kecil di Zwitsaland

Di tengah kesibukan dan rutinitas yang Bunda jalani. Kadang waktu bonding bersama buah hati, sangat sedikit sekali. Padahal nih bun, menurut peneliti dan para pakar kesehatan anak. Setidaknya, orangtua dan anak harus memiliki waktu bonding berkualitas minimal 15-30 menit sekali.

Sialnya, sebagai orangtua kita sering kehabisan ide untuk bisa melakukan bonding. Nah, berhubung minggu ini ada libur yang cukup panjang di akhir pekan. Kami ingin memberi rekomendasi tempat untuk Bunda bisa mencari inspirasi bonding dengan si kecil.

Yap, sebagai komitmen untuk terus mendukung orang tua dalam menjalin momen bonding, Zwitsal menghadirkan Zwitsaland yang dapat memfasilitasi dan menginspirasi Bunda dan Ayah untuk membangun momen bonding yang seru dan menyenangkan dengan buah hati lewat kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan setiap saat. Zwitsaland hadir di atrium utama Mal Gandaria City selama dua hari pada 20 dan 21 April 2019.

DSC04150

Ini bisa jadi solusi, khususnya untuk para Bunda milenials yang kerap sulit menemukan waktu bonding yang pas untuk si buah hati, di tengah padatnya kegiatan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Karamita Darusman selaku Brand Manager Zwitsal PT.Unilever Indonesia, pada acara media pers yang diadakan di tempat serupa, Sabtu (20/4/2019)

“Para milenials parents menemukan tantangan, menjadi orangtua baru dengan runitinas harian yang bisa jadi monoton ditambah kehidupan sosial yang juga harus dijalankan. Sulit untuk menemukan ide untuk bisa bonding dengan anak, padahal seharusnya aktivitas ini bisa jadi sesuatu yang menyenangkan. Itulah kenapa Zwitsaland hadir untuk memberi mereka inspirasi”.

 

DSC04167

Istilah bonding atau kelekatan mungkin sudah hatam di telinga, tapi sudahkah bunda bisa memahaminya. Masih di tempat dan acara serupa, Chitra Annisya, M.Psi selaku Psikolog Anak dari Tiga Generasi menjelaskan,

“Dua tahun pertama kehidupan merupakan saat terbaik untuk membangunbonding antara anak dengan orang tuanya. Dengan demikian orang tua dapat menyiasati minimnya waktu bersama buah hati dengan meluangkan 15-30 menit setiap harinya untuk membangun momen bonding dengan anak serta memaksimalkan kualitas interaksi tersebut, dan memastikan hal ini berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Terdapat tiga elemen utama untuk menciptakan momen bonding dengan buah hati, yaitu kontak mata, sentuhan serta interaksi misalnya melalui mengobrol. Membangun bonding bisa dilakukan melalui berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk bermain bersama. Aktivitas bermain yang sederhana pun bisa jadi momen bonding yang seru, menyenangkan, dan bermakna.”

Tak hanya itu saja, Artika Sari Devi, seorang artis dan alumni Puteri Indonesia sekaligus ibu dari dua anak, yang hadir dalam acara tersebut juga menceritakan pengalaman bonding yang kerpa  ia dan sang suami terapkan kepada kedua anaknya.

DSC04175

“Dari rutinitas harian saja, kalau dilakukan dengan konsisten bisa jadi sumber bonding itu sendiri. Saya dan suami, punya rules khurus yang memang kami jalankan berdua. Apalagi kami mengurus sendiri kedua anak kami. Salah satu aktivitas bonding yang setiap hari kami lakukan ya menemani mereka tidur. Biasa di momen ini, entah 3 hari sekali kami akan meminta mereka memberikan review atas sikap kami kepada mereka. Sebaliknya, kami memberikan reward kepada anak-anak atas sikap mereka. Dan bagi saya, ini memberikan banyak efek. Dari mulai tatapan, sentuhan, hingga interaksi dan komunikasi”.

DSC04205

Acara ini akan berlangsung hingga besok, 21 April 2019. Disana Bunda bisa datang dan menikmati aktivitas di booth-booth Zwitsaland seperti Zwitsal Sensory Corner, Zwitsal Cooking Corner, Zwitsal Science House, Zwitsal Fashion Corner, Zwitsal Traveling & Discovery dan Zwitsal Massage & Manicure Corner; juga berbagai talk showdan performance menarik di panggung. Untuk bisa masuk ke arena Zwitsaland, Bunda diwajibkan membayar tiket dalam kategory family package dengan harga yang cukup terjangkau.

Semoga Zwitsaland bisa menginspirasi para orang tua untuk selalu menciptakan momen-momen menyenangkan bersama buah hati dan mempererat bonding ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Jika Si Kakak Cemburu Pasca Kelahiran Sang Adik, Ini yang Harus Bunda Lakukan

Punya anak kedua itu tantangan tersendiri ya Bun. Apalagi kalau jarak usia antara si kakak dan adiknya tak jauh berbeda. Bukan hanya Bunda dan Ayah yang mempersiapkan diri, sebab si sulung pun juga. Terlebih di usia balita, biasanya anak masih membutuhkan perhatian ekstra dari orangtuanya.

Tidak ada yang melarang bila Bunda memang memiliki program untuk menambah momongan dengan jarak usia yang tak jauh dari si sulung. Tapi pastikan Bunda sudah tahu cara menangani rasa cemburu yang dimunculkan sang kakak saat Bunda memberitahukan kalau ia akan kedatangan seorang adik.

Apalagi banyak cerita kalau balita justru tidak senang dan ‘menolak’ kehadiran adik barunya. Karenanya, Bunda perlu memberikan pengertian kepada Si Kecil sejak adiknya masih di dalam kandungan.

Berikut tipsnya:

  • Tak usah khawatir bila si sulung berubah perasaannya dalam beberapa minggu atau bulan. Tetap lah bersabar dan Bunda cobalah pahami perasaannya. Beritahukan dengan pelan-pelan bahwa keberadaan adiknya kelak bukanlah sebagai saingan melainkan jadi teman tumbuh bersama.
  • Merasa terancam akan kedatangan adik baru adalah perasaan normal yang dialami si sulung. Bunda bisa membuatnya tak merasa terancam dengan melibatkannya dalam kehamilan Bunda. Izinkan sang kakak untuk merasakan tendangan kaki bayi di perut Anda. Jelaskan kepadanya mengenai bayi yang akan lahir dan ceritakan bahwa ia dulu juga pernah berada di dalam perut Anda.
  • Sebelum Bunda ke rumah sakit untuk bersalin, jelaskan terlebih dahulu kepadanya bahwa sebentar lagi adiknya akan lahir. Jelaskan pula siapa yang akan menemaninya saat Bunda dan suami harus ke rumah sakit. Dengan begini, ia tak akan merasa dilupakan atau tersaingi oleh kehadiran sang adik.
  • Saat adiknya lahir dan setiap perhatian tamu terpusat pada bayi yang baru lahir, Bunda jangan sampai lupa untuk tetap memberikan perhatian kepada Si Kakak. Misalnya, saat tamu memuji bayi baru Anda, katakanlah bahwa ia secantik dan sepintar kakaknya.
  • Jangan ragu untuk sertakan juga si kakak saat merawat adiknya. Minta bantuannya untuk mengambilkan baju atau popok bayi. Puji ia di depan adik barunya.
  • Kadang, kakak merasa dituakan dan bisa bersikap agresif terhadap adiknya dengan memukul, menggigit, atau mendorong. Bun, saat menghadapi situasi semacam ini, cobalah katakan dengan tegas namun lembut, bahwa ia tidak boleh menyakiti adiknya.
  • Luangkan waktu Bunda untuk si kakak dan katakan bahwa ia tetap bagian terpenting dalam hidup Anda. Berikan waktu, serta perhatian khusus bersamanya setiap hari.
  • Saat adiknya sudah bisa tertawa dan bercanda, buat permainan bersama antara Si Kakak dan adik barunya, seperti cilukba, bernyanyi bersama, dan sebagainya. Dengan begitu, si sulung pun akan menyadari bahwa adiknya adalah teman bermainnya.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Cara Menanamkan Rasa Tanggung Jawab Pada Diri Anak

Apakah anak-anak suka melempar kesalahan kepada orang lain ketika berbuat salah? Jika iya, maka anak belum mengerti tentang tanggung jawab. Anak-anak berbuat kesalahan bisa jadi karena mereka tidak tahu konsekuensi dari perbuatannya dan karena belum bisa mengendalikan diri. Untuk menghindari hukuman atau disalahkan, maka anak akan menyalahkan orang lain atau hal lain. Oleh karena itu, orang tua perlu mengajarkan rasa tanggung jawab kepada anak. Jika anak sudah mengerti tentang tanggung jawab, maka anak bisa memilih mana perbuatan yang benar atau salah.

Beri Pemahaman Tentang Tanggung Jawab Kepada Anak

Sebelum melatih anak untuk bertanggung jawab, orang tua perlu menjelaskan kepada anak apa itu tanggung jawab. Misalnya, ketika anak berbuat salah, hindari untuk memarahi atau menyalahkan anak. Sebaiknya hadapi dengan tenang, cari penyebabnya, dan jelaskan kepada anak dimana letak kesalahannya. Setelah itu, jelaskan tentang konsekuensi logis yang harus dilakukan anak.

Konsekuensi logis merupakan bentuk tanggung jawab anak terhadap perbuatannya. Misalnya jika anak memberantakkan kamar maka harus membereskannya. Ingat bahwa konsekuensi berbeda dengan hukuman.

Tumbuhkan Rasa Tanggung Jawab Anak Sejak Dini

Untuk melatih dan menumbuhkan rasa tanggung jawab anak, ayah dan bunda bisa mengajarkannya sejak dini. Berikut beberapa cara dibawah ini :

  1. Mulai Beri Tanggung Jawab untuk Hal Kecil dan Mulai Dari Diri Sendiri

Mengajari tanggung jawab dimulai dari hal sederhana dulu. Misalnya membuang sampah di tempatnya, meletakkan sepatu di rak, merapikan mainan dan kamar sendiri. Biasakan hal-hal tersebut sejak dini, jika anak lupa maka ingatkan dengan kata-kata yang lembut, bukan dengan membentak.

  1. Buat Peraturan Rumah Atas Kesepakatan Bersama

Agar jelas tentang apa saja tanggung jawab anak, maka bisa dengan membuat peraturan rumah. Ketika membuat peraturan libatkan anak, jangan seenak orang tua saja. Tuliskan peraturan dan tanggung jawaba anak dengan jelas. Misalnya harus merapikan kamar sebelum sekolah, menyiapkan keperluan sekolah sendiri, dan lainnya.

  1. Dan Memberi Anak Contoh 

Anak adalah peniru ulung. Jangan hanya memberi nasihat dengan kata-kata, karena anak akan lebih meneladani perilaku orang tua. Jadi, ayah dan bunda juga perlu memberi contoh tentang tanggung jawab dan konsisten melakukannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Langkah Mengenali Minat dan Bakat Anak Sejak Dini

Setiap anak dilahirkan dengan kemampuan di dalam diri yang disebut bakat. Bakat dapat berkembang jika distimulasi dengan baik. Jika anak berbakat terhadap sesuatu maka biasanya hanya dengan dekat sedikit stimulasi maka kemampuannyya lebih cepat berkembang daripada yang tidak berbakat. Namun, kemampuan ini bisa saja tidak terlihat karena kurang diasah.

Sementara, minat merupakan ketertarikan anak terhadap sesuatu. Mengenali bakat dan minat anak penting dilakukan untuk mengarahkan kagiatan anak dengan tepat. Jika aktivitas anak sudah sesuai minat dan bakatnya maka bisa menjadi keahlian dan bekal anak kelak.

Cara Mengenali Minat dan Bakat Anak

Minat dan bakat tidak muncul begitu saja. Jika tidak dieskplorasi, maka bakat anak akan menjadi bakat terpendam. Oleh karena itu, ayah dan bunda perlu mencoba beberapa cara untuk mengenali minat dan bakat anak sejak dini. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

1. Menyediakan Berbagai Aktivitas

Untuk mengetahui minat dan bakat anak, ayah dan bunda perlu memberikan stimulus dengan menyediakan berbagai macam aktivitas untuk anak. Misalnya fasilitasi anak untuk menggambar, mewarnai, bermain bola, bercerita, dan berbagai aktivitas lainnya. Dengan mengeksplorasi berbagai macam aktivitas maka anak akan menemukan hal yang disukainya.

2. Mengamati Ekspresi Anak pada Setiap Kegiatan

Ketika anak mencoba berbagai kegiatan, amati tingkah laku dan ekspresi anak. Apakah anak terlihat semangat, menyukai kegiatan tersebut, atau justru tidak ingin berlama-lama melakukan kegiatan tersebut. Dengan mengamati ekspresi anak, orang tua bisa tahu mana yang merupakan minat dan bakat anak. Jika anak sudah bisa diajak berkomunikasi, ayah dan bunda bisa menanyakan langsung bagaimana perasaan anak terhadap kegiatannya dan mana yang disukai.

3. Biarkan Anak Memilih Sendiri Kegiatan Kesukaannya

Anak akan memilih kegiatan yang memang disukai dan membuatnya merasa bahagia. Oleh karena itu, biarkan anak memilih sendiri kegiatannya. Jangan memaksakan anak untuk melakukan sesuatu yang tidak disukainya karena anak tidak akan menikmatinya dan sulit untuk berkembang.

4. Mengikuti Talents Mapping

Sekarang sudah banyak talents mapping atau test minat bakat yang bisa diikuti. Ayah dan bunda bisa mencoba cara ini sambil tetap mengamati langsung. Mengetahui minat dan bakat anak tidak bisa dilakukan dengan instan. Ayah dan bunda perlu mengamatinya selama beberapa waktu untuk mengenali apa yang menjadi minat dan bakat anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top