Dapatkan Artikel menarik dan mendalam langsung lewat SAYANGIANAK EXTRA di emailmu...

* indicates required
Kesehatan

Bun, Waspadai Bahaya Tidur Setelah Sahur

apartment-bed-carpet-269141 (1)

Saat memasuki bulan Ramadhan, sahur menjadi agenda rutin yang pantang dilewatkan oleh umat Muslim. Kendati untuk bangun sahur seringkali masih didera rasa ngantuk, makan di waktu sahur memang tak sebaiknya dilewatkan. Seusai sahur, biasanya Bunda langsung tidur lagi kah? Jika ya, hati-hati lho Bun. Nyatanya kebiasaan melanjutkan tidur setelah sahur justru berbahaya untuk kesehatan. Ada beberapa ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai meliputi:

A. Memicu Heartburn

Tidur setelah sahur bisa memicu heartburn lho Bun. Kondisi ini terjadi karena produksi asam lambung yang berlebihan menyebar dan naik ke tenggorokan atau dada. Naiknya asam lambung ini menyebabkan sendawa dan rasa asam di sekitar mulut. Hal ini tentu tidak baik untuk kesehatan Bunda bila terjadi secara terus menerus.

B. Meningkatnya Risiko Stroke

Ya Bun, sebuah penelitian di Yunani mengatakan bahwa tidur setelah sahur dapat menyebabkan peningkatan risiko stroke. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Ioannina yang diikuti sekitar 500 peserta. Sebanyak 250 peserta penelitian pernah mengalami stroke sebelumnya. Sementara 250 orang lainnya didiagnosis dengan kondisi medis yang disebut sebagai sindrom koroner akut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur setelah 4-5 jam setelah makan sahur memiliki risiko lebih rendah terkena stroke. Teori terkait dengan temuan ini menyatakan asam lambung memiliki keterkaitan dengan sleep apnea yang mungkin menyebabkan stroke.

Lebih lanjut, penelitian lain menunjukkan ketika tubuh bekerja keras mencerna makanan maka ada kemungkinan terjadinya peningkatan tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol. Kondsiis ini pun memicu adanya peningkatan risiko stroke lho Bun.

C. Bahkan Ancaman Diabetes

Bun, kebiasaan untuk langsung tidur setelah sahur pun bisa menyebabkan gula darah naik di pagi hari. Pilihan yang lebih tepat untuk mencegah gula darah naik adalah mengonsumsi makanan kaya protein (telur, susu, daging, ikan) dan sumber karbohidrat kaya serat (gandum, beras merah, nasi jagung, kentang, dan singkong).

d. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Kebiasaan ini juga bisa membuat Anda mengalami Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Hal ini menyebabkan makanan yang dicerna dalam perut naik ke kerongkongan dan memungkinkan asam lambung muncul. Selain itu, kebiasaan ini juga bisa membuat Anda mengalami sejumlah masalah pencernaan. Sebab saat itu, Anda tidak dalam posisi tegak sehingga tubuh tidak dapat mencerna makanan dengan sempurna.

e. Bunda Rentan Alami Gangguan Tidur

Tidur setelah sahur dapat membuat rasa sakit dan kembung di perut. Apalagi kalau Bunda baru saja mengonsumsi makanan pedas dan berlemak. Dilansir dari Kompas.com, dr Dian Permatasari, M.Gizi, SpGK mengatakan bahwa tidur setelah sahur sebenarnya boleh saja dilakukan. Asalkan jarak antara setelah makan dan waktu tidur diperhatikan.

“Tidak masalah. Tapi hal ini tidak disarankan habis sahur langsung tidur,” ujar Dian.

Dian menyarankan untuk memberi jarak waktu sekitar setengah jam antara setelah makan dan waktu tidur.

“Paling tidak sekitar setengah jam atau habis subuh. Kalau benar-benar habis makan langsung tidur biasanya kan makanannya belum turun ke bawah. Biasanya, (hal ini) suka balik lagi atau mengakibatkan rasa begah di perut,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tips Mengajarkan Pendidikan Seksual Untuk Anak

sexedukasi

Selama ini pendidikan seksual untuk anak dianggap tabu sehingga orangtua tidak mengenalkan edukasi seksual sejak dini. Padahal pendidikan seksual untuk anak adalah hal yang penting.

Dengan edukasi seksual sejak dini, anak mampu mengenal identitas gendernya dan mencegah terjadinya kejahatan seksual pada anak. Mengajarkan pendidikan seksual pada anak tentu saja harus sesuai dengan usia anak, agar anak mudah mengerti.

Orangtua sudah bisa mengenalkan pendidikan seksual sejak anak usia balita, yaitu usia 2-3 tahun ketika anak sudah bisa mengenali dirinya.

Nah, agar ayah dan bunda tidak bingung dalam memulai pendidikan seksual pada anak, berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

1. Ajarkan nama-nama organ seksual dengan nama yang sebenarnya

Ketika mengenalkan organ reproduksi pada anak, sebutkan nama yang sebenarnya. Misalnya alat kelamin pria disebut penis dan pada wanita disebut vagina.

Jangan menggunakan julukan karena bisa membuat anak bingung, apalagi jika setiap orang mempunyai julukan yang berbeda-beda. Ayah dan bunda bisa mengenalkan organ reproduksi dengan menggunakan buku, video edukasi, atau dengan permainan, sesuaikan dengan usia anak.

2. Beri tahu bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh orang lain

Untuk menjaga anak dari kejahatan seksual, maka jelaskan pada anak bagian tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh orang lain, yaitu bagian kelamin, payudara, pantat dan bagian tubuh lain yang tertutup baju.

Agar anak mudah paham dan cara belajarnya menyenangkan, ayah dan bunda bisa mengajarkan dengan lagu, misalnya lagu sentuhan boleh dan sentuhan tidak boleh yang bisa diakses di youTube.

3. Saat anak memasuki usia pubertas jelaskan tentang menstruasi dan mimpi basah

Ketika anak memasuki usia puber, jelaskan tentang menstruasi pada perempuan dan mimpi basah pada laki-laki. Beri tahu anak, bahwa hal itu adalah normal dan tanda kedewasaan. Jelaskan bahwa ketika anak perempuan sudah mengalami menstruasi berarti dia sudah bisa hamil dan ketika anak laki-laki sudah mimpi basah berarti bisa membuahi. 

4. Ajarkan tentang hubungan seks agar anak dapat menjaga diri

Ketika anak sudah berusia sekitar 10 tahun atau sudah mengalami menstruasi dan mimpi basah, orangtua perlu menjelaskan tentang hubungan seksual dan kehamilan. Orangtua perlu menjelaskan dengan benar bagaimana seorang perempuan bisa hamil. Ayah dan bunda bisa menyelipkan pesan agar anak mampu menjaga diri dari seks bebas dan terhindar dari penyakit menular seksual.

Pendidikan seksual bukanlah hal yang tabu, justru orangtua perlu mengajarkan sejak dini kepada anak. Semoga tips di atas bermanfaat untuk ayah bunda dalam mengajarkan pendidikan seksual bagi anak.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Ibu Juga Manusia, Tak Perlu Berpura-pura Kuat, Tunjukkan Perasaan Ibu yang Sebenarnya

Ibupura-purakuat

Menjadi ibu mempunyai tanggung jawab yang tidak mudah. Apalagi dengan pandangan masyarakat yang menganggap ibu harus bisa segala hal. Mengurus anak, suami dan rumah masih banyak disematkan sebagai tanggung jawab ibu sehingga ibu tidak boleh mengeluh.

Padahal seorang ibu juga bisa merasa lelah, ibu juga bisa melakukan kesalahan, ibu bukanlah makhluk yang tahu semua hal, ibu juga butuh istirahat, ibu juga bisa merasa sedih dan marah karena ibu adalah manusia biasa, bukan superhero dengan kekuatan super.

Tuntutan dan pandangan masyarakat menyangkut citra seorang ibu sering membuat ibu menyembunyikan perasaannya yang sesungguhnya. Tak jarang ibu berpura-pura kuat padahal badan serasa remuk, tak jarang ibu menunjukkan senyum dan tawa di depan orang-orang padahal hatinya menangis. Hal tersebut dapat membuat ibu menjadi tertekan.

Ibu tak perlu berpura-pura kuat, tunjukkan saja perasaan ibu yang sebenarnya

Demi menjaga “kewarasan” ibu tak perlu menyembunyikan bagaimana perasaan ibu yang sesungguhnya. Ibu juga perlu minta dukungan dan pengertian orang-orang di sekitar ibu. Ibu harus terbuka tentang hal-hal di bawah karena ibu juga manusia biasa.

1.Ibu bukan robot sehingga juga butuh istirahat dan waktu untuk me time

Sejak menjadi ibu, aktivitas sehari-hari bertambah banyak. Mengurus anak, suami dan rumah seakan menjadi tanggung jawab ibu sendiri. Tak heran banyak ibu yang sibuk dari pagi hingga malam karena tugas dan pekerjaan tak kunjung habis.

Namun, ibu tidak perlu memaksakan untuk sempurna menyelesaikan semua pekerjaan. Ibu juga membutuhkan waktu istirahat dan waktu untuk diri sendiri.

Tidak ada salahnya jika ibu bergantian meminta suami untuk menjaga anak lalu ibu pergi me time, sesekali menitipkan anak ke nenek atau daycare sehingga ibu bisa istirahat. Mempunyai waktu istirahat dan waktu untuk diri sendiri akan mengembalikan energi ibu, sehingga bisa kembali mengerjakan rutinitas dengan bahagia.

2. Ibu bukanlah malaikat, ibu juga bisa merasa marah dan kesal

Menjalani rutinitas dan pekerjaan yang tidak ada habisnya terkadang membuat ibu kelelahan dan bosan. Hal itu bisa membuat ibu lebih sensitif dan mudah marah.

Hal tersebut wajar terjadi, tetapi jangan sampai melampiaskan kemarahan dengan negatif misalnya dengan melampiaskan kepada anak. Oleh karena itu, jika ibu sudah merasakan tanda-tanda perubahan emosi, segera ambil jeda.

Berhentilah melakukan pekerjaan dan nikmati waktu sendiri. Ibu bisa mengkomunikasikannya dengan suami. Dengan mengambil jeda sebentar, ibu bisa meredam emosi dan amarah sehingga ibu tidak memendam emosi yang bisa menjadi penyakit.

3. Ibu juga bisa sakit

Ketika anak atau suami sakit, ibulah yang selalu siap siaga merawat mereka. Namun, bagaimana ketika ibu sakit?

Tak jarang ibu menahannya dan tetap mengerjakan semua pekerjaan rumah. Padahal sakit merupakan tanda dari tubuh saat ada yang tidak normal terjadi. Tetap memaksakan diri saat sakit justru akan membuat sakit semakin parah.

Oleh karena itu, tidak perlu menahan ketika ibu sudah merasa tidak enak badan. Istirahat dan minta suami mengantar ke dokter adalah pilihan yang tepat.

Sudah saatnya pandangan bahwa ibu seolah adalah superhero untuk mulai dihilangkan, ibu bukanlah manusia yang sempurna. Hal tersebut akan membuat ibu tidak jujur dengan kondisinya sendiri dan membuatnya rentan stres hingga depresi. Jadi, ibu tetap harus memikirkan kesehatan dan kebahagiaan ibu sendiri ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Ini Cara Mengembangkan Potensi Anak Sesuai Dengan Kepribadiannya, Setiap Orang Tua Perlu Tahu

megembangkanpotensianak

Setiap anak terlahir unik dan memiliki karakter yang berbeda-beda. Bahkan antar saudara kandung pun bisa memiliki karakter yang berbeda.

Bisa saja sang kakak yang pendiam dan pemalu mempunyai adik yang lebih berani dan selalu ingin tampil. Selain itu, setiap anak juga memiliki minat dan bakatnya masing-masing.

Oleh karena itu, bunda perlu mengenali masing-masing kepribadian anak saat akan mengembangkan potensinya.

Orangtua bertugas mengembangkan potensi anak dengan memberikan stimulasi yang tepat. Namun, mungkin bunda sering kebingungan, stimulasi apa lagi yang harus diberikan agar potensi anak berkembang?

Nah, agar bunda tidak kebingungan maka bunda perlu mengetahui kepribadian serta minat dan bakat anak.

Mengetahui Kepribadian Anak Adalah Langkah Awal Dalam Mengembangkan Potensi

Sebelum mencoba untuk mengembangkan potensi anak, bunda perlu mengetahui tipe kepribadian anak. Apakah anak bunda cenderung pendiam dan pemalu, aktif, supel, atau mudah bergaul.

Bunda juga bisa mempelajari tipe kepribadian melankolis, sanguinis, koleris, dan plegmatis. Amati perilaku anak sehari-hari agar bunda mengenali kepribadian anak.

Amati pula setiap kegiatan anak, lihat hal-hal yang membuat anak berbinar-bianr saat mengerjakannya. Dengan begitu bunda bisa mengetahui kepribadian dan hal yang disukai anak.

Ketahui Kepribadian pada Manusia yang harus kita ketahui:

Berikut penjelasan keempat kepribadian tersebut yang dirangkum dari Psichologia:

1. Sanguinis

Orang dengan tipe kepribadian sanguinis cenderung hidup, optimis, ringan, dan riang. Tipe ini juga menyukai petualangan dan memiliki toleransi tinggi akan risiko.

Selain itu, tipe sanguin biasanya lemah dalam menoleransi kebosanan, serta akan mencari variasi dan hiburan. Secara alami, sifat ini kadang-kadang negatif dalam memengaruhi hubungan percintaan dan lainnya.

Karena kepribadian ini berperilaku mencari kesenangan, banyak orang dengan kepribadian sanguinis cenderung berjuang dengan kecanduan (ingin suatu hal dengan terus-menerus).
2. Plegmatis

Seseorang dengan kepribadian plegmatis biasanya adalah orang-orang yang cinta damai. Tipe ini biasanya mencari keharmonisan antar-pribadi dan hubungan dekat yang membuat orang-orang plegmatis menjadi pasangan yang setia dan orang tua yang penuh kasih.

Orang-orang plegmatis suka menjaga hubungan dengan teman-teman lama, anggota keluarga yang jauh, dan tetangga. Dalam hal kepribadian, tipe plegmatis cenderung menghindari konflik dan selalu berusaha menengahi orang lain untuk memulihkan perdamaian dan harmoni.

3. Koleris

Seseorang dengan kepribadian koleris biasanya orang yang sangat berorientasi pada tujuan. Orang yang koleris terkenal sangat cerdas, analitis, dan logis, sangat praktis dan langsung, tetapi tipe ini tidak harus menjadi teman baik atau orang yang ramah.

Seorang koleris tidak menyukai pembicaraan singkat dan menikmati percakapan yang mendalam dan bermakna. Mereka lebih suka sendirian daripada di perusahaan dengan orang berkepribadian lemah.

4. Melankolis

Orang-orang dengan kepribadian melankolis menyukai tradisi. Misalnya wanita memasak untuk laki-laki, laki-laki membuka pintu bagi wanita.

Tipe melankolis rata-rata mencintai keluarga dan teman-temannya, tidak seperti orang-orang sanguinis. Melankolis tidak suka mencari hal-hal baru dan petualangan dan bahkan cenderung akan sangat menghindarinya.

Orang yang melankolis juga dikenal sangat sosial dan berupaya berkontribusi pada komunitas, sangat teliti dan akurat. Tipe ini adalah manajer yang fantastis dengan kepribadian yang baik.

Tips yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi anak dari kecil.

Setelah bunda mengetahui kepribadian, minat dan bakat anak, maka selanjutnya bunda perlu mengembangkan Potensinya. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi anak dari kecil.
~ Kenali Anak Sebagai Teman

Sepertinya terlalu klise, tapi memang benar. Dengan mengenali anak sebagai teman, anak akan lebih mudah untuk diajak berkompromi, anak lebih mudah diarahkan misalnya untuk mencoba hal-hal baru yang bertujuan untuk membuatnya pintar dan mengembangkan potensinya.

~ Bebaskan anak menjadi diri sendiri

Karakter yang baik dapat dibangun dan diajarkan pada anak tanpa menghilangkan karakteristik pribadinya. Bebaskan anak untuk menjadi diri sendiri namun tetap arahkan kearah kebaikan.

~ Berikan Stimulasi yang Tepat Sesuai Usianya

Setiap orangtua pasti ingin anaknya pintar, ingin anaknya bisa melakukan ini dan itu. Tapi jangan lupa, bahwa si Kecil juga punya bakat dan minat yang berbeda, dan kemampuan dasar yang berbeda sesuai dengan usianya. Jadi berikanlah stimulasi yang tepat sesuai dengan usianya.

Stimulasi yang tepat dan dilakukan secara konsisten, akan dapat merangsang kekuatan hubungan antar sel otak, yang akan membuat anak lebih pintar dalam berbagai hal.

~ Pendidikan agama sejak dini

Apabila sejak kecil ia sudah diajarkan ilmu dan norma-norma agama, maka hal tersebut akan melekat dalam perilaku sehari-hari. Dengan mengenal Tuhan maka anak akan mencerminkan perilaku yang baik dan menghindari perbuatan yang tidak terpuji.

~ Mengenalkan Nilai-nilai Positif Sejak Dini

Penting sekali mengenalkan hal-hal kecil tapi positif kepada anak sejak dini, sejak usia berapapun, baik dia sudah mengerti ataupun belum. Karena nilai-nilai itulah yang akan tertanam di dalam alam bawah sadarnya hingga anak dewasa nanti, dan mempengaruhi perkembangan potensi dalam dirinya.

~ Buat Daftar Permainan Edukatif

Di era di mana informasi digital semakin pesat, tidak susah untuk mencari informasi atau ide-ide mengenai berbagai permainan edukatif yang bisa dikenalkan pada si Kecil. Agar tidak lupa dan tidak bingung saat tiba-tiba harus bermain bersama si Kecil, bisa membuat daftarnya, lalu menyimpannya di handphone agar dapat diakses sewaktu-waktu, dan juga bisa menambahkan daftarnya jika terpikir ide permainan edukatif yang lain.

~ Menjadi contoh bagi si Kecil
Tidak hanya anak, orang dewasa termasuk Bunda pun memiliki tipe karakter sendiri. Bunda dapat mengidentifikasi mana karakter dasar Mama.

Untuk mengajarkan dan membangun sifat positif dalam diri si Kecil tentunya harus dibarengi oleh contoh nyata. Mama harus dapat menjadi contoh yang baik bagi anak sebagai standar acuannya dalam bersikap dan merespon segala hal dalam kehidupannya.

~ Memahami perasaan anak

Sebagai orangtua, sudah seharusnya memiliki kedekatan batin dengan buah hati. Bunda harus dapat menyentuh dan memahami perasaan anak.Dengan kasih sayang tulus dan keinginan untuk memahami apa yang anak rasakan maka akan lebih mudah dalam mendidik dan mengarahkan si Kecil.

Jika anak terlihat sedih sepulang bermain dengan temannya, tanyakan apa yang membuatnya demikian. Apabila ada permasalahan antara anak dan temannya, berilah nasehat apa yang harus dilakukan untuk berdamai dan saling memaafkan. Dengan begitu anak akan merasa bahwa Mama perhatian dengannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top