Parenting

Bila Menyapih Dirasa Susah, Mungkin Metodenya Ada yang Salah Bunda

adorable-baby-black-and-white-2015884

Bun, kegiatan menyapih untuk Bunda tentu menjadi momen yang berat. Terlebih bagi para Bunda yang baru pertama memiliki anak. Belum lagi proses menyapih pun sangat menguras fisik, pikiran, hingga emosi. Momen seperti tak tega pada buah hati, akhirnya membuat Bunda kian mengulur waktu proses menyapih si kecil.

Biasanya, anak sudah bisa mulai disapih di usia empat tahun dua bulan. Bagi Bunda yang sedang kebingungan mencari cara menyapih yang tepat, berikut ini ada metode yang direkomendasikan oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).

Tapi yang terpenting menurutnya, anak tidak boleh dipaksa terlalu keras untuk disapih, dan Bunda juga harus siap. Jika Bunda masih belum tega, maka tandanya Bunda belum siap

Pastikan Bunda Melakukan Proses Tersebut Secara Perlahan dan Bertahap

Cara pertama yang dapat Bunda lakukan yaitu dengan mengurangi frekuensi menyusu anak. Misalnya, jika biasanya si kecil akan menyusu setiap 2 atau 3 jam sekali. Cobalah memperpanjang jaraknya menjadi 4 atau 5 jam. Cara ini mungkin akan sulit di awal, yang penting Bunda harus konsisten. Prinsipnya, jangan menawarkan dan jangan mengomelinya juga Bun saat ia masih kesulitan melepaskan kebiasaan menyusu dari payudara Bunda. Intinya, lakukan secara bertahap dan konsisten.

Pastikan Komunikasi dengan Anak Berjalan Dua Arah

Apapun cara yang Bunda terapkan saat proses menyapih, yang penting jangan lupa untuk selalu mengkomunikasikan dengan si anak ya Bun. Saat ia sudah berusia kurang lebih dua tahun, anak sudah memahami kata-kata orang tua meski masih terbatas. Beri pengertian kepada anak bahwa ia tengah dalam proses menyapih tanpa harus melakukan kebohongan.

Alihkan Perhatian Si Kecil Semampu Bunda

Menyapih si kecil butuh skill dan keteguhan dari Bunda. Salah satunya keahlian mengalihkan perhatian si kecil. Misalnya, ketika anak hendak tidur, ibu bisa membacakan buku hingga ia mengantuk dan tertidur tanpa menyusu langsung dari payudara.

Bila ia mengeluhh haus, Bunda bisa memberikannya cairan pengganti ASI seperti air putih atau jus buah yang Bunda berikan lewat gelas. Atau, Bunda juga bisa memperkenalkan susu formula atau susu pengganti lainnya jika dirasa perlu. Satu hal yang penting, hindari penggunaan dot ya Bu.

Bunda Juga bisa Melibatkan Ayah Dalam Proses Ini ya 

Bun, jangan lupa untuk melibatkan ayah dalam proses bonding dengan buah hatinya. Selama ini si kecil mungkin bisa saja bersikeras meminta menyusu di payudara ibu karena ibu berada di sisi anak.  Di momen semacam inilah ayah bisa membantu mengalihkan perhatian anak dengan mendongeng atau melakukan aktivitas lain sampai anak lelah dan tertidur atau mau minum selain ASI dari payudara ibu.

Dan yang Paling Penting, Usahakan Kondisi Si Kecil Memang Sudah Siap untuk Disapih

Yang terpenting, hindari proses menyapih anak jika si kecil memang terlihat belum siap untuk disapih. Misalnya, jika ia sangat rewel atau tengah dalam kondisi marah atau sakit. Bunda juga sebaiknya tunda dulu proses menyapih.  Jika anak tengah mengalami perubahan besar dalam lingkungannya seperti pindah rumah atau berganti pengasuh.

Memang kita akan menemukan banyak sekali dilema dan pertimbangan matang saat hendak menyapih anak, namun bila saatnya sudah tepat dan metode Bunda pun diterima anak, maka si kecil akan mengerti bahwa memang saat itulah yang tepat untuk tak lagi menyusu dari Bundanya.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Kenali Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah Susah Makan pada Anak

anaksusahmakan

Proses memberikan makan kepada anak bukan perkara mudah. Salah satu tantangan yang acapkali dihadapi adalah anak susah makan.

Jenis – jenis masalah makan pada anak yang perlu orang tua ketahui

Masalah makan dapat diklasifikasikan menjadi inappropriate feeding practice, small eaters, dan parental misperception.

Inappropriate feeding practice

Merupakan masalah makan yang disebabkan oleh…

Untuk membaca artikel dari Sayangianak Extra ini, silakan isi data dibawah. Sayangianak akan mengirimkan konten ini ke email kamu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Bun, Meminta Tolong Si Kecil Pergi Ke Warung Membawa Banyak Manfaat Loh

brunette-child-daylight-2774383

Biasanya, saat sedang sibuk di dapur, sebagai ibu kadang kita melibatkan si kecil untuk membelikan bumbu dapur ke warung ya Bun. Pekerjaan semacam ini kelihatannya sepele. Bahkan mungkin dulu saat Bunda masih kanak-kanan, Bunda juga pernah mengalaminya.

Tapi tahukah Bun, ternyata aktivitas ini membawa banyak manfaat nih Bun. Menurut laman Sahabat Keluarga – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyuruh anak ke warung memiliki 6 manfaat, apa saja?

Si Kecil dapat Melatih Keberaniannya

Umumnya, anak akan merasa takut untuk pergi keluar rumah kecuali bila ia dipanggil oleh teman-temannya. Sementara dengan menyuruhnya pergi ke warung, hal ini bisa menjadi salah satu trik guna melatih si kecil yang lebih berani.

Mungkin bila awalnya si kecil takut, Bunda bisa mengantarnya sampai ke dekat warung baru kemudian di permintaan selanjutnya, Bunda hanya perlu mengantarnya sampai depan rumah saja. Dalam proses ini memang butuh kesabaran guna melatih keberanian si kecil, tapi ingat, tak perlu sampai memarahinya ya Bun.

Ternyata Bisa Melatih Daya Ingat Juga nih Bun

Bun, selain melatih rasa berani si kecil, dengan meminta tolong si kecil pergi ke warung juga mampu melatih daya ingatnya. Saat Bunda misalnya menyampaikan apa saja yang harus dibeli, maka dengan seksama ia akan menyimak dan mengingat pesan Bunda.

Tapi bila pesanan Bunda terlupa, tak perlu kecewa atau marah ya. Tetap maklumi atau mungkin saja memang ada kesalahan yang terjadi saat transaksi atau saat penjual memasukkan belanjaan ke kantung. Atau, cara terbaik lainnya adalah berikan catatan pada si kecil guna meminimalisir kesalahan.

Melatihnya Memberikan Tanggung Jawab Sedari Dini

Saat memintanya untuk pergi ke warung dengan sederet catatan kebutuhan bumbu dapur atau semacamnya, aktivitas ini berguna untuk melatih tanggung jawabnya, Bun. Bagaimanapun ia pasti akan mempertanggungjawabkan agar pesanan yang diminta dan diamanahkan orangtuanya bahkan mengupayakan agar berhasil mendapatkan barang tersebut.

Juga Melatihnya untuk Belajar Menyampaikan Pesan

Manfaat lain yang didapat adalah melatihnya berkomunikasi dan belajar menyampaikan pesan kepada orang lain. Anak akan berkomunikasi dengan Bunda sebagai pihak yang memberikan instruksi sehingga ia akan berusaha memperhatikan barang yang akan kita pesan.

Selanjutnya, si kecil juga akan berlatih berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada penjual. Mulai dari memberi salam hingga menyampaikan apa saja yang dibutuhkan. Tentunya ada anak yang mampu berkomunikasi dengan baik dan lancar, namun ada juga sebaliknya.

Tapi dengan seringnya Bunda menyuruh anak, maka frekuensi berkomunikasi mereka semakin banyak, serta dapat mengurangi rasa malu, takut, dan menambah percaya diri.

Sekaligus Membiasakannya agar Terbiasa Berhitung

Keuntungan lainnya dari menyuruh anak ke warung adalah melatih untuk berhitung. Terutama jika uang yang Bunda beri ternyata kelebihan, ia akan belajar tak hanya bertanggung jawab pada belanjaannya, tapi juga pada uang serta kembalian yang diterima guna memastikan jumlahnya benar.

Namun dari manfaat yang sudah terlihat, pastikan dulu Bunda menunjuk warung atau toko di sekitar rumah ya Bun. Jadi memang tidak jauh, kondisi jalan aman, serta anak memang sudah bisa diberi kepercayaan ketika usianya sudah cukup matang guna meminta tolong.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Tips Ajarkan Dua Bahasa pada Anak

adorable-book-boy-1250722

Selain bahasa ibu alias bahasa Indonesia, kini banyak orangtua yang mengutamakan buah hatinya agar memiliki kemampuan berbahasa asing misalnya saja bahasa Inggris. Orangtua berpikir, dengan memiliki kemampuan tersebut, maka akan memudahkan buah hatinya meniti karier di masa depan. Namun kapan sebaiknya mengajari si kecil berbahasa asing? Sejatinya belajar bahasa asing pada anak-anak bisa dilakukan sedini mungkin. Hal ini supaya mereka lebih mudah menyerap kosa kata dan pola bahasa yang dipelajari.

Sebagai contoh, Bun, anak kecil saja bila menonton kartun berbahasa inggris lambat laun tak akan asing bahkan mulai berani berbicara dalam bahasa Inggris. Nah, mengutip Very Well Family, sekitar 12 persen anak di atas usai 5 tahun merupakan bilingual atau bisa berbicara dalam dua bahasa.

Sebuah penelitian menunjukkan, mengajarkan anak dalam dua bahasa jauh lebih mudah jika dilakukan sejak dini. American Speech-Language-Hearing Association menjelaskan ada beberapa keuntungan mengajarkan dua bahasa kepada anak. Mulai dari bisa belajar kata-kata baru dengan cepat, meningkatkan kemampuan mempelajari informasi baru, lebih mudah menyelesaikan masalah, serta punya keterampilan mendengarkan lebih baik.

Sebagai panduannya, berikut ini cara yang tepat yang dapat Bunda lakukan untuk mengajarkan dua bahasa pada anak.

Perdengarkan Suara-suara yang Unik ya Bun

Pada usia dua atau tiga tahun, anak biasanya sedang dalam proses mengenali pola bicara, Bun. Untuk itu cobalah untuk mengajarkan dua bahasa padanya dengan suara-suara yang unik. Di usia tersebut, mereka dengan mudah lebih mengenali suara. Selain itu, menurut Francois Thibaut, Director of the Language Workshop for Children, di New York City, Anda bisa mengajarkan mereka dengan cara memperdengarkan musik lho.

Usahakan Bunda Menciptakan Lingkungan Belajar yang Santai Untuknya

Thibaut mengatakan, cara terbaik untuk mengajarkan bahasa baru pada anak adalah dengan membiarkannya mendengarkan percakapan seseorang yang sudah lancar berbahasa tersebut. Kelak secara alami ia akan mencoba untuk bicara juga. Apalagi anak yang berusia 2 atau 3 tahun juga suka meniru apa yang mereka dengar.

Namun pastikan Bunda dan pasangan pun juga sudah fasih berbicara dengan bahasa yang ingin diajarkan pada anak ya Bun. Hal itu untuk memudahkan si kecil memahami arti dari kata-kata dan frasa yang pendek yang Bunda ucapkan.

Ajarkan Kata Demi Kata

Jika tidak ingin melakukan pelajaran formal kepada anak, Bunda bisa memperkenalkan dasar-dasar bahasa tersebut dengan menunjukkan suatu benda memiliki dua bahasa. Manfaatkan kartu-kartu permainan yang punya dua bahasa dilengkapi dengan gambar. Selain itu, Bunda juga bisa menggunakan video-video tutorial untuk mengajarkan dua bahasa pada anak di YouTube. Jangan lupa untuk terus mengulang pelajaran tersebut sesering mungkin, agar anak cepat memahami.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengajarkan si kecil lebih dari satu bahasa. Kunci terpenting, Bunda dapat mengajarkan si kecil belajar bahasa asing sebagai bahasa kedua setelah ia menguasai banyak kosakata dari bahasa ibu, ya Bun. Dengan begitu anak tidak kesulitan membedakan kosakata dari bahasa ibu dengan kosakata dari bahasa asing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top