Parenting

Bersikap Kasar Bisa Membuat Si Kecil Dimusuhi Orang, Ini yang Perlu Orangtua Lakukan Agar Anak Jadi Lemah Lembut

Melihat si kecil tumbuh sebagai anak yang disenangi banyak orang karena sikapnya, jadi salah satu kebahagian tersendiri untuk orangtua. Jadi tak perlu ditanya, semua orangtua tentu ingin anaknya memikiki karakter yang posiitif, sebagaimana anak yang lemah lembut. 

Anak yang lemah lembut dan sabar merupakan kebanggaan orang tua. Mendidik memang pekerjaan susah-susah gampang. Jika dilakukan dengan benar, maka si kecil pun berkembang ke arah yang lebih baik. Sebaliknya, pola asuh yang salah memberikan dampak negatif. 

Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua Membentuk Pribadi Anak yang Lemah Lembut

Anak yang sabar dan lemah lembut biasanya jarang bertingkah. Orangtua dapat melepaskan anak bermain dengan tenang, di sekolah maupun area lain luar rumah. Kesabaran si kecil bagus untuk keamanan dirinya saat ini dan masa depan. Tapi apa saja hal yang perlu dilakukan untuk melalui proses pembentukan sikapnya yang lemah lembut tersebut? Yuk, simak beberapa hal di bawah ini. 

1. Ajarkan Sejak Dini Tentang Bagaimana Bersikap Lemah Lembut dalam Sikapnya 

Sikap lemah lembut dan sabar harus diajarkan sejak dini kepada anak. Jangan tunggu anak sudah besar, baru dikenalkan. Misalnya saat anak meminta makan siang, sampaikan padanya untuk bersabar selama Bunda menyiapkannya. 

Menjadi lemah lembut dan sabar memang butuh proses. Tidak mungkin langsung jadi begitu saja. Seiring bertambahnya usia, anak akan mempraktikkan ajaran orangtua pada hal yang lebih besar. Karena itu, kedua sikap ini harus diperkenalkan sejak dini.

2. Latih Si Kecil Mengendalikan Diri Secara Konsisten untuk Membentuk Karakternya

Sabar merupakan salah satu bentuk pengendalian diri bagi si kecil. Emosi dikontrol agak tidak keluar begitu saja yang mengakibatkan anak buru-buru. Minta si kecil agar dapat mengendalikan diri sebelum orang tua memenuhi keinginannya. 

Penuhi permintaannya saat anak sudah meminta dengan lemah lembut dan sabar. Hal ini untuk mengajarkan anak bahwa mengharapkan hasil dengan sikap terdesak bukan pilihan yang bagus untuk diterapkan. Sampaikan padanya bagaimana seharusnya anak bersikap. 

3. Jadilah Contoh Teladan yang Bisa Ditiru oleh Si Kecil di Rumah

Jika ingin anaknya lemah lembut dan sabar, tentu orang tua juga harus mempraktikkan kedua sikap ini. Mulai dari bertutur kata, meminta sesuatu, memanggil dan meminta tolong. Hindari kata kasar di depan anak apapun keadaannya.

Namun orang tua boleh bersikap tegas. Tunjukkan bagaimana bersikap sabar agar ke depannya anak tinggal mengikuti. Saat menunggu orang antre membeli makanan, orang tua jangan langsung memotong antrean begitu saja. Jika pergi ke kamar mandi umum, juga harus sabar menunggu giliran. 

4. Sampaikan Kata yang Boleh dan Tidak Boleh Diucapkan Olehnya Kepada Temannya dan Orang yang Lebih Tua 

Orangtua harus mengajarkan anak yang lemah lembut kata yang boleh dan tidak boleh diucapkan. Jadi, anak akan memilih kata sebelum mengungkapkannya. Misalnya, tidak sopan menggunakan kata gue atau lo kepada orang yang lebih tua. 

Hindari menggunakan kata kasar kepada teman dan orang lain. Ucapkan kata yang sopan ketika memanggil orang lain. Ayah atau Bunda juga harus mempraktikkan hal ini supaya bisa diikuti oleh si kecil. Biasanya kata tidak sopan juga diperoleh dari temannya, sehingga orang tua juga harus memfilter hal ini. 

5. Ajarkan Anak untuk Mengucapkan Tiga Kaimat Ajaib: Tolong, Maaf dan Terima Kasih

Sampaikan kata Tolong saat si kecil membutuhkan bantuan. Sebelumnya minta maaf saat akan merepotkan orang lain. Hal ini lebih sopan dan lemah lembut dibandingkan langsung menyampaikan keinginannya tanpa basa basi. 

Ucapkan Terima Kasih kepada orang yang telah membantunya. Hal ini untuk menghargai sikap baik orang lain. Selain itu, perilaku ini juga menyenangkan orang lain. Orangtua tentu senang anaknya bersikap sopan saat meminta bantuan. 

6. Bangun Komunikasi yang Baik dengan Anak untuk Membahas Apa Saja 

Dengarkan saat anak bercerita, dengarkan dengan baik. Jangan langsung menyanggah bila ada kesalahan. Biarkan si kecil mengungkapkan segala yang ada dalam pikirannya sampai habis. Hal ini membuat anak nyaman dan tenang. 

Jika orang tua menanggapinya dengan lemah lembut dan sabar mendengarkan. Anak melihat sikap ini dan mengikutinya di hidupnya. Tidak perlu orang tua memaksa si kecil untuk lemah lembut. Tetapi tunjukkan saja bagaimana seharusnya bersikap. 

7. Ciptakan Lingkungan Rumah yang Menyenangkan untuk Mendukungnya Tumbuh Jadi Sosok Anak yang Menyenangkan Pula

Lingkungan rumah menyenangkan melahirkan sikap positif si kecil. Anak yang keras kepala disebabkan pola asuh dan suasana rumah tidak nyaman. Makanya sebagai orang tua penting sekali memperhatikan hal ini, bukan hanya menyediakan fasilitas saja untuk anak. 

Jika orangtua sering bertengkar di depan anak, secara tidak langsung anak meniru bersikap kasar seperti berkata dengan intonasi tinggi. Ketenangan di rumah memberikan suasana hati yang baik bagi anak. Lebih mudah untuk mempraktikkan sikap lemah lembut dan sabar. 

8. Ajak Anak untuk Terbiasa Berdiskusi atau Negosiasi 

Orangtua perlu mengajarkan anak melakukan tawar menawar pada kegiatan yang seharusnya dilakukan. Misalnya si kecil susah diajak tidur di malam hari. Coba lakukan negosiasi dengannya untuk melatih anak mengambil keputusan. 

Jadi, orangtua tidak langsung memaksa anak untuk tidur. Namun, menawarkan pertimbangan dan menanyakan kapan si kecil ingin tidur. Selanjutnya silakan diskusikan sambil menyampaikan jam tidur yang cocok untuknya. Jelaskan padanya keuntungan tidur cepat di malam hari.

9. Latih Anak Memiliki Rasa Empati dalam Dirinya Terhadap Lingkungan dan Sekitar

Rasa empati merupakan kepedulian anak kepada perasaan orang lain. Lebih peka dan mengurangi tindakan menyakiti orang lain baik itu orang tua maupun teman-temannya. Salah satunya tidak bersikap kasar kepada siapa saja yang ditemuinya. 

Keterampilan emosional ini penting sekali dilatih sejak kecil. Sampaikan bahwa bersikap lemah lembut dapat menyenangkan perasaan orang lain. Selain itu, ajarkan juga sikap sabar saat berbicara atau berinteraksi dengan siapa saja. 

10. Dan Jadilah Orangtua yang Memahami Cara Berpikir Anak

Supaya anak dapat bersikap lemah lembut, orang tua harus memahami sudut pandang serta cara berpikir si kecil. Perasaan anak saat itu mungkin sedang stress, sedih atau kecewa sehingga bersikap kasar. Dekati anak untuk mengetahui apa yang dirasakannya. 

Semakin orang tua memahami anaknya, maka semakin mudah mendidik untuk bersikap lemah lembut. Jika anak sedang tidak mau membereskan mainan, jangan langsung membentak atau memarahi si kecil. Karena dapat menimbulkan emosi negatif anak bertambah tinggi.

Itulah 9 hal dapat dipraktikkan orang tua dalam membentuk pribadi anak yang lemah lembut. Pendidikan karakter ini penting sekali dimiliki dalam kehidupan tak terkecuali anak. Oleh karena itu, orangtua memiliki tanggung jawab besar untuk mendidik anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Beberapa Hal yang Ditakutkan Orang Tua Saat Anak Remaja

Menginjak usia remaja, anak-anak mulai mencari jati dirinya. Tak jarang mereka lebih sering bergaul dengan teman-temannya daripada menghabiskan waktu di rumah bersama orang tua. Ada banyak hal yang ditakutkan orang tua saat anak remaja, terutama terkait masa depannya karena masa ini krusial.

Bunda Perlu Memahami Apa itu Masa Remaja?

Masa remaja merupakan masa yang cukup krusial karena di fase ini anak-anak mengalami perubahan dari anak-anak menuju dewasa sehingga posisinya berada di tengah-tengah. Sudah tidak bisa disebut anak-anak, namun belum layak juga disebut dewasa. Pada fase ini anak-anak sering labil.

Mereka cenderung kesulitan untuk mengambil keputusan. Tak jarang banyak juga yang akhirnya salah dalam mengambil keputusan karena galau dan labil. Mereka masih belum sepenuhnya memahami mana yang benar dan mana yang salah karena masih dalam masa pencarian jati diri.

Pada fase ini Anda jangan kaget jika anak tiba-tiba tidak mudah bercerita dan cenderung lebih senang curhat kepada teman-temannya. Namun, ketakutan orang tua terhadap anak remaja semua akan bisa dengan mudah teratasi jika mereka sudah diberi bekal yang cukup agar tidak salah langkah.

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Dengan Sayangi Anak EXTRA, orang tua dapat mengakses semua artikel premium, kelas & event eksklusif dan video – video seputar parenting, kesehatan dan ibu & anak baik dari para ahli Sayangi Anak maupun dari Team Sayangi Anak..

Lebih Detail

Already a subscriber?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Memilih Permainan yang Pas Untuk Bayi Usia 0 – 12 Bulan

Banyak yang mengira bahwa memberikan mainan pada bayi yang baru lahir sebenarnya tidak dibutuhkan. Padahal memberikan mainan membantu tumbuh kembang anak meskipun baru lahir. Karena bermain adalah proses belajar yang bisa dilakukan anak di kehidupan awal mereka. Apa saja permainan yang pas untuk bayi?

Ide Mainan Untuk Bayi

Ada banyak sekali jenis mainan yang bisa Anda berikan kepada bayi mulai dari lahir hingga umur 12 bulan. Tentu saja mainan tersebut harus menyesuaikan dengan fase perkembangan anak. Seiring dengan kemampuannya semakin bertambah, maka macam-macam mainan yang diberikan pun bisa lebih bervariasi dan menantang.

Gambar Hitam Putih

Gambar hitam putih merupakan mainan yang sangat tepat untuk diberikan kepada bayi yang baru lahir dengan usia 0 sampai 1 bulan. Hal ini dikarenakan fungsi mata bayi belum bisa berfungsi dengan sempurna sehingga ia hanya dapat melihat warna hitam putih saja dengan jarak pandang yang dekat yakni 10 sampai 25 cm.

Cara pandang bayi akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Anda bisa memperlihatkan gambar yang berwarna hitam dengan putih kontras. Meskipun hanya warna tersebut, biasanya bayi akan memperhatikan dan menunjukkan ketertarikannya.

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Dengan Sayangi Anak EXTRA, orang tua dapat mengakses semua artikel premium, kelas & event eksklusif dan video – video seputar parenting, kesehatan dan ibu & anak baik dari para ahli Sayangi Anak maupun dari Team Sayangi Anak..

Lebih Detail

Already a subscriber?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Solusi Terbaik Ketika Orang Tua Berekspektasi Terlalu Tinggi Pada Anak

Setiap orang tentu memiliki harapan untuk anak-anaknya. Namun, bagaimana ketika orang tua berekspektasi terlalu tinggi pada anak? Padahal perlu disadari bahwa setiap orang memiliki bakat masing-masing sejak lahir sehingga tidak dianjurkan untuk terlalu menekan anak dengan push parenting.

Apa Itu Push Parenting?

Push parenting merupakan salah satu gaya pengasuhan yang terlalu menuntut dan memaksa anak. Sebagian dari mereka memiliki rasa takut dan khawatir yang berlebihan akan masa depan anaknya, sehingga terpaksa melakukan pola pengasuhan seperti ini dengan memberi bekal sejak kecil.

Orang tua yang menerapkan pola pengasuhan ini karena memiliki harapan dan keinginan agar anak-anaknya tidak bernasib sama seperti saat mereka kecil. Sehingga dengan sekuat tenaga dan melalui berbagai cara mereka berusaha menyekolahkan anaknya di sekolah terbaik dan unggulan.

Pengaruh push parenting juga tidak hanya berasal dari dalam diri orang tua saja. Namun, pengaruh media yang sering menggembor-gemborkan dan menampilkan anak berprestasi juga menjadi faktor penyebab lainnya. Sehingga banyak orang tua yang akhirnya terlalu menuntut anak sesuai keinginan mereka.

Dampak Ketika Orang Tua Berekspektasi Terlalu Tinggi Pada Anak

Baik orang tua maupun anak sebenarnya masing-masing juga memiliki ekspektasi. Hanya saja harapan dan ekspektasi mereka tidak mencapai titik temu terutama bagi orang tua yang memberikan standar terlalu tinggi. Padahal orang tua juga harus paham bahwa hal tersebut bisa berpengaruh pada perilaku anak.

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Dengan Sayangi Anak EXTRA, orang tua dapat mengakses semua artikel premium, kelas & event eksklusif dan video – video seputar parenting, kesehatan dan ibu & anak baik dari para ahli Sayangi Anak maupun dari Team Sayangi Anak..

Lebih Detail

Already a subscriber?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top