Mom Life

Belum Banyak yang Tahu Jika ada Tips Agar Cepat Hamil

Setiap pasangan suami istri yang baru menikah pastinya ingin segera dihadiahi malaikat kecil dalam keluarganya. Namun terkadang ada beberapa kondisi dimana mereka susah mendapatan garis dua dalam testpack. Tidak ada salahnya gunakan tips agar cepat hamil dari para dokter berpengalaman.

Tips Agar Cepat Hamil bagi Para Pejuang Garis Dua 

Tidak mudah untuk mendapatkan garis dua dalam testpack, karena kondisi masing-masing pasangan juga berbeda-beda. Oleh karena itu tidak ada salahnya melakukan program hamil dan menjalankan berbagai macam tips penting dari para dokter. Karena berusaha akan lebih bagus daripada hanya diam.

1. Melakukan Hubungan Seks Secara Teratur

Berhubungan seks ternyata juga ada aturannya jika ingin cepat hamil. Bila kalian adalah pasangan resmi tentu saja tidak perlu lagi menggunakan kondom atau alat kontrasepsi lainnya. Hal ini menjadi langkah utama agar sel sperma cepat bertemu dengan sel telur di ovarium. 

Namun untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahan kemudian menciptakan kehamilan harus melakukan hubungan seks saat perempuan sedang memasuki masa ovulais. Sayangnya masa priodenya bisa bergeser karena berbagai macam faktor, jadi perlu pakai tes kesuburan. 

2. Menjalani Pola Hidup Sehat 

Yang satu ini pasti sulit sekali dilakukan dengan konsisten. Ya, menjalani pola hidup sehat juga harus dilakukan dengan benar dan konsisten oleh masing-masing pasangan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan. Ada banyak tips bisa kalian coba bersama pasangan.

Jaga berat badan agar tetap ideal dengan melakukan olahraga secara teratur. Hindari porsi yang berlebihan karena hal tersebut justru bisa mengganggu kesuburan. Konsumsi makanan dengan kandungan nutrisi seperti buah dan sayur. Dan mulai kurangi konsumsi mie instant, kopi dan teh.

3. Konsumsi Suplemen atau Makanan dengan Kandungan Asam Folat

Merencanakan kehamilan tandanya Anda sudah siap untuk melakukan serangkaian kegiatan positif secara konsisten. Begitu juga dengan mengonsumsi suplemen atau makanan yang mengandung asam folat. Misalnya bayam, kentang, kacang hijau, brokoli, kacang hijau, dan masih banyak lagi. 

Asam folat memang sangat bagus sebagai nutrisi yang dipersiapkan selama masa merencakan kehamilan. Setelah berhasil mengandung janin pun  asam folat tetap harus dikonsumsi sesuai kebutuhannya untuk mencegah agar janin tidak terlahir secara cacat.

4. Lakukan  Cek Kesehatan Secara Rutin 

Jangan lupa juga untuk menjalankan imunisasi juga dan melakukan cek kesehatan secara rutin. Pilih satu dokter kandungan yang bisa memberikan monitoring serta penjelasan detail kepada calon orang tua. Cek kesehatan ini harus dilakukan secara rutin dari sebelum memulai program hamil. 

Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter akan mendapatkan imunisasi rubella atau campak Jerman dan juga tetanus yang akan diberikan oleh setiap wanita hamil. Jika memang hasil yang ditunggu belum kunjung tiba sepertinya harus ada tindakan lanjutan seperti konsultasi lebih mendalam ke dokter. 

5. Hentikan Kebiasaan Buruk di Waktu Tertentu 

Hindari juga kebiasaan-kebiasaan yang nantinya dapat mengganggu dan berbahaya bagi pasangan saat akan melakukan program hamil. Kebiasan tersebut misalnya merokok, konsumsi obat terlarang, juga suka makan daging, telur, maupun ikan yang belum matang sepenuhnya. Hal ini harus dihilangkan. 

Olahan daging, ikan, maupun telur yang belum matang dapat mengundang bakteri serta virus berbahaya yang bisa saja menghambat jalannya proses program kehamilan. Itulah mengapa sebaiknya perlu ada konsultasi lebih mendalam dengan dokter kandungan terkait cara menghilangkan kebiasaan ini. 

6. Jaga Kualitas dan Kuantitas Sperma

Sibuk dengan program hamil jangan lupa untuk selalu menjaga kualitas serta kuantitas sperma. Sperma sendiri dapat membuahi sel telur jika sedang dalam keadaan baik, sehat, serta kuat juga dalam jumlah yang banyak. Ada beberapa cara bisa Anda dan pasangan coba untuk meningkatkan kualitas sperma.

Misalnya dengan mengurangi konsumsi alkohol. Kebiasaan minum bisa menurunkan kadar testosterone dan jumlah sperma. Mulailah berhenti merokok dan pertahankan berat badan agar selalu ideal. Obesitas ternyata juga dinilai kurang baik dalam untuk kesuburan pasangan saat sedang menjalani program hamil

7. Jangan Berendam di Air Dengan Suhu Terlalu Panas 

Jika kalian merupakan pasangan yang suka berendam air panas, sebaiknya mulai kurangi hal tersebut. Karena suhu panas bisa membunuh sperma, gunakan yang hangat atau suhu normal saja. Testis juga tidak bisa berfungsi dengan baik bila dibawah suhu tubuh normal. 

Berendam air panas memang  menyenangkan dan membuat santai, namun sebaiknya hindari jika sedang dalam program hamil. Masih ada solusi lain agar badan tetap rileks, salah satunya adalah mandi pakai air hangat saja, olahraga teratur dan jangan lupa makan-makanan sehat. 

8. Mampu Mengelola Stress dengan Baik 

Terakhir, usahakan jangan terlalu stres. Jika ingin program hamil berhasil maka tidak boleh ada gangguan terhadap ovulasi atau saat pelapasan telur terjadi. Nikmati berhubungan seksual dengan pasangan, jalani program hamil dengan santai dan bertahap. Jangan terlalu fokus pada tujuan. 

Selalu bicarakan dengan pasangan jika ada masalah yang mengganggu pikiran. Menjalani program hamil tidak hanya akan menguras mental saja, melainkan juga kesabaran, air mata, dan tentunya biaya. Oleh karena itu sebaiknya jalani dengan bahagia dan nikmati setiap harinya dengan penuh rasa syukur.

Jangan terlalu memikirkan hasil atau tujuan akhir padahal belum total dalam berupaya. Terapkan pola pikir bahwa anak adalah rejeki dan kepercayaan. Jika belum diberikan maka bisa jadi Tuhan sedang memberikan waktu untuk melakukan perubahan dan mempersiapkan rencana terindahnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Tahap Perkembangan Janin Trimester Kedua yang Wajib Diketahui

Ketika hamil, perkembangan janin tentu menjadi hal yang bikin Bunda penasaran. Sudah sebesar apa si kecil dalam kandungan? Kemampuan apa yang sudah dimilikinya? Melihatnya melalui layar saat pemeriksaan USG pun selalu ditunggu-tunggu.

Memasuki trimester kedua, biasanya tubuh sudah beradaptasi lebih baik dengan hadirnya janin. Ketidaknyamanan yang kerap dikeluhkan di trimester pertama semakin jauh berkurang. Mual dan muntah yang umum dirasakan di awal kehamilan pun mulai jarang muncul.

Bisa dibilang trimester kedua adalah saat hamil yang paling nyaman. Tak heran banyak ibu hamil yang melakukan babymoon di masa ini.

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Dengan Sayangi Anak EXTRA, orang tua dapat mengakses semua artikel premium, kelas & event eksklusif dan video – video seputar parenting, kesehatan dan ibu & anak baik dari para ahli Sayangi Anak maupun dari Team Sayangi Anak..

Lebih Detail

Already a subscriber?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

7 Tanda-Tanda Melahirkan Semakin Dekat

Mengetahui dan mengenali tanda-tanda melahirkan sangat penting bagi seorang calon ibu. Pada umumnya, tubuh akan merasakan sejumlah perubahan yang terjadi secara bertahap dan konsisten. Apabila tanda-tanda tersebut semakin sering muncul, Bunda harus segera mempersiapkan diri untuk menyambut momen kelahiran si kecil.

Bagi setiap wanita, momen melahirkan adalah pengalaman yang sangat unik. Sering kali, persiapan yang dilakukan justru tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. 

Namun, tidak ada salahnya untuk mempersiapkan diri dengan informasi yang lengkap seputar tanda-tanda menjelang persalinan. Melatih diri dengan metode khusus untuk meredakan nyeri juga akan membantu menghadapi momen menegangkan ini.

Tanda-Tanda Melahirkan, Hitungan Hari Hingga Jam

Persalinan tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi melalui proses yang cukup panjang. Sebagian ibu mungkin akan merasakan tiap fase dalam waktu yang singkat, sedangkan sebagian ibu yang lain butuh waktu berjam-jam. Yuk, simak penjelasan para ahli di Mayo Clinic mengenai tahap-tahap persalinan beserta tanda-tanda yang mengiringinya.

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Dengan Sayangi Anak EXTRA, orang tua dapat mengakses semua artikel premium, kelas & event eksklusif dan video – video seputar parenting, kesehatan dan ibu & anak baik dari para ahli Sayangi Anak maupun dari Team Sayangi Anak..

Lebih Detail

Already a subscriber?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Kapan Waktu Terbaik untuk Cek Kehamilan ke Dokter Kandungan

Setelah mengetahui ciri-ciri hamil muda, Bunda perlu membuat janji temu dengan dokter spesialis kandungan. The American Pregnancy Association merekomendasikan ibu hamil untuk berkonsultasi dengan dokter setidaknya 8 minggu sejak periode menstruasi terakhir.

Dengan memulai perawatan sejak awal lewat pengawasan dokter, kesehatan Bunda dan si kecil di dalam kandungan akan terpantau dengan baik. Dari spesialis kandungan, Bunda bisa mendapatkan berbagai informasi terkait kondisi kehamilan, seperti:

  1. Mengetahui HPL.
  2. Mengetahui berbagai faktor risiko kehamilan yang berkaitan dengan kondisi kesehatan, penyakit keturunan atau usia.
  3. Riwayat kesehatan keluarga.
  4. Jadwal perawatan pra kelahiran terbaik.

Seberapa Sering Memeriksakan Kehamilan?

Pada kunjungan pertama, dokter mungkin akan memberitahu seberapa sering sebaiknya Bunda memeriksakan diri ke dokter. Untuk kehamilan yang sehat dan aman, rekomendasi waktu kunjungan ke dokter sebaiknya dilakukan pada:

  1. Minggu ke-4 sampai minggu ke-28 dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sekali dalam sebulan.
  2. Minggu ke-28-36 dianjurkan untuk melakukan kunjungan ke dokter setiap dua minggu sekali.
  3. Minggu ke 36-40 dianjurkan untuk memeriksakan kandungan setiap minggu.

Meskipun sibuk, pastikan untuk memenuhi anjuran jadwal kunjungan yang diberikan oleh dokter. Melakukan perawatan pra kelahiran sangat penting untuk kesehatan Bunda dan si kecil.

Ketika seorang ibu tidak mendapatkan perawatan pra kelahiran, bayi berisiko tiga kali lebih tinggi lahir dengan berat badan rendah. Melalui pemeriksaan berkala, dokter bisa menemukan berbagai masalah sejak dini. Dengan demikian, langkah penanganan bisa dilakukan. Hal ini adalah kunci untuk menjalani kehamilan sehat.

Kondisi yang Mengharuskan Pemeriksaan Kandungan Lebih Sering

Rekomendasi terkait frekuensi pemeriksaan kandungan sifatnya tidak tetap. Dokter biasanya memiliki pertimbangan tersendiri. Semua tergantung pada kondisi Bunda dan janin yang dikandung.

Ada beberapa faktor risiko yang mungkin mengharuskan Bunda lebih sering melakukan pemeriksaan antara lain:

1. Berusia 35 Tahun atau Lebih

Sebenarnya kebanyakan wanita usia 30-an sampai 40-an melahirkan bayi yang sehat. Namun wanita yang berusia di atas 35 tahun punya risiko lebih besar mengalami masalah dalam kehamilan termasuk kondisi cacat lahir pada bayi yang dikandung.

2. Memiliki Masalah Kesehatan Sebelum Hamil

Jika Bunda punya kondisi medis khusus, termasuk diabetes atau tekanan darah tinggi, kondisi kehamilan perlu dikelola dengan cermat. Hal ini dilakukan agar tidak berpengaruh pada kesehatan janin. Masalah kesehatan lain yang juga memerlukan penanganan khusus saat hamil adalah asma, lupus, anemia, dan obesitas

3. Memiliki Masalah Kesehatan yang Muncul Saat Hamil

Selama kunjungan pra kelahiran yang Bunda lakukan, dokter akan mencari tahu komplikasi yang mungkin terjadi di masa kehamilan seperti preeklamsia (tekanan darah tinggi yang terjadi selama masa kehamilan) atau diabetes gestasional (diabetes yang dialami seorang wanita hanya dia masa kehamilan saja). Jika Bunda mengalami salah satu dari masalah kesehatan ini, dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan yang lebih sering

4. Ada Risiko Kelahiran Prematur

Jika sebelumnya Bunda punya riwayat persalinan prematur atau ada tanda-tanda akan melahirkan prematur, dokter kandungan perlu melakukan pengawasan lebih ketat.

Dengan mengunjungi dokter secara rutin untuk perawatan pra kelahiran, Bunda akan merasa lebih nyaman. Bunda bisa mengetahui kondisi kesehatan bayi dan melakukan pencegahan untuk risiko-risiko yang tidak diinginkan.

Itulah ulasan lengkap terkait ciri-ciri hamil muda dan berbagai hal yang perlu diketahui di awal masa kehamilan. Sambut kelahiran dengan persiapan terbaik agar Bunda dan si kecil sehat selalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top