Dapatkan Artikel menarik dan mendalam langsung lewat SAYANGIANAK EXTRA di emailmu...

* indicates required
Parenting

Begini Cara Mendidik Anak Sesuai Dengan Tumbuh Kembang Anak dari RSMK Cikarang

cara mendidik anak, perkembangan anak

Cara Mendidik anak sangat penting di ketahui oleh orang tua. RS Mitra Keluarga berbagi Cara Mendidik Anak Sesuai Dengan Tumbuh Kembang Anak  yang harus diketahui oleh ayah dan ibu. Artikel ini dibagikan di webnya mitrakeluarga.com dan sangat menarik untuk dihadirkan di website sayangianak.com.

Begini Cara Mendidik Anak Sesuai Dengan Tumbuh Kembang Anak dari RSMK Cikarang

cara mendidik anak, perkembangan anakBentuk keluarga paling sederhana terdiri dari ayah, ibu dan anak

Anak bukan manusia dewasa yang berukuran kecil, karena anak sangat berbeda dan tidak sama dengan manusia dewasa. Perbedaan utama anak dengan manusia dewasa adalah dimana anak mempunyai CIRI KHAS yang tidak dimiliki orang dewasa, yaitu: masih berlangsungnya proses pertumbuhan dan perkembangan dengan kecepatan yang berbeda-beda pada setiap tahapan usia anak.

Pertumbuhan dan perkembangan, mencakup dua peristiwa yang berbeda, tetap saling berkaitan dan sulit dipisahkan.

Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan besar, jumlah, ukuran : diukur dengan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala

Penilaian dari Pertumbuhan Anak

Kenaikan berat badan pada tahun pertama kehidupan bila mendapat gizi yang baik :

  • 700-1000 gram -> triwulan 1
  • 500-600 gram -> triwulan 2
  • 350-450 gram -> trimulan 3
  • 250-450 gram -> triwulan 4

Berat Badan Ideal

  • Bayi 0-12 bulan : BBI = umur (bulan) + 4 2
  • Anak 1-10 Tahun : BBI = (umur tahun X 2 ) + 8

Tinggi badan

    • 1 tahun : 1,5 TB lahir
    • 4 tahun : 2 X TB lahir
    • 6 tahun : 1,5 X TB 1 tahun

 

  • 13 tahun : 3 X TB lahir
  • Dewasa : 3,5 X TB lahir

Lingkar kepala

  • Rata rata saat lahir 34 cm.
  • Umur 0-6 bulan 1,32 cm perbulan
  • Umur 6-12 bulan : 0,44 cm perbulan

Perkembangan yaitu bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktus dan fungsi tubuh, dengan pola teratur, dapat diramalkan, hasil dari proses pematangan contoh:kemampuan berbicara, motorik kasar, motorik halus, sosialisasi, kemandirian

Bagi keluarga anak adalah anugrah Allah SWT yang dapat mempunyai “dua potensi”

MENJADI BAIK ATAU BURUK

Orang tua mempunyai tugas, tanggung jawab dan kewajiban untuk merawat, memelihara, mengasuh dan mendidik agar anak kelak menjadi manusia yang berkualitas

Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain:

  • Faktor genetik: faktor bawaan normal/tidak normal, jenis kelamin, suku bangsa atau bangsa.
  • Faktor lingkungan: lingkungan yang baik akan tercapainya potensi, yang buruk tentu menghambat, yang dimaksud dengan faktor lingkungan disini antara lain:
  • Faktor lingkungan sebelum lahir: gizi ibu waktu hamil, sehat atau sakit, stress
  • Faktor lingkungan setelah lahir: kecukupan gizi, mendapat imunisasi sesuai jadwal, penyakit kronis, sanitasi lingkungan

Faktor psikososial

  • Stimulasi
  • Motivasi
  • Belajar

FAKTOR PSIKOSOSIAL

  • Ganjaran atau hukuman yang wajar
  • Sterss
  • Sekolah
  • Cinta dan kasih sayang

TUMBUH KEMBANG ANAK

Bagaimana Anak Tumbuh

Tumbuh kembang anak berlangsung dengan unik, karena setiap organ tubuh anak mempunyai pola pertumbuhan yang berbeda dengan kecepatan yang tidak sama pada setiap tahapan usianya. Misalnya: Pertumbuhan fisik anak (Umum) berlangsung cepat pada 6 tahun pertama, kemudian pada masa pra-remaja, dan akan mengalami percepatan kedua pada saat usia remaja (12-14 tahun). Berbeda dengan pertumbuhan otaknya, yang berlangsung paling cepat dibanding organ lainnya ditubuh anak. Otak tumbuh dengan sangat cepat hanya pada usia dini terutama dibawah usia 6 tahun. Setelah itu otak akan tumbuh melambat sampai seumur hidup anak.

Peran penting NUTRISI

Nutrisi memegang peran terpenting untuk tumbuh kembang anak. Karena nutrisi dibutuhkan untuk pertumbuhan semua organ anak: untuk pertumbuhan organ reproduksi, perumbuhan fisik dan pertumbuhan otak anak. Selama proses tumbuh kembang terjadi, nutrisi juga berperan utama untuk membangun daya tahan tubuh anak sehingga anak tidak mudah sakit yang tentunya dapat mengganggu proses tumbuh kembangnya. Pada usia dini, maka pemenuhan nutrisi paling penting dibutuhkan untuk pertumbuhan otak anak.

Pertumbuhan Otak Anak

Dimulai Dalam Kandungan

Bagaimana otak anak tumbuh?? Pertumbuhan otak dimulai sejak dini sekali ketika anak masih didalam kandungan. Pertumbuhan otak dimasa ini diawali dengan terbentuk sebuah cikal bakal otak yang berupa lempengan sejak ketika ibu hamil 18 hari.

Ketika kehamilan ibu mencapai usia 4-6 bulan, pada masa ini sel-sel otak paling banyak diproduksi. Jumlah sel otak yang terbentuk pada masa ini akan sangat menentukan kualitas otak anak nantinya.

Tumbuh Pesat Setelah Lahir

Peningkatan berat otak anak yang sangat pesat pada 6 tahun pertama setelah lahir ini bukan disebabkan oleh karena jumlah sel-sel otaknya yang bertambah. Tetapi disebabkan karena bertambahnya jaringan penghubung antar sel-sel otak

Saat Lahir: Berat otak anak 25% otak orang dewasa

Saat usia 6 tahun: Berat otak anak 95% otak orang dewasa

Penentunya: NUTRISI & STIMULASI

  • • Sel otak saling berhubungan melalui jaringan penghubung yang dinamakan sinaps
  • • Jumlah sinaps yang terbentuk ->menentukan kecepatan proses berpikir si anak
  • • Sinaps-sinaps baru akan terbentuk saat anak mendapatkan “pengalaman sensoris”

Pemberian stimulasi pada usia dini akan menentukan mana sinaps otak yang makin banyak dan makin kuat terbentuk, dan mana sinaps otak yang akan mati untuk selamanya.

Dua unsur pembentuk jaringan otak anak adalah: 1. Nutrisi, yang akan menentukan jumlah sel-sel otak anak, dan 2. Stimulasi yang akan membentuk sinaps-sinaps antar sel otak anak, Sehingga, nutrisi dan stimulasi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kekurangan salah satu saja, maka otak tidak akan terbentuk sempurna

Hanya punya sekali MASA EMAS

Anak hanya mempunyai sekali MASA EMAS dalam hidupnya yang dinamakan “PERIODE KRITIS”. Periode tumbuh kembang otak paling pesat (95%)Setelah periode kritis terlewati  otak tumbuh melambat. Apabila masa emas ini terdapat kekurangan nutrisi dan stimulasi, maka dapat berdampak negatif jangka panjang yang bahkan sifatnya permanen dan sulit disembuhkan.

Masa emas otak anak berlangsung sejak dalam kandungan hingga mencapai usia 6 tahun, dimana otak telah tumbuh 95%. Puncak masa emas ini terjadi sebelum anak berusia 2 tahun, sehingga sangatlah penting untuk memenuhi nutrisi dan stimulasi yang optimal pada periode ini. Setelah periode emas ini terlewati, otak akan tumbuh melambat dan tidak pernah bisa tumbuh cepat kembali.

Dampak utama jangka panjang apabila otak anak tidak mendapat nutrisi dan stimulasi yang cukup adalah: gangguan fungsi kognitif atau anak tidak dapat berkembang menjadi anak yang cerdas.

Nutrisi untuk Tumbuh Kembang Otak , MAKRONUTRIEN

  • Karbohidrat, sebagai sumber energi
  • Lemak dan asam lemak, untuk energi dan pertumbuhan sel-sel otak Contoh : AA, DHA, Omega 3, Omega 6 untuk kecerdasan
  • Protein, untuk pertumbuhan sel dan fungsi otak, perlindungan infeksi
  • Salah satu contoh protein yang banyak di ASI : Alfa-Laktalbumin Beberapa manfaat Alfa-Laktabumin :
    • Meningkatkan kualitas tidur yang penting untuk fungsi kognisi
    • Mengurangi insidens diare dengan menekan pertumbuhan bakteri infeksi

Stimulasi untuk Perkembangan Otak

  • Dapat dilakukan melalui interaksi alamiah ibu dan anak sehari-hari
  • Harus dilakukan secara teratur (berulang-ulang) setiap hari
  • Dilakukan dengan suasana senang, gembira (melalui permainan)
  • Stimulasi yang dilakukan harus sesuai dengan tahapan usia

KEBUTUHAN DASAR ANAK

Kebutuhan fisik-biomedis(ASUH)

Meliputi : Gizi, Perawatan dasar, Sandang, papan, Rekreasi

Kebutuhan emosi/kasih sayang (ASIH)

Akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan

Kebutuhan akan stimulasi mental (ASAH)

Cikal bakal proses belajar, mengembangkan proses mental psikososial: kecerdasan,

keterampilan, agama moral

Pola Pengasuhan ikut mempengaruhi tumbuh kembang anak

1. Pola asuh Otoriter (Diktator)

  • kaku, diktator, memaksa anak untuk mengikuti perintah orang tua
  • ada hukuman fisik dan aturan tanpa penjelasan
  • Hasil : anak akan kurang inisiatif, kurang kreativitas dan komunikasi

2. Pola asuh Permisive (Indulgent)

  • serba boleh, tidak ada tuntutan & kontrol dari orang tua terhadap anak
  • Hasil : tidak belajar mengontrol diri, kurang kendali diri / tanggung jawab

3. Pola asuh Neglectful

  • tidak dipedulikan, diterlantarkan
  • Hasil : kemampuan anak rendah

4. Pola asuh Authoritative (Demokratis)

  • diberi conroh, dihargai, didorong, dibantu, penuh kasih sayang
  • diberikan koreksi (bukan hukuman) agar anak menjadi mandiri
  • Hasil : anak lebih percaya diri, mandiri, kreatif

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tumbuh Kembang Setiap Anak Berbeda, Stop Membandingkan Dengan Anak Lain

membandingkananak

Sebagai orangtua tentunya kita menginginkan tumbuh kembang yang optimal untuk anak. Namun, terkadang orangtua mengukur tumbuh kembang anak dengan membandingkan dengan anak lain. Hal itu justru akan membuat orangtua khawatir dan merasa insecure jika tumbuh kembang anaknya tidak sama dengan anak lain.

Hal yang sering dibandingkan orangtua misalnya berat badan anak, kapan anak bisa merangkak, berjalan, dan berbicara. Momen saat berkumpul bersama sesama ibu biasanya menjadi waktu di mana bunda sering membandingkan anak dengan anak lain, atau justru ada orang lain yang membandingkan anaknya dengan anak bunda.

Diawali dari obrolan ringan seputar anak berujung dengan membandingkan, misalnya saat ada yang bertanya, “Anakmu sudah bisa apa?” lalu berlanjut dengan membandingkan, “Wah, anakku umur segitu sudah bisa jalan.”

Obrolan-obrolan kecil seperti itu bisa membuat bunda merasa tertekan karena merasa gagal mengasuh anak, lho. Padahal, kecepatan tumbuh kembang setiap anak pasti berbeda-beda. Bunda tidak perlu membandingkan anak bunda dengan anak lainnya, cukup membandingkan dengan kurva pertumbuhan dan perkembangan dari dokter.

Efek Buruk Membandingkan Anak Bagi Ibu

Sering membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain mempunyai efek buruk untuk bunda, lho. Hal itu bisa menjadi penyakit yang tidak terlihat. Bunda bisa merasa iri, malu, tidak percaya diri, hingga merasa tertekan dan gagal dalam mengasuh anak. Jika rasa tertekan tersebut terjadi berlarut-larut bunda bisa stres dan depresi.
Oleh karena itu, saat bunda melihat anak lain lebih montok, lebih cepat merangkak, jalan, berbicara, dan lainnya, bunda jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa anak bunda kalah atau pertumbuhannya terlambat.

Yang harus bunda lakukan adalah mengukur setiap pertumbuhan dan perkembangannya lalu sesuaikan dengan milestone dan kurva pertumbuhan. Jika bunda merasa ada aspek tumbuh kembang yang terlambat, sebaiknya bunda berkonsultasi langsung kepada dokter agar mendapatkan penjelasan dari ahlinya.

Efek Psikologis Anak yang Sering Dibandingkan

Selain mempunyai efek buruk bagi ibu, sering membandingkan anak juga mempunyai efek negatif bagi anak. Terkadang orangtua berniat memotivasi anak dengan membandingkannya dengan teman sebayanya.

Namun, hal itu bukanlah cara yang tepat untuk memotivasi lho. Setiap anak mempunyai karakter dan talenta yang berbeda-beda, sehingga tidak seharusnya dibanding-bandingkan.

Membadingkan anak membuatnya mengalami stres, rendah diri, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial

Dilansir dari laman beingtheparent.com, sering membandingkan anak mempunyai efek psikologis untuk anak. Anak bisa mengalami stres, rendah diri, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Anak juga akan menjauh dari orangtua jika orangtua terus-terusan membandingkannya dengan orang lain sehingga merasa dirinya tidak berharga di mata orangtuanya.

Oleh karena itu, yuk bunda, kita stop membandingkan anak kita dengan anak lain. Daripada membandingkan, lebih baik bunda fokus untuk menstimulasi setiap aspek tumbuh kembang si kecil, memberikan nutrisi yang terbaik, dan mendukung setiap aktivitas anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tips Ajarkan Dua Bahasa pada Anak

adorable-book-boy-1250722

Selain bahasa ibu alias bahasa Indonesia, kini banyak orangtua yang mengutamakan buah hatinya agar memiliki kemampuan berbahasa asing misalnya saja bahasa Inggris. Orangtua berpikir, dengan memiliki kemampuan tersebut, maka akan memudahkan buah hatinya meniti karier di masa depan. Namun kapan sebaiknya mengajari si kecil berbahasa asing? Sejatinya belajar bahasa asing pada anak-anak bisa dilakukan sedini mungkin. Hal ini supaya mereka lebih mudah menyerap kosa kata dan pola bahasa yang dipelajari.

Sebagai contoh, Bun, anak kecil saja bila menonton kartun berbahasa inggris lambat laun tak akan asing bahkan mulai berani berbicara dalam bahasa Inggris. Nah, mengutip Very Well Family, sekitar 12 persen anak di atas usai 5 tahun merupakan bilingual atau bisa berbicara dalam dua bahasa.

Sebuah penelitian menunjukkan, mengajarkan anak dalam dua bahasa jauh lebih mudah jika dilakukan sejak dini. American Speech-Language-Hearing Association menjelaskan ada beberapa keuntungan mengajarkan dua bahasa kepada anak. Mulai dari bisa belajar kata-kata baru dengan cepat, meningkatkan kemampuan mempelajari informasi baru, lebih mudah menyelesaikan masalah, serta punya keterampilan mendengarkan lebih baik.

Sebagai panduannya, berikut ini cara yang tepat yang dapat Bunda lakukan untuk mengajarkan dua bahasa pada anak.

Perdengarkan Suara-suara yang Unik ya Bun

Pada usia dua atau tiga tahun, anak biasanya sedang dalam proses mengenali pola bicara, Bun. Untuk itu cobalah untuk mengajarkan dua bahasa padanya dengan suara-suara yang unik. Di usia tersebut, mereka dengan mudah lebih mengenali suara. Selain itu, menurut Francois Thibaut, Director of the Language Workshop for Children, di New York City, Anda bisa mengajarkan mereka dengan cara memperdengarkan musik lho.

Usahakan Bunda Menciptakan Lingkungan Belajar yang Santai Untuknya

Thibaut mengatakan, cara terbaik untuk mengajarkan bahasa baru pada anak adalah dengan membiarkannya mendengarkan percakapan seseorang yang sudah lancar berbahasa tersebut. Kelak secara alami ia akan mencoba untuk bicara juga. Apalagi anak yang berusia 2 atau 3 tahun juga suka meniru apa yang mereka dengar.

Namun pastikan Bunda dan pasangan pun juga sudah fasih berbicara dengan bahasa yang ingin diajarkan pada anak ya Bun. Hal itu untuk memudahkan si kecil memahami arti dari kata-kata dan frasa yang pendek yang Bunda ucapkan.

Ajarkan Kata Demi Kata

Jika tidak ingin melakukan pelajaran formal kepada anak, Bunda bisa memperkenalkan dasar-dasar bahasa tersebut dengan menunjukkan suatu benda memiliki dua bahasa. Manfaatkan kartu-kartu permainan yang punya dua bahasa dilengkapi dengan gambar. Selain itu, Bunda juga bisa menggunakan video-video tutorial untuk mengajarkan dua bahasa pada anak di YouTube. Jangan lupa untuk terus mengulang pelajaran tersebut sesering mungkin, agar anak cepat memahami.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengajarkan si kecil lebih dari satu bahasa. Kunci terpenting, Bunda dapat mengajarkan si kecil belajar bahasa asing sebagai bahasa kedua setelah ia menguasai banyak kosakata dari bahasa ibu, ya Bun. Dengan begitu anak tidak kesulitan membedakan kosakata dari bahasa ibu dengan kosakata dari bahasa asing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Bun, Meminta Tolong Si Kecil Pergi Ke Warung Membawa Banyak Manfaat Loh

brunette-child-daylight-2774383

Biasanya, saat sedang sibuk di dapur, sebagai ibu kadang kita melibatkan si kecil untuk membelikan bumbu dapur ke warung ya Bun. Pekerjaan semacam ini kelihatannya sepele. Bahkan mungkin dulu saat Bunda masih kanak-kanan, Bunda juga pernah mengalaminya.

Tapi tahukah Bun, ternyata aktivitas ini membawa banyak manfaat nih Bun. Menurut laman Sahabat Keluarga – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyuruh anak ke warung memiliki 6 manfaat, apa saja?

Si Kecil dapat Melatih Keberaniannya

Umumnya, anak akan merasa takut untuk pergi keluar rumah kecuali bila ia dipanggil oleh teman-temannya. Sementara dengan menyuruhnya pergi ke warung, hal ini bisa menjadi salah satu trik guna melatih si kecil yang lebih berani.

Mungkin bila awalnya si kecil takut, Bunda bisa mengantarnya sampai ke dekat warung baru kemudian di permintaan selanjutnya, Bunda hanya perlu mengantarnya sampai depan rumah saja. Dalam proses ini memang butuh kesabaran guna melatih keberanian si kecil, tapi ingat, tak perlu sampai memarahinya ya Bun.

Ternyata Bisa Melatih Daya Ingat Juga nih Bun

Bun, selain melatih rasa berani si kecil, dengan meminta tolong si kecil pergi ke warung juga mampu melatih daya ingatnya. Saat Bunda misalnya menyampaikan apa saja yang harus dibeli, maka dengan seksama ia akan menyimak dan mengingat pesan Bunda.

Tapi bila pesanan Bunda terlupa, tak perlu kecewa atau marah ya. Tetap maklumi atau mungkin saja memang ada kesalahan yang terjadi saat transaksi atau saat penjual memasukkan belanjaan ke kantung. Atau, cara terbaik lainnya adalah berikan catatan pada si kecil guna meminimalisir kesalahan.

Melatihnya Memberikan Tanggung Jawab Sedari Dini

Saat memintanya untuk pergi ke warung dengan sederet catatan kebutuhan bumbu dapur atau semacamnya, aktivitas ini berguna untuk melatih tanggung jawabnya, Bun. Bagaimanapun ia pasti akan mempertanggungjawabkan agar pesanan yang diminta dan diamanahkan orangtuanya bahkan mengupayakan agar berhasil mendapatkan barang tersebut.

Juga Melatihnya untuk Belajar Menyampaikan Pesan

Manfaat lain yang didapat adalah melatihnya berkomunikasi dan belajar menyampaikan pesan kepada orang lain. Anak akan berkomunikasi dengan Bunda sebagai pihak yang memberikan instruksi sehingga ia akan berusaha memperhatikan barang yang akan kita pesan.

Selanjutnya, si kecil juga akan berlatih berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada penjual. Mulai dari memberi salam hingga menyampaikan apa saja yang dibutuhkan. Tentunya ada anak yang mampu berkomunikasi dengan baik dan lancar, namun ada juga sebaliknya.

Tapi dengan seringnya Bunda menyuruh anak, maka frekuensi berkomunikasi mereka semakin banyak, serta dapat mengurangi rasa malu, takut, dan menambah percaya diri.

Sekaligus Membiasakannya agar Terbiasa Berhitung

Keuntungan lainnya dari menyuruh anak ke warung adalah melatih untuk berhitung. Terutama jika uang yang Bunda beri ternyata kelebihan, ia akan belajar tak hanya bertanggung jawab pada belanjaannya, tapi juga pada uang serta kembalian yang diterima guna memastikan jumlahnya benar.

Namun dari manfaat yang sudah terlihat, pastikan dulu Bunda menunjuk warung atau toko di sekitar rumah ya Bun. Jadi memang tidak jauh, kondisi jalan aman, serta anak memang sudah bisa diberi kepercayaan ketika usianya sudah cukup matang guna meminta tolong.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top