Lifestyle

Bunda Sedang Menanti Jenis Kelamin Bayi? Ini Bawaan Hamil Bayi Perempuan dan Laki-Laki

Menjelang trimester kedua bunda pasti sudah tidak sabar menantikan informasi dari dokter mengenai jenis kelamin dari bayi. Namun banyak juga orang yang lebih memilih tebak-tebak buah manggis, Jadi hanya menebak lewat bawaan hamil bayi perempuan atau lelaki saja, tidak melakukan tes ke dokter.

5  Tanda Bawaan Hamil Bayi Perempuan

Bawaan hamil bayi perempuan dipercaya punya tanda atau ciri khusus serta berbeda dengan laki-laki. Hal ini tentunya bisa dirasakan oleh bunda. Apalagi sekarang ini sudah banyak juga informasi beredar mengenai tanda jika sedang hamil bayi perempuan. Lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini.

1. Posisi Bayi Terasa pada Pusat Perut 

Banyak orang beranggapan jika hamil anak perempuan maka bentuk perut dari bunda akan terlihat meninggi juga lebar. Namun ternyata anggapan tersebut hanyalah mitos belaka. Justru posisi si kecil yang dapat menjadi isyarat apakah jenis kelamin yang sedang dikandung dalam perut. 

Tanda-tanda jika Anda tengah hamil anak perempuan adalah posisi janin umumnya berada tepat pada sekitar pusat perut. Rasanya perut akan terasa padat di bagian tengah, ciri ini menjadi isyarat paling utama ketika sedang tebak-tebak jenis kelamin sebelum nantinya diperiksakan ke dokter.

2. Terkena Morning Sickness yang Lebih Buruk 

Tanda kedua bahwa bunda sedang mengandung anak perempuan adalah terkena morning sickness yang sangat buruk. Hal ini tentunya tantangan yang harus dilewati ketika sudah masuk trimester pertama, kondisi parah ini akan semakin bertambah dengan perubahan hormone yang berdampak ke emosional.

Indikasi bahwa morning sickness parah dan emosional yang berubah-ubah ternyata menjadi indikasi bahwa janin yang dikandung lebih condong kelamin perempuan. Namun tentu saja tebakan ini bisa saja salah karena biasanya orang hamil memang cenderung sensitif dan jadi sangat perasa.

3. Mulai Terjadi Permasalahan Kulit 

Bagi sebagian ibu hamil mungkin sudah pernah merasakan masalah satu ini.  Banyak orang berpendapat ternyata hamil anak perempuan memiliki tanda timbulnya permasalahan kulit. Pada kasus tertentu yang biasanya jadi glowing justru mulai timbul jerawat, kulit berminyak atau pecah-pecah.

Hal tersebut rupanya mengindikasikan jika bayi yang dikandung memiliki jenis kelamin perempuan. Namun tenang karena pada umumnya masalah tersebut akan hilang setelah proses persalinan berlangsung. Kebanyakan akan kembali ke kondisi seperti semula tanpa ada treatment khusus.

4. Ukuran Payudara yang Berbeda

Salah satu perubahan paling mudah dikenali adalah perubahan fisik yang menyebabkan kedua payudara punya ukuran berbeda. Ternyata ini juga menjadi indikasi bahwa Anda sedang mengandung bayi dengan jenis kelamin perempuan. Biasanya dada sebelah kiri mengalami pertumbuhan lebih cepat dan besar. 

Namun pertumbuhan ini tidaklah terlalu berbeda jauh sehingga mengakibatkan keduanya sangat berbeda. Tidak akan terlalu terlihat apalagi jika sudah memakai baju besar. Jadi tidak perlu terlalu risih juga dengan ciri perubahan fisik satu ini. Asalkan bayi sehat bukanlah masalah besar.

5. Terjadinya Perubahan Suasana Hati yang Terlalu Berlebihan 

Bunda juga akan merasakan adanya perubahan suasana hati yang terlalu berlebihan saat sedang mengandung bayi jenis kelamin perempuan. Teori ini memang tidak 100% mendukung, namun kebanyakan kasus hasilnya sama. Terlalu rewel, mudah menangis, sensitive adalah ciri-cirinya.

Hal ini tidak hanya soal perasaan emosional saja melainkan juga cara berpikir dan berperilaku. Bunda jadi lebih berpikir 2 kali bahkan lebih saat sedang menginginkan sesuatu bahkan bisa jadi overthinking. Oleh sebab itu para suami harus bersabar ketika istrinya mengalami tanda-tanda demikian adanya.

Tanda Pada Anak Laki-laki 

Jika di atas ada anak perempuan, maka di bawah ini disuguhkan pula beberapa tanda jika Anda sedang hamil buah hati berjenis kelamin laki-laki. Berikut ulasannya:

1. Muka Bersinar Tanpa Jerawat 

Dari sekian banyak mitos dan fakta ada satu pernyataan yang dianggap benar. Jika kulit wajah menjadi glowing bersinar tanpa jerawat tandanya bunda sedang mengandung anak laki-laki. Hal tersebut sudah banyak terbukti benar. Namun pada beberapa kasus bisa juga tidak nampak perubahan ini. 

Bisa jadi ibu hamil punya kebiasaan makan makanan tidak sehat, suka konsumsi yang berminyak, kurang minum air putih, juga tidak merawat kebersihan muka secara teratur. Hal tersebut tentu menjadi penyebab kulit wajah kusam dan cenderung berminyak walaupun sedang mengandung anak laki-laki.

2. Warna Urin Jadi Lebih Pekat 

Pernyataan kali ini ternyata hanyalah mitos belaka. Sebab pada kenyataannya warna urin bukanlah dipengaruhi oleh jenis kelamin saat mengandung. Melainkan ketidakseimbangan hormon juga kebiasaan minum air putih yang masih kurang. Sehingga mengakibatkan ibu hamil terkena dehidrasi.

Jenis kelamin perempuan atau laki-laki tidak akan mempengaruhi warna urin yang keluar. Jadi jangan percaya jika ada yang mengatakan demikian, sebab sudah terbukti hanya mitos belaka. Untuk lebih jelasnya bisa langsung tanyakan saja pada dokter agar tidak tebak-tebak buah manggis lagi.

3. Pertumbuhan Rambut Jadi Lebih Cepat 

Terakhir adalah pernyataan tentang pertumbuhan rambut jadi lebih cepat adalah pertanda jika bayi yang dikandung adalah laki-laki. Hal ini ternyata juga kurang tepat, karena menurut penelitian pertumbuhan rambut maupun kuku tidak bisa dijadikan patokan dalam menentukan jenis kelamin.

Pada umumnya wanita memang akan kehilangan rambut setidaknya 100 helai perhari dalam keadaan normal, dan bisa jadi lebih banyak ketika sedang hamil. Oleh karena itu pertumbuhan rambut tidak berpengaruh banyak dalam menentukan jenis kelamin dari janin dalam rahim.

Menentukan jenis kelamin bayi saat ini memang tidak bisa hanya tebak-tebakan saja. Lebih akurat lagi jika menyerahkannya langsung pada dokter. Namun apapun jenis kelaminnya tentu saja harus disyukuri, dijaga dengan sepenuh hati sampai tiba proses persalinan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Hai Para Orangtua, Ini Nih 20 Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anaknya

Setiap orangtua tentu ingin berusaha memberikan yang terbaik dalam mendidik sang buah hati. Sayangnya, keinginan tersebut sering tanpa disadari berubah menjadi hal yang bisa berdampak buruk. Tak jarang para orangtua, terutama orangtua baru, tidak menyadari bahwa pola asuh yang diterapkan dalam membesarkan anak sebenarnya keliru dan bisa berdampak negatif.

Nah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akibat kesalahan pola asuh anak, orangtua perlu tahu apa saja kesalahan yang sering dilakukan dalam mendidik anak. Maka untuk para orangtua di rumah, hindarilah 20 kesalahan dalam cara mendidik anak berikut ini.

Jangan Terlalu Mengatur, Karena Bisa Memperburuk Risiko Depresi Pada Anak.

Orangtua hanya mengatur apapun yang dilakukan anak, tanpa mendukung hobinya. Orangtua tidak memberikannya pilihan sehingga membuat anak merasa terkekang.

Sementara itu, anak yang tidak merasa diberikan kebebasan berekspresi, akan sulit bersosialisasi. Kemampuannya pun tidak berkembang dan berpendapat dapat merasa semakin “jauh” dari orangtuanya. Cara mendidik seperti ini dapat memicu atau memperburuk risiko depresi pada anak.

Anak Tetap Perlu Pengawasan

Memang perlu tidak terlalu mengatur, tapi anak tetap harus dalam pengawasan. Orangtua juga sangat penting mengawasi teman yang dimilkinya, bacaan dan tontonan anak. Apalagi sekarang era digital, dimana anak bebas memilih tontonan, untuk itu orang tua harus mengawasi. 

Harus dipastikan apa yang dibaca dan ditonton tersebut sesuai dengan usia anak serta tidak mengandung muatan kekerasan atau hal yang bersifat sadistis. Pada kondiisi ini, sangat penting untuk orangtua membangun hubungan atau komunikasi yang baik dengan anak.

Tidak Menunjukkan Kasih Sayang dan Dukungan

Orangtua tidak menunjukkan kasih sayang pada anak. Misalnya dengan tidak memberi pelukan. Hal tersebut akan membuat anak merasa tidak memiliki ikatan emosional yang kuat dengan orangtuanya..

Selain itu, jika orangtua tidak memberi dukungan ketika anak membutuhkannya, dan malah memilih mementingkan pekerjaan semata, anak bisa merasa depresi.

Biarkan Anak Belajar dari Kesalahannya

Membimbing anak agar mau belajar dari kesalahannya, kelak dapat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengakui kesalahan dan cepat memperbaiki diri. Selain itu, proses ini juga mampu membuat anak mau menerima kritik dan bangkit lebih cepat dari kegagalan. 

Menurut Billingham, orangtua seharusnya membiarkan anak melakukan kesalahan, biarkan anak bahkan belajar dari kesalahan agar tidak terulang kesalahan yang sama. Bantulah anak untuk mengatasi masalahnya sendiri, tetapi jangan mengambil keuntungan demi kepentingan orangtua.

Tidak Meluangkan Waktu Maupun Menghormati Perasaan Anak

Orangtua tidak meluangkan waktu untuk bermain atau berbicara dengan, untuk memahami perasaannya. Orangtua mengabaikan anak, dan malah sibuk dengan handphone atau pekerjaan.

Anak pun akan merasa sendirian dan tidak diperhatikan, hingga mencari perhatian selain dari orangtua, yang dapat menyebabkannya depresi. Dan membuatnya merasa tidak dicintai.

Bertengkar di Hadapan Anak

Menurut psikiater Sara B. Miller, Ph.D., perilaku yang paling berpengaruh merusak adalah “bertengkar” dihadapan anak. Saat orangtua bertengkar di depan anak mereka, khususnya anak lelaki, maka hasilnya adalah seorang calon pria dewasa yang tidak sensitif yang tidak dapat berhubungan dengan wanita secara sehat.

Orangtua seharusnya menghangatkan diskusi diantara mereka, tanpa anak-anak disekitar mereka. Wajar saja bila orangtua berbeda pendapat tetapi usahakan tanpa amarah. Jangan ciptakan perasaan tidak aman dan ketakutan pada anak.

Mendisiplinkan Anak di Depan Orang Lain

Orang tua mungkin kehilangan kesabaran, marah, berteriak dan bahkan memukul anak di depan orang lain. Hal tersebut justru akan berdampak serius pada kepercayaan diri anak. Anak akan merasa depresi karena malu, dan tidak berdaya. Cara seperti ini termasuk sebagai kesalahan yang patut dihindari orangtua dalam mendidik anak.

Terlalu Banyak Menonton

Menurut Neilsen Media Research, anak-anak Amerika yang berusia 2-11 tahun menonton 3 jam dan 22 menit siaran TV sehari. Menonton televisi akan membuat anak malas belajar. Orangtua cenderung membiarkan anak berlama-lama didepan TV dibanding mengganggu aktifitas orangtua. Orangtua sangat tidak mungkin dapat memfilter masuknya iklan negatif yang tidak mendidik. Maka hal yang seharusnya dilakukan adalah membatasi waktu menonton bagi anak. 

Segalanya Diukur dengan Materi

Banyak orangtua mengukur kebahagiaan dengan materi. Banyak orangtua selalu memberikan hadiah untuk anaknya. Bahkan, mainan dan barang mewah dianggap sebagai alat ukur kebahagiaan. Padahal nyatanya tidak. 

Tidaklah salah memanjakan anak dengan mainan dan liburan yang mewah. Tetapi yang seharusnya disadari adalah anak membutuhkan quality time bersama orangtua mereka. Mereka cenderung ingin didengarkan dibandingkan diberi sesuatu dan diam.

Menegur Secara Berlebihan

Jika anak melakukan kesalahan dan orangtua menegur atau memarahinya secara berlebihan, omelan itu dapat berdampak pada psikologi anak. Anak dapat merasa malu dan pesimis dalam melakukan berbagai hal karena takut salah, sehingga membuatnya depresi.

Orangtua Gagal Mendengarkan Anak 

Menurut psikolog Charles Fay, Ph.D. “ Banyak orang tua terlalu lelah memberikan perhatian – cenderung mengabaikan apa yang anak mereka ungkapkan.

Contohnya Ketika anak pulang dengan mata yang lembam, umumnya orangtua lantas langsung menanggapi hal tersebut secara berlebihan, menduga-duga si anak terkena bola, atau berkelahi dengan temannya. Faktanya, orang tua tidak tahu apa yang terjadi hingga anak sendirilah yang menceritakannya.

Sering Membandingkan Anak

Orangtua terus membandingkan si kecil dengan anak-anak lain, dan memintanya menjadi seperti mereka. Hal itu tentu dapat membuat anak merasa tidak berguna, dan menanamkan amarah dalam dirinya, hingga berujung pada depresi.

Terkadang Anak Perlu Merasa Bosan

Meskipun tidak menyenangkan, perasaan bosan nyatanya penting untuk dirasakan oleh anak lho. Para psikolog dan ahli lain yang meneliti hal ini menyatakan bahwa kebosanan konstruktif pada anak sangat penting untuk perkembangan mental dan emosional mereka. 

Si  kecil nantinya akan memiliki kecenderungan untuk mencari kegiatan yang lebih kreatif dan memuaskan diri mereka. Jadi, saat anak menunjukkan bahwa ia bosan, orang tua sebenarnya tak perlu merasa takut dan justru harus melihat situasi ini sebagai waktunya bagi anak untuk lebih mengenal dirinya sendiri.

Orangtua Terlalu Protektif

Orang tua terlalu melindungi anak dari berbagai hal hingga membuatnya banyak mengalami ketakutan. Selain itu, anak juga akan takut mengambil risiko apapun, menjalin pertemanan baru, atau bahkan mencoba kegiatan baru. Hanya karena takut menerima omelan dari orangtuanya. Akan tetapi, anak juga dapat menjadi lebih liar bila orangtua terlalu protektif.

Tidak Konsisten

Anak perlu merasa bahwa orangtua mereka berperan. Jangan biarkan mereka memohon dan merengek menjadi senjata yang ampuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Orangtua harus tegas dan berwibawa di hadapan anak.

Mengabaikan Anak 

Mungkin kebanyakan orangtua tidak menyadari bahwa mereka telah mengabaikan anak. Sebenarnya, mengabaikan anak tak hanya sekadar tidak memberi perhatian atau kasih sayang.

Ada banyak tanda yang dapat menunjukkan kemungkinan anak yang diabaikan atau kurang perhatian orangtua, seperti anak cenderung nakal atau berperilaku aneh dan tidak rasional atau sebaliknya sangat pendiam.

Tidak Menerapkan Peraturan

Anak-anak membutuhkan aturan, struktur, dan batasan untuk tumbuh dengan sehat, baik secara fisik maupun mental. Jika tidak tumbuh dengan disiplin atau tanpa aturan apapun, anak akan menjadi pribadi yang tak teratur dan dibenci orang lain di luar lingkungan rumah.

Bersikap Berat Sebelah

Beberapa orangtua kadang lebih mendukung anak dan bersikap memihak anak sambil menjelekkan pasangannya di depan anak. Mereka akan hilang persepsi dan cenderung terpola untuk bersikap berat sebelah. 

Luangkan waktu bersama anak minimal 10 menit disela kesibukan orangtua. Dan pastikan anak tahu saat bersama orang tua adalah waktu yang tidak dapat diinterupsi.

Tidak Bangga dengan Prestasinya

Orangtua tidak pernah memuji anak atas prestasinya, dan tidak menunjukkan kebanggaan pada kerja kerasnya. Hal tersebut dapat membuatnya merasa tidak diinginkan dan berpikir bahwa usahanya sia-sia. Hal ini dapat menyebabkan anak merasa depresi.

Menjadi Contoh yang Buruk

Anak akan memahami dan mencontoh semua kebiasaan, dan perilaku orangtua. Jika orangtua tidak memberi teladan yang baik, anak akan menirunya.Tentu anak akan dijauhi oleh teman-temannya jika memiliki perilaku yang buruk.

Cara mendidik yang buruk seperti itu memang dapat berpengaruh pada gejala depresi anak. Berdasarkan peran dan kehadirannya dalam kehidupan anak, orangtua memiliki peran yang sangat penting, baik secara langsung, maupun tidak langsung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Ibu Hamil Perlu Nutrisi & Gizi yang Cukup, Ini Tips Memilih Vitamin Untuk Ibu Hamil

Masa kehamilan adalah saat dimana kebutuhan nutrisi juga gizi harus diperhatikan dengan benar. Selain asupan buah juga sayur, vitamin untuk ibu hamil turut serta menunjang kebutuhan harian tubuh. Ada banyak jenis vitamin bisa didapatkan dari apotik, namun tetap harus sesuai dengan resep dokter. 

Memilih Jenis Vitamin Untuk Ibu Hamil 

Sebagai ibu hamil tentunya harus protektif juga selektif dalam memilih makanan juga vitamin sebagai penunjang imunitas tubuh. Konsultasi dengan dokter menjadi salah satu cara agar para ibu bisa mendapatkan petunjuk jenis vitamin tepat dan sesuai dengan kondisi mereka. 

1. Perhatikan Komposisi Kandungannya 

Setiap vitamin pastinya punya kandungan bahan berbeda-beda. Ibu hamil harus tahu kebutuhan nutrisinya dan apakah bisa dipenuhi dengan rajin minum suplemen tersebut. Biasanya apoteker juga akan menjelaskan komposisi untuk memastikan sudah memberikan takaran yang pas.

Setiap ibu hamil butuh takaran vitamin berbeda-beda. Jadi jangan asal melihat temannya cocok lalu memutuskan untuk mencoba tanpa  ada aturan dari dokter. Misalnya Anda lebih butuh asam folat jadi harus konsumsi vitamin sesuai itu, bukan dengan komposisi kandungan lain yang tidak sesuai.

2. Perhatikan Efek Samping yang Bisa Saja Terjadi 

Jangan lupa terhadap efek samping. Belum tentu asupan nutrisi dari vitamin 100% aman untuk ibu hamil. Contohnya saja kelebihan asam folat bisa mengakibatkan anak lahir dengan resiko cacat fisik maupun mental. Oleh karena itu butuh pendampingan dari dokter agar mendapat resep tepat. 

Ibu hamil anak pertama biasanya akan lebih pusing ketika memilih vitamin mana yang sesuai dengan kebutuhannya. Agar tahu apakah suplemen tersebut tepat atau tidak mula-mula lakukan cek kesehatan dulu ke dokter. Setelah mendapatkan resep obat barulah menuju apotik terdekat.

3. Bicarakan dengan Dokter 

Selanjutnya untuk alasan keamanan ibu hamil juga harus memastikan suplemen tersebut aman dikonsumsi selama masa kehamilan. Bicarakan langsung dengan para pakarnya yakni dokter tentang penggunaan vitamin tersebut. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasiennya.

Sekarang ini sudah banyak juga tempat yang bisa dijadikan konsultasi dokter selain rumah sakit. Mengingat sedang musim pandemi rasanya akan kurang nyaman jika terlalu sering berkunjung ke rumah sakit. Bunda bisa memanfaatkan pelayanan online dengan memilih nama dokter yang diinginkan.

4. Sesuaikan Juga dengan Kebutuhan 

Selama kehamilan, ibu akan perlu asupan nutrisi lebih banyak dibandingkan hari-hari biasanya. Dari porsi makan, minum, sampai tidur semuanya butuh porsi lebih. Agar imunitas tetap terjaga dengan baik ibu harus memiliki suplemen vitamin sebagai penunjang agar janin dalam kandungan juga tetap sehat. 

Suplemen nantinya akan melengkapi nutrisi sehingga kebutuhan harian akan terpenuhi dengan baik. Jika ibu selama masa hamil tidak suka dengan ikan maka bisa gunakan vitamin mengandung lemak ikan untuk memabantu tumbuh kembang kondisi janin tetap optimal. Jadi tidak boleh asal minum saja.

5. Jangan Asal Pilih Suplemen Vitamin 

Perlu diketahui bahwa tidak semua jenis suplemen vitamin baik untuk kondisi ibu hamil. Meskipun banyak orang mengatakan jika itu bisa membantu memenuhi asupan nutrisi selama masa kehamilan namun nyatanya ada beberapa hal harus dihindari demi kesehatan ibu juga kondisi janin. 

Misalnya saja sebuah jenis suplemen tidak bisa dikonsumsi tanpa adanya resep dari dokter, atau jika sampai mengonsumsinya secara berlebihan akan meningkatkan resiko buruk pada janin. Demi keselamatan keduanya mematuhi aturan dari poin-poin di atas sangatlah penting. 

Manfaat Konsumsi Vitamin Untuk Ibu Hamil 

Selama trimester pertama biasanya ibu hamil sudah dianjurkan untuk rutin konsumsi suplemen. Banyak manfaat yang bisa diperoleh ketika sudah terbiasa melakukannya. Satu hal yang pasti, masa kehamilan adalah saat paling dinantikan oleh wanita di dunia, prosesnya harus dinikmati dengan baik.

1. Kandungan Kalsium Membangun Tulang Bayi 

Vitamin ternyata juga punya kandungan kalsium yang berperan untuk membangun tulang pada tubuh bayi agar terbentuk secara sempurna. Kebutuhan nutrisi kalsium selama masa hamil memang mengalami peningkatan, yakni jadi 1000 mg /  hari. Sedangkan sampai sekarang masih banyak yang abai.

Bila memang saat awal masa kehamilan terasa berat untuk konsumsi makanan atau minuman mengandung kalsium, sebaiknya bantu pemenuhan kebutuhan harian dengan suplemen vitamin.    Jangan sampai terjadi sesuatu tidak diinginkan hanya karena kalsium semasa hamil tidak mencukupi.

2. DHA Untuk Meningkatkan Otak Anak 

Selain itu ada juga kandungan DHA dalam suplemen vitamin. Sekarang sudah banyak jenis vitamin prenatal yang komposisinya adalah omega-3. Lemak ini tidak jahat, justru sehat dan berguna untuk perkembangan sistem saraf serta otak bayi selama dalam masa kandungan ibu. 

Dalam menu makanan DHA terdapat pada lemak ikan, asupan rendah nantinya akan mengakibatkan penurunan IQ dan membatasi pertumbuhan otak secara maksimal. Oleh karena itu jangan kurangi asupan DHA selama masa kehamllan, minta saran dari dokter agar hasil maksimal. 

3. Mengurangi Resiko Komplikasi Kehamilan 

Terakhir vitamin juga dapat membantu mengurangi resiko adanya cacat pada bayi selama masa pertumbuhannya. Selain itu mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada ibu hamil agar tidak melahirkan secara prematur. 

Sudah banyak studi yang mengungkapkan tentang manfaat vitamin terhadap kehamilan. Rupanya akan terjadi penurunan resiko empat kali lebih besar jika suplemen mulai dikonsumsi pada trimester pertama. Kelahiran prematur juga dapat dihindari. 

Sekarang ini jenis-jenis suplemen juga sudah banyak tersedia baik di rumah sakit maupun apotik. Hanya saja penggunaannya harus disesuaikan dengan resep dokter. Ibu hamil seharusnya memang konsums vitamin sejak trimester pertama agar tumbuh kembang Janin juga semakin maksimal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Lifestyle

Untuk Ibu hamil yang Persalinan Secara Normal, Ini Tips Melahirkan Normal dengan Lancar untuk

Buat ibu hamil yang memilih persalinan secara normal, wajib perhatikan tips melahirkan normal di bawah ini. Sebenarnya semua metode sama-sama memiliki resiko tinggi. Caesar pun punya tingkat kesulitan sama besarnya. Oleh karena itu mempersiapkan diri dengan baik  akan menjadi solusi terbaik.

8 Tips Melahirkan Normal dengan Tenang 

Persalinan secara normal memang akan terasa lebih sakit, namun kebanyakan orang memilih opsi ini karena mungkin dari segi pemulihan terasa lebih cepat. Ada banyak hal yang bisa bunda lakukan sebelum proses persalinan berlangsung. Hal ini semacam persiapan menjelang hari membahagiakan.

1. Sering Baca Artikel dan Bahasan Mengenai Melahirkan 

Tips pertama yang sebenarnya penting tapi sering diabaikan adalah sering-sering membaca artikel atau bahasan tentang melahirkan secara normal. Bersiap menjadi seorang ibu dengan langkah pertama yakni melahirkan buah hati ke dunia dengan selamat, Anda bisa gunakan banyak media di zaman canggih ini.

Sekarang  tidak susah lagi jika ingin tahu tentang sebuah informasi. Begitu juga soal melahirkan secara normal. Banyak sumber seperti internet, artikel, majalah, atau buku khusus yang membahas mengenai persiapan menjelang persalinan secara normal. Pengetahuan ini akan membuat ketakutan mereda.

2. Jaga Pola Makan dengan Baik 

Ketika konsultasi dengan dokter pastinya sudah berkali-kali diberi wejangan untuk menjaga pola makan dengan baik. Banyak protein, jangan malas makan sayuran hijau, juga mulai kurangi konsumsi makanan serta minuman yang dapat berpengaruh pada kesehatan. Misalnya gula, kafein, dan semacamnya.

Makanan yang mengandung nutrisi sangat baik untuk menjaga pertumbuhan bayi dalam kandungan, juga melancarkan kehamilan saat persalinan tiba. Saat si kecil tumbuh dengan baik tentu saja akan mempermudah proses persalinan. Kemungkinan berbagai macam resiko juga menurun drastis.

3. Manfaatkan Adanya Kelas Prenatal 

Persalinan secara normal maupun caesar sama-sama membutuhkan persiapan matang. Jangan habiskan masa kehamilan hanya dengan duduk santai saja, perubahan mood sedrastis apapun usahakan untuk tetap olahraga. Selain jalan kecil kelas prenatal juga akan membantu persalinan berlangsung lancar.

Sekarang ini kelas prenatal memang sudah menjadi standar penting dan wajib bagi para ibu hamil. Banyak anjuran edukasi maupun informasi mengenai kehamilan dan persalinan yang akan didapatkan selama masa kelas berlangsung. Selain itu ada sharing juga dari para ibu hamil lainnya.

4. Selalu Minum Banyak Air Putih

Hal penting lain yang tidak boleh dilupakan oleh ibu hamil adalah selalu rajin minum air putih. Bagaimanapun ini akan membantu mengeluarkan racun dalam tubuh melalui urine. Sehingga nantinya kemungkinan infeksi pada saluran kemih juga minim terjadi. Sehari setidaknya harus 10 gelas.

Selain membantu kelancaran proses hamil dan melahirkan secara normal, minum air putih juga sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Pasalnya kandungan alami di dalamnya dapat memberikan kebugaran serta tenaga agar tidak merasa lemas. Kulit wajah juga terasa lembab dan terus segar walau jam tidur kurang.

5. Belajar Menghadapi Kontraksi 

Mulai trimester kedua belajarlah untuk menghadapi kontraksi. Ada banyak informasi bisa diakses melalui internet agar bunda bisa melahirkan normal tanpa rasa sakit teramat sangat. Salah satu kuncinya adalah dengan mengatur pernapasan agar bisa melalui kontraksi dengan lancar dan cepat.

Agar hal ini bisa terjadi bunda harus mempersiapkannya sedini mungkin. Mulai mengikuti berbagai macam kelas yoga, olahraga rutin setiap pagi hari, juga mengesampingkan rasa takut. Persalinan memang pertaruhan antara hidup mati, namun jika bisa rileks dan tenang tidak terlalu menyiksa.

6. Selalu Tidur yang Cukup 

Selanjutnya jangan lupa ibu hamil harus punya jam tidur yang cukup. Hal ini bertujuan agar badan terasa segar dan membantu janin tumbuh dengan sehat. Memang tidak mudah untuk mendapatkan jam tidur ideal apalagi menjelang trimester ketiga. Rasa gelisah, was-was akan semakin meningkat.

Namun sayangnya jika Anda menginginkan persalinan dengan cara normal maka harus terbiasa dengan jam tidur yang teratur. Hindari begadang yang bisa menyebabkan penurunan stamina baik pada ibu hamil maupun kondisi kesehatan bayi dalam rahim. Lakukan rutin sampai HPL persalinan tiba.

7. Memahami Risiko Persalinan Normal 

Setiap metode persalinan yang diambil memang punya risikonya tersendiri. Begitu juga dengan persalinan normal. Biasanya aka nada komplikasi seperti posisi bayi sungsang atau kepala belum berada di bawah tepat di jalur keluar, tali pusat prolaps atau menumbung, dan masih banyak lagi.

Untuk menghindari berbagai macam risiko tersebut bunda harus selalu melakukan kontrol rutin ke dokter kandungan sebulan sekali. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga apabila terjadi keadaan darurat menyangkut bayi dan bisa ditangani secepat mungkin dengan tindakan medis yang maksimal.

8. Menentukan Lokasi Lahiran 

Setelah selesai dengan persiapan mental, fisik, serta perlengkapan bayi maka tinggal menentukan saja lokasi lahiran bayi. Pilihlah rumah sakit atau sebuah klinik bersalin sesuai dengan keinginan dan kenyamanan ibu hamil. Pastikan tenaga medis mampu memberikan pelayanan maksimal pada pasien.

Carilah informasi di wilayah sekitar jika ingin melakukan persalinan dekat dengan tempat tinggal. Tidak ada salahnya melakukan riset melalui survei, misalnya minta brosur atau nomor Customer Service dari rumah sakit tersebut. Dengan begitu bisa tahu jenis pelayanan serta budgeting harus dipersiapkan. 

Melahirkan secara normal merupakan proses yang panjang dan melelahkan. Butuh stamina dan fisik yang bagus agar nantinya berjalan dengan maksimal. Bantulah dengan memaksimalkan persiapan dari diri sendiri dengan semaksimal mungkin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top