Parenting

Balita Pura – pura-pura Menangis buat Mencari Perhatian Orang tuanya dan ini Lima Cara Mengatasinya

Menangis bagi anak  artinya suatu hal yg normal dan  baik buat kesehatan emosionalnya. Menangis pula ialah bentuk komunikasi kepada orang tua misalnya saat si mungil sedang lapar, kelelahan, atau sedang stres serta stress.

Ya, Anak menangis itu biasa. akan tetapi enggak jarang kita menemukan tangisan si mungil cuma pura – pura alias air mata palsu,

Pura – pura-pura menangis tak jarang terjadi di anak-anak yang kurang lisan

Founder Parenting Network berasal Toronto, Beverley Cathcart-Ross berkata Jika sikap ini relatif umum  terjadi di anak-anak. ini seringkali terjadi pada anak-anak yang kurang verbal. Mereka tidak dapat menemukan istilah-kata buat mengekspresikan diri. 

“Air mata adalah cara terbaik buat menarik perhatian orang tua. Anak kadang-kadang menafsirkannya menjadi rasa cinta serta penegasan jikalau orang tua peduli pada mereka,” istilah Cathcart-Ross, dikutip dari Today’s Parents.

Tangisan palsu ditunjukkan karena bayi ingin mencari perhatian orang terdekatnya

Studi peneliti Jepang menemukan bayi pun sebenanya telah mampu menipu orang tuanya dengan tangisan palsu mereka.

Peneliti berkata kecenderungan tangisan palsu ditunjukkan sebab bayi ingin mencari perhatian orang terdekatnya. Potensi tangisan palsu itu semakin akbar, bila bayi itu mempunyai saudara yang banyak.

pakar perilaku percaya anak-anak dapat mulai berbohong asal sekitar usia enam bulan. Awalnya, kebanyakan psikolog percaya anak-anak tidak mempunyai kemampuan cukup buat mulai berbohong hingga mereka berusia empat tahun, tetapi sebuah penelitian di University of Portsmouth di Inggris di 2007 menunjukkan bahwa bayi bisa memakai tangisan palsu pada usia dini.

“Bayi berpura-pura-pura-pura menangis artinya salah  satu bentuk paling awal berasal penipuan timbul dan  bayi menggunakannya buat menerima perhatian berasal orangtuanya,” jelas Dr Vasudevi Reddy berasal Universitas departemen psikologi Portsmouth, mirip dikutip dari Medicaldaily. 

Tips Atasi Balita yang senang Pura – pura Menangis

1. Katakan  Anda tahu itu Tangisan Palsu

menggunakan nada bunyi tegas namun hening, cobalah beritahu si kecil bahwa Tahukah Anda itu bukanlah air mata sungguhan melainkan air mata palsu. Anda mengetahui dia menangis bukan sebab sedih tapi menginginkan sesuatu. Pendekatan ini dievaluasi bisa bekerja dengan baik. Mungkin awalnya  Anda akan terkejut dan  berhenti menangis, namun lama   kelamaan beliau akan memahaminya.

2. Mengalihkan Perhatiannya

Cobalah untuk mengalihkan perhatiannya ketika ia mulai pura – pura menangis, Moms. Bila mereka menangis karena suatu alasan, mereka akan terus menangis sampai dilema tersebut terselesaikan. namun, kalau itu hanya mengamuk, coba saja mengajaknya bernyanyi lagu kesukaannya, melakukan teka-teki, atau mengajukan pertanyaan menarik perhatiannya.

3. Cari tahu Sumbernya

Cari tahu sumber tangisan palsunya, Moms. Tanyakan pada balita Anda apa yg galat, sebab umumnya ini suatu cara si kecil yg belum bisa pada mengekspresikan diri mereka. Kadang-kadang, mereka pun menangis hanya sebab balita lain menangis. Ajukan pertanyaan sederhana dan  terbuka kepadanya. Bila tidak terdapat duduk perkara, jelaskan kepada anak Anda bahwa menangis palsu itu cara yg kurang baik buat menerima perhatian.

4. Biarkan

Mengabaikan anak yg sedang menangis tentu sulit bagi kita menjadi orang tua. namun cara ini ternyata juga dirasa mampu menghentikan tangisan palsunya.

5. Beri Pelukan dan  Ciuman

Bila Anda tidak tahan buat mengabaikannya, cobalah untuk datang padanya dan  beri pelukan jua ciuman hangat, supaya ia bisa lebih hening. Terkadang itu sangat berarti bagi  ketika ia menerima sedikit perhatian berasal Anda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

8 Peran Orang Tua Dalam Kehidupan Anak

Setiap orang pasti memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangatlah penting. Bahkan, peran orang tua diperlukan sejak anak emas dalam kandungan hingga dewasa. Entah itu berperan untuk mengajari anak hingga memenuhi kebutuhannya. 

Pentingnya Peran Orang Tua

Orang tua menduduki peran yang sangat penting, karena menjadi sekolah pertama bagi anak-anak. Sekalipun anak sudah sekolah, peran orangtua masih diperlukan. Mengingat aktivitas anak akan paling banyak dilakukan di rumah.

Tentu jika orang tua tidak melakukan peranannya dengan baik, pasti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Contoh sederhananya jika orang tua tidak menanamkan hal-hal positif dan memberikan contoh tidak baik, tentu anak akan menirunya.

Begitu juga sebaliknya, orang tua yang melakukan perannya dengan baik, maka akan berdampak pada karakternya. Intinya, orang tua mempunyai peranan penting dalam pembentukan karakter anak yang akan berguna untuk masa depan. 

Inilah 8 Peran Orang Tua Di Kehidupan Anak

Meskipun setiap orang memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangat penting, tapi tidak semua orang yang benar-benar memahami dan menerapkannya. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mempunyai anak, penting mengetahui beberapa peranannya berikut ini. 

  1. Menjamin Kebutuhan Anak Tercukupi

Bukan menjadi hal yang asing lagi jika orang tua mempunyai peranan yang cukup penting terutama dalam memenuhi kebutuhan anak. Beberapa hal yang termasuk dalam kebutuhan Anda seperti pakaian yang layak, makanan bergizi, tempat tinggal dan lainnya.

Terutama dalam hal ini penting untuk memastikan kebutuhan anak dalam asupan bergizi sangat diperlukan. Hal ini disebabkan karena asupan yang bergizi sangat berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. 

  1. Memastikan Anak Berada Di Lingkungan yang Baik

Peran orang tua terhadap kehidupan anak selanjutnya yaitu memastikan berada di lingkungan yang baik. Tentunya jika anak berada di lingkungan yang tepat, maka akan berpengaruh juga terhadap tumbuh dan kembangnya.

Begitu juga sebaliknya, jika anak berada di lingkungan yang tidak baik maka akan mudah terpengaruh melakukan hal-hal yang negatif. Kenapa menjadi orangtua penting untuk melakukan pengawasan terhadap anak. 

  1. Menciptakan Keamanan dan Kenyamanan

Menciptakan keamanan atau rasa aman terhadap anak merupakan salah satu peran orang tua. Mengingat orang tua adalah tempat pulang, sehingga jika tidak terdapat rasa aman maka anda akan merasa tertekan.

Menciptakan keamanan dan rasa nyaman bisa dilakukan dengan berbagai hal Salah satunya memberikan kasih sayang. Selain itu, penting juga untuk memberi arahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak seharusnya.

  1. Menanamkan Nilai yang Baik

Peran lain yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya yaitu menanamkan nilai-nilai baik. Mengingat orang tua menjadi guru pertama dalam pendidik anak, sehingga karakter anak dimulai dari orang tuanya. Ada beberapa hal yang harus ditanamkan sejak dini dan setiap orang tua wajib mengetahuinya.

Adapun beberapa hal yang dimaksudkan seperti bersikap jujur, tidak mengambil barang orang lain, saling tolong-menolong, tidak merendahkan orang lain dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga untuk memberi pengertian kepada anak jika melakukan sesuatu yang buruk tidak diperbolehkan. 

  1. Mengajari Anak dalam Hal Baik

Mengajari dan mendidik anak juga menjadi salah satu peran orang tua yang wajib untuk dilakukan. Tentunya dalam hal ini harus mengajari anak dalam hal yang baik. Didikan yang diberikan oleh orang tua sejak dini bisa berpengaruh terhadap karakternya di masa depan. 

Semakin baik didikan dari orang tua sejak dini, maka anak akan lebih mudah untuk berbaur dengan masyarakat dengan cara yang baik. Misalnya saja mempunyai sopan santun, saling tolong-menolong, saling memaafkan dan lain sebagainya. 

  1. Memberikan Arahan

Peran orang tua selanjutnya yang yaitu memberikan arahan kepada anak dan juga bimbingan. Arahkan anak untuk selalu melakukan hal yang baik. Selain itu, jelaskan juga alasan kenapa tidak boleh melakukan hal yang buruk dan apa dampaknya kepada diri sendiri dan orang lain.

Sekalipun anak melakukan sebuah kesalahan, jangan langsung memarahinya. Langkah yang paling tepat untuk menanganinya yaitu menasehati dan memberi hukuman yang sekiranya bisa memberikan kesadaran kepada anak. Selain itu, penting juga untuk memberikan motivasi kepada anak. 

  1. Identitas Keagamaan

Identitas agama seorang anak berasal dari keluarganya, terutama orang tua. Tentunya peran orang tua dalam hal ini harus mengenalkan nilai-nilai agama dan keberadaan Sang Pencipta. Terutama untuk anak-anak, penyampaian tersebut harus dalam bahasa yang mudah dipahami. 

Tentunya untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut akan lebih mudah jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga harus memberikan contoh yang baik agar anak lebih mudah untuk menirunya. 

  1. Mendisiplinkan Anak

Meskipun kasih sayang dari orang tua sangat diperlukan oleh anak, tapi tetap saja harus menerapkan disiplin. Justru dengan membiarkan anak melakukan apapun yang disukainya dapat berdampak menjadi manja dan tidak bisa bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.

Semakin dini mengajarkan untuk disiplin, anak akan tumbuh menjadi orang yang bertanggungjawab. Contoh sederhananya mengajarkan anak untuk makan dan tidur tepat waktu. Bahkan, tidak ada salahnya juga untuk membuat jadwal harian anak. Demikian penjelasan mengenai peran orang tua yang dibutuhkan untuk kehidupan anak. Dari penjelasan ini bisa diambil kesimpulan jika karakter anak dibentuk dari didikan dan peran orang tua. Begitu juga sebaliknya, jika orang tua tidak melakukan perannya dengan baik, karakter yang terbentuk juga tidak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Memahami Gigi Bayi dan Seluk Beluk Pertumbuhannya

Gigi merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Selain berfungsi untuk mengunyah, keberadaan gigi juga bisa menambah estetika wajah. Karena itu, setiap fase perkembangannya—mulai dari gigi bayi sampai dewasa—harus diperhatikan dengan baik, terutama oleh para ibu.

Gigi bayi atau gigi susu bia

 

Please Subscribe

Bantu Kami memberikan artikel berkualitas dengan berlangganan konten premium Kami.

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

13 Perilaku yang Menunjukan Anak Memiliki Kecerdasan Emosional

Tanda anak cerdas secara emosional perlu diketahui oleh para orang tua atau yang baru saja menjadi orang tua. Hal ini penting sekali agar diketahui perkembangan si anak dari dini hari sampai ia dewasa.

Banyak sekali penelitian yang menunjukan bahwa, keahlian yang sudah dipredisikan kuat akan mendapatkan berhasilan dalam hubungan, kesehatan dan kualitas hidup.

Menurut American Journal Of Publik Health mengatakan bahwa anak yang mempunyai kecerdasan dini, diprediksi akan lebih sukses di masa akan datang.

Penelitian yang dia lakukan selama 19 tahun, terbukti bahwa anak yang mempunyai IQ tinggi dapat berkerja sama dan mengikuti arahan orang lain.

Berikut ini 13 perilaku yang menunjukan bahwa anak anda memiliki cerdas secara emosional. Di sini orang tua bisa melihat bahwa ada beberapa perilaku yang menunjukan bahwa anak anda memiliki cerdas secara prilaku.

Anak memiliki kesadaran diri yang tinggi

Kesadaran diri itu sangatlah penting karena membantu kita memahami bagaimana ketika si anak menolong temannya dan apa efek yang dirasakan oleh temannya.

Ciri-ciri bahwa anak sadar diri terdahap sekelilingnya:

• Mereka tau apa yang jadi kelemahan mereka dan apa kekuatannya
• Tidak takut untuk mengucapkan sesuatu
• Dia tau cara yang dia lihat pada dirinya berbeda ketika dilihat oleh orang lain.

Pengaturan diri secara emosional anak untuk membantu arah dan tujuannya

Pengaturan diri itu penting untuk membantu perilaku ke arah tujuan yang mana, terlepas dari ketidak pastian dan perasaan anak

• Apakah anak bisa mengatur dirinya sendiri?
• Ia mampu mengontrol emosi terhadap prilakunya di situasi tertentu
• Ketika mereka frustrasi namun ia bisa mengungkapkannya secara langsung

Motivasi untuk mengabil sebuah keputusan dan menjadi lebih produktif

Motivasi penting karena di sana dia bisa mengabil sebuah keputusan dan menjadi lebih produktif, ibaranya ketika ia gagal melakukan sesuatu maka ia akan berusaha lebih keras agar bisa mendapatkannya.

Ciri anak anda termotivasi:
• Mereka tak mudah putus asa ketika melakukan sesuatu hal
• Tidak takut untuk bertanya sesuatu kepada orang lain
• Ketika ia gagal, ia akan berusaha lebih keras lagi agar bisa ia lakukan dikemudian hari

Mempunyai rasa kepedulian terhadap orang lain juga penting

Empati bukan sekadar si anak memahami emosi orang lain, namun juga tentang bagaimana ia mampu mengekspresikan kepekaan terhadap orang lain.Ciri anak anda mempunyai rasa empati:
• Ketika ia sedang bermain bersama ia mampu mengatur dalam suatu tim dan dapat menangani sebuah tantangan bersama.
• Ia mampu mencoba memahami sesuatu dari sudut pandang orang lain
• Mereka mampu terhubung secara emosional dengan orang lain dan memperhatikan perasaan orang lain.

Mempunyai inisiatif yang baik untuk orang lain juga penting

Selain dia bisa mengontrol emosinya sendiri, namun anak kecerdasaan emosional otak akan lebih bisa mampu membuat suatu kebaikan terhadal orang lain, tanpa disuruh dan diminta ia akan punya inisiatinya sendiri.

Ciri anak anda memiliki keterampilan sosial?
• Anak anda akan menunjukan perilaku yang baik dan berbicara yang baik terhadap orang lain.
• anak anda mampu mengungkapkan perasaan mereka dengan jelas, tenang dan hormat
.Untuk mengetahui apakah anak anda mempunyai kecerdasan emosional yang baik atau belum, anda bisa dilihat dari perilaku kesehariannya
.Tetapi yang perlu orang tua ingat bahwa pembentukan kecerdasan emosional ini tentu saja dipengaruhi oleh didikan orangtuanya.

Memiliki Kosakata Emosional Yang Kuat

Anak Orang-orang dengan kecerdasan emisional yang tinggi mampu menguasai emosi karena merasa bisa memahaminya.

Mereka juga cenderung menggunakan kosakata yang luas untuk mengekspresikan perasaannya.

Semakin spesifik pilihan kata yang kamu gunakan, semakin baik wawasan yang kamu miliki tentang bagaimana perasaan kamu, apa penyebabnya, dan apa yang harus kamu lakukan.

Anak tahu kekuatan dan kelemahan dirinya

Anak yang cerdas secara emosional tidak hanya memahami emosi, mereka tahu apa yang mereka kuasai dan apa yang mereka tidak kuasai.

Mereka juga mengerti bagaimana cara menggunakan kelebihan untuk memaksimalkan kesuksesan.

Anak tidak menyimpan dendam yang mendalam

Emosi negatif yang muncul dengan menyimpan dendam sebenarnya adalah respons stres.

Menyimpan dendam sama saja dengan memelihara stres, dan anak yang cerdas secara emosi akan tahu bagaimana langkah bijak untuk keluar dari belenggu ini.

Tidak menyimpan dendam tidak hanya membuat kamu merasa lebih baik untuk saat ini saja tetapi juga mendatangkan benefit baik untuk kesehatan.

Ingin Tahu Tentang Orang – Orang

Tidak peduli seseorang itu introvert atau ekstrovert, anak yang cerdas secara emosional ingin tahu tentang orang-orang sekitar.

Keingintahuan adalah hasil empati, salah satu gerbang paling signifikan menuju kecerdasan emosi yang tinggi. Semakin kamu peduli dengan orang lain, maka semakin ingin tahu tentang mereka.

Anak akan gampang menerima perubahan

Anak yang cerdas memiliki emosi yang fleksibel dan selalu beradaptasi. Mereka tahu betul bahwa rasa takut akan perubahan itu melumpuhkan dan merupakan ancaman besar bagi kesuksesan dan kebahagiaan.

Memiliki kecerdasan emosional berarti mengetahui bagaimana cara mengendalikan diri.

Anak yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi tidak akan mengatakan “Saya rasa saya tidak bisa” tetapi dia akan mengatakan “Saya belum bisa, saya akan bisa setelah mempelajarinya.”

Tidak Mencari Kesempurnaan

Anak cerdas secara emosional tidak akan menetapkan kesempurnaan sebagai target mereka.

Ketika kesempunaan merupakan tujuan, maka setiap kali menemui kegagalan maka kamu akan diselimuti dengan perasaan bersalah. Dan akhirnya Anak hanya akan menghabiskan waktu untuk meratapi kegagalan tersebut.

Orang yang cerdas secara emosional akan bersemangat untuk bangkit kembali dan mengembangkan apa yang sudah berhasil di capai.

Menghargai Apa Yang Kamu Miliki

Meluangkan waktu untuk sejenak mensyukuri apa yang sudah kamu miliki dapat meningkatkan mood dan menurunkan stres.

Bahkan sebuah penelitian oleh University of California menemukan bahwa orang yang mengembangkan sikap syukur setiap harinya akan mengalami peningkatan suasa hati, energi, dan kesejahteraan fisik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top