Parenting

Bagini Cara Mengatasi Anak Yang Gampang ‘Ngambek’

anakngambek

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan dalam rangka memandu dan mengarahkan si kecil agar dapat mengelola emosi dan mengekspresikanya dengan cara yang baik dan benar.

Menenangkan dan mengalihkan perhatian mereka

Kerap kali anak Anda marah karena tidak bisa menemukan jalan keluar untuk apa yang mereka rasakan. Atau mereka sedang ingin mendapat perhatian Anda tapi mereka tidak mendapatkannya.

Alihkan perhatian anak, Perhatian anak-anak mudah dialihkan. Belikan es krim atau gelembung sabun untuk mengalihkan perhatian mereka. Sejenak kemudian pasti mereka kembali tenang. Setelah tenang Anda baru bisa mencari akar permasalahan dan mengajak mereka berpikir rasional.

Menempatkan diri

Pahami apa yang membuat mereka marah. Hal-hal kecil bagi Anda bisa menjadi masalah besar untuk mereka. Misalnya saja membuka tutup botol akan mudah untuk Anda, tapi untuk anak usia 4 tahun pasti sangat susah. Anak kecil belum terlalu paham bahasa, jadi Anda perlu menyampaikannya sesuai bahasa mereka.

Abaikan mereka

Coba cari tahu apa yang menyebabkan kemarahan mereka. Jika untuk mencari perhatian Anda, berhentilah untuk menghiraukannya. Anda juga harus memperhatikan kembali apakah pola asuh Anda sudah benar dengan memberikan perhatian yang selayaknya mereka dapatkan.

Menghitung sampai 3

Jangan ikut terbawa kemarahan, mulailah menghitung sampai tiga ketika anak mulai marah. Jika sampai hitungan ketiga kemarahannya tidak juga reda, kunci di dalam ruangannya selama beberapa saat. Setelah itu, bersikaplah seakan tidak terjadi apa-apa. Tidak perlu membicarakan tentang apa masalahnya, tidak perlu menyinggung tentang hal yang diributkannya, cukup kembali ke aktivitas dan mood Anda sebelum pertengkaran itu terjadi. Anak akan belajar bahwa kemarahan hanya membuat mereka terkurung dalam kesendirian, dan tidak menyelesaikan apa pun.

Memeluk mereka

Biasanya penyebab kemarahan si kecil adalah perasaan kurang nyaman dan butuh perhatian karena mungkin Anda terlalu sibuk. Jika ini adalah alasan mereka, peluklah mereka dalam senyuman dan kehangatan. Katakan juga bahwa Anda menyayangi mereka. Tetapi Ladies, jangan lakukan hal ini pada anak Anda yang sering marah karena haus perhatian, karena dia akan merasa selalu berhasil menarik perhatian Anda dan mengulanginya kembali

Jangan membuat mereka bingung

Saat ayah bunda mengharapkan sesuatu dari si kecil, sampaikan dalam bentuk arahan atau perintah yang jelas dan bisa difahami si kecil. Suasana hati si kecil dapat langsung berubah menjadi marah atau kesal ketika dia tidak mampu memahami keinginan ayah bunda. Berikan arahan yang dapat difahami sesuai dengan perkembangan usianya.

Sampaikan juga alasan-alasan kenapa ayah bunda meminta si kecil melakukan sesuaru. Misalnya saat si buah hati sedang belajar mengenakan baju sendiri, pandu mereka secara bertahap dan kalau perlu berikan contoh agar lebih jelas.

Berikan kesempatan untuk berekspresi

Terkadang kita sebagai orang tua kurang sabar ketika si kecil melakukan sesuatu secara tidak tepat, padahal menurut ahli psikologi anak, memberikan kesempatan pada si buah hati untuk meyelesaikan pekerjaanya meki dengan cara yang kurang tepat adalah baik bagi pembelajaran mereka. Bantu si kecil dengan memberikan arahan cara yang tepat untuk, jika perlu bantu langsung untuk menyelesaikan apa yang dikerjakan si kecil.

Misalnya saat si kecil memakai sepatu terbalik, samapaikan bahwa itu terbalik dan berikan kesempatan padanya untuk memakai sepatunya sendiri. Memaksakan kehendak ayah bunda pada si kecil hanya dapat memicu rasa kesal dan frustasi si kecil yang mengarah pada ketidak stabilan emosi mereka.

Tuntaskan konflik secepatnya

Gali lebih dalam apa yang menyebabkan si kecil tiba-tiba marah atau menangis, apakah karena ayah bunda tidak mengabulkan keinginanya, atau mainanya di ambil teman padahal ia masih ingin menggunakanya. Ajarkan dia untuk mengekspresikan suasana hatinya secara verbal, misalnya dengan bicara blak-blakan saat keinginanya tidak dipenuhi ayah bunda.

Bersabar saat menghadapi si kecil

Ayah bunda harus memahami kondisi si kecil yang masih dalam tahap menuju kematangan emosi. Sebagai orang dewasa, kita harus lebih banyak memahami si kecil, bukan sebaliknya. Jangan hadapi ketidak-stabilan emosi mereka dengan kekerasan baik secara verbal berupa bentakan, atau non verbal misalnya mencubit dan memukul mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top