Parenting

Anak yang Dekat dengan Ayah Cenderung Memiliki Emosi Stabil, Lakukan 15 hal Ini Agar Anak dekat Ayahnya

Anak dekat dengan ibunya itu tentu sudah biasa. Perlu orangtua ketahui, anak memiliki IQ lebih tinggi loh.

Sebuah penelitian yang dilakukan Oxford University menunjukkan bahwa ada kaitan antara kedekatan ayah dan anak dengan keberhasilan akademisnya di sekolah.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Dr. David Popenoe, sosiolog dan Co-Director di The National Marriage Project Rutgers, The University of New Jersey, yang mengatakan bahwa anak yang banyak berinteraksi dengan ayahnya memiliki IQ lebih tinggi dibanding anak yang tak cukup berinteraksi dengan sang ayah

selain itu Sebuah tinjauan studi yang dilakukan oleh Father Involvement Research Alliace menunjukkan bahwa bayi yang dekat dengan ayah cenderung memiliki emosi yang stabil. Saat dewasa dia lebih percaya diri, dan bersemangat dalam mengeksplorasi potensi diri untuk merealisasikan ide serta impian.

Anakdekatdenganayah

Tips anak dekat dengan ayahnya:

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Memahami Gigi Bayi dan Seluk Beluk Pertumbuhannya

Gigi merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Selain berfungsi untuk mengunyah, keberadaan gigi juga bisa menambah estetika wajah. Karena itu, setiap fase perkembangannya—mulai dari gigi bayi sampai dewasa—harus diperhatikan dengan baik, terutama oleh para ibu.

Gigi bayi atau gigi susu bia

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah mendalam dan premium dari Sayangianak.com yang membantu Bunda dalam mendidik dan membesarkan Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

9 Cara Orang Tua Membentuk Pribadi Anak yang Kuat Agar Tak Jadi Sasaran Bully Bagi Anak yang Nakal

Semua orangtua pasti ingin anak yang kuat dan tegar dalam menghadapi kehidupannya. Hal ini bisa dilatih sejak kecil sebab karakter ini tidak bisa melekat pada diri anak secara instan. Semuanya butuh proses dan pelan-pelan, tidak berhasil jika dilakukan terburu-buru. 

Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua Membentuk Pribadi Anak yang Kuat, Berani dan Tegar

Kuat dan tegar sangat dibutuhkan terutama saat anak beranjak dewasa. Pasalnya, semakin meningkat umur anak, masalah yang dihadapi juga bertambah banyak. Tanpa mental yang kuat dan tegar, mudah terpuruk, stress, frustasi bahkan paling fatal bunuh diri. Anda tentu tidak ingin hal ini terjadi, karena itu harus mendidik si kecil dengan langkah berikut. 

1. Biarkan Anak Membuat Kesalahan, Maka Ia Akan Belajar

Berikan pemahaman kepada anak bahwa kesalahan yang dilakukan merupakan bagian dari proses. Jangan hakimi anak karena satu tindakan salah, supaya ke depannya lebih berani lagi menghadapi berbagai masalah. Orangtua tidak selamanya bisa hadir saat anak membutuhkan. 

Ajarkan anak bahwa kesalahan adalah hal biasa dalam hidup. Tanpa berbuat salah, sulit sekali mendapat pengetahuan dan pelajaran. Didik si kecil agar tidak malu berbuat salah, asalkan dapat belajar setelahnya. Komunikasikan juga apa yang harus dilakukan anak agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. 

2. Sering-seringlah Bertanya Pendapat Anak Tentang Apa Saja yang Ia Lakukan dan Miliki

Semua manusia memiliki otak untuk berpikir tak terkecuali anak. Karena itu, orangtua harus paham si kecil juga memiliki pendapat pada segala hal dalam hidupnya. Misalnya, saat akan berbelanja tas terdapat banyak pilihan warna dan model. Tanyakan pendapatnya mana tas yang bagus. 

Orangtua dapat menggunakan kalimat, “Menurut pendapatmu gimana, nak?” Cara ini memberi ruang kepada si kecil untuk mengutarakan isi hatinya. Tidak ada paksaan untuk sepaham dengan orangtua. Anak bisa lebih percaya kepada orangtua sebab mau mendengar pendapatnya.

3. Latih Anak Mencari Jalan Keluar dengan Berikan Kesempatan Memilih Solusi 

Saat anak memiliki masalah, tentu dia berpikir bagaimana cara mengatasinya. Mungkin terasa agak berat, tetapi pertanyaan ini lebih baik dibandingkan mendikte si kecil langkah yang harus dilakukan. Sebab, tidak selamanya anak mudah melakukan perkataan orang tua. 

Anak mungkin saja marah dan memberontak jika Bunda selalu mendikte. Sebagai manusia, si kecil juga harus diberi kesempatan untuk memikirkan solusi sendiri. Setelah itu, biarkan anak berdiskusi dengan tentang solusi tersebut. 

4. Jangan Dibatasi, Berikan Anak Ruang dan Biarkan Anak Eksplor 

Orangtua dapat bertanya atas pilihan anak dengan kalimat, “Kamu sudah mempertimbangkan pilihanmu?” Hal ini untuk meyakinkan anak dan memikirkan kembali pilihannya. Orangtua dapat menyodorkan beberapa pilihan lain jika melihat anak masih ragu. 

Selain itu, Bunda sebaiknya membiarkan si kecil menikmati dan melihat sendiri hasil atas pilihannya. Jika yang dipilih itu tepat, tentu bagus sekali dan berikan apresiasi. Namun, jika akhirnya pilihan anak keliru atau memberi hasil tidak sesuai harapan, itu memberikan pelajaran baginya.  

5. Jangan Paksa Anak untuk Terbuka, Biarkan dan Tunggu Sampai Ia Ingin Bercerita

Ada saatnya anak ingin menceritakan apa yang dialaminya pada orangtua. Namun, di lain waktu si kecil juga belum nyaman terbuka. Mungkin anak sedang memilih waktu yang tepat agar bisa terbuka dengan perasaan tenang. 

Orangtua harus memberikan ruang pada anak untuk terbuka atau tidak. Hindari memaksa anak membicarakan semua hal, padahal si kecil belum ingin terbuka. Hal ini membuat si kecil merasa dihargai oleh orangtuanya. 

6. Apresiasi Anak untuk Membuatnya Merasa DIhargai

Orangtua penting sekali memberikan apresiasi kepada si kecil atas usahanya mengerjakan sesuatu. Tidak harus pujian luar biasa, sebab ucapan sederhana juga mampu membentuk pribadi anak yang kuat dan bahagia. Si kecil merasa apa yang dilakukannya tidak sia-sia. 

Setiap anak ingin tahu bahwa orang tua bangga padanya. Hal ini digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan memperkuat keterampilan baru dalam mengerjakan sesuatu untuk dirinya. Secara tidak langsung juga mengajarkan anak untuk membuat keputusan bijaksana.

7. Tanyakan Bagaimana Perasaan Anak Atas Semua Hal yang Dialaminya 

Saat orangtua memperhatikan perasaannya, anak tentu bahagia. Setelah menceritakan semua hal, pendapat, masalah dan solusinya tunjukkan bahwa Anda tertarik dengan cerita anak. Menanyakan perasaan anak menunjukkan rasa empati dan keterlibatan orangtua.

Si kecil merasa aman, mandiri dan tidak sendiri. Perlahan, hal ini membentuk pribadi anak lebih kuat dan tegar dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Tunjukkan bahwa Bunda benar-benar hadir dan terhubung dengan si kecil. Mudah bagi anak berbagi jika orang tua memberikan respon yang tepat. 

8. Dan Sampaikan Bahwa Orangtuanya Selalu Ada untuk Si Kecil

Orangtua perlu mengingatkan anak bahwa orangtua selalu ada untuknya. Si kecil akhirnya tahu bahwa selalu ada tempat bertanya, bertukar pendapat, berdiskusi dan berkeluh kesah. Hubungan yang mendukung dan memberi ruang kepada anak membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang kuat. 

Berhenti melontarkan perintah saklek kepada si kecil. Sebaiknya orang lebih banyak memberikan pertanyaan untuk merangsang daya pikir si kecil. Cara ini mampu mengeluarkan kekuatan dari diri anak yang tidak pernah diduga sebelumnya. 

  1. Ajarkan Anak Cara Menghadapi Ketakutan 

Wajar saja si kecil menghindari semua hal menakutkan. Tetapi, jika dibiarkan tidak bagus untuk perkembangannya. Ketakutan hanya menghambat si kecil mengeksplor rasa ingin tahunya. Akibatnya tidak percaya diri menghadapi  berbagai tantangan hidup. 

Saat si kecil takut gelap, takut mandi, takut berinteraksi dengan orang baru, ajarkan anak agar dapat menghadapi rasa takut tersebut. Perlahan-lahan, bukan memaksa menerobos ketakutan. Tetapi, orang tua dapat menyemangatinya, mendukung dan memberi pujian saat berhasil meningkatkan keberanian.Itulah 9 cara yang harus dilakukan orang tua untuk membentuk pribadi anak yang kuat dan tegar. Hal ini penting sekali sebab semakin banyak tantangan dihadapi saat umur anak bertambah. Didik sejak kecil  untuk mendapatkan hasil optimal.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

9 Cara untuk Mendidik Anak Agar Tidak Bandel dan Tumbuh Jadi Anak Penyejuk jiwa

Kelakuan anak bandel, kerap kali buat orangtua kewalahan hingga bingung harus berbuat seperti apa. Maka, agar anak tumbuh jadi sosok penyejuk jiwa. Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan sebagai orangtua, untuk mendidik mereka. Terutama pada masa-masa lucu usia dini, kelucuan anak hingga semua tingkah menggemaskannya menjadi penghibur bagi orang tua.

Hal yang Wajib Dilakukan Orangtua untuk Memiliki Anak Penyejuk jiwa

Seiring berjalannya waktu, si kecil mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Kelucuan anak mulai berkurang dan anak tumbuh remaja hingga dewasa. Karakter dan sifat si kecil pun terbentuk menjadi penyejuk jiwa atau sebaliknya, tergantung pendidikan dan pengarahan orang tua. Oleh karena itu, berikut ada beberapa cara didik agar anak mampu menjadi penyejuk hati orangtua. 

1. Didiklah Mereka Sedini Mungkin dengan Ajaran-ajaran yang Bisa Membuatnya Tumbuh Jadi Anak Baik

Orangtua perlu memiliki ilmu dalam mendidik anak. Tanpa hal ini sulit sekali membentuk pribadi penyejuk jiwa. Setelah mendapat ilmu, arahkan anak ke hal-hal positif dan bagus untuk pertumbuhan serta perkembangannya.

Harus mendidik anak sedini mungkin, jangan tunggu anak sampai besar baru mulai mengajarkannya. Sebab, semua didikan sejak kecil lebih mudah diingat dan dipraktikkan si kecil. Apalagi untuk menjadi si kecil penyejuk jiwa tidak bisa langsung berhasil begitu saja, perlu proses. 

2. Ajarkan Anak Anak Menjadi Anak yang Soleh/Soleha dengan Menanamkan Nilai-nilai Agama

Ciri-ciri anak penyejuk jiwa salah satunya soleh dan soleha. Karena itu, orangtua bertanggung jawab penuh dalam hal ini terutama saat anak masih kecil. Tanpa diajarkan, anak tidak akan tahu atau paham apa itu soleh dan soleha. 

Anak soleh soleha seakan menjadi tabungan pahala bagi kedua orangtua. Karena itu, semua suami istri menginginkan hal ini. Tidak ada orangtua yang menginginkan keburukan untuk si kecil. Pribadi anak soleh dan soleha lebih baik, sopan, santun, ramah dan tahu cara menghargai Ayah dan Ibunya. 

3. Tuntun dan Berikanlah Contoh Agar Anak Rajin Beribadah dan Berikan Perintah-perintah Agama

Beribadah seperti shalat, berpuasa di bulan ramadhan, membaca al quran dan kegiatan lainnya yang bernilai pahala. Semua amalan ini akan dihisab di akhirat nanti. Keluarga yang taat beribadah diberi keselamatan dunia dan akhirat. 

Anak yang rajin beribadah tanpa disuruh sangat menyenangkan mata dan menyejukkan hati orangtua. Tetapi, sejak kecil harus diajarkan dulu agar rajin beribadah. Tidak bisa langsung begitu saja. Jika orangtua tidak menanamkan pendidikan karakter ini, sulit sekali menemukan si kecil semangat ibadah.

4. Ajarkan Ia Bersyukur dan Selalu Mencintai Allah dan Rasulullah

Allah SWT adalah pencipta manusia dan Muhammad SAW merupakan rasul yang harus kita sayangi dan cintai. Hal ini berhubungan dengan tauhid dan wajib sekali diajarkan pada anak. Karena tanpa hal ini, rugi sekali hidup di dunia dan sulit mendidik si kecil menjadi anak penyejuk jiwa. 

Rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah adalah pondasi keislaman yang harus dipahami oleh semua umat muslim dunia. Kenalkan sosok suri tauladan agar anak mengikuti perbuatan baik Rasul. Salah satu cara membuat pribadi anak lebih baik dan menyejukkan hati Ayah Ibu. 

5. Tanamkan Perilaku Berbakti pada Orangtua dan Bagaimana Cara Menghormati Orang Lain yang Lebih Tua Darinya

Berbakti kepada orangtua merupakan kewajiban setiap anak. Ayah dan ibu sangat beruntung jika memiliki anak berbakti. Selain menyejukkan hati, anak juga tidak akan mendurhakai orang tuanya. Si kecil bersikap baik, lemah lembut, sayang dan patuh pada orang tua. 

Banyak sekali perilaku berbakti yang perlu dikenalkan pada anak. Sejak dini anak harus diberi pemahaman pentingnya berbakti. Supaya ketika dia beranjak dewasa, tanpa perintah pun anak memiliki kesadaran untuk memperlakukan orangtua dengan baik. 

6. Didik Anak untuk Berdoa Pada yang Maha Kuasa 

Panjatkan doa pada Allah SWT agar dianugerahkan anak soleh soleha mampu menyejukkan hati orang tua. Berdoa sebenarnya dimulai sebelum anak lahir atau masih dalam kandungan. Selain itu, ibu juga harus rajin membaca Alquran dan bershalawat. 

Hindari perbuatan negatif agar  tidak membawa pengaruhnya bagi anak. Kenalkan si kecil tentang azan dan iqamah, kalimat thayyibah. Meskipun hamil, selama masih bisa beribadah ibu seharusnya melakukannya. Perbanyak doa agar diwujudkan keinginan orangtua. 

7. Berikan Anak Pendidikan Karakter Sopan dan Ramah Selama dalam Masa Tumbuh Kembangnya 

Sopan santun dan ramah juga karakter yang mampu menyenangkan orang tua. Selain kepada orang tua, ajarkan juga si kecil mempraktikkan kepada teman dan orang lain. Perilaku sopan dan santun salah satu bentuk menghargai dan menghormati siapa saja yang ditemui anak. 

Pasti saat melihat anaknya memiliki sikap sopan santun juga ramah, orangtua sejuk hati melihatnya. Mulai dari cara bicara atau tutur kata hingga tindakannya selalu enak dilihat. Karena itu, penting bagi orangtua untuk menanamkan pendidikan karakter pada anak. 

8. Tanamkan Rasa Empati dalam Dirinya Sedari Kecil

Anak yang memiliki rasa empati juga menyejukkan hati orang tua. Sebab, si kecil memiliki rasa peduli kepada sesama manusia termasuk ayah dan ibu. Misalnya, orangtua sedang butuh sesuatu, anak bersedia dengan senang hati membantunya. 

Tidak ada keluhan ataupun umpatan keluar dari mulutnya karena hal itu dapat menyakiti perasaan orang lain. Perilaku ini juga dipraktikkan kepada teman sebayanya dan orang lain di luar rumah. Siapa saja yang melihatnya tentu bangga kepada orangtua karena berhasil mendidik si kecil dengan baik. 

9. Dan Ajarkan Ia untuk Tumbuh Jadi Anak yang Mandiri 

Sikap mandiri tentu tak kalah menyenangkan orang tua. Anak mandiri dapat melakukan tugas atau pekerjaannya dengan baik tanpa selalu bergantung kepada orang tua. Mungkin saja dia meminta bantuan tetapi pada hal yang sulit dilakukan. 

Anak yang mandiri diinginkan oleh semua orang tua. Karena mampu menyejukkan hati, pastilah membuat perasaan tenang pada orangtua terutama saat si kecil berada di luar rumah. Tidak banyak bertingkah dan berbuat hal memalukan. Sebab, citra orangtua selalu dijaga dengan baik.Itulah 9 cara dapat dipraktikkan orangtua untuk memiliki anak penyejuk jiwa. Ingat bahwa peran orangtua sangat besar dalam hal ini. Harus sabar, konsisten. Tidak boleh menginginkan hasil instan.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top