Parenting

Anak Takut Berpisah dari Orangtua Tempat Mereka Berlindung. Ini Cara Mempersiapkan Balita Memulai Masa Sekolah

Aih, lucunya memakaikan baju seragam kepada anak-anak. Melihatnya berjalan memasuki gerbang dan melewati pintu kelas menjadi momen yang sangat dinantikan. Tapi, apakah semudah itu? Ternyata, tidak selalu.

Beberapa anak ada yang merasa kesulitan terpisah dari orang tua mereka, terutama  di usia dini atau awal-awal sekolah. Dari mulai mogok masuk kelas, tidak mau bangun, sampai mengangis tak henti-henti. Normalkah ini?

Ya, adalah normal ketika anak menolak masuk sekolah untuk pertama kalinya. Anak-anak tidak memahami konsep waktu dan tidak benar-benar tahu berapa lama mereka akan ditinggalkan. Mereka takut berpisah dari orang tua tempat mereka berlindung. Tapi, jangan kuatir, dengan langkah-langkah ini, anda bisa membantu mereka agar lebih siap dan percaya diri dengan sekolah dan lingkungan yang baru.

Bacakan Cerita Tentang Sekolah

Carilah buku mengenai keberanian anak-anak di hari pertama sekolah atau keseruan hari-hari sekolah. Selain itu, tambahkan dengan kisah-kisah yang dialami teman, saudara, ayah, ibu, bahkan nenek tentang hal-hal yang menyenangkan yang mereka alami di sekolah. Dengan melakukan hal ini, anda telah memberikan gambaran mengenai konsep sekolah.

Cari Tahu Kegiatan Sekolah

Jika anda telah menentukan sekolah mana yang anda tuju, carilah informasi sebanyak mungkin. Tanyakan hal-hal apa saja yang disukai anak-anak di sekolah tersebut dan, jika diperbolehkah, ambil beberapa foto yang Anda anggap menarik.  Setelah itu, carilah waktu rutin untuk berbicara tentang hal-hal yang dapat ia lakukan di sekolah. Ketika ia mulai tidak mau sekolah lagi, ingatkan semua hal menyenangkan yang tidak bisa lakukan di rumah tetapi bisa dilakukan di sekolah.

Lakukan Hal Rutin yang Menyenangkan

Beberapa anak ingin mengalami hal-hal yang bisa diduga. Karena itu, cobalah untuk meluangkan waktu secara rutin, setiap pagi misalnya, untuk membicarakan hal-hal menyenangkan yang ia akan alami. Jika anda hanya memiliki waktu setelah anak pulang sekolah, lakukan pula secara rutin.

Mengetahui Sulitnya Perpisahan

Mengakui pemisahan yang sulit. Tapi, beberapa anak ingin perasaan mereka diakui. Berdiskusilah dengan anak tentang ketakutannya. Ingatkan dalam percakapan itu bahwa ia akan baik-baik dan bahwa Anda (atau pengasuh lain) akan selalu datang kembali untuk mereka. Katakan kepadanya bagaimana Anda akan menghabiskan waktu Anda setelah pulang sekolah jika ia memintanya.

Katakan Bahwa Anda Menjaga Barang Kesayangannya

Bisa jadi, anak anda kuatir tentang benda favorit yang ia tinggalkan di rumah, seperti boneka kesayangan atau mobil-mobilannya. Katakan bahwa mereka tidak perlu kuatir karena anda akan menjaganya. Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa beberapa anak yang tidak atau memiliki sedikit mainan juga merespon strategi ini dengan baik. Caranya dengan memilihkan benda yang sering mereka mainkan dan lakukan hal yang sama seakan benda itu adalah benda favorit mereka.

Jangan Pergi Diam-Diam

Jangan pernah meninggalkan anak tanpa pamit, bahkan jika ia asyik bermain. Selalu beritahu dia dengan tenang tapi percaya diri bahwa Anda akan kembali untuk menjemput atau menunggu di rumah. Jika anda pergi diam-diam, anda hanya akan membuat tingkat kecemasannya lebih tinggi.

Jika Ia Marah…

Jika anak Anda marah ketika ditinggalkan, bicarakanlah hal ini di kemudian hari. Ingatkan bahwa ia akan baik-baik saja dan Anda akan datang kembali. Tegalah untuk meninggalkannya, namun tetaplah tenang melakukannya. Bekerja sama dengan guru adalah cara yang sangat baik jika hal ini sering terjadi.

Bersabarlah

Beberapa anak membutuhkan beberapa waktu yang lebih lama daripada anak yang lain. Karena itu, terus lakukan tips-tips di atas dan hal yang Anda tahu akan menenangkannya. Tapi ingat, jangan tergoda untuk menyogok dengan hal yang tidak baik seperti makanan tidak sehat setiap mereka mau sekolah dan, yang terpenting, tahanlah amarah Anda.

Persiapkan Diri Anda Sendiri

Kebanyakan tenaga pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan kelas 1 Sekolah Dasar sangat berpengalaman dalam membantu anak-anak (dan orang tua) dengan proses pemisahan. Namun, bisa jadi Andalah yang tidak percaya diri meninggalkannya karena kurangnya pengalaman anda. Jangan biarkan perasasaan ini terus anda tunjukkan. Bisa jadi, anak anda terpengaruh dari energi yang anda pancarkan. Dalam hal ini, cobalah biarkan para guru tersebut memandu Anda untuk melakukannya. Mintalah waktu berbicara kepada guru untuk mengetahui keadaan anak anda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top